Anda di halaman 1dari 35

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Tuberculosis adalah penyakit langsung yang mengenai parenkim paru yang disebabkan oleh basil mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar kuman tuberculosis mengenai paru tapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya (Brunner & Suddarth, 2001 . TB paru sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan di !ndonesia, berdasarkan laporan tahun 1""# !ndonesia menduduki tempat ketiga sebagai penyumbang kasus tuberculosis enam belas negara di dunia. Berdasarkan hasil sur$ey kesehatan rumah tangga tahun 1""%. &enyakit TB paru merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit

kardio$askuler dan penyakit saluran perna'asan pada semua kelompok usia dan nomor satu dari golongan penyakit in'eksi. (iperkirakan setiap tahun )%0.000 kasus baru TB paru dimana sekitar 1*+ penderita di puskesmas 11+ ditemukan pelayanan rumah sakit, klinik pemerintahan s,asta, praktek s,asta dan sisanya belum terjangkau unit pelayanan kesehatan. Sedangkan kematian karena TB diperkirakan 1#%.000 per tahun (http://www.infeksi.com. !!" . &enyakit TB paru menyerang sebagian besar usia kelompok produkti', kelompok ekonomi menengah dan berpendidikan menengah, penyakit TB paru juga lebih banyak ditemukan di daerah miskin. 1

&enderita tuberculosis paru BT- positi' akan menjadi sumber penularan bagi lingkungan sekitarnya. Beberapa 'aktor yang erat

hubungannya dengan terjadinya in'eksi hasil tuberculosis yaitu adanya sumber penularan. .umlah basil yang cukup banyak dan terus menerus memapar calon penderita. /irulensi (keganasan basil serta daya tahan tubuh, dimana daya tahan tubuh ini mempunyai hubungan erat dengan 'aktor lingkungan, misalnya perumahan dan pekerjaan, 'aktor imunologis, keadaan penyakit yang memudahkan in'eksi seperti diabetes mellitus dan campak, serta 'aktor genetik. &ada penderita tuberculosis paru bila penanganan di rumah sakit kurang baik, maka penderita tuberculosis paru akan mengalami komplikasi perdarahan dari saluran perna'asan bagian ba,ah yang dapat mengakibatkan kematian karena syok hipo$olemik atau tersumbatnya jalan na'as, penyebaran in'eksi ke organ lain misalnya otak, tulang, persendian, ginjal dan sebagainya.

BAB II #$N%EP DA%A& A. Pengertian Tuberculosis adalah penyakit in'eksi yang disebabkan oleh

mycobacterium tuberculosis. 0uman batang tahan asam ini dapat merupakan organisme patogen maupun sapro'it (Sil$ia - &rice, hal.#%+, 1""% . Tuberculosis paru adalah penyakit in'eksi yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis dengan gejala yang sangat ber$ariasi (-ri' 1ansjoer, 1""" . Tuberculosis (TB adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis (Smelt2er, Brunner & Suddarth, 2001 . Tuberculosis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh in'eksi bakteri mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang paru3paru maupun bagian lain dari tubuh manusia (www.me'icastore.com . .adi tuberculosis paru pada manusia dapat dijumpai dalam 2 bentuk yaitu4 1. Tuberculosis primer Bila penyakit terjadi pada in'eksi pertama kali. 2. Tuberculosis pasca primer Bila penyakit timbul setelah beberapa ,aktu, seorang terkena in'eksi primer menyembuh dan merupakan yang terpenting oleh karena bentuk yang paling sering ditemukan dan dengan terdapat kuman dalam sputum, merupakan sumber penularan. +

B. Anatomi 'an (isiologi &aru adalah struktur elastik yang dibungkus dalam sangkar toraks, yang merupakan suatu bilik udara kuat dengan dinding yang dapat menahan tekanan. &aru3paru ada dua, merupakan alat perna'asan utama, paru3paru mengisi rongga dada, terletak di sebelah kanan dan kiri dan di tengah dipisahkan oleh jantung beserta pembuluh darah besarnya dan struktur lainnya yang terletak di dalam mediastinum. 1ediastinum adalah dinding yang membagi rongga toraks menjadi dua bagian. 1ediastinum terbentuk dari dua lapisan pleura. Semua struktur toraks kecuali paru3paru terletak diantara kedua lapisan pleura. Bagian terluar paru3paru dilindungi oleh membran halus dan licin yang disebut pleura yang juga meluas untuk membungkus dinding interior toraks dan permukaan superior dia'ragma, sedangkan pleura $iseralis melapisi paru3paru. -ntara kedua pleura ini terdapat ruang yang disebut spasium pleura yang mengandung sejumlah kecil cairan yang melicinkan permukaan dan memungkinkan keduanya bergeser dengan bebas selama $entilasi. Setiap paru dibagi menjadi lobus3lobus. &aru kiri terdiri atas lobus atas dan ba,ah. Sementara paru kanan mempunyai lobus atas, tengah dan ba,ah. Setiap lobus lebih jauh dibagi lagi menjadi segmen yang dipisahkan oleh 'isurel yang merupakan perluasan pleura.

(alam setiap lobus paru terdapat beberapa di$isi3di$isi bronkus. &ertama adalah bronkus lobaris (tiga pada paru kanan dan pada paru kiri . Bronkus lobaris dibagi menjadi bronkus segmental (sepuluh pada paru kanan dan delapan pada paru kiri . Bronkus segmental kemudian dibagi lagi menjadi bronkus sub segmental. Bronkus ini dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki arteri, lim'otik dan syara'. Bronkus subsegmental membantu percabangan menjadi bronkiolus. Bronkiolus membantu kelenjar submukosa yang memproduksi lendir yang membentuk selimut tidak terputus untuk laposan bagian dalam jalan na'as. Bronkus dan bronkiolus juga dilapisi sel3sel yang permukaannya dilapisi oleh silia dan ber'ungsi untuk mengeluarkan lendir dan benda asing menjauhi paru3 paru menuju laring. Bronkiolus kemudian membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis yang tidak mempunyai kelenjar lendir dan silia. Bronkiolus terminalis kemudian menjadi saluran transisional antara kalan udara konduksi dan jalan udara pertukaran gas. Bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus al$eolus dan jakus al$eolar kemudian al$eoli. &ertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi di dalam al$eoli.

&aru terbentuk oleh sekitar +00 juta al$eoli. Terdapat tiga jenis sel3sel al$eolar, yaitu tipe ! adalah sel membentuk dinding al$eolar. Sel3sel al$eolar tipe !! adalah sel3sel yang akti' secara metabolik, mensekresi su'raktan, suatu 'ostolipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah al$eolar agar tidak kolaps. Sel al$eoli tipe !!! adalah makro'ag yang merupakan sel3sel 'agosit besar yang memakan benda asing, seperti lendir dan bakteri, bekerja sebagai mekanisme pertahanan yang penting (Brunner & Suddarth, 20014 %12 . ). Definisi Pernapasan &ernapasan (respirasi) adalah peristi,a menghirup udara dari luar yang mengandung 62 ke dalam tubuh serta menghembuskan udara yang banyak mengandung 762 (karbondioksida sebagai sisa dari oksidasi keluar dari tubuh. &enghisapan udara ini disebut inspirasi dan menghembuskan disebut ekspirasi. .adi dalam paru3paru terjadi pertukaran 2at antara 62 ditarik dari udara masuk kedalam darah dan 762 akan dikeluarkan dari darah secara osmosis seterusnya 76 2 akan dikeluarkan melalui traktus respiratorius (jalan perna'asan dan masuk ke dalam tubuh melalui kapiler3kepiler vena pulmonalis kemudian masuk ke serambi kiri jantung (atrium sinistra) ke aorta ke seluruh tubuh (jaringan3jaringan dan sel3sel disini terjadi oksidasi (pertukaran sebagai ampas (sisanya dari dari pembakaran adalah 762 dan 2at ini dikeluarkan melalui peredaran darah $ena masuk ke jantung (serambi kanan* atrium dekstra ke otak kanan (ventrikel dekstra) dan dari sini keluar melalui arteri pulmonaris ke jaringan3jaringan paru3paru akhirnya dikeluarkan menembus lapisan epitel

dan al$eoli. &roses pengeluaran sisa dari metabolisme lainnya akan dikeluarkan melalui traktus urogenetalis dan kulit.

. (*ngsi Pernafasan a. 1engambil 62 (oksigen yang kemudian di ba,a oleh darah ke seluruh tubuh (sel3selnya untuk mengadakan pembakaran. b. 1engeluarkan 762 (karbondioksida yang terjadi sebagai sisa dari pembakaran, kemudian diba,a oleh darah ke paru3paru untuk dibuang (karena tidak berguna lagi oleh tubuh . c. 1enghangatkan dan melembabkan udara. Setelah udara luar di proses didalam hidung masih memerlukan epiglotis yang berguna untuk menutup laring, se,aktu menelan, sehingga makanan tidak masuk ke trakea, sedangkan ,aktu berna'as epiglotis terbuka begitu seterusnya. .ika makanan masuk kedalam laring maka kita mendapat serangan batuk untuk mencoba mengeluarkan makanan tersebut dari laring dan dibantu oleh adanya bulu3bulu getar yaitu gunanya untuk menyaring debu3debu, kotoran3kotoran, dan benda3benda asing. -da benda asing* kotoran tersebut memberikan rangsangan kepada selaput lendir dan bulu3bulu getar sehingga terjadi bersin3bersin, kadang3 kadang terjadi batuk3batuk, benda asing* kotoran tersebut bisa dikeluarkan melalui hidung dan mulut. (engan kejadian tersebut diatas udara yang masuk kedalam alat3alat perna'asan benar3benar bersih.

Tapi kalau kita berna'as melalui mulut, udara yang masuk kedalam paru3paru tidak dapat disaring, dilembabkan*dihangatkan, ini bisa mengakibatkan gangguan terhadap tubuh, dan sel3sel bersilia (bulu3bulu getar dapat rusak apabila adanya gas beracun dan dalam keadaan

dehidrasi. 9amun dalam keadaan tertentu diharapkan kita bernapas melalui mulut, misalnya pada operasi hidung, pengangkatan polip, karena setelah operasi pada kedua hidung diisi tampon sehingga bernapas melalui mulut tidak merugikan. (:$elyn, &earce. 2000

+. Proses ,er-a'in.a Pernafasan 1enurut Syai'uddin (1""# , &ernapasan terdiri dari dua (2 proses yaitu !nspirasi (1enarik na'as dan :kspirasi (1enghembuskan na'as . Berna'as berarti melakukan inspirasi dan ekpirasi secara bergantian, teratur, berirama dan terus3menerus. Berna'as merupakan gerak re'lek yang terjadi pada otot3otot perna'asan. !nspirasi terjadi bila muskulus diafragma telah dapat rangsangan dari nervus frenikus lain mengkerut datar. Muskulus Interkostalis yang letaknya miring, setelah dapat rangsangan kemudian mengkerut dan tulang iga (costa) dan vertebra semakin luas dan melebar menjadi datar. (engan demikian jarak antara sternum (tulang dada ;ongga dada membesar maka pleura akan berbalik, dengan demikian akan menarik paru3paru maka

"

tekanan didalamnya berkurang dan masuklah udara dari luar. (Syai'uddin, 1""# :kpirasi, pada suatu saat otot akan kendor lagi (dia'ragma akan menjadi cekung, muskulus inlerkostalis) dan dengan demikian rongga dada menjadi kecil kembali, maka udara didalam keluar. .adi proses respirasi atau perna'asan ini terjadi karena adanya tekanan antar rongga pleura dan paru3paru. ;e'lek berna'as ini diatur oleh pusat perna'asan yang terletak didalam sumsum penyambung (medulla oblongata). 6leh karena seseorang dapat menahan, memperlambat, atau mempercepat na'asnya ini berarti re'lek berna'as ini juga diba,ah pengaruh korteks serebri. &usat perna'asan sangat peka terhadap kelebihan kadar 762 dalam darah dan kekurangan dalam darah. (Sya'uddin, 1""# .

"

10

/. D. E.

<ambar 1. Tampilan anterior trakea, pohon bronkiolus dan lobus3lobus paru

10

11

/. Etiologi &enyebab dari penyakit tuebrculosis paru adalah terin'eksinya paru oleh micobacterium tuberculosis yang merupakan kuman berbentuk batang dengan ukuran sampai ) mycron dan bersi'at anaerob. Si'at ini yang menunjukkan kuman lebih menyenangi jaringan yang tinggi kandungan oksigennya, sehingga paru3paru merupakan tempat prediksi penyakit tuberculosis. 0uman ini juga terdiri dari asal lemak (lipid yang membuat kuman lebih tahan terhadap asam dan lebih tahan terhadap gangguan kimia dan 'isik. &enyebaran mycobacterium tuberculosis yaitu melalui droplet nukles, kemudian dihirup oleh manusia dan mengin'eksi (pedoman nasional penanggulangan tuberculosis, cetakan ke 8, (epartemen 0esehatan ;!, .akarta. 2002 .

D. Patofisiologi Tempat masuk kuman mycobacterium adalah saluran perna'asan, in'eksi tuberculosis terjadi melalui (airban yaitu melalui instalasi dropet yang mengandung kuman3kuman basil tuberkel yang berasal dari orang yang terin'eksi. Basil tuberkel yang mempunyai permukaan al$eolis biasanya diinstalasi sebagai suatu basil yang cenderung tertahan di saluran hidung atau cabang besar bronkus dan tidak menyebabkan penyakit (Syl$ia &rice, 1""5 .

11

12

Setelah berada dalam ruangan al$eolus biasanya di bagian lobus atau paru3paru atau bagian atas lobus ba,ah basil tuberkel ini membangkitkan reaksi peradangan, leukosit polimortonuklear pada tempat tersebut dan mem'agosit namun tidak membunuh organisme tersebut. Setelah hari3hari pertama masa leukosit diganti oleh makro'ag. -l$eoli yang terserang akan mengalami konsolidasi dan timbul gejala pneumonia akut. &neumonia seluler ini dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga tidak ada sisa yang tertinggal atau proses dapat juga berjalan terus dan bakteri terus di'agosit atau berkembang biak, dalam sel basil juga menyebar melalui gestasi bening reginal. 1akro'ag yang mengadakan in'iltrasi menjadi lebih panjang dan sebagian bersatu sehingga membentuk sel tuberkel epiteloid yang dikelilingi oleh lim'osit, nekrosis bagian sentral lesi yang memberikan gambaran yang relati' padat dan seperti keju3lesi nekrosis kaseora dan jaringan granulasi di sekitarnya terdiri dari sel epiteloid dan 'ibrosis menimbulkan respon berbeda, jaringan granulasi menjadi lebih 'ibrasi membentuk jaringan parut akhirnya akan membentuk suatu kapsul yang mengelilingi tuberkel. =esi primer paru3paru dinamakan 'okus gholi dengan gabungan terserangnya kelenjar getah bening regional dari lesi primer dinamakan komplet ghon dengan mengalami pengapuran.

12

1+

;espon lain yang dapat terjadi pada daerah nekrosis adalah pencairan dimana bahan cairan lepas ke dalam bronkus dengan menimbulkan kapiler materi tuberkel yang dilepaskan dari dinding ka$itis akan masuk ke dalam percabangan keobronkial. &roses ini dapat terulang kembali di bagian lain dari paru3paru atau basil dapat terba,a sampai ke laring, telinga tengah atau usus. 0a$itis untuk kecil dapat menutup sekalipun tanpa pengobatan dengan meninggalkan jaringan parut yang terdapat dekat dengan perbatasan bronkus rongga. Bahan perkijaan dapat mengontrol sehingga tidak dapat mengalir melalui saluran penghubung, sehingga ka$itasi penuh dengan bahan perkijuan dan lesi mirip dengan lesi berkapsul yang terlepas. 0eadaan ini dapat tidak menimbulkan gejala dalam ,aktu lama dan membentuk lagi hubungan dengan bronkus dan menjadi limpal peradangan akti'. &enyakit dapat menyebar melalui getah bening atau pembuluh darah. 6rganisme atau lobus dari kelenjar betah bening akan mencapai aliran darah dalam jumlah kecil, yang kadang3kadang dapat menimbulkan lesi pada berbagai organ lain. .enis penyebaran ini dikenal sebagai penyebaran lim'o hematogen yang biasanya sembuh sendiri, penyebaran ini terjadi apabila 'okus nekrotik merusak pembuluh darah sehingga banyak organisme masuk ke dalam sistem $askuler dan tersebar ke organ3organ tubuh.(Syl$ia -. &rice, 1""5 .

1+

1)

1ycobacterium tuberculosis -irbone * inhalasi droplet E. Pathwa.

Saluran perna'asan

Saluran perna'asan atas

Saluran perna'asan ba,ah

Bakteri yang besar bertahan di bronkus

&aru3paru

-l$eolus &eradangan bronkus -l$eolus mengalami konsolidasi dan eksudasi

Terjadi perdarahan

&enumpukan sekret

&enyebaran bakteri secara lim'a hematogen :'ekti' Tidak e'ekti' <angguan pertukaran gas (emam

Sekret keluar saat batuk

Sekret sulit dikeluarkan 6bstruksi

-noreksia malaese mual muntah

0eletihan

Batuk terus menerus

&eningkatan suhu tubuh &erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan

!ntoleransi akti$itas

Sesak na'as Terhisap orang sehat

;esiko penyebaran in'eksi

<angguan pola na'as tidak e'ekti'

Bersihan jalan na'as tidak e'ekti'

1)

1%

Sumber 4 Syl$ia -. &rice and =ourraine. (. 0anifestasi #linik Tanda dan gejala Tanda dan gejala tuberculosis dapat bermacam3macam antara lain (ilmu penyakit dalam jilid !!!, hal.#18 . 1. (emam >mumnya sub'ebris, kadang3kadang )03)107, keadaan ini sangat dipengaruhi oleh daya tahan tubuh pasien dan berat ringannya in'eksi kuman tuberculosis yang masuk.

1%

15

2. Batuk Terjadi karena adanya iritasi pada bronkus. Batuk ini diperlukan untuk membuang produk radang. Si'at batuk dimulai dari batuk kering (non produkti' . 0eadaan setelah timbul peradangan menjadi produkti' (menghasilkan sputum atau dahak . 0eadaan yang lanjut berupa batuk darah haematoemesis karena terdapat pembuluh darah yang cepat. 0ebanyakan batuk darah pada TB7 terjadi pada dinding bronkus. +. Sesak na'as &ada gejala a,al atau penyakit ringan belum dirasakan sesak na'as. Sesak na'as akan ditemukan pada penyakit yang sudah lanjut dimana in'iltrasinya sudah setengah bagian paru3paru. ). 9yeri dada <ejala ini dapat ditemukan bila in'iltrasi radang sudah sampai pada pleura, sehingga menimbulkan pleuritis, akan tetapi, gejala ini akan jarang ditemukan. %. 1alaise &enyakit TB7 paru bersi'at radang yang menahun. <ejala malaise sering ditemukan anoreksia, berat badan makin menurun, sakit kepala, meriang, nyeri otot dan keringat malam. <ejala semakin lama semakin berat dan hilang timbul secara tidak teratur. 0lasi'ikasi diagnosis TB adalah 1. TB paru

15

1#

a. BT- (bakteri tahan asam mikroskopis langsung (? atau biakan (3 , kelainan 'oto toraks menyokong TB paru dengan gejala klinis sesuai TB paru. b. BT- (bakteri tahan asam mikroskopis langsung atau biakan (3 tetapi kelainan rontgen atau klinis sesuai dengan TB paru dengan memberikan perbaikan pada pengobatan a,al inti TB paru (initial therapy pasien golongan ini memerlukan pengobatan yang adekuat. 2. TB paru tersangka (iagnosa pada tahap ini bersi'at sementara sampai hasil pemeriksaan bakteri tahan asam (BT- didapat (paling lambat + bulan . &asien dengan BT- mikroskopis langsung (3 atau belum ada hasil pemeriksaan atau pemeriksaan belum lengkap, tetapi kelainan rontgen dan klinis sesuai TB paru. &engobatan dengan inti TB7 sudah dapat dimulai. +. Bekas TB paru (tidak sakit -da ri,ayat TB paru pada pasien di masa lalu dengan atau tanpa pengobatan atau gambaran rontgen normal * abnormal tetapi stabil pada 'oto serial dan sputum <BT- (? kelompok ini tidak perlu diobati.

1. #omplikasi &enderita TB paru antara lain4 1. &endarahan dari saluran perna'asan bagian ba,ah yang dapat

mengakibatkan kematian karena syok hipo$olemik atau tersumbatnya jalan na'as.

1#

18

2. &enyebaran in'eksi ke organ lain 1isalnya 4 otak, jantung persendian, ginjal aslinya.

H. Penatalaksanaan 1. &enatalaksanaan medis ;egimen dasar pengobatan TB paru adalah kombinasi isoni2id (!9@ dan ri'amicin selama 5 bulan dengan pyra2inamide (&2- pada 2 bulan pertama. &ada TB berat dan ekstra pulmonal biasanya pengobatan dimulai dengan kombinasi )3% obat selama 2 bulan (ditambah asam bucal dan streptomran dilanjutkan dengan inti3inti ritamicin selama )310 bulan, sesuai perkembangan klinis. &ada meningitis TB peritonitis TB miliar dan e'usi pleura diberikan contikosteroid oleh prednisone 132 mh*kgBB*hari selama 2 minggu, diturunkan secar bertahan ('enering o' S1& 23% minggu (-rie' 1ansjoer, dkk. 1""8 . (iet yang diberikan pada penderita makanan yang tinggi kalori, protein agar penderita TB cepat sembuh, maka penderita harus minum obat secara teratur sesuai petunjuk, makan3makan yang cukup gi2i, rajin kontrol ke puskesmas atau sarana. 2. &enatalaksanaan pera,atan &enatalaksanaan pera,atan untuk klien ditujukan agar4 a. 0lien dapat mempertahankan jalan na'as dengan mengeluarkan sekret tanpa bantuan b. 0ebut nutrisi klien dapat terpenuhi

18

1"

c. 0ebut istirahat tidur klien dapat terpenuhi d. 0lien dapat berakti$itas secara e'ekti' e. 0lien dapat lebih mendapatkan pengetahuan tentang penyakit TB '. 0lien tidak terjadi in'eksi terhadap penyebaran penyakitnya ke organ orang lain

I. Pengka-ian (ok*s &engkajian tergantung pada tahap penyakit dan derajat yang terkena 1. -kti$itas atau istirahat <ejala 4 kelelahan umum dan kelemahan, mimpi buruk, na'as pendek karena kerja, kesulitan tidur pada malam hari, menggigil atau berkeringat. Tanda 4 takikardia. takipnea*dispnea pada kerja, kelelahan otot, nyeri dan sesak (tahap lanjut . 2. !ntegritas :<6 <ejala 4 adanya 'aktor stress lama, masalah keuangan rumah, perasaan tidak berdaya*tidak ada harapan. populasi budaya*etnik, missal orang -merika asli atau imigran dari -sia Tenggara* benua lain. Tanda 4 menyangkal (khususnya selama tahap dini ansietas ketakutan, mudah terangsang.

1"

20

+. 1akanan*cairan <ejala 4 kehilangan na'su makan. tidak dapat mencerna penurunan berat badan. Tanda 4 turgor kulit buruk, kering* kulit bersisik, kehilangan otot* hilang lemak subkutan. ). 9yeri atau kenyamanan <ejala Tanda 4 nyeri dada meningkat karena batuk berulang. 4 berhati3hati pada area yang sakit, perilaku distraksi, gelisah.

%. &erna'asan <ejala 4 batuk produkti' atau tidak produkti', na'as pendek, ri,ayat tuberculosis terpajan pada indi$idu terin'eksi. Tanda 4 peningkatan 'rekuensi perna'asan (penyakit luas atau 'ibrosis parenkim paru pleura pengembangan perna'asan tidak simetri (e''use pleura perkusi pekak dan penurunan 'remitus (cairan pleural atau penebalan pleural bunyi na'as menurun * tidak ada secara bilateral atau unilateral e'usi pleural * pneumotorak bunyi na'as tubuler dan bisikan pectoral di atas lesi luas, krekels tercabut di atas aspek paru selama inspirasi cepat setelah batuk pendek (krekes posttussic karakteristik sputum4 hijau, puluren, muloid kuning atau bercak darah de$iasi trakeal (penyebaran bronkogenik .

20

21

5. 0eamanan <ejala 4 adanya kondisi penekanan imun. contoh4 -!(S, kanker. Tes @!/ positi'. Tanda 4 demam rendah atau sedikit panas akut.

#. !nteraksi sosial <ejala 4 perasaan isolasi* penolakan karena penyakit menular,

perubahan bisa dalam tanggungja,ab * perubahan kapasitas 'isik untuk melaksanakan peran. 8. &emeriksaan &enunjang &emeriksaan penunjang pada pasien tuberculosis paru yaitu4 a. 0ultur sputum4 positi' untuk mycobacterium tuberculosis pada tahap akhir penyakit. b. Aiehl39eelsen (pemakaian asam cepat pada gelas kaca untuk usapan cairan darah positi' untuk basil asam cepat. c. Tes kulit (mantouB, potongan $ollmer 4 reaksi positi' (area indurasi 10 mm atau lebih besar, terjadi )83#2 jam setelah injeksi intra dermal antigen menunjukkan in'eksi masa lalu dan adanya antibodi tetapi tidak secara berarti menunjukkan penyakit akti'. d. :lisa*Costern Blot4 dapat menyatakan adanya @!/. e. Doto thorak4 dapat menunjukkan in'iltrasi lesi a,al pada area paru atas simpangan kalsium lesi sembuh primer atau e''use cairan. '. @istologi atau kultur jaringan paru4 positi' untuk mycobacterium tuberculosis,

21

22

g.

Biopsi jarum pada jaringan paru4 positi' untuk granulana Tb, adanya sel raksasa menunjukkan nekrosis,

h. 9ektrolit4 dapat tidak normal tergantung pada lokasi dan beratnya in'eksi. i. <(-4 dapat normal tergantung lokasi, berat dan kerusakan sisa pada paru. j. &emeriksaan 'ungsi paru4 penurunan kapasitas $ital, peningkatan ruang mati, peningkatan rasio udara dan kapasitas paru total dan penurunan saturasi oksigen sekunder terhadap in'iltrasi parenkim* 'ibrosis, kehilangan jaringan paru dan penyakit pleural (TB paru kronis luas ((oengoes, 2000

22

2+

..

Berikan jalan na'as tidak e'ekti' berhubungan dengan sekret kental, kelemahan upaya batuk buruk 1. &ola na'as tidak e'ekti' berhubungan dengan sekresi mukopurulen dan kekurangan upaya batuk 2. <angguan pertukaran gas berhubungan dengan penurunan permukaan e'ek paru. 0erusakan membran di al$eolar, kapiler, sekret ke$tal dan tebal +. &erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual, muntah, anoreksia. ). <angguan pada istirahat tidur berhubungan dengan sesak na'as dan batuk %. !ntoleransi akti$itas berhubungan dengan keletihan dan inadekuat oksigenasi untuk akti$itas. 5. 0urang pengetahuan mengenai kondisi aturan tindakan dan pencegahan berhubungan dengan jalan interpretasi inibrasi, keterbatasan kogniti'. #. ;esiko tinggi in'eksi terhadap penyebaran berhubungan dengan pertahan primer adekuat, kerusakan jaringan penakanan proses in'lamasi, malnutrisi.

#. (ok*s Inter2ensi 'an &asional 1. Bersihan jalan na'as tidak e'ekti' berhubungan dengan sekret kental, kelemahan upaya batuk buruk a. Tujuan 4 bersihan jalan na'as e'ekti' b. 0@ 4 pasien dapat mempertahankan jalan na'as dan mengeluarkan sekret tanpa bantuan

2+

2)

c. !nter$ensi 1 0aji 'ungsi perna'asan contoh bunyi na'as, kecepatan, irama, dan kelemahan dan penggunaan otot bantu. ;asional 4 &eningkatan bunyi na'as dapat menunjukkan

atelektasis, ronchi, mengi menunjukkan akumulasi sekret * ketidakmampuan untuk membersihkan jalan na'as yang dapat menimbulkan penggunaan otot akseseri perna'asan dan peningkatan kerja perna'asan. 2 7atat kemampuan untuk mengeluarkan mukosa batuk e'ekti', catat karakter, jumlah sputum, adanya hemoptisis ;asional 4 &engeluaran sulit bila sekret sangat tebal sputum berdarah kental * darah cerah (misal e'ek in'eksi, atau tidak kuatnya hidrasi . + Berikan klien posisi semi atau 'o,ler tinggi ;asional 4 &osisi membantu memaksimalkan ekspansi paru dan mekan upaya perna'asan. ) Bersihkan sekret dari mulut dan trakea, penghisapan sesuai keperluan ;asional 4 1encegah obstruksi respirasi, penghisapan dapat diperlukan bila pasien tidak mampu mengeluarkan sekret. % &ertahankan masukan cairan sedikitnya 2%00 m * hari kecuali kontra indikasi.

2)

2%

;asional 4 &emasukan mengencerkan dikeluarkan.

tinggi sekret,

cairan

membantu untuk

untuk mudah

membantu

2. &ola na'as tidak e'ekti' berhubungan dengan sekresi mukopurulen dan kekurangan upaya batuk a. Tujuan 4 setelah dilakukan tindakan kepera,atan pola na'as kembali akti' b. 0@ 4 dispnea berkurang, 'rekuensi, irama dan kedalaman dan perna'asan normal c. !nter$ensi 1 0aji kualitas dan kedalaman perna'asan penggunaan otot aksesoris, catat setiap perubahan ;asional 4 0ecepatan biasanya meningkat, dispnea terjadi

peningkatan kerja na'as, kedalaman perna'asan dan ber$ariasi tergantung derajat gagal na'as. 2 0aji kualitas sputum, ,arna, bau dan konsistensi ;asional 4 -danya sputum yang tebal, kental, berdarah dan purulen diduga terjadi sebagai masalah sekunder. + Baringkan klien untuk mengoptimalkan perna'asan (semi 'o,ler ;asional 4 &osisi duduk memungkinkan ekspansi paru maksimal upaya batuk untuk memobilisasi dan membuang sekret.

2%

25

+. <angguan pertukaran gas berhubungan dengan penurunan permukaan e'ek paru, kerusakan membran al$eolar, kapiler, sekret kental dan tebal a. Tujuan 4 tidak ada tanda3tanda dispnea b. 0@ 4 melaporkan tidak adanya penurunan dispnea, menunjukkan perbaikan $entilasi dan 62 jaringan adekuat dengan -<& dalam rentang normal, bebes dari gejala, distres perna'asan. c. !nter$ensi dan rasional 1 0aji dispnea, takipnea, tidak normal atau menurunnya bunyi na'as, peningkatan upaya perna'asan, terbatasnya ekspansi dinding dada dan kelemahan. ;asional 4 TB paru menyebabkan e'ek luas pada paru dari bagian kecil bronkopneumonia sampai in'lamasi di'us luas nekrosis e''ure pleural untuk 'ibrosis luas. 2 :$aluasi tingkat kesadaran, catat sianosis dan perubahan pada ,arna kulit, termasuk membran mukosa dan kuku ;asional 4 -kumulasi sekret * pengaruh jalan na'as dapat mengganggu 62 organ $ital dan jaringan. + Tunjukkan * dorong berna'as dengan bibir selama endikasi, khususnya untuk pasien dengan 'ibrosis atau kerusakan parenkim ;asional 4 1embuat tahanan mela,an udara luar untuk mencegah kolaps atau penyempitan jalan na'as, sehingga membantu menyebarkan udara melalui paru dan menghilangkan atau menurunkan na'as pendek.

25

2#

Tingkatkan tirah baring * batasi akti$itas dan bantu akti$itas pasien sesuai keperluan ;asional 4 1enurunkan konsumsi oksigen * kebutuhan selama periode penurunan perna'asan dapat menurunkan beratnya gejala.

0olaborasi medis dengan pemeriksaan -7& dan pemberian oksigen ;asional 4 1encegah pengeringan membran mukosa, membantu pengenceran sekret.

). &erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kelemahan, anoreksia, ketidakcukupan nutrisi a. Tujuan 4 kebutuhan nutrisi terpenuhi (tidak terjadi perubahan nutrisi b. 0riteria hasil 4 pasien menunjukkan peningkatan berat badan dan melakukan perilaku atau perubahan pola hidup. c. !nter$ensi dan rasional4 1 . 7atat status nutrisi pasien dari penerimaan, catat turgor kulit, berat badan dan derajat kekurangannya berat badan, ri,ayat mual atau muntah, diare. ;asional 4 berguna dalam mende'inisikan derajat* luasnya

masalah dan pilihan inter$ensi yang tepat. 2 . &astikan pada diet biasa pasien yang disukai atau tidak disukai.

2#

28

;asional 4 membantu

dalam

mengidenti'ikasi

kebutuhan

pertimbangan keinginan indi$idu dapat memperbaiki masukan diet. + . Selidiki anoreksia, mual dan muntah dan catat kemungkinan

hubungan dengan obat, a,asi 'rekuensi, $olume konsistensi 'eces. ;asional 4 (apat mempengaruhi pilihan diet dan mengidenti'ikasi area pemecahan masalah untuk meningkatkan

pemasukan atau penggunaan nutrien. ) . (orong dan berikan periode istirahat sering. ;asional 4 1embantu menghemat energi khususnya bila

kebutuhan meningkat saat demam. % . Berikan pera,atan rnulut sebelum dan sesudah tindakan perna'asan. ;asional 4 1enurunkan rasa tidak enak karena sisa sputum atau obat untuk pengobatan respirasi yang merangsang pusat muntah. 5 . (orong makan sedikit dan sering dengan makanan tinggi protein. ;asional 4 1asukan nutrisi tanpa kelemahan yang tidak perlu atau kebutuhan energi dari makan makanan banyak dari menurunkan iritasi gaster. # . 0olaborasi, rujuk ke ahli diet untuk menentukan komposisi diet.

28

2"

;asional 4 bantuan dalam perencanaan diet dengan nutrisi adekuat untuk kebutuhan metabolik dan diet. %. <angguan pola istirahat tidur berhubungan dengan sesak na'as dan batuk. a. Tujuan 4 agar pola tidur terpenuhi. b. 0riteria hasil 4 pasien dapat istirahat tidur tanpa terbangun. c. !nter$ensi dan rasional4 1 . (iskusikan perbedaan indi$idual dalam kebutuhan tidur

berdasarkan hal usia, tingkat akti$itas, gaya hidup tingkat stress. ;asional 4 rekomendasi yang umum untuk tidur 8 jam tiap malam nyatanya tidak mempunyai 'ungsi dasar ilmiah indi$idu yang dapat rileks dan istirahat dengan mudah memerlukan sedikit tidur untuk merasa segar kembali dengan bertambahnya usia, ,aktu tidur. Total secara umum menurun, khususnya tidur tahap !/ dan ,aktu tahap meningkat. 2 . Tingkatkan relaksasi, berikan lingkungan yang gelap dan terang, berikan kesempatan untuk memilih penggunaan bantal, linen dan selimut, berikan ritual ,aktu tidur yang menyenangkan bila perlu pastikan $entilasi ruangan baik, tutup pintu ruangan bila klien menginginkan.

2"

+0

;asional 4 tidur akan sulit dicapai sampai tercapai relaksasi, lingkungan rumah sakit dapat mengganggu relaksasi. 5. !ntoleransi akti$itas yang berhubungan dengan keletihan dan inadekuat oksigen untuk akti$itas. a. Tujuan 4 agar akti$itas kembali e'ekti'. b. 0riteria hasil 4 pasien mampu melakukan -(=nya secara mandiri dan tidak kelelahan setelah berakti$itas. c. !nter$ensi dan rasional4 1 . .elaskan akti$itas dan 'aktor yang meningkatkan kebutuhan oksigen seperti merokok. suhu sangat ekstrim, berat badan kelebihan, stress. ;asional 4 merokok, suhu ekstrim dan stress menyebabkan $asokastriksi yang meningkatkan beban kerja jantung dan kebutuhan oksigen, berat badan berlebihan, meningkatkan tahapan peri'er yang juga meningkatkan beban kerja jantung. 2 . Secara bertahap tingkatan akti$itas harian klien sesuai peningkatan toleransi. ;asional 4 mempertahankan perna'asan lambat, sedang dan latihan yang dia,asi memperbaiki kekuatan otot asesori dan 'ungsi perna'asan. + . 1emberikan dukungan emosional dan semangat

+0

+1

;asional 4 rasa

takut

terhadap

kesulitan

berna'as

dapat

menghambat peningkatan akti$itas. ) . Setelah akti$itas kaji respon abnormal untuk meningkatkan akti$itas. ;asional 4 intoleransi akti$itas dapat dikaji dengan menge$aluasi jantung sirkulasi dan status perna'asan setelah berakti$itas. #. 0urang pengetahuan (kebutuhan belajar mengenai kondisi, aturan

tindakan dan pencegahan berhubungan dengan salah satu interprestasi in'ormasi, keterbatasan kogniti', tidak lengkap in'ormasi yang ada. a. Tujuan 4 pengetahuan pasien bertambah tentang penyakit TB &aru. b. 0riteria hasil 4 pasien menyatakan mengerti tentang penyakit TB &aru. c. !nter$ensi dan rasional4 1 . 0aji kemampuan pasien untuk belajar ;asional 4 belajar tergantung pada emosi dari kesiapan 'isik dan ditingkatkan pada tahapan indi$idu. 2 . Berikan instruksi dan in'ormasi tertulis pada pasien untuk rujukan contoh4 jad,al obat.

+1

+2

;asional 4 in'ormasi tertulis menentukan hambatan pasien untuk mengingat sejumlah besar in'ormasi pengulangan menguatkan belajar. + . .elaskan dosis obat, 'rekuensi pemberian, kerja yang diharapkan dan alasan pengobatan lama, dikaji potensial interaksi dengan obat atau subtansi lain. ;asional 4 meningkatkan kerjasama dalam program pengobatan dan mencegah penghentian obat sesuai perbaikan kondisi pasien.. ) . (orong untuk tidak merokok. ;asional 4 meskipun merokok tidak merangsang berulangnya TB7 tetapi meningkatkan dis'ungsi perna'asan. % . 0aji bagaimana yang ditularkan kepada orang lain ;asional 4 pengetahuan dapat menurunkan resiko penularan atau reakti$itas ulang juga komperkasi sehubungan dengan reakti$itas. 8. ;esiko tinggi in'eksi terhadap penyebaran atau akti$itas ulang berhubungan dengan pertahanan primer tidak adekuat, kerusakan jaringan, penekanan proses in'lamasi, mal nutrisi. a. Tujuan 4 tidak terjadi in'eksi terhadap penyebaran. b. 0riteria hasil 4 pasien mengidenti'ikasi inter$ensi untuk mencegah atau menurunkan resiko penyebaran in'eksi, melakukan perubahan pola hidup.

+2

++

c. !nter$ensi dan rasional4 1 . 0aji patologi penyakit dan potensial penyebaran in'eksi melalui droplet udara selama batuk, bersin, meludah, bicara, terta,a. ;asional 4 membantu pasien menyadari* menerima perlunya mematuhi program pengobatan untuk mencegah pengakti'an berulang atau komplikasi serta membantu pasien atau orang terdekat untuk mengambil langkah untuk mencegah in'eksi ke orang lain. 2 . !denti'ikasi orang lain yang beresiko, missal4 anggota keluarga, sahabat karib* teman. ;asional 4 orang3orang yang terpejan ini perlu program terapi obat untuk mencegah penyebaran* terjadinya in'eksi. + . 0aji tindakan kontrol in'eksi sementara, missal4 masker atau isolasi perna'asan. ;asional4 dapat membantu menurunkan rasa terisolasi pasien dan membuang stigma sosial sehubungan dengan penyakit menular. ) . -njurkan pasien untuk batuk* bersin dan mengeluarkan pada tisu dan menghindari meludah. 0aji pembuangan tisu sekali pakai dan teknik mencuci tangan yang tepat, dorong untuk mengulangi demonstrasi. ;asional 4 perilaku yang diperlukan untuk mencegah penyebaran

++

+)

% . Tekanan pentingnya tidak menghentikan terapi obat. ;asional 4 periode singkat berakhir 23+ hari setelah kemoterapi a,al, tetapi pada adanya rongga atau penyakit luas, sedang resiko penyebaran in'eksi dapat berlanjut sampai + bulan. 5 . (orong memilih mencerna makanan seimbang, berikan makan sering, makanan kecil pada jumlah, makanan besar yang tepat. ;asional 4 adanya anoreksia (mal nutrisi sebelumnya,

merendahkan tahapan terhadap proses in'eksi dan mengganggu penyembuhan, makanan kecil dapat meningkatkan pemasukan semua.

+)

+%

DA(,A& PU%,A#A -rthur c. <uyton, 1.( & .onh :. @all (200# , Buku Ajar Fisilogi Kedokteran, :disi !!, .akarta 4 :<7 Brunner & Suddarth. (2002 . Keperawatan Medikal Beda! vol " edisi 8, .akarta4 :<7 <uyton & @all. (200# . Buku Ajar Fisiologi Kedokteran edisi II, .akarta4 :<7 <reen, =a,rence (1""5 . #ealt! $ducation and promotion, 1ay'ield !nc., Baltimore. Sara'ino, :.&, .ohn ,iley & Son (1""0 , #ealt! %s&c!olog& Biops&c!osocial interactions, 9e, Eork. Sudoyo, -ru. C (2005 . Buku Ajar %en&akit 'alam, D0>! .akarta

+%