Anda di halaman 1dari 6

Landasan Teori DNA DNA (deoxyribonucleic acid) atau asam deoksiribosa nukleat (ADN) merupakan tempat penyimpanan informasi

genetik. Informasi genetik tersebut disusun dalam bentuk kodon yang berupa tiga pasang basa nukleotida dan menentukan bentuk, struktur, maupun fisiologi suatu jasad. DNA memiliki dua fungsi yang sangat penting, yaitu sebagai autokatalis dan heterokatalis. DNA berfungsi sebagai autokatalis karena DNA mampu mensintesis dirinya sendiri edangkan sebagai heterokatalis karena DNA mampu mensintesis molekul kimia!i lainnya seperti "NA, protein dan lain#lain.

Struktur DNA $ada tahun %&'(, )rances *rick dan +ames ,atson menemukan model molekul DNA sebagai suatu struktur heliks beruntai ganda, atau yang lebih dikenal dengan heliks ganda ,atson#*rick. -erdasarkan atas foto difraksi sinar . yang dibuat oleh "osalind )ranklin dan /aurice ,ilkins. -erdasarkan atas data yang diperoleh ,atson dan *rick membuat struktrur DNA yang disebut untai ganda ( double helix). 0ntai ganda DNA tersusun oleh dua rantai polinukleotida yang terpilin. 1edua rantai tersebut mempunyai orientasi yang berla!anan, yaitu rantai yang satu mempunyai orientasi '2 ke (2 sedangkan

yang lainnya dari (2 ke '2. 1edua rantai tersebut berikatan dengan adanya ikatan hidrogen antara basa adenin dengan timin sebanyak dua ikatan dan antara guanin dan sitosin sebanyak tiga ikatan. pesifisitas pasangan basa tersebut disebut sebagai komplementaritas. piral tersebut mempunyai diameter -erdasarkan penemuan ,atson dan *rick, diambil suatu kesimpulan, yaitu deretan polinukleotida DNA mempunyai bentuk spiral teratur. kira#kira 34 5, dan lebar yang tetap. piral tersebut juga membuat satu putaran lengkap setiap (6 5 dan tiap putaran lengkapnya terdiri dari %4 nukleotida. piral tersebut berbentuk duplex dan mengandung dua deret polinukleotida. truktur DNA yang dikemukan ,atson dan *rick adalah struktur DNA yang paling umum ada di alam dan dapat dikelompokkan pada tipe -. /olekul DNA tipe - mempunyai lekukan besar dan lekukan kecil. Dibandingkan dengan tipe A, lekukan besar pada tipe lebih mudah mengikat protein tertentu karena lekukan besar pada tipe A lebih dalam. -entuk 7ipe A lebih menyerupai konformasi bagian untai ganda molekul "NA. elain tipe A dan -, DNA juga memiliki tipe lain, yaitu tipe 8. 7ipe tersebut tidak la9im pada untai ganda, karena arah rotasinya ke kiri DNA merupakan makromolekul polinukleotida yang tersusun atas polimer nukleotida yang berulang#ulang, tersusun rangkap, membentuk DNA haliks ganda dan berpilin ke kanan. etiap nukleotida terdiri dari tiga gugus molekul, yaitu : # ;ula ' karbon (3# deoksiribosa) # basa nitrogen yang terdiri golongan purin yaitu adenin (Adenin < A) dan guanin (guanini < ;), serta golongan pirimidin, yaitu sitosin (cytosine < *) dan timin (thymine < 7) # gugus fosfat -erikut susunan struktur kimia komponen penyusun DNA : -aik purin ataupun pirimidin yang berkaitan dengan deoksiribosa membentuk suatu molekul yang dinamakan nukleosida atau deoksiribonukleosida yang merupakan prekursor elementer untuk sintesis DNA. $rekursor merupakan suatu unsur a!al pembentukan senya!a deoksiribonukleosida yang berkaitan dengan gugus fosfat.DNA tersusun dari empat jenis monomer nukleotida. 1eempat basa nitrogen nukleotida di dalam DNA tidak berjumlah sama rata.Akan tetapi, pada setiap molekul DNA, jumlah adenin (A) selalu sama dengan jumlah timin (7).Demikian pula jumlah guanin (;) dengan sitisin(*) selalu sama.)enomena ini dinamakan ketentuan *hargaff.Adenin (A) selalu berpasangan dengan timin (7) dan membentuk dua ikatan hidrogen (A<7), sedagkan sitosin (*) selalu berpasangan dengan guanin (;) dan membentuk ( ikatan hirogen (* < ;).

tabilitas DNA heliks ganda ditentukan oleh susunan basa dan ikatan hidrogen yang terbentuk sepanjang rantai tersebut.karean perubahan jumlah hidrogen ini, tidak mengehrankan bah!a ikatan *<; memerlukan tenaga yang lebih besar untuk memisahkannya. DNA merupakan makromolekul yang struktur primernya adalah polinukleotida rantai rangkap berpilin. turktur ini diibaratkan sebagai sebuah tangga.Anak tangganya adalah susunan basa nitrogen, dengan ikatan A#7 dan ;#*.1edua =tulang punggung tangganya adalah gula ribosa.Antara mononukleotida satu dengan yang lainnya berhubungan secara kimia melalui ikatan fosfodiester. DNA heliks ganda yang panjangnya juga memiliki suatu polaritas. $olaritas heliks ganda berla!anan orientasi satu sama lain.1edua rantai polinukleotida DNA yang membentuk heliks ganda berjajar secara antipararel. ;enom adalah komplemen lengkap gen#gen atau materi genetik suatu organisme dan terorganisasi menjadi kromosom. DNA genom adalah semua gen#gen dan semua sekuens DNA (urutan polinukleotida) yang fungsional maupun non#fungsional dalam inti suatu organisme. DNA genom meliputi gen dan intergen. DNA terdapat dalam sel prokariot maupun eukariot. >okasi yang paling banyak mengandung DNA terdapat pada bagian aktifitas genetik utama sel. el prokariot, aktifitas genetiknya terjadi di seluruh sel sehingga DNA tidak mempunyai tempat yang spesifik dalam sel. ebaliknya, karena aktifitas pada sel eukariot terjadi di dalam inti, maka sebagian besar DNA terdapat dalam inti sel. DNA pada sel prokariot berbentuk lingkaran dan hanya ada satu unit. ?leh karena itu, prokariot bersifat monoploid karena hanya ada satu bahan genetik utama. DNA pada sel prokariot juga tidak dikemas dalam struktur yang jelas karena sel prokariot tidak memiliki inti sel. DNA pada sel eukariot berbentuk linear dan memiliki protein histon. 0kuran DNA eukariot juga lebih besar dibandingkan DNA prokariot dan DNA eukariot lebih ber@ariasi. el prokariot memiliki pula bahan genetik tambahan yang disebut DNA plasmid. Dalam keadaan normal, kehadiran plasmid pada umumnya tidak diperlukan oleh sel. +ika sel prokariot memba!a plasmid, maka genom sel tersebut meliputi satu kesatuan gen yang ada pada bahan genetik utamanya dan gen yang ada pada plasmid tersebut. el eukariot memiliki DNA di dalam kromosom, yaitu di inti sel dan ada -eberapa sel eukariot memiliki DNA di luar kromosom, yaitu DNA pada mitokondria dan kloroplas. DNA nukleus berbentuk linear dan berasosiasi sangat erat dengan protein histon, sedangkan DNA mitokondria dan kloroplas berbentuk sirkular, replikasinya berlangsung secara independen dan tidak bergantung pada replikasi kromosom, serta tidak

berasosiasi dengan protein histon. ?rganisasi gen mitokondria lebih mirip organisasi gen pada bakteri. elain itu, DNA mitokondria dan kloroplas memiliki ciri khas, yaitu hanya me!ariskan sifat#sifat yang berasal dari garis ibu. Aal ini sangat berbeda dengan DNA nukleus yang memiliki pola pe!arisan sifat dari kedua orangtua. Replikasi DNA "eplikasi adalah peristi!a sintesis DNA. aat suatu sel membelah secara mitosis, tiap# tiap sel hasila pembelahan mengandung DNA penuh dan identik seperti induknya.Dengan demikian, DNA harus secara tepat direplikasi sebelum pembelahan dimulai."eplikasi DNA dapat terjadi dengan adanya sintesis rantai nukleotida baru dari rantai nukleotida lama.$roses komplementasi pasangan basa menghasilkan suatu molekul DNA baru yang sama dengan molekul DNA lama sebagai cetakan.1emungkinan terjadinya replikasi dapat melalui tiga model. /odel pertama adalah model konser@atif, yaitu dua rantai DNA lama tetap tidak berubah, berfungsi sebagai cetakan untuk dua dua rantai DNA baru. /odel kedua disebut model semikonser@atif, yaitu dua rantai DNA lama terpisah dan rantai baru disintesis dengan prinsip komplementasi pada masing#masing rantai DNA lama tersebut./odel ketiga adalah model dispersif, yaitu beberapa bagian dari kedua rantai DNA lama digunakan sebgai cetakan untuk sintesis rantai DNA baru. -erikut adalah gambaran replikasi yang terjadi terhadap DNA : Dari ketiga model replikasi tersebut, model semikonser@atif merupakan model yang tepat untuk proses replikasi DNA."eplikasi DNA semikonser@atif ini berlaku bagi organisme prokariot maupun eukariot.$erbedaan replikasi antara organisme prokariot dengan eukariot adalah dalam hal jenis dan jumlah en9im yang terlibat, serta kecepatan dan kompleksitas replkasi DNA.$ada organisme eukariot, peristi!a replikasi terjadi sebelum pembelahan mitosis, tepatnya pada fase sintsis dalam siklus pembelahan sel. Isolasi DNA DNA terdapat pada seluruh jaringan dan cairan tubuh. ?leh karena itu DNA genom dapat diisolasi dari semua bahan biologis yang mengandung sel berinti, seperti darah, semen, rambut, tulang, liur dan lain#lain. -ahan yang paling sering digunakan untuk tujuan isolasi DNA adalah darah dan rambut beserta akarnya, karena kedua bahan tersebut relatif mudah diperoleh. DNA dari sel prokariot maupun eukariot dapat diperoleh dengan cara mengisolasi DNA yang terdapat di dalam sel. Isolasi DNA adalah teknik yang dilakukan untuk

memisahkan DNA dari 9at yang lain di dalam sel. )ungsi dari pengisolasian DNA adalah mendapatkan DNA murni dari dalam sel yang akan digunakan untuk penganalisisan genotip suatu organisme. DNA yang diisolasi dari sel manusia disebut DNA genom manusia. DNA manusia dapat diisolasi melalui darah. Darah adalah modifikasi jaringan dengan matriks cair yang disebut plasma. Darah manusia terdiri atas plasma darah, globulus lemak, substansi kimia (karbohidrat, protein dan hormon), dan gas (oksigen, nitrogen dan karbon dioksida). $lasma darah terdiri atas eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih) dan trombosit (platelet). $lasma darah mengisi lebih dari setengah @olume darah yang terdiri atas &4 B air dan %4 B garam#garaman, protein, dan substansi C substansi lain yang terangkut darah. 1omponen darah yang diisolasi yaitu sel darah putih. 0ntuk mengisolasi DNA dari darah dan sumsum tulang, sel darah merah yang tidak mengandung DNA genom harus dilisiskan dahulu agar dapat dipisahkan dari sel darah putih. el#sel darah putih yang sudah dipisahkan kemudian dilisiskan dengan bantuan bahan penga!et DNA yaitu, deterjen anionik yang dapat melarutkan komponen seluler. -ahan penga!et DNA juga dapat mengurangi akti@itas Dnase yang terdapat di dalam sel. -ila perlu dapat ditambahkan "nase untuk menyingkirkan kontaminasi "NA. elanjutnya dengan presiitasi garam, DNA genom dipisahkan dari protein plasma dan inti. Akhirnya DNA genom diisolasi dengan presipitasi dengan alkohol dan pelarutan kembali endapan yang terbentuk dari larutan dapar yang mengandung suatu bahan penga!et DNA. Aasil isolasi DNA dikatakan baikapabila didapatkan DNA yang murni dan utuh. DNA juga dapat diisolasi dari tumbuhan dan khamir, pada tumbuhan misalnya ba!ang merah (Allium cepa) dan pada pisang (Musa sp.) sedangkan pada khamir misalnya Candida parapsilosis DNA genom yang diisolasi dapat digunakan untuk identifikasi DNA suatu organisme, baik dengan metode $*" (polymerase chain reaction) atau menggunakan en9im endonuklease restriksi (DDNA fingerprintingD). Aasil pemeriksaan dari kedua teknik tersebut kemudian dapat digunakan untuk diagnosis penyakit infeksi yang disebabkan oleh @irus atau bakteri, mendeteksi adanya mutasi gen yang menimbulkan penyakit keganasan, penyakit herediter, menentukan jenis kelamin prenatal serta sebagai alat bantu forensik dalam bidang kedokteran. >angkah#langkah yang harus diikuti dengan jaringan apapun adalah: %. $engumpulanEpanen sel#sel (cell harvest) 3. $emecahan sel#sel (cell lysis) (. $encernaan protein agar asam nucleat dilepaskan (protein digestion)

6. $engendapanan DNA (DNA precipation)

Anda mungkin juga menyukai