Anda di halaman 1dari 24

Luka akibat benda tajam Gambaran umum dari luka yang diakibatkan benda tajam adalah tepi dinding

luka yang rata, berbentuk garis, tidak terdapat jembatan jaringan, dan dasar luka berbentuk garis atau titik. Luka akibat benda tajam dapat berupa luka iris / sayat, luka tusuk, dan luka bacok.Pada luka iris dan luka bacok, selain gambaran umum luka akibat benda tajam, juga terdapat kedua sudut luka lancip dan dalam luka tidak melebihi panjang luka.Sudut luka yang lancip dapat terjadi dua kali pada tempat yang berdekatan akibat pergeseran senjata waktu ditarik atau akibat korban bergerak.Bila diikuti gerakan memutar, maka dapat menghasilkan luka yang tidak selalu berbentuk garis. Pada luka tusuk dapat diperkirakan benda penyebabnya dengan melihat sudut yang dibentuk oleh luka.Jika hanya salah satu sudut lancip, maka senjatanya bermata satu.Jika kedua sudut lancip, maka senjatanya bermata dua, namun benda tajam bermata satu juga dapat menghasilkan bentuk luka yang seperti itu jika hanya ujungnya saja yang menyentuh kulit.Perlu diingat bahwa panjang dan dalamnya luka biasanya tidak menunjukkan panjang dan lebar benda tajam tersebut, karena dipengaruhi aktor elastic jaringan dan gerakan korban. !ulit pada daerah sekitar luka akibat benda tajam tidak ada memar ataupun luka lecet, kecuali bila gagangnya juga menyentuh kulit. Pembunuhan Sembarang Banyak "erkena #da "idak ada %ungkin ada Bunuh diri "erpilih Banyak "idak terkena "idak ada #da "idak ada !ecelakaan "erpapar "unggal/banyak "erkena "idak ada "idak ada %ungkin ada

Lokasi luka Jumlah luka Pakaian Luka tangkis Luka percobaan $edera sekunder

$iri ciri pembunuhan seperti table di atas dapat ditemui pada kasus pembunuhan dengan perkelahian."etapi pada kasus pembunuhan tanpa perkelahian maka lokasi luka biasanya pada daerah atal dan dapat tunggal. Pemeriksaan kain baju yang terkena pisau bertujuan untuk melihat interaksi #ntara pisau&kain&tubuh, yaitu melihat letaknya, bentuk robekan, adanya partikel besi

'reaksi biru berlin dilanjutkan dengan pemeriksaan spektroskopi(, serat kain dan pemeriksaan terhadap bercak darah. "anatologi )eaksi *ntra+ital Pada saat terjadi kematian , didalam tubuh masih terdapat sel dan jaringan yang masih sempat melanjutkan beberapa akti+itas, misalnya sel yang sedang bermitosis masih dapat menyelesaikan pembelahannya. "etapi kemudian segala kegiatan yang terjadi pada sel dan jaringan akan terhenti sama sekali ',,(. Pengetahuan ini penting dalam transplantasi organ, dengan adanya kemajuan dibidang transplantasi organ tubuh, maka muncullah de inisi mati seluler 'mati molekuler( yaitu kematian organ atau jaringan tubuh yang timbul beberapa saat setelah kematian somatis. -imana daya tahan hidup masing&masing organ atau jaringan berbeda&beda, sehingga kematian seluler pada tiap organ atau jaringan terjadi secara tidak bersamaan. Sebagai contoh susunan sara pusat mengalami mati seluler dalam waktu . menit/ otot masih dapat dirangsang dengan listrik sampai kira&kira 0 jam pasca mati, dan mengalami mati seluler setelah . jam/ dilatasi pupil masih dapatterjadi pada pemberian adrenalin 1,,2 atau penyuntikan sul as atropin , 2 atau isostigmin 1,32 akan mengakibatkan miosis hingga 01 jam pasca mati. !ulit masih dapat berkeringat sampai lebih dari 4 jam pasca mati dengan cara penyuntikan subkutan pilokarpin 02 atau asetilkolin 01 2/ spermato5oa masih bertahan hidup beberapa hari dalam epididimis/ kornea masih dapat ditransplantasikan dan darah masih dapat dipakai untuk trans usi sampai 6 jam pasca mati. '0,7( !eadaan tersebut diatas pada mayat dimana masih dapat menghasilkan gambaran intra+ital disebut reaksi supra+ital dan pertamakali didiskusikan pada tahun ,867 oleh Schleyer.'0,7( Selama ada oksigen yang mempertahankan kehidupan seseorang. Sel&sel dalam tubuh akan menjadi sehat, metabolisme berjalan normal ungsi lokomotorik berjalan terus , kerusakan sel yang disebabkan oleh organisme akan diperbaiki dan in+asi bakteri pembusukan dapat dihambat Bila seseorang meninggal dunia maka siklus oksigen akan terhenti , tubuh akan mengalami berbagai perubahan jaringan yang disebut perubahan awal kematian atau tanda kematian tidak pasti dimana susunan sara pusat akan mengalami kemunduran dengan cepat ini akan menyebabkan perubahan pada tubuh menjadi insensibel, re lek cahaya dan re lek kornea hilang,

aliran darah, gerakan na as berhenti, kulit pucat dan otot mengalami relaksasi. Setelah beberapa waktu akan timbul perubahan pasca mati yang memungkinkan diagnosis kematian lebih pasti. "anda&tanda tersebut dikenal sebagai tanda pasti kematian berupa lebam mayat, kaku mayat, penurunan suhu tubuh pembusukan, mumi ikasi dan adiposera.'0,.,9,4,8,,1( "anda tanda kematian antara lain: & Lebam mayat 'li+or mortis( ;ormalnya berwarna merah ungu dan berada di bagian terbawah tubuh, kecuali pada bagian tubuh yang tertekan.Lebam mayat biasanya terjadi 01&71 menit pasca mati, makin lama intensitasnya bertambah dan menjadi lengkap dan menetap setelah 4&,0 jam.;amun, meski telah lewat 0. jam, darah masih cair sehingga sejumlah darah dapat membentuk lebam mayat di tempat terendah yang baru.Lebam mayat yang sudah menetap disebabkan karena jumalh sel darah yang tertimbun dan kekakuan otot dinding pembuluh darah.Pada kasus keracunan akan didapatkan lebam mayat yang khas, seperti merah terang pada keracunan $< atau $;, kecokelatan pada keracunan aniline, nitrit, nitrat, sul onal. Perlu diperhatikan untuk membedakan lebam mayat dan resapan darah akibat trauma, yaitu pada lebam mayat jika disiram air maka warna darah akan pudar, sedangkan pada resapan darah warnanya tidak akan hilang. #kumulasi darah pada daerah yang tidak tertekan akan menyebabkan pengendapan darah pada pembuluh darah kecil yang dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah kecil tersebut dan berkembang menjadi petechie 'tardieu=s spot( dan purpura yang kadang&kadang berwarna gelap yang disebut dengan tete de negre appearance yang mempunyai diameter dari satu sampai beberapa milimeter, biasanya memerlukan waktu ,4 sampai 0. jam untuk terbentuknya dan sering diartikan bahwa pembusukan sudah mulai terjadi. >enomena ini sering terjadi pada asphy?ia atau kematian yang terjadinya lambat. Sayangnya dengan berlalunya waktu purpura ini tidak selalu dapat ditentukan dengan pasti apakah terjadinya antemortem atau postmortem.'diamaio,bern, inter( Secara medikolegal yang terpenting dari lebam mayat ini adalah letak dari warna lebam itu sendiri dan distribusinya. Perkembangan dari lebam mayat

ini terlalu besar +ariasinya untuk digunakan sebagai indikator dari penentuan saat mati. Sehingga lebih banyak digunakan untuk menentukan apakah sudah terjadi manipulasi posisi pada mayat. & !ekakuan mayat 'rigor mortis( !elenturan otot setelah kematian masih dipertahankan karena metabolism tingkat seluler masih berjalan berupa pemecahan glikogen otot yang menghasilkan energy.@nergi ini digunakan untuk mengubah #-P menjadi#"P.Selama masih terdapat #"P maka serabut aktin myosin tetap lentur.Bila cadangan glikogen dalam otot habis, maka energy tidak terbentuk lagi, akin dan myosin menggumpal dan otot menjadi kaku. !aku mayat dimulai dari 0 jam pasca mati klinis dimulai dari bagian luar tubuh 'otot otot kecil( kea rah dalam 'sentripetal(. Setelah mati klinis ,0 jam, kaku mayat menjadi lengkap, dipertahankan selama ,0 jam, dan kemudian hilang dalam urutan yang sama. Pada kaku mayat tidak disertai dengan pemendekan serabut otot, kecuali saat sebelum kaku mayat, serabut otot dalam keadaan teregang. >aktor aktor yang mempercepat terjadinya kaku mayat adalah akti+itas isik sebelum mati, suhu tubuh yang tinggi, bentuk tubuh kurus dengan otot otot kecil, dan suhu lingkungan yang tinggi. Beberapa keadaan yang mirip dengan kaku mayat antara lain: o$ada+eric spasm 'instantaneous rigor( $ada+eric spasm merupakan kaku mayat yang timbul dengan intensitas sangat kuat tanpa disertai ioleh relaksasi primer.Penyebabnya adalah akibat habisnya cadangan glikogen dan #"P yang bersi at setempat pada saat mati klinis karena kelelahan atau emosi yang hebat sebelum meninggal. !epentingan medico legalnya adalah memAnunjukkan sikap terakhir masa hidupnya. oBeat sti ening %erupakan kekakuan otot akibat koagulasi protein otot oleh panas, otot menjadi berwarna merah muda, kaku, tetapi rapuh.!eadaan ini ditemui pada korban mati terbakar.Pada keadaan ini terjadi pemendekan serat otot, sehingga menimbulkan leksi leher, siku, paha, dan lutut, membentuk sikap petinju 'pugilistic attitude(. o$old sti ening

%erupakan kekakuan akibat lingkungan yang sangat dingin, sehingga terjadi pembekuan cairan tubuh, pemadatan jaringan lemak subkutan dan otot, sehingga bila sendi ditekuk akan terdengar bunyi pecahnya es. & Penurunan suhu tubuh 'algor mortis( -isebabkan karena pemindahan suhu ke lingkungan yang lebih dingin melalui radiasi, konduksi, e+aporasi, dan kon+eksi.!ecepatan penurunan suhu tubuh dipengaruhi oleh suhu keliling, aliran dan kelmbaban udara, bentuk tubuh, posisi tubuh, dan pakaian.Selain itu dipengaruhi oleh lokasi, cuaca, dan iklim. & Pembusukan 'decomposition, putre action( %erupakan proses degradasi jaringan yang terjadi akibat autolysis dan kerja bakteri. #utolysis adalah pelunakan dan pencairan jaringan yang terjadi dalam keadaan steril.#utolysis timbul akibat kerja digesti oleh en5im yang dilepaskan sel pasca mati dan hanya dapat dicegah dengan pembekuan jaringan.Bakteri yang terutama menyebabkan pembusukan adalah $lostridium welchii yang ada dalam usus. Pada proses pembusukan ini terbentuk gas gas alkan, B0S, dan B$;, serta asam amino dan asam lemak. Pembusukan baru tampak kira kira 0. jam pasca mati berupa warna kehijauan pada perut kanan bawah. Carna kehijauan ini disebabkan oleh terbentuknya sul a&met&hemoglobin. Pembusukan akan menyebar ke seluruh perut dan dada, dan bau busuk pun akan tercium. Pembuluh darah bawah kulit akan tampak seperti melebar dan berwarna hijau kehitaman. !emudian kulit ari akan terkelupas atau membentuk gelembung berisi cairan kemrahan berbau busuk. Pembentukan gas dimulai dalam lambung dan usus, yang kemudian akanmenyebabkan tegangnya perut dan keluarnya cairan kemerahan dari mulut dan hidung. Gas yang terdapat pada jaringan tubuh akan mengakibatkan terabanya krepitasi. Gas ini menyebabkan pembengkakan tubuh yang menyeluruh, tetapi ketegangan terbesar terdapat pada jaringan longgar, seperti skrotum dan payudara.-an juga dapat terjadi pugilistic attitude.Selanjutnya, rambut menjadi mudah dicabut dan kuku mudah terlepas, wajah menggembung dan berwarna ungu kehijauan, kelopak mata membengkak, pipi tembem, bibir tebal, lidah membengkak dan sering terjulur di antara gigi. Jika mayat dibiarkan, maka lar+a lalat akandijumpai setelah pembetukan gas pembusukan nyata, yaitu 76&.4 jam pasca mati. !umpulan telur lalat dapat ditemukan dalam beberapa jam pasca mati. Perllu diingat, jika mayat dibiarkan di

rumpun, maka dapat ditemui gigitan binatang pengerat.Pembusukan alat dalam tubuh akan terjadi dengan kecepatan yang berbeda. Perubahan warna terjadi pada lambung terutama di daerah undus, usus, menjadi ungu kecokelatan. %ukosa saluran na as akan menjadi kemerahan, endokardium dan intima pembuluh darah juga kemerahan, akibat hemolysis darah. -i usi empedu dari kandung empedu mengakibatkan warna cokelat kehijauan di jaringan sekitarnya. <tak melunak, hati menjadi berongga seperti spons, limpa akan melunak dan mudah rupture. !emudian alat dalam akan mengerut. Prostat dan uterus non gra+id merupakan organ padat yang paling lama bertahan terhadap perubahan pembusukan. Perlu diingat bahwa kecepatan pembusukan akan lebih cepat di udara di bandingkan dengan di tanah maupun di air. Perbandingan udara:tanah:air A 4:,:0. & #diposera %erupakan terbentuknya bahan yang berwarna keputihan, lunak, atau berminyak, berbau tengik yang terjadi dalam jaringan lunak tubuh pasca mati.#diposera dapat terbentuk di sembarang lemak tubuh, namun lemak super icial yang pertama kali terkena.Biasanya perubahan berbentuk bercak, dapat terlihat di pipi, payudara, atau bokong, bagian tubuh atau ekstremitas. Jarang seluruh lemak tubuh menjadi adiposera.#diposera akan membuat gambaran permukaan luar tubuh dapat bertahan hingga bertahun tahun, sehingga identi ikasi mayat dan perkiraan sebab kematian masih dimungkinkan.>aktor aktor yang mempermudah terbentuknya adiposera adalah kelembaban dan lemak tubuh yang cukup, udara yang panas, dan in+asi bakteri endogen ke dalam jaringan pasca mati. Sedangkan yang menghambat adalah air mengalir yang mengandung elektrolit dan udara yang dingin. Pembusukan akan terhambat oleh adanya adiposera, karena derajat keasaman dan dehidrasi jaringan bertambah. Lemak segar hanya mengandung sekitar 1,32 asam lemak bebas, tetapi dalam waktu . minggu pasca mati dapat naik menjadi 012 dan setelah ,0 minggu menjadi 912 atau lebih. Pada saat ini adiposera menjadi jelas secara makroskopik sebagai bahan berwarna putih kelabu yang menggantikan atau mengin iltrasi bagian bagian lunak tubuh. Pada stadium awal pembentukannya sebelum makroskopik jelas, adiposera paling baik dideteksi dengan analisis asam palmitat. & %ummi ikasi %erupakan proses penguapan cairan atau dehidrasi jaringan yang cukup cepat sehingga terjadi pengeringan jaringan yang sellanjutnya dapat menghentikan

pembusukan. Jaringan berubah menjadi keras dan kering, gelap, nerkeriput, dan tidak membusuk karena bakteri tidak berkembang.%ummi ikasi terjadi bila suhu hangat, kelembaban rendah, aliran udara yang baik, tubuh yang dehidrasi, dan waktu yang lama ',0&,. minggu(. #si iksia mekanik ,. Serangan jantung -icurigai ketika sedikit atau tidak ada temuan yang abnormal pada pemeriksaan kematian as iksia mendadak.!ematian biasanya disebabkan oleh hambatan jantung karena re leks +agal.%ekanisme yang terjadi mirip dengan syncope sinus karotikus.!erah yang ketat akan menyebabkan bradikardi berat dan hilang kesadaran."anda ptekie hemorragis dan tanda lain terkadang tidak ditemukan pada kematian as iksia karena proses gangguan sirkulasi yang sangat cepat sehingga tidak memberi waktu yang cukup terjadinya tahapan as iksia pada umumnya. 0. Ptekie hemorragis Pada orang yang mengalami as iksia akan timbul gejala yang dapat dibedakan dalam . ase, yaitu: o ase dispnea. Penurunan kadar oksigen sel darah merah danpenimbunan $<0 dalam plasma akan merangsang pusat pernapasan di medula oblongata, sehingga amplitudo dan rekuensi pernapasan akan meningkat, nadi cepat, tekanan darah meninggi dan mulai tampak tanda&tanda sianosis terutama pada muka dan tangan. o>ase kon+ulsi. #kibat kadar $<0 yang naik maka akan timbul rangsangan terhadap susunan sara pusat sehingga terjadi kon+ulsi, yang mula&mla kejang klonik tetapi kemudian menjadi kejang tonik dan akhirnya timbul spasme opistotonik.Pupil dilatasi, denyut jantung menurun, tekanan darah juga turun. o>ase apnea. -epresi pusat pernapasan menjadi lebih hebat, pernapasan melemah dan dapat berhenti .!esadaran menurun dan akibat relaksasi s ingter dapat terjadi pengeluaran cairan sperma, urin dan tinja. o>ase akhir. "erjadi paralisis pusat pernapasan yang lengkap.Sering terdapat di kelopak mata, dibelakang telinga dan konjungti+a."idak selalu karena hipoksia atau meningkatnya tekanan intrakapiler.Betul bahwa ptekie lebih sering terjadi pada kulit yang dijerat karena tekanan +ena yang meningkat, tapi kenyataaannya ptekie dapat ditemukan pada tempat yang tidak berkaitan dengan penjeratan.Sebagai contoh sekelompok ptekie dapat terjadi pada kaki orang gantung diri yang terjadi

mungkin karena gerakan tubuh yang terjadi sebelum kematian, tungkai yang menabrak benda keras. Bipoksia dan hiperkapnea terjadi secara bersamaan pada as iksia, kemudian diikuti peningkatan tekanan darah, curah jantung dan katekolamin 'norepine rin( dimana norepine rin akan meningkatkan permeabilitas endotel pembuluh darah. -istribusi ptekie pada orang dewasa biasanya pada kulit retroaurikuler, konjungti+a, thymus, subpleura dan atrio+entrikular.sedangkan kematian in ant mendadak menimbulkan ptekie di pleura +isceralis dan parietal, hymus, perikardium. -istribusi intrathota? biasanya karena as iksia sentral yang disebabkan karena kegagalan pusat pernapasan.Ptekie hemorragis dikonjungti+a biasanya tidak ada pada in ant, kalo ada harus dicurigai kemungkinan as iksia mekanik harus diperhatikan.Ptekie dan perdarahan luas juga bisa terjadi pada kasus dimana as iksia bukan penyebab utama, distribusi disepanjang aorta thorakalis dan konjungti+a bisa karena kegagalan jantung akut pada penyakit pambuluh darah koroner. %asalah lain adalah adanya arte ak hemorragis postmortem yang dapat dihasilkan dikulit kepala akibat pembukaan kulit kepala untuk melihat tengkorak akibat sobekan pembuluh darah kecil. 7. Sianosis dan kongesti #s iksia tidak selalu menimbulkan sianosis sehingga aktor sianosis tidak dapat digunakan sepenuhnya untuk menentukan kematian as iksia. Sianosis tidak kelihatan jika kadar Bb D 3 g2."erdapatnya dilatasi +ena besar dan sisi kanan jantung merupakan indikasi kematian as iksia tapi tidak semua kematian as iksia disertai hal ini. #danya cairan darah di jantung pada post mortem menunjukan meningkatnya akti itas antitrombin dan ibrinolitik. .. Penemuan jalan napas *nhalasi berbagai material sering terjadi, lebih sering menimbulkan perdebatan karena sulitnya membuktikan sebab kematiannya.*nhalasi isi perut merupakan ase terminal as iksia ketika pernapasan tidak teratur dna megap&megap, hilang kesadaran. *si perut terkadang ditemukan pada pemeriksaan makro dan mikroskopik paru anak yang mati mendadak tanpa suatu kejelasan. )egurgitasi antemortem dikenali ketika ditemukan asam digesti dan nekrosis jaringan paru.

"#;-# -#; LE!# L#*; P#-# !@%#"*#; #SPB*F*# "anda pada kepala dan leher sering ditemukan pada asphy?ia karena kecelakaan, bunuh diri, pembunuhan.Paling sering kematian disebabkan oleh penjeratan.!erusakan beberapa jaringan di luar dan organ dalam sangat erat kaitannya dengan posisi dan tekanan konstriksi daripada tipe penjeratannya. Sebagai contoh, tanda pengikatan yang luas seperti stocking, menyebabkan kerusakan yang ringan pada struktur leher, dibandingkan dengan tali yang kurang lebar . Penjeratan yang sering tidak disengaja sering terjadi pada bayi dan balita, biasanya disebabkan oleh kerah baju yang terlalu ketat.Biasanya pakaian yang tersangkut pada mesin sering menyebabkan asphy?ia pada orang dewasa. Green menemukan pada kasus penjeratan sering menimbulkan jejas pada leher dan bila jejas pada leher tidak ada, maka biasanya terjadi karena pembekapan dengan tangan. Sering juga ditemukan kerusakan arteri karotis,berupa perdarahan di bawah tunika intima, sobekan pada tunika intima di bagian atas arteri karotis komunis, pecahnya plak atheroma pada karotis. %ungkin kasus yang paling penting pada penjeratan, hampir selalu didukung oleh tanda dan posisi dari pola penjeratan."idak hanya untuk mengetahui kemungkinan apakah kejadian itu merupakan suatu kecelakaan, pembunuhan maupun bunuh diri, tetapi juga jenis dari jejas pada penjeratan.Sebagai tambahan, posisi dari tanda penjeratan dapat memastikan jeratan. )entoul dan Smith melakukan percobaan untuk menentukan e ek dari posisi jerat terhadap kecepatan kematian.Jika simpul diletakkan diantara rahang dan tulanghyoid dan kekuatan sedang, perna asan dipengaruhi tapi masih bisa bernapas.Caktu yang diperlukan untuk melepaskan jerat yaitu lebih dari 0 menit.Jika simpul terletak di atas laryn?, diperlukan waktu ,&3 menit untuk melepaskannya.Jika terletak lebih bawah, di atas kartilago krikoid, simpul harus dilepaskan sesegera mungkin dalam beberapa detik agar bisa diselamatkan.@ ek penekanan pada struktur leher, yaitu terjadi oklusi sirkulasi sereberal, tekanan +agal dan ner+us phrenicus dan terjadi obstruksi saluran perna asan.Gang terakhir waktu kejadian antara waktu konstriksi sampaiterjadinya kematian.Periode waktu kejadian tergantung dari besar konstriksi dan posisi dari

ditemukan pada penggantungan bunuh diri, ketika tali terikat diantara laryn? dan tulang hyoid atau diantara tulang hyoid dan dibawah jakun. Bal ini menyebabkan lidah keluar ke atas dan ke depan. -an dalam prosesnya lidah terjepit diantara gigi, tanda gigi sering ditemukan pada lidah. Pada beberapa kasus, ini dapat memberi indikasi yang berman aat pada kecurigaan gantungan pada saat hidup dan memberi penilaian termasuk kemungkinan kecurigaan penggantungan tubuh post mortem. Penampilan oral yang dicurigakan pada kematian kekerasan akibat asphy?ia yaitu penemuan gigi yang berwarna merah muda. "anda tali pada leher memerlukan pengamatan yang teliti.)ekaman otogra i mendetail, termasuk skala ukuran, pemakaian tali tunggal atau ganda penting dilakukan. . Percobaan bunuh diri seringkali gagal pada pertama kali karena talinya putus,jika percobaan kedua sukses maka akan meninggalkan beberapa tanda di leher. Bal ini mungkin juga terjadi pada percobaan bunuh diri dengan cara lain, seperti pada membacok diri. "anda simpul, penebalan irregular, ukuran tali dan lain&lain dapat dikenali dengan mudah, lebarnya dapat diukur."anda sekitar leher biasanya tunggal pada bunuh diri, kecuali tali ganda digunakan pada beberapa kasus atau tali tergelincir ke atas setelah aplikasi pertama. Bentuk Lekukan seperti perkamen kuning dan lekukan terdalam di titik berat tubuh yang ditopang tali."erdapat lipatan kulit disisi superior lekukan tersebut.Pembunuhan dicurigai jika terdapat tanda secara hori5ontal melewati leher dan lebih dari satu.Pada keadaan itu, tanda jari penyerang sering ada di sisi atau punggung leher. #brasi kuku jari korban ditemukan di depan telinga, menunjukkan perlawanan untuk menyingkirkan tali. "anda yang tidak disengaja pada leher mungkin dihasilkan oleh pakaian yang ketat pada anak&anak dan pada obesitas dan oedema. "anda yang sama juga dapat karena kain yang digunakan untuk menutup mulut pada mayat."anda itu biasanya ringan dan tidak menimbulkan kerusakan struktur leher. -isisi lain tanda tali sulitdikenali pada mayat yang busuk atau tenggelam dalam waktu lama. Pemeriksaan makro dan mikroskopik terhadap kulit dan struktur leher akan membantu pada kasus itu. Pada kasus penjeratan, tali yang digunakan kadang&kadang telah dipotong atau dipindahkan.*ni tidak ada pembuktian yang jelas.Secara ideal, talinya tergelincir diatas kepala si korban.Posisi dan tipe simpul memberikan bukti yang berharga

apakah seseorang itu mungkin telah diikat.*ni juga penting bahwa tali seharusnya tidak teregang ketika mereka memegang dapat talinya atau dipindahkan untuk dari mayat.Bahan&bahan dari pakaian digunakan menekan

leher.Serabutserabut sintetik pada stoking, dasi atau bagian dari bahan nylon mungkin dapat mengindikasikan bahan&bahan yang digunakan sebagai tali sewaktu leher di tekan sebagai bukti yang bagus untuk menentukan apakah kematian disebabkan kecelakaan atau pencederaan. Salah satu kasusnya, seorang suami mengaku bahwa dia telah mencoba mencekik leher istrinya dengan bahan nylon'kain(. -erajat dari de ormitas serabut&serabut sangat dianjurkan karena seberapa jauh paksaan yang digunakan pelaku untuk mencekik.Luka tambahan di leher sering terlihat pada kasus penjeratan pada leher di mana pencekikan dengan tangan. Biasanya menunjukkan rupa aberasi dari kuku jari yang menekan pada kulit leher dan memar disebabkan jari atau buku jari.Secara umum, memar lebih mudah terlihat pada kulit yang tipis pada bagian depan leher. Bentuk lengkungan dari aberasi jika disebabkan dari kuku jari meskipun susah dikatakan dimana jari yang menyebabkan luka tersebut.#berasi dan memar sering berbarengan dan dapat menunjukkan dimana sebuah tangan digunakan pada leher.Ekuran, bentuk dan distribusi dari luka harus dicatat secara hati&hati dengan pengukuran dan oto dengan pemakaian lampu ultra+iolet. "anda sebuah jari mungkin dapat ditemukan pada percobaan resustisasi, biasanya berbentuk sirkuler yang berkelompok melingkari hidung dan mulut dan seharusnya tidak membingungkan dengan tanda yang disebabkan penekanan pada leher. !emungkinan pembunuhan seharusnya dipikirkan jika menemukan tanda memar, tanda tali dan aberasi.Bagaimanapun, tanda kuku jari dapat ditemukan pada pencekikan dengan bunuh diri jika kuku korban terjepit di antara hidung dan kulit leher.#berasi mungkin dapat membingungkan jika tali sudah dilepaskan dari leher.Sekelompok aberasi bukan menunjukkan hasil akti+itas heteroseksual dan homoseksual yang berulang&ulang.Biasanya mereka sedikit hubungan dengan penyebab kematian dan tanda kemiripan mungkin ditemukan di mana saja di kaki di antara lutut dan pangkal paha, alat kelamin dan dinding abdomen ketika pemeriksaan yang detail dilakukan.

*denti ikasi orensic Peran ilmu kedokteran orensic dalam identi ikasi terutama pada jena5ah yang tidak dikenal, jena5ah yang telah membusuk, rusak, hangus terbakar, dan pada kecelakaan missal, bencana alam atau huru hara yang menyebabkan banyak korban, serta potongan tubuh manusia atau kerangka.Selain itu, identi ikasi orensic juga berperan dalam berbagai kasus lain, seperti penculikan anak, bayi yang tertukar, atau diragukan orang tuanya.*dentitas seseorang dipastikan bila paling sedikit dua metode yang digunakan memberikan hasil positi . ,. Pemeriksaan sidik jari -engan membandingkan sidik jari jena5ah dengan sidik jari antemortem. 0. %etode +isual -engan memperlihatkan jena5ah pada orang orang yang merasa kehilangan anggota keluarganya atau temannya. Perlu diperhatikan adanya aktor emosi yang berperan membenarkan identitas. 7. Pemeriksaan dokumen %enggunakan dokumen dokumen seperti !"P, S*%, Paspor, atau sebagainya yang melekat pada tubuh korban.Bati hati dengan kecelakaan missal, karena mungkin dokumen tersebut belum tentu miliknya jika hanya tergeletak dekat korban. .. Pemeriksaan pakaian dan perhiasan 3. *denti ikasi medic %enggunakan data tinggi badan, berat badan, warna rambut, warna mata, cacat/kelainan khusus, tatu 'rajah(.%elelui metode ini, diperoleh data mengenai data tentang jenis kelamin, ras, perkiraan umur dan tinggi badan, kelainan tulang, dan yang lainnya. 6. Pemeriksaan gigi Pemeriksaan ini meliputi pencatatan data gigi 'odontogram( dan rahang yang dapat dilakukan dengan menggunakan pemeriksaan manual, sinar&F, dan pencetakkan gigi serta rahang.<dontogram memuat data tentang jumlah, bentuk, susunan, tambalan, protesa gigi, dan sebagainya.Pemeriksaan ini dilakukan dengan membandingkan dengan data antemortem. 9. Pemeriksaan serologic Entuk mengetahui golongan darah jena5ah.Penentuan golongan darah pada jena5ah yang telah membusuk dapat dilakukan dengan memeriksa rambut, kuku, dan tulang.

4. %etode eksklusi -engan mengeliminasi da tar korban yang diketahui identitasnya dengan melakukan pemeriksaan identi ikasi orensic. 8. *denti ikasi potongan tubuh manusia 'mutilasi( Entuk memastikan bahwa potongan tubuh berasal dari manusia dapat digunakan beberapa pemeriksaan seperti pengamatan jaringan secara makroskopik, mikroskopik, dan pemeriksaan serologic berupa reaksi antigenantibodi. Penentuan jenis kelamin dilakukan dengan pemeriksaan makroskopik dan diperkuat dengan pemeriksaan mikroskopik yang bertujuan menemukan kromatin seks wanita seperti drum stick pada leukosit dan barr body pada sel epitel. %elelui metode ini, diperoleh data mengenai data tentang jenis kelamin, ras, perkiraan umur dan tinggi badan, kelainan tulang, dan yang lainnya. ,1.*denti ikasi kerangka Epaya identi ikasi kerangka bertujuan membuktikan bahwa kerangka tersebut adalah kerangka manusia, ras, jenis kelamin, perkiraan umur, tinggi badan, ciri cirri khusus, de ormitas, dan bila memungkinkan dapat dilakukan rekonstruksi wajah.-icari pula tanda kekerasan pada tulang.Perkiraan saat kematian dapat dilakukan dengan memperhatikan keadaan kekeringan tulang. Selain itu bisa dilakukan pembandingan dengan data antemortem, yakni dengan metode superimposisi. %etode tersebut dilakukan dengan jalan menumpukkan oto rontgen tengkorak di atas oto wajah yang dibuat berukuran sama dan diambil dari sudut pemotretan yang sama. -engan demikian dapat dicari adanya titik titik persamaan.Pemeriksaan anatomic dapat memastikan bahwa kerangka adalah kerangka manusia. !esalahan pena siran dapat timbul bila hanya terdapat sepotong tulang saja, dalam hal ini perlu dilakukan pemeriksaan serologic dan histologik. Penentuan ras mungkin dilakukan dengan pemeriksaan antropologik pada tengkorak, gigi geligi, dan tulang panggul atau tulang lainnya.#rkus 5igomatikus dan gigi insisi+us atas pertama yang berbentuk seperti sekop member petunjuk kea rah ras mongoloid.Penentuan jenis kelamin dilakukan dengan pemeriksaan tulang panggul, tulang tengkorak, sternum, tulang panjang, serta scapula dan metacarpal. Pada panggul, inde? ischio&pubic 'panjang pubis dikali seratus dibagi panjang ischium( merupakan ukuran yang paling sering dipakai. ;ilai laki laki sekitar 47,6 dan wanita 88,3.

"anda Pria Canita Ekuran, +olum endokranial Besar !ecil #rsitektur !asar Balus "onjolan supraorbital Sedang&besar !ecil&sedang Processus mastoideus Sedang&besar !ecil&sedang -aerah oksipital, linea muskularis, dan protuberensia "idak jelas Jelas / menonjol @minensia rontalis !ecil Besar @minensia parietalis !ecil Besar <rbita Persegi, rendah relati+e kecil tepi tumpul %embundar, tinggi relati+e besar, tepi tajam -ahi $uram, kurang membundar %embundar, penuh, in antile "ulang pipi Berat, arkus lebih ke lateral )ingan, lebih memusat %andibula Berat, sim isisnya tinggi, ramus ascendingnya lebar !ecil, dengan ukuran korpus dan ramus lebih kecil Palatum Besar dan lebar, cenderung seperti huru E !ecil, cenderung seperti parabola $ondylus oksipitalis Gigi geligi

Besar Besar, %, bawah sering 3 kuspid !ecil !ecil, molar biasanya . kuspid Pasal ,77 ',( -alam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka, keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana, ia berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter dan atau ahli lainnya. '0( Permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat ',( dilakukan secara tertulis, yang dalam surat itu disebutkan dengan tegas untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat dan atau pemeriksaan bedah mayat. '7( %ayat yang dikirim kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter pada rumah sakit harus diperlakukan secara baik dengan penuh penghormatan terhadap mayat tersebut dan diberi label yang memuat identitas mayat, dilak dengan diberi cap jabatan yang dilekatkan pada ibu jari kaki atau bagian lain badan mayat. Pasal ,7. ',( -alam hal sangat diperlukan dimana untuk keperluan pembuktian bedah mayat tidak mungkin lagi dihindari, penyidik wajib memberitahukan terlebih dahulu kepada keluarga korban. '0( -alam hal keluarga keberatan, penyidik wajib menerangkan dengan sejelas&jelasnya tentang maksud dan tujuan perlu dilakukannya pembedahan tersebut. '7( #pabila dalam waktu dua hari tidak ada tanggapan apapun dari keluarga atau pihak yang diberi tahu tidak diketemukan, penyidik segera melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal ,77 ayat '7( undang&undang ini. Pasal ,98 ',( Setiap orang yang diminta pendapatnya sebagai ahli kedokteran

kehakirnan atau dokter atau ahli lainnya wajib memberikan keterangan ahli demi keadilan. '0( Semua ketentuan tersebut di atas untuk saksi berlaku juga bagi mereka yang memberikan keterangan ahli, dengan ketentuan bahwa mereka mengucapkan sumpah atau janji akan memberikan keterangan yang sebaikbaiknya dan yang sebenarnya menurut pengetahuan dalam bidang keahliannya. Pasal ,01 ',( -alam hal penyidik menganggap perlu, ia dapat minta pendapat orang ahli atau orang yang memiliki keahlian khusus. '0( #h*i tersebut mengangkat sumpah atau mengucapkan janji di muka penyidik bahwa ia akan memberi keterangan menurut pengetahuannya yang sebaik&baiknya kecuali bila disebabkan karena harkat serta martabat, pekerjaan atau jabatannya yang mewajibkan ia menyimpan rahasia dapat menolak untuk memberikan keterangan yang diminta. Pasal ,64 !ecuali ditentukan lain dalam undang&undang ini, maka tidak dapat didengar keterangannya dan dapat mengundurkan diri sebagai saksi: a. keluarga sedarah atau semenda dalam garis lurus ke atas atau ke bawah sarnpai derajat ketiga dari terdakwa atau yang bersama&sama sebagai terdakwa. b. saudara dan terdakwa atau yang bHrsama&sama sebagal terdakwa, saudara ibu atau saudara bapak, juga mereka yang mempunyai hubungan karena perkawinan dari anak&anak saudara terdakwa sampal derajat ketiga c. suami atau isteri terdakwa meskipun sudah bercerai atau yang bersamasama sebagai terdakwa. Pasal ,91 ',( %ereka yang karena pekerjaan, harkat martabat atau jabatannya diwajibkan menyimpan rahasia, dapat minta dibebaskan dari kewajiban untuk memberi keterangan sebagai saksi, yaitu tentang hal yang dipercayakan kepada mereka. '0( Bakim menentukan sah atau tidaknya segala alasan untuk permintaan tersebut. Bentuk bantuan dokter bagi peradilan dan man aatnya

Pasal ,98 ',( Setiap orang yang diminta pendapatnya sebagai ahli kedokteran kehakirnan atau dokter atau ahli lainnya wajib memberikan keterangan ahli demi keadilan. '0( Semua ketentuan tersebut di atas untuk saksi berlaku juga bagi mereka yang memberikan keterangan ahli, dengan ketentuan bahwa mereka mengucapkan sumpah atau janji akan memberikan keterangan yang sebaikbaiknya dan yang sebenarnya menurut pengetahuan dalam bidang keahliannya. Pasal ,41 ',( -alam hal diperlukan untuk menjernihkan duduknya persoalan yang timbul di sidang pengadilan, hakim ketua sidang dapat minta keterangan ahli dan dapat pula minta agar diajukan bahan baru oleh yang berkepentingan. '0( -alam hal timbul keberatan yang beralasan dari terdakwa atau penasihat hukum terhadap hasil keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat ',( hakim memerintahkan agar hal itu dilakukan penelitian ulang. '7( Bakim karena jabatannya dapat memerintahkan untuk dilakukan penelitian ulang sebagaimana tersebut pada ayat '0(. '.( Penelitian ulang sebagaimana tersebut pada ayat '0( dan ayat '7( dilakukan oleh instansi semula dengan komposisi personil yang berbeda dan instansi lain yang mempunyai wewenang untuk itu. Pasal ,47 Bakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seorang kecuali apabila dengan sekurang&kurangnya dua alat bukti yang sah ia memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar&benar terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah melakukannya. Pasal ,4. ',( #lat bukti yang sah ialah: a.keterangan saksi/ b.keterangan ahli/ c.surat/ d.petunjuk/ e.keterangan terdakwa. '0( Bal yang secara umum sudah diketahui tidak perlu dibuktikan.

Pasal ,43 ',( !eterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan di sidang pengadilan. '0( !eterangan seorang saksi saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa terdakwa bersalah terhadap perbuatan yang didakwakan kepadanya. '7( !etentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat '0( tidak berlaku apabila disertai dengan suatu alat bukti yang sah lainnya. '.( !eterangan beberapa saksi yang berdiri sendiri&sendiri tentang suatu kejadian atau keadaan dapat digunakan sebagai suatu alat bukti yang sah apabila keterangan saksi itu ada .hubungannya satu dengan yang lain sedemikian rupa, sehingga dapat membenarkan adanya suatu kejadian atau keadaan tertentu. '3( Baik pendapat maupun rekIan, yang diperoleh dari hasil pemikiran saja, bukan merupakan keterangan saksi. '6( -alam menilai kebenaran keterangan seorang saksi, hakim harus dengan sungguh&sungguh memperhatikan a. persesuaian antara keterangan saksi satu dengan yang lain/ b .persesuaian antara keterangan saksi dengan alat bukti lain/ c. alasan yang mungkin dipergunakan oleh saksi untuk memberi keterangan yang tertentu/ d. cara hidup dan kesusilaJn saksi serta segala sesuatu yang pada umumnya dapat mempengaruhi dapat tidaknya keterangan itu dipercaya. '9( !eterangan dari saksi yang tidak disumpah meskipun sesuai satu dengan yang lain tidak merupakan alat bukti namun apabila keterangan itu sesuai dengan keterangan dari saksi yang disumpah dapat dipergunakan sebagai tambahan alat bukti sah yang lain. Pasal ,46 !eterangan ahli ialah apa yang seorang ahli nyatakan di sidang pengadilan. Pasal ,49 Surat sebagaimana tersebut pada Pasal ,4. ayat ',( huru c, dibuat atas sumpah jabatan atau dikuatkan dengan sumpah, adalah: a.berita acara dan surat lain dalam bentuk resmi yang dibuat oleh pejabat umum yang berwenang atau yang dibuat di hadapannya, yang memuat keterangan tentang kejadian atau keadaan yang didengar, dilihat atau yang

dialaminya sendiri, disertai dengan alasan yang jelas dan tegas tentang keterangannya itu/ b.surat yang dibuat menurut ketentuan peraturan perundang&undangan atau surat yang dibuat oleh pejabat mengenal hal yang termasuk dalam tata laksana yang menjadi tanggung jawabnya dan yang diperuntukkan bagi pembuktian sesuatu hal atau sesuatu keadaan/ c.surat keterangan dari seorang ahli yang memuat pendapat berdasarkan keahliannya mengenai sesuatu hal atau sesuatu keadaan yang diminta secara resmi dan padanya/ d.surat lain yang hanya dapat berlaku jika ada hubungannya dengan isi dari alat pembuktian yang lain. Sangsi bagi pelanggar kewajiban dokter Pasal 0,6 ',( Barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang&undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana/ demikian pula barang siapa dengan sengaja mencegah, menghalang&halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang& undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda puling banyak sembilan ribu rupiah. '0( -isamakan dengan pejahat tersebut di atas, setiap orang yang menurut ketentuan undang&undang terus&menerus atau untuk sementara waktu diserahi tugas menjalankan jabatan umum. '7( Jika pada waktu melakukan kejahatan belum lewat dua tahun sejak adanya pemidanaan yang menjadi tetap karena kejahatan semacam itu juga, maka pidananya dapat ditambah sepertiga. Pasal 000 Barang siapa dengan sengaja mencegah, menghalang&halangi atau menggagalkan pemeriksaan mayat orensik, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Pasal 00.

Barang siapa dipanggil sebagai saksi, ahli atau juru bahasa menurut undangundang dengan sengaja tidak memenuhi kewajiban berdasarkan undangundang yang harus dipenuhinya, diancam: ,. dalam perkara pidana, dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan/ 0. dalam perkara lain, dengan pidana penjara paling lama enam bulan. Pasal 300 Barang siapa menurut undang&undang dipanggil sebagai saksi, ahli atau juru bahasa, tidak datang secara melawan hukum, diancam dengan pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah. #spek hukum Pasal 774 Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun. Pasal 778 Pembunuhan yang diikuti, disertai atau didahului oleh suatu perbuatan pidana, yang dilakukan dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pelaksanaannya, atau untuk melepaskan diri sendiri maupun peserta lainnya dari pidana dalam hal tertangkap tangan, ataupun untuk memastikan penguasaan barang yang diperolehnya secara melawan hukum, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun. Pasal 7.1 Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana rnati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun. Pasal 73, ',( Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, '0( Jika perbuatan mengakibatkan luka&luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun. '7( Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

'.( -engan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan. '3( Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana. Pasal 737 ',( Penganiayaan dengan rencana lebih dahulu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun. '0( Jika perbuatan itu mengakibatka luka&luka berat, yang bersalah dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun. '7( Jika perbuatan itu mengkibatkan kematian yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun Pasal 73. ',( Barang siapa sengaja melukai berat orang lain, diancam karena melakukan penganiayaan berat dengan pidana penjara paling lama delapan tahun. '0( Jika perbuatan itu mengakibatkan kematian, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun. Pasal 733 ',( Penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. '0( Jika perbuatan itu mengakibatkan kematian, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lams lima belas tahun. Pasal 736 Pidana yang ditentukan dalam pasal 73,, 737, 73. dan 733 dapat ditambah dengan sepertiga: ,. bagi yang melakukan kejahatan itu terhadap ibunya, bapaknya yang sah, istrinya atau anaknya/ 0. jika kejahatan itu dilakukan terhadap seorang pejsbat ketika atau karena menjalankan tugasnya yang sah/ 7. jika kejahatan itu dilakukan dengan memberikan bahan yang herbahaya bagi nyawa atau kesehatan untuk dimakan atau diminum. Pasal 739 -alam hal pemidanaan karena salah satu kejahatan berdasarkan pasal 737 dan 733, dapat dijatuhkan pencabutan hak berdasarkan pasal 7o ;o. , & .. Pasal 734 %ereka yang sengaja turut serta dalam penyerangan atau perkelahian di

mana terlibat beberapa orang, selain tanggung jawab masing&masing terhadap apa yang khusus dilakukan olehnya, diancam: ,. dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan, jika akibat penyerangan atau perkelahian itu ada yang luka&luka berat/ 0. dengan pidana penjara paling lama empat tahun, jika akibatnya ada yang mati. -e inisi et )epertum Kisum et )epertum adalah keterangan yang dibuat dokter atas permintaan penyidik yang berwenang mengenai hasil pemeriksaan medis terhadap manusia, hidup maupun mati, ataupun bagian/diduga bagian tubuh manusia, berdasarkan keilmuannya dan di bawah sumpah untuk kepentingan peradilan. Penegak hukum mengartikan Kisum et )epertum sebagai laporan tertulis yang dibuat dokter berdasarkan sumpah atas permintaan yang berwajib untuk kepentingan peradilan tentang segala hal yang dilihat dan ditemukan menurut pengetahuan yang sebaik&baiknya. Perbedaan Kisum et )epertum dengan $atatan %edis $atatan medis adalah catatan tentang seluruh hasil pemeriksaan medis beserta tindakan pengobatan atau perawatan yang dilakukan oleh dokter. $atatan medis disimpan oleh dokter atau institusi dan bersi at rahasia, tidak boleh dibuka kecuali dengan i5in dari pasien atau atas kesepakatan sebelumnya misalnya untuk keperluan asuransi. $atatan medis ini berkaitan dengan rahasia kedokteran dengan sanksi hukum seperti yang terdapat dalam pasal 700 !EBP. Sedangkan Kisum et )epertum dibuat berdasarkan Endang&Endang yaitu pasal ,01, ,98 dan ,77 !EB#P dan dokter dilindungi dari ancaman membuka rahasia jabatan meskipun Kisum et )epertum dibuat dan dibuka tanpa i5in pasien, asalkan ada permintaan dari penyidik dan digunakan untuk kepentingan peradilan. Jenis Kisum et )epertum #da beberapa jenis Kisum et )epertum, yaitu: ,. Kisum et )epertum Perlukaan atau !eracunan 0. Kisum et )epertum !ejahatan Susila 7. Kisum et )epertum Jena5ah

.. Kisum et )epertum Psikiatrik "iga jenis +isum yang pertama adalah Kisum et )epertum mengenai tubuh atau raga manusia yang berstatus sebagai korban, sedangkan jenis keempat adalah mengenai mental atau jiwa tersangka atau terdakwa atau saksi lain dari suatu tindak pidana. Kisum et )epertum perlukaan, kejahatan susila dan keracunan serta Kisum et )epertum psikiatri adalah +isum untuk manusia yang masih hidup sedangkan Kisum et )epertum jena5ah adalah untuk korban yang sudah meninggal. !eempat jenis +isum tersebut dapat dibuat oleh dokter yang mampu, namun sebaiknya untuk Kisum et )epertum psikiatri dibuat oleh dokter spesialis psikiatri yang bekerja di rumah sakit jiwa atau rumah sakit umum. >ormat Kisum et )epertum %eskipun tidak ada keseragaman ormat, namun pada umumnya Kisum et )epertum memuat hal&hal sebagai berikut: Kisum et )epertum terbagi dalam 3 bagian: ,. Pembukaan: L !ata MPro JustisiaN artinya untuk peradilan L "idak dikenakan materai L !erahasiaan 0. Pendahuluan: berisi landasan operasional ialah obyekti administrasi: L *dentitas penyidik 'peminta Kisum et )epertum, minimal berpangkat Pembantu Letnan -ua( L *dentitas korban yang diperiksa, kasus dan barang bukti L *dentitas "!P dan saat/si at peristiwa L *dentitas pemeriksa '"im !edokteran >orensik( L *dentitas saat/waktu dan tempat pemeriksaan 7. Pelaporan/inti isi: L -asarnya obyekti medis 'tanpa disertai pendapat pemeriksa( L Semua pemeriksaan medis segala sesuatu/setiap bentuk kelainan yang terlihat dan diketahui langsung ditulis apa adanya '#&O( .. !esimpulan: landasannya subyekti medis 'memuat pendapat pemeriksa sesuai dengan pengetahuannya( dan hasil pemeriksaan medis 'poin 7( L *lmu kedokteran orensik L "anggung jawab medis

3. Penutup: landasannya Endang&Endang/Peraturan yaitu EE no. 4 tahun ,84, dan L; no. 731 tahun ,879 serta Sumpah Jabatan/-okter yang berisi kesungguhan dan kejujuran tentang apa yang diuraikan pemeriksa dalam Kisum et )epertum tersebut. -alam operasional penyidikan, dapat dilaporkan berbagai penemuan dalam pemeriksaan barang bukti/kasus, diungkapkan dalam: L Kisum et )epertum sementara, atau L Kisum et )epertum sambungan/lanjutan, atau L Surat keterangan medis