Anda di halaman 1dari 11

Hipofisis

anatomi
Hipofisis atau kelenjar pituitari atau master endocrine gland terletak di rongga tulang sfenoid yakni sela tursika os sphenoidalis. Berbobot kira-kira 0.5 g dan ukuran normalnya 10*13*6 mm. berbentuk kecil dan oval dan melekat pada permukaan bawah otak melalui infundibulum.

Pendarahan
Hipofisis mendapat darah dari 2 kelompok pembuluh darah. 1. Dari atas, arteri hypophisialis superior kiri dan kanan mendarahi eminensia mediana dan tangkai neural. Arteri ini membentuk suatu pleksus kapiler primer. Lalu kepiler ini bergabung menjadi vena-vena yang membentuk pleksus kapiler sekunder 2. Dari bawah, arteri hypophisialis inferior kiri dan kanan terutama mendarahi neurohipofisis dan sejumlah kecil mendarahi tangkai

Embriologi
Hipofisis berkembang sebagian dari ektoderm oral dan sebagian lagi dari jaringan saraf. unsur saraf timbul berupa evaginasi dari dasar diensefalon dan tumbuh ke arah kaudal sebagai tangkai, tanpa melepaskan diri dari otak, komponen oral muncul

sebagai penonjolan keluar ektoderm dari atap mulut primitif embrio dan tumbuh ke arah kranial membentuk suatu struktur yang disebut kantung rathke. Pada perkembangan lebih lanjut, terjadi konstriksi pada dasar kantung ini, yang memisahkan kantung rathke dari rongga mulut. Dinding anterior kantung ikut menebal pada saat yang bersamaan sehingga lumen kantung rathke berkurang sampai terbentuk suatu fisura sempit. hipofisis memiliki 2 kelenjar 1. Neurohipofisis Bagian dari hipofisis yang berkembang dari jaringan saraf. Terdiri atas bagian yang besar , pars nervosa dan infundibulum yang lebih kecil atau tangkai neural. Tangkai neural terdiri atas batang dan eminensia mediana. 2. Adenohipofisis Bagian dari hipofisis yang berkembang dari ektoderm mulut. Dan terdiri atas 3 bagian bagian besar, pars distalis atau lobus anterior, bagian kranial yaitu pars tuberalis yang mengelilingi tangkai neural dan pars intermedia.

Histologi

1. Adenohipofisis (lobus anterior)

Pars distalis

Komponen utama pars distalis adalah deretan sel epitel yang saling berselingan dengan kapiler dan terdapat serat-serat retikulin yang dihasilkan oleh fibroblas untuk menopang deretan sel-sel yang menyekresikan hormon. Hormon yang dihasilkan sel-sel ini disimpan sebagai granul sekresi. Pars distalis dapat dibedakan menjadi 3 jenis sel :

a. Kromofob Tidak terpulas dengan kuat. b. Kromofil, yaitu basofil dan asidofil Basofil berfungsi untuk mensekresikan adenokortikotiroid hormone

(ACTH) pada korteks adrenal, tiroid stimulating hormone (TSH) pada tiroid, Folikel stimulating hormon (FSH) pada ovarium dan testis, dan lutein hormon (LH) pada ovarium dan testis. Asidofil mensekresikan prolaktin pada kelenjar mammae. Pars intermedia

Merupakan suatu daerah rudimenter yang terdiri atas deretan dan folikel selsel basofilik lemah yang mengandung granula-granula sekretoris kecil. 2. Neurohipofisis (lobus posterior) Terdiri atas 100.000 akson yang tidak bermielin dari neuron-neuron sekretoris di nukleus supraoptik dan paraventikuler.hormon yang dihasilkan membentuk bangunan yang dikenal sebagai badan Herring. Hormon yang dihasilkan adalah vasopresin (hormon antidiuretik) dan oksitosin. Vasopresin berfungsi untuk

membantu

mengatur keseimbangan

osmotik dilingkungan dalam

tubuh,

membantu kontraksi otot polos pembuluh darah yang akan menaikkan tekanan darah. Oksitosin berfungsi untuk membantu kontraksi mioepitel pada mammae dan kontraksi uterus.

Kelenjar adrenal

Anatomi
Adalah sepasang organ yang terletak dekat kutub atas ginjal dan terbenam dalam jaringan lemak.kelenjar adrenal merupakan struktur gepeng berbentuk bulan sabit, pada manusia panjangnya 4-6 cm , lebar 1-2 cm, dan tebal 4-6 mm.

Pendarahan
Adrenal mendapat darah dari arteri korteks, arteri simpai dan arteri medula, dan membentuk cabang arteri yang disebut pleksus subkapsularis. Dan terdapat kapiler medula dan kapiler korteks, yang bersama-sama membentuk vena medularis yang bergabung membentuk vena adrenal atau suprarenalis

Histologi
Kelenjar adrenal dibungkus oleh simpai jaringan ikat padat kolagen yang menjulurkan septa tipis ke bagian dalam kelenjar sebagai trabekula. Stroma terutama terdiri atas sejumlah besar jalinan serat retikulin yang menyangga sel sekresi . Kelenjar ini terdiri atas 2 lapisan konsentris, yaitu 1. Korteks adrenal

Merupakan Lapisan perifer berwarna kuning. Sel-sel korteks adrenal tidak menyimpan produk sekresinya didalam granula. Sel-sel tersebut cenderung membuat dan menyekresikan hormon steroid hanya bila diperlukan. Hormon steroid yaitu glukokortikoid, mineralokortikoid dan androgen. Korteks adrenal memiliki 3 lapisan, yaitu

zona glomerulosa

adalah lapisan yang berada tepat dibawah simpai jaringan ikat dengan sel-sel silindris atau piramidal yang tersusun berhimpitan membentuk deretan bundar atau melengkung yang dikelilingi kapiler. Zona glomerulosa mensekresikan mineralokortikoid terutama aldosteron yang

mempertahankan keseimbangan elektrolit dan air. zona fasikulata

merupakan lapisan dibawahnya zona glomerulus yang sel-selnya tersusun berupa deretan lurus, setebal satu atau dua sel yang berjalan tegak lurus terhadap permukaan organ ini dan memiliki kapiler-kapiler diantaranya. Dan selnya berbentuk polihedral, dengan sejumlah besar tetesan lipid dalam sitoplasma dan terdapat banyak vakuala. Sel-sel fasikulata juga disebut

spongiosit. Zona fasikulata mensekresikan glukokortikoid kortison dan kortisol. glukokortikoid merangsang sintesis glikogin dari prekursor non

karbohidrat (glikoneogenesis) dan perakitan molekul glukosa menjadi glikogen (glikogenesis) zona retikularis. Merupakan lapisan korteks terdalam, berada diantara zona fasikulata dan medula. Zona retikularis mengandung sel-sel yang tersusun berupa deretan tak teratur yang membentuk anyaman yang beranastomosis. Sel-sel ini lebih kecil dari sel-sel yang terdapat dikedua lapisan. 2. Medulla adrenal Merupakan Lapisan pusat berwarna coklat kemerahan. Terdiri atas sel-sel parenkim polihedral yang tersusun berupa deretan atau kelompok dan ditunjang jalinan serat elastin. Sel parenkim medula mempunyai banyak granula sekretoris, granula ini mengandung katekolamin, epinefrin atau norepinefin dan ATP.

Embriologi
1. Korteks adrenal berasal dari mesoderm intermediat selom 2. Medulla adrenal terdiri atas sel-sel yang berasal dari krista neuralis, yang juga merupakan asal dari sel-sel gangglion simpatis.

Tiroid

Anatomi
Kelenjar tiroid terletak didaerah servikal anterior terhadap laring, terdiri atas dua lobus yang dihubungkan oleh isthmus.

Histologi

Tiroid terdiri atas ribuan folikel yang mengandung bulatan berepitel selapis silindris dengan lumen berisikan suatu substansi gelatinosa yang disebut koloid yang mengandung epitel kuboid atau gepeng. Kelenjar tiroid dibungkus oleh simpai jaringan ikat longgar yang menjulurkan septa ke dalam parenkim. Tiroid juga memiliki sel parafolikel atau sel C yang agak lebih besar dan terpulas kurang kuat (lebih pucat) dibandingkan dengan sel folikel tiroid. Sel parafolikel mengandung sedikit retikulum endoplasma kasarm mitokondria panjang dan kompleks golgi yang besar. Dan terdapat granula kecil yang berisi hormon. Sel parafolikel mensekresikan kalsitonin, adalah penurunan kadar kalsium darah dengan cara menghambat resopsi tulang. Sekresi kalsitonin dipacu oleh peningkatan kadar kalsium darah.

Embriologi
Tiroid berkembang dari bagian sefalik endoderm saluran cerna.

Paratiroid

Anatomi

Kelenjar paratiroid terdiri atas empat kelenjar kecil 3 * 6 mm dengan berat 0.4 g. kelenjar paratiroid terletak di belakang kelenjar tiroid. Kadang-kadang kelenjar ini terbenam dalam kelenjar tiroid. Kelenjar paratiroid dapat juga ditemukan dalam mediastinum yang terlerang disamping timus, karena kelenjar paratiroid dan timus berkembang dari kantung faring yang sama.

Embriologi
Kelenjar paratiroid berkembang dari kantungg faring, kelenjar superior berasal dari kantung keempat dan kelenjar inferior berasal dari kantong ketiga.

Histologi

Kelenjar paratiroid terdapat dalam simpai jaringan ikat. Kelenjar paratiroid tersusun atas 2 sel yaitu 1. Sel prinsipal Merupakan sel poligonal kecil dengan inti vesikular dan sitoplasma pucat yang agak asidofilik. Terdapat granula yang berbentuk tidak teratur didalam sitoplasma. Granula ini merupakan granula sekretoris yang mengandung hormon paratiroid yang berupa polipeptida dalam bentuk aktifnya 2. Sel-sel oksifil

Berbentuk poligonal dan lebih besar daripada sel prinsipal. Sitoplasmanya mengandung banyak mitokondiria asidofilik dengan krista berlimbah.