Anda di halaman 1dari 4

1

PERBEDAAN RENCANA SKRIPSI DENGAN JURNAL YANG MENJADI PEGANGAN


JURNAL 1 1 Judul
Perbandingan Gerusan Lokal yang Terjadi di Sekitar Abutment Dinding Vertikal Tanpa Sayap dan dengan Sayap pada Saluran Lurus, Tikungan 90, dan 180 (Kajian Laboratorium). 1. Agung Wiyono Kelompok Keahlian Teknik Sumber Daya Air, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan. Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10 Bandung, 40132, E-mail: agungwhs@si.itb.ac.id 2. Joko Nugroho Kelompok Keahlian Teknik Sumber Daya Air, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan. Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10 Bandung, 40132, E-mail: joko@si.itb.ac.id 3. Widyaningtias Kelompok Keahlian Teknik Sumber Daya Air, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan. Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10 Bandung, 40132, E-mail: widya@si.itb.ac.id 4. Eka Risma Zaidun Alumni Kelompok Keahlian Teknik Sumber Daya Air, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan. Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10 Bandung, 40132, E-mail: gypsian_girl@yahoo.com

Penulis

Isi

Fenomena kerusakan jembatan akibat gerusan pada pondasi pier atau abutment sulit diamati secara langsung. Salah satu metode untuk menyederhanakan adalah dengan pemodelan fisik di laboratorium. Tujuan penulisan jurnal ini adalah membandingkan gerusan yang terjadi di sekitar abutment dinding vertikal tanpa sayap dan dengan sayap pada saluran lurus, tikungan 90o, dan 180o. Perbandingan difokuskan pada gerusan lokal jenis live -bed scour dan terjadinya transportasi sedimen sepanjang pengaliran debit 4, 5, 6, dan 7 liter/detik pada model saluran. Penelitian dilakukan dengan membangun model

saluran terbuka dengan dinding fiberglass dan dasar saluran terbuat dari semen, saluran memiliki bagian lurus serta sudut tikungan 90 dan 180. Hasil parameter fisik berupa kecepatan dan kedalaman gerusan, dibandingkan secara analitik dengan menggunakan Formula Laursen (1960), Froehlich (1989), dan Mellvile (1997). Hasil perbandingan menunjukkan bahwa pada abutment dinding vertikal tanpa sayap, hasil perhitungan Formula Laursen paling mendekati hasil pengamatan dengan persentase kesalahan 20,02%. Sedangkan untuk abutment dinding vertikal dengan sayap, persentase kesalahan terkecil sebesar 28,17%, dengan menggunakan Formula Froehlich (1989). Untuk abutment dinding vertikal tanpa sayap, kedalaman gerusan maksimum terjadi di sekitar hulu abutment, dan segmen tengah abutment untuk abutment dinding vertikal dengan sayap. Untuk kedua tipe abutment sedimentasi tertinggi terjadi di sebelah hilir.

Perbedaan dengan Rencana Skripsi

Skripsi yang saya bahas hanya mengenai saluran lurus saja dan hanya menggunakan satu jenis debit saja, meski sama-sama menggunakan dua jenis abutmen yang sama yaitu abutmen berdinding vertical tanpa sayap dan dinding vertical bersayap. Selain itu saya tidak mendesign alat, saya hanya menggunakan alat flume yang ada di laboratorium Hidrolika Teknik Sipil USU.

JURNAL 2 1 2 Judul Penulis


Gerusan Lokal Disekitar Abutment Jembatan Labuan. Nina Bariroh Rustiati Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kedalaman gerusan lokal disekitar abutment jembatan Labuan pada kondisi banjir. Serta untuk menganalisa metode perlindungan gerusan menggunakan riprap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk persamaan dari Garde dan Raju dihasilkan kedalaman gerusan 1.345 m untuk kala 50 tahun

Isi

dan 1.224 m untuk kala 25 tahun. Sedangkan dari Hoffmans diperoleh 1.323 m untuk 50 tahun dan 1.224 m untuk 25 tahun. Metode perlindungan untuk gerusan lokal dengan riprap adalah tebal masing-masing filter 0.28 m, dengan ukuran batuan pertama 80 mm, kedua 50 mm dan ketiga 300 mm. Dimensi riprap panjang nya 30 m, lebar 12 m dan tinggi 1.4 m. Ukuran batuan 30.27 cm

Perbedaan dengan Rencana Skripsi

Perbedaannya dengan skripsi saya adalah jurnal ini membahas gerusan yang terjadi pada sebuah jembatan dengan keadaan banjir serta menganalisi metode perlindungannya. Sedangkan skripsi saya hanya eksperimen pemodelan gerusan pada abutmen dan tidak dengan keadaan banjir. JURNAL 3 Gerusan Di Sekitar Abutmen Dan Pengendaliannya Pada Kondisi Ada Angkutan Sedimen Untuk Saluran Berbentuk Majemuk

Judul

Penulis

1. Jaji Abdurrosyid, Staf pengajar jurusan Teknik Sipil - Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani No. 1 Tromol Pos 1, Pabelan Kartasura, Surakarta 57102. e-mail : jarrosyid@yahoo.com 2. Achmad Karim Fatchan, Staf pengajar jurusan Teknik Sipil - Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani No. 1 Tromol Pos 1, Pabelan Kartasura, Surakarta 57102.

Isi

Jurnal ini membahas gerusan yang terjadi di saluran majemuk. Dimana saluran majemuk itu adalah saluran yang mempunyai penampang berbentuk variatif, tidak persegi (rectangular channel) dan tidak prismatis. Saluran ini bisa merupakan kombinasi dua persegi yang berbeda luas tampangnya, bisa juga berbentuk saluran alami (Melville, 1995).

Selain itu percobaan ini dilakukan menggunakan abutmen tipe spilltrough dan abutmen bersayap.

Perbedaan dengan Rencana Skripsi

Percobaan yang akan saya lakukan pada saluran lurus bukan saluran majemuk. Selain itu saya menggunakan abutmen dinding bersayap dan tidak bersayap dan tidak menggunakan abutmen tipe spilltrough.