Anda di halaman 1dari 26

BAB I PENDAHULUAN 1.

1; Latar Belakang Salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah semakin meningkatnya usia harapan hidup penduduk. Dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup penduduk, menyebabkan jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat dari tahun ke tahun (Depsos 2007).1 enurut !! "o. 1# $ahun 1%%& tentang kesejahteraan usia pada 'ab (asal 1 )yat 2 yang berbunyi *lanjut usia adalah seorang yang men+akup usia ,0 tahun keatas-. Semua orang akan mengalami proses menjadi tua dan masa tua merupakan masa hidup manusia yang terakhir, yang pada masa ini seseorang mengalami kemunduran .isik, mental dan sosial sedikit sampai tidak melakukan tugasnya sehari/hari lagi hingga bagi kebanyakan orang masa tua itu merupakan masa yang kurang menyenangkan. Sedangkan seorang menjadi lanjut usia dikerakan adanya beberapa proses indi0idual, antara lain 1 !mur biologis 1 .ungsi berbagai sistem organnya dibandingkan dengan orang lain pada umur yang sama. a !mur (sikogis 1 kapasitas adaptasi indi0idu dibandingkan dengan orang lain pada umur kronologis yang sama. b !mur sosial 1 sejauh mana indi0idu dapat melakukan peran sosial dibandingkan dengan anggota masyarakat dibandingkan dengan anggota masyarakat lain pada umur kronologis yang sama. + !mur .ungsional 1 tingkat kemampuan indi0idu untuk ber.ungsi dimasyarakat dibandingkan dengan orang lain pada umur kronologis yang sama. 'erkaitan dengan perubahan, kemudian 2urlo+k (1%%0) mengatakan bah3a perubahan yang dialami oleh setiap orang akan mempengaruhi minatnya terhadap perubahan tersebut dan akhirnya mempengaruhi pola hidupnya. 'agaimana sikap yang ditunjukan apakah memuaskan atau tidak memuaskan, hal ini tergantung dari pengaruh perubahan terhadap peran dan pengalaman pribadinya. (erubahan yang diminati oleh para lanjut usia adalah

perubahan yang berkaitan dengan masalah peningkatan kesehatan, ekonmi atau pendapatan dan peran sosial (4oldstein, 1%%2). asalah gi5i lansia adalah salah satunya yang harus segera diperhatikan. enurut Sharkey et al. (2002) kekurangan 5at gi5i menunjukkan sebuah an+aman potensial bagi kesehatan pada seluruh populasi lansia. (enambahan usia menimbulkan beberapa perubahan baik se+ara .isik maupun mental. (erubahan ini mempengaruhi kondisi seseorang baik aspek psikologis, .isiologis, dan sosio/ekonomi. Dengan keadaan gi5i yang baik diharapkan para lansia akan tetap sehat, segar dan bersemangat dalam berkarya. serta berperan dalam pembangunan (6atmah 2010).1 asalah gi5i akibat perilaku makan yang salah lebih peka terjadi pada lansia dibandingkan usia de3asa. "a.su makan lansia umumnya mulai menurun karena semakin berkurangnya .ungsi penge+ap pada lidah. 2ilangnya selera makan menjadi salah satu .enomena yang dapat memperburuk kondisi lansia seperti kurang gi5i, de.isiensi beberapa unsur 5at gi5i atau obesitas yang dapat memi+u timbulnya penyakit degenerati. (7irakusumah 2001).1 1.2 Tujuan Kebutuhan Nutrisi Pada Lansia. 1 lanjut. 2 # 8 9 , 7 $erlindunginya lanjut usia dari perlakuan yang salah $erlaksananya kegiatan/kegiatan yang bermakna bagi lanjut usia. $erpeliharanya hubungan yang harmonis antara lanjut usia dengan keluarga dan lingkungan. $erbentuknya keluarga dalam menjalankan tugas dan tanggung ja3ab pelayanan terhadap lanjut usia. elembaganya nilai/nilai penghormatan terhadap lanjut usia $ersedianya pelayanan alternati0e diluar pelayanan panti sosial bagi lanjut usia. 1.#; u!usan "asalah 2 $erpenuhinya kebutuhan jasmani, rohani, sosial dan psikologis lanjut usia se+ara memadai serta teratasinya masalah/masalah akibat usia elalui gi5i yang baik, usia produkti. mereka dapat ditingkatkan sehingga tetap dapat ikut

1 2 # 8 9 1.8;

)pa de.inisi dari nutrisi dan lanjut usia: 'agaimana intake kalori, nutrient, air pada lansia: 'agaimana malnutrisi pada lanjut usia: )pa diagnose umum terkait nutrisi pada lanjut usia: )pa inter0ensi khusus pada lanjut usia terkait nutrisi: Tujuan Tujuan U!u! ampu memberi in.ormasi dan menambah pengetahuan kepada para pemba+a khususnya kepada mahasis3a ilmu kepera3atan mengenai kebutuhan nutrisi pada lansia.

1.8.1; ;

1.8.2; ; ; ; ; ;

Tujuan Khusus !ntuk mengetahui de.inisi dari nutrisi dan lanjut usia !ntuk mengetahui intake kalori, nutrient, air pada lansia !ntuk mengetahui malnutrisi pada lanjut usia !ntuk mengetahui diagnose umum terkait nutrisi pada lanjut usia !ntuk mengetahui inter0ensi khusus pada lanjut usia terkait nutrisi

BAB II TIN#AUAN PU$TAKA 2.1; Nutrisi dan Lansia


Setiap mahluk hidup membutuhkan karena makanan didalam untuk kehidupannya, makanan

mempertahankan

terdapat zat-zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan kegiatan metabolismenya. Bagi lansia pemenuhan kebutuhan gizi yang diberikan dengan baik dapat membantu dalam proses beradaptasi perubahan kelangsungan atau yang menyesuaikan dialaminya sel-sel diri dengan itu perubahanmenjaga dapat selain dapat

pergantian

tubuh

sehingga

memperpanjang usia. Kebutuhan kalori pada lansia berkurang karena berkurangnya kalori dasar dari kebutuhan fisik. Kalori dasar adalah kalori yang dibutuhkan untuk malakukan kegiatan tubuh dalam keadaan istirahat, misalnya : untuk jantung, usus, pernafasan dan ginjal.

2.2; a

Intake Kal%ri& Nutrient& Air Pada Lansia ;at energi 1 o o <arbohidrat 1 beras, jagung, gandum, ubi, roti, singkong, dalam bentuk gula seperti gula, sirup, madu, dll. =emak 1 minyak, santan, mentega, margarin, susu dan hasil olahannya. ;at pembangun

'erdasarkan kegunaannya bagi tubuh, 5at gi5i dibagi #, yaitu 1

(rotein, baik protein he3ani maupun nabati 1 daging, ikan, susu, telur, ka+ang > ka+angan dan olahannya. + ;at pengatur ?itamin dan mineral 1 buah/buahan dan sayuran. 8 'akt%r ( )akt%r *ang !e!+engaruhi +e!berian nutrisi +ada lansia a Perubahan )isi%l%gik ; Perubahan komposisi tubuh $ubuh manusia terdiri atas +airan dan 5at padat. 80@ tubuh manusia merupakan 5at padat seperti protein, lemak, mineral, karbohidrat, material organik dan non organik. ,0@ sisanya adalah +airan. Dari ,0@ komposisi +airan, 20@ merupakan +airan ekstraselular dan 80@ nya adalah +airan intraselular.2 <omposisi tubuh diisi oleh adipose dan massa jaringan bebas lemak. assa jaringan bebas lemak (lean body mass) terdiri atas otot, tulang, serta +airan ekstraseluler. <omposisi tubuh diukur untuk mendapatkan persentase lemak, tulang, air, dan otot dalam tubuh. (engukuran komposisi tubuh juga ditujukan untuk mendeteksi kebutuhan tubuh terhadap asupan makanan serta mendapatkan in.ormasi yang rele0an terhadap upaya pen+egahan dan penanganan penyakit.2 (roses menua mengakibatkan terjadinya kehilangan massa otot se+ara progressi. dan proses ini dapat terjadi sejak usia 80 tahun, dengan penurunan metabolisme basal men+apai 2@ pertahun. Saat seorang lansia berumur diatas 70 tahun, kehilangan massa otot dapat men+apai hingga 80@. 2,# Selain penurunan otot dan dan massa tulang, pada lansia juga terjadi peningkatan lemak tubuh, dan perubahan komposisi seperti ini sangat tergantung pada gaya hidup dan akti0itas .isik lansia. 2,# (erbandingan komposisi tubuh antara de3asa muda dengan lansia 1

K%!+%nen 2,-2. thn (roteinAcell solid 1%@ )ir ,1@ ineral ,@ =emak 18@ Nutrition Through Lyfe Cycle, 2001 2

/,-/. thn 12@ 9#@ 9@ #0@

'erdasarkan tabel diatas terlihat perbedaan yang +ukup jauh pada komposisi tubuh antara lansia dan orang de3asa muda. <omponen protein, air, dan mineral menurun ketika seseorang memasuki .ase kehidupan lansia, namun ada komponen lain yang justru meningkat yaitu lemak. (eningkatan lemak tubuh telah dimulai sejak seseorang berusia #0 tahun sebanyak 2@ pertahunnya, peningkatan lemak ini berupa lemak subkutan yang dideposit di batang tubuh. 2,# eskipun demikian, pada lansia umumnya terjadi penurunan berat badan dengan rata/rata selama 10 tahun men+apai 7 kg pada lansia pria dan , kg pada lansia 3anita, hal ini disebabkan karena meskipun komposisi lemak pada lansia meningkat tetapi massa sel tubuh menurun dan lansia banyak kehilangan massa otot serta +airan tubuh sehingga berpengaruh ke berat badannya. 2,# assa otot pada lansia diketahui menurun hingga ,,#@ pertahun. Bata/rata 3anita kehilangan massa otot hingga 9 kg dan pria 12 kg. untuk massa sel tubuh rata/rata menurun 1 kg pada pria dan 0,, kg pada 3anita usia 70/79 tahun. 2,# Seiring dengan pertambahan usianya, kandungan +airan tubuh pada lansia diketahui semakin menurun terutama +airan ekstraseluler, untuk itu perlu di3aspadai ke+ukupan +airan pada lansia untuk mengantisipasi bahaya dehidrasi yang mungkin terjadi akibat kekurangan +airan. 2,# Selain perubahan komposisi pada lemak, +airan, serta massa otot diatas, lansia juga mengalami perubahan yang +ukup ,

drastis pada massa tulang. (enurunan massa tulang yang terjadi pada lansia dapat menyebabkan timbulnya gejala osteoporosis. 2 ; Perubahan )ungsi %rgan # Perubahan )ungsi o C <epekaan kun+up dan papil penge+ap o C )mbang rasa pada ujung sara. Sekresi sali0a 6ungsi eso.agus 6ungsi lambung penghidu o C (roduksi sali0a o 4angguan kontraksi o C Sekresi 2Dl, .aktor intrinsi+ 6ungsi hepatobilier dan pepsin o C !kuran organ dan C aliran darah o C )kti0itas en5im yang berkaitan dengan or.ologi dan .ungsi usus ikro.lora usus metabolisme obat C (eristaltik usus (ertumbuhan bakteri E <onstipasi empengaruhi suplai 0itamin larut air dan 0it. < C <ebutuhan dosis obat )supan makanan C 4angguan menelan C 'ioa0ailabilitas mineral, 0itamin, dan protein Sintesis albumin C Pengaruh terhada+ nutrisi <ehilangan kemampuan mendeteksi rasa

'ungsi %rgan (enge+apan dan rasa

Perubahan akti0itas )isik C )kti0itas .isik F Sedentary life. # Terda+atn*a +en*akit +en*erta

; ; ;

(enyakit gigi dan mulut 1 periodontal, gigi tanggalA +opot (ompong) (enyakit ginjal 1 C 46B, C kemampuan memekatkan urin, C hidroksilasi 0it. D (C sintesis 0it. D akti.), resiko E dehidrasi (enyakit yang menyebabkan peningkatan kebutuhan 1 in.eksi berat, trauma

'akt%r s%sial <emiskinan, isolasi so+ial, penurunan kemampuan menyediakan makanan.

'akt%r +sik%l%gik Demensia, depresi.

E)ek sa!+ing %bat Dapat berupa peningkatan atau penurunan na.su makan, mual, konstipasi, dan penurunan absorbsi nutrien. )lkohol juga mengganggu absorbsi 0itamin ' dan .olat. ;at/5at neuroleptik dapat menekan na.su makan. inyak mineral, yang kadang/kadang digunakan seperti laksati., dapat menghambat penyerapan 0itamin ), D, dan < yang larut dalam lemak.

1 a

"asalah gi1i +ada lansia


Gizi berlebih Gizi berlebih pada lansia banyak terjadi di negaranegara barat dan kota-kota besar. Kebiasaan makan banyak pada waktu muda menyebabkan berat badan berlebih, apalai pada lansia penggunaan kalori berkurang karena berkurangnya akti itas fisik. Kebiasaan makan itu sulit untuk diubah walaupun disadari untuk mengurangi makan.

&

Kegemukan merupakan salah satu pen!etus berbagai penyakit, misalnya : penyakit jantung, ken!ing manis, dan darah tinggi.

Gizi kurang Gizi kurang sering disebabkan oleh masalah-masalah

so!ial ekonomi dan juga karena gangguan penyakit. Bila konsumsi kalori terlalu rendah dari yang dibutuhkan menyebabkan berat badan kurang dari normal. "pabila hal ini disertai dengan kekurangan protein menyebabkan kerusakan-kerusakan sel yang tidak dapat diperbaiki, akibatnya rambut rontok, daya tahan terhadap penyakit menurun, kemungkinan akan mudah terkena infeksi.

Kekurangan itamin Bila konsumsi buah dan sayuran dalam makanan

kurang dan ditambah dengan kekurangan protein dalam makanan akibatnya nafsu makan berkurang, penglihatan menurun, kulit kering, penampilan menjadi lesu dan tidak bersemangat.

2 a 1

Pemantauan status nutrisi Penimbangan Berat Badan #enimbangan BB dilakukan se!ara teratur minimal $ minggu sekali, waspadai peningkatan BB atau penurunan BB lebih dari %.& Kg'minggu. #eningkatan BB lebih dari %.& Kg dalam $ minggu beresiko terhadap kelebihan berat badan dan penurunan berat badan lebih dari %.& Kg 'minggu menunjukkan kekurangan berat badan.

(enghitung berat badan ideal pada dewasa : Rumus : Berat badan ideal = 0.9 x (TB dalam cm 100)

)atatan untuk wanita dengan *B kurang dari $&% !m dan pria dengan *B kurang dari $+% !m, digunakan rumus : Berat badan ideal = TB dalam cm 100 ,ika BB lebih dari ideal artinya gizi berlebih ,ika BB kurang dari ideal artinya gizi kurang

Kekurangan kalori protein -aspadai lansia dengan riwayat : #endapatan yang kurang, kurang bersosialisasi, hidup sendirian, kehilangan pasangan hidup atau teman, kesulitan mengunyah, pemasangan gigi palsu yang kurang tepat, sulit untuk menyiapkan makanan, sering mangkonsumsi obat-obatan yang mangganggu nafsu makan, nafsu makan berkurang, makanan yang ditawarkan tidak mengundang selera. Karena hal ini dapat bersemangat. menurunkan asupan protein bagi lansia, akibatnya lansia menjadi lebih mudah sakit dan tidak

Kekurangan vitamin D Biasanya terjadi pada lansia yang kurang itamin . mendapatkan paparan sinar matahari, jarang atau tidak pernah minum susu, dan kurang mengkonsumsi olahannya. yang banyak terkandung pada ikan, hati, susu dan produk

"enu harian untuk lansia (ara ahli gi5i menganjurkan menu sehat lansia, menu sehari/hari hendaknya 1 a $idak berlebihan, tetapi +ukup mengandung 5at gi5i sesuai dengan persyaratan kebutuhan lansia. b 'er0ariasi jenis makanan dan +ara olahnya.

10

embatasi konsumsi lemak yang tidak kelihatan (menempel pada bahan pangan, terutama pangan he3ani).

d gula. e

embatasi konsumsi gula dan minuman yang banyak mengandung

enghindari konsumsi garam yang terlalu banyak, merokok dan minuman beralkohol.

Dukup banyak mengkonsumsi makanan berserat (buah/buahan, sayuran dan sereal) untuk menghindari sembelit atau konstipasi.

inuman yang +ukup.

Intake kal%ri lansia Se+ara .isiologis, mengingat basal metabolism rate (' B) yang rendah seiring dengan bertambahnya usia, maka kebutuhan nutrisinya menurun (di samping berkurangnya akti0itas .isik). BD) (recommended aily !llo"ance ) kalori G 2.#00 untuk lansia kurang dari 79 tahun dan 2.090 kalori untuk lansia lebih dari 79 tahun, dimana 9&@ dari karbohidrat, #0@ dari lemak, dan 12@ dari protein. 9 Humlah kebutuhan energi per hari disesuaikan dengan berat badan dan tingkat akti0itas .isik. Dalam keadaan normal, lansia pria membutuhkan energi sebesar #9 kkalAkg ''Ahari dan 3anita lansia membutuhkan sekitar #2/#8 kkalAkg ''Ahari. !ntuk perhitungan kebutuhan kalori menurut usia dan akti0itas, perhitungannya adalah sebagai berikut , 1 2%l%ngan u!ur 90 > 9% ,0 > ,% I70 <et 1 Kebutuhan kal%ri Lk 0,%0 J ) 0,&0 0,70 J) J) Kebutuhan kal%ri Pr 0,%0 6 J ) 0,&0 6 J ) 0,70 6 J )

11

G '' J 8, kalori G kebutuhan kalori =k pada berat badan tertentu 6 G '' J 80 kalori G kebutuhan kalori (r pada berat badan tertentu ) G Kndeks akti0itas (Bingan G 0,%0 ; Sedang G 1,0 ; )kti. G 1,17) Contoh cara menghitung #ebutuhan #alori$ Seorang laki/laki berusia ,0 tahun dengan '' 99 kg dan akti0itas sedang, maka1 G 0,%0 J 99 J 8, J 1,0 G 2.277 kalori. Hadi kalori yang dibutuhkan lansia laki/laki dengan usia ,0 tahun dan '' 99 kg adalah 2.2// kalori. 9 Intake nutrient lansia Susunan makanan lansia harus mengandung semua unsur gi5i, yaitu karbohidrat, protein, lemak, mineral, 0itamin, air, dan serat dalam jumlah +ukup sesuai kebutuhan serta seimbang dalam komposisinya. Dalam kondisi sakit kebutuhan akan energi meningkat sesuai dengan keadaan sakit. <ebutuhan energi tersusun atas karbohidrat ,0/70@, lemak 20/ 29@, dan protein 19/20@ dari total kebutuhan energy. osteoporosis. d / / e <arbohidrat <arbohidrat sederhana 10/19@ berupa gula <arbohidrat kompleks 90/,0@ berupa nasi, ka+ang/ka+angan, buah, dan sayuran. (rotein (rotein sebanyak 19/20@ dari protein he3ani maupun nabati, berupa daging tanpa lemak, ikan, putih telur atau kombinasi antara nasi dengan ka+ang/ ka+angan. . =emak =emak adalah 20/29@, kurang dari 10@ di antaranya berasal dari lemak he3ani. Humlah asupan kolesterol L#00 mgAhari, harus dihindari
,

=ansia juga

memerlukan ekstra 0itamin D, ',, dan kalsium untuk terhindar dari

12

makanan dengan kolesterol tinggi seperti kuning telur, jeroan otak, kulit (kre+ek, sate kulit), udang, keju, sop buntut, dan sop kaki. g Serat <ebutuhan akan serat bagi lansia sekitar #9 gramAhari, seperti apel, jeruk, pir, ka+ang merah, dan kedelai. Selain sebagai sumber serat, buah, dan sayuran juga merupakan sumber 0itamin dan mineral. , Intake air lansia <ebutuhan air pada lansia sekitar 2/# literAhari (10/19 gelas).
,

(ada lansia komposisi air tubuhnya kurang dari ,0@. (resentase air dalam tubuh lansia kira/kira 89@ / 99@ dari berat badannya (2orne dan S3earingen, 2001 dalam )smadi, 200&). (enurunan komposisi air dalam tubuh lansia lebih disebabkan karena menurunnya +airan di dalam sel akibat menge+ilnya sel dan berkurangnya massa otot. 'erkurangnya +airan mengakibatkan berkurangnya kemampuan adaptasi lansia terhadap suhu udara luar. Suhu tubuh lansia akan +epat naik bila suhu udara panas dan suhu tubuh akan +epat turun bila suhu udara dingin. (ara lansia mudah mengalami kekurangan +airan tubuh (dehidrasi) sehingga harus berhati/ hati terhadap suhu udara tinggi, pemberian obat penurun panas, dan obat diuretika untuk penurun tekanan darah. <ekurangan +airan tubuh diperberat lagi karena sering buang air ke+il. 6aktor yang mempengaruhi kebutuhan +airan pada lansia 1 =emak tubuh yang +enderung meningkat pada lansia seperti dibahas diatas menyebabkan komposisi air dalam tubuh lansia menjadi kurang ; 6ungsi ginjal menurun seiring bertambahnya usia. (enurunan kemampuan ginjal untuk memekatkan urin menyebabkan kehilangan air yang lebih tinggi pada lansia ; (enurunan asam lambung mempengaruhi indi0idu untuk mentolenrasi makanan tertentu. =ansia terutama rentan terhadap konstipasi karena penurunan pergerakan usus. konstipasi asukan +airan yang terbatas, pantangan diit, dan penurunan akti0itas .isik dapat menunjang perkembangan

1#

=ansia memiliki pusat haus yang kurang sensiti0e dan mungkin mempunyai masalah dalam mendapatkan +airan. 2

2.#;

"alnutrisi +ada lanjut usia =ansia dengan gangguan nutrisi beresiko tinggi untuk terjatuh atau

mengalami ketidakmampuan dalam mobilisasi yang menyebabkan luka tekan atau +edera. $ulang akan mudah rusak dan proses penyembuhan luka tekan akan berjalan lama serta kondisinya akan memburuk. <aum manula yang mendorong kesalahan gi5i dapat dibagi menjadi # kelompok 1 13 "alnutrisi u!u! ; ; ; ; ; ; ; Diet tidak mengandung beberapa nutrient dalam jumlah yang memadai. (roduksi sali0a (roses perubahan pada =ansia 6ungsi ludah 6ungsi kelenjar pen+ernaan Kntake makanan 4igi banyak yang lepasA ompong

23 De)isiensi nutrient tertentu $erjadi bila suatu makanan atau kelompok makanan tertentu tidak ada dalam diet. Dontoh 1 de.isiensi 5at besi pada manula yang keadaan gigi geliginya jelek sehingga tidak makan daging karena kesulitan mengunyah dan konsumsi 0it. D yang rendah pada manula yang terus menerus dalam jangka 3aktu yang lama mengalami diet lambung. 43 5besitas Disebabkan oleh kebiasaan makan yang jelek sejak usia muda. 4erakan manula yang gemuk akan menjadi lebih sulit. 1 K%!+likasi

18

/ Diabetes mellitus / 2ipertensi / (enyakit jantung / 4astritis / !lkus peptikum 2 ; Penatalaksanaan emperhatikan kebutuhan gi5i pada lansia. <e+ukupan energy sehari yan dianjurkan untuk pria berusia lebih tua atau sama dengan ,0 tahun dengan berat badan sekitar ,2 kg adalah 2200 kkal sedangkan untuk perempuan adalah 1&90 kkal ; ; emperhatikan bentuk dan 0ariasi makanan yang menarik agar tidak membosankan (bentuk +air, bubur saring, bubur, nasi tim, nasi biasa) enambah makanan +air lain A susu bila lansia tidak bias menghabiskan makanannya ; 'ila terdapat penyakit metaboli+ seperti D , gula sederhana dihindari, bila terdapat penyakit gagal ginjal sebaliknya dipilih asam amino yang esensial. (erubahan sederhana untuk memperbaiki diet bagi manula yaitu 1 ; ; ; ; ; inum satu gelas sari buah yang murni (jangan di+ampuri air ataupun gula) Sarapan dengan biji/bijian utuh (misalnya ha0ermout, beras merah) dan telur setiap pagi engusahakan makan daging atau ikan paling tidak sekali dalam sehari inum segelas susu pada 3aktu akan tidur (aling sedikit makan satu porsi sayuran setiap hari BAB III PE"BAHA$AN #.1; Diagn%sa u!u! terkait nutrisi +ada lanjut usia

19

Diagnosa <epera3atan7 <etidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh 1 2 #.2; De.isit ?olume Dairan <onstipasi Inter0ensi khusus +ada lanjut usia terkait nutrisi (eren+anaan kepara3atan adalah penyusunan ren+ana tindakan kepera3atan yang akan dilaksanakan untuk mengatasi masalah sesuai dengan diagnosis kepera3atan yang telah ditentukan dengan tujuan terpenuhinya kebutuhan klien. Hadi, peren+anaan asuhan kepera3atan pada lansia disusun berdasarkan diagnosis kepera3atan yang telah ditetapkan dan ren+ana kepera3atan yang disusun harus men+akup1 (1) perumusan tujuan; (2) ren+ana tindakan kepera3atan yang akan dilaksanakan; dan (#) kriteria hasil untuk menilai pen+apaian tujuan. $ujuan tindakan kepera3atan lansia diarahkan untuk membantu lansia ber.ungsi seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan kondisi .isik, psikologis, dan sosial dengan tidak bergantung pada orang lain, sehingga dapat memenuhi kebutuhan dasar lansia. 'erikut ini adalah hal/hal yang termasuk kebutuhan dasar lansia. 10, 11, 12 1. 2. #. 8. 9. (emenuhan kebutuhan nutrisi. eningkatkan keamanan dan keselamatan. emelihara kebersihan diri. emelihara keseimbangan istrahat atau tidur. eningkatkan hubungan interpersonal melalui komunikasi e.ekti.

1,

Asuhan Ke+era6atan7 Diagnosa <epera3atan7 <etidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d1 <etidakmampuan untuk memasukkan atau men+erna nutrisi oleh karena .aktorbiologis, psikologis atau ekonomi 1 2 De.isit ?olume Dairan b.d1 <ehilangan 0olume +airan se+ara akti., kegagalan mekanisme pengaturan <onstipasi b.d1 6ungsi1 kelemahan otot abdominal, perilaku de.ekasi tidak teratur, psikologis1 depresi, stress emosi, gangguan mental, mekanis1 ketidakseimbangan elektrolit, hemoroid, gangguan neurologis, obesitas, obstruksi pas+a bedah, abses rektum, tumor, .isiologis1 perubahan pola makan dan jenis makanan, penurunan motilitas gastrointestnal, dehidrasi, intake serat dan +airan kurang, perilaku makan yang buruk N 5 1 Diagn%sa Ke+era6atan <etidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d1 ketidakmampuan untuk memasukkan atau men+erna nutrisi oleh karena .aktor biologis, psikologis atau ekonomi. DS1 Setelah dilakukan inter0ensi kepera3atan selama #N28 jam pasien diharapkan mampu1 / )supan nutrisi tidak / <olaborasi dengan anggota tim kesehatan untuk memuat peren+anaan pera3atan jika sesuai. / Diskusikan dengan tim dan pasien untuk membuat target berat badan, jika berat badan pasien tdak Tujuan "MD 1 Status nutrisi "KD 1 Inter0ensi anajemen ketidakteraturan makan (eating

disorder management)

17

/ / / / DM1 / / / / / /

"yeri abdomen untah <ejang perut Basa penuh tiba/tiba setelah makan Diare Bontok rambut yang berlebih <urang na.su makan 'ising usus berlebih <onjungti0a pu+at Denyut nadi lemah

bermasalah / )supan makanan dan +airan tidak bermasalah / Onergy tdak bermasalah / 'erat badan ideal

sesuai dengan usia dan bentuk tubuh. / Diskusikan dengan ahli gi5i untuk menentukan asupan kalori setiap hari supaya men+apai dan atau mempertahankan berat badan sesuai target. / )jarkan dan kuatkan konsep nutrisi yang baik pada pasien / <embangkan hubungan suporti. dengna pasien / Dorong pasien untuk memonitor diri sendiri terhadap asupan makanan dan kenaikan atau pemeliharaan berat badan / 4unakan teknik modi.ikasi tingkah laku untuk meningkatkan berat badan dan untuk menimimalkan berat badan. / 'erikan pujian atas peningkatan berat badan dan tingkah laku yang mendukung peningkatan berat badan. "KD 1 / (ertahankan +atatan intake dan output yang akurat / onitor status hidrasi ( kelembaban membran

De.isit ?olume Dairan b.d 1 <ehilangan 0olume +airan se+araakti. ,kegagalan mekanisme pengaturan

"MD1 / 6luid balan+e / 2ydration

1&

/ "utritional Status1 6ood DS 1 / DM1 / / / (enurunan turgor kulitAlidah embran mukosaAkulit kering (eningkatan denyut nadi, penurunan tekanan darah, penurunan 0olumeAtekanan nadi / / / / / / / / (engisian 0ena menurun (erubahan status mental <onsentrasi urine meningkat $emperatur tubuh meningkat <ehilangan berat badan se+ara tiba/tiba (enurunan urine output 2 $ meningkat <elemahan 2aus and 6luid Kntake Setelah dilakukan tindakan kepera3atan selama 2J28 jam de.isit 0olume +airan teratasi dengan kriteria hasil1 / empertahankan urine output sesuai dengan usia dan '', 'H urine normal, / $ekanan darah, nadi, suhu tubuh dalam batas normal / $idak ada tanda tanda dehidrasi, / Olastisitas turgor kulit baik, membran mukosa lembab, tidak ada rasa haus yang berlebihan / Mrientasi terhadap 3aktu dan tempat baik / / / /

mukosa, nadi adekuat, tekanan darah ortostatik ), jika diperlukan onitor hasil lab yang sesuai dengan retensi +airan ('!" , 2mt , osmolalitas urin, albumin, total protein ) onitor 0ital sign setiap 19menit > 1 jam onitor status nutrisi / <olaborasi pemberian +airan K? / 'erikan +airan oral / 'erikan penggantian nasogatrik sesuai output (90 > 100++Ajam) / Dorong keluarga untuk membantu pasien makan onitor intake dan urin output setiap & jam

1%

/ Olektrolit, 2b, 2mt dalam batas normal / p2 urin dalam batas normal / Kntake oral dan intra0ena # <onstipasi b.d 1 6ungsi1kelemahan otot abdominal, perilaku de.ekasi tidak teratur, psikologis1 depresi, stress emosi, gangguan mental ,mekanis1 ketidakseimbangan elektrolit, hemoroid, gangguan neurologis, obesitas, obstruksi pas+a bedah, abses rektum, tumor, .isiologis1 perubahan pola makan dan jenis makanan, penurunan motilitas gastrointestnal, dehidrasi, intake serat dan +airan kurang, perilaku makan yang buruk DS1 / "yeri perut adekuat "MD1 / 'o3l Olimination / 2idration Setelah dilakukan tindakan kepera3atan selama #J28 jam konstipasi pasien teratasi dengan kriteria hasil1 / (ola ')' dalam batas normal / 6eses lunak / Dairan dan serat adekuat / )kti0itas adekuat / 2idrasi adekuat / "KD 1 anajemen konstipasi / Kdenti.ikasi .aktor/.aktor yang menyebabkan konstipasi onitor tanda/tanda ruptur bo3elAperitonitis pada pasien / <onsultasikan dengan dokter tentang peningkatan dan penurunan bising usus / <olaburasi jika ada tanda dan gejala konstipasi yang menetap / Helaskan pada pasien man.aat diet (+airan dan serat) terhadap eliminasi / Helaskan pada klien konsekuensi menggunakan / Helaskan penyebab dan rasionalisasi tindakan

20

/ / / / / / / DM1 / / / / / / / / / /

<etegangan perut )noreksia (erasaan tekanan pada re+tum "yeri kepala (eningkatan tekanan abdominal ual De.ekasi dengan nyeri /

laJati0e dalam 3aktu yang lama / <olaburasi dengan ahli gi5i diet tinggi serat dan +airan Dorong peningkatan akti0itas yang optimal / Sediakan pri0a+y dan keamanan selama ')'

6eses dengan darah segar (erubahan pola ')' 6eses ber3arna gelap (enurunan .rekuensi ')' (enurunan 0olume .eses Distensi abdomen 6eses keras 'ising usus hipoAhiperakti. $eraba massa abdomen atau rektal (erkusi tumpul

21

/ /

Sering .latus untah

<eterangan1 7,&,%

22

BAB I8 PENUTUP Kesi!+ulan 1 2 a b + d # 8 =ansia adalah seorang yang men+akup usia ,0 tahun keatas (!! "o. 1# $ahun 1%%&). enjadi lanjut usia dipengaruhi karena adanya proses indi0idual1 !mur biologis !mur psikologis !mur sosial !mur .ungsional

6aktor/.aktor yang mempengaruhi pemberian nutrisi adalah (erubahan .isiologik; )danya penyakit penyerta; 6aktor sosial; 6aktor psikologik; O.ek samping penggunaan obat (rinsip pemberian menu makanan pada lansia1 $idak berlebihan, +ukup mengandung energy; 'er0ariasi jenis dan +ara pengolahannya; embatasi konsumsi lemak yg tidak terlihat; embatasi konsumsi gula P minuman yg banyak mengandung gula; enghindari konsumsi garam terlalu banyak, merokok P minuman beralkohol; emperbanyak mengkonsumsi tinggi serat; inum yg +ukup

2#

=ansia dengan gangguan nutrisi beresiko tinggi untuk terjatuh atau mengalami ketidakmampuan dalam mobilisasi yang menyebabkan luka tekan atau +edera. $ulang akan mudah rusak dan proses penyembuhan luka tekan akan berjalan lama serta kondisinya akan memburuk.

)da # kelompok manula yg mendorong kesalahan gi5i1

alnutrisi umum (diet nutrien dgn jumlah tidak memadai, produksi sali0a,

intake makanan, gigi yg lepas); De.isiensi nutrient tertentu; Mbesitas

DA'TA PU$TAKA
1 2 #

repository.ipb.a+.id http1AA333.gobookee.org $ambunan, ?i+tor. 200%. %i&i Pada Lan'ut (sia. Hakarta 1 !ni0ersitas Kndonesia.

28

8 9 , 7

)lmatsier, Sunita. 2008. Prinsi) asar *lmu %i&i. Hakarta 1 4ramedia. $amher, S dan "oorkasiani. 200%. +esehatan (sia Lan'ut dengan Pende#atan !suhan +e)era"atan. Hakarta 1 Saemba aryam, B.Siti, dkk. 200&. ,engenal (sia Lan'ut an Pera"atannya. Hakarta 1 Salemba Hhonson, arion dkk. 2000. "ursing Mut+omes Dlassi.i+ation ("MD). St. =ouise, issouri 1 issouri 1 edika. osby, Kn+. osby, Kn+. edika.

&

+Dloskey, Hoanne D. 1%%,. "ursing Knter0ention Dlassi.i+ation ("KD). St. =ouise,

")"D). "ursing Diagnoses1 De.inition and Dlassi.i+ation 2009/200,. (hiladelphia 1 ")"D) Knternational http1AAbpk.litbang.depkes.go.idAindeJ.phpA (<Aarti+leA0ie3A112,A8%% 7atson, Boger. 200#. (era3atan (ada =ansia. Hakarta 1 O4D "ugroho, 7ahyudi. 2000. <epera3atan 4erontik. Hakarta 1 O4D

$%

11.

12

1#

Darmojo, B. 'oedhi.,dkk.1%%%. Bu#u !'ar %eriatri. Hakarta 1 'alai (enerbit 6<!K 4allo, Hoseph.1%%&. Bu#u Sa#u %erontologi. Hakarta 1 O4D "ugroho, 7ahjudi.2000. +e)era"atan %eronti#.Hakarta 1 O4D (otter P (erry.2009.Bu#u !'ar -undamental +e)era"atan. Odisi 8.Hakarta 1O4D

18

19

1,

29

17

httpA333. +ebutuhan nutrisi )ada lansia.+om

2,