Anda di halaman 1dari 3

Memori Memori Deklaratif Ingatan deklaratif merupaka ingatan terhadap beragam detil mengenai suatu pikiran terintegrasi, sepert

t ingatan suatu pengalaman yang penting yang dapat kita ingat secara sadar, meliputi ingatan terhadap kata-kata, bahasa, hukum dsb (ingatan semantik) dan ingatan terhadap kejadian-kejadian sehari dalam waktu yang memadai (ingatan prosedural). Struktur pada otak yang berperan dalam jenis ingatan ini adalah Hipokampus. Hipokampus, bagian medial lobus temporalis yang memanjang dan merupakan bagian dari sistem lombik, berperan vital dalam ingatan jangka pendek yang melibatkan integrasi dari berbagai rangsangan serta penting dalam proses konsolidasi.

Memori Non-Deklaratif Ingatan implisit (ingatan non-deklaratif/reflektif) ialah ingatan yang tak melibatkan kesadaran dan retensinya tak melibatkan pengolahan di hipokampus, meliputi ketrampilan, kebiasaan, refleks terkondisi. Ingatan eksplisit bisa menjadi ingatan implicit setelah kemampuan itu dikuasai penuh. Bentuk ingatan implisit dibagi menjadi: 1. Pembelajaran nonasosiatif -> individu belajar mengenai stimulus tunggal. Terdiri dari: Habituasi (pembiasaan) : bentuk pembelajaran yang sederhana dengan rangsangan netral yang diulang berkali-kali. Saat pertama kali diberikan, rangsangan ini bersifat baru dan mencetuskan suatu reaksi. Namun, apabila diulang, rangsangan tersebut mencetuskan respons listrik yang semakin lamA semakin berkurang. Akhirnya subjek menjadi terbiasa dengan rangsangan tersebut dan mengabaikannya. Sensitisasi : Rangsangan berulang menimbulkan respons yang lebih kuat apabila rangsangan tersebut digabungkan sat atau lebih rangsangan yang tidak menyenangkan atau menyenangkan.

2. Pembelajaran asosiatif : individu belajar mengenai hubungan satu sitmulus dengan stimulus yang lain. Pengondisian klasik (refleks terkondisi): suatu respon refleks terhadap rangsangan yang sebelumnya tidak atau sedikit mencetuskan respons, yang diperoleh dengan cara berulang-ulang menggabungkan rangsangan dengan rangsangan lain yang secara normal menimbulkan respons.

Operant conditioning : salah satu bentuk pengkondisian dengan hewan yang dilatih untuk melakukan suatu tugas untuk memperoleh hadiah atau menghindari hukuman. Unconditioned Stimulus (US) adalah kejadian yang menyenangkan atau kejadian yang tidak menyenangkan, dan Conditioned Stimulus (CS) adalah sinyal lain yang menyiagakan hewan untuk melaksanakan tugas. Respons motorik terkondisi yang memungkinkan hewan menghindari suatu peristiwa yang tidak menyenangkan disebut refleks penghindaran terkondisi. 3. Priming (dasar) : fasilitasi pengenalan kata atau benda yang pernah dijumpai/dilihat. Contoh: mengingat kata setelah melihat beberapa huruf pertama dari kata tersebut. 4. Skill atau kebiasaan : didapatkan apabila sering terjadi pengulangan sehingga apabila telah di dapat terjadi pengulangan yang otomatis.

Pengkodean Ingatan Implisit pada mamalia : Pembelajaran Non asosiatif : pada refleks pathway Skeletal musculature : pada serebelum Emotional response : pada amigdala Priming : pada neocortex Keterampiln dan kebiasaan : pada striatum.