Anda di halaman 1dari 36

Laporan Responsi Penyusunan Kelayakan Industri Pangan

Hari/Tanggal Dosen

: Senin, 30 September 2013 : DwiYuniHastati, STP, DEA

Jaso Kujo Jamur Bakso Kuah Ijo


Kelompok /AP1 Rini Nuraeni Engkar Karniti Ana Rofiatul H J3E112052 J3E112058 J3E112110

SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN PROGRAM DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2013
1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bakso merupakan salah satu produk daging yang sudah tidak asing lagi dan banyak digemari masyarakat. Parameter mutu bakso yang diperhatikan oleh para pengolah maupun konsumen adalah tekstur, rasa, dan warna. terkstur yang disukai oleh para konsumen adalah bakso yang halus, kenyal dan empuk. Sebagian konsumen menyukai produk bakso terutama karena teksturnya yang kenyal. Saat ini bakso bukan hanya sekedar makanan pelengkap, tetapi sudah menjadi gaya hidup. Sehingga membuat makanan kuliner di Indonesia menjadi beranekaragam. Beranekaragam makanan olahan bakso, baik daging sapi, ayam, ikan, maupun udang. Hal ini dapat menciptakan rasa dan kualitas makan terbaru. Salah satunya adalah bakso jamur. Jamur merupakan bahan pangan alternatif pengganti daging yang bergizi tinggi (Aviantara, dkk. 2013). Jamur merupakan sumber makanan yang setara dengan daging, dan ikan yang bergizi tinggi. Indonesia termasuk salah satu negara yang dikenal sebagai penghasil jamur terkemuka di dunia. Salah satu jamur yang telah dibudidayakan dan telah popular sebagai makanan dan sayuran serta banyak diperdagangkan di pasar adalah jamur. Jika menu bakso pada umumnya terbuat dari campuran daging sapi dan tepung sagu, kini sebagian besar masyarakat mulai memanfaatkan jamur segar sebagai pengganti daging dalam pembuatan bakso. Inovasi ini dipilih para pelaku usaha karena pada dasarnya jamur memiliki tekstur yang hampir sama dengan daging. Cita rasa bakso jamur tidak kalah enak dengan bakso daging sapi.

B. Tujuan Adapun tujuan dari praktikum ini untuk menganalisis kelayakan usaha bakso kujo (bakso kuah ijo)

BAB II ASPEK PRODUK Jamur bakso kuah ijo merupakan bakso dengan bahan baku yang terbuat dari jamur, daging, tepung tapioka, dan bahan tambahan lainnya yang kaya akan protein dan karbohidrat. Kuah bakso jamur ini memiliki cita rasa yang khas, terutama pada kuahnya berwarna hijau. Warna hijau dihasilkan dari cabai hijau. Rasa pedas pada kuah bakso membuat orang menjadi lahap untuk menyantap bakso. Pencampuran antara tapioka, jamur dan daging menghasilkan bakso dengan tekstur yang kenyal. Selain kuahnya , bakso Kujo juga memiliki cita rasa khas, karena teksturnya yang kenyal, dan jika dikunyah memiliki sensasi tersendiri. 2.1 Spesifikasi Bahan Baku dan Bahan Penunjang Bahan - bahan yang digunakan untuk membuat jaso kujo terdiri dari bahan baku utama dan bahan baku penunjang. Bahan baku utama yang digunakan antara lain daging sapi yang diperoleh dari suplier daging sapi dengan kondisi segar, jamur yang digunakan sebagai bahan utama didapatkan langsung dari petani jamur, dan cabai hijau dari suplier cabai hijau. Selain bahan baku, digunakan juga bahan penunjang seperti Bawang merah, bawang putih, merica, sayuran, dan lain-lain dengan membeli sendiri dari pasar tradisional. Untuk menambah cita rasa pada saat disajikan,juga digunakan bahan pelengkap seperti mie dan bihun yang diperoleh dari perusahaan pembuatan mie. Untuk spesifikasi bahan baku dan bahan penunjang yang digunakan, lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran 1. Dan untuk menghindari terjadinya kekurangan bahan dari suplier bahan baku, CV RIENA bekerjasama dengan suplier lain. 2.2 spesifikasi produk Diseluruh bagian bakso terdapat jamur yang dicicang sehingga membuat bakso tersebut menjadi lebih kenyal dan memiliki tekstur yang sedikit kasar. Sehingga bakso kujo ini memenuhi kualitas bakso yang diinginkan konsumen. Produk bakso ini juga aman karena tanpa menggunakan bahan pengawet atau

bahan tambahan yang membahayakan. Produk ini cocok untuk dikonsumi para konsumen disiang hari. Kelebihan Jaso Kujo dengan bakso lain yang ada dipasaran adalah kuahnya yang berwarna hijau dan bahan baku bakso yang terbuat dari jamur tiram, jaso kujo merupakan produk terobosan terbaru. CV RIENA memproduksi bakso dengan bentuk bakso pada umumnya yaitu bulat, dengan ukuran yang beragam yaitu ukuran kecil dengan diameter sekitar 2 cm, ukuran besar 4cm. 2.3 Proses produksi Pada dasarnya pembuatan Bakso kujo sama dengan proses pembuatan bakso-bakso pada umumnya. Dari tahap sortasi, baik sortasi terhadap bahan baku maupaun bahan pendukung, tahap pencucian, proses pencucian sendiri bertujuan untuk mengeluarkan panas letal pada bahan, sehingga menurunkan kerusakan fisik dan kimiawi pada bahan, tahap pengecilan ukuran, pada tahap ini bahan baku seperti jamur dan daging dicincang sampai terbentuk ukuran yang diinginkan. tahap pencampuran, pada tahap ini semua bahan baik bahan baku maupun bahan penunjanng dicampur menjadi satu dan dilakukan pengadukan sampai marata, tahap pembentukan bakso, pembentukan bakso dibantu oleh alat pembuat bakso, dan tahap yang terakhir yaitu tahap perebusan. Pada tahap ini bakso sudah menjadi produk setengah matang. 2.4 Pengemasan Pengemasan dilakukan dengan menggunakan jenis kemasan vacuum dengan jenis plastik Low Density Polyethilen (LDPE). Tujuan dari pengemasan ini yaitu untuk melindungi produk dari kontaminasi mikroorganisme sehingga produk menjadi lebih tahan lama, menarik minat konsumen karena produk yang dikemas akan tampak lebih baik, serta dapat menjaga keamanan dan keutuhan produk dari kerusakan. Pada kemasan dilengkapi dengan label produk yang mencakup nama produk, komposisi, berat, nomor Depkes, tanggal kadaluwarsa, cara penyimpanan dan penajian, kede produksi, serta label halal. Pengemasan dilakukan dengan menggunakan mesin vacuum sealer. .

BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3.1 Gambaran Pasar Bakso merupakan makanan yang sangat popular dan digemari masyarakat khususnya di Pulau Jawa. Hal ini tercermin dari banyaknya penjual bakso, mulai dari restoran-restoran mewah sampai ke warung-warung kecil dan gerobak dorong. Harga bakso sangat bervariasi tergantung kualitas baksonya. Bakso mempunyai aspek pasar yang bagus selain banyak digemari oleh masyarakat juga harganya relatif murah, sehingga dapat dijangkau oleh pembeli. Sehingga dapat dijadikan sebagai peluang usaha baru. Selain itu bahan dan proses pembuatannya pun tidak terlalu rumit dan dapat dilakukan inovasi terhadap produk bakso. Produksi bakso jamur kuah ijo ini sama seperti pembuatan bakso pada umumnya. Tujuan analisis pasar adalah untuk mengetahui seberapa luas pasar produk yang bersangkutan, bagaimana pertumbuhan permintaannya dan berapa besar yang dapat dipenuhi oleh konsumen perusahaan. Perkembangan pasar yang terjadi telah mampu mendorong terciptanya persaingan yang ketat diantara industriindustri. Hal ini menjadi kesempatan dan tantangan bagi setiap industri pangan, khususnya bakso,untuk dapat bertahan dalam persaingan dengan industri pangan lainya. Permintaan bakso secara nasional terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), permintaan bakso di kota bogor sangat tinggi, hal ini ditunjukan dengan banyaknya pedagang bakso keliling di daerah Bogor. Rata-rata pendapatan pedagang bakso sapi keliling yang menggunakan gerobak sebesar Rp. 5.890.010,34 dan pikulan sebesar Rp. 5.240.007,69. Rata-rata pendapatan pedagang bakso sapi keliling di Kota Bogor secara keseluruhan sebesar Rp. 5. 648. 580, 79/tahun / pedagang. Rata-rata kontribusi pendapatan pedagang bakso sapi keliling terhadap pendapatan total keluarga sebesar 91,82%. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku

kewirausahaan pedagang bakso sapi keliling di kota Bogor adalah pendidikan, pengalaman usaha, motivasi dan lokasi usaha. Berikut adalah data rata rata pendaapatan usaha bakso dan usaha non bakso sapi keliling.

3.1 Aspek Pemasaran Sistem pemasaran yang tepat juga harus diterapkan sehingga penjualan produk dapat meningkat dan sejalan dengan keuntungan yang diperoleh. Melihat kondisi tersebut, bakso jamur memiliki peluang yang cukup besar kedepannya karena masih banyak kebutuhan masyarakat Bogor akan bakso yang belum terpenuhi. 3.2 Aspek Pemasaran Secara spesifik Selain membaca peluang yang ada, CV RIENA juga merencanakan pemasaran yang lebih spesifik baik dari target pasar, segmen pasar, 4P (produk,tempat, promosi, harga), positioning, pesan, dan jalur distribusinya. Perencanaan pemasaran yang spesifik dari bakso jamur adalah sebagai berikut: Nama produk : Jaso Kujo Profil Pasar Positioning Placement : CV. RIENA : anak-anak usia 10 tahun sampai dewasa : hijau kuahnya pedas rasanya : saat waktu lunch dan waktu santai

3.2. 1. Konsep pemasaran 4P (Product, Place, Price, Promotion) Strategi pemasaran bakso jamur terdiri atas kekuatan yang dimiliki produk bakso jamur baik dari kandungan gizi yang lebih dari bakso lainnya maupun

dari kepraktisannya. Promosi merupakan faktor utama dalam pemasaran produk. Hal ini disebabkan perlunya pengenalan awal pada produk yang tergolong baru di kalangan masyarakat. Produk bakso ijo dipromosikan dengan cara membuka kedai di event-event pangan. Selain itu juga digunakan sistem menawarkan produk langsung ke konsumen serta memberlakukan sistem member diskon 10% untuk pembelian 2 bakso jamur. Selain itu, digunakan media promosi seperti membuat banner dan brosur. Aspek selanjutnya yaitu pemilihan lokasi yang tepat dan strategis. Lokasi yang strategis memiliki keunggulan dalam menjalankan suatu usaha. Lokasi yang mudah dijangkau, memudahkan konsumen untuk mendapatkan produk sehingga meningkatkan daya jual dari suatu produk. CV RIENA memiliki lokasi strategis untuk lokasi pemasaran, yatu di daerah Dramaga, kabupaten Bogor. Selain lokasi yang strategis, faktor lain yang mempengaruhi pemasaran dari suatu produk adalah harganya yang relatif terjangkau. Penentuan harga didasarkan atas perhitungan biaya produksi yang ditambah dengan profit yang disesuaikan dengan harga produk sejenis. Penentuan harga yang stabil juga merupakan salah satu strategi yang dapat menjaga konsumen tidak berpaling ke produk lainnya. Harga yang ditawarkan Jaso Kujo yakni : ukuran small Rp.8.000,00/porsi; ukuran medium Rp.10.000,00/porsi dan , ukuran jumbo Rp15.000/ porsi.

3.2.2 Segmentasi Pemasaran Segmentasi berdasarkan adalah cara memilah-milah produk kelompok konsumen Dalam

potensial

penawaran

yang berbeda-beda.

mensegmentasi pasar, perusahaan harus memperhatikan kebutuhan pelanggan, keinginan pelanggan, danmanfaat yang dicari oleh pelanggan. Menentukan segmentasi pasar merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh unit usaha dalam memasuki pasar yang kompetitif Pada produk Jaso Kujo segmentasi pasar yang ingin dituju antaralain, segmen geografis dan segmen demografis. Segmen geografis adalah suatu segmen yang didasarkan atas suatu lokasi konsumen atau daerah penjualan yangberpotensi besar dalam penawaran ke konsumennya. Segmen demografis adalah suatu

segmen yang berdasarkan karakter kependudukan seperti umur, jenis kelamin, ukuran keluarga, gaya hidup, dan pendapatan ekonomi. Kedua segmen ini memiliki pengaruh yang besar dalam pemasaran produk Jaso Kujo di kotaBogor. 3.2.3 Target dan Posisi Pemasaran Target pemasaran merupakan sasaran pasar yang ingin dituju oleh suatu produsen yang akan menawarkan produknya. Target pasar yang tepat dengan karakteristik produk yang ingin ditawarkan mampu meningkatkan penjualan suatu produk. Pemenuhan semua permintaan konsumen sulit terpenuhi karena CV RIENA merupakan produsen bakso baru sehingga produk Jaso Kujo ini hanya ditargetkan untuk anak-anak usia 10 tahun hingga dewasa. Hal ini membuat produk Jaso Kujo untuk usia anak-anak samapai dewasa karena rasanya yang pedas sehingga tidak cocok untuk anak kecil usia 6-9 tahun. Selanjutnya CV RIENA dalam pemasarannya melakukan penyesuaian dengan sasaran pasar yang dipilih seperti dimana CV RIENA memberikan diskon 10% untuk pembelian 2 bakso. Sasarannya anak-anak usia 10 tahun, pelajar, mahasiswa, dan karyawan. Selain itu, CV RIENA juga membuat stan di acara-acara tertentu dengan desain suasana anak muda namun tidak meninggalkan kesan kekeluargaan terutama menunjukan positioning dari Jaso Kujo. 3.1. Produksi Bakso merupakan makanan yang sangat popular dan digemari masyarakat khususnya di Pulau Jawa. Hal ini tercermin dari banyaknya penjual bakso, mulai dari restoran-restoran mewah sampai ke warung-warung kecil dan gerobak dorong. Harga bakso sangat bervariasi tergantung kualitas baksonya. Bakso mempunyai aspek pasar yang bagus selain banyak digemari oleh masyarakat juga harganya relatif murah, sehingga dapat dijangkau oleh pembeli. Ini dapat dijadikan sebagai peluang usaha baru. Selain itu bahan dan proses pembuatannya pun tidak terlalu rumit sehingga dapat dilakukan inovasi terhadap makanan bakso. Produksi bakso jamur kuah ijo ini sama seperti pembuatan bakso pada umumnya. 3.2. Potensi Pasar Besarnya kapasitas produksi bakso jamur kuah ijo ini memperhatikan kesediaan bahan baku di Desa Balongdowo yang mampu memproduksi jamur segar sebesar 10 ton / hari. Bakso kupang ini juga memiliki peluang ekspor cukup besar,

mengingat akan sifat produk yang higienis dan tahan lama. Seiring berkembangnya teknologi akan mempengaruhi pola konsumen masyarakat Indonesia yang suka akan produk yang praktis dalam penyajian sehingga bakso jamur kuah ijo ini akan memiliki prospek usaha yang cukup bagus baik untuk konsumsi luar negeri maupun dalam negeri. 3.3. Strategi Pemasaran Dilihat dari strategi produk, bakso jamur ini mempunyai beberapa keunggulan untuk dipasarkan, yaitu antara lain kandungan proteinnya yang cukup tinggi, kemasan dan penyajiannya praktis, produk higienis, tanpa boraks, serta dapat disimpan untuk dikonsumsi pada waktu mendatang. Keunggulan-keunggulan tersebut akan mempermudah dalam memasarkan bakso jamur. mempunyai 1 variasi bentuk yaitu bulat dan kotak, Dari strategi harga (price) bakso jamur ini memiliki variasi harga berdasarkan untuk ukuran small Rp.8.000,00/porsi; ukuran medium Rp.10.000,00/porsi dan ukuran jumbo Rp15.000/ porsi. Harga ini sesuai dengan kondisi keuangan masyarakat terutama para mahasiswa. Dari strategi promotion, bakso kupang ini akan dipasarkan melalui media cetak. Selain itu pada tahap pengenalan akan diberikan diskon sebesar 10% untuk pembelian 2 bakso jamur. Bakso jamur ini dipasarkan melalui supermarket. Daerah pemasaran sementara ini hanya wilayah Bogor. Dari strategi place daerah pemasaran sementara yang hanya sebatas wilayah Bogor disebabkan oleh masyarakat Bogor sudah mengenal akan cita rasa jamur sehingga konsumen tidak terlalu kaget menerima cita rasa dari jamur. Analisis Persaingan Analisis SWOT adalah analisis kondisi internal maupuneksternal suatu organisasi yang digunakan sebagai dasar untuk merancang strategi dan program kerja. Analisis internal meliputi peniaianterhadap faktor kekuatan ( Strength ) dan kelemahan (Weakness). Sementara,analisis eksternal mencakup faktor peluang (Opportunity) dan tantangan(Threath). Berdasarkan keempat aspek tersebut akan dikombinasikan antara aspek faktor internal dan aspek faktor eksternal. Hasil

kombinasi tersebut memberikaninformasi dan strategi dalam berwirausaha untuk mengembangkan kedua produk tersebut. BAB IV ASPEK TEKNIS 1. Pemilihan Lokasi CV RIENA berlokasi di daerah sekitar kampus Dramaga tepatnya di Jalan raya Dramaga kecamatan Dramaga kabupaten bogor, pemilihan lokasi ini dengan mempertimbangkan beberapa aspek yaitu Dekat dengan bahan baku mengingat bahan baku yang digunakan mudah rusak, Bahan baku utamanya yang digunakan yaitu jmaur yang berasal dari Desa Ciampea letaknya tidak jauh yakni sekitar 2 km dari Kecamatan Dramaga sehingga memudahkan proses pembelian dan pengiriman bahan baku dan juga dekat dengan pasar sehingga memudahkan dalam distribusi dan dapat menekan biaya produksi.
Sumber bahan baku Pasar Jaso Kujo Proses Produksi

Lokasi Jaso Kujo merupakan lokasi yang strategis karena lokasinya dekat dengan pemukiman penduduk yang padat sehingga kebutuhan tenaga kerja dapat terpenuhi. Sarana komunikasi yang mendukung seperti jaringan telepon, internet, dan media massa sudah terdapat di Kabupaten Dramaga sehingga memudahkan pemasaran bakso Jaso Kujo untuk mendapat informasi. Sarana pendukung proses produksi seperti air, listrik, bahan bakar minyak dapat mudah diperoleh, misalnya untuk pasokan air diperoleh dari pengeboran sumur dan fasilitas PDAM, sumber listrik diperoleh dari pasokan energi dari PLN, sedangkan untuk bahan bakar minyak diperoleh dari beberapa agen penyedia bahan bakar. 2. Kapasitas Produksi Produk bakso Jaso Kujo ini merupakan produk baru di pasar sehingga kapasitas produksi pada tahap pengenalan adalah sebesar 30 kg setiap hari atau sebanyak 300 porsi. Besarnya kapasitas ini juga memperhatikan kesediaan bahan baku di Desa Ciampea yang mampu memproduksi jamur tiram segar sebanyak 1000 kg / hari, sedangkan jamur yang digunakan CV RIENA sebanyak 40 kg . Bahan baku jamur diperoleh langsung dari petani jamur. Hal ini dilakukan dengan

10

tujuan untuk memperoleh jamur yang sesuai dengan spesifikasi jamur yang telah di tentukan oleh CV RIENA. Bahan baku daging yang digunakan sebanyak Bahan baku tambahan seperti tepung terigu, tepung tapioka, garam, lada, bawang putih dapat dibeli di pasar-pasar tradisional karena jumlah pembeliannya tidak terlalu banyak. Pembelian bahan baku dan bahan tambahan, dengan memperhatikan permintaan pasar tahun berikutnya. 3. Kebutuhan alat dan teknologi Kebutuhan alat pada produksi didasarkan pada aspek produksi. Alat utama yang digunakan dalam proses produksi bakso Jaso Kujo yaitu mesin pencetak bakso tipe SXW-280 kapasitas (230 kg/proses). Alat ini digunakan untuk mencampur adonan dan membentuk bakso. Sedangkan alat penunjang dari psoses produksi bakso bakso Jaso Kujo adalah sebagai berikut : a. Mesin penggiling daging dengan kapasitas 45kg yang berfungsi untuk menggiling daging sapi. b. Sealer c. Panci dengan kapasitas 15 kg yang berfungsi untuk merebus bakso mentah. Selengkapnya dapat dilihat dalam lampiran. 4. Tata Letak Pada CV RIENA Jaso Kujo ini tipe tata letak yang digunakan adalah Tata letak fasilitas berdasarkan fungsi atau macam proses (Process Layout). 4.1 Lokasi Tempat Produksi
Enter

a e f

K a n t o r

gudang

Kamar ganti

Toilet

Mushola

11

Keterangan: a. Tempat penerimaan bahan baku dan bahan tambahan b. Pencucian c. tempat pembuangan limbah bahan baku jamur d. Penggilingan daging dan pengirisan jamur e. Pencampuran bahan baku dan bahan tambahan. f. Pemasakan (tempat proses pencetakan, proses perebusan dan proses penirisan). g. Pengemasan (tempat proses penimbangan dan proses pengemasan).
h.

penyimpanan produk jadi. BAB V ASPEK MANAJEMEN

5.1 Struktur Organisasi Struktur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi maupun organisasi-organisasi yang menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu. Bentuk struktur organisasi dibedakan ke dalam 3 bentuk yaitu: a. Organisasi bentuk garis Organisasi bentuk garis ini berdasarkan kekuasaan diri manusia, yaitu seorang pemimpin diakui sebagai sumber wewenang tunggal, segala keputusan, kebijaksanaan dan tanggung jawab pada pimpinan. Ciri-ciri penting dari organisasi bentuk garis adalah jabatan-jabatan terletak pada suatu garis vertikal. Dalam organisasi ini presiden menangani semua masalah yang timbul. b. Organisasi bentuk staf Organisasi bentuk staf adalah suatu bentuk organisasi di mana seorang pemimpin menilai seorang staf melalui kecakapannya dalam menghasilkan ide-ide yang berharga bagi kekuasaan dalam suatu organisasi. c. Organisasi gabungan antara garis dan staf Organisasi garis dan staf adalah suatu bentuk organisasi yang mana seorang pemimpin menjalankan tugasnya berdasarkan kesatuan komando atau perintah dan juga seorang pemimpin meminta dan menerima bantuan dari

12

para staf-staf, baik yang berupa saran, usulan maupun pemikiran tentang pemecahan masalah yang menyangkut organisasi tersebut. Industri bakso kupang ini menggunakan struktur organisasi bentuk garis yang dipimpin oleh seorang direktur yang membawahi 4 seorang manajer yang terdiri dari manajer pemasaran, manajer produksi, manajer keuangan, dan manajer personalia. Secara fungsional setiap manajer membawahi beberapa orang staff (SPV/supervisor) dan karyawan produksi. Struktur organisasi secara lengkap dapat dilihat pada gambar berikut ini : 5.2 Deskripsi Tugas dan Tanggung Jawab Setiap orang pekerja mempunyai tanggung jawab dan tugas masing-masing yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Deskripsi tugas dan tanggung jawab pekerja adalah sebagai berikut : 1. Direktur Direktur merupakan posisi tertinggi dalam struktur organisai yang memiliki wewenang untuk mengambil kebijakan yang bersifat strategis, mengatur, mengarahkan, dan bertanggung jawab terhadap semua kegiatan yang di laksanakan oleh industri. 2. Supervisor (SPV) Supervisor memiliki tugas dan tanggung jawab mengawasi kerja secara langsung para karyawan yang bekerja pada bagiannya sendirisendiri. Supervisor bekerja membantu direktur sehingga direktur tidak perlu langsung mengawasi dan mengatur kinerja para karyawan. Supervisor harus memberi pertanggungjawaban kepada direktur dalam bentuk laporan pertanggungjawaban yang berguna untuk memantau kelancaran kegiatan perusahaan. Sistem pelaporan ini juga diberlakukan pada level dibawahnya. Sistem pelaporan direncanakan berupa laporan harian dan laporan bulanan. Laporan harian menjelaskan kegiatan perusahaan pada setiap bagian pada hari yang bersangkutan. Selain itu juga berguna untuk mengevaluasi kegiatan pada hari tersebut sehingga dapat mengantisipasi kesalahan yang mungkin timbul dan dapat mengganggu kelancaran kegiatan perusahaan. Supervisor CV RIENA bertangguang jawab terhadap proses produksi dan proses pemasaran.

13

3. Karyawan Karyawan adalah para pekerja yang secara langsung membantu supervisor dalam bekerja. Tugas karyawan terbagi menjadi dua yaitu, karyawan produksi dan karyawan pemasaran. Karyawan produksi dibagi menjadi 5 bagian, yaitu : Karyawan bagian pencucian Bagian ini bertanggung jawab untuk memisahkan akar jamur, bagian jamur yang tidak bisa digunakan, dan mencuci daging sebelum dilakukan penggilingan. Karyawan bagian penggilingan Bagian ini bertanggungjawab menggiling daging yang telah mengalami proses pencucian. Karyawan bagian pencampuran Bagian ini bertanggung jawab untuk mencampur daging giling, jamur yangtelah dicincang dan bahan tambahan lain. Karyawan bagian pemasakan Bagian ini bertanggung jawab untuk mencetak lalu merebusnya kemudian meniriskannya. Karyawan bagian pengemasan Bagian ini bertanggung jawab untuk menimbang bakso kupang yang sudah ditiriskan dengan berat 100 gr tiap bungkus dan memasukkannnya kedalam plastik kemudian mengemasnya dengan mesin press. Lalu mengepak bakso kupang dalam bungkus kedalam kardus dimana tiap kardus berisi 12 bungkus. Karyawan Pemasaran Karyawan pemasaran bertanggung jawab dalam proses

pendistribusian, pemasaran, dan melakukan pelayawan terhadap pembeli. 5.3 Kebutuhan dan Kualifikasi Tenaga Kerja Kebutuhan tenaga kerja disesuaikan dengan struktur CV. Tenaga kerja ini sesuai dengan kebutuhan CV RIENA. Adapun perincian tenaga kerja yang dibutuhkan dapat dilihat pada struktur organisasi berikut ini :

14

Gambar 1 Struktur Organisasi Bakso Kujo Direktur

Supervisor Produksi dan Pemasaran

Pencucian

Penggilingan dan pencampuran

Pemasakan

Pengemasan

Pemasaran

Tabel 1 Kebutuhan Tenaga Kerja Dan Gajih Karyawan No Bagian Kebutuhan TK 1 4 Penggilingan dan pencampuran Pemasakan 2 Deskripsi kerja Spesifikasi Karyawan Gaji / karyawan (bulan) Rp 3.500.000

Direktur

Supervisor Produksi dan Pemasaran

Pencucian

S1 mengambil kebijakan, Ekonomi mengatur, mengarahkan, Bisnis dan bertanggung jawab Pria dalam kegiatan industri. Pengawasan standar mutu D3 Pangan Rp 2.300.000 Wanita produk Menganalisa produk jadi Mengawasi jalannya produksi, pemasaran dan distribusi. Bertanggung jawab memelihara mesin produksi SMP Rp 750.000 Menyiapkan alat pencucian Perempuan Melakukan pembersihan Pria Rp 850.000 alat Melakukan pencucian bahan baku SMA Rp 1.500.000 Meyiapkan mesin pria Mengawasi proses penggilingan SMK Rp 1.300.000 Melakukan perebusan Tataboga bakso dan kuah

15

6 7

Pengemasan Pemasaran

1 2

Melakukan pengemasan Melakukan pelayanan Melakukan pendistribusian

wanita SMA wanita SMA wanita

Rp 1.000.000 Rp 1.000.000

Tabel 2. Total gajih karyawan per bulan No 1 2 3 4 5 6 7 Jumlah karyawan 1 1 2 2 2 1 2 Total VI ASPEK LEGAL YURIDIS Asepek yuridis adalah salah satu aspek penting dalam penyusunan studi kelayakan industri, tujuannya adalah untuk mendapatkan perlindungan hukum supaya diperoleh jaminan keamanan dalam menjalankan suatu perusahaan. Masalah masalah yang harus dipelajari dalam aspek yuridis yaitu, masalah legal badan usaha yang akan dipilih, masalah perizinan, masalah legal penggunaan tenaga kerja, masalah legal menyangkut perkreditan, dan lain lain. Berikut penjelasan dari masing- masing aspek yuridis. 6.1 Pelaku Bisnis Jaso Kujo 6.1.1 Badan Usaha Bentuk badan hukum perusahaan yaitu, Perusahan Komanditor Gajih / karyawan Rp 3.500.000 Rp 2.300.000 Rp 750.000 Rp 850.000 Rp 1.500.000 Rp 1.300.000 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 Total gajih Rp. 3.500.000 Rp. 2.300.000 Rp 750.000 Rp 850.000 Rp. 3.000.000 Rp. 2.600.000 Rp. 1.000.000 Rp. 2.000.000 Rp 16.000.000

(Comanditer Vennotschap) yang didirikan oleh beberapa orang dengan pertimbangan, memanfaatkan modal investasi yang relatif dapat dijangkau, pemilik modal mencapai 2 sampai dengan 3 orang. CV merupakan persekutuan yang didirikan atas dasar kepercayaan. Dalam CV terdapat sekutu yang secara penuh bertanggung jawab atas sekutulainnya, kemudian ada satu sekutu atau lebih yang bertindak sebagai pemberimodal. Tanggung jawab sekutu komanditer

16

terbatas hanya pada modal yangditanamkan dalam perusahaan. Tujuan pendirian CV adalah memberi peluang bagi perseorangan untuk ikutmenanamkan modalnya dengan tanggung jawab terbatas. 6.1.2 Perizinan Adanya perizinan dalam sebuah usaha bertujuan untuk melindungi kepentingan perusahaan dari berbagai hal. Agar lebih mudah berkembangnya produk Jaso Kujo, CV RIENA membutuhkan pengakuan, baik itu dari konsumen maupun dari suatu lembaga yang berwenang untuk mengurus izin edar sebagai jaminan bahwa usaha makanan atau minuman yang CV RIENA jual memenuhi standar keamanan makanan. Salah satu bentuk pengakuan yang menunjukan kualitas produk adalah adanya izin resmi dari Dinas Kesehatan sebagai lembaga yang berwenang. Jenis-jenis perizin usaha meliputi: a) Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) b) SIUP ( Surat Izin Usaha Perdagangan ) c) Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) d) Sertifikat Halal Berikut adalah penjelasan dari masing masing lembaga perizinan. A. Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) Pengurusan sertifikasi PIRT sangat diperlukan untuk mendapatkan izin edar dari pemerintahan terkait seperti dinas kesehatan. Pengurusan sertikat ini bertujuan untuk menjamin makanan atau minuman yang dibuat oleh perusahaan telah memenuhi starndar keamanan makanan. Pendaftaran PIRT dapat dilakukan dimasing-masing wilayah (kabupaten atau provinsi) dengan mendaftarkan perusahaan ke Dinas Kesehatan setempat. Adapun ketentuan, syarat - syarat, dan prosedur pendaftaran untuk mengajukan sertifikat PIRT yaitu sebagai berikut: 1) Ketentuan Izin PIRT : Perizinan ini adalah Perizinan tentang Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). 2) Syarat Permohonan Ijin : Mengikuti Penyuluhan Keamanan Pangan Mengisi formulir permohonan izin PIRT Foto copy KTP, 1 lembar Pas foto 3 x 4, 3 lembar

17

Menyertakan rancangan label Makanan / Minuman

3) Masa Berlaku : tidak ada batas waktu 4) Pengecualian untuk permohonan tidak dapat dipenuhi apabila pangan yang diproduksi berupa : Susu dan hasil olahannya Daging, ikan, unggas dan hasil olahannya yang memerlukan proses dan atau penyimpanan beku Pangan kaleng Pangan bayi Minuman beralkohol Air minum dalam kemasan (AMDK) Pangan lain yang wajib memenuhi persyaratan SNI Pangan lain yang ditetapkan oleh Badan POM

5) Sanksi administrasi Melanggar peraturan di bidang pangan Nama pemilik tidak sesuai dengan yang ada di sertifikat Produk tidak aman dan tidak layak dikonsumsi (prosedur perizinan dapat dilihat dilampiran 1) B. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) adalah Izin Usaha yang dikeluarkan Instansi Pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota atau Wilayah sesuai domisili perusahaan. SIUP digunakan untuk menjalankan kegiatan usaha dibidang Perdagangan Barang atau Jasa di Indonesia sesuai dengan KLUI Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia. Persyaratan dan tahapan yang harus Anda lakukan untuk mengurus SIUP, antara lain sebagai berikut: Pelaku atau pemilik usaha mengelola sendiri atau melalui kuasa yang telah dikuasakan ke kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian setempat untuk mengurus surat perizinan; Mengambil formulir pendaftaran dan mengisi formulir PDP/ SIUP yang bermaterai Rp. 6.000 dan ditandatangani oleh pemilik usaha. Formulir yang

18

sudah diisi tersebut kemudian difotocopy sebanyak dua rangkap dan dilengkapi dengan beberapa persyaratan sebagai berikut.

Fotocopy akte badan hukum atau pendiri usaha sebanyak 3 lembar; Fotocopy nomor pokok wajib pajak (NPWP) sebanyak 3 lembar; Fotocopy izin HO atau gangguan sebanyak 3 lembar; Neraca perusahaan sebanyak 3 lembar; dan Gambar denah lokasi kegiatan usaha.

Berapa besarnya pembiayaan surat perizinan tersebut bergantung masingmasing daerah, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Oleh karena itu, tiap daerah mempunyai tarif yang berbeda-beda dalam pembuatan surat perizinan;

Surat izin usaha perdagangan sangat dibutuhkan sebagai penunjang usaha perdagangan. Dengan adanya surat perizinan tersebut maka usaha akan berjalan lebih aman dan terhindar dari berbagai ancaman masalah, terutama dalam perizinan lokasi usaha Anda. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh perusahan yang berbadan hukum

Firma/CV dalam pembuatan SIUP antara lain sebagai berikut.


Mengisi formulir terlebih dahulu; Fotocopy akta pendirian perusahaan yang telah diajukan pada Pengadilan Negeri yang sudah dilegalisir oleh perjabat berwenang; Fotocopy kartu tanda penduduk pemilik atau penanggung jawab usaha dan menunjukkan kartu penduduk aslinya;

Harus dilengkapi dengan surat kuasa jika permohonan disampaikan oleh pihak ketiga;

Fotocopy izin gangguan dan perlihatkan surat aslinya;

Masa Berlaku SIUP SIUP berlaku selama perusahaan masih menjalankan kegiatan usaha perdagangan barang/jasa sejak tanggal dikeluarkan. Biaya Pengurusan Siup Golongan Usaha BiayaProsesBiaya Sudah Termasuk Besar Persyaratannya Menengah = Rp. 1.750k10 Hari KerjaPersiapan dan Pemeriksaan = Rp. 2.750k 10 Hari Kerja Pengambilan Formulir &

19

Kecil

= Rp. 850k10 Hari Kerja Pengajuan Permohonan

SIUP Biaya Administrasi & Fee Jasa Legalisir Copy SIUP oleh Notaris Pas Photo 3 x 4= 2 lembar (prosedur permohonan SIUP dapat dilihat dilampiran 2)

C. Badan Pengawasana Obat dan Makanan (BPOM) Badan pengawas obat dan makanan ( BPOM ) adalah suatu lembaga pemerintah yang berperan penting untuk melindungi masyarakat dari produk pangan olahan yang membahayakan kesehatan konsumen. Untuk mendapatkan sertifikat dari lembaga BPOM perusahaan harus mengikuti prosedur dan persyaratan yang telah ditentukan oleh lembaga tersebut. Prosedur dan Persyaratan yang harus dilengkapi untuk keperluan pendaftaran BPOM tersebut adalah sebagai berikut : a) Produk Dalam Negeri Syarat minimal pendaftaran Umum dan ODS produk MD : Fotokopi izin industri dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan atau Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) Hasil analisa laboratorium (asli) yang berhubungan dengan produk antara lain zat gizi (klaim gizi), zat yang diklaim sesuai dengan label, uji kimia, cemaran mikrobiologi dan cemaran logam. Keabsahan hasil analisa tersebut berlaku 6 (enam) bulan sejak tanggal pengujian. Rancangan label sesuai dengan yang akan diedarkan dan contoh produk. Formulir pendaftaran yang telah diisi dengan langkap. Khusus untuk ODS, dilampirkan surat pesetujuan produk sejenis dan labelnya yang telah mendapatkan nomor pendaftaran. Formulir yang telah diisi, dibuat masing-masing rangkap 4 (empat). 1 (satu) rangkap untuk arsip produsen dan 3 (tiga) rangkap untuk diserahkan kepada petugas dengan ketentuan sebagai berikut : Umum Berkas makanan, minuman dan bahan tambahan pangan dalam map snelhecter berwarna merah;

20

Berkas makanan diet khusus dalam map snelhecter berwarna hijau; Berkas makanan fungsional, makanan rekayasa genetika dalam map snelhecter berwarna biru.

ODS Berkas makanan dalam map snellhecter transparan berwarna biru; Berkas minuman dan bahan tambahan pangan dalam map snellhecter transparan warna merah. b) Produk Luar Negeri (Impor) Syarat minimal pendaftaran umum dan ODS produk ML : Surat penunjukkan dari pabrik asal (surat asli ditunjukkan sedangkan yang fotokopi dilampirkan). Health certificate atau free sale dari instansi yang berwenang di negara asal (surat asli ditunjukkan sedangkan yang fotokopi dilampirkan). Hasil analisa laboratorium (asli) yang berhubungan dengan produk antara lain zat gizi (klaim gizi), zat yang diklaim sesuai dengan label, uji kimia, cemaran mikrobiologi dan cemaran logam. Keabsahan hasil analisa tersebut berlaku 6 bulan sejak tanggal pengujian. Rancangan label sesuai dengan yang akan diedarkan dan contoh produk. Formulir pendaftaran yang tekah diisi dengan langkap. Khusus untuk ODS, dilampirkan surat pesetujuan produk sejenis dan labelnya yang telah mendapatkan nomor pendaftaran. Formulir yang telah diisi, dibuat masing-masing rangkap 4 (empat). 1 (satu) rangkap untuk arsip produsen dan 3 (tiga) rangkap untuk diserahkan kepada petugas dengan ketentuan sebagai berikut : Umum Berkas semua produk dalam map snellhecter berwarna kuning; ODS (One Day Sevice) Berkas semua produk map snellhecter transparan berwarna kuning. Terhadap semua formulir pendaftaran, baik ODS maupun Umum, dilakukan evaluasi yang keputusannya dapat berupa : ditolak, disetujui dengan syarat (penambahan data yang harus dilengkapi) atau disetujui. Keputusan untuk Umum

21

diperoleh paling lambat 3 bulan, sedangkan keputusan untuk ODS diperoleh paling lambat 1 hari. c) Pendaftaran Produk Makanan Dalam Negeri Untuk mendaftarkan makanan produksi Dalam Negeri, pemohon wajib menyerakan atau mengirimkan kelengkapan permohonan pendaftaran kepada Direktur jenderal Pengawasan Obat dan Makanan sebanyak 3 rangkap. Kelengkapan permohonan pendaftaran adalah meliputi : d) Permohonan pendaftaran Yang terdiri dari Formulir A, B, C, D yang diisi dengan benar dan lengkap sesuai dengan pedoman dan dilengkapi dengan lampirannya pada masing-masing formulir. Masa Berlaku Sertifikat 3 tahun Biaya Pendaftaran Rp 150.000,00 sampai Rp. 3.000.000,00 (prosedur pendaftaran online BPOM dapat dilihat pada lampiran 3) D. Sertifikasi Halal Sertikfikasi halal adalah fatwa tertulis Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan kehalalan suatu produk sesuai dengan syariat islam. Sertifikasi halal ini merupakan syarat untuk pencantuman label halal MUI, bukan sekedar tulisan halal karena menurut UU 69 Tahun 1999 label halal adalah label halal dari MUI Pusat atau Provinsi. Produk makanan maupun minuman untuk memenuhi syarat kehalalan harus memenuhi beberapa kriteria. Kriteria tersebut meliputi Tidak mengandung babi dan bahan yang berasal dari babi Tidak mengandung bahan-banhan yang diharamkan, seperti bahan-bahan yang berasal dari organ anusia, darah, kotoran-kotoran dan lain sebagainya. Semua bahan yang berasal dari hewan halal yang di sembelih menurut syariat islam. Semua tempat penyimpanan, tempat penjualan, pengolahan, tempat pengolahan dan transportasinya tidak boleh digunakan untuk babi. Semua makanan dan minuman yang tidak mengandung khamar (minuman beralkohol)

22

Pada prinsipnya sertifikasi halal merupakan dokumen hukum yang bersifat kedinasan. Untuk mendapatkan sertifikat halal perusahaan harus memenuhi beberapa persyaratan dan harus mengikuti proseduar pendaftaran sertifikasi halal. Berikut adalah persyaratan dan prosedur yang telah ditetapkan MUI untuk memperoleh dokumen tersebut. Setiap produsen yang menginginkan sertifikasi halal bagi produknya harus terlebih dahulu mengisi formulir pendaftaran yang telah tersedia dengan menyertakan hal-hal berikut: a) Spesifikasi dan sertifikat halal bahan baku, bahan tambahan, dan bahan penolong serta bagian alir proses. b) Sertifikasi halal atau surat keterangan halal dari MUI daerah (produk lokal) atau sertifikasi halal dar lembaga Islam yang telah diakui oleh MUI (produk impor) untuk bahan yang berasal dari hewan dan turunannya. c) Sistem jaminan halal yang dipaparkan dalam panduan halal beserta prosedur baku pelaksanaannya. Masa berlakunya sertifikat halal yaitu selama dua tahun, sebelum masa berlaku berakhir LPPOM MUI akan memberikan pemberitahuan kepada perusahaan yang bersangkutan dan setelah sertifikat halal tersebut berakhir maka perusahaan tersebut harus mendaftarkan produknya kembali untuk mendapatkan sertifikat yang baru. Penjelasan lebih lanjut tentang sertifikat halal (Prosedur Perpanjangan Sertifikasi Halal dapat dilihat pada lampiran 6)

23

LAMPIRAN Tabel 1. Kebetuhan Peralatan Produksi Nama alat dan gambar Jumlah unit Kapasitas yang dibeli (buah) Harga (Rp)

Kegunaan

20 Loyang Oven gas

12.000.000

Untuk memanggang roti

12,5 kg mixer

10.000.000

Mencampurka bahan agar menjadi adonan

Memotong roti 31 pcs Bread slicer 4 5.000.000 menjadi beberapa slice

5 kg mixer

7.300.000

Mencampurka bahan agar menjadi adonan

150 kg Timbangan steel Stanless

1.000.000

Menimbang bahan baku yang digunakan

20x11x12 cm loyang

40

@20.000, jadi 800.000

Sebagai wadah dan pencetak adonan roti

24

Tempat untuk 3 Lemari pendingin 3


blender

1.300.000

menyimpan bahan baku

250.000

Menghaluskan bahan makanan

Tabel 2. Kebutuhan Peralatan Kantor Nama dan gambar alat Kapasitas Jumlah unit yang dibeli Harga (Rp) Kegunaan

3 Meja triplek

@100.000 Jadi 300.000

Tempat menyimpan bahan-bahan dan alas produksi

4 kursi Meja bulat

@100.000 Jadi 300.000

Tempat bersantai untuk konsumen

1 orang kursi

12

@125.000 Jadi 1.500.000

Untuk tempat duduk konsumen

2 lampu

@50.000 Jadi 100.000

Untuk penerangan ruang display

25

2 pot bunga Bon kertas 2 buku

@30.000 Jadi 60.000

Untuk menghias dan mengindahkan ruangan Untuk bukti pembayaran

50.000

Tabel 3. Kebutuhan Peralatan Display Nama dan gambar alat kapasitas Jumlah Harga (Rp) Kegunaan

Buruan SEHATkan harimu dengan VEGEBREAD


Rak display

2mx50 cm

25.000

Untuk kegiatan ppromosi

70-90 produk

@400.000 3 Jadi 1.200.000

Untuk menyimpan produk roti tawar yang sudah jadi

Untuk menjaga kondisi 1 AC 2.400.000 ruangan tetap sejuk, mengatur sirkulasi udara

26

450.000

Untuk meja kasir

Tabel 4. Peralatan Pembantu Produksi Nama dan gambar alat Kapasitas Jumlah unit yang dibeli Harga (Rp) @10.000 dan -Sedang -besar Wadah Stanless steel 2 lusin, 2 Pisau, garpu, sekop, pisau, gunting, spatula plastik lusin, 4 buah, 4 buah, 4 buah Talenan plastik 4 buah 12 12 @12.0000 Jadi 120.000 dan 144.000 15.000, 15.000 , 10.000, 10.000, 10.000 Mengecilkan ukuran bahan, membantu mengambil bahan Untuk alas memotong bayam Untuk wadah perebusan bahan Untuk Kain Lap 5 10.000 membersihkan meja produksi Untuk membantu Kain saring dan saringan 2 10.000 menyaring bayam halus Digunakna sebagai wadah bahan Kegunaan

20.000

Panci

Besar

40.000

Tabel 5. Peralatan Sanitasi dan Kebersihan Nama dan gambar alat Jumlah unit Harga (Rp) Kegunaan

27

Masker kain

10 buah

@ 5.000

Untuk menutup hidung dan mulut saat produksi Untuk menjaga tangan tidak

Sarung tangan plastik

1 box

7.500

kontak langsung dengan bahan

Sarung tangan anti panas

2 pasang

@10.000

Untuk melindungi tangan saat di oven Untuk menjaga agar rambut rapi saat produksi Untuk melindungi kaki saat produksi Untuk mencuci alat Untuk mencuci alat Untuk mencuci tangan Untuk membersihkan keras di alat Untuk membersihkan lantai produksi Untuk tempat mencuci peralatan

Topi khusus

10 buah

@ 3000

Sepatu tertutup khusus

6 pasang

30.000

Spons, sabun, handsanitizer, sikat

3 buah 850 ml/2bln 1 liter 2 buah

5.000 20.000 35.000 10.000

Karbol

700 ml/bln

55.000

Wastafel

1 buah

75.000

Mesin Peralatan

Kapasitas /jam

Kapasitas/ hari (8 jam)

Mesin Penggiling Daging Spec Mesin Giling Daging Mini (G-31) : * Power (W) : 300 * Voltage (V / Hz) : 220 / 50 * Capability (Kg/ h) : 45 * Net weight (Kg) : 4 * Dimension (mm) : 445 x 235 x 195 45 360

28

* Price : Rp. 845.000

Mesin Pencetakan Bakso Maksindo Tipe : SXW-280B Dimensi : 76x35.5x122 cm Kapastas : 230 butir / menit Berat mesin : 78 kg Listrik : 1100 W, 220 V, 1 HP, 50 Hz Speed : 2800 rpm Vacuum Saeler Model: DZ 280 A
Input Power: 150watt Made In: China Lebar Seal: 4-28cm Body: Bsi dan plastik Kekuatan Vakum :s/d 0,35 Mpa Weigh (kg): 2,5 Kg Dimensions: 35X14X7 cm

230 butir / menit = 13800/ jam

110400

s/d 0,35 Mpa

Blender Panci Perebusan Tangki Pencucian Jamur Tangki Pencucian daging

18 30 100 100

144 240 800 800

Alat penunjang Nama Timbangan Kompor Jumlah 2 buah 2 buah Nama Serbet Blender Jumlah 7 buah 3 buah

29

Panci besar Panci kecil Baskom besar Baskom kecil Pisau Soldet Sendok Talenan

2 buah 1 buah 2 buah 1 buah 5 buah 3 buah 12 buah 4 buah

Piring kecil Tempar sampah Ember Sealer Wajan Disinfektan Sarung tangan Celemek Masker

12 buah 7 buah 3 buah 1 buah 3 buah -

Alat penciduk bakso 2 buah Hearnet -

Diagram Alir Jamur pembersihan + pencucian jamur - daging efisiensi 95 % pembersihan + pencian daging

efisiensi 90 %

efisiensi 97 %

pencincangan jamur

efisiensi 90 %

penggilingan

efisiensi 98 %

perendaman jamur

efisiensi 98 %

pemerasan

efisiensi 90 %

pencampuran jamur, daging, dan tepung

efisiensi 94 %

pembentukan / pencetakan adonan

efisiensi 100 %

perebusan bakso

30

efisiensi 100 %

penirisan bakso

efisiensi 100 %

pengemasan utk kmsn

efisiensi 100 %

gudang

Target 10 kg

Target 20 kg

utk kedai

Lampiran 1 Prosedur Perijinan PIRT Mengajukan permohonan Sertifikasi Produksi PIRT kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota / Kabupaten. Pemeriksaan berkas (1 hari)

31

Persetujuan Kadinkes (1 hari) Menunggu waktu pelaksanaan penyuluhan keamanan pangan yang dilaksanakan setiap 3 bulan sekali (1 hari s/d 3 bulan) Pemohon diwajibkan mengikuti penyuluhan keamanan pangan dan diperiksa sarana produksinya Mengikuti Acara Penyuluhan Keamanan Pangan (1 hari) Pemeriksaan sarana (1 hari s/d 14 hari) Pemohon membayar retribusi. Sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga diserahkan (1 hari) Total waktu 6 hari s/d 3 bulan Lampiran 2 Prosedur Untuk Permohonan SIUP 1. Perusahaan mengambil formulir, mengisi dan mengajukan permohonan SIUP beserta persyaratannya melalui Kantor Dinas Perindustrian & Perdagangan Kota/Wilayah sesuai domisili perusahaan untuk permohonan SIUP Menengah dan SIUP Kecil 2. Sedangkan untuk permohonan SIUP-BESAR diajukan melalui Kanwil Perindustrian dan Perdagangan Kota/Propinsi sesuai domisili perusahaan

Lampiran 3 Prosedur Pendaftaran Online BPOM

32

Registrasi melalui http://e-bpom.go.id/

Tunggu email konfirmasi Masukkan data yang dibutuhkan

Rekomendasi akan diterbitkan setelah aplikasi melewati tahap pemeriksaan

Serahkan dokumen ke pusat pelayanan sertifikasi pangan, gedung B lantai 3, Badan POM RI, Jl. Percetakan Negara No. 23, Jakarta Pusat.

BPOM akan melakukan evaluasi produk

Lampiran 4 Pendaftaran Produk Makanan Dalam Negeri a) Formulir A (diklip di Formulir A) Sertifikat merek dari Departemen Kehakiman RI bila ada. Rancangan/desain label dengan warna sesuai dengan rencana yang akan digunakan pada produk yang bersangkutan. Fotokopi surat izin dari Departemen Perindustrian RI/BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Surat pemeriksaan BPOM setempat (bila sudah pernah diperiksa). Untuk produk suplemen makanan melampirkan fotokopi izin produksi farmasi dan sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Untuk produk air minum dalam kemasan dan garam dilengkapi sertifikat SNI dari Deperindag. Untuk produk yang dikemas kembali harus melampirkan surat keterangan dari pabrik asal. Untuk produk lisensi melampirkan surat keterangan lisensi dari pabrik asal dengan menunjukkan aslinya.

33

b) Formulir B (diklip di form B) c) Spesifikasi bahan baku dan BTM (Bahan Tambahan Makanan). Asal pembelian bahan baku dan BTM. Standar yang digunakan pabrik. Sertifikat wadah dan tutup. Uji kemasan dan pemerian bahan baku untuk suplemen makanan.

Fomulir C (diklip di form C) Proses proses produksi dari bahan baku sampai produk jadi Higiene dan sanitasi pabrik dan karyawan Denah dan peta lokasi pabrik

d) Formulir D (diklip di form D) Struktur organisasi Sistem pengawasan mutu, sarana dan peralatan pengawasan mutu Hasil analisa produk akhir lengkap dan asli meliputi pemeriksaan fisika, kimia, BTM (sesuai dengan masing-masing jenis makanan), cemaran mikroba dan cemaran logam Apabila diperiksa oleh laboratorium sendiri, harus dilengkapi dengan metoda dan prosedur analisa yang digunakan dengan melampirkan daftar peralatan laboratorium yang dimiliki Apabila dilakukan pemeriksaan dilaboratorium pemerintah atau

laboratorium yang sudah diakreditasi, agar menyebutkan metoda yang digunakan. in process control pengawasan mutu selama proses produksi.

Lampiran 5 Sertifikasi Halal Setiap produsen yang menginginkan sertifikasi halal bagi produknya harus terlebih dahulu mengisi formulir pendaftaran yang telah tersedia dengan menyertakan hal-hal berikut:
a)

Spesifikasi dan sertifikat halal bahan baku, bahan tambahan, dan bahan penolong serta bagian alir proses.

b)

Sertifikasi halal atau surat keterangan halal dari MUI daerah (produk lokal) atau sertifikasi halal dar lembaga Islam yang telah diakui oleh MUI (produk impor) untuk bahan yang berasal dari hewan dan turunannya.
34

c)

Sistem jaminan halal yang dipaparkan dalam panduan halal beserta prosedur baku pelaksanaannya.

Tim auditor LP POM MUI akan melakukan audit ke lokasi produsen. Hal itu dilakukan setelah formulir telah dikembalikan ke LP POM dan diperiksa kelengkapannya.

Hasil audit dan laboraturium evaluasi dalam rapat tenaga ahli LP POM MUI. Jika mememnuhi persyaratan maka dibuat laporan hasil audit untuk diajukan kepada sidang komisi fatwa MUI dengan tujuan untuk diputuskan status kehalalannya.

Sidang komisi fatwa MUI dapat menolak laporan hasil audit. Penolakan tersebut dikarenakan persyaratan yang telah ditentukan belum terpenuhi. Sertifikat halal dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia setelah ditetapkan status kehalalannya oleh komisi fatwa Majelis Ulama Indonesia. Perusahaan yang produknya telah mendapat sertifikat halal harus mengangkat auditor halal internal sebagai bagian dari sistem jaminan halal. Jika kemudian ada perubahan dalam penggunaan bahan baku, bahan tambahan, atau bahan penolong pada proses produksinya maka pihak auditor halal internal diwajibkan segera melapor untuk mendapatkan ketitiberatan penggunaannya

Masa berlaku sertifikat halal sebagai berikut. Bagi UMKM untuk mendapat sertifikasi halal dan PIRT bisa mendatangi

Disperindag dan UKM setempat untuk dikoordinir dalam mendapatkan sertifikat dan pelatihanya, biasanya ini gratis bagi UMKM di 2 tahun pertama, untuk perpanjanganya bayar sendiri. Sertifikat halal hanya berlaku selama dua tahun. Untuk daging ekspor, surat keterangan halal diberikan untuk setiap pengapalan. 1) Tiga bulan sebelum berakhir masa berlakunya sertifikat, LP POM Majelis Ulama Indonesia akan mengirim surat pemberitahuan kepada produsen yang bersangkutan. 2) Dua bulan sebelum berakhir masa berlakunya sertifikat, produsen harus mendaftarkan produknya kembali utuk sertifikat halal yang baru. 3) produsen yang tidak memperbaharui sertifikat halalnya, tidak diizinkan lagi menggunakan sertifikat halal tersebut. Kemudian sertifikat halal itu

35

dihapus dari daftar yang terdapat dalam majalah resmi LP POM Majelis Ulama Indonesia. 4) Jika sertifikat halal hilang, pemegang harus melaporkannya ke LP POM Majelis Ulama Indonesia. 5) Sertifikat halal yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia adalah milik MUI,. Oleh karena itu, jika sesuatu hal diminta kemabali oleh MUI maka pemegang sertifikat halal wajib menyerahkannya. 6) Keputusan Mejelis Ulama Indonesia yang didasarkan atas fatwa MUI tidak dapat diganggu gugat. Lampiran 6 Prosedur Perpanjangan Sertifikasi Halal sebagai berikut: Jika produsen bermaksud memperpanjang sertifikat yang dipegangnya, harus mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan. Pengisian formulir disesuaikan dengan perkembangan terakhir produk. Perubahan bahan baku, bahan tambahan, dan bahan penolong serta pengelompokkan produk harus diinformasikan kepada LP POM MUI. Produsen berkewajiban melengkapi dokumen terbaru tentang spesifikasi, sertifikat halal, dan bagan alir proses.

36