Anda di halaman 1dari 1

Nama NPM Kelompok

: Indah Kusumo Wardani Puteri. : 1102010129 : A-18

Skenario Seorang anak berusia 2 tahun datang ke Rumah Sakit diantar oleh orangtuanya. Orangtua tersebut mengeluhkan bahwa anaknya pucat, penurunan berat badan yang drastis, rewel,mata menonjol. Setelah melakukan pemeriksaan fisik di dapatkan, terdapat Perut membesar, pembesaran KGB, proptosis dengan pemeriksaan penunjang didapatkan peningkatan asam venililmandelat (VMA). Dokter mendiagnosis pasien tersebut menderita Neuroblastoma, kemudian dokter akan memberikan tandem high-dose chemotherapy and autologous stem cell rescue (HDCT/ASCR) sebagai terapi pada pasien tersebut. Sebelumnya pasien pernah mengalami hal serupa dan diberi terapi single HDCT/ASCR. Pasien lalu bertanya kepada dokter manakah pengobatan yang lebih efektif. Pertanyaan (foreground question) Apakah terapi dengan memberikan tandem high-dose chemotherapy and autologous stem cell rescue (HDCT/ASCR) lebih baik daripada single HDCT/ASCR pada kasus Neuroblastoma? Type of Question Treatment PICO Patient Intervention Comparison Outcome

: Anak usia 2 tahun. :Tandem high-dose chemotherapy and autologous stem cell rescue (HDCT/ASCR) : Single HDCT/ASCR :Terapi dengan Tandem high-dose chemotherapy and autologous stem cell rescue (HDCT/ASCR) lebih baik dalam mencegah rekurensi daripada single HDCT/ASCR pada kasus neuroblastoma.

Pencarian bukti ilmiah Alamat website : http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed Kata kunci : Neuroblastoma AND therapy AND tandem high-dose chemotherapy and autologous stem cell rescue Limitasi : Januari 2009 desember 2013 Hasil pencarian :2 Dipilih artikel Efficacy of Tandem High-Dose Chemotherapy and Autologous Stem Cell Rescue in Patients Over 1 Year of Age with Stage 4 Neuroblastoma: The Korean Society of Pediatric Hematology-Oncology Experience Over 6 Years (2000-2005). Penulis Ki Woong Sung1, Hyo Seop Ahn2,Bin Cho3, Yong-Mook Choi4,Nack Gyun Chung3, Tai Ju Hwang5,Ho Joon Im6, Dae Chul Jeong3,Hyoung Jin Kang2, Hong Hoe Koo1,Hoon Kook5, Hack Ki Kim3,Chuhl Joo Lyu7, Jong Jin Seo6,Hee Young Shin2, Keon Hee Yoo1,Sung Chul Won7, and Kun Soo Lee Source J Korean Med Sci 2010; 25: 691-7