Anda di halaman 1dari 5

DETEKSI KEDALAMAN (BATHYMETRI)

Yulina Irawati1, Gumilar Bagaskara2, Miftahul khair3, Syifa Nur Afif Giarsyah4, Amri Sabrian5, Neneng Sri Hendra6, Agist Saeful Anggara7, Fajar Dwi Maulana Eftiah8

Departemen Ilmu dan Tekhnologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor, Indonesia

Abstrak
Ilmu Akustik Kelautan adalah ilmu yang berkaitan dengan pembangkitan, perambatan dan penangkapan energi dalam bentuk gelombangsuara pada medium air laut. Selain itu juga memudahkan dalam mengambil data dan menentukan suatu besaran dalam pengamatan oseanografi untuk dapat memberikan berbagai macam informasi yang berguna antara lain dalam mengetahui penyebaran kelimpahan ikan, pemetaan distribusi organisme, pengamatan mengenai tingkah laku ikan, serta pemaparan mengenai batimetri lautan. Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan organisme di setiap lapisan yang ada di perairan.Surfer (Surface Mapping System) merupakan perangkat lunak untuk pengolahan data spasial dan analisa tiga dimensi. Batimetri adalah ukuran dari tinggi rendahnya dasar laut yang merupakan sumber informasi utama mengenai dasar laut. Hasil yang diperoleh dari pengamatan memakai software surfer 10.0 yang di visualisasikan dengan tampilan 3D melihatkan bentuk dari daerah yang di amati/sounding. Kata kunci : Akustik, Surfer, Batimetri.

I.

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengetahuan mengenai kedalaman

adalah peta kedalaman laut yang dinyatakan dalam angka kedalaman atau terhadap kontur datum

kedalaman

yang diukur

perairan sangat dibutuhkan saat ini dalam bidang perikanan dan kelautan. Untuk

vertikal. Batimetri adalah ukuran dari tinggi rendahnya dasar iaut yang merupakan sumber informasi utama mengenai dasar laut. Sebuah peta batimetri umumnya menampilkan relief lantai atau dataran dengan garis-garis kontor (contour lines) yang disebut kontor kedalaman (depth contours atau isobath), dan dapat memiliki informasi tambahan berupa informasi navigasi permukaan. Peta batimetri sendiri dapat diartikan Peta yang menggambarkan bentuk konfigurasi dasar laut dinyatakan dengan angka-angka kedalaman dan garisgaris kedalaman. Peta batimetri ini dapat divisualisasikan dalam tampilan 2 dimensi 1

meningkatkan ekplorasi dan memanfaatkan sumberdaya perikanan dan kelautan dapat terus dieksplorasi dengan mengetahui

kedalaman (Batimetri) pada perairan tersebut. Aplikasi yang dapat digunakan seperti sebagai pertimbangan mengenai penangkapan ikan, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan dan penanganan Pembangunan setelah bangunan penangkapan. pantai sangat

mempertimbangkan kedalaman suatu pantai, layak atau tidak pembangunan akan dilakukan pertimbangan tentang Batimetri. Peta batimetri

(C54120027)1, (C54120030)2, (C54120067)3, (C54120071)4, (C54120074)5, (C54120088)6, (C54120091)7, (C54120092)8

(2D) maupun 3 dimensi (3D) (Ariana 2002). Teknologi akustik bawah air dapat digunakan untuk kegiatan penelitian, survey kelautan dan perikanan baik laut wilayah pesisir maupun laut lepas termasuk laut dalam bahkan dapat digunakan diperairan dengan kedalaman

versi terbaru. Surfer adalah salah satu dari perangkat kegunaan lunak yang diciptakan peta kontur untuk dan

pembuatan

pemodelan tiga dimensi yang berdasarkan grid yang ada,software ini memplotting data tabular XYZ tak beraturan menjadi lembar titik-titik segi empat yang beraturan. Garis horizontal dan vertikal memiliki titik perpotongan. Dan ada titik Z yang berupa titik ketinggian atau kedalaman. Proses pembentukan rangakaian nilai z yang teratur dari kumpulan dari data XYZ disebut gridding. Perangkat ini dapat mempermudah serta mempercepat akvitas konversi data ke dalam bentuk peta kontur, plot permukaan (Nafarin 2012).

sampai dengan 6000 meter. Teknologi akustik bawah air dapat digunakan untuk mendeteksi sumberdaya hayati dan non-hayati baik

termasuk survey populasi ikan yang relatif lebih akurat, cepat dan tidak merusak

lingkungan dibandingkan dengan teknik lain seperti metode statistik dan perhitungan pendaratan ikan di pelabuhan (fish landing data). Surfer (Surface Mapping System)

merupakan perangkat lunak untuk pengolahan data spasial dan analisa tiga dimensi. Dalam bidang oseanografi, Surfer banyak digunakan untuk mengolah dan menampilkan data

1.2 Tujuan Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa mampu menganalisis hambur balik

(backscatter) dari dasar perairan dan mampu menganalisis data akustik sehingga

batimetri, topografi, arus, pola sebaran dan sebagainya. Perangkat ini juga mempermudah serta mempercepat akvitas konversi data ke dalam bentuk peta kontur, plot permukaan. Surver terbagi menjadi 3 bagian lembar kerja yaitu surface plot, worksheet, dan editor. Pengertian dari surface itu sendiri adalah lembar kerja yang digunakan untuk tampilan dan grid,untuk worksheet adalah lembar kerja yang digunakan untuk melakukan input dan pengolahan data XYZ dan editor adalah bagian lembar kerja yang digunakan untuk membuat atau mengolah file teks ASCII dan analisa statistik data yang di grid yang sudah didapat tadi (Sobarudin 2012). Software surfer itu sendiri sudah tersedia dalam versi 9.0 yaitu

memperoleh nilai kedalaman suatu perairan. II. Metodelogi

2.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum Batimetri dengan

menggunakan software EP500 dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 20 November 2013 di Laboratoriu ITK pukul 08.00 sampai 11.00. 2.2 Alat dan Bahan Alat Laptop Bahan Software EP500 Software Surfer Vmware

2.3 Prosedur Kerja 2.3.1 Data program Vmware EP500 2

(C54120027)1, (C54120030)2, (C54120067)3, (C54120071)4, (C54120074)5, (C54120088)6, (C54120091)7, (C54120092)8

Software Vmware digunakan untuk mengolah data dari echogram dari yang diterima oleh

Open software surfer

transducer,

4229

ping

ditunjukan
file -> new -> worksheet

kedalaman yang berbeda yang menggambarkan topografi dasar laut. Berikut merupakan langkah yang dilakukan untuk memperoleh data

kedalaman per 100 ping dari 4229 ping data.


open Vmware player file -> open -> pilih data echogram -> zoom in (start 0) echogram -> redefine bottom Analyse -> Bottom Layer isi start ping 0, finish ping 600, no segment 10, layer 1 = 3, interval layer =1

masukan data liintang, bujur dan kedalaman. save.

grid -> data -> pilih file

map -> new -> 3D surface

General -> show color scale -> show layer

material color -> bathymetry -> show base

Gambar2. Pengolahan Program Surfer

III.

Hasil dan Pembahasan Batimetri adalah ukuran dari tinggi

Catat depth pada setiap 100 ping hingga ping terakhir

rendahnya dasar laut yang merupakan sumber informasi utama mengenai dasar laut. Sebuah peta batimetri umumnya menampilkan relief lantai atau dataran dengan garis-garis kontor (contour lines) yang disebut kontor kedalaman (depth contours atau isobath), dan dapat memiliki informasi tambahan berupa informasi navigasi permukaan. Peta batimetri sendiri dapat diartikan Peta yang menggambarkan bentuk konfigurasi dasar laut dinyatakan dengan angka-angka kedalaman dan garisgaris kedalaman. Peta batimetri ini dapat divisualisasikan dalam tampilan 2 dimensi (2D) maupun 3 dimensi (3D) (Ariana 2002). Teknologi akustik bawah air dapat digunakan

Gambar1. Pengolahan Program EP 500 2.3.2 Data Program software Surfer Setelah mendapatkan data kedalaman pada tiap 100 ping hingga ping 4229, gunakan software Surfer untuk melihat batimetri dan mendeteksi bentuk dasar perairan.

(C54120027)1, (C54120030)2, (C54120067)3, (C54120071)4, (C54120074)5, (C54120088)6, (C54120091)7, (C54120092)8

untuk kegiatan penelitian, survey kelautan dan perikanan baik laut wilayah pesisir maupun laut lepas termasuk laut dalam bahkan dapat digunakan diperairan dengan kedalaman

Mid

Oceanic

Vulcanic

Island

merupakan pulau pulau vuljanik yan terdapat di tengah tengah lautan. Atol merupakan pulau pulau yang sebagian atau keseluruhannya

sampai dengan 6000 meter. Berikut adalah tampilan 3D dari data yang telah diolah menggunankan Surfer 10.

tenggelam di bawah permukaan air. Seamount and Guyot merupakan gunung gunung berapi yang muncul dari dasar lautan, tetapi tidak

mencapai ke permukaan. Berdasarkan pengamatan pada peta batimetri 3D, dapat dilihat semakin menuju ke lepas pantai, kedalaman lautan akan semakin Gambar 3. Profil 3D batimetri. Adapun bentuk bentuk dasar laut menurut Ross(1970) : Ridge dan Rise merupakan suatu proses peninggian yang terdapat di atas lautan(seafloor),hampir serupa dengan gunung gunung di dalam. Bagian terendah terdeteksi sedalam 15,2 meter dan terletak pada koordinat 106,76 dan bagian terdalam terdeteksi sedalam 19,3 meter dan terletak pada koordinat 106,63. IV. Kesimpulan dan Saran

4.1Kesimpulan Batimetri adalah ukuran dari tinggi rendahnya dasar laut yang menjadi sumber utama informasi tentang dasar laut. Hasil yang diperoleh dari praktikum batimetri diantaranya adalah bentuk morfologi dasar laut yang curam, dengan kedalaman terendah 15,2 meter dibawah permukaan dasar laut dan 19,4 meter dibawah permukaan laut untuk kedalaman terdalam. 4.2 Saran Kondisi komputer yang tidak

daratan.Ridge lerengnya lebih terjal daripada rise. Trench adalah bagian laut yang terdalam.Disebut juga palung yang sempit dengan lereng yang curam. Basin yaitu depresi atau cekungan yang berbentuk bulat dan lonjong. Island Arc merupakan kumpulan

pulau pulau seperti pulau Indonesia yang mempunyai perbatasan dengan benua, tetapi memiliki asal yang berbeda.

berfungsi secara optimal menjadi penghambat praktikum batimetri, untuk praktikum

selanjutnya lebih baik software, data, dan optimalisasi lebih dimaksimalkan kembali agar waktu pershift dapat berjalan tepat waktu. (C54120027)1, (C54120030)2, (C54120067)3, (C54120071)4, (C54120074)5, (C54120088)6, (C54120091)7, (C54120092)8 4

V.

Daftar Pustaka Karakteristik Dasar Perairan Dangkal di Perairan Pulau Dangar-Propinsi NTB dengan Data Satelit Penginderaan Jauh. http://repository.ipb.ac.id/handle/1 23456789/22076 (26 November 2013)

Ariana Dina. 2002. Pemetaan Batimetri dan

Nafarin Akhmad. 2012. Surfer 8. http://www.genborneo.com/201 2/04/surfer-8.html(terhubung berkala) Diakses pada : 25 November 2013 Sobarudin Arif. 2012. Surfer Perangkat Lunak Pembuatan Peta Kontur. http://www.bisosial.com/2012/ 11/surver-perangkat-lunakpembuatanpeta.html(terhubung berkala) Diakses pada : 25 November 2013

(C54120027)1, (C54120030)2, (C54120067)3, (C54120071)4, (C54120074)5, (C54120088)6, (C54120091)7, (C54120092)8