Anda di halaman 1dari 15

1. Memahami dan menjelaskan makroskopis dan mikroskopis vesika urinaria dan uretra 1.

1 Memahami dan menjelaskan makroskopis Vesika Urinaria dan Urethra

Vesika urinaria Adalah organ muscular berongga yang berfungsi sebagai container penyimpanan urine. 1. Lokasi. Pada laki-laki , kandung kemih terletak tepat d belakang simfisis pubis dan di depan rectum. Pada perempuan, organ ini terletak agak di ba ah uterus di depan !agina. Ukuran organ ini sebesar kacang kenari dan terletak di pel!is saat kosong" organ berbentuk seperti buah pir dan dapat mencapai umbilicus dalam rongga abdominopel!is jika penuh berisi urine. #erbentuk piramid $ sisi % Ape& menuju !entral atas #asis 'fundus( menuju dorso caudal )orpus terletak antara ape& * fundus +. Struktur ,andung kemih d topang dalam rongga pel!is dengan lipatan-lipatan peritoneum dan kondensasi fasia Serosa adalah lapisan terluar. -apisan ini merupakan perpanjangan lapisan peritoneal rongga abdominopel!is dan hanya ada di bagian atas pel!is. Otot dektruksor adalah lapisan tengah. -apisan ini tersusun dari berkas-berkas otot polos yang satu sama yang lain saling membentuk sudut. .ni untuk memastikan bah a selama urinasi, kandung kemih akan berkontraksi dengan serempak ke segala arah. Submukosa adalah lapisan jaringan ikat yang teletak di ba ah mukosa dan menghubungkan dengan muskularis. Mukosa adalah lapisan terdalam. -apisan ini merupakan lapisan epitel yang tersusun dari epithelium transisional. Pada kandung kemih yang relaks, mukosa mmbentuk ruga 'lipatanlipatan(, yang akan memipih dan mengembang saat urine berakumulasi dalam kandung kemih. 3. Trigonum adalah area halus, triangular, dan relati!e tidak dapat berkembang yang terletak secara internal di bagian dasar kandung kemih. /udut-sudutnya dari tiga lubang. 0isudut atas trigonum, dua ureter bermuara ke kandung kemih. .retra keluar dari kandung kemih di bagian apeks trigonum. Uretra Mengalirkan urine dari kandung kemih kebagian eksterior tubuh. o Pada laki-laki,uretra mamba a cairan semen dan urine,tetapi tidak pada aktu yang bersamaan.Uretra laki-lakipanjangnya mencapai +1 cm dan melalui kelenjar prostat dan penis. a. Uretra prostatic : dikelilingi oleh kelenjar prostat.Uretra ini menerima dua duktus ejakulator yang masing-masing terbantuk dari penyatuan duktus deferen dan duktus kelenjar !esikel seminal,serta menjadi tempat bermuaranya sejumlah duktus dari kelenjar prostat. b. Uretra membranosa : adalah bagian yang terpendek '1 cm sampai + cm(.#agian ini berdinding tipis dan dikelilingi otot rangka sfingter uretra ekternal. c. Uretra kavernous penile!bersepons" : merupakan bagian yang terpanjang .#agian ini menerima duktus kalenjar bulbouretra dan merentang sampai ori#isium uretra eksternal pada ujang penis. tepat sebelum ujung penis, uretra mambesar untuk membentuk suatu
2

dilatasi kecil.! #osa navicularis. Uretra ka!ernus dikelilingi korpus spongiosom! yaitu suatu kerangka ruang !ena yang besar. o Uretra pada perempuan,berukuran pendek '$,23cm(.saluran ini membuka keluar tubuh mellui ori#isium uretra ekternal yang terletak dalam !estibulum antara klitoris dan mulut !agina. ,elenjar uretra yang homolog dengan kelenjar prostat pada laki-laki, bermuara kedalam uretra. 1.+ Mikroskopis traktus urinarius Vesica Urinaria 4erdiri dari epitel transisional, di ba ah epitel terdapat muskularis mukosa yg tidak utuh yang di bentuk oleh serat otot kecil yg tidak beraturan, dan banyak serat saraf. -amina propianya tebal denga lapis luar yang longgar. 4unika muskularisnya terdiri dari $ lapisan % o -apisan dalam longitudinal o -apisan tengah sirkular o -apisan luar longitudinal -apisan sirkular tengah paling mencolok dan membentuk sfingter tebal sekitar muara urethta dalam. -apisan ad!entisia terdiri atas lapisan fibro-elastis, hanya lapisan superior kandung kemih yang ditutupi peritoneum secara longgar. Urethra Urethra Maskulina % epitel pembatas uretra prostatica adalah epitel transisional, tetapi pada bagian lain berubah menjadi epitel berlapis atau bertingkat silindris. 5ossa na!icularis dibatasi epitel selapis gepeng, terdapat sel goblet. 0i ba ah epitel terdapat lamina propia yang terdiri dari jaringa ikat fibro elastic longgar. Membran mukosa tidak beraturan denga lekukan kecil yg meluas ke dalam membentuk kelenjar tubular'littre(. Urethra feminima % epitel pembatasnya adalah berlapis gepeng, dengan bercak-bercak epitel bertingkat silindris. -amina propianya merupakan jaringan ikat fibrosa longgar yang ditandai dengan banyaknya sinus !enosus mirip jaringan ca!ernosa. $. Memahami dan menjelaskan #isiologi proses berkemih +.1. Proses berkemih %engisian &andung &emih. 0inding ureter terdiri dari otot polos yang tersusun dalam serabut-serabut spiral, longitudinal dan sirkuler, tetapi batas yang jelas dari lapisan otot ini tidak terlihat. ,ontraksi peristalitik yang reguler terjadi 1-3 kali permenit yang menggerakkan urine dari pel!is ginjal ke kandung kemih, dimana urine masuk dengan cepat dan sinkron sesuai dengan gerakan gelombang peristaltik. Ureter berjalan miring melalui dinding kandung kemih dan alaupun disini tidak terdapat alat seperti spingter uretra, jalannya yang miring cenderung membiarkan ureter tertutup, kecuali se aktu gelombang peristaltik guna mencegah refluk urine dari kandung kemih. /e aktu pengisisan normal kandung kemih, akan terjadi hal-hal sebagai berikut% o /ensasi kandung kemih harus intak
3

o ,andung kemih harus tetap dapat berkontraksi dalam keadaan tekanan rendah alaupun !olume urine bertambah. o #ladder outlet harus tetap tertutup selama aktu pengisian ataupun saat terjadi peninggian tekanan intra abdomen yang tiba-tiba. o ,andung kemih harus dalam keadaan tidak berkontraksi in!olunter. %engosongan &andung &emih. ,andung kemih hanya mempunyai dua fungsi yaitu untuk mengumpulkan 'pengisian( dan mengeluarkan 'pengosongan( urin menurut kehendak. Aktifitsas sistem saraf untuk kedua sistem ini adalah berbeda. Proses berkemih adalah suatu proses yang sangat komplet dan masih banyak membingungkan. #erkemih dasarnya adalah suatu reflek spinal yang dirangsang dan dihambat oleh pusat-pusat di otak, seperti halnya perangsangan defekasi, dan penghambatan ini !olunter. Urine yang masuk kedalam kandung kemih tidak menimbulkan kenaikan tekanan intra !esikal yang berarti, sampai kandung kemih benar-benar terisi penuh. /eperti otot polos lainnya otot-otot kandung kemih juga mempunyai sifat elastis bila diregangkan. Pengosongan kandung kemih melibatkan banyak faktor, tetapi faktor tekanan intra !esikal yang dihasilkan oleh sensasi rasa penuh adalah merupakan pertama untuk berkontraksinya kandung kemih secara !olunter. /elama berkemih otot-otot perineal dan muskulus spingter uretra eksternus mengalami relaksasi, sedangkan muskulus detrusor mengalami kontraksi yang menyebabkan urin keluar melalui uretra. Pita-pita otot polos yang terdapat pada sisi uretra tampaknya tidak mempunyai peranan se aktu berkemih, dimana fungsi utamanya diduga untuk mencegah refluk semen kedalam kandung kemih se aktu ejakulasi Mekanisme pengeluaran urine secara !olunter, mulainya tidak jelas. /alah satu peristi a yang menga alinya adalah relaksasi otot diafragma pel!is yang menyebabkan tarikan otot-otot detrusor keba ah untuk memulai kontraksinya. 6tot-otot perineal dan spingter eksterna berkontraksi secara !olunter yang mencegah urine masuk kedalam uretra atau menghentikan aliran saat berkemih telah dimulai. 7al ini diduga merupakan kemampuan untuk mempertahankan spingter eksterna dalam keadaan berkontraksi, dimana pada orang de asa dapat menahan kencing sampai ada kesempatan untuk berkemih. /etelah berkemih uretra anita kosong akibat gra!itasi, sedangkan urine yang masih ada dalam uretra laki-laki dikeluarkan oleh beberapa kontraksi muskulus bulbo ka!ernosus Pada orang de asa !olume urine normal dalam kandung kemih yang menga ali reflek kontraksi adalah $11-811 ml. 0idalam otak terdapat daerah perangsangan untuk berkemih di pons dan daerah penghambatan di mesensefalon. ,andung kemih dapat dibuat berkontraksi alau hanya mengandung beberapa milliliter urine oleh perangsangan !olunter reflek pengosongan spiral. ,ontraksi !olunter otot-otot dinding perut juga membantu pengeluaran urine dengan menaikkan tekanan intra abdomen. Pada saat kandung kemih berisi $11-811 cc terasa sensasi kencing dan apabila dikehendaki atas kendali pusat terjadilah proses berkemih yaitu relaksasi spingter 'internus dan eksternus( bersamaan itu terjadi kontraksi otot detrusor buli-buli. 4ekanan uretra posterior turun 'spingter( mendekati 1 cm7+6 sementara itu tekanan didalam kandung kemih naik sampai 81 cm7+6 sehingga urin dipancarkan keluar

3. Memahami dan menjelaskan in#eksi saluran kemih


4

$.1 0efinisi .nfeksi /aluran ,emih './,( adalah keradangan bakterial saluran kemih disertai adanya kolonisasi mikroba di urin. /aluran kemih meliputi ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra. $.+. 9tiologi #akteri infeksi saluran kemih dapat disebabkan oleh bakteri-bakteri di ba ah ini % :;AM <9:A4.5 'amil( 9nterobacteriaceae )enus 9scherichia ,lebsiella Spesies coli pneumonia o&ytosa Proteus mirabilis !ulgaris 9nterobacter cloacae aerogenes Pro!idencia rettgeri stuartii Margonella )itrobacter morganii freundii di!ersus /erratia Pseudomonadaceae Pseudomonas morcescens aeroginosa

E.coli merupakan mikroorganisme yang paling sering diisolasi dari pasien dengan infeksi simtomatik * asimtomatik " penyebab =1> kasus, kuman hemolisin '?(, tahan serum, faktor !irulensi pili P.

Proteus spp '$$> ./, anak laki-laki berusia 3 tahun(, Klebsiella spp, dan Staphylococcus dengan koagulase negatif, dengan cara pertumbuhan % menjalar, 7+/ '?(, urease '?(.

.nfeksi yang disebabkan Pseudomonas sppdan mikroorganisme lainnya seperti Staphylococcus jarang dijumpai, kecuali pasca kateterisasi.

Klebsiella merupakan bakteri batang gram negatif, gerak '-(, mempunyai kapsul tebal 'untuk menghambat fagositosis(, antigen 6 menghambat lisis oleh komplemen.

Enterobacter % serupa dengan Klesbiella, hanya gerak '?( " penyebab infeksi nosokomial, dan ./,, umumnya resisten terhadap penisilin.
6

Pada penyakit kelamin, bateri yang menyebabkannya adalah % o <eisseria gonorhoeae pada penyakit :onorea o 4reponema pallidum pada penyakit sifilis o )lamydia trachomatis pada uretritis nonspesifik o 7aemophylus ducreyi pada syankroid o )alymmatobacter granulomatis pada granuloma inguinale. Penyebab ./, bisa bermacam-macam mikroorganisme, terbanyak adalah kuman yang berasal dari saluran cerna yaitu kuman 9scherichia coli ' 9.coli ( terutama pada ./, sederhana. Mikroorganisme seperti chlamydia dan mycoplasma dapat menyerang pria dan anita, infeksi yang disebabkan oleh bakteri tersebut hanya berada di dalam uretra dan sistem reproduksi. )hlamydia dan mycoplasma ditularkan secara hubungan seksual. 3.3. &lasi#ikasi Panjangnya uretra laki-laki cenderung manghambat in!asi kandung kemih 'sistitis ( yang lebih sering bakteri terjadi pada perempuan. &omplikasi *S& tergantung dari tipe (aitu : ./, /ederhana ' uncomplicated ( ./, akut tipe sederhana ' sistitis ( yaitu non @ obstruksi dan bukan perempuan hamil merupakan penyakit ringan ' self limited disease ( dan tidak menyebabkan akibat lanjut jangka lama. ./, tipe berkomplikasi ' complicated ( o ./, selama kehamilan. ./, selama kehamilan dari umur kehamilan./, o ./, pada diabetes mellitus. Penelitian epidemiologi klinik melaporkan bakteriuria dan ./, lebih sering di temukan pada 0M dibandingkan perempuan tanpa 0M. ,lasifikasi infeksi saluran kemih sebagai berikut % 1. ,andung kemih 'sistitis( +. Uretra 'uretritis( $. Prostat 'prostatitis( 8. :injal 'pielonefritis( .nfeksi /aluran ,emih './,( pada usia lanjut, dibedakan menjadi% 1. ./, uncomplicated 'simple( ./, sederhana yang terjadi pada penderita dengan saluran kencing tak baik, anatomic maupun fungsional normal. ./, ini pada usi lanjut terutama mengenai penderita anita dan infeksi hanya mengenai mukosa superficial kandung kemih. +. ./, complicated /ering menimbulkan banyak masalah karena sering kali kuman penyebab sulit diberantas, kuman penyebab sering resisten terhadap beberapa macam antibiotika, sering terjadi bakterimia, sepsis dan shock. ./, ini terjadi bila terdapat keadaan-keadaan sebagi berikut% o ,elainan abnormal saluran kencing, misalnya batu, refle& !esiko uretral obstruksi, atoni kandung kemih, paraplegia, kateter kandung kencing menetap dan prostatitis. o ,elainan faal ginjal% ::A maupun ::,. o :angguan daya tahan tubuh o .nfeksi yang disebabkan karena organisme !irulen sperti prosteus spp yang memproduksi urease.
7

3.+. %atogenesis dan %ato#isiologi .nfeksi dapat terjadi melalui penyebaran hematogen 'neonatus( atau secara asending 'anak-anak(. 5aktor predisposisi infeksi adalah fimosis, alir-balik !esikoureter 'refluks !esikoureter(, uropati obstruktif, kelainan kongenital buli-buli atau ginjal, dan diaper rash. Patogenesis infeksi saluran kemih sangat kompleks, karena tergantung dari banyak faktor seperti faktor pejamu 'host( dan faktor organismenya. #akteri dalam urin dapat berasal dari ginjal, pielum, ureter, !esika urinaria atau dari uretra. #eberapa faktor predisposisi ./, adalah obstruksi urin, kelainan struktur, urolitiasis, benda asing, refluks atau konstipasi yang lama. Pada bayi dan anak anak biasanya bakteri berasal dari tinjanya sendiri yang menjalar secara asending. #akteri uropatogenik yang melekat pada pada sel uroepitelial, dapat mempengaruhi kontraktilitas otot polos dinding ureter, dan menyebabkan gangguan peristaltik ureter. Melekatnya bakteri ke sel uroepitelial, dapat meningkatkan !irulensi bakteri tersebut. Mukosa kandung kemih dilapisi oleh glycoprotein mucin layer yang berfungsi sebagai anti bakteri. ;obeknya lapisan ini dapat menyebabkan bakteri dapat melekat, membentuk koloni pada permukaan mukosa, masuk menembus epitel dan selanjutnya terjadi peradangan. #akteri dari kandung kemih dapat naik ke ureter dan sampai keginjal melalui lapisan tipis cairan 'films of fluid(, apalagi bila ada refluks !esikoureter maupun refluks intrarenal. #ila hanya buli buli yang terinfeksi, dapat mengakibatkan iritasi dan spasme otot polos !esika urinaria, akibatnya rasa ingin miksi terus menerus 'urgency( atau miksi berulang kali 'frequency(, sakit aktu miksi 'dysuri(. Mukosa !esika urinaria menjadi edema, meradang dan perdarahan 'hematuria(. .nfeksi ginjal dapat terjadi melalui collecting system. Pel!is dan medula ginjal dapat rusak, baik akibat infeksi maupun oleh tekanan urin akibat refluks berupa atrofi ginjal. Pada pielonefritis akut dapat ditemukan fokus infeksi dalam parenkim ginjal, ginjal dapat membengkak, infiltrasi lekosit polimorfonuklear dalam jaringan interstitial, akibatnya fungsi ginjal dapat terganggu. Pada pielonefritis kronik akibat infeksi, adanya produk bakteri atau Aat mediator toksik yang dihasilkan oleh sel yang rusak, mengakibatkan parut ginjal 'renal scarring(. 3.,. Manis#estasi klinis :ejala klinis ./, dapat ber!ariasi dan tumpang tindih. ./, ba ah dapat berupa % o <yeri atau rasa terbakar pada saat kencing o /ering kencing o 4idak dapat menahan kencing o ;asa susah kencing o <yeri perut bagian ba ah o 0emam ./, atas dapat berupa % o 0emam o Muntah o <yeri kosto-!ertebral yaitu nyeri di belakang atau samping sekitar pinggang :ejala klinis pada anak % o Anak B $ tahun % demam, muntah, gelisah o Anak C $ tahun % demam, nyeri perut, muntah, hilang nafsu makan, sering kencing, nyeri pada saat kencing
8

:ejala klinis infeksi saluran air kemih bagian ba ah secara klasik yaitu nyeri bila buang air kecil 'dysuria(, sering buang air kecil 'freDuency(, dan ngompol. :ejala infeksi saluran kemih bagian ba ah biasanya panas tinggi, gejala gejala sistemik, nyeri di daerah pinggang belakang. <amun demikian sulit membedakan infeksi saluran kemih bagian atas dan bagian ba ah berdasarkan gejala klinis saja. :ejala infeksi saluran kemih berdasarkan umur penderita adalah sebagai berikut % o #ulan % :angguan pertumbuhan, anoreksia, muntah dan diare, kejang, koma, panasEhipotermia tanpa diketahui sebabnya, ikterus 'sepsis(. o 1 bln-+ thn% PanasEhipotermia tanpa diketahui sebabnya, gangguan pertumbuhan, anoreksia, muntah, diare, kejang, koma, kolik 'anak menjerit keras(, air kemih berbauEberubah arna, kadang-kadang disertai nyeri perutEpinggang. o +-F thn % PanasEhipotermia tanpa diketahui sebabnya, tidak dapat menahan kencing, polakisuria, disuria, enuresis, air kemih berbau dan berubah arna, diare, muntah, gangguan pertumbuhan serta anoreksia. o F-1= thn % <yeri perutEpinggang, panas tanpa diketahui sebabnya, tak dapat menahan kencing, polakisuria, disuria, enuresis, air kemih berbau dan berubah arna. 3.-. .iagnosis :ambaran klinis ./, sangat ber!ariasi mulai dari tanpa gejala hingga menunjukkan gejala yang sangat berat akibat kerusakan pada organ-organ lain Pada umumnya, infeksi akut yang mengenai organ padat 'ginjal, prostat, epidemidis dan testis( emmberikan keluhan yang hebat sedangkan infeksi pada organ-organ berongga 'buli-buli, ureter dan pielum( memberikan keluhan yang lebih ringan. Anamnesis% o ./, ba ah% frekuensi, disuria terminal, polakisuria, nyeri suprapubik. ./, o ./, atas % nyeri pinggang, demam, menggigil, mual dan muntah, hematuria Pemeriksaan fisis% febris, nyeri tekan suprapubik, nyeri ketok sudut kosto!ertebra -aboratorium% lekositosis, lekosituria, kultur urin '?(% bakteriuria C113Eml urin 3./. .iagnosis banding ;adang genitalia eksterna, !ul!itis dan !aginitis yang disebabkan oleh ragi 'yeast(, cacing kremi, dan agen lain yang dapat disertai dengan gejala yang sama dengan /istitis. /istitis !irus dan kimia i harus dibedakan dari sistitis bakterial berdasarkan atas ri ayat penyakit dan hasil biakan urin. /ecara radiografi, ginjal hipoplastik dan displastik, atau ginjal kecil akibat gangguan !askular dapat tampak sama dengan Pielonefritis kronik. #iasanya terdapat refluks !esikoureter /istitis hemoragik akut seringkali disebabkan E. Coli " telah dihubungkan juga dengan Adeno!irus 11 dan +1
9

/istitis Adeno!irus lebih sring terdapat pada laki-laki " dapat sembuh dengan sendirinya " dengan hematuria yang berlangsung selama 8 hari. /istitis 9osinofilik merupakan bentuk jarang /istitis, asalnya tidak jelas dan kadangkadang ditemukan pada anak-anak. :ejala umum adalah sistitis dengan hematuria, dilatasi ureter dan gagalnya pengisisan !esika urinaria yang disebabkan oleh massa yang secra histologis terdiri dari radang dengan eosinofil. 3.0. &omplikasi Panjangnya uretra laki-laki cenderung manghambat in!asi kandung kemih 'sistitis ( yang lebih sering bakteri terjadi pada perempuan. &omplikasi *S& tergantung dari tipe (aitu : ./, /ederhana ' uncomplicated ( ./, akut tipe sederhana ' sistitis ( yaitu non @ obstruksi dan bukan perempuan hamil merupakan penyakit ringan ' self limited disease ( dan tidak menyebabkan akibat lanjut jangka lama. ./, tipe berkomplikasi ' complicated ( ./, selama kehamilan. ./, selama kehamilan dari umur kehamilan./, ./, pada diabetes mellitus. Penelitian epidemiologi klinik melaporkan bakteriuria dan ./, lebih sering di temukan pada 0M dibandingkan perempuan tanpa 0M. 3.1. %rognosis 1. #ila segera diobati umumnya baik +. 0apat terjadi gagal ginjal $. Pada sistitis hampir selalu reinfeksi 8. Pada saluran kemih atas lebih banyak terjadi relaps +. Memahami dan menjelaskan pemerikaan lab dan penunjang +.1. %emeriksaan #isik #uli @ buli yang berisi dapat diraba di region hipogastrika berupa tahanan yang lunak atau elastic. Palpasi dapat memberikan kesan seberapa besar isi buli @ buli. Palpasi !esica urinaria % Vesica urinaria yang penuh pada orang de asa yang menonjol ke abdomen dan dapat diraba melalui dinding anterior abdomen di atas symphysis pubica. %alpasi bimanual !esica urinaria yang kosong dengan atau tanpa anestesi umum merupakan cara penting untuk memeriksa !esica urinaria. Pada laki @ laki, satu tangan di letakkan pada dinding anterior abdomen, dan jari telunjuk bersarung tangan dari tangan yang lain di masukkan ke dalam rectum. 0ari pengetahuan anatominya, mahasis a dapat mengetahui bah a dinding !esica urinaria dapat diraba di antara jari @ jari pemeriksa. Pada pemeriksaan perempuan, pemeriksaan abdomino!aginal di lakukan dengan cara yang sama. Pada anak @ anak !esica urinaria terletak dalam posisi yang lebih tinggi dari pada orang de asa karena ukuran pel!isnya lebih kecil. +.$. %emeriksaan penunjang
10

0P-, urinalisis, kultur urin dan tes resistensi kuman, tes fungsi ginjal, gula darah, foto #<6-.VP, U/: ginjal ,. Memahami dan menjelaskan penatalaksanaan ,.1. 'armako terapi ./, ba ah Prinsip pengobatannya adalah intake cairan yang banyak,antibiotic adekuat,dan jika perlu terapi simptomatik untuk alkalinisasi urin% 7ampir =1> pasien akan memberikan suatu respon setelah 8=jam dengan antibiotic tunggal,seperti ampicilin $gr,trimetroprim +11mg #ila infeksi menetap disertai kelainan urinalisis diperlukan terapi kon!ensional selama 311hari Pemeriksaan mikroskopik urin dan biakan tidak diperlukan bila semua gejala hilang tanpa lekosuria .nfeksi berulang% 0isertai factor predisposisi % terapi antibiotic yang intensif 4anpa factor predisposes % asupan cairan banyak,antibiotic trimetroprim +11mg Antibiotic jangka panjang sampai Fbulan ./, ba ah% Pielonefritis akut% o ;a at inap untuk memelihara status hidrasi o 4erapi parenteral 8=jam o Antibiotic yang digunakan sebelum diketahui etiologi% 5luorokuinolon, Amiglikosida dan atau tanpa ampisilin, /efalosporin. ,.$. %encegahan o #agi anita, setelah buang air kencing membasuh dari depan ke belakang untuk mencegah masuknya bakteri dari anus ke dalam uretra. o #anyak minum air putih. o /egera buang air kecil apabila bila kandung kemih sudah terasa penuh -. Memahami dan mejelaskan pandangan islam -.1. &esucian lahir dan batin 7ai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, 'jangan pula hampiri mesjid( sedang kamu dalam keadaan junub G$11H, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. 0an jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik 'suci(" sapulah mukamu dan tanganmu. /esungguhnya Allah Maha PemaIaf lagi Maha Pengampun.
11

#ersuci merupakan persyaratan dari beberapa macam ibadah, karena itu bersuci memperoleh tempat yang utama dalam ajaran .slam. #erbagai aturan dan hukum ditetapkan oleh syara dengan maksud antara lain agar manusia menjadi suci dan bersih baik lahir maupun batin. ,esucian dan kebersihan lahir dan batin merupakan pangkal keindahan dan kesehatan. 6leh karena itu hubungan kesucian dan kebersihan dengan keindahan dan kesehatan erat sekali. Pokok dari ajaran islam tentang pengaturan hidup bersih, suci dan sehat bertujuan agar setiap muslim dapat melaksanakan tugas dan ke ajibannya sebagai khalifah di muka bumi. ,ebersihan dan kesucian lahir dan batin merupakan hal yang utama dan terpuji dalam ajaran .slam, karena dengan kesucian an kebersihan dapat meningkatkan derajat harkat dan martabat manusia di hadirat Allah /J4 -.$ Ta(amum 4ayamum adalah pengganti udhu atau mandi ajib yang tadinya seharusnya menggunakan air bersih digantikan dengan menggunakan tanah atau debu yang bersih. Kang boleh dijadikan alat tayamum adalah tanah suci yang ada debunya. 0ilarang bertayamum dengan tanah berlumpur, bernajis atau berbingkah. Pasir halus, pecahan batu halus boleh dijadikan alat melakukan tayamum. 6rang yang melakukan tayamum lalu shalat, apabila air sudah tersedia maka ia tidak ajib mengulang sholatnya. <amun untuk menghilangkan hadas, harus tetap mengutamakan air daripada tayamum yang ajib hukumnya bila sudah tersedia. 4ayamum untuk hadas hanya bersifat sementara dan darurat hingga air sudah ada. 4ayamum yang telah dilakukan bisa batal apabila ada air dengan alasan tidak ada air atau bisa menggunakan air dengan alasan tidak dapat menggunakan air tetapi tetap melakukan tayamum serta sebab musabab lain seperti yang membatalkan udu dengan air. /ebab E Alasan Melakukan 4ayamum % 0alam perjalanan jauh Lumlah air tidak mencukupi karena jumlahnya sedikit 4elah berusaha mencari air tapi tidak diketemukan Air yang ada suhu atau kondisinya mengundang kemudharatan Air yang ada hanya untuk minum Air berada di tempat yang jauh yang dapat membuat telat shalat Pada sumber air yang ada memiliki bahaya /akit dan tidak boleh terkena air /yarat /ah 4ayamum % 4elah masuk aktu salat Memakai tanah berdebu yang bersih dari najis dan kotoran Memenuhi alasan atau sebab melakukan tayamum
12

/udah berupaya E berusaha mencari air namun tidak ketemu 4idak haid maupun nifas bagi anita E perempuan Menghilangkan najis yang yang melekat pada tubuh /unah E /unat ,etika Melaksanakan 4ayamum % Membaca basmalah Menghadap ke arah kiblat Membaca doa ketika selesai tayamum Medulukan kanan dari pada kiri Meniup debu yang ada di telapak tangan Menggodok sela jari setelah menyapu tangan hingga siku ;ukun 4ayamum % <iat 4ayamum. Menyapu muka dengan debu atau tanah. Menyapu kedua tangan dengan debu atau tanah hingga ke siku. 4ata )ara E Praktek 4ayamum % Membaca basmalah ;enggangkan jari-jemari, tempelkan ke debu, tekan-tekan hingga debu melekat. Angkat kedua tangan lalu tiup telapat tangan untuk menipiskan debu yang menempel, tetapi tiup ke arah berlainan dari sumber debu tadi. <iat tayamum % <a aytuttayammuma listibaa hatishhalaati fardhollillahi taIaala '/aya niat tayammum untuk diperbolehkan melakukan shalat karena Allah 4aIala(. Mengusap telapak tangan ke muka secara merata #ersihkan debu yang tersisa di telapak tangan Ambil debu lagi dengan merenggangkan jari-jemari, tempelkan ke debu, tekan-tekan hingga debu melekat. Angkat kedua tangan lalu tiup telapat tangan untuk menipiskan debu yang menempel, tetapi tiup ke arah berlainan dari sumber debu tadi. Mengusap debu ke tangan kanan lalu ke tangan kiri

13

0A54A; PU/4A,A

%rince! S(lvia. 2. $33,. Patofisiologi Buku 2 Edisi 6. 4)5 : 6akarta


/her ood, -auralee. +111. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem Edisi . 9:) % Lakarta

Sloane! 4thel. $333. Anatomi dan Fisiologi Untuk Pemula. 4)5 : 6akarta.
0a!ey, Patrick. +11F. !t a "lance Medicine. Lakarta % 9M/

Purnomo, #asuki. +11M. #asar$dasar Urologi ed. . Lakarta % /agung /eto ;ifaNi, M. +11F. %isalah &untunan Shalat 'engkap. /emarang % P4. ,arya 4oha Putra :anong, J.5. +11=. (uku !)ar Fisiologi Kedokteran ed. ;obbins. +112 . (uku !)ar Patologi ed. *. 9:) % Lakarta Jebsite 777.pediatrik.com 777.emedicinehealth.com8urinar(9tract9in#ections8article9em.htm 777.anakciremai.com8...8makalah:#i;ih:tentang:thaharah:bersuci.
14

. 9:) % Lakarta.

15