Anda di halaman 1dari 44

KARYA TULIS ILMIAH "Post operasi tutup Colostomy atas indikasi Malformasi Anore ktal letak tin!!

i"

Dan seandainya pohon-pohon dibumi menjadi pena dan laut menjadi tinta, ditambahkan kepadaNya tujuh laut (lagi) sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat (ilmu dan hikmat) Allah. Sesungguhnya Allah aha !erkasa lagi aha "ijaksana.# ($S. %u&man ' ()) ika anak dibesarkan dengan celaan dia belajar memaki *ika anak dibesarkan dengan permusuhan dia belajar berkelahi *ika anak dibesarkan dengan cemoohan, dia belajar rendah diri *ika anak dibesarkan dengan dorongan dia belajar percaya diri *ika anak dibesarkan dengan ujian dia belajar menghargai *ika anak dibesarkan dengan rasa aman dia belajar menaruh kepercayaan *ika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan dia belajar menemukan cinta dan kehidupan. (Dorothy %a+ Noite) ebesar itu keinsya,anmu pada keberhasilanmu# -. / 0brahim 1hoyyib2

ABSTRAK Dedi Sarip : 07009 ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK. AG USIA SCHOOL ( TAHUN! DENGAN POST TUTUP COLOSTO"# ATAS INDIKASI "AL$OR"ASI ANOREKTAL LETAK TINGGI DI RUANG CE"PAKA BEDAH ANAK LANTAI % RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG

3, 4 "ab, )5 halaman, ( tabel, 4 bagan, 6 gambar, 4 lampiran 1ugas akhir ini dilatar belakangi oleh kasus post tutup kolostomi atas indikasi al,ormasi Anorektal letak tinggi yang merupakan kasus pada sistem pencernaan, bila tidak segera ditangani, dampak yang ditimbulkan dapat membahayakan keselamatan pasien. 1ujuan dari penulis karya tulis ilmiah ini adalah agar penulis mampu melaksanakan asuhan kepera+atan secara komprehensi,. etode yang digunakan adalah metode deskripti, bebentuk studi kasus. al,ormasi anorektal letak tinggi adalah suatu keadaan kongenital dimana terjadi kelainan bentuk anus dan rektum pada gastrointestinal yang disebabkan oleh perkembangan yang abnormal. al,ormasi anorektal letak tinggi merupakan kerusakan berspektrum luas pada perkembangan bagian terba+ah dari saluran intestinal dan urogenital. Data yang didapat pada klien An. A7 ini adalah klien mengeluh nyeri pada luka jahitan post tutup kolostomi hari ke-4, mengeluh mual dan muntah, serta keluarga klien mengatakan klien sering "A" dan "A" klien tidak terkontrol dengan ,rekuensi "A" 8 9 : kali perhari. asalah yang muncul pada kasus ini adalah nyeri akut berhubungan dengan luka post tutup kolostomi, ketidakseimbangan nutrisi .urang dari kebutuhan berhubungan dengan mual dan muntah, dan gangguan pola eliminasi berhubungan dengan post operasi tutup kolostomi ; de,ekasi tidak terkontrol. <okus inter=ensi dan tindakan kepera+atan diarahkan pada upaya untuk mengatasi nyeri akut dan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan. Setelah dilakukan pera+atan selama 4 hari diagnosa kepera+atan hanya ( diagnosa yang teratasi dan > diagnosa teratasi sebagian. ?ekomendasi ditujukan untuk meningkatkan kualitas asuhan kepera+atan pada anak, yang didahului dengan memepelajari teori dan skill laboratorium anak secara mendalam. Da,tar !ustaka >8 buah (555 (5>5

KATA PENGANTAR Assalamualaikum @r.@b. ?asa syukur kehadirat Allah S@1 yang telah memberikan nikmat kepada kita sehingga kita masih dapat menjalankan seluruh akti=itas dan rutinitas kita sehari-hari yang mudah - mudahan selalu mendapatkan bimbingan dari - Nya, dan selaku umat - Nya sudah seharusnya kita mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan kepada kita, terutama kita telah dikaruniai akal dan budi pekerti sehingga dapat menggunakan dan mengaplikasikan kemampuan diri kita dalam menjalankan roda kehidupan yang di hiasi dengan kayanya ilmu pengetahuan yang di miliki setiap insan di alam semesta ini, sehingga alam yang ditipkan oleh sang pencipta kepada hamba - Nya dapat dipelihara dengan sebaik - baikNya.

.emudian shala+at dan salam semoga tetap tercurahkan kepada sang pelopor Aaman, sang pengubah kehidupan dari Aaman kegelapan hingga ke Aaman yang dihiasi dengan ilmu pengetahuan, sang pendobrak kemungkaran menuju insan madani yang di hiasi dengan harmonisasi persaudaraan yaitu Nabi "esar kita uhammad SA@. 1iada kata lain selain ucapan /amdallah atas selesainya karya tulis ini yang berjudul Asuhan .epera+atan Anak A7 Bsia School (>> 1ahun) dengan !ost operasi tutup colostomy atas indikasi mal,ormasi anorectal letak tinggi di ?uang "edah Anak Cempaka lantai ( ?umah Sakit Bmum !usat Dr. /asan Sadikin "andung#. %aporan karya tulis ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan !rogram !endidikan Diploma 000 .epera+atan di Akademi .epera+atan DAisyiyah "andung. !enulis merasakan bah+a dalam penyusunan laporan karya tulis ini tidak terlepas dari doa, moti=asi, dukungan serta bantuan dari berbagai pihak. Eleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada'. >. 0bu Dra. /j. arliah . .es. selaku Direktur Akademi .epera+atan FAisyiyah "andung yang telah memberikan moti=asi dan dukungan morilnya kepada penulis. (. 0bu Gusi S. S..ep.Ners Ners selaku pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan masukannya dalam penyusunan .10 ini. 6. 0bu Salami S..ep,Ners. selaku pembimbing akademik 4. 0bu De+i S..ep,Ners. selaku koordinator mata ajaran kepera+atan Anak yang selalu mendukung segala kegiatan mahasis+a yang positi,. 8. 0bu .epala, !era+at dan Sta, ruangan Cempaka ("edah Anak %antai () ?SB! Dr. /asan Sadikin "andung. :. .lien An. A7 beserta keluarga atas kerjasamanya dalam melaksanakan asuhan kepera+atan. ). Bntuk kedua Erang tuaku tercinta (Ayahanda Sarip dan 0bunda 1arih) yang tidak putus-putusnya memberikan kasih sayang, bantuan moril dan materi sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan dan penyusunan .10 ini. Dan selalu memberi moti=asi beserta Doa kepada penulis supaya berhasil dan menjadi orang yang sukses. H. "uat kakak dan adikku tercinta (.urdi Sarip dan Nurimah) yang selalu membuat penulis ceria dan semangat sehingga tugas akhir ini dapat diselesaikan. I. Erang yang sangat special dan sangat saya cintai yaitu %iana+ati yang selalu memberikan moti=asi, dukungan serta kasih sayangnya setiap +aktu bagi penulis.

>5. "uat kang Danu , kang @a+an @artono dan Bdin "aduys yang selalu membuatku terta+a dan bahagia dikala sedang sedih. >>. Sta, .arya+an yang telah membantu dan memberikan ,asilitas yang sangat memuaskan selama menyelesaikan .10 dan mengikuti pendidikan di Akademi .epera+atan FAisyiyah "andung. >(. ?ekan-rekan ahasis+a;0 Akademi .epera+atan FAisyiyah "andung yang telah memberikan bantuan dan moti=asi dalam penyusunan .10 ini. >6. "uat sahabatku ?eAAa !urnama, Nia .s, /erlinda, .ania, Ade utta&in, 0+an, ?ian, Siti !atimah. ereka adalah Sahabat-sahabat yang selalu setia menemani penulis baik susah maupun senang. >4. Dan semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan .10 ini. !enulis menyadari bah+a dalam penyusunan karya tulis ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari sempurna. /al ini dikarenakan adanya keterbatasan dan kelemahan baik mengenai isi maupun cara penyajiannya. Eleh karena itu sumbangan pemikiran baik berupa kritik maupun saran sangat penulis harapkan demi kemajuan dan perkembangan pengetahuan itu sendiri dan semoga penulis dapat lebih menyempurnakannya dan penulis masih berharap hendaknya laporan .arya 1ulis ini dapat memberikan man,aat, Amin. Akhir kata terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan tidak bisa disebutkan satu persatu. Semoga laporan .arya 1ulis ini berman,aat bagi penulis khususnya dan bagi semua pihak umumnya. @assalammualaikum @r.@b. "andung, (> *uni (5>5 !enulis DA$TAR ISI %J "A? !J?SJ1B*BAN %J "A? !JN7JSA/AN A"S1?A.KKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK.. i .A1A !JN7AN1A?KKKKKKKKKKKKKKKK.......K ii DA<1A? 0S0KKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK.. = DA<1A? 1A"J%KKKKKKKKKKKKKKKKKKKK.. =ii DA<1A? "A7ANKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK. =iii DA<1A? 7A "A?KKKKKKKKKKKKKKKKKKK.. i3 DA<1A? %A !0?ANKKKKKKKKKKKKKKKKKK.. 3 "A" 0 !JNDA/B%BANKKKKKKKKKKKKKK.. > A. %atar "elakangKKKKKKKKKKKKKK.. > ". 1ujuanKKKKKKKKKKKKKKKKK... 4 C. etoda !enulisanKKKKK.KKKKKKKK 4

D. Sistematika !enelitianKKKKKKKKKKK... 8 "A" 00 10N*ABAN 1JE?010SKKKKKKKKKKKK. ) >. .onsep DasarKKKKKKKKKKKKKK..... ) A. .onsep Dasar !enyakit al,ormasi AnorektalK ) >) De,inisi !enyakit al,ormasi AnorektalKK ) () Jtiologi !enyakit al,ormasi AnorektalKK H 6) Anatomi-,isiologi Sistem !encernaanK.KK H 4) !ato,isiologi !enyakit al,ormasi AnorektalKKKKKKKKKKKKKK. >6 8) ani,estasi klinik !enyakit al,ormasi Anorektal KKKKKKKKKKKKKK >H :) .lasi,ikasi al,ormasi AnorektalKKKK... >H =i )) anajemen medik secara umum !enyakit al,ormasi AnorektalKKKKKKKKK.. >I H) !enatalaksanaan KKKKKKKKKKK.. (5 I) Dampak !enyakit al,ormasi Anorektal terhadap sistem tubuh lainKKKKKKK... (> >5) 1indakan yang dilakukan pada pasien dengan al,ormasi anorektal letak tinggiKKKKK (( ". !eran .eluargaKKKKKKKKKKKKK () C. .arakteristik anak pada usia sekolahKKKK. () D. ?eaksi /ospitalisasiKKKKKKKKKKK (I (. 1injauan 1eoritis Asuhan .epera+atanKKKKK (I "A" 000 10N*ABAN .ASBS DAN !J "A/ASANKKKK 66 A. 1injauan .asusKKKKKKKKKKK.KKK. 66 >. !engkajianKKKKKKKKKKK.KKKK 66 (. Diagnosa .epera+atanKKKKKKKKKK. 4: 6. ?encanaan Asuhan .epera+atanKKKK.......... 85 4. !elaksanaan, 0mplementasi dan e=aluasiKKKKKKKKKKKKK....... 84 ". !embahasanKKKKKKKKKKKKKK....... :> "A" 0L .JS0 !B%AN DAN ?J.E JNDAS0KKKK....... :) A. .esimpulanKKKKKKKKKKKKKK........ :) ". ?ekomendasiKKKKKKKKKKKKKKK. :H DA<1A? !BS1A.A DA<1A? ?0@AGA1 /0DB! %A !0?AN %A !0?AN DA<1A? /alaman 1abel >.> ' !resentase *umlah >5 periode bulan Deseber (55I 1A"J% besar penyakit kongenital 9 April (5>5 di

?uang Cempaka "edah Anak %antai ( ?SB!. Dr. /asan Sadikin "andungKKKKKKKKK..... ( 1abel (.> ' 1abel ukuran busi !SA?!KKKKKKKKKKKK.. (> DA<1A? "A7AN /alaman "agan (.> !ato,isiologi al,ormasia Anorecktal letak tinggiKKKK. >4 "agan (.( !ato,isiologi terjadinya gangguan pada mal,ormasi Anorectal letak tinggiKKKKKKKKKKKKKKK.. >8 "agan (.6 !ato,isiologi .olostomiKKKKKKKKKKKKKK... >: "ahan (.4 !ato,isiologi 1utup .olostomiKKKKKKKKKKKK >) DA<1A? 7A "A? /alaman 7ambar (.> ' 7ambar anatomi rectum dan anusKKKKKKKKK >( 7ambar (.( ' 7ambar mal,ormasi anorecktal pada laki 9 lakiKKK. >I 7ambar (.6 ' 7ambar busi !SA?!KKKKKKKKKKKKKK (> DA<1A? %ampiran %ampiran %ampiran %ampiran > ' ( 4 %embar "imbingan %aporan 1ugas ' Satuan Acara 6 ' ' ?i+ayat %A !0?AN Akhir (1A) !enyuluhan %i,let /idup

> BAB I PENDAHULUAN A. %atar "elakang asalah Seiring dengan berjalannya +aktu dan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan menuntut pera+at untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan di berbagai bidang, saat ini pera+at memiliki peran yang lebih luas dengan penekanan pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, juga memandang klien secara komprehensi,. !era+at menjalankan ,ungsi dalam kaitannya dengan berbagai peran pemberi pera+atan, pembuat keputusan klinik dan etika, pelindung dan ad=okat bagi klien, manajer kasus, rehabilitator, komunikator dan pendidik. Selain itu !era+at juga berperan melaksanakan proses kepera+atan yang berkesinambungan yang merupakan suatu rangkaian yang harus dilakukan pada berbagai kasus penyakit yang mungkin terjadi pada berbagai tingkatan usia mulai dari bayi, balita, pra sekolah, sekolah dan remaja,

baik kasus penyakit dalam, bedah sara,, anak, maternitas maupun komunitas. (http';;+++.depkes.go.id;indonesiasehat.html. diakses (5 juni (5>5). Salah satu penyakit yang mungkin muncul di masyarakat adalah penyakit pencernaan. asalah pencernaan seakan tidak pandang bulu dan menganggu pada siapa saja baik bayi yang baru lahir maupun yang sudah de+asa. !enyebab dan gejala yang dialami bisa berbeda pada setiap anak. Salah satu penyakit yang sering muncul dimasyarakat adalah mal,ormasi anorecktal letak tinggi. enurut "oocock dan Donna (>II() dalam penelitiannya, al,ormasi anorecktal terjadi setiap > dari 8.555 kelahiran di dunia. Secara umum "ocoock dan Donna juga menegaskan bah+a mal,ormasi anorecktal ini lebih sering terjadi pada laki 9 laki. Di 0ndonesia 45-)5M ( dari penderita mal,ormasi anorektal mengalami satu atau lebih de,ek tambahan dari sistem organ lainnya. "erdasarkan edical ?ecord ?uang Cempaka "edah Anak %antai ( ?umah Sakit Bmum !usat Dr. /asan Sadikin "andung yang tercatat selama kurun +aktu dari bulan *anuari sampai bulan ei (5>5 klien yang dira+at dengan mal,ormasi anorecktal mencapai 4H orang dengan persentase (I,:( M dari pasien 9 pasien bedah anak yang dira+at karena kelainan kongenital lain seperti pada tabel >.> diba+ah ini. 1abel >.> !ersentase *umlah !asien .elainan .ongenital di ?uang "edah Anak Cempaka %antai ( ?umah Sakit Bmum !usat Dr./asan Sadikin "andung !eriode "ulan *anuari Sampai Dengan "ulan ei (5>5 No Nama !enyakit *umlah pasien !ersentase > ( 6 4 8 : ) H I >5 al,ormasi Anorektal /ipospadia /ischprung Disease !eritonitis

%ipoma Atresia Jsophagus 0n=aginasi Atresia Duodenum Atresia "illiar /ernia 4H orang 4: orang 66 orang >( orang : orang 8 orang 4 orang 6 orang 6 orang ( orang (I,:( M (H,6I M (5,6) M ),45 M 6,)5 M 6,5H M (,4: M >,H8 M >,H8 M >,(6M *umlah >:( orang >55 M Sumber ' edical ?ecords ?uang Cempaka "edah Anak %antai ( ?SB! Dr./asan Sadikin "andung 6 .epera+atan merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan mempunyai tujuan meningkatkan kesejahteraan manusia dengan cara meberikan asuhan kepera+atan secara komprehensi, yang meliputi bio-psiko-sosial dan spiritual. Dalam hal ini pera+at dituntut untuk dapat melakukan asuhan kepera+atan kepada pasien guna pencapaian kualitas hidup yang lebih tinggi dalam berbagai situasi, termasuk pasien post operasi tutup kolostomi atas indikasi mal,ormasi anorektal letak tinggi. !encapaian hasil 9 hasil yang diharapkan dana uhan kepera+atan yang diberikan harus menggunakan standar 9 standar proses kepera+atan, oleh karena itu dibutuhkan pera+at yang melaksanakan perannya sebagai pemberi asuhan kepera+atan secara pro,esional termasuk kepada pasien post operasi tutup kolostomi atas indikasi mal,ormasi

anorekatal letak tinggi. .erjasama antar pera+at sangat penting dalam melakukan asuhan kepera+atan, tanpa adanya kerjasama antar pera+at maka tujuan tersebut tidak akan tercapai, oleh karena itu setiap pera+at perlu meningkatkan kemampuan dalam melakukan asuhan kepera+atan. /al tersebut melatar belakangi penulis untuk menerapkan asuhan kepera+atan pada klien post operasi tutup kolostomi atas indikasi mal,ormasi anorektal letak tinggi yang disusun dalam .arya 1ulis 0lmian (.10) yang berjudul #ASB/AN .J!J?A@A1AN !ADA ANA. A7 BS0A SC/EE% (>> 1A/BN) DJN7AN !ES1 E!J?AS0 1B1B! CE%ES1E G A1AS 0ND0.AS0 A%<E? AS0 ANE?JC.1A% %J1A. 10N770 D0 ?BAN7 CJ !A.A "JDA/ ANA. %AN1A0 ( ?SB! D?. /ASAN SAD0.0N "ANDBN7#. 4 ". 1ujuan !enulisan >. Bmum a. endapatkan pengalaman secara nyata dalam memberikan asuhan kepera+atan pada kasus !ost operasi tutup Colostomy atas indikasi al,ormasi Anorecktal letak tinggi. b. ampu melaksanakan asuhan kepera+atan secara langsung dan komperhensi, kepada klien dengan !ost operasi tutup Colostomy atas indikasi al,ormasi Anorecktal letak tinggi melalui pendekatan proses kepera+atan dan menerapkan dasar-dasar ilmu yang didapat dengan praktek di lapangan (. .husus 1ujuan khusus yang ingin di capai pada asuhan kepera+atan klien dengan !ost tutup Colostomy atas indikasi al,ormasi Anorecktal letak tinggi melalui proses pendekatan kepera+atan, penulis mampu ' a. elaksanakan pengkajian yang meliputi pengumpulan data dan analisa data. b. embuat diagnosa kepera+atan pada klien dengan !ost operasi tutup Colostomy atas indikasi al,ormasi Anorecktal letak tinggi. c. embuat rencana kepera+atan pada klien dengan !ost operasi tutup Colostomy atas indikasi al,ormasi Anorecktal letak tinggi. d. elaksanakan tindakan kepera+atan sesuai dengan rencana yang dibuat. e. enge=aluasi hasil asuhan kepera+atan yang telah dilaksanakan. ,. endokumentasikan asuhan kepera+atan yang telah dilakukan. C. etode !enulisan Dalam penulisan karya tulis ini, penulis menggunakan metode analisa deskripti, berbentuk studi kasus melalui pendekatan suatu proses kepera+atan. Adapun tehnik 9 tehnik pengumpulan data yang di gunakan adalah sebagai berikut ' 8 >. Ebser=asi Gaitu dengan mengamati klien secara langsung dengan cara inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi.

(. @a+ancara Gaitu mengumpulkan data dengan melakukan komunikasi lisan yang di dapat secara langsung dari klien dan keluarga klien. 6. Studi Dokumentasi embaca status perkembangan klien selama dira+at di ?umah Sakit !usat /asan Sadikin "andung. 4. Studi literatur dan kepustakaan eliputi bahan 9 bahan bacaan berbagai literatur yang berhubungan dengan klien sebagai dasar acuan penulisan. D. Sistematika !enulisan !enulisan laporan studi kasus ini terdiri dari empat bab, dengan sistematika sebagai berikut' "A" 0 !JNDA/B%BAN 1erdiri dari latar belakang masalah, tujuan , metode dan sistematika penulisan. "A" 00 10N*ABAN 1JE?010S 1erdiri dari dua bagian yaitu ' a. .onsep dasar, yang terdiri dari teori dan konsep dasar penyakit !ost operasi tutup Colostomy atas indikasi al,ormasi Anorecktal letak tinggi meliputi pengertian, anatomi ,isiologi, etiologi, pato,isiologi, mani,estasi klinis menejemen medik secara umum dan komplikasi terhadap sistem tubuh lain. .arakteristik anak meliputi pertumbuhan dan perkembangan anak, disiplin dan hospitalisasi. : b. !endekatan proses kepera+atan yang meliputi pengkajian, diagnosa kepera+atan , perencanaan, pelaksanaan dan e=aluasi. "A" 000 10N*ABAN .ASBS DAN !J "A/ASAN a. 1injauan .asus erupakan laporan asuhan kepera+atan pada anak. A7 dengan !ost operasi tutup Colostomy atas indikasi al,ormasi Anorectal letak tinggi di ruang Cempaka bedah anak lantai ( ?umah Sakit !usat /asan Sadikin "andung dan disajikan sesuai dengan sistematika dokumentasi proses kepera+atan, terdiri atas ' pengkajian kepera+atan, diagnosa kepera+atan, pelaksanaan, e=aluasi kepera+atan dan catatan perkembangan. b. !embahasan "erisi ulasan narati, dari setiap tahapan proses kepera+atan yang di lakukan dan berisi perbandingan antara teori dan studi kasus yang di ambil dari kenyataan di lapangan. "A" 0L .JS0 !B%AN DAN ?J.E JNDAS0 Dalam bab ini berisi kesimpulan dari pelaksanaan asuhan kepera+atan dan rekomendasi berdasarkan masalah yang terjadi. )

BAB II TIN&AUAN TEORITIS

>. .onsep Dasar A. .onsep Dasar !enyakit al,ormasi Anorecktal >) De,insi al,ormasi Anorecktal ( A? ) al,ormasi anorecktal adalah mal,ormasi kongenital dimana rektum tidak mempunyai lubang keluar. Anus tidak ada, abnormal atau ektopik. .elainan anorektal umum pada laki-laki dan perempuan memperlihatkan hubungan kelainan anorektal rendah dan tinggi diantara usus, muskulus le=ator ani, kulit, uretra dan =agina (Donna %. @ong, 8(5 ' (556). al,ormasi anorectal merupakan suatu kelainan mal,ormasi dimana tidak lengkapnya perkembangan embrionik pada bagian anus atau tertutupnya anus secara abnormal atau dengan kata lain tidak ada lubang secara tetap pada daerah anus. al,ormasi anorektal menyebabkan abnormalitas jalan buang air besar. asalah ini akan ber=ariasi bergantung tipe mal,ormasinya. .etika lubang anal sempit, bayi kesulitan "A" menyebabkan konstipasi dan ketidaknyamanan, *ika terdapat membrane pada akhiran jalan keluar anal, bayi tidak bisa "A", ketika rectum tidak berhubungan dengan anus tetapi terdapat ,istula, ,eses akan keluar melalui ,istula tersebut sebagai pengganti anus, hal ini dapat menyebabkan in,eksi (A. AAiA (: ' (55:). al,ormasi anorectal adalah tidak terjadinya per,orasi membran yang memisahkan bagian entoderm mengakibatkan pembentukan lubang anus yang tidak sempurna. Anus tampak rata atau sedikit cekung ke dalam atau kadang berbentuk anus namun tidak berhubungan langsung dengan rectum. (!ur+anto, (55>). H "erdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bah+a mal,ormasi anorecktal adalah suatu kelainan kongenital dimana rektum tidak mempunyai lubang anus sehingga dapat menyebabkan kesulitan dalam "A" yang dapat menyebabkan konstipasi, ketidaknyamanan, dan ketika rectum tidak berhubungan dengan anus tetapi terdapat ,istula, ,eses akan keluar melalui ,istula tersebut sebagai

pengganti anus sehingga akan menyebabkan in,eksi. () Jtiologi Secara pasti mal,ormasi anorektal belum diketahui, namun ada sumber mengatakan kelainan ba+aan anus disebabkan oleh gangguan pertumbuhan, ,usi, dan pembentukan anus dari tonjolan embriogenik. !ada kelainan ba+aan anus umumnya tidak ada kelainan rectum, s,ingter, dan otot dasar panggul. Namun demikian pada agenesis anus, s,ingter internal mungkin tidak memadai, menurut peneletian beberapa ahli masih jarang terjadi bah+a gen autosomal resesi, yang menjadi penyebab mal,ormasi anorektal. Erang tua yang mempunyai gen carrier penyakit ini mempunyai peluang sekitar (8M untuk diturunkan pada anaknya saat kehamilan. 65M anak yang mempunyai sindrom genetic, kelainan kromosom atau kelainan congenital lain juga beresiko untuk menderita mal,ormasi anorektal. Sedangkan kelainan ba+aan rectum terjadi karena gangguan pemisahan kloaka menjadi rectum dan sinus urogenital sehingga biasanya disertai dengan gangguan perkembangan septum urorektal yang memisahkannya. (Suriadi, (55:) 6) Anatomi <isiologi Sistem !encernaan Saluran pencernaan terdiri dari mulut, eshopaghus, lambung, usus halus, usus besar dan anus. Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang letak diluar saluran pencernaan, yaitu pancreas, hati dan kandung empedu (Syl=ia A. !rince N %orraine . @ilson, (558 ' 48:). I a. ulut ulut merupakan jalan masuk untuk sistem pencernaan, bagian dalam dari mulut dilapisi oleh selaput lendir. !engecapan diarasakan oleh organ perasa yang terdapat di permukaan lidah, pengecapan relati, sederhana terdiri dari manis, asam, asin, dan pahit. akanan dipotong - potong oleh gigi depan (incisi=us) dan dikunyah oleh gigi belakang (molar, geraham, menjadi bagianbagian kecil dari makan tersebut dengan enAim - enAim pencernaan dan mulai mencernanya, ludah juga mengandung antibodi dan enAim (misalnya lisoAomi), yang memecah protein dan menyerang bakteri secara langsung, !roses menelan dimulai secara sadar dan berlanjut secara otomatis. b. Jsopaghus Jsophagus adalah organ pencernaan yang menghubungkan rongga mulut dengan lambung, yg letaknya dibelakang trakhea yg berukuran panjang O (5-(8 cm dan lebar ( cm. c. %ambung %ambung merupakan organ otot berongga yang terdiri dari 6 bagian yaitu kardia, ,undus, dan antrum. akanan masuk kedalam lambung dari kerongkongan melalui otot berbentuk cincin (s,ingter), yang bisa membuka dan menutup. Dalam keadaan normal, s,ingter menghalangi masuknya kembali isi lambung ke dalam kerongkongan. %apisan - lapisan lambung antara lain ' >) Selubung serosa yang terletak di luar, dibentuk oleh pritonium

() %apisan otot polos longitudinal dan otot polos sirkuler 6) %apisan sub mukosa 4) %apisan mukosa >5 %ambung ber,ungsi sebagai gudang makan, yang berkontraksi secara ritmik untuk mencampur makan dengan enAim - enAim. Sel - sel yang melapisi lambung menghasilkan 6 Aat penting ' >) %endir () Asam klorida 6) !rekursor pepsin (enAim yang memecahkan protein) d. Bsus /alus Bsus /alus adalah tempat berlangsungnya sebagian besar pencernaan dan penyerapan. Setelah ini lumen meninggalkan usus halus tidak terjadi lagi pencernaan +alaupun usus besar dapat menyerap sejumlah kecil garam dan air, dengan panjang sekitar :,6 m ((> kaki), diameternya kecil yaitu (,8 cm ; > inci bergulung didalam rongga abdomen dan terlentang dari lambung sampai usus besar. Bsus /alus terdiri dari 6 bagian yaitu jejunum, duodenum dan ileum. e. !ankreas !ankreas merupakan suatu organ yang terdiri dari ( jaringan dasar yang ber,ungsi ' >) enghasilkan enAim-enAim pencernaan () !ulau pankreas, menghasilkan hormon !ankreas melepaskan enAim pencernaan kedalam duodenum dan melapaskan hormon kedalam darah. JnAim yang dilepaskan oleh pancreas akan mencerna protein, karbohidrat dan lemak. JnAim proteolitik memecah protein kedalam bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh dan dilepaskan dalam bentuk inakti,, enAim ini hanya akan akti, jika telah mencapai saluran pencernaan. !ankreas juga melepaskan sejumlah bersar sodium bikarbonat, yang ber,ungsi melindingi duodenum dengan cara menetralkan asam lambung. >> ,. /ati /ati merupakan sebuah organ yang besar dan memiliki berbagai ,ungsi, beberapa diantaranya berhubungan dengan pencernaan. Pat - Aat giAi dari makan diserap ke dalam dinding usus yang kaya akan pembuluh darah yang kecil-kecil (kapiler). .apiler ini mengalirkan darah kedalam =ena yang berhubungan dengan =ena yang lebih besar dan pada akhirnya masuk ke dalam hati, dimana darah yang masuk diolah. /ati melakukan proses tersebut dengan kecepatan tinggi, setelah darah diperkaya dengan Aat - Aat giAi, darah dialirkan ke dalam sirkulasi umum. g. .antung Jmpedu Jmpedu memilki ( ,ungsi penting yaitu membantu pencernaan dan penyerapan lemak, selain itu empedu juga berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh, terutama hemoglobin (/b) yang berasal dari penghancuran sel darah

merah dan kelebihan kolesterol. h. Bsus "esar Bsus besar terdiri dari colon asenden (kanan), colon trans=ersum, colon desenden (kiri) dan colon sigmoid (berhubungan dengan rectum). "anyak bakteri dalam usus besar ber,ungsi mencerna beberapa bahan dan membantu penyerapan Aat - Aat giAi. "akteri di dalam usus besar juga membuat Aat - Aat penting, seperti =itamin .. bakteri ini penting untuk ,ungsi normal dari usus. "eberapa penyakit serta antibiotic bisa menyebabkan gangguan pada bakteri bakteri di dalam usus besar akibatnya terjadi iritasi yang bisa menyebabkan dikeluarkannya lendir dan air dan terjadilah diare. >( i. ?ektum dan Anus Adalah sebuah ruangan yang bera+al dari ujung usus besar (setelah kolon sigmoid) dan berakhir di anus. "iasanya rektum ini kosong karena ,eses disimpan ditempat yang lebih tinggi, yaitu pada kolon desendens. *ika kolon desendens penuh ,eses masuk ke dalam rectum, maka timbul keinginan untuk buang air besar ("A"). Anus merupakan lubang diujung saluran pencernaan dan bahan limbah keluar dari tubuh. Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian lainnya dari usus. Suatu cincin berotot (s,ingter ani) menjaga anus tetap tertutup, sedangkan anus merupakan lubang diujung saluran pencernaan dimana ,eses keluar dari tubuh. Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian lainnya dari usus. 7ambar (.> Anatomi rektum dan anus !ada mal,ormasi anorecktal anus tampak rata atau sedikit cekung ke dalam atau kadang berbentuk anus namun tidak berhubungan langsung dengan rectum (!ur+anto, (55>). !ada mal,ormasi anorectal letak rendah (loku Anomalies), rectum mengandung pada otot puborektal, spinter internal dan eksternal, ,ungsi berkembang normal tidak ada hubungan dengan traktus genitourinaria, pada mal,ormasi anorectal letak sedang (0ntermedirt Anomalies), rectum terletak >6 diba+ah otot puborektal, terdapat cekungan anus dan posisi spinter eksternal normal, sedangkan pada mal,ormasi anorectal letak tinggi (/igh Anomalies), akhir rectum terletak diatas puborektal tidak terdapat spinter ani dan terdapat hubungan dan genitiurinaria pada laki-laki, ,istula rekta uretara pada perempuan rekto=aginal (Ari, ansjoer, (55(). 4) !ato,isiologi al,ormasi Anorektal Anus dan rectum berasal dari struktur embriologi yang disebut kloaka. !ertumbuhan kedalam sebelah lateral bangunan ini membentuk septum urorektum yang memisahkan rectum disebelah dorsal dari saluran kencing disebelah =entral, kedua sistem (rectum dan saluran kencing) menjadi terpisah sempurna pada umur kehamilan minggu ke 9 ). !ada saat yang sama, bagian urogenital yang berasal dari kloaka sudah mempunyai lubang eksternal, sedangkan bagian anus tertutup oleh membrane pada kehamilan minggu ke 9 H.

.elainan dalam proses 9 proses ini pada berbagai stase menimbulkan suatu spectrum anomaly, kebanyakan mengenai saluran usus ba+ah dan bangunan genitourinaria sehingga bagian rectum kloaka menimbulkan ,istula. al,ormasi anorecktal terjadi akibat kegagalan penurunan septum anorektal pada kehidupan embrional. ani,estasi klinis diakibatkan adanya obstruksi dan adanya ,istula. Ebstruksi ini mengakibatkan distensi abdomen, sekuestrasi cairan, muntah dengan segala akibatnya. Apabila urin mengalir melalui ,istel menuju rektum, maka urin akan diabsorbsi sehingga terjadi asidosis hiperchloremia, sebaliknya ,eses mengalir kearah traktus urinarius menyebabkan in,eksi berulang. !ada keadaan ini biasanya akan terbentuk ,istula antara rektum dengan organ sekitarnya. !ada +anita I5M dengan ,istula ke =agina (rekto=agina) atau perineum (rekto=estibuler). !ada laki - laki biasanya letak tinggi , umumnya ,istula >4 menuju ke =esika urinaria atau ke prostate. (rekto=esika). pada letak rendah ,istula menuju ke urethra (rektourethralis). ("rehman, (555). Anus dan rectum berkembang dari embrionik bagian belakang !ada umur kehamilan ) minggu ujung ekor dari bagian belakang berkembang jadi kloaka yang merupakan bakal genitourinary dan struktur anorektal !ada kehamilan minggu ke 9 H apabila terjadi .elainan dalam tahap pembentukan rektum enimbulkan suatu spectrum anomaly pada saluran usus ba+ah ; genitourinaria "agian rectum kloaka menimbulkan ,istula 1erjadi stenosis anal karena penyempitan pada kanal anorektal 1idak ada pembukaan usus besar yang keluar anus <ecal tidak dapat dikeluarkan 0ntestinal mengalami obstruksi al,ormasi Anorectal "agan (.> !ato,isiologi al,ormasi Anorektal letak tinggi (Suriadi, >48' (55:) >8 .elainan ba+aan anus (gangguan pertumbuhan A? rectum (gangguan pemisahan kloaka <usi dan pembentukaan anus dari tonjolan embrionik dari rectum dan sinus urogenital dan perkembangan septum yang memisahkannya) embentuk ,itel-,istel enghambat pengeluaran meconium 7angguan eliminasi "A" .egagalan pengeluaran isi anus .onstipasi dan obstruksi ,ungsional <eses menumpuk, tertahan direktum ; kolon Distensi abdomen !enekanan intra abdomen, !eningkatan tekanan !enegangan 701

abdomen ke torakhal intra abdomen /ipotalamus ?eoil dan compliance S,ingter cardiac gagal menutup Corte3 cerebri 7angguan pola napas ?e,luks gerakan peristaltik !erasaan kenyang untah Anoreksia 7g. .etidakseimbangan nutrisi 7g. .etidakseimbangan cairan tubuh kurang dari kebutuhan "agan (.( !ato,isiologi 1erjadinya gangguan yang disebabkan oleh mal,ormasi anorektal letak tinggi (Nelson, (555) >: al,ormasi Anorectal letak tinggi 1imdakan .olostomi 1erpisahnya kontinuitas jaringan usus belum beradaptasi adanya luka (terputusnya komtinuitas jaringan) !roses peradangan ,ungsi belum optimal 1erputusnya kontinuitas !roblem thermoregulasi jaringan !elepasan mediator kimia (tinin, ganglion parasimpatis terangsang Netro,il yg terjebak diAona statis bradikinin, histamine dan prostaglandin) !roses peradangan de,ekasi tidak tekontrol in,eksi E. pathogen erangsang reseptor nyeri pelepasan mediator kimia !erubahan pola eliminasi "A" dan prostaglandin adanya rembesan akibat ,eses Q cairan yg /ypothalamus (tinin, bradikinin, histamin keluar mengenai kulit disekitar stoma Corte3 cerebri ?esiko 0n,eksi Nyeri dipersepsikan Nyeri Akut "agan (.6 !atosiologi .olostomi 1utup .olostomi !embedahan Bsus belum Anestesi Bmum beradaptasi luka sayatan Depresi SS! ,ungsi belum 7angguan port dR terputus optimal relaksasi otot( relaksasi otot( e,ek =asodilatasi 0ntegritas entry kontinuitas perna,asan sal. cerna luas kulit m.o jaringan ganglion parasimpatis terangsang

?esiko merangsang ,ungsi silia peristaltic kehilangan panas in,eksi pengeluaran De,ekasi tidak menurun menurun Aat proteoterkontrol litik sekresi mucus regangan sal. /ipotermi ( bradikinin, !erubahan tertahan cerna /istamin,sepola eliminasi di sal. na,as rotonin,pros"A" mual, muntah merangsang taglandin) merangsang Sara, a,eren, batuk intake nutrisi menurun /ipotalamus, kortek soma Sensori .etidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan Nyeri dipersepsikan 7angguan bersihan jalan na,as Nyeri akut Akti,itas dibantu 7angguan pola tidur 7angguan intoleransi akti,itas "agan (.4 !ato,isiologi 1utup .olostomi >H 8) anis,estasi klinis enurut "etA ((55(), 7ejala yang menunjukan terjadinya mal,ormasi anorektal terjadi dalam +aktu (4-4H jam. 7ejala itu dapat berupa ' >. !erut kembung, sedangkan muntah timbul kemudian (. Cairan muntah mula-mula hijau kemudian bercampur tinja 6. .ejang usus 4. "ising usus meningkat 8. Distensi abdomen :. .eluar mekonium baik dari =agina atau bersama urine (tergantung letak ,istel). ). ekonium keluar pada anus seperti pasta gigi :) .lasi,ikasi al,ormasi Anorektal Ari, ansjoer ((55(), membagi mal,ormasi anorecktal menjadi 6 golongan' a. %etak rendah (loku Anomalies), pada letak ini rectum mengandung pada otot puborektal, spinter internal dan eksternal ,ungsi berkembang normal tidak ada hubungan dengan traktus genitourinaria. b. %etak sedang (0ntermedirt Anomalies), rectum terletak diba+ah otot puborektal, terdapat cekungan anus dan posisi spinter eksternal normal. c. %etak tinggi (/igh Anomalies), akhir rectum terletak diatas puborektal tidak terdapat spinter ani dan terdapat hubungan dan genitourinaria pada laki-laki, ,istula rekta uretara pada perempuan rekto=aginal. Sedangkan elbourne ((55(), membagi berdasarkan garis puboco3igeus dan garis yang mele+ati ischii kelainan disebut ' - %etak tinggi ' rectum berakhir diatas m.le=ator ani (m.pubo co3igeus).

- %etak intermediet ' akhiran rectum terletak di m.le=ator ani. - %etak rendah ' akhiran rectum berakhir ba+ah m.le=ator ani. >I Normal male anatomy ?ecto urethral bulbar ,istula (%o+) ?ecto bladder neck ,istula (/igh) 7ambar al,ormasi Anorektal pada laki-laki (.6 )) anajemen medik secara umum enurut Dona %. @ong ((556), Cara penegakan diagnosis pada kasus atresia ani atau mal,ormasi anorektal adalah semua bayi yang lahir harus dilakukan pemasukan termometer melalui anusnya, tidak hanya untuk mengetahui suhu tubuh, tapi juga untuk mengetahui apakah terdapat anus imper,orata atau tidak. Bntuk memperkuat diagnosis sering diperlukan pemeriksaan penunjang sebagai berikut ' a. !emeriksaan radiologis ' Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya obstruksi intestinal. b. Sinar S terhadap abdomen ' Dilakukan untuk menentukan kejelasan keseluruhan bo+el dan untuk mengetahui jarak pemanjangan kantung rectum dari s,ingternya c. Bltrasound terhadap abdomen ' Digunakan untuk melihat ,ungsi organ internal terutama dalam system pencernaan dan mencari adanya ,aktor re=ersible seperti obstruksi oleh karena massa tumor. d. C1 Scan ' Digunakan untuk menentukan lesi. e. !yelogra,i intra =ena ' Digunakan untuk menilai pel=iokalises dan ureter. (5 ,. !emeriksaan ,isik rectum ' .epatenan rectal dapat dilakukan colok dubur dengan menggunakan selang atau jari g. ?ontgenogram abdomen dan pel=is ' *uga bisa digunakan untuk mengkon,irmasi adanya ,istula yang berhubungan dengan traktus urinarius. H) !enatalaksanaan enurut Suriadi ((55:), pada mal,ormasi anorektal letak rendah dapat diperbaiki pada massa atau segera setelah bayi lahir dengan tindakan operasi yaitu perianal anoplasti, operasi dilakukan pada saat bayi tidur (menggunakan anestesi umum), operasi ini mencakup insisi abdomen, dan tempat melekatnya pada abdomen untuk direposisi dan melalui insisi anal, kantong rectum ddidorong keba+ah sehingga anal terbuka secara komplit. !ada mal,ormasi anorektal letak tinggi, perbaikan dimulai dengan pembuatan colostomy untuk membebaskan jalan keluar ,eces. !ada bayi baru lahir diberi jangka +aktu untuk tumbuh baru dapat menjalani operasi !ull-1rough, yaitu penarikan rectum keba+ah dan dijahit dengan pembukaan anus yang baru dibuat permanent. Setelah dilakukan operasi, anus yang baru dibentuk perlu dilatasi secara teratur untuk beberapa bulan sampai dengan bekas luka hilang, selanjutnya kolostomi ditutup. !ada mal,ormasi anorektal letak tinggi yang biasanya disertai ,istula pembedahan dilakukan mencakup penutupan dari

,istula, pembukaan anus dan direposisi dari kantong rectal kedalam anal. !ada mal,ormasi anorektal dilakukan tindakan posterior sagital anorekto plasti (!SA?!) yaitu pembedahan yang dilakukan mulai dari koksigis menuju anus dan selanjutnya dilakukan pemasangan busi yang tepat seperti tabel diba+ah ini. (> 1abel (.> Bkuran "usi B B? B.B?AN > 9 4 "ulan T >( 4 9 >( bulan T >6 H 9 >( bulan T >4 >-6 tahun T >8 6 9 >( tahun T >: U >( tahun T >) .etereangan ' !emasangan ukuran busi !SA?! ini dilakukan sesuai dengan umur klien. 7ambar "usi !SA?! (.6 I) Dampak penyakit mal,ormasi anorektal terhadap sistem tubuh lain .omplikasi yang dapat terjadi pada penderita atresia ani menurut Ngastiyah, ((558) antara lain ' a. Asidosis hiperkloremia b. 0n,eksi saluran kemih yang berkepanjangan c. .erusakan uretra (akibat prosedur bedah) (( d. J=ersi mukosa anal e. Stenosis (akibat kontraksi jaringan parut dari dianastomosis) ,. .onstipasi (akibat dilatasi sigmoid) g. 0nkontinensia (akibat stenosis anal atau in,eksi) h. !rolaps mukosa anorektal (menyebabkan inkontinensia dan kemasan persisten) i. <istula kambuhan (karena tegangan diare pembedahan dan in,eksi) >5) 1indakan yang dilakukan pada pasien dengan al,ormasi Anorektal letak tinggi a. .olostomi .olostomi adalah sebuah lubang buatan yang dibuat oleh dokter ahli bedah pada dinding abdomen untuk mengeluarkan ,eses. !embuatan lubang biasanya

bersi,at sementara atau permanen dari usus besar atau colon iliaka. !embuatan kolostomi sementara biasanya untuk tujuan dekompresi kolon atau untuk mengalirkan ,eses sementara dan kemudian kolon akan dikembalikan seperti semula kemudian abdomen ditutup kembali. .olostomi temporer ini mempunyai dua ujung lubang yang dikeluarkan melalui abdomen yang disebut kolostomi double barrel sedangkan pembuatan kolostomi permanen biasanya dilakukan apabila pasien sudah tidak memungkinkan untuk de,ekasi secara normal karena adanya keganasan, perlengketan, atau pengangkatan colon sigmoid atau rectum sehingga tidak memungkinkan ,eses melalui anus, kolostomi permanen biasanya berupa kolostomi single barrel (dengan satu ujung lubang) >) .omplikasi .olostomi a) !rolaps, erupakan penonjolan mukosa colon : cm atau lebih dari permukaan kulit. !rolaps dapat dibagi 6 tingkatan, !enonjolan seluruh dinding colon termasuk peritonium kadang-kadang sampai loop ilium, adanya strangulasi dan nekrosis pada usus yang mengalami penonjolan. !rolaps dapat terjadi oleh adanya ,aktor-,aktor seperti peristaltik usus meningkat, ,i3asi usus tidak sempurna, mesocolon yang panjang, tekanan intra abdominal tinggi, dinding abdomen tipis dan tonusnya yang lemah serta kemungkinan omentum yang pendek dan tipis. b) lritasi .ulit, /al ini terutama pada colostomy sebelah kanan karena ,eces yang keluar mengandung enAim pencernaan yang bersi,at iritati,. *uga terjadi karena cara membersihkan kulit yang kasar, salah memasang kantong dan tidak tahan akan plaster. c) Diare, makin ke proksimal colostominya makin encer ,eces yang keluar. !ada sigmoid biasanya normal. d) Ebstruksi; penyumbatan, pnyumbatan dapat disebabkan oleh adanya perlengketan usus atau adanya pengerasan ,eses yang sulit dikeluarkan. Bntuk menghindari terjadinya sumbatan, pasien perlu dilakukan irigasi kolostomi secara teratur. !ada pasien dengan kolostomi permanen tindakan irigasi ini perlu diajarkan agar pasien dapat melakukannya sendiri di kamar mandi. e) 0n,eksi, kontaminasi ,eses merupakan ,actor yang paling sering menjadi penyebab terjadinya in,eksi pada luka sekitar stoma. Eleh karena itu pemantauan yang terus menerus sangat diperlukan dan tindakan segera mengganti balutan luka dan mengganti kantong kolstomi sangat bermakna untuk mencegah in,eksi. (4 ,) ?etraksi Stoma ; mengkerut, stoma mengalami pengikatan karena kantong kolostomi yang terlalu sempit dan juga karena adanya jaringan scar yang terbentuk disekitar stoma yang mengalami pengkerutan. g) Stenosis, penyempitan dari lumen stoma h) !erdarahan stoma () /al 9 hal yang perlu dikaji pada kolostomi

a) .eadaan Stoma meliputi ' +arna stoma, tanda 9 tanda perdarahan dan tanda 9 tanda peradangan. b) !osisi Stoma seperti apakah ada perubahan eliminasi tinja (.onsistensi, bau, +arna ,eces), apakah ada konstipasi ; diare, Apakah ada konstipasi ; diare, dan apakah ,eces tertampung dengan baik. c) 7angguan rasa nyeri meliputi ' .eluhan nyeri ada atau tidak, hal-hal yang menyebabkan nyeri, kualitas nyeri, kapan nyeri timbul (terus menerus atau berulang), apakah pasien gelisah atau tidak, apakah kebutuhan istirahat dan tidur terpenuhi, tidur nyenyak atau tidak. b. !SA?! (!osterosagital Ano ?ectal !lasty) %e=itt , !ena A. ((55)), secara tegas menjelaskan bah+a mal,ormasi anorektal letak tinggi dan intermediet dilakukan kolostomi terlebih dahulu untuk dekompresi dan di=ersi. Eperasi de,initi=e setelah 4 9 H minggu. Saat ini tehnik yang paling banyak dipakai adalah posterosagital anorecto plasti (!SA?!), baik minimal, limited atau ,ull postero sagital anorekto plasti. (8 >) 1eknik Eperasi Dilakukan dengan general anestesi , endotrakeal intubasi , posisi pasien tengkurap dan pel=is ditinggikan, stimulasi perineum dengan alat !ena uscle Stimulator untuk identi,ikasi anal dimple. .emudian 0nsisi bagian tengah sacrum kearah ba+ah mele+ati pusat spingter dan berhenti ( cm didepannya, setelah itu belah jaringan subkutis , lemak, parasagital ,iber dan muscle complek. Es Co3igeus dibelah sampai tampak muskulus le=ator , dan muskulus le=ator dibelah tampak dinding belakang rectum, rektum dibebaskan dari jaringan sekitarnya, rektum ditarik mele+ati le=ator , muscle complek dan parasagital ,iber, kemudian Dilakukan anoplasti. () !era+atan !asca Eperasi !SA?! Antibiotik intra=ena diberikan selama 6 hari, salep antibiotik diberikan selama H ->5 hari. ( minggu pasca operasi dilakukan anal dilatasi dengan heger dilatation, (3 sehari dan tiap minggu dilakukan anal dilatasi dengan anal dilator yang dinaikan sampai mencapai ukuran ynag sesuai dengan umurnya. "usinasi dihentikan bila busi nomor >6->4 mudah masuk. c. 1utup .olostomi Suatu tindakan pembedahan yang dilakukan untuk menutup stoma pada kolostomi atau ileostomi, tutup kolostomi merupakan suatu rangkaian tindakan pembedahan pada post kolostomi sementara. Sebelum dilakukan operasi penderita harus disiapkan dulu untuk menjalani operasi penutupan stoma, yaitu dengan mengatur diet yang rendah residu dan antibiotik oral dan usus harus dibuat sekosong atau sebersih mungkin sebelum operasi. Selama (4 jam sebelum operasi harus dilakukan irigasi pada kedua arah stoma. !enutupan dimulai dengan membuat incisi (: circum,erential disekeliling stoma, termasuk sebagian kecil dari kulit. 0ncisi

circum,erential diperdalam hingga menembus peritoneum dan colon;intestine dan omentum disekitarnya dapat dipisahkan dari dinding abdomen. .emudian stoma ditarik keluar melalui incisi tadi dan bagian serosanya harus tampak jelas seluruhnya. /al ini memerlukan reseksi omentum dan jaringan ikat serta lemak disekeliling serosa tadi. Setelah hal ini dapat dilakukan maka penutupan stoma dapat segera dilakukan. "eberapa hari setelah operasi, anak akan mulai "A" melalui rectum. !ertama, "A" akan sering dan tidak terkendali. ?uam karena diapers dan iritasi kulit dapat menjadi masalah. Dalam beberpa minggu setelah operasi, "A" berkurang ,rekuensinya dan agak padat serta sering menyebabkan konstipasi. Anak-anak dengan mal,ormasi membrane pada anal dan sempitnya lubang anal biasanya mempunyai control yang baik dalan "A" setelah perbaikan. () ". !eran .eluarga enurut Suprajitno ((554), keluarga mempunyai tugas dibidang kesehatan yang perlu dipahami dan dilakukan, meliputi ' >. engenal masalah kesehatan keluarga, orang tua perlu mengenal keadaan kesehatan dan perubahan 9 perubahan yang dialami anggota keluarga. !erubahan sekecil apapun yang dialami anggota keluarga secara tidak langsung menjadi perhatian orang tua atau keluarga. (. emutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga, tugas ini merupakan upaya keluarga yang utama untuk mencari pertolongan yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga, dengan pertimbangan siapa diantara keluarga yang mempunyai kemampuan memutuskan untuk menentukan tindakan keluarga. 1indakan kesehatan yang dilakukan oleh keluarga diharapkan tepat agar masalah kesehatan dapat dikurangi atau bahkan teratasi. 6. era+at keluarga yang mengalami gangguan kesehatan dan memodi,ikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatn keluarga. 4. eman,aatkan ,asilitas pelayanan kesehatan disekitarnya bagi keluarga. C. .arakteristik anak pada usia sekolah (>> 1ahun) >. !ertumbuhan dan !erkembangan anak pada usia sekolah (>> 1ahun) menurut Donna %. @ong, ((556) diantaranya ' a) <isik dan motorik ' Anak laki-laki tumbuh lambat dalam tinggi dan penambahan berat badan cepat dapat menjadi kegemukan pada periode ini, postur lebih serupa dengan orang de+asa dan akan mengalami lordosis. (H b) Se3ualitas ' Jksplorasi diri dan e=aluasi kencan terbatas baiasanya kelompok intimasi terbatas. c) ental ' enulis secara singkat, masuk kelas 8 sampai :, menulis surat pendek biasa kepada teman atau saudara atas insiati, sendiri, menggunakan telepon untuk tujuan praktis, berspons terhadap media seperti majalah, radio dan iklan. enbaca untuk mendapatkan in,ormasi praktis atau kenikmatan sendiri. d) Adapti, ' embuat artikel berman,aat atau melakukan perbaikan yang

mudah, bertanggung ja+ab untuk pekerjaan seperti mebersihkan rambut tetapi memerlukan pengingatan untuk melakukannya. "erhasil dalam memelihara kebutuhan sendiri atau kebutuhan anak lain yang ada dalam perhatiannya. e) !ersonal 9 sosial ' enyukai teman-teman, memilih teman-teman dengan lebih selekti,, menyukai percakapan dengan mengembangkan minat a+al terhadap la+an jenis, menyukai ibu dan ingin menyenangkan dengan berbagai cara, menunjukan kasih sayang kepada orang yang dicintai dan diidolakan. (I D. ?eaksi /ospitalisasi enurut Donna %. @ong, ((556) reaksi hospitalisasi bersi,at indi=idual dan sangat tergantung pada usia perkembangan anak, pengalaman sebelumnya terhadap sakit, sistem pendukung yang tersedia dan kemampuan koping yang dimilikinya. !ada umumnya reaksi anak terhadap sakit adalah kecemasan karena perpisahan, kehilangan, perlukaan tubuh, dan rasa nyeri. ?eaksi anak masa sekolah (>> tahun) pada hospitalisasi pera+atan dirumah sakit memaksakan meninggalkan lingkungan yang dicintai , keluarga, kelompok sosial sehingga menimbulkan kecemasan. .ehilangan kontrol berdampak pada perubahan peran dalam keluarga,perasaan takut mati, kelemahan ,isik. ?eaksi nyeri bisa digambarkan dengan respon =erbal dan non =erbal seperti meringis dan timbul rasa gelisah. (. 1injauan teoritis tentang asuhan kepera+atan !roses kepera+atan adalah tindakan yang berurutan, dilaksanakan secara sistematik untuk menentukan masalah kesehatan, membuat perencanaan untuk mengatasinya, pelaksanaan rencana itu atau menugaskan untuk melaksanakanya atau menge=aluasi (J,,endi, (555). a. !engkajian !ada tahap ini penulis menggunakan metode pendekatan kepada klien dan keluarga untuk mendapatkan data subjekti, yang dilakukan dengan +a+ancara kepada ibu klien langsung dan keluarga yang terdekat. Sedangkan data objekti, penulis di dapatkan dari metode pemeriksaan ,isik yang dilakukan dengan perkembangan sesuai usia klien >> tahun, hal ini penulis lakukan sesuai dengan teori pengkajian anak. klien gelisah pada saat pera+at datang. 1indakan pera+at melakukan pendekatan terhadap ibu klien, 65 menciptakan situasi yang kooperati, dengan melakukan distraksi atau memberikan objek, bercerita, tersenyum pada anak. b. Diagnosa kepera+atan yang muncul pada pasien dengan mal,ormasi anorektal letak tinggi post operasi tutup kolostomi menurut Doengoes, ((555). >) ?esiko tinggi cedera b.d prosedur bedah, anestesia .riteria hasil' - Anak dipindahkan ke tempat tidur tanpa cedera dengan stress minimum. 0nter=ensi .epera+atan' - 1empatkan anak ditempat tidur dengan menggunakan tehnik yang tepat untuk

tipe pembedahan. - 7antungkan alat 0L dan sambungkan alat yang diperlukan - 1empatkan pada posisi yang nyaman dan nyaman yang sesuai dengan instruksi bedah () ?esiko tinggi in,eksi b.d kondisi yang lemah, adanya organisme in,eksius .riteria hasil ' Anak tidak menunjukan buktibukti in,eksi luka. 0nter=ensi .epera+atan' - 7unakan tehnik mencuci tangan yang yepat dan ke+aspadaan uni=ersal lain, terutama bila terdapat drainase . %akukan pera+atan luka dengan hatihati *aga agar luka bersih dan balutan %aporkan adanya tampilan tak umum atau drainase 6> - "erikan larutan antimikrobal ; salep sesuai dengan intruksi "ila anak mulai makan peroral berikan diet bergiAi 6) Cemas berhubungan dengan pembedahan lingkungan asing, perpisahan dari sistem pendukung dan ketidak nyamanan .riteria hasil ' - Anak istirahat dengan tenang dan anakmendiskusikan prosedur dan akti=itas tanpa bukti kecemasan 0nter=ensi .epera+atan ' !ertahankan sikap yang tenang dan meyakinkan - *elaskan prosedur dan akti=itas lain sebelum memulai *a+ab pertanyaan dan jelaskan akti=itas 1etap mengin,ormasikan kemajuan 1etap bersama anak sebanyak mungkin Dorong keberadaan ortu segera setelah diiAinkan 4) Nyeri berhubungan dengan insisi bedah .riteria hasil ' - Anak beristirahat tenang, dan menunjukkan bukti- bukti nyeri yang minimal atau tidak ada 0nter=ensi .epera+atan ' - *angan menunggu sampai anak mengalami nyeri hebat untuk menginter=ensi /indari mempalpasi area operasi jika diperlukan 6( !asang selang rektal jika diindikasikan - Dorong untuk berkemih, bila tepat distensi kandung kemih) "erikan pera+atan mulut "eri analgitik sesuai ketentuan "eri antiemetik sesuai instruksi. 8) ?esiko tinggi kekurangan =olume cairan berhubungan dengan status puasa sebelum;sesudah pembedahan, kehilangan na,su makan, muntah

.riteria hasil ' - Anak tidak menunjukkan dehidrasi dan anak menggunakan dan mempertahankan cairan bila diijinkan. 0nter=ensi .epera+atan ' !antau in,us 0L pada kecepatan yang ditentukan "erikan cairan segera setelah diinstruksikan. 66 BAB III TIN&AUAN KASUS DAN PE"BAHASAN A. 1injuan .asus ASB/AN .J!J?A@A1AN !ADA ANA. A7 BS0A SC/E%% (>> 1A/BN) DJN7AN !ES1 E!J?AS0 1B1B! CE%E1E G A1AS 0ND0.AS0 A%<E? AS0 ANE?JC.1A% %J1A. 10N770 D0 ?BAN7 CJ !A.A "JDA/ ANA. %AN1A0 ( ?B A/ SA.01 B B !BSA1 D?. /ASAN SAD0.0N "ANDBN7 1anggal asuk ?umah Sakit (?S) ' (E April (5>5 !ukul >5.65 @ib ?uangan ' Cempaka "edah Anak %antai ( Nomor edrec ' 55558)()>5 Diagnosa edis ' !ost operasi tutup colostomy atas indikasi al,ormasi Anorectal letak tinggi 1anggal !engkajian ' () April (5>5 >. !engkajian a. 0dentitas >) 0dentitas .lien Nama ' An. A7 Nama panggilan ' 7 Bmur ' >> 1ahun *enis .elamin ' %aki-laki Agama ' 0slam Suku ; "angsa ' Sunda ; 0ndonesia Alamat ' .p. Sindang 7alih ?t. 54 ?+. 5( Sumedang 64 () 0dentitas Erang 1ua 0bu Ayah Nama ' Ny. ! 1n. D Bmur ' 4( 1ahun 48 1ahun !endidikan ' SD SD Agama ' 0slam 0slam Suku "angsa ' Sunda Sunda Alamat ' .p. Sindang 7alih ?t. 54 ?+. 5( Sumedang Sumber biaya ' 7akinda

b. ?i+ayat .esehatan >) .eluhan utama .lien mengeluh nyeri pada luka jahitan post tutup kolostomi hari ke - 4. () ?i+ayat kesehatan sekarang !ada usia 4 hari klien diba+a ke ?umah Sakit Sumedang untuk dilakukan operasi kolostomi, kolostomi terletak diba+ah abdomen kiri klien. !ada usia >5 tahun klien di ba+a ke ?umah Sakit Bmum !usat /asan Shadikin "andung untuk dilakukan operasi !SA?!, klien dira+at selama > minggu. !ada tanggal (5 april (5>5 klien datang kembali ke ?umah Sakit Bmum !usat /asan Sadikin "andung untuk melanjutkan operasi yaitu tutup kolostomi karena klien sudah merasa malu karena terdapat lubang kolostomi pada abdomen kiri klien. !ada tanggal (6 April (5>5 pukul (5.55 @ib klien dilakukan operasi tutup .olostomi. !ada saat dilakukan pengkajian pada tanggal () April (5>5 jam I.65 +ib klien mengeluh nyeri pada luka jahitan tutup kolostomi 68 dan mengeluh mual dan muntah, nyeri yang dirasakan klien menyebar kebagian perut klien dengan skala nyeri 6 dari skala 5 - 8. nyeri dirasakan seperti di tusuk oleh benda tajam, apabila keadaan tersebut terjadi klien hanya duduk untuk menahan nyerinya. nyeri klien dirasakan pada malam hari sehingga klien tidak bisa tidur dan nyeri itu hilang ketika klien sudah bisa tidur. 6) ?i+ayat kehamilan dan persalinan a. !renatal Selama kehamilan ibu klien selalu memeriksakan kehamilannya ke !uskesmas, 0bu klien tidak pernah mengkonsumsi jamu dan tidak merokok tetapi ibu klien selalu minum obat parame3 apabila ibu klien mengalami sakit kepala, dan selama kehamilan ibu klien dilakukan suntik 1etanus 1oksoid ( kali pada usia kandungan ( bulan dan 4 bulan, selama kehamilan ibu klien tidak mempunyai tanda 9 tanda kelainan pada kehamilannya. b. 0ntranatal An. A7 lahir dibantu oleh !araji dengan usia kehamilan 6: minggu secara spontan tetapi melalui proses persalinan yang cukup lama yaitu sekitar >H jam. "erat badan dan panjang badan klien saat dilahirkan tidak terkaji karena ibu klien lupa. c. !ost natal enurut penuturan ibu klien, setelah klien lahir, klien tidak menangis seperti bayi biasanya saat dilahirkan. 0bu klien tidak mengetahui bah+a klien tidak mempunyai lubang anus. 0bu klien baru mengetahui bah+a klien tidak mempunyai lubang anus pada hari ke 4. > hari setelah melahirkan klien tidak "A" dan menurut penuturan ibu klien air kencing klien keluar ,eses. 6: 4) ?i+ayat kesehatan masa lalu Sejak klien berusia 4 hari klien dilahirkan dengan tidak punya lubang anus ibu

klien langsung memba+a klien ke ?S. Sumedang ,untuk dioperasi kolostomi dan pada usia >5 tahun klien dioperasi !SA?! di ?SB! Dr. /asan Sadikin "andung. 8) ?i+ayat 0munisasi enurut ibu klien, imunisasi anaknya lengkap, dan pelaksanaan imunisasi sesuai jad+al posyandu. :) ?i+ayat !ertumbuhan dan !erkembangan a) otorik .asar dan /alus ' .lien selalu tersenyum dan menyapa saat bertemu dengan pera+at, klien tampak sudah bisa menggunakan telepon genggam. b) "ahasa ' .lien kooperati, saat diajak bicara, klien mudah berkomunikasi antar teman sebayanya yang sedang dira+at diruangan tersebut. c) Sosialisasi ' .lien menunjukkan kasih sayang dan menghormati kedua orang tuanya. c. ?i+ayat kesehatan keluarga enurut penuturan ibu klien, dikeluarganya belum pernah ada yang mengalami penyakit kongenital seperti yang klien alami sekarang. >) Aspek psikososial .lien merupakan anak kedua, ibu klien mengatakan bah+a anaknya termasuk anak yang akti,. .lien duduk di sekolah dasar kelas 8 di lingkungan rumahnya klien sering bermain bola dengan teman - teman tetangganya yang seusia dengan klien, tetapi klien 6) sering merasa malu karena terpasang kolostomi di abdomen bagian kiri klien. Setelah dilakukan operasi tutup kolostomi klien mengatakan bah+a kepercayaan diri klien kembali lagi dan klien sudah tidak lagi merasa malu. d. .ebutuhan dasar >) Nutrisi dan Cairan enurut ibu klien saat dirumah, klien suka jajan sembarangan dan sedikit makan sekitar > setengah porsi perhari. Sejak dirumah sakit kebutuhan nutrisi klien (855 kkal ekstra putih telur ; hari, tetapi keluarga klien mengatakan porsi makan klien tidak habis hanya seperempat porsi perhari. .ebutuhan cairan ' in,us de3trose >5M (5 gtt;jam dalam microdrip. () !ola tidur enurut penuturan ibu klien saat di rumah, klien tidur seperti biasanya setiap jam I malam dan bangun pada jam 8.65 pagi. dirumah sakit klien tidur siang lebih lama (-6 jam perhari. 1idur malam :-) jam perhari karena klien sering merasakan sakit pada luka jahitan tutup kolostominya sehingga mengganggu pola tidur klien. 6) !ersonal hygiene a. andi .lien mandi ( kali sehari pada saat dirumah dan setelah di ?umah Sakit hanya di +ashlap saja dan tanpa sabun > kali sehari dibantu oleh keluarganya karena klien mengeluh nyeri pada luka post tutup kolostominya.

6H b. Eral hygiene !ada saat dirumah klien menggosok gigi ( kali per hari, dan setelah di ?umah Sakit klien hanya > kali menggosok giginya pada pagi hari. c. "erpakaian klien mengganti pakaiannya ( kali perhari saat di rumah. "egitu juga saat di ?umah sakit tetapi klien mengganti pakaiannya dibantu oleh keluarganya karena terpasang in,us de3trose >5M ditangan kiri klien. d. Cuci rambut Saat di ?umah, klien selalu keramas > minggu 6 kali. dan setelah di ?umah Sakit klien belum pernah dikeramas. () Akti,itas enurut penuturan ibu klien, saat di rumah klien sering bermain dengan teman tetangganya yang seumuran dengan klien. Saat di ?umah Sakit klien hanya terbaring di tempat tidur. 6) !ola Jliminasi a. "A" .lien "A" melalui stoma sebelum dilakukan operasi tutup kolostomi, dengan ,rekuensi ( - 6 kali perhari saat di ?umah, ketika di ?S setelah dilakukan tutup kolostomi klien "A" melalui lubang anus buatan, ibu klien mengatakan "A" klien sering dan tidak terkontrol dengan ,rekuensi "A" 8 sampai : kali perhari, "A" klien encer seperti air ber+arna kuning kecokelatan, klien tidak pernah mengalami konstipasi tetapi klien sedikit kesulitan pada saat klien sedang ingin "A" sebab klien merasa sulit untuk bergerak karena nyeri pada luka jahitan tutup kolostominya. "A" klien menggunakan pispot dengan bantuan orang tuanya. 6I b. "A. .lien "A. )-H kali perhari +arna urin kuning jernih saat di ?umah. Saat di ?umah sakit klien "A. secara spontan tidak menggunakan selang kateter : -) kali perhari sekitar :55 9 >555 cc, +arna urin kuning jernih e. !emeriksaan <isik /ead 1o 1oe >) .eadaan Bmum ' 1enang () .esadaran ' Compos entis 6) 1anda-tanda Lital ' 1ekanan Darah ' I5;H5 3;menit Suhu ' 6:,45C Nadi ' I( 3;menit ?espirasi ' (H 3;menit 4) Antopometri ' lingkar %engan ' 6(cm 1inggi "adan ' >>5 cm berat "adan ' (5 kg 8) .ulit .ulit ber+arna sa+o matang,turgor kulit baik, akral teraba hangat dan lembab,

tidak kering, tekstur lembut. .edaan kulit disekitar luka jahitan tutup kolostomi klien baik tidak terdapat tanda 9 tanda kemerahan dan edema. :) .epala ?ambut lurus, penyebaran rambut merata, +arna rambut hitam, kebersihan bersih, tidak ada lesi dan benjolan pada kulit kepala klien. 45 )) ata "entuk alis dan mata simetris, skelera tidak ikterik, konjungti=a anemis, reaksi pupil bagian kanan dan kiri saat diberi rangsangan cahaya langsung kontriksi, re,lek kornea ada, tidak ada pembengkakan tekanan intra okuler, re,lek mengedip positi, saat diberi sentuhan dengan kapas, mata klien dapat mengikuti : arah gerakan bola mata, ketajaman penglihatan baik terbukti dapat membaca papan nama pera+at. H) /idung "entuk simetris, kebersihan bersih tidak ada lesi, pasasage udara di kedua lubang hidung klien positi,, tidak ada benjolan,tidak ada pernapasan cuping hidung ,ungsi penciuman baik terbukti dapat mencium bau minyak kayu putih dengan mata tertutup. I) ulut "entuk mulut simetris, mukosa bibir kering, terdapat lesi, , lidah +arna merah muda, tidak ada pembesaran tonsil, re,lek menelan baik, ,ungsi pengecapan baik terbukti dapat merasakan rasa jeruk. >5) 1elinga !osisi pina sejajar dengan kantus mata, bentuk telinga kiri dan kanan simetris, kebersihan kotor, keluar sedikit cairan ber+arna kuning dari telinga, ,ungsi pendengaran baik terbukti klien dapat mendengarkan bunyi detik jam tangan. 4> >>) %eher "entuk leher simetris, tidak ada peningkatan *L!, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan getah bening, pergerakan leher kiri dan kanan baik, tidak ada lesi dan benjolan. >() Dada "entuk dan pergerakan dada simetris kiri dan kanan, putting susu kiri dan kanan ada dan normal, pengembangan paru seimbang, suara na,as di bagian lapang paru klien bersih =esikuler, irama teratur dengan ,rekuensi napas (H 3;menit, tidak ada pergerakan otot-otot tambahan, tidak ada lesi, =remitus =ocal seimbang pada saat klien mengucapkan sembilan 9 Sembilan, C?1 kembali kurang dari ( detik. >6) *antung !ada saat di in,eksi tidak terdapat pulsasi diarea jantung klien, pada saat diauskultasi bunyi jantung murni reguler S>dan S( lebih jelas dibanding S> tidak ada bunyi tambahan dan pada saat diperkusi suara dalnes dan tidak ada nyeri tekan, tekanan darah klien I5;H5 3;menit, nadi I( 3;menit ireguler

kekuatan kuat. >4) Abdomen "entuk Abdomen simetris, bising usus I kali permenit, terdapat luka jahitan post tutup kolostomi hati ke-4 sepanjang O >5 cm pada bagian kiri ba+ah abdomen klien, luka tampak mengering, namun masih ada sedikit darah pada bagian ba+ah jahitan luka klien, ginjal tidak teraba, hepar tidak teraba, pada saat diperkusi suara timpani di area 4( abdomen klien, tidak terdapat benjolan, terdapat nyeri tekan pada bagian ba+ah kanan dan kiri abdomen klien. >8) !unggung "entuk simetris, tidak terdapat lesi, terdapat goresan merah bekas kerokan pada punggung klien, suara napas bersih =esikuler, irama teratur, suara perkusi sonor, =remitus =ocal seimbang pada saat klien mengucapkan sembilan 9 sembilan. >:) J3trimitas' a. Jkstremitas Atas .ekutan otot 8, ?E baik, C?1 kurang dari ( detik jumlah jari tangan >5, kiri 8 dan kanan 8 re,lek bise, dan trise, positi,, tidak terdapat edema pada ekstremitas atas, terpasang in,us glucosa >5M dibagian tangan kiri klien, keadaan in,us baik tidak terdapat edema dan kemerahan disekitar area in,us klien. b. Jkstremitas "a+ah .ekuatan otot kanan dan kiri 8, ?E baik, tidak ada lesi dan tidak ada edema pada ekstremitas re,lek patella dan achiles positi,. .ekuatan otot >)) 7enetalia .ebersihan bersih, scrotum ada testis (, lubang uretra ada, tidak terpasang selang kateter, "A" le+at lubang anus buatan ( !S?A! ), keadaan lubang anus baik, tidak terdapat lesi disekitar lubang anus klien. 8 8 8 8 46 ,. ?i+ayat dan pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan !ertumbuhan dan perkembangan klien baik "" klien (> kg tetapi setelah di opersi tutup colostomy "" kilen turun > kg menjadi (5 kg g. !emeriksaan penunjang >) !emeriksaan %aboratorium !emeriksaan %aboratorium 1anggal (6 April (5>5 /J A1E%E70 /AS0% N0%A0 ?B*B.AN Darah %engkap /emoglobin

/ematokrit %eukosit Jritrosit 1rombosit (. .0 0A .%0N0. Albumin !rotein total Natrium .alium .alsium >>,4 64 (I.855 4,4> (84.555 6,H :,: >6I 4,( 4,48 >>.8 >6.8 g;dl 64 45 M 8.555 9 >4.855 ;mmV 6,H 9 8,8 3 >5 >( (juta;ul) >85.555 9 445.555 ;mmV 6,8-8,I g;dl :.6 H.( g;dl >68 >48 me&;l 6.: 8.8 me&;l 4,) 9 8,( mg;dl () !emeriksaan ?adiology pada 1anggal ) April (5>5 !emeriksaan <oto thorak Cor tidak ada, sinuses dan dia,ragma normal, hili normal, corakan broncho =esikuler bertambah .esan' tidak tampak 1" paru dan tidak tampak kardiomegali. 44 h. 1herapi No Nama Ebat Dosis !emberian ?ute @aktu !emberian >

etronidaAole 6 0= *am *am *am ( Antrain ( 0= *am *am 6 ?antin ( 0= *am *am 4 Ce,ota3im ( 0= *am *am 8 etroclopramide 6 0= *am *am *am 48 0ND A! 3 Selang 5I.55 >:.55 ((.55 3 Selang 5I.55 >:.55 3 Selang 5I.55 >:.55 3 Selang 5I.55 >:.55 3 Selang 5I.55 >:.55 ((.55 > > > > 855 mg 0n,us pagi sore malam mg 0n,us pagi sore mg 0n,us pagi sore gr 0n,us pagi siang mg 0n,us pagi sore malam

1utup .olostomi 1utup .olostomi !embedahan Bsus belum Anestesi Bmum beradaptasi luka sayatan Depresi SS! ,ungsi belum 7angguan port dR terputus optimal relaksasi otot( relaksasi otot( e,ek =asodilatasi 0ntegritas entry kontinuitas perna,asan sal. cerna luas

(. a. No Data .emungkinan penyebab; etiologi asalah >. DS' - klien mengatakan nyeri pada bagian luka tutup kolostomi dibagian ba+ah kiri abdomen klien. - 0bu klien mengatakan pola tidur klien terganggu karena klien sering merasa sakit pada luka jahitan post tutup kolostominya. DE' - klien tampak meringis kesakitan karena nyeri pada luka tutup kolostominya. - terdapat luka jahitan post tutup kolostomi hari ke-4 pada bagian ba+ah kiri badomen 1utup .olostomi W pembedahan W 1erputusnya kontinuitas jaringan W !eradangan(pengeluaran histamine, bradikinin, serotonin W

kulit m.o jaringan ganglion parasimpatis terangsang ?esiko merangsang ,ungsi silia peristaltic kehilangan panas in,eksi pengeluaran De,ekasi tidak menurun menurun Aat proteo- terkontrol litik sekresi mucus regangan sal. /ipotermi ( bradikinin, !erubahan tertahan cerna /istamin,se- pola eliminasi di sal. na,as rotonin,pros- "A" mual, muntah merangsang taglandin) merangsang Sara, a,eren, batuk intake nutrisi menurun /ipotalamus, kortek soma Sensori .etidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan Nyeri dipersepsikan 7angguan bersihan jalan na,as Nyeri akut Akti,itas dibantu 7angguan pola tidur 7angguan intoleransi akti,itas 4: Diagnosa .epera+atan Analisa Data

erangsang sara, a,eren /ipotalamus, .ortek soma sensori W Nyeri dipersepsikan W Nyeri akut 4) (. klien sepanjang O >5 cm. %eukosit (I.855;mm6 !ola tidur klien terganggu karena klien sering merasakan nyeri pada luka jahitan tutup kolostominya. - 1erapi Ce,ota3ime (3> gr i= selang in,us, antrain (3> mg i= selang in,us. - .lien mandi dibantu oleh keluarganya karena klien mengeluh nyeri pada luka tutup kolostominya. DS' klien mengatakan mual dan muntah - keluarga klien mengatakan porsi makan tidak habis hanya seperempat porsi 1utup kolostomi W !embedahan W Depresi SS! W ?elaksasi otot 9 otot saluran cerna .etidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan 4H 6. DE' .ien tampak %emah .lien tampak tidak na,su makan - "" klien turun > kg dari (> kg menjadi (5 kg. - 1erpasang in,us 7lucosa >5 M dibagian tangan kiri klien 1erapi Antrain (3> mg i= selang in,us DS ' - 0bu klien mengatakan "A" klien sering dan tidak terkontrol dengan ,rekuensi "A" 8 9 : kali perhari DE ' - .lien sering "A", "A" klien encer seperti air ber+arna kuning kecokelatan. W !eregangan sel cerna W

7angguan "A" 4I b. Diagnosa .epera+atan' >. Nyeri akut "erhubungan dengan luka post operasi tutup kolostomi (. .etidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual dan muntah. 6. 7angguan pola eliminasi "A" berhubungan dengan post tutup kolostomi ; de,ekasi tidak terkontrol. 4. ?encana Asuhan .epera+atan No Diagnosa kepera+atan NEC N0C >. Nyeri akut berhubungan dengan (luka post tutup kolostomi) De,inisi' ketidaknyamanan sensori dan penalaman emosi yng timbul dari kerusakan jaringan actual atau potensial atau menggambarkan berberapa kerusakanX onset tiba-tiba atau lambat dalam beberapa intensitas dari lembut sampai keras dengan akhir yang dapat diantisipasi atau di prediksi an durasinya .ontrol nyeri De,inisi ' aksi personal untuk mengontrol nyeri .riteria /asil ' Y ampu mengontrol nyeri (tahu cara mengatasi nyeri menggunakan teknik non ,armakologi untuk mengurangi rasa nyeri) Y elaporkan bah+a nyeri berkurang dengan menggunakan manajemen nyeri

ual, muntah W 0ntake nutrisi W .etidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan 1utup kolostomi W !embedahan W Bsus belum beradaptasi W <ungsi usus belum optimal W 7anglion parasimpatis terangsang W De,ekasi tidak terkontrol W 7angguan pola eliminasi "A" pola eliminasi

ampu mengenali nyeri (skala intensitas, ,rekensi, dan tanda nyeri ) anajemen nyeri De,inisi ' meringankan nyeri atau mengurangi nyeri menuju le=el nyaman yang dapat diterima oleh pasien. Akti=itas ' >. elakukan pemeriksaan komprehensi, pada nyeri termasuk lokasi, karakteristik, onset atau durasi, ,rekuensi, kualitas, intensitas, atau tingkat nyeri dan ,actor pencetus nyeri. (. Ebser=asi respon non=erbal klien terutama pada klien yang tidak dapat berkomunikasi secara e,ekti, 6. enggunakan strategi komunikasi yang terapetik untuk mengetahui pengalaman nyeri klien dan menerima respon klien terhadap nyeri. 8> kurang dari : bulan. "atasan karakteristik' .lien mengeluh nyeri Skala nyeri .................. @ajah tampak meringis, tegang, menangis, merintih 7angguan tidur !erubahan dalam na,su makan dan minum ........................ ........................ Y enyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang Y 1ekanan darah, suhu, respirasi dan nadi dalam rentang normal. 4. enyadari pengaruh kebudayaan terhadap respon nyeri 8. J=aluasi kee,ekti,an penilaian control nyeri yang telah dilakukan sebelumnya. :. enyediakan in,ormasi tentang nyeri seperti penyebab nyeri, berapa nyeri tersebut berlangsung, ketidaknyamanan yang diantisipasi dari prosedur yang dilakukan. ). endorong klien untuk dapat memonitor nyerinya dan melakukan tindakan seperlunya. H. engajarkan bagaimana menggunakan teknik non,armakologi untuk mengurangi nyeri misalnya dengan relaksasi, guided imagery, distraksi, massage dll. 8( (. .etidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual dan untah Status Nutrisi .riteria /asil ' Y masukan nutrisi dalam batas normal Y "" dalam batas normal Y Status cairan dalam batas normal Y 1idak ada !enurunan "erat badan yang berarti onitoring Nutrisi >. onitor turgor kulit (. onitor mual dan muntah

6. onitor kalori dan masukan nutrisi 4. Sediakan makanan dan cairan yang bernutrisi 8. 1imbang pasien pada inter=al yang tepat :. Ajarkan klien dan keluarga tentang makanan yang bergiAi dan tidak mahal ). 1entukan moti=asi klien untuk mengubah kebiasan makan emberikan agen immuniAing dengan imunisasi 86 6. 7angguan pola eliminasi berhubungan dengan tutup kolostomi ; de,ekasi tidak terkontrol "o+el Jlimination .riteria hasil ' Y .lien mampu mempertahankan pola eliminasi "A" dengan teratur Y "ebas dari ketidaknyamanan dan konstipasi Y !enurunan distensi abdomen 0mpaction anagement >. onitoring bising usus (. onitoring ,eses' ,rekuensi, konsistensi dan =olume. 6. .onsultasi dengan dokter tentang penurunan dan peningkatan bising usus. 4. *elaskan etiologi dan rasionalisasi tindakan terhadap pasien. 8. 0denti,ikasi ,aktor penyebab dan kontribusi konstipasi. :. Dukung intake cairan B. Pe'(a)a*a+ !ada bagian ini, penulis akan menggambarkan tentang berbagai masalah yang akan timbul saat penulis melaksanakan asuhan kepera+atan kepada An. A7 dengan kasus !ost operasi tutup Colostomy atas indikasi al,ormasi Anorectal %etak 1inggi di ruang Cempaka "edah Anak lantai ( ?SB! Dr. /asan sadikin "andung Sejak tanggal () April (5>5 sampai 65 April (5>5. !enulis berusaha menerapkan asuhan kepera+atan mulai dari tahap pengkajian, merumuskan diagnosa kepera+atan, menentukan kriteria hasil yang diharapkan berdasarkan Nursing Eutcom Clasi,ication (NEC), rencana asuhan kepera+atan berdasarkan Nursing 0nter=ention Clasi,ication (N0C), pelaksanaan implementasi dan e=aluasi. !enulis akan menguraikan tentang kesenjangan antara teori dengan praktek selama melakukan asuhan kepera+atan, ,aktor pendukung atau penghambat serta cara penyelesainya. >. !engkajian !ada tahap ini penulis menggunakan metode pendekatan kepada klien dan keluarga untuk mendapatkan data subjekti, yang dilakukan dengan +a+ancara kepada klien langsung dan keluarga klien. Sedangkan data objekti, penulis di dapatkan dari metode pemeriksaan ,isik yang dilakukan dengan perkembangan sesuai usia klien >> tahun, hal ini penulis lakukan sesuai dengan teori

pengkajian anak. klien gelisah pada saat pera+at datang. kemudian pera+at melakukan pendekatan terhadap ibu klien, menciptakan situasi yang kooperati, dengan melakukan distraksi atau memberikan objek mainan, tapi karena klien sudah berusia sekolah (>> tahun) klien tidak tertarik lagi pada objek mainan oleh karena itu penulis mencoba menggali untuk mengetahui kesukaan dan kegemaran klien, setelah digali ternyata klien gemar bermain sepak bola dan menyukai salah satu tim sepak bola, jadi penulis memberikan sebuah kaos tim kesayangannya tersebut. !ada saat pengkajian klien sangat kooperati,, tidak ada masalah dan kendala sehingga proses pengkajian berjalan dengan lancar. :( !ada tahap pengkajian ditemukan luka jahitan post tutup kolostomi hari ke-4 dibagian abdomen ba+ah kiri klien dengan luka jahitan sepanjang O >5 cm, luka tampak mengering, namun masih ada sedikit darah pada bagian ba+ah jahitan luka klien. !ada saat dipalpasi terdapat nyeri tekan pada bagian ba+ah kanan dan kiri abdomen klien. Selain itu keluarga klien mengatakan bah+a klien sering mual dan muntah sehingga klien tidak na,su makan dan porsi makan klien yang diberikan oleh rumah sakit selalu tidak habis. .eluarga klien juga mengatakan bah+a pola "A" klien sering dan tidak terkontrol dengan ,rekuensi "A" 8 : 3 perhari. (. Diagnosa kepera+atan asalah kepera+atan post operasi tutup kolostomi berdasarkan teori menurut Doengoes, ((555) diantaranya sebagai berikut ' >) ?esiko tinggi kekurangan =olume cairan. () .etidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan status puasa sebelum dan setelah pembedahan, kehilangan na,su makan, muntah 6) Nyeri akut berhubungan dengan luka post operasi 4) ?esiko tinggi in,eksi berhubungan dengan kondisi yang lemah, adanya organisme in,eksius 8) 7angguan integritas kulit berhubungan dengan luka insisi pembedahan :) 7angguan pola eliminasi "A" berhubungan dengan post operasi tutup kolostomi ; de,ekasi tidak terkontrol Bntuk diagnosa kepera+atan post operasi tutup kolostomi yang muncul pada klien dan terdapat pada teori maupun lapangan adalah ' a. "erdasarkan teori, diagnosa yang muncul nyeri akut berhubungan dengan luka post operasi tutup kolostomi. asalah ini diangkat oleh penulis karena saat pengkajian klien mengeluh nyeri pada luka jahitan post tutup kolostomi dan tampak luka jahitan post tutup kolostomi diabdomen bagian :6 kiri klien dengan luka sepanjang >5 cm. !enulis mengangkat diagnosa kepera+atan berdasarkan NANDA adalah nyeri akut berhubungan dengan luka post operasi. b. "erdasarkan teori, diagnosa yang muncul yaitu ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan. asalah ini diangkat oleh penulis karena pada saat

pengkajian berat badan klien turun > .g dari (> kg menjadi (5 kg, klien mengeluh mual dan muntah , porsi makan habis Z porsi, klien kurang na,su makan. !enulis mengangkat diagnosa kepera+atan berdasarkan NANDA adalah ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual dan muntah. c. "erdasarkan teori, diagnosa yang muncul yaitu gangguan pola eliminasi "A" berhubungan dengan post operasi tutup kolostomi ; de,ekasi tidak terkontrol. asalah ini diangkat oleh penulis karena pada saat pengkajian keluarga klien mengatakan klien sering "A" dan tidak terkontrol dengan ,rekuensi "A" 8 9 : 3 perhari. Bntuk diagnosa kepera+atan yang terdapat pada teori namun tidak ada dilapangan adalah ' a. ?esiko tinggi kekurangan =olume cairan. Diagnosa ini tidak penulis angkat sebagai masalah karena saat dilakukan pengkajian pada klien tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekurangan =olume cairan. b. ?esiko tinggi in,eksi berhubungan dengan kondisi yang lemah, adanya organisme in,eksius. Diagnosa ini tidak diangkat oleh penulis sebagai masalah karena saat dilakukan pengkajian pada luka klien tidak terdapat tanda 9 tanda in,eksi +alaupun leukosit klien (8I.555 ; mm6 tetapi hasil laboratorium klien diambil pada tanggal (6 April (5>5 sebelum operasi dan tidak ada pemeriksaan laboratorium lagi. .emudian luka klien sudah kering dan bersih serta tidak ada tanda 9 tanda in,eksi lainnya seperti pada teori. :4 c. 7angguan integritas kulit berhubungan dengan luka insisi pembedahan, Diagnosa ini tidak penulis angkat sebagai masalah karena kulit pada luka insisi klien sudah tampak kembali seperti semula. 6. !erencanaan !ada tahap ini, penulis membuat rencana asuhan kepera+atan yang telah disesuaikan dengan permasalahan yang ada. Situasi dan kondisi serta sarana dan prasarana yang tersedia di ruangan tanpa meninggalkan aspek kemampuan penulis mengaplikasikan hasil studi dan menerapkannya dilapangan. Dalam menetapkan tujuan, inter=ensi maupun dasar pemikiran dari setiap inter=ensi penulis berpedoman pada sumber buku dan literature yang mendukung permasalahan yang akan diatasi pada masalah nyeri akut berhubungan dengan luka post tutup kolostomi. Dalam tinjauan pustaka, inter=ensi yang akan dilakukan lebih ditekankan pada cara mengatasi nyeri akut luka post tutup kolostomi yang dialami klien sampai hilang. 0nter=ensi yang direncankan baik pada teori maupun Nursing 0nter=entions Classi,ication (N0C) dan Nursing Eutcomes Classi,ications (NEC) pada dasarnya sama yaitu pada masalah nyeri akut berhubungan dengan luka jahitan post operasi tutup kolostomi ber,okus untuk menghilangkan nyeri akut, pada masalah ketidakseimbang nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual dan muntah ber,okus untuk mengatasi mual dan muntah, sedangkan pada masalah gangguan pola eliminasi

"A" berhubungan dengan post operasi tutup kolostomi ; de,ekasi tidak terkontrol ber,okus untuk mengembalikan pola eliminasi "A" dengan teratur. Secara garis besar inter=ensi yang telah direncanakan telah sesuai dengan teori dan tidak jauh berbeda denagn perencanaan yang telah dibuat penulis berdasarkan Nursing 0nter=entions Classi,ication (N0C). 4. !elaksanaan !ada tahap ini, penulis melaksanakan asuhan kepera+atan pada An. A7 sesuai dengan perencanaan yang telah disusun yang berpedoman pada Nursing 0nter=entions Classi,ication (N0C), Nursing Eutcomes Classi,ications :8 (NEC) dan NANDA. 1indakan untuk mengurangi atau mengatasi nyeri akut klien yaitu dengan memanajemen nyeri seperti memonitoring keadaan nyeri klien secara komprehensi, seperti mengobser=asi tanda 9 tanda =ital klien, mengobser=asi respon =erbal dan non =erbal klien. .emudian melanjutkan dengan mengganti balutan luka klien, penutup luka dilepas dengan menggunakan kapas alkohol, luka dibersihkan dengan menggunakan kasa Nacl dan dikeringkan dengan menggunakan kasa kering, setelah itu luka dioles dengan kasa betadin kemudian ditutup dengan mengguanakan kasa kering dan di,iksasi dengan mengguanakan plester. Setelah itu tindakan dilanjutkan dengan memberikan terapi injeksi antrain (3> mg i= selang in,us, rantin (3> mg i= selang in,us, ce,ota3im (3> mg i= selang in,us dan metronidaAole 63855 mg i= selang in,us. 1erapi injeksi diberikan pada pukul 5I.55 +ib dan pukul >:.55 +ib. Bntuk mengatasi atau mengurangi mual dan muntah klien yaitu dengan cara memonitoring nutrisi klien seperti monitoring mual dan muntah, monitoring kalori dan masukan nutrisi, menimbang berat badan pasien pada inter=al yang tepat dan mengajarkan klien dan keluarga tentang makanan yang bergiAi bagi klien serta memberikan penyuluhan tentang diet pasca operasi dengan cara mendemonstrasikan dan memberikan li,let tentang diet pasca operasi kepada klien dan keluarga klien. Sedangkan untuk mengembalikan pola eliminasi "A" dengan teratur yaitu dengan cara impaction mangement seperti memonitoring bising usus, dan memonitoring ,eses setiap klien "A". a. /al 9 hal yang mendukung dalam penatalaksanaan ; inter=ensi Adapun hal-hal yang mendukung dalam penatalaksanaan untuk menjalankan inter=ensi adalah ' >) .etersediaan saran dan prasarana yang lengkap memudahkan penulis dalam melakukan setiap inter=ensi yang telah disusun. () Adanya kerjasama yang baik antara penulis, ibu klien dan keluarga dalam melakukan pera+atan diri pada klien dan saat dilakukan penkes klien dan keluarga antusias mengikutinya. :: b. /al 9 hal yang menghambat penatalaksanaan ; inter=ensi /al-hal yang menghambat penulis untuk melaksanakan inter=ensi adalah ' >) .urangnya re,erensi tentang materi penyakit klien, karena hanya sedikit

materi yang membahas tentang penyakit klien dari berbagai macam buku sumber. () Asuhan kepera+atan yang diberikan belum maksimal kerena pemahaman tentang teori anak kurang mendalam. 8. J=aluasi !ada tahap e=aluasi, penulis melakukan penilaian respon klien terhadap inter=ensi yang diperhatikan sesuai dengan tujuan yang telah diberikan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Setelah dilakukan asuhan kepera+atan masalah klien yang dapat teratasi adalah ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan, karena klien sudah tidak mengeluh mual dan muntah lagi serta porsi makan klien selalu habis. masalah nyeri akut berhubungan dengan luka post tutup kolostomi masalah teratasi karena klien sudah tidak sering mengeluh nyeri lagi, klien mengeluh nyeri pada saat dilakukan pera+atan luka saja. Sedangkan masalah gangguan pola eliminasi berhubungan dengan post operasi tutup kolostomi ; de,ekasi tidak terkontrol masalah sebagian teratasi karena "A" klien sudah tidak sering lagi tetapi keadaan ,eses klien masih encer. :) BAB I, KESI"PULAN DAN REKO"ENDASI A. .esimpulan Setelah penulis melakukan asuhan kepera+atan pada klien An. A7 dengan !ost operasi tutup Colostomy atas indikasi al,ormasi Anorectal letak tinggi di ruang Cempaka "edah Anak lantai ( ?umah Sakit Bmum !usat Dr. /asan Sadikin "andung, dari tanggal () April (5>5 sampai 65 April (5>5 penulis menemukan data, keluhan utama klien adalah nyeri akut, hal tersebut disebabkan oleh adanya luka jahitan post tutup kolostomi hari ke - 4 diabdomen bagian kiri klien sepanjang O >5 cm, klien juga mengeluh mual, muntah, tidak na,su makan dan porsi makan klien selalu tidak habis, terpasang in,us de3tros >5 M dibagian tangan kiri klien, serta saat pengkajian keluarga klien mengatakan klien sering "A" dan "A" klien tidak terkontrol dengan ,rekuensi "A" 8 9 : 3 perhari. Dari data 9 data tersebut penulis mengangkat diagnosa sebagai berikut' nyeri akut berhubungan dengan luka post tutup kolostomi, ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual dan muntah, dan gangguan pola eliminasi berhubungan dengan post operasi tutup kolostomi ; de,ekasi tidak terkontrol. !ada perencanaan tindakan kepera+atan disusun berdasarkan prioritas masalah kepera+atan yang muncul pada klien. !enulis lebih mem,okuskan pada mengatasi ; mengurangi nyeri akut yang dirasakan klien dan mengatasi mual dan muntah yang menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan pada klien. 0mplementasi dilaksanakan sesuai dengan rencana yang ditetapkan, penulis melakukan tindakan kepera+atan selama 4 hari dari tanggal () April sampai 65 April (5>5 dengan melibatkan pera+at ruangan dan

keluarga klien, dengan ,okus manajemen untuk mengatasi ; mengurangi nyeri akut yang dirasakan klien yaitu ' melakukan pemeriksaan secara komprehensi, pada nyeri termasuk lokasi, karakteristik, onset atau durasi, ,rekuensi, kualitas, intensitas, atau tingkat nyeri dan ,actor pencetus :H nyeri, menggunakan strategi komunikasi yang terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri klien dan menerima respon klien terhadap nyeri, menge=aluasi kee,ekti,an penilaian control nyeri yang telah dilakukan sebelumnya, menyediakan in,ormasi tentang nyeri seperti penyebab nyeri, berapa nyeri tersebut berlangsung, ketidaknyamanan yang diantisipasi dari prosedur yang dilakukan, mendorong klien untuk dapat memonitor nyerinya dan mengajarkan bagaimana menggunakan teknik non,armakologi untuk mengurangi nyeri. anajemen untuk mengatasi ; mengurangi ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual dan muntah yaitu memonitoring nutrisi seperti monitoring mual dan muntah, monitoring kalori dan masukan nutrisi, menimbang berat badan pasien pada inter=al yang tepat dan mengajarkan klien dan keluarga tentang makanan yang bergiAi bagi klien dan manjemen untuk mengembalikan pola eliminasi "A" dengan teratur yaitu memonitoring bising usus, dan memonitoring ,eses setiap klien "A". Setelah dilakukan asuhan kepera+atan selama 4 hari masalah klien yang dapat teratasi adalah ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan, karena klien sudah tidak mengeluh mual dan muntah lagi serta porsi makan klien selalu habis, masalah nyeri akut berhubungan dengan luka post tutup kolostomi sebagian teratasi karena klien sudah tidak sering mengeluh nyeri lagi, klien mengeluh nyeri pada saat dilakukan pera+atan luka saja. Sedangkan masalah gangguan pola eliminasi berhubungan dengan post operasi tutup kolostomi ; de,ekasi tidak terkontrol masalah sebagian teratasi karena "A" klien sudah tidak sering lagi tetapi keadaan ,eses klien masih encer. ". ?ekomendasi Setelah penulis melaksanakan asuhan kepera+atan pada An. A7 dengan !ost operasi tutup Colostomy atas indikasi al,ormasi Anorectal letak tinggi penulis mencoba mengembangkan beberapa pemikiran dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya kepera+atan sebagai bagian integral dari pelaksanaan kesehatan yang akan memberikan kontribusi besar :I dalam penyembuhan klien, baik yang dilaksanakan oleh mahasis+a khususnya dan tim medis umumnya. Saran yang dapat penulis sampaikan adalah ' >. !ada pengkajian !ost operasi tutup Colostomy atas indikasi al,ormasi Anorectal hendaknya seluruh aspek pengkajian harus dikuasai agar pengkajian yang komprehensi, bisa tercapai, sehingga kemungkinan masalah 9 masalah yang akan timbul dengan kasus !ost operasi tutup Colostomy atas indikasi

al,ormasi Anorectal letak tinggi tidak semakin buruk. Data penunjang yang lengkap sangat diperlukan untuk memperkuat diagnosa yang akan ditegakkan dan dapat mempermudah dalam pelaksanaan inter=ensi sesuai dengan kriteria hasil yang diharapkan. Salah satu data penunjang tersebut adalah pemeriksaan laboratorium misalnya pemeriksaan hemoglobin, hematokrit, leukosit, eritrosit, trombosit, albumin, protein total, natrium, kalium dan kalsium. !emeriksaan tersebut hendaknya tidak dilakukan sekali tetapi dilakukan secara berkelanjutan (berulang 9 ulang), guna memperoleh hasil yang akurat dan untuk mengetahui perkembangan selanjutnya. (. !ada tahap perencanaan dan implementasi disesuaikan dengan masalah yang muncul khususnya pada klien dengan !ost operasi tutup Colostomy atas indikasi al,ormasi Anorectal letak tinggi, biasanya masalah yang muncul. Dan yang paling utama adalah klien mengeluh nyeri akut berhubungan dengan terdapatnya luka jahitan post tutup kolostomi dan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual dan muntah yang menyebabkan klien tidak na,su makan dan porsi makan klien selalu tidak habis. Eleh karena itu penulis menyarankan kepada mahasis+a dan tim medis serta pembaca pada umumnya apabila menemukan masalah !ost operasi tutup Colostomy atas indikasi al,ormasi Anorectal letak tinggi, diharapkan dapat mengetahui bagaimana cara untuk mengatasi ; mengurangi nyeri akut dan mual muntah tersebut dengan tekhnik )5 ,armakologis atau non ,armakologis. Dan dalam menentukan perencanaan dan pelaksanaan hendaknya melibatkan keluarga, inter=ensi dan implementasi kepera+atan hendaknya disosialisasikan terlebih dahulu dengan pera+at ruangan dan petugas kesehatan lainnya yang terkait agar tercipta asuhan kepera+atan yang berkesinambuangan. 6. Dalam pelaksanaan e=aluasi hendaknya dilakukan dengan teliti dan berkelanjutan, sehingga dalam pemberian asuhan kepera+atan dapat berjalan dengan optimal, e,ekti, dan berkesinambungan. Bntuk mencapai pera+atan yang komprehensi, maka asuhan kepera+atan harus dilakukan selama (4 jam agar kita dapat mengetahui secara pasti tentang perkembangan kondisi klien. )(

DA$TAR PUSTAKA - Alimul /idayat, A.AAiA. ((55:). !engantar 0lmu .epera+atan Anak. Salemba edika. *akarta. - "etA, Celcily %., dan so+den %inda A. ((55(). .epera+atan !ediatri, !enerbit "uku .edokteran J7C. *akarta.

- "oocock 7, Donna D. Anorectal al,ormation' <amilial Aspects and Associated Anomalies. Archi=es o, Disease in Childhood, >IH), :(, 8):-8)I. http';;+++.pubmedcentral.nih.go=;picrender.,cgi[artid\>))H48:Nbl btype \ d, (diakses > ei (5>5). - Dona %.@ong. ((556). "uku Ajar .epera+atan !ediatric Lol. > N (. !enerbit "uku .edokteran. J7C. *akarta. - JliAabeth *.Cor+in,"uku Saku !ato,isiologi,!enerbit "uku .edokteran J7C. *akarta. - http';;+++.depkes.go.id;indonesiasehat.html. (diakses (5 juni (5>5). - *ohnson, arrion, ((555).Nursing Eutcome Classi,ication. osby Gear "ook. !hiladelphia. - %e=itt , !ena A. Anorectal al,ormation. Erphanet *ournal o, ?are Diseases (55), ('66. http';;+++.ojrd.com;content;(;>;66 (diakses > ei (5>5). - c. Closkey, *oanne, ((554) Nursing 0nter=ention Classi,ication. osby Gear "ook. !hiladelphia. - NANDA, ((558). Nursing DiagnoseX De,inition and Classi,ication. NANDA international. - Nelson, ((555). 0lmu .esehatan Anak Lol.> N ( Jdisi >8. !enerbit "uku .edokteran, J7C. *akarta. - Ngastiyah, ((558). Asuhan .epera+atan !ada penyakit Dalam. Jdisi >. J7C, *akarta - Syl=ia A. !rince N %orraine . @ilson, ((558). !ato,isiologi .onsep .linis !roses 9 proses penyakit Lol.(. Jdisi :. J7C. *akarta. - SmeltAer S.C N "renda. ".7. ((55>). "uku Ajar .epera+atan edikal "edah. Lol. (. J7C. *akarta. - Suriadi, ((55:). Asuhan .epera+atan !ada Anak Jdisi (. Sagung Seto. *akarta.