Anda di halaman 1dari 18

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan Praktikum Adapun tujuan yang ingin dicapai dari praktikum pengukuran debit aliran pada saluran terbuka dan efisiensi pengaliran yaitu: Untuk mengetahui cara mengukur debit air dilapangan dengan metode pelampung dan menggunakan currentmeter, beserta peralatan yang digunakan lainnya. Untuk mengetahui cara mengukur variable-variabel untuk perhitungan efisiensi pengaliran

1|Laporan Praktikum Teknik irigasi dan drenase

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Irigasi Irigasi adalah usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi air permukaan, irigasi air bawahtanah, irigasi pompa dan irigasi rawa. Semua proses kehidupan dan kejadian di dalam tanah yang merupakan tempat media pertumbuhan tanaman hanya dapat terjadi apabila ada air, baik bertindak sebagai pelaku (subjek) atau air sebagai media (objek). Proses-proses utama yang menciptakan kesuburan tanah atau sebaliknya yang mendorong degradasi tanah hanya dapat berlangsung apabila terdapat kehadiran air. Oleh karena itu, tepat kalau dikatakan air merupakan sumber kehidupan. Irigasi berarti mengalirkan air secara buatan dari sumber air yang tersedia kepada sebidang lahan untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Dengan demikian tujuan irigasi adalah mengalirkan air secara teratur sesuai kebutuhan tanaman pada saat persediaan lengas tanah tidak mencukupi untuk mendukung pertumbuhan tanaman, sehingga tanaman bisa tumbuh secara normal. Pemberian air irigasi yang efisien selain dipengaruhi oleh tatacara aplikasi, juga ditentukan oleh kebutuhan air guna mencapai kondisi air tersedia yang dibutuhkan tanaman. 2.2 Debit Aliran Debit aliran adalah laju air ( dalam bentuk volume air ) yang melewati suatu penampang melintang sungai per satuan waktu.Dalam system SI besarnya debti dinyatakan dalam satuan meter kubik per detik ( m3/dt).Sedangkan dalam laporan-laporan teknis, debit aliran biasanya ditunjukan dalam bentuk hidrograf aliran.Hidrograf aliranadalah suatu perilaku debit sebagai respon adanya perubahan karakteristik biogeofisik yang berlangsung dalam suatu DAS oleh adanya kegiatan pengelolaan DAS dan / atau adanya perubahan (fluktuasi musiman atau tahunan) iklim lokal. 2.2.1 Debit secaraLangsung ( debit sesaat) Dalam pengukuran debit air secara langsung digunakan beberapa alat pengukur yang langsung dapat menunjukkan ketersediaan air pengairan bagi

2|Laporan Praktikum Teknik irigasi dan drenase

penyaluran melalui jaringan-jaringan yang telah ada atau telah dibangun. Dalam hal ini berbagai alat pengukur yang telah biasa digunakan yaitu: 1. Alat Ukur Pintu Romijn Ambang dari pintu Romijn dalam pelaksanaan pengukuran dapat dinaik turunkan,yaitu dengan bantuan alat pengangkat. Pengukuran debit air dengan pintu ukur romijin yaitu dengan menggunakan rumus: Q= 1,71 b h3/2

Keterangan: Q b h = debit air = lebar ambang = tinggi permukaan air

2.Sekat Ukur Thompson Berbentuk segitiga sama kaki dengan sudut 90o dapat dipindahpindahkan karena bentuknya sangat sederhana (potable), lazim digunakan untuk mengukur debit air yang relatif kecil. Penggunaan dengan alat ini dengan memperhatikan rumus sebagai berikut: Q= 0,0138 Keterangan: Q h = debit air = tinggi permukaan air

3.Alat Ukur Parshall Flume Alat ukur tipe ini ditentukan oleh lebar dari bagian penyempitan,yang artinya debit air diukur berdasarkan mengalirnya air melalui bagian yang menyempit (tenggorokan) dengan bagian dasar yang direndahkan.

4.Bangunan Ukur Cipoletti Prinsip kerja bangunan ukur Cipoletti di saluran terbuka adalah menciptakan aliran kritis. Pada aliran kritis, energi spesifik pada nilai minimum sehingga ada hubungan tunggal antara head dengan debit. Dengan

3|Laporan Praktikum Teknik irigasi dan drenase

kata lain Q hanya merupakan fungsi H saja. Pada umumnya hubungan H dengan Q dapat dinyatakan dengan:

Q=k.H.n Keterangan: Q H k dan n = debit air = head = konstanta

Besarnya konstanta k dan n ditentukan dari turunan pertama persamaan energi pada penampang saluran yang bersangkutan. Pada praktikum ini besarnya konstanta k dan n ditentukan dengan membuat serangkaian hubungan H dengan Q yang apabila diplotkan pada grafik akan diperoleh garis hubungan H Q yang paling sesuai untuk masing masing jenis bangunan ukur.

Dalam pelaksanaan pengukuran-pengukuran debit air,secara langsung, dengan pintu ukur romijin,sekat ukur tipe cipoletti dan sekat ukur tipe Thompson biasanya lebih mudah karena untuk itu dapat memperhatikan daftar debit air yang tersedia.

2.2.2

Pengukuran debit air secara tidak langsung:

1.Pelampung Terdapat dua tipe pelampung yang digunakan yaitu: (i) pelampung permukaan, dan (ii) pelampung tangkai. Tipe pelampung tangkai lebih teliti dibandingkan tipe pelampung permukaan. Pada permukaan debit dengan pelampung dipilih bagian sungai yang lurus dan seragam, kondisi aliran seragam dengan pergolakannya seminim mungkin. Pengukuran dilakukan pada saat tidak ada angin. Pada bentang terpilih (jarak tergantung pada kecepatan aliran, waktu yang ditempuh pelampunh untuk jarak tersebut tidak boleh lebih dari 20 detik) paling sedikit lebih panjang dibanding lebar aliran. Kecepatan aliran permukaan ditentukan berdasarkan rata rata yang diperlukan pelampung menempuh jarak tersebut. Sedang kecepatan rata rata didekati dengan pengukuran kecepatan permukaan dengan suatu koefisien

4|Laporan Praktikum Teknik irigasi dan drenase

yang besarnya tergantung dari perbandingan antara lebar dan kedalaman air. Koefisien kecepatan pengaliran dari pelampung permukaan sebagai berikut:

B/H Vm/Vs

5 0,98

10 0,95

15 0,92

20 0,90

30 0,87

40 0,85

Keterangan: B H Vm Vs = lebar permukaan aliran = kedalaman air = kecepatan rata rata = kecepatan pada permukaan

Dalam pelepasan pelampung harus diingat bahwa pada waktu pelepasannya, pelampung tidak stabil oleh karena itu perhitungan kecepatan tidak dapat dilakukan pada saat pelampung baru dilepaskan, keadaan stabil akan dicapai 5 detik sesudah pelepasannya. Pada keadaan pelampung stabil baru dapat dimulai pengukuran kecepatannya. Debit aliran diperhitungkan berdasarkan kecepatan rata rata kali luas penampang. Pada pengukuran dengan pelampung, dibutuhkan paling sedikit 2 penampang melintang. Dari 2 pengukuran penampang melintang ini dicari penampang melintang rata ratanya, dengan jangka garis tengah lebar permukaan air kedua penampang melintang yang diukur pada waktu bersama sama disusun berimpitan, penampang lintang rata-rata didapat dengan menentukan titik titik pertengahan garis garis horizontal dan vertikal dari penampang itu, jika terdapat tiga penampang melintang, maka mula mula dibuat penampang melintang rata rata antara penampang melintang rata rata yang diperoleh dari penampang lintang teratas dan terbawah. Debit aliran kecepatan rata rata:

Q = C . Vp Ap

Keterangan: Q = debit aliran

5|Laporan Praktikum Teknik irigasi dan drenase

koefisien yang tergantung dari macam pelampung yang kecepatan rata rata pelampung luas aliran rata rata

digunakan Vp Ap = =

2.

Pengukuran dengan Current Meter Alat ini terdiri dari flow detecting unit dan counter unit. Aliran yang

diterima detecting unit akan terbaca pada counter unit, yang terbaca pada counter unit dapat merupakan jumlah putaran dari propeller maupun langsung menunjukkan kecepatan aliran, aliran dihitung terlebih dahulu dengan memasukkan dalam rumus yang sudah dibuat oleh pembuat alat untuk tiap tiap propeller. Pada jenis yang menunjukkan langsung, kecepatan aliran yang sebenarnya diperoleh dengan mengalihkan factor koreksi yang dilengkapi pada masing-masing alat bersangkutan. Propeler pada detecting unit dapat berupa : mangkok, bilah dan sekrup. Bentuk dan ukuran propeler ini berkaitan dengan besar kecilnya aliran yang diukur.

Debit aliran dihitung dari rumus : Q = V x A dimana : V = Kecepatang aliran A = Luas penampang

Dengan demikian dalam pengukuran tersebut disamping harus mengukur kecepatan aliran, diukur pula luas penampangnya. Distribusi kecepatan untuk tiap bagian pada saluran tidak sama, distribusi kecepatan tergantung pada : entuk saluran Kekasaran saluran dan Kondisi kelurusan saluran

Dalam penggunaan current meter pengetahuan mengenai distribusi kecepatan ini amat penting. Hal ini bertalian dengan penentuan kecepatan aliran yang dapat dianggap mewakili rata-rata kecepatan pada bidang tersebut.
6|Laporan Praktikum Teknik irigasi dan drenase

Dari hasil penelitian United Stated Geological Survey aliran air di saluran (stream) dan sungai mempunyai karakteristik distribusi kecepatan sebagai berikut: a. Kurva distribusi kecepatan pada penampang melintang berbentuk parabolic. b. Lokasi kecepatan maksimum berada antara 0,05 s/d 0,25 h kedalam air dihitung dari permukaan aliran. c. Kecepatan rata-rata berada 0,6 kedalaman dibawah permukaan air. d. Kecepatan rata-rata 85 % kecepatan permukaan. e. Untuk memperoleh ketelitian yang lebih besar dilakukan pengukuran secara mendetail kearah vertical dengan menggunakan integrasi dari pengukuran tersebut dapat dihitung kecepatan rata-ratanya. Dalam pelaksanaan kecepatan rata-rata nya. Pengukuran luas penampang aliran dilakukan dengan membuat profil penampang melintangnya dengan cara mengadakan pengukuran kea rah horikzonta l(lebar aliran) dan ke arah vertical (kedalamam aliran).Luas aliran merupakan jumlah luas tiap bagian (segmen) dari profil yang terbuat pada tiap bagian tersebut di ukur kecepatan alirannya.

Debit aliran di segmen = ( Qi ) = Ai x Vi Keterangan : Qi : Debit aliran segmen i Ai : Luas aliran pada segmen i Vi : Kecepatan aliran pada segmen ini 2.3 Efisiensi Irigasi Efisiensi pengairan merupakan suatu rasio atau perbandingan antar jumlah air yang nyata bermanfaat bagi tanaman yang diusahakan terhadap jumlah air yang tersedia atau yang diberikan dinyatakan dalam satuan persentase. Dalam hal ini dikenal 3 macam efisiensi yaitu efisiensi penyaluran air, efisiensi pemberian air dan efisiensi penyimpanan air (Dumairy, 1992). Efisiensi irigasi adalah angka perbandingan dari jumlah air irigasi nyata yang terpakai untuk kebutuhan pertumbuhan tanaman dengan jumlah air yang keluar dari pintu pengambilan (intake). Efisiensi irigasi merupakan faktor penentu utama dari unjuk kerja suatu sistem jaringan irigasi. Efisiensi irigasi terdiri atas efisiensi pengaliran yang pada umumnya terjadi di jaringan utama dan efisiensi di jaringan
7|Laporan Praktikum Teknik irigasi dan drenase

sekunder yaitu dari bangunan pembagi sampai petak sawah. Efisiensi irigasi didasarkan asumsi sebagian dari jumlah air yang diambil akan hilang baik di saluran maupun di petak sawah. Kehilangan air yang diperhitungkan untuk operasi irigasi meliputi kehilangan air di tingkat tersier, sekunder dan primer. Besarnya masingmasing kehilangan air tersebut dipengaruhi oleh panjang saluran, luas permukaan saluran, keliling basah saluran dan kedudukan air tanah. (Direktorat Jenderal Pengairan,1986). Kebutuhan air pengairan adalah banyaknya air yang dibutuhkan untuk menambah curah hujan efektif (sebagian dari curah hujan total yang jatuh pada wilayah yang bersangkutan) guna memenuhi kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kebutuhan air pengairan adalah tergantung pada banyaknya atau tingkat pemakaian dan efesiensi jaringan pengairan yang ada (Kartasapoetra dan Sutedjo, 1994). Jumlah air yang tersedia bagi tanaman di areal persawahan dapat berkurang karena adanya evaporasi permukaan, limpasan air dan perkolasi. Efisiensi irigasi adalah perbandingan antara air yang digunakan oleh tanaman atau yang bermanfaat bagi tanaman dengan jumlah air yang tersedia yang dinyatakan dalam satuan persentase (Lenka, 1991).

8|Laporan Praktikum Teknik irigasi dan drenase

BAB III METODOLOGI a. Bahan dan Alat Roll meter/meteran Alat Tulis Currentmeter Pelampung Stop watch

b. Langkah Kerja Pada praktikum pengukuran debit aliran pada saluran terbuka dan efisiensi pengaliran ada beberapa cara kerja yang dilakukan yaitu :

1. Mengukur kecepatan aliran dengan metode pelampung Pertama yaitu memilih saluran terbuka yang lurus dan seragam pada panjang meter ( L) ; ( waktu yang ditempuh pelampung untuk jarak tersebut tidak boleh lebih dari 20 detik, dan paling sedikit lebih panjang dibanding dengan lebar aliran) Mengukur waktu yang diperlukan pelampung untuk melintas dari titik di hulu sampai titik di hilir yang telah ditentukan (t). Pada saat pelepasan pelampung harus diingat bahwa pada waktu pelepasannya pelampung tidak stabil untuk perhitungan kecepatan tidak dapat dilakukan pada saat pelampung baru dilepaskan, keadaan yang stabil akan di capai sesudah pelampung dilepaskan. Rumus kecepatan permukaan adalah : detik

Untuk koefisien pengaliran dari pelampung permukaan adalah sebagai berikut : B/H V/VS 5 0.98 10 0.95 15 0.92 20 0.90 30 0.87 40 0.85

9|Laporan Praktikum Teknik irigasi dan drenase

2. Mengukur kecepatan aliran menggunakan currentmeter Melakukan Pengukuran kecepatan aliran ini yang pertama dilakukan menentukan titik-titik pengukuran pada suatu saluran Pada jumlah titik pengukuran sangat berkaitan dengan kedalaman aliran. Jumlah titik pengukuran pada berbagai kedalaman sesuai dengan table berikut : Kedalaman saluran (h) dalam m 0,0 0,6 0,6 3,0 3,0 6,0 >6,0 Jumlah titik pengukuran 1 2 3 0,6 h 0,2 h ; 0,8 h 0,2 h ; 0,6 h ; 0,8 h 0,2 h ; 0,6 h ; 0,8 h ; dan pada dasar saluran Titik kedalaman pengukuran

3. Mengukur luas penampang aliran Langkah kerja dalam mengukur luas penampang aliran dengan mengukur luas penampang saluran sebagai rata rata dari luas penampang pada tiga titik dari saluran yang dilalui pelampung tersebut. Luas penampang saluran diperoleh dengan membuat profil penampang melintangnnya Luas penampang saluran merupakan jumlah luas tiap bagian (segmen) dari profil yang terbuat Profil saluran dapat digambarkan seperti dibawah ini:
c1 A1 a1 b A2 a2 c2 A3

10 | L a p o r a n P r a k t i k u m T e k n i k i r i g a s i d a n d r e n a s e

Maka luas penampang saluran tersebut adalah :

4. Menghitung debit aliran Debit aliran pada saluran yang diukur tersebut dengan rumus :

Keterangan : L t Vs V A Q : panjang saluran yang diukur : waktu yang diperlukan untuk melintasi saluran sepanjang L. : kecepatan pengaliran dari pelampung permukaan : kecepatan pengaliran rata rata : luas penampang saluran : debit aliran

5. Menghitung efisiensi pengaliran Langkah kerja dalam penghitungan efisiensi pengaliran pertama menentukan titik hulu dan titik hilir dari saluran yang akan diketahui efisiensi pengalirannya Mengukur kecepatan pengaliran dan luas penampang aliran pada titik titik yang telah di tentukan tersebut Menentukan debit aliran pada titik titik yang telah ditentukan tersebut Menghitung efisiensi pengaliran saluran tersebut dengan rumus : atau dengan Dimana : E Q1 Q2 :efisiensi pengaliran : debit aliran paada titik awal saluran yang diukur : debit aliran pada titik akhir saluran yang diukur

11 | L a p o r a n P r a k t i k u m T e k n i k i r i g a s i d a n d r e n a s e

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam praktikum yang kami laksanakan di Subak Tungkub, Tabanan, Bali. kami menghitung Debit aliran pada saluran terbuka dan Efisiensi pengaliran.

Menghitung Debit Aliran

Kecepatan Aliran Dengan Metode Pelampung Waktu (sekon) 18,08 17,48 17,33 18,86 17,40

No Pelampung 1 2 3 4 5 Pelampung 1 Pelampung 2 Pelampung 3 Pelampung 4 Pelampung 5

Hasil pengukuran dengan currentmeter Kedalaman Kedalaman 0,8 0,9 0,9

T1 T2 T3

1,4 1,5 1,4

12 | L a p o r a n P r a k t i k u m T e k n i k i r i g a s i d a n d r e n a s e

Mencari Luas Penampang Basah aliran

Diketahui :

Panjang sisi atas Lebar dari pinggir Sisi miring

= = =

319 cm 56 cm 90 cm

56 cm

319 cm

56 cm

263 cm

90 cm

Pembahasan Perhitungan kecepatan aliran dengan metode pelampung dari data yang kami dapatkan aliran yaitu sebagai berikut : Dengan jarak = 15 m No Pelampung 1 2 3 4 5 Pelampung 1 Pelampung 2 Pelampung 3 Pelampung 4 Pelampung 5 Waktu (sekon) 18,08 17,48 17,33 18,86 17,40

Dari table di atas kita akan mengitung waktu dengan: Rata-rata =

M/s

13 | L a p o r a n P r a k t i k u m T e k n i k i r i g a s i d a n d r e n a s e

Perhitungan selanjutnya yaitu mencari debit aliran pada saluran terbuka :

Kecepatan :

Debit Aliran hulu ;

14 | L a p o r a n P r a k t i k u m T e k n i k i r i g a s i d a n d r e n a s e

Mengukur Efisiensi Pengaliran dengan mengukur kecepatan air dengan pelampung Panjang 20 m. No Pelampung 1 2 3 4 5 Pelampung 1 Pelampung 2 Pelampung 3 Pelampung 4 Pelampung 5 Waktu (sekon) 24,88 20,64 21,01 21,75 21,16

Rata-rata dari data di atas adalah :

Mencari Luas Penampang Basah aliran dengan bentuk persegi

85 cm

2,38 cm

Diketahui ; Lebar basah : 2,83 cm Kedalaman : 85 cm

15 | L a p o r a n P r a k t i k u m T e k n i k i r i g a s i d a n d r e n a s e

Perhitungan : Luas (A) =

Kecepatan :

Debit aliran di hilir :

Efisiensi Pengaliran :

Jadi efisiensi pengaliran yang di dapatkan adalah

16 | L a p o r a n P r a k t i k u m T e k n i k i r i g a s i d a n d r e n a s e

BAB V PENUTUP

5.1

Kesimpulan

17 | L a p o r a n P r a k t i k u m T e k n i k i r i g a s i d a n d r e n a s e

DAFTAR PUSTAKA

18 | L a p o r a n P r a k t i k u m T e k n i k i r i g a s i d a n d r e n a s e