Anda di halaman 1dari 22

NIKEL LATERIT

I. PENDAHULUAN Indonesia memiliki endapan nikel laterit dalam jumlah yang cukup besar yang tersebar di kawasan Timur Indonesia dan sebagian di Kalimantan bagian selatan dan barat. Endapan nikel laterit terbentuk melalui pelapukan tropikal yang intensif pada batuan ultrabasa yang mengandung nikel ( 0.2 0.!"#. Kadar nikel di bagian atas daerah pelapukan ($ona limonit" dapat mencapai %.!#& hal ini disebabkan karena adanya pengayaan relatif akibat hilangnya ke dua komponen utama batuan (silikon dan magnesium) pada proses pelindian. 'elanjutnya pada proses saprolit ($ona reduksi dibawah $ona limonit"& nikel akan dikayakan sampai (.!# melalui penambahan nikel dari bagian atas dan dari arah lateralnya (proses pengayaan absolut atau dapat juga disebut sebagai proses pengayaan supergen" membentuk bijih nikel silikat. )isamping batuan asal& intensitas pelapukan& dan struktur batuan yang sangat mempengaruhi potensi endapan nikel lateritik& maka informasi perilaku mobilitas unsur selama pelapukan akan sangat membantu dalam menentukan $onasi bijih di lapangan.

II. GEOLOGI NIKEL LATERIT


II.1. Genesa nikel laterit Endapan nikel laterit terbentuk akibat pelapukan batuan ultramafik sepert peridotit& dunit dan lain*lain yang disebabkan oleh pengaruh perubahan cuaca (iklim". +uaca telah merubah komposisi batuan dan melarutkan unsur +o& dan -e. .ir hujan yang mengandung +/2 dari udara meresap ke bawah sampai ke permukaan air tanah sambil melindih mineral primer yang tidak stabil seperti oli0in1serpentin& dan piroksin. .ir tanah meresap secara perlahan dari atas ke bawah sampai ke batas antara $ona limonit dan $ona saprolit& kemudian mengalir secara lateral dan selanjutnya lebih % unsur yang mudah larut seperti ,i&

banyak didominasi oleh transportasi larutan secara horisontal (2aleton& %345". 6agnesium dan silikon termasuk nikel terlindi dan terbawa bersama larutan& demikian hingga memungkinkan terbentuknya mineral baru melalui pengendapan kembali dari unsur*unsur yang larut tadi. 7atuan asal ultramafik pada $ona saprolit di impregnasi oleh nikel melalui larutan yang mengandung nikel& sehingga kadar nikel dapat naik hingga 5#. )alam hal ini nikel dapat mensubtitusi magnesium dalam serpentin atau juga mengendap pada rekahan bersama dengan larutan yang mengandung magnesium silikon sebagai garnierit. .kibat disintegrasi pada batuan& air tanah akan masuk pada rekahan yang terbentuk dan memungkinkan intensitas pelindian& karena pengaruh morfologi yang semakin besar. )isamping hidrolisamagnesium dan silikon& maka air tanah yang kontak dengan batuan pada $ona saprolit tersebut juga akan dijenuhkan oleh unsur nikel (-riedrich& et al& %38(". 9ada rekahan batuan asal sebagian magnesium mengendap sebagai gel magnesit yang dilapangan dikenal sebagai akar pelapukan (roots of weathering". :nsur unsur yang tertinggal seperti besi& almunium& mangan& kobal dan juga nikel di $ona limonit akan dikayakan sebagai mineral oksida1hidroksida seperti limonit& goethit& hematit& manganit. 'elain itu terdapat juga mineral sisa (relict minerals" spinel*khrom sertaan (accessory chromspinels" sebagai hasil konsentrasi residu akibat terlindinya magnesium dan silikon. Karena sifatnya resisten terhadap pelapukan khromit akan dikayakan secara relatif (relatif enrichment".

;ambar % < 'kema pembentukan nikel laterit

II.2. Penampang laterit 'ecara umum penampang endapan nikel laterit dari bawah ke atas berturut adalah < 7atuan dasar& umumnya didominasi oleh batuan ultramafik seperti dunit& peridotit& piroksenit& serpentinit yang masih segar belum mengalami pelapukan& tekstur asli batuan masih nampak jelas. >ona saprolit& batuan asal ultramafik pada $ona ini akan berubah menjadi saprolit akibat pengaruh air tanah. 6ineral hidroksida". ;arnierit yang merupakan bijih nikel silikat merupakan suatu nama kelompok mineral untuk green hydrous magnesian nickel silicates (serpentin yang mengandung nikel& ,i talk& dan ,i klorit". 6elalui penggantian magnesium oleh nikel& kadar nikel dalam serpentin akan bertambah. ;arnierit sendiri tidak dijumpai sebagai mineral murni& tetapi tercampur juga dengan ,i serpentin kadar rendah lainnya& sehingga kadar nikel dalam bijih menjadi menurun. >ona pelindian& horison ini merupakan $ona transisi dari $ona saprolit ke $ona limonit di atasnya. )isini terjadi perubahan geokimia unsur yang terbesar dalam penampang. Kadar -e2/= dan .l2/= naik& sedangkan kadar 'i/2 dan 6g/ turun.

turut

mieral utamanya adalah serpentin& kuarsa

sekunder& ,i*kalsedon& garnierit& dan beberapa tempat sudah terbentuk limonit (-e

>ona limonit& pada $ona limonit hampir seluruh unsur yang mudah larut hilang terlindi& kadar 6g/ dan silika akan semakin berkurang& sebaliknya kadar -e 2/= dan .l2/= akan bertambah. >ona ini didominasi oleh mineral goethit& disamping juga terdapat magnetit& hematit&talk& serta kuarsa sekunder.

>ona tanah penutup& umumnya pada $ona ini didomiasi oleh humus dan bersifat gembur kadang terdapat lempeng silika. Kadar -e pada lapisan ini tinggi dan sering dijumpai konkresi*konkresi besi& kadar nikel relatif rendah. (

;ambar 2 < 9rofil ideal nikel laterit

Tabel % < Kandungan ,i dalam mineral*mineral nikel laterit MINERAL Peri$%tit &e$r%'k /li0ine /rthopyro?ene ORMULA (6g&-e&,i"2 'i/( (6g&-e"'i/2 6g='i2/!(/@"( (6g&-e&,i"='i2/!(/@"( (,i&6g"='i(/%0(/@"2 Ni !"# 0.2! 0.0! 0.2! % * %0 %0 * 2(

- 'erpentine (apr%lite )%ne ,ickeliferous serpentine - ;arnierite Lim%nite *%ne ;othite

(-e&.l&,i"//@

0.!

%.!

II.+. akt%r , akt%r -ang Mempengar./i Laterisasi -aktor*faktor yang mempengaruhi dalam pembentukan endapan nikel laterit adalah sebagai berikut < 1. 0at.an asal )alam hal ini yang bertindak sebagai batuan asal adalah batuan ultrabasa& karena < 6empunyai elemen ,i yang paling banyak diantara batuan*batuan lainnya 6ineral*mineralnya mudah lapuk (tidak stabil" Komponen*komponennya mudah larut yang memungkinkan terbentuknya endapan nikel.

Tabel 2 < Kandungan unsur N%. % 2 = ( ! N%. % 2 = ( ! UN(UR UTAMA 'i .l -e 6g +a UN(UR MINOR +r ,i +o 6n 9b

unsur pada batuan beku 0A(A 0A(A !"# 2(.0 8.8 8.4 (.! 4.5 0A(A 0A(A !ppm# 200 %40 (! 2000 8 INTERMEDIT !"# 24.0 8.3 !.3 2.2 (.5 INTERMEDIT !ppm# !0 !! %0 %200 %! A(AM !"# =2.2 5.5 2.5 0.4 %.4 A(AM !ppm# 2! 8 ! 400 20

ULTRA !"# %3.0 0.! 3.3 2!.3 0.5 ULTRA !ppm# 2000 2000 200 %!00 %

2. Iklim .danya pergantian musim hujan dan kemarau dimana terjadi kenaikan dan penurunan permukaan air tanah juga dapat menyebabkan terjadinya proses pemisahan dan akumulasi unsur*unsur. 9erbedaan temperatur yang cukup besar akan membantu terjadinya pelapukan mekanis& dimana akan timbul rekahan*rekahan dalam batuan yang akan mempermudah proses atau reaksi kimia terutama dekomposisi batuan. +. Reagen1reagen kimia $an 2egetasi Aang dimaksud dengan reagen*reagen kimia adalah unsur*unsur dan senayawa*senayawa yang menbantu mempercepat proses pelapukan. +/2 yang terlarut bersama dengan air memegang peranan penting dalam proses pelapukan kimia. .sam*asam humus dapat menyebabkan dekomposisi batuan dan merubah 9@ larutan& asam*asam humus ini erat hubungannya dengan 0egetasi& dalam hal ini 0egetasi akan mengakibatkan < 9enetrasi air dapat lebih dalam dan lebih mudah dengan mengikuti jalur akar*akar pohon*pohonan. .kumulasi dari air hujan akan lebih banyak @umus akan lebih tebal

Keadaan ini merupakan suatu petunjuk& dimana hutannya lebat pada lingkungan yang baik akan terdapat endapan bijih nikel lebih tebal dengan kadar yang lebih tinggi. 'elain itu 0egetasi dapat berfungsi untuk menjaga hasil pelapukan terhadap erosi mekanis. 3. (t.kt.r ge%l%gi 'truktur menyebabkan deformasi dari batuan& yang sangat dominan dalam pembentukan endapan nikel adalah struktur rekahan (joints" dibandingkan terhadap struktur patahan. 7atuan ultrabasa mempunyai porositas dan permeabilitas yang kecil sekali sehingga penetrasi air menjadi sulit& maka dengan adanya rekahan*rekahan tersebut akan lebih memudahkan masuknya air dan berarti proses pelapukan akan lebih intensif 4. T%p%gra5i Keadaan topografi setempat sangat mempengaruhi sirkulasi air beserta reagen*reagen lain. :ntuk daerah yang landai maka air akan begerak perlahan*lahan sehingga mempunyai kesempatan untuk mengadakan penetrasi lebih dalam melalui rekahan* rekahan atau pori*pori batuan. .kumulasi endapan umumnya berada di daerah yang landai sampai kemiringan sedang& hal ini menerangkan bahwa ketebalan pelapukan mengikuti bentuk topografi. 9ada daerah yang curam jumlah air yang meluncur Brun offC lebih banyak dari pada air yang meresap& ini dapat menyebabkan pelapukan kurang intesif. 9ada tempat*tempat dimana terdapat keseimbangan& nikel akan mengendap melalui proses pelapukan kimia. 6. 7akt. Daktu yang cukup lama akan menghasilkan pelapukan yang cukup intensif karena akumulasi unsur nikel cukup tinggi.

;ambar = < 9rofil endapan nikel pada plateau

III. POTEN(I ENDAPAN NIKEL LATERIT Indonesia memiliki sejenis endapan bijih yang dikenal sebagai endapan laterit& khusus di kawasan Timur Indonesia merupakan sumber daya mineral yang penting untuk menghasilkan nikel& kobal& dan besi. Endapan saprolitik yang relatif kaya nikel merupakan bahan yang sangat diminati dalam industri ekstrasi bijih nikel& khususnya yang mengambil jalur pirometalurgi atau peleburan. 7ijih saprolit ini dengan mudah dapat dilebur menjadi ferronikel atau nikel matte. 7ijih limonit yang jumlahnya lebih banyak mulai menarik untuk diolah menghasilkan nikel kobal dan besi baja. :ntuk menghasilkan nikel dan kobal mulai dikebangkan proses hidrometalurgi. Tabel = < 9erbandingan komposisi 7ijih saprolit dan limonit N%. % 2 = ( ! 4 5 8 UN(UR ,i +o 6g/ +a/ .l2/= +r2/= -e 'i/2 LIMONIT !"# 0.%2 =.0 0.0! 0.28 0.2 !.0 0.4 %.0 (.0 %8 %.! (.! =3 40 %.= 4.0 (APROLIT !"# %.0 (.0 0.0! 0.08 2! =8 %.0 2.0 %.0 =.3 %.0 =.0 %0 2! (0 * !!

III.1 E2al.asi (.m&er Da8a Mineral Nikel Eksplorasi pada daerah cadangan pertama*tama dilakukan dengan melokalisir secara hori$ontal potensi laterit& kemudian dilakukan pemboran dengan spasi jauh (E 200 m" dan tidak bersistim& selanjutnya diperapat menjadi spasi 200 ? 200 sampai kepada spasi yang lebih rapat lagi& yaitu 2! ? 2! m. 9ada saat akan dibuat rencana penambangan yang lebih terinci serta perhitungan cadangan yang lebih akurat& conto inti diambil untuk setiap inter0al kedalaman pengeboran satu meter dengan reco0ery conto mencapai E 30#. +ontoh yang diambil dari pengeboran kemudian dipreparasi dan dianalisa di laboratorium. 6etoda analisa FG- digunakan untuk menentukan kandungan unsur ,i& +o& -e& 'i/2& +a/& dan 6g/& setiap hasil analisa conto di catat dan disimpan sebagai Bfile )H7aseC %0

9erhitungan cadangan sumber daya mineral (')6" nikel dengan mempergunakan suatu metoda daerah pengaruh (area of influence" dan cara BTriangular groupingC 6etoda Barea of influence& perhitungan cadangan untuk tiap blok hanya dipengaruhi oleh satu titik bor1sumur uji saja. 2olume blok sama dengan luas daerah pengaruh titik bor1sumur uji dikalikan dengan ketebalan bijih pada titik bor1sumur uji itu juga. 'ehingga tonagenya adalah hasil kali 0olume blok dengan berat jenis natural& sedangkan rata*rata kadar dari blok sama dengan rata*rata uji yang mewakili blok tersebut. 9ada cara Btriangular grouping& perhitungan cadangan untuk tiap*tiap blok dipengaruhi oleh tiga titik bor1sumur uji yang membatasi blok*blok tersebut& sehingga baik tonnage maupun rata*rata kadar dari blok juga dihitung berdasarkan nilai titikbor1sumur uji yang membatasi blok tersebut. 6engingat sifat penyebaran endapan nikel yang tidak teratur ini& maka akan lebih teliti cara Btriangulat groupingC dibandingkan dengan Barea influenceC karena akan lebih representatif menghitung cadangan berdasarkan tiga titik bor1 sumur uji dari pada satu titik bor1sumur uji untuk setiap bloknya. 9arameter yang digunakan untuk memperkirakan1menghitung jumlah cadangan adalah < Ketebalan ore minimal 2 meter. 7erat jenis %.! digunakan untuk menghitung ton unsur saprolit dan %.4 untuk ton limonit. @itungan didasarkan atas sisem $onasi atau le0el.

III.2. 9a$angan +adangan yang diperoleh dari hasil eksplorasi diklasifikasikan dalam beberapa tahap B Inferred 6ineral Gesources

%%

.dalah cadangan tereka yang merupakan bagian dari mineral resources yang diperoleh berdasarkan hasil eksplorasi geologi yang diasumsikan berdasarkan bukti*bukti geologi tetapi berdasarkan data geologi yang akurat . Indicated 6ineral Gesource .dalah cadangan terindikasi yang diperoleh dari hasil pemboran inti1sumur uji& jarak antar titiknya lebih rapat& yaitu denga spasi %00 ? %00 m. 6easured 6ineral Gesources .dalah cadangan terukur yang diperoleh dari hasil pemboran1sumur uji dimana jarak antar titiknya berspasi 2! ? 2! meter. 9ro0ed Geser0ed .dalah cadangan tambang yang pasti dan terukur (6easured" yang telah mempunyai perencanaan tambang detail& telah dihitung Bmining reco0eryC dan BdilusionC berdasarkan realisasi produksi dan telah diketahui nilai ekonomisnya. 9robable reser0ed .dalah cadangan tambang yang memungkinkan dari BindicatedC atau Bmeasured mineral resourcesC yang telah mempunyai perencanaan tambang tetapi tidak terlalu detail seperti Bpro0ed reser0edC.

%2

MINERAL RESOURCES reported as mineralisation in place INFERRED

ORE RESERVES Reported as miniable production

INDICATED
Increasing Level o !eological "no#ledge and con idence

PROBABLE

MEASURED

PROVED

Consideration o mining $ mettalurdical$ Economic$ mar%et$ legal$ environmental$ Social and governmanetal actors & t'e modi i(ing actors) *

;ambar ( < Klasifikasi cadangan Bmineral resouceasC dan Bore reser0edC

7erdasarkan data )irektorat 'umber )aya mineral& %334& cadangan nikel laterit Indonesia mencapai jumlah diatas 300 juta ton dengan kadar rata*rata ,i %.(2#. )ata ini belum memasukkan berbagai temuan dan prospek baru endapan nikel laterit. 'ebagai %=

conto adanya cadangan baru yang ditemukan di daerah @almahera dan Deda 7ay yang mulai melakukan eksplorasi di daerah ini telah menemukan cadangan lebih dari 200 juta ton. Tabel ! < +adangan ,ikel Kobal laterit beberapa daerah di Indonesia N% % 2 = = ( ! 4 5 LOKA(I ;n. ,uih 'oroako dsk 9omala @almahera dan ;ebe 9. /bi 9. ;ag 9.Daigeo dsk 9eg. +ylop 9ADANGAN !TON# !4.000.000 %80.000.000 %=4.400.000 3=.=00.000 85.300.000 242.000.000 %0=.300.000 !=.000.000 KADAR Ni 1 9% (,i I+o" < %.!2# ,i.%.45#& +o 0.%!# ,i %.28# * 2.(!# ,i %.2!# * 2.22# ,i %.20#& +o 0.05# ,i %.!%#& +o 0.%%# ,i %.=2#& +o 0.%4# ,i %.=%#& +o 0.%=#

)i tingkat global& cadangan nikel besi laterit kita termasuk dua atau tiga besar dunia& dengan jumlah endapan lebih dari %.5 miliar ton dan kandungan nikel sekitar 2! juta& Indonesia hanya kalah dari ,ew Kaledonia. Jumlah cadangan ini masih bisa melonjak apabila memperhitungkan bijih dengan kadar nikel yang lebih rendah dan besi yang lebih tinggi. Tabel 4 < )istribusi cadangan nikel laterit dunia N% % 2 = ( ! 4 5 8 3 %0 %% %2 NEGARA .frika 'elatan .ustralia Indonesia ,ew +aledonia 9hilipina Aunani Eropa lainnya .merika 'erikat 7rasil Kuba ;uatemala .merika :tara lainnya 9ADANGAN !:T TON# (55 2== %5(0 =200 %%=8 2!= %4( =( =(0 %%53 238 200 KADAR Ni !"# %.(2 %.22 %.(8 %.!3 %.%0 %.%% %.0= 0.3( %.!% %.=0 %.!! %.!( KANDUNGAN Ni !RI0U# 455= 28(= 2!5!2 !0880 %2!%8 2808 %483 =20 !%=( %!=25 (420 =080

%(

I;. PENAM0ANGAN .da dua cara yang dapat diterapkan pada penambangan bijih nikel& yaitu sistem tambang terbuka dan tambang dalam. 9enerapannya sangat tergantung pada kondisi endapan bijih nikel yang akan di tambang& antara lain < letak bijih nikel dalam tanah (dalam atau tersingkap"& kadar nikel pada bijih& kemiringan bijih& sifak fisik bijih. )i Indonesia& kegiatan penambangan bijih nikel dilakukan secara tambang terbuka dengan sistem jenjang (open cut". @al ini karena endapan bijih nikel& yang umumnya merupakan endapan lateritik& tersingkap dekat dengan permukaan. 9enambangan dilakukan dengan sistem Bcontour miningC dengan membuat jenjang (bench" pada lereng bukit. 9enggalian dilakukan secara Bback fillingC& dengan peralatan gali yang digunakan adalah Bpower sho0el& wheel loader atau hydraulic e?ca0atorC. 9enambangan bijih nikel dengan system ini telah diterapkan pada tambang bijih nikel di 9omalaa& pulau ;ebe& dan 'oroako. 7ukit mempunyai ketinggian antara %00 bukit dari ketiga daerah tersebut yang =00 meter dari muka air laut di tambang dengan

menggunakan Bhydraulic e?ca0atorC sebagai alat gali dan kemudian hasil penggaliannya dimuat dan diangkut ke tempat penimbunan dengan Bdump truckC.

%!

;ambar ! < 7agan alir pengolahan bijih nikel di 9omalaa ;I. Peng%la/an Jalur pengolahan bijih nikel laterit dilakukan dengan tiga cara& yaitu pirometalurgi& hidrometalurgi& dan gabungan keduanya. Jalur pirometalurgi umumnya dilakukan untuk mengolah bijih dengan kadar tinggi& sedangkan hidrometalurgi untuk mengolah bijih dengan kadar rendah. 'elain ditentukan oleh tinggi rendahnya kadar nikel& jalur pengolahan yang tepat juga ditentukan oleh spesifikasi bijih yang lain.

%4

'aat ini di Indonesia telah ada dua pabrik pengolahan nikel laterit dengan jalur pirometalurgi. Keduanya menghasilkan produk antara (intermedite" berupa ferro nikel (-e,i" dan ,i*matte& dengan spesifikasi umpan (feed" bijih yang berkadar ,i E %.8#. 7erkembannya penelitian geologi dan eksplorasi& menghasilkan data* data jebakan bijih baru yang kadar nikelnya ber0ariasi& dan diantaranya ditemukan bijih dengan kandungan nikel yang jauh lebih rendah tetapi jumlahnya cukup besar. -akta baru ini memunculkan permasalahn yang disebabkan tidak sesuainya spesifikasi bijih yang ditemukan tersebut& dengan spesifikasi bijih untuk umpan pabrik yang sudah ada. :ntuk mencapai sasaran perencanaan pemanfaatan bijih yang optimal& diperlukan langkah*langkah kajian ke depan yang tidak terlepas dari dua faktor& yaitu data eksplorasi yang lengkap dengan cakupan wilayah yang lebih luas sejalan dengan litbang (penelitian dan pengembangan" proses. 7eberapa pabrik -e,i seperti K.G+/ L -.K+/,)/ telah mampu mengolah bijih dengan kadar nikel yang rendah. )iduga hal ini merupakan hasil litbang proses yang sukses dan tepat.

7ijih (,i E2 #" )rying 'creen 7atu bara * %0mm Geduction Kiln 800*300M + %5 'ulfur (lag < (i=Mg>1.? :dara I 2! mm dibuang

Electric -urnace %!!0M + -e*,i 2%#,i 2.2!# + 0.2(# ' =&(# 'i /2 0&0%8# 9 .sea 1'K- -urnace -e*,i Gefining %(20*%!00M + -e * ,i @i+ E%8# ,i I +o Ko+E 20# ,i I +o
0.0=# ' N=#+ N0.0=# 9 N= # 'i 0&02# ' 0&02# + 0.02# 9 0&=# 'i

+a/ L -e

;ambar 4 < )iagram alir untuk pembuatan ferro nikel (-e,i" dari nikel laterit 9T .ntam 9omala 7ijih ( ,i E 2 # " )rying 'creen 7atu bara :dara I 2! mm dibuang

Geduction Kiln 800*300M + %8

'ulfur Electric -urnace %!!0M + 6atte =2# ,i %0 # ' 'ulfur (lag < * @igh ;rade Ke kiln < * Kow ;rade Di&.ang :dara :dara 'ulfur (lag < (i=Mg>1.?

9iere 'mith +on0erter %=40M +

Top 7lown Gotary +on0erter %=40M +

6atte 58# ,i 2%# ' N0&5 # -e ;ambar 5 < )iagram alir untuk pembuatan nikel matte dari nikel laterit 9T I,+/ 'oroako ;II. Keg.anaan 'ecara garis besar penggunaan logam nikel ada dua macam& yaitu penggunaan langsung dan tidak langsug. ;II. 1. Peng.g.naan langs.ng Aang dimaksud dengan penggunaan langsung adalah penggunaan dalam bentuk nikel murni dan biasanya sangat terbatas sekali& misalnya untuk pembuatan peralatan laboratorium kimia dan fisika& anoda pada baterai penyimpan listrik jenis Edison& dan radio lampu sebelum transistor dan I+ berkembang. %3

;II.2. Pengg.naan tak langs.ng 9enggunaan tak langsung sangat luas meliputi berbagai pembuatan paduan logam& padua besi dan bukan besi& dan pada berbagai pembuatan senyawa nikel organic dan nikel anorganik. Pa$.an l%gam $an &esi :nsur utama paduan logam ini adalah nikel dan besi& disamping sejumlah kecil unsur logam tertentu lainnya. .da beberapa jenis paduan logam nikel bergantung pada kadar nikelnya < - Drought alloy steel (paduan logam dengan kadar nikel (0.! %0#"& digunakan %0#" untuk pembuatan peralatan mesin* mesin berat& transportasi dan lain lain. - Drought high strength steel (paduan logam dengan kadar nikel ! digunakan untuk pembuatan hull plate& missile casing& permesinan. - 'tructural and high strength cast alloy steel ( padua logam dengan knikel 0.! 20#"& digunakan untuk pembuatan mesin*mesin berat& rel kereta api& dan proses pencairan gas alam. - .lloy cast iron (paduan logam dengan kadar nikel % diesel& dan otomotif. - 6agnetic alloy (paduan dengan kadar nikel =0 peralatan listrik dan peralatan komunikasi. - 9ermanent magnet alloy and magnetic compensator alloy (paduan dengan kadar nikel %( 28#"& digunakan untuk pembuatan peralatan motor& generator& 30#"& digunakan untuk (0#"& digunakan pada dan instrumentasi. - ,on magnetic alloy (paduan dengan kadar nikel ( - +oated and clad metals (paduan dengan kadar nikel ! pabrik pemrosesan makanan& kimia& dan minyak bumi. - Thermal e?pansion and thermoclasic alloy (paduan dengan kadar nikel 22 !0#"& digunakan untuk pembuatan instrumen tertentu dan elektronik. 20 pembuatan peralatan listrik& dan peralatan yang bersifat magnetic. 30#"& digunakan untuk 4# dan %( =4#"& digunakan untuk pembuatan mmesin*mesin berat& perkakas mesin& mesin

9aduan nikel bukan besi (,on ferrous alloys" :nsur utama paduan ini adalah nikel dan logam bukan besi& seperti paduan nikel tembaga& nikel kromium& atau nikel lain < - @igh copper alloy (paduan dengan kadar nikel 2 (!#"& perbandingan tembaga nikel 50 < =0 dan 30 < %0. 9aduan ini tahan korosi pada air garam& mudah di las& dan paduan dengan kekuatan yang tinggi digunakan untuk kerangan pipa air. - +ast copper*nickel alloy& paduan dari 50# tembaga dan =0# nikel yang dimodifikasi dengan penambahan 0.5# +b dan 0.(# 'i dengan maksud untuk meningkatkan daya tuang (castability" dan daya pengelasan. 9aduan ini digunakan untuk pembuatan pelat dan tabung kondesor. - +oinage alloys& paduan dari 50# tembaga dan 2!# nikel yang di0ariasikan dengan penambahan seng dan tanah putih. 9aduan ini digunakan untuk pembuatan mata uang logam. - Kight nickel*copper alloys& paduan dari 50# nikel dan =0# tembaga. Jenis merk dagang paduan ini yang terkenal adalah 6onel (00& digunakan untuk proses pengolahan makanan& kimia& dan minyak bumi. - ,ickel*chromium alloys (,i*chrome"& paduan dengan kadar nikel 40#& besi 24#& dan %2# chromium. 9aduan ini tahan terhadap panas sampai 300O +& digunakan untuk konstruksi pabrik kimia dan mesin pembakaran internal. - ,ickel*sil0er& paduan dengan kadar nikel ! (! dan arsitektur. - ,ickel celutaining alumunium base alloys& paduan ini terdiri dari cylinder head and piston alloys dengan kadar nikel 2#& low e?pansion alloys dengan kadar nikel % 2!# dan bearing alloy dengan kadar nikel %#& digunakan untuk pembuatan peralatan pesawat terbang dan otomotif. 30#& seng ! (! #serta tembaga 55 #. )igunakan pada peralatan listrik& telepon& alat *alat kedokteran gigi& alumunium. 7eberapa paduan ini anatara

2%

22