Anda di halaman 1dari 10

TINJAUAN PUSTAKA Karbohidrat merupakan bahan yang sangat diperlukan tubuh manusia, hewan dan tumbuhan di samping lemak

dan protein. Senyawa ini dalam jaringan merupakan cadangan makanan atau energi yang disimpan dalam sel. Karbohidrat yang dihasilkan oleh tumbuhan merupakan cadangan makanan yang disimpan dalam akar, batang, dan biji sebagai pati (amilum). Karbohidrat dalam tubuh manusia dan hewan dibentuk dari beberapa asam amino, gliserol lemak, dan sebagian besar diperoleh dari makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (Sirajuddin dan Najamuddin, 2011).

Sirajuddin, S dan Najamuddin, U. 2011. Penuntun Praktikum Biokimia. Makassar : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin

(PEMBAHASAN) Uji Benedict No 1. 2. 3. 4. 5. Zat Uji Sukrosa Maltosa Galaktosa Fruktosa Selulosa Hasil Uji Benedict Biru Hijau Endapan Merah Bata Endapan Merah Bata Endapan Merah Bata Gula Reduksi (+/-) + + +

Dalam uji ini, suatu gula reduksi dapat dibuktikan dengan terbentuknya endapan yang berwarna merah bata. Akan tetapi tidak selamanya warna larutan atau endapan yang terbentuk berwarna merah bata, hal ini bergantung pada konsentrasi atau kadar gula reduksi yang dikandung oleh tiap-tiap larutan uji . Maltosa, galaktosa & fruktosa menunjukkan hasil yang positif. Terbentuknya endapan merah bata ini sebagai hasil reduksi ion Cu2+ menjadi ion Cu+ oleh suatu gugus aldehid atau keton bebas yang terkandung dalam gula reduksi yang berlangsung dalam suasana alkalis (basa). Sifat basa yang dimilki oleh pereaksi Benedict ini dikarenakan adanya senyawa natrium karbonat. Selain itu, selulosa dan sukrosa tidak membentuk endapan merah bata dan warna larutan setelah dipanaskan menjadi biru. Hal ini membuktikan selulosa dan sukrosa tidak mengandung gula pereduksi, oleh karena itu amilum dan sukrosa memperlihatkan hasil yang negatif. Berikut reaksi yang berlangsung :

O O RCH + Cu2+ 2OH- RCOH + Cu2O(s) + H2O Gula Pereduksi Endapan Merah Bata

Uji Benedict. Uji ini dilakukan bertujuan untuk menggetahui adaya gugus reduksi pada karbohidrat. Hal ini dibuktikan dengan adanya endapan berwarna merah bata yang terdapat pada larutan yang digunakan pada percobaan. Prinsip kerja percobaan ini karena larutan Benedict mengandung ion Cu++ yang dapat direduksi oleh gugus reduksi yang dimiliki oleh karbohidrat (gugus aldehid dan keton) menjadi ion Cu+ dan diendapkan dalam bentuk Cu2O berwarna merah bata. Ini membuktikan bahwa glukosa mempunyai gugus pereduksi.

LAPORAN BIOKIMIA
LAPORAN UJI KUALITATIF UNTUK IDENTIFIKASI KARBOHIDRAT I DAN II I. II. III. a. Judul praktikum : Uji Kualitatif Untuk Identifikasi Karbohidrat 1 dan 2

Tanggal praktikum : 25 September 2012 Tujuan

Menunjukkan sifat dan struktur karbohidrat melalui uji-uji kualitatif dan mengamati struktur beberapa karbohidrat melalui sifat reaksinya dengan beberapa reagen uji,

b. Mengetahui cara identifikasi karbohidrat kualitatif c. Membuktikan adanya polisakarida dalam suatu bahan

d. Membedakan antara monosakarida e. f. Membuktikan adanya pentose, Membuktikan adanya gula ketosa

g. Dan mengidentifikasi hasil hidrolisis pati. IV. Dasat Teori

Karbohidrat sangat akrab dengan kehipuan manusia. Karena sebagai sumber energi utama manusia. Contoh makanan sehari-hari yang mengandung karbohidrat adalah pada jagung, gandum, tepung, beras, kentang dan sayur-sayuran. Karbohidrat yang berasal dari makanan dalam tubuh mengalami perubahan atau metabolisme. Hasil metabolismea karbohidrat antara lain glukosa yang terdapat dalam darah, sedangkan glikogen adalah karbohidrat yang disintesis dalam hati dan digunakan oleh sel-sel pada jaringan otot sebagai sumber energi. Karbohidrat adalah polihidroksildehida dan keton polihidroksil atau turunannya dan juga disusun oleh dua sampai delapan monosakarida yang dirujuk sebagai oligosakarida. Karbohidrat mempunyai rumus umum Cn(H2O)n. Rumus itu membuat para ahli kimia zaman dahulu menganggap karbohidrat adalah hidrat dan karbon. (Tim Pengajar, 2012 :1). Bahan makanan mengandung tiga kelompok utama senyawa kimia, yaitu karbohidrat, protein dan lemak atau lipid. Karbohidrat merupakan senyawa karbon hidrogen dan oksigen yang terdapat dalam alam. Banyak karbohidrat mempunyai rumus empiris CH2O. Misalnya glukosa (C6H12O6). Karbohidrat adalah polihidroksi aldehid atau keton. Molekul karbohidrat terdiri atas atom-atom karbon, hidrogen dan oksigen. Pada senyawa yang termasuk karbohidrat terdapat gugus OH, gugus aldehid atau gugus keton. Karbohidrat sangat beraneka ragam sifatnya. Karbohidrat dikelpokan menjadi empat kelompok penting yaitu monosakarida, disakarida, oligosakarida, dan polisakarida (Anna Poedjiadi, 2005:24-27). a. Monosakarida Monosakarida ialah karbohidrat yang sederhana, dala arti molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom karbon saja dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis dalam kondisi lunak menjadi karbohidrat lain dan tidak kehilangan sifat gulanya contohnya ribosa, arabinosa, fruktosa, glukosa . Monosakarida dihidroksiaseton. Gliseraldehida dapat disebut aldotriosa terdiri atas tiga atom karbon dan mempunyai gugus aldehida. Disakarida merupakan karbohidrat yang bila dihidrolisis menghasilkan dua monosakarida yang sama atau berbeda. Contohnya adalah sukrosa yang jika dihidrolisis akan menghasilkan glukosa dan fruktosa. Glukosa adalah suatu aldoheksosa dan sering disebut dekstrosa karena mempunyai sifat dapat memutar cahaya terpolarisasi ke arah kanan. Di alam glukosa dihasilkan dari reaksi antara yang paling sederhana ialah gliseraldehida dan

karbondioksida dan air dengan bantuan sinar matahari dan klorofil dalam daun. Proses ini disebut fotosintesis dan glukosa yang terbentuk terus digunakan untuk pembentukan amilum atau selulosa. Fruktosa adalah suatu ketohektosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri dan karenanya disebut juga levulosa. Pada umumnya monosakarida dan disakarida mempunyai rasa manis. Fruktosa mempunyai rasa lebih manis daripada glukosa, juuga lebih manis daripada gula tebu atau sukrosa. (Sunita Almatsier, 2004:32-34). Oligosakarida adalah karbohidrat yang bila dihidrolisis menghasilkan tiga hingga sepuluh monosakarida, contohmya adalah raffinosa yang dihidrolisis menghasilkan glukosa, fruktoa dan galaktosa. Galaktosa mempunyai rasa kurang manis daripada glukosa dan kurang larut dalam air. Monosakarida ini jarang terdapat bebas dalam alam. Umumnya berkaitan dengan glukosa dalam bentuk laktosa.

karbohidrat yang terakhir adalah polisakarida yang mempunyai molekul besar dan lebih kompleks daripada monosakarida dan oligoakarida. Umumnya polisakarida berupa senyawa berwarna putih dan tidak berbentuk kristal, tidak mempunyai rasa manis dan tidak mempunyai sifat mereduksi. Poliakarida yang dapat larut dalam air akan membentuk larutan koloid. Beberapa polisakarida yng penting diantaranya ialah amilum, glikogen, dekstrin, dan selulosa. (Anna Poedjiadi, 2005). Amilum atau pati terdapat pada umbi, daun batang dabn biji-bijian. Umbi yang terdapat pada ubi jalar atau akar pada ketela pohon mengandung pati yang cukup banyak. Amilum dapat dihidrolisis sempurna dengan menggunakan asam sehingga menghasilkan glukosa. Hidrolisis juga dapat dilakukan dengan bantuan enzim amilase. Dalam ludah dan dalam cairan yang dikeluarkan oleh pankreas terdapat amilase yang bekerja terhadap amilum yang terdapat dalam makanan. Glikogen terdapat dalam hati dan otot. Glikogen yang terdapat dalam air dapat diendapkan dengan menambahakan etanol. Pada reaksi hidrolisis persial, amilum terpesah

menjadi molekul-molekul yang lebih kecil yang dikenal dengan nama dekstrin. Selulosa terdapat dalam tumbuhan sebagai bahan pembentuk dinding sel. (Anna Poedjiadi, 2005: 35). Monosakarida dan beberapa sakarida yang lain dapat membentuk osazon atau kristal kuning apabila direaksikan dengan fenilhidrazin. Proses pembentukan kristal osazon berawal

dari satu molekul bula yang bergabung dengan satu molekul dari fenilhidrazin untuk membentuk hidrazon. Osazon tersebut berwarna kuning dan merupakan senyawa yang tidak larut dalam air. Uji iod digunakan untuk memisahkan amilum dan pati yang terkandung dalam larutan tersebut. Reaksi positifnya ditandai dengan adanya perubahan warna menjadi biru. (Anna Poedjiadi, 2005: 35). Polisakarida adalah senyawa dalam mana molekul-molekul mengandung banyak satuan monosakarida yang disatukan dengan ikatan gukosida. Polisakarida memenuhi tiga maksud dalam sistem kehidupan sebagai bahan bangunan, makanan dan zat spesifik. Polisakarida bahan bangunan misalnya selulosa dan kitin. Polisakarida makanan yang lazim adalah pati dan glikogen. Sedangkan polisakarida zat spesifik adalah heparin, satu polisakarida yang mencegah koagulasi darah. (http://www.gudangmateri.com/2009/12/uji-karbohidrat.html.

Pembahasan a. Uji Iodium Percobaan uji iodium ini dilakukan untuk menguji apakah suatu makanan mengandung karbohidrat atau tidak, uji tersebut untuk mendeteksi polisakarida. Warna spesifik akan muncul saat iodine diteteskan pada polisakarida yang akan diuji. Amilum salah satu kabohidrat terdiri atas dua macam polisakarida yang kedua-duanya adalah polimer dari glukosa yaitu amilosa (kirakira 20-28%) dan sisanya amilopektin. Percobaan ini pertama dilakukan dengan memasukan tiga tetes larutan ke dalam lempeng tetes porselin yaitu ada nasi, ubi mentah, ubi matang, singkong mentah, singkong matang, kentang mentah, kentang matang, roti dan pisang setelah itu tambahakan tiga tetes larutan iodium ke dalam larutan uji tersebut. Setelah beberapa saat terjadi perubahan yaitu pada nasi menjadi biru kehitaman, ubi mentah dan ubi matang menjadi hijau kehitaman, singkong mentah dan singkong matang menjadi hitam, kentang mentah menjadi ungu kehitaman, kentang matang dan roti menjadi hitam dibuktikan bahwa bahan-bahan tersubut positif mengandung polisakarida. Pisang berwarna coklat kemerahan. b. Uji Benedict Uji benedict untuk mengetahui kandungan gula (karbohidrat) pereduksi. Gula pereduksi meliputi semua jenis monosakarida dan beberapa disakarida seperti laktosa dan maltosa. Pereaksi benedict mengandung CuSO4, Na2CO3, dan Na.Sitrat. Pada percobaan dilakukan dengan lima

tetes larutan uji yaitu sari buah jeruk, sari buah mentimun, air perasan tebu, sari tomat, susu kental manis, larutan sukrosa 1% dan sari buah nanas.Lalu masukan 15 tetes pereaksi benedict ke dalam tabung reaksi dan campurkan dengan baik setelah itu masukan ke dalam penangas air mendidih selama 5 menit. Dinginkan perlahan-lahan akan terjadi perubahan warna dan endapan yang terbentuk. Setelah diamati terjadi perubahan warna dan endapan itu membuktikan adanya gula pereduksi. Pada uji benedict, teori yang mendarsarinya adalah gula yang mengandung gugus aldehida atau keton bebas akan mereduksi ion Cu2+ dalam suasana alkalis, menjadi Cu+, yang mengendap sebagai Cu2O(kupro oksida) berwarna merah bata.

c. Hidrolisis Pati
Pada percobaan hidrolisis pati, amilum yang direaksikan dengan HCl menjadi berwarna bening. Dan jika amilum direaksikan dengan iodium maka akan berwarna biru. Hal ini tidak sesuai dengan literatur (Hart Harol.1983) Pada percobaan hidrolisis pati amilum yang direaksikan dengan HCl akan menjadi bening, kemudian jika dihidrolisis dan ditambahkan dengan iodium menghasilkan warna ungu kehitaman. Hal ini karena ada 2 macam amilum atau pati yang larut dan pati yang tidak larut. Contoh pati yang larut adalah amilosa dan pati yang tidak larut adalah amilofektin. Jika amilosa direaksikan dengan iodium maka akan berwarna biru, sedangkan jika amilofektin direaksikan dengan iodium akan menghasilkan warna ungu kehitaman. Hasil pengamatan yang kami peroleh merupakan amilosa atau pati yang larut karena amilum yang direaksikan berwarna biru. Pada uji hidrolisis pati, hidrolisis sempurna apabila menjadi senyawa yang lebih sederhana yang terdeteksi pada perubahan warna. Hasil Hidrolisis :Glukosa Merah bata d. Hidrolisis Sukrosa Pada uji hidrolisis sukrosa ini dilakukan uji benedict, Sedangkan pada pengamatan uji hidrolisis yang kami terima, menunjukkan tidak adanya perubahan warna,warna awal dan warna akhir tetap sama yaitu bening, meskipun telah dilakukan penetralan. Ini berbeda dengan literatur yang kami peroleh pula. Perubahan warna yang lebih muda dari yang sebelumnya disebabkankarena terjadi pemecahan molekul karbohidrat dari yang lebih kompleks(polisakarida) menjadi molekul yang lebih sederhana (monosakarida).

Perubahan warna ini sama halnya dengan percobaan iodin tadi, yakni disebabkan oleh pemecahan molekul karbohidrat dari yang lebih kompleks (polisakarida) menjadi molekul yang lebih sederhana(monosakarida) yang disebabkan oleh pemanasan. e. Uji pemanasan pati Pati terdiri dari dua fraksi yang dapat dipisahkan dengan air panas. Fraksi terlarut disebut amilosa dan fraksi tidak terlarut disebutamilopektin. Suatu senyawa atau larutan dikatakan mengandung pati jika menunjukkan reaksi positif (berwarna kuning, keunguan dan keruh)apabila ditambahkan dengan iodium. Waktu pemanasan mempengaruhi hasil akhir dalam percobaan, artinyasemakin lama pemanasan yang dilakukan maka semakin terurai pula zatyang terkandung dalam larutan pati tersebut (terjadi peristiwa hidrolisis). Perubahan warna pada percobaan ini disebabkan karena terjadinyapemecahan molekul karbohidrat dari yang lebih kompleks (polisakarida)menjadi molekul yang lebih sederhana (monosakarida). Perubahan warna yang lebih muda dari yang sebelumnya disebabkan karena terjadi pemecahan molekul karbohidrat dari yang lebih kompleks (polisakarida) menjadi molekul yang lebih sederhana (monosakarida). Perubahan warna ini sama halnya dengan percobaan iodin tadi, yakni disebabkan oleh pemecahan molekul karbohidrat dari yang lebih kompleks (polisakarida) menjadi molekul yang lebih sederhana(monosakarida) yang disebabkan oleh pemanasan. IX. Kesimpulan Pada uji hidrolisis pati amilum yang direaksikan berwarna biru karena merupakan amilosa atau pati yang dapat larut. Untuk hasil hidrolisis sukrosa Jadi, hasil hidrolisis sukrosa akan menghasilkan fruktosa dan glukosa. Berdasarkan pada teori bahwa sukrosa oleh HCL dalam keadaan panas akan terhidrolisis,lalu menghasilkan glukosa. Pada uji pemanasan pati suatu senyawa atau larutan dikatakan mengandung pati jika menunjukkan reaksi positif (berwarna kuning, keunguan dan keruh)apabila ditambahkan dengan iodium. Perubahan warna ini sama halnya dengan percobaan iodium tadi, yakni disebabkan oleh pemecahan molekul karbohidrat dari yang lebih kompleks (polisakarida) menjadi molekul yang lebih sederhana(monosakarida) yang disebabkan oleh pemanasan.

X. Pertanyaan dan Jawaban Pertanyaan 1 Uji iod dan Uji benedict 1. Setelah beberapa saat bahan-bahan mana saja yang bereaksi ? 2. Apakah waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi (timbul warna) dari bahan-bahan praktikum diatas itu sama ? 3. Mengapa demikian ? Jelaskan ! Jawaban: 1. a. Uji iod Bahan-bahan yang bereaksi setelah dicampur iodium yaitu nasi, Umbi mentah, umbi matang, singkong mentah, singkong matang, kentang mentah, kentang matang, roti, pisang. a. Uji benedict Bahan untuk uji benedict yang bereaksi sari buah tomat, nanas, mentimun, air perasan jeruk, air perasan tebu, susu kental manis. 2. Tidak 3. Karena pada masing-masing bahan uji mengandung kadar glukosa yang berbeda sehingga mempengaruhi waktu yang dibutuhkan hingga timbul warna. Pertanyaan 2. 1. Apa yang dimaksud larutan iodium ? 2. Jelaskan mengapa iodium digunakan untuk uji karbohidrat ?

3. Apa yang dimaksud larutan benedict ? 4. a. Mengapa pada uji benedict terjadi endapan ? b.reaksi apa yang terjadi pada uji benedict ? Jawaban 1. Larutan iodium adalah zat padat yang sukar larut dalam air, dimana kelarutannya sebesar 0,0013 mol/L pada suhu 25 C dan merupakan halogen yang reaktivitasnya paling rendah dan paling bersifat elektropositif. Banyak digunakan untuk menguji apakah suatu makanan mengandung karbohidrat atau tidak. 2. Karena polisakarida dengan penambahan iodium akan membentuk kompleks adsorpsi berwarna spesifik. Contohnya amilum atau pati dengan iodium menghasilkan warna biru, dekstrin menghasilkan warna merah anggur, sedangkan glikogen dan sebagian pati terhidrolisis bereaksi

dengan iodium berwarna merah bulat dan ketika dilarutkan dalam air, amilosa akan membentuk micelles, yaitu molekul-molekul yang bergerombol dan tidak kasat mata kerena hanya pada tingkat molekuler micelles ini dapat mengikat I2 yang terkandung dalam reagen iodium dan memberikan warna.

3.

Larutan benedict adalah larutan yang mengandung kuprisulfat natrium karbonat dan natrium sitrat serta bersifat basa lemah.

4.

a. Karena benedict digunakan untuk menguji kehadiran gula pereduksi dalam suatu cairan. Monosakarida yang bersifat redutor, dengan diteteskannya reagen akan menimbulkan endapan merah bata. Selain menguji adanya gula pereduksi juga berlaku secara kuantitatif, karena makin banyak gula dalam larutan maka semakin gelap warna endapan.

b. Reaksi reduksi oksidasi Pertanyaan Uji Hidrolisis Pati, hidrolisis Sukrosa, Uji pemanasan pati. 1. Setelah beberapa saat bahan-bahan mana saja yang bereaksi ? 2. . Apakah waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi (timbul warna) dari bahan-bahan praktikum diatas itu sama ? 3. Mengapa demikian ? Jelaskan ! Jawaban 1. - Pada hasil uji Hidrolisis Sukrosa Sukrosa yg dicampur dengan HCl dan dipanaskan selama 30 menit lalu setelah dinetralkan dengan kebiruan. - Pada hasil uji Hidrolisis pati dari hasil uji dengan interval waktu 3 menit untuk mencapai hasil akhir warna kuning pucat, hasil warna tersebut dapat tercapai pada uji yg ke 6 yaitu 18 menit. Pada uji ke 7 yaitu 21 menit dibuktikan adanya glukosa. - Pada hasil uji pemanasan pati Bahan yang paling banyak mengandung pati yang tinggi yaitu nasi dengan mengalami perubahan warna menjadi ungu pekat. NaOH 2% menghasilkan reaksi perubahan warna dari bening- menjadi

XI. Daftar Pustaka Almatsier, Sunita. 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Poedjiyadi, Anna dkk. 2006. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: UI-Press Team Pengajar. 2012. Panduan Praktikum Biokimia. Bandung: UIN Bandung (http://www.gudangmateri.com/2009/12/uji-karbohidrat.html. Diakses tanggal 14/10/12 pukul 16.00