Anda di halaman 1dari 17

BAB II

PEMBAHASAN
PENYAKIT JANTUNG REMATIK
II.1 Latar Belakang
Demam rematk dan penyakt |antung rematk teah ama dkena.
Demam rematk (DR) dan atau Penyakt |antung rematk (P|R) eksaserbas
akut adaah suatu sndroma knk penyakt akbat nfeks kuman
Streptokokus hemotk grup A pada tenggorokan yang ter|ad secara akut
ataupun beruang dengan satu atau ebh ge|aa mayor yatu poartrts
mgrans akut, kardts, korea, nodu subkutan dan ertema margnatum.
Penyakt |antung rematk (P|R) adaah penyakt |antung sebaga akbat
adanya ge|aa ssa (sekuee) dar DR, yang dtanda dengan ter|adnya cacat
katup |antung
1,2,3
. Demam rematk ter|ad sebaga sekuee ambat radang
non supuratf sstemk yang dapat mebatkan send, |antung, susunan saraf
pusat, |arngan subkutan dan kut dengan frekuens yang bervaras. |auh
sebeum T. Duckett |ones pada tahun 1944 mengemukakan crtera |ones
untuk menegakkan dagnoss demam rematk, beberapa tusan se|ak awa
abad ke 17 teah meaporkan mengena ge|aa penyakt tersebut.
Epdemoogs dar Perancs de Baou adaah yang pertama
men|easkan rheumatsm artkuer akut dan membedakannya dar gout
4,5
.
dan kemudan Sydenham dar London men|easkan korea, tetap keduanya
tdak menghubungkan kedua ge|aa tersebut dengan penyakt |antung. Pada
tahun 1761 Morgagn, seorang patoog dar Ita men|easkan adanya
keanan katup pada penderta penyakt tersebut dan deskrps kns P|R
d|easkan seteah ddapatnya stetoskop pada tahun 1819 oeh Laennec.
Pada tahun 1886 dan 1889 Water Butetcheade mengemukakan "rheumatic
fever syndrome" yang merupakan kombnas artrts akut, penyakt |antung,
korea dan beakangan termasuk manfestas yang |arang dtemu yatu
ertema margnatum dan nodu subkutan sebaga komponen sndroma
tersebut. Pada tahun 1931, Coburn mengusukan hubungan nfeks
Streptokokus grup A dengan demam rematk dan secara perahanahan
dterma oeh |ones dan penet annya
Pada tahun 1944 |ones mengemukakan suatu krtera untuk
menegakkan dagnoss demam rematk. Krtera n mash dgunakan sampa
saat n untuk menegakkan dagnoss dan teah beberapa mengaam
modfkas dan revs, karena drasakan mash mempunya keemahan untuk
menegakkan dagnoss secara tepat, akurat dan cepat. Saat n banyak
kema|uan yang teah dcapa daam bdang kardoog, tetap demam rematk
dan penyakt |antung rematk mash merupakan probem karena merupakan
penyebab keanan katup yang terbanyak terutama pada anak. Sampa saat
n demam rematk beum dapat dhapuskan, waaupun kema|uan daam
penetan dan penggunaan antbotka terhadap penyakt nfeks begtu
ma|u. Demam rematk dan pernyakt |antung rematk mash merupakan
penyebab penyakt kardovaskuar yang sgnfkan dduna, termasuk
Indonesa. Dnegara ma|u daam ma tahun terakhr n terhat nsdens
demam rematk dan prevaens penyakt |antung rematk menurun, tetap
sampa permuaan abad ke-21 n mash tetap merupakan probem medk
dan public health dduna karena mengena anak-anak dan dewasa muda
pada usa yang produktf
II.2 Epie!i"l"gi
Demam rematk (DR) mash serng ddapat pada anak d negara
sedang berkembang dan serng mengena anak usa antara 5 - 15 tahun 2.
Pada tahun 1944 dperkrakan dseuruh duna terdapat 12 |uta penderta DR
dan P|R dan sektar 3 |uta mengaam gaga |antung dan memerukan rawat
nap beruang d rumah sakt. Prevaensnya dnegara sedang berkembang
berksar antara 7,9 sampa 12,6 per 1000 anak sekoah dan reatf stab.
Data terakhr mengena prevaens demam rematk d Indonesa untuk tahun
1981 - 1990 ddapat 0,3-0,8 dantara 1000 anak sekoah dan |auh ebh
rendah dbandng negara berkembang annya 5,13. Statstk rumah sakt d
negara sedang berkembang menun|ukkan sektar 10 - 35 persen dar
penderta penyakt |antung yang masuk kerumah sakt adaah penderta DR
dan P|R. Data yang berasa dar negara berkembang memperhatkan
mortatas karena DR dan P|R mash merupakan probem dan kematan
karena DR akut terdapat pada anak dan dewasa muda.
D negara ma|u nsden DR dan prevaens P|R sudah |auh berkurang
dan bahkan sudah tdak d|umpa ag, tetap akhr-akhr n daporkan
memperhatkan penngkatan dbeberapa negara ma|u 13. Daporkan
dbeberapa tempat d Amerka Serkat pada pertengahan dan akhr tahun
1980an teah ter|ad penngkatan nsdens DR, demkan |uga pada popuas
aborgn d Austraa dan New Zeaand daporkan penngkatan penyakt n
1,3,6
Tdak semua penderta nfeks sauran nafas yang dsebabkan nfeks
Streptokokus hemotk grup A menderta DR. Sektar 3 persen dar
penderta nfeks sauran nafas atas terhadap Streptokokus hemotk grup
A d barak mter pada masa epdem yang menderta DR dan hanya 0,4
persen ddapat pada anak yang tdak dobat seteah epdem nfeks
Streptokokus hemotk grup A pada popuas masyarakat sp.
Daam aporan WHO Expert Consultation Geneva, 29 Oktober-1
November 2001 yang dterbtkan tahun 2004 angka mortatas untuk P|R 0,5
per 100.000 penduduk d Negara ma|u hngga 8,2 per 100.000 penduduk d
negara berkembang d daerah Asa Tenggara dperkrakan 7,6 per 100.000
penduduk. Dperkrakan sektar 2.000-332.000 penduduk yang menngga
dseuruh duna akbat penyakt tersebut.
Angka dsabtas pertahun (The disability- adjusted life years (!"#s$%
lost) akbat P|R dperkrakan sektar 27,4 per 100.000 d negara ma|u hngga
173,4 per 100.000 d negara berkembang yang secara ekonoms sangat
merugkan. Data nsdens DR yang dapat dpercaya sangat sedkt seka.
Pada beberapa negara data yang dperoeh hanya berupa data oka yang
terdapat pada anak sekoah. Insdens pertahunnya cenderung menurun d
negara ma|u, tetap d negara berkembang tercatat berksar antara 1 d
Amerka Tengah - 150 per 100.000 d Cna. Sayangnya daam aporan WHO
yang dterbtkan tahun 2004 data mengena DR dan P|R Indonesa tdak
dnyatakan.
II.# $e%ini&i
Penyakt |antung reumatk (&eumatic Heart isease) merupakan
penyakt |antung ddapat yang serng dtemukan pada anak. Penyakt
|antung reumatk merupakan keanan katup |antung yang menetap akbat
demam reumatk akut sebeumnya, terutama mengena katup mtra (75%),
aorta (25%), |arang mengena katup trkuspd, dan tdak pernah menyerang
katup pumona. Penyakt |antung reumatk dapat menmbukan stenoss
atau nsufsens atau keduanya.
II.' Eti"l"gi
Etoog terpentng dar penyakt |antung reumatk adaah demam
reumatk. Demam reumatk merupakan penyakt vaskuar koagen
mutsstem yang ter|ad seteah nfeks Streptococcus grup A pada ndvdu
yang mempunya faktor predsposs. Keterbatan kardovaskuer pada
penyakt n dtanda oeh nfamas endokardum dan mokardum meau
suatu proses automunne yang menyebabkan kerusakan |arngan. Infamas
yang berat dapat mebatkan perkardum. Vavuts merupakan tanda utama
reumatk kardts yang pang banyak mengena katup mtra (76%), katup
aorta (13%) dan katup mtra dan katup aorta (97%). Insdens tertngg
dtemukan pada anak berumur 5-15 tahun.
II.( Pat"gene&i&
Demam rematk merupakan respons autommune terhadap nfeks
Streptokokus hemotk grup A pada tenggorokan. Respons manfestas
kns dan dera|at penyakt yang tmbu dtentukan oeh kepekaaan genetc
host, keganasan organsme dan ngkungan yang kondusf. Mekansme
patogeness yang past sampa saat n tdak dketahu, tetap peran antgen
hstokompatbty mayor, antgen |arngan spesfk potensa dan antbody
yang berkembang segera seteah nfeks streptokokkus teah dtet sebaga
faktor resko yang potensa daam patogeness penyakt n.
Dperkrakan terdapat suatu kemrpan antara antgen bakter dengan
se |antung pada manusa (anti'enic mimicry$( Pada penyedkan dtemukan
2 ha yatu :
1. Adanya persamaan antara karbohdrat dar Streptococcus Grup A dengan
gkoproten dar katup |antung
2. Terdapat persamaan moekuer yatu : streptococca M. Proten dengan
sarcoema se mokard pada manusa. M-proten adaah saah satu
determnan vruens bakter. Lebh dar 130 M proten sudah
terdentfkas dan tpe 1, 3, 5, 6, 14, 18, 19 dan 24 berhubungan dengan
ter|adnya DR.
Berdasar ha tersebut d atas ter|adnya automuntas yang mungkn
merupakan mekansme ter|adnya kerusakan |arngan pada demam
reumatk terutama kardts.
Gambar 1 Patogeness
7
II.) *akt"r Prei&p"&i&i
Faktor predsposs yang menentukan ter|adnya demam rematk,
dantaranya :
1. Usa
2. Usa mempengaruh nsden demam rematk. Terbanyak pada usa 5-16
tahun bahkan 3-5 tahun. Berkurangnya muntas dan serngnya kontak
dengan anak-anak an d rumah atau sekoah memudahkan anak-anak
goongan umur tersebut mendapatkan nfeks Streptokokus
3. Penderta yang sudah mendapat serangan demam rematk
Penderta yang sudah mendapat serangan demam rematk cenderung
rekuren
4. Factor keuarga
5. Over crowdng
D rumah, d sekoah memudahkan anak-anak untuk mendapatkan nfeks
streptokokus
II.+ *a&e $e!a! Re!atik
1. Fase nfeks Streptococcus beta hemoytcus grup A, pang serng pada
nasofarng. Adapun farngts oeh streptococcus harus dkena secara
kns
2. Fase aten yatu 1-3 mnggu sesudah nfeks d mana demam dan
manfestas kns an teah menurun dan tdak ddapat Streptococcus,
bakan negatve
3. Fase rematk akut. Manfestas kns sangat bervaras mua dar kardts
rngan, poartrts mgrans, kardts berat dengan gaga |antung. Fase n
berakhr 2-3 buan dan tdak ddapat streptococcus ag
4. Fase akhr. Fase tenang atau fase naktf d mana semua tanda-tanda aktf
reuma menurun. Prognoss tergantung pada rekurens demam rematk,
uasnya kerusakan katup dan beratnya mokard yang kena.
II., Mani%e&ta&i Klini&
1. Kariti& merupakan manfestas knk demam rematk yang pang berat
karena merupakan satu-satunya manfestas yang dapat mengakbatkan
kematan penderta pada fase akut dan dapat menyebabkan keanan
katup sehngga ter|ad penyakt |antung rematk. Dagnoss kardts
rematk dapat dtegakkan secara knk berdasarkan adanya saah satu
tanda berkut: (a) bsng baru atau perubahan sfat bsng organk, (b)
kardomega, (c) perkardts, dan gaga |antung kongestf. Bsng |antung
merupakan manfestas kardts rematk yang serngka muncu pertama
ka, sementara tanda dan ge|aa perkardts serta gaga |antung
kongestf basanya baru tmbu pada keadaan yang ebh berat. Bsng
pada kardts rematk dapat berupa bsng panssto d daerah apeks
(regurgtas mtra), bsng awa dasto d daerah basa (regurgtas aorta),
dan bsng md-dasto pada apeks (bsng Carey-Coombs) yang tmbu
akbat adanya datas ventrke kr.
Pada kardts yang asmtomatk ddagnoss dengan keuhan non kardak,
yatu poartrts mgrant, maupun chorea.
Pada dera|at berat penderta datang ke dokter karena keuhan gaga
|antungnya sepert dspnea (dspnea on effort, otopnea/paroxysma
nocturna dspnea), edema tungka dan hepatomega. Kardts rngan
apaba pada pemerksaan fsk dengan auskutas ddapat bsng organc
(fungsona) dan kadang-kadang percarda frcton rub).
2. P"liartriti&, dtanda oeh adanya nyer, pembengkakan, kemerahan,
teraba panas, dan keterbatasan gerak aktf pada dua send atau ebh.
Artrts pada demam rematk pang serng mengena send-send besar
anggota gerak bawah. Keanan n hanya berangsung beberapa har
sampa semnggu pada satu send dan kemudan berpndah, sehngga
dapat dtemukan artrts yang sang tumpang tndh pada beberapa send
pada waktu yang sama; sementara tanda-tanda radang mereda pada
satu send, send yang an mua terbat. Peru dngat bahwa artrts yang
hanya mengena satu send (monoartrts) tdak dapat d|adkan sebaga
suatu crtera mayor. Sean tu, agar dapat dgunakan sebaga suatu
krtera mayor, poartrts harus dserta sekurang-kurangnya dua krtera
mnor, sepert demam dan kenakan a|u endap darah, serta harus
ddukung oeh adanya tter ASTO atau antbod antStreptokokus annya
yang tngg.
3. K"rea secara khas dtanda oeh adanya gerakan tdak dsadar dan tdak
bertu|uan yang berangsung cepat dan umumnya bersfat batera,
meskpun dapat |uga hanya mengena satu ss tubuh. Manfestas demam
rematk n azm dserta keemahan otot dan ketdak-staban emos.
Korea |arang d|umpa pada penderta d bawah usa 3 tahun atau seteah
masa pubertas dan azm ter|ad pada perempuan. Korea Syndenham
merupakan satu-satunya tanda mayor yang sedemkan pentng sehngga
dapat danggap sebaga pertanda adanya demam rematk meskpun tdak
dtemukan krtera yang an. Korea merupakan manfestas demam
rematk yang muncu secara ambat, sehngga tanda dan ge| aa an
kemungknan sudah tdak dtemukan ag pada saat korea mua tmbu.
4. Erite!a !arginat-! merupakan wu|ud keanan kut yang khas pada
demam rematk dan tampak sebaga makua yang berwarna merah, pucat
d bagan tengah, tdak terasa gata, berbentuk buat atau dengan tep
yang bergeombang dan meuas secara sentrfuga. Ertema margnatum
|uga dkena sebaga ertema anuare rematkum dan terutama tmbu d
daerah badan, pantat, anggota gerak bagan proksma, tetap tdak
pernah dtemukan d daerah wa|ah. Keanan n dapat bersfat sementara
atau menetap, berpndah-pndah dar satu bagan tubuh ke bagan tubuh
yang an, dapat dcetuskan oeh pemberan panas, dan memucat |ka
dtekan. Tanda mayor demam rematk n hanya dtemukan pada kasus
yang berat.
5. N"-l-& &-.k-tan pada umumnya hanya d|umpa pada kasus yang
berat dan terdapat d daerah ekstensor persendan, pada kut kepaa
serta koumna vertebras. Nodu n berupa massa yang padat, tdak
terasa nyer, mudah dgerakkan dar kut d atasnya, dengan dameter
dan beberapa mmeter sampa sektar 2 cm. Tanda n pada umumnya
tdak akan dtemukan |ka tdak terdapat kardts.

II./ $iagn"&i&
Meskpun demam rematk mengena beberapa organ tetap tdak
satupun ge|aa kns maupun aboratorum yang patognomonk untuk
membuat dagnoss. Dagnoss demam rematk dbuat berdasar penemuan
kns oeh karena tu hendaknya dagnoss dstratfkaskan dengan
menyebut manfestas knknya, msanya demam rematk dengan poatrts
mgrans, demam rematk dengan kardts. Pada tahun 1965 terdapat crtera
|ones yang teah drevs dan tahun 1992 dakukan modfkas oeh Speca
Workng Group dar AHA
Tabe 1. Krtera Demam Rematk
8
Rwayat demam rematk sebeumnya dapat dgunakan sebaga saah
satu krtera mnor apaba tercatat dengan bak sebaga suatu dagnoss
yang ddasarkan pada krtera obyektf yang sama. Akan tetap, rwayat
demam rematk atau penyakt |antung rematk naktf yang pernah ddap
seorang penderta serngka tdak tercatat secara bak sehngga sut
dpastkan kebenarannya, atau bahkan tdak terdagnoss.
Artraga adaah rasa nyer pada satu send atau ebh tanpa dserta
peradangan atau keterbatasan gerak send. Ge|aa mnor n harus dbedakan
dengan nyer pada otot atau |arngan perartkuar annya, atau dengan nyer
send maam har yang azm ter|ad pada anak-anak norma. Artraga tdak
dapat dgunakan sebaga krtera mnor apaba poartrts sudah dpaka
sebaga krtera mayor.
Demam pada demam rematk basanya rngan, meskpun adakaanya
mencapa 39C, terutama |ka terdapat kardts. Manfestas n azm
berangsung sebaga suatu demam dera|at rngan seama beberapa mnggu.
Demam merupakan pertanda nfeks yang tdak spesfk, dan karena dapat
d|umpa pada begtu banyak penyakt an, krtera mnor n tdak memk
art dagnoss bandng yang bermakna.
Penngkatan kadar reaktan fase akut berupa kenakan a|u endap
darah, kadar proten C reaktf, serta eukostoss merupakan ndkator
nonspesfk dan peradangan atau nfeks. Ketga tanda reaks fase akut n
hampr seau dtemukan pada demam rematk, kecua |ka korea
merupakan satu-satunya manfestas mayor yang dtemukan. Peru dngat
bahwa a|u endap darah |uga menngkat pada kasus anema dan gaga
|antung kongestf. Adapun proten C reaktf tdak menngkat pada anema,
akan tetap mengaam kenakan pada gaga |antung kongestf. La|u endap
darah dan kadar proten C reaktf dapat menngkat pada semua kasus
nfeks, namun apaba proten C reaktf tdak bertambah, maka
kemungknan adanya nfeks Streptokokus akut dapat dpertanyakan.
Interva P-R yang meman|ang basanya menun|ukkan adanya
keterambatan abnorma sstem konduks pada nodus atroventrke dan
meskpun serng d|umpa pada demam rematk, perubahan gambaran EKG
n tdak spesfk untuk demam rematk. Sean tu, nterva P-R yang
meman|ang |uga bukan merupakan pertanda yang memada akan adanya
kardts rematk.
Tter antstreptosn O (ASTO) merupakan pemerksaan dagnostk
standar untuk demam rematk, sebaga saah satu bukt yang mendukung
adanya nfeks Streptokokus. Tter ASTO danggap menngkat apaba
mencapa 250 unt Todd pada orang dewasa atau 333 unt Todd pada anak-
anak d atas usa 5 tahun, dan dapat d|umpa pada sektar 70% sampa 80%
kasus demam rematk akut.
Infeks Streptokokus |uga dapat dbuktkan dengan meakukan bakan
usapan tenggorokan. Bakan postf pada sektar 50% kasus demam rematk
akut. Bagamanapun, bakan yang negatf tdak dapat mengesampngkan
kemungknan adanya nfeks Streptokokus akut.
Pada 2002-2003 WHO menga|ukan krtera untuk dagnoss DR dan P|R
(berdasarkan krtera |ones yang teah drevs).
Revs krtera WHO n memfastas dagnoss untuk:
- a primary episode of &)
* recurrent attac+s of &) in patients without &H
* recurrent attac+s of &) in patients with &H
* rheumatic chorea
* insidious onset rheumatic carditis
* chronic &H(
Untuk menghndarkan overdagnoss ataupun underdagnoss daam
menegakkan dagnoss.
Tabe 2. Krtera WHO Dagnoss DR dan P|R
9
II.10 Penatalak&anaan
Pengobatan serangan akut demam rematk dpergunakan protoko tetap
yang drokemdaskan oeh Taranta A (1970) sebaga berkut
1. Dtu|ukan pada manfestas kns yang ddapat pada serangan akut
2. Pencegahan prmer dtu|ukan angsung pada SGA
A. Peng".atan
1. Pen1ega2an pri!er
Cara pemusnahan Streptokokus dar tons dan farng sama dengan
pengobatan farngts Streptokokus, yakn pemberan pensn benzatn
ntramuskuer dengan doss 1,2 |uta unt untuk pasen dengan berat badan >
30 kg atau 600.000 sampa 900.000 unt untuk pasen dengan berat badan <
30 kg. Pensn ora 400.000 unt (250 mg) dberkan 4 ka sehar seama 10
har dapat dgunakan sebaga aternatf. Ertromsn 50 mg/kgBB sehar
dbag 4 doss yang sama, dengan maksmum 250 mg 4 ka sehar seama
10 har dan|urkan untuk pasen yang aerg pensn. Obat an sepert
sefaosforn yang dberkan dua ka sehar seama 10 har |uga efektf untuk
pengobatan farngts streptokokus, sepert pada tabe d bawah n :
Pengobatan eradkas kuman Streptokokus
2. Mani%e&ta&i Klini& an Peng".atana
Ta.el #. Mani%e&ta&i Klini& an Peng".atan
10311312
#. Pen1ega2an Sek-ner $e!a! Re-!atik
Cara pencegahan sekunder yang da|ukan The Amercan Heart
Assocaton dan WHO yatu dengan pemberan suntkan pensn berdaya
ama setap buan. Pada keadaan-keadaan khusus, atau pada pasen resko
tngg, suntkan dberkan setap 3 mnggu. Meskpun nyer suntkan dapat
berangsung ama, tetap pasen ebh suka dengan cara n karena dapat
dengan mudah dan teratur meakukannya satu ka setap 3 atau 4 mnggu,
dbandngkan dengan tabet pensn ora setap har. Preparat sufa yang
tdak efektf untuk pencegahan prmer terbukt ebh efektf dar pada
pensn ora untuk pencegahan sekunder. Dapat |uga dgunakan sufadazn
yang harganya ebh murah darpada ertromssn, sepert tertera pada tabe
dbawah n.
Lama pemberan pencegahan sekunder sangat bervaras, bergantung
pada berbaga faktor, termasuk waktu serangan dan serangan uang, umur
pasen dan keadaan ngkungan. Makn muda saat serangan, makn besar
kemungknan untuk kumat, seteah pubertas kemungknan kumat cenderung
menurun. Sebagan besar kumat ter|ad daam 5 tahun pertama sesudah
serangan terakhr. Dengan mengngat faktor-faktor tersebut, maka ama
pencegahan sekunder dsesuakan secara ndvdua. Pasen tanpa kardts
pada serangan sebeumnya dberkan profakss mnmum ma tahun
sesudah serangan terakhr, sekurangnya sampa berumur 18 tahun.
Pencegahan sekunder harus dan|utkan seama pasen ham, akan
tetap sebaknya tdak dpaka sufadazn karena mendatangkan rsko
terhadap |ann. Rema|a basanya mempunya masaah khusus terutama
daam ketaan mnum obat, sehngga peru upaya khusus terutama daam
ketaatannya mnum obat, sehngga peru upaya khusus mengngat rsko
ter|adnya kumat cukup besar. Untuk pasen penyakt |antung reumatk
kronk, pencegahan sekunder untuk masa yang ama, bahkan seumur hdup
dapat dperukan, terutama pada kasus yang berat. Beberapa prnsp umum
dapat dkemukakan pada tabe berkut.
Ta.el '. $-ra&i Pen1ega2an Sek-ner $e!a! Re-!atik
1#
-
B. Peng".atan &-p"rti%
Tira2 Baring
Semua pasen demam reumatk akut harus trah barng, |ka mungkn
d rumah sakt. Trah barng d rumah sakt untuk pasen demam reumatk
dera|at 1 , 2, 3 dan 4 berturut-turut 2, 4, 6,12 mnggu. Serta ama rawat |aan
untuk pasen demam reumatk dera|at 1,2,3 dan 4 berturut-turut 2, 4, 6, 12
mnggu. Kardts hampr seau ter|ad daam 2-3 mnggu se|ak dar awa
serangan, hngga pengamatan yang ketat harus dakukan seama masa
tersebut. Sesudah tu ama dan tngkat trah barng bervaras. Tabe berkut
merupakan pedoman umum untuk mendukung rekomendas tersebut.
7,8
Pedoman umum trah barng dan rawat |aan pada pasen demam reumatk
Ta.el (. Pe"!an -!-! tira2 .aring an ra4at 5alan paa pa&ien
e!a! re-!atik
10
Status kardts Penataaksanaan
Dera|at 1 (tanpa kardts)
Dera|at 2(Kardts tanpa
kardomega)
Dera|at 3(Kardts dengan
kardomega)
Dera|at 4(Kardts dengan gaga
Trah barng seama 2 mnggu
dan sedkt dem sedkt rawat
|aan seama 2 mnggu dengan
sasat
Trah barng seama 4 mnggu
dan sedkt dem sedkt rawat
|aan seama 4 mnggu
Trah barng seama 6 mnggu
dan sedkt dem sedkt rawat
|antung)
|aan seama 6 mnggu
Trah barng ketat seama mash
ada ge|aa gaga |antung dan
sedkt dem sedkt rawat |aan
seama 12 mnggu
DAFTAR PUSTAKA
1. 62akk" S3 Bi&n" AL. Acute Rheumatc Fever. In: Fuster V, Aexander
RW, ORourke et al. Hurst The Heart; vo.II; 10th ed. Mc Graw-H : New
York, 2001; p. 1657 - 65.
2. Mea"r RJ3 R-&&el IJ3 $a7i&"n A3 et al( Acute Rheumatc Fever.
Avaabe from: http://www.emedcne.com/med/topc2922.htm
3. St"ller!an GH. Rheumatc fever (Semnar). Lancet 1997; 349: 935-
4. L"pe8 9L3 e la Pa8 AG. |ones Crtera for Dagnoss of Rheumatc
Fever. A Hstorca Revew and Its Appcabty n Deveopng Countres. In:
Cae|a HB, Guzman SV. Rheumatc fever and Rheumatc Heart Dsease,
epdemoogy, cnca aspect, management and preventon and contro
programs. A pubcaton of the Phpne Foundaton for the preveton and
contro of rheumatc fever/rheumatc heart dsease : Mana, 2001; p. 17-
26.
5. Parill" S3 Parill" 6:3 Sa;a2 AJ3 et al(Rheumatc Fever. Avaabe from:
http://www.emedcne.com/emerg/topc509.htm
6. A12-tti A3 A12-tti :R. Epdemoog of rheumatc fever n the
deveopng word. Cardo Young 1992; 2:206-15.
7. Mea"r RJ3 R-&&el IJ3 $a7i&"n A3 et al( Acute Rheumatc Fever.
Avaabe from: http://www.emedcne.com/med/topc2922.htm
8. :ea&; GL. Rheumatc fever -T.Duckett |ones and the rest of the story.
Cardo Young 1995; 5: 293-01.
9. 9"rl Healt2 <rgani8ati"n. Rheumatc fever and rheumatc heart
dsease WHO Technca report seres 923. Report of a WHO Expert
Consutaton Geneva, 29 October-1 November 2001.
10. Park MK. Acute Rheumatc Fever. In: Pedatrc Cardoogy for
practtoners; 3rd ed. St.Lous: Mosby, 1996; p. 302-09.
11. $a5ani A3 Ta-.ert K, *errieri P3 et al( Treatment of acute
streptococca pharyngts and preventon of rheumatc fever; A statement
for heath profesona by Comtte on Rheumatc fever, endocardts, and
Kawasak dsease of the counc on cardovascuar dsease n the young,
Amercan Heart Assocaton. Pedatrcs 1995; 96 758-64.
12. Snit1"4&k; R. Medca treatment of acute epsodes of rheumatc
fever. Cardo Young 1992; 2: 240-43.