Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OSEANOGRAFI PERIKANAN

OLEH: RIO REDYANSYAH GABRIELLA INEZ ARAMITA 2602012130061 26020210120072

PROGRAM STUDI OSEANOGRAFI JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2013

Lembar Penilaian dan Pengesahan


No 1 2 3 4 5 6 7 Keterangan Pendahuluan Tinjauan Pustaka MateridanMetode Hasil Pembahasan Kesimpulan dan Saran Daftar Pustaka Total Nilai

Semarang, 20 Desember 2013 Asisten, Praktikan,

Gabriella Inez Aramita 26020210120072 Mengetahui, DosenPraktikum

Rio Redyansyah 26020212130061

Ir. Irwani, m.phill 196404242991031001

I.

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Penelitian mengenai pertumbuhan ikan dirasa sangat penting terutama bagi negara seperti Indonesia dengan luas laut yang hampir 7,9 juta km2. Karena dengan laut seluas itu maka memiliki potensi di bidang perikanan yang sangat luar biasa. Maka dari itu banyak orang yang mengeksploitasi sumber daya ikan negeri ini, tidak hanya warga Indonesia saja tetapi juga warga negara asing. Exploitasi tersebut jumlah tidak tanggung- tanggung, jumlahnya dapat mencapai puluhan ton pada tiap harinya. Tetapi bila exploitasi sumber daya tersebut dilakukan tanpa memiliki dasar dan konsep yang jelas maka sumber daya tesebut akan habis tanpa tersisa. Maka dari itu diperlukan model pertumbuhan ikan yang dibuat secara berkala. Hal ini untuk mengeahi tingkat pertumbuhan spesies ikan di alam agar jumlahnya tetap stabil dan tidak mengalami kepunahan. Dengan menggunakan model pertumbuhan ini dapat dihitung berapa jumlah yang diperbolehkan untuk seorang nelayan menangkap ikan dalam suatu wilayah agar keseimbangan populasi ikan di wilayah tersebut akan tetap seimbang.

1.2.

Tujuan 1. Mahasiswa mampu membuat model pertumbuhan ikan dari data yang telah diperoleh dan mengidentifikasinya. 2. Mahasiswa mampu mengidentifikasi model pertumbuhan ikan terhadap waktu.

II. TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Oseanografi Perikanan Osenografi Perikanan merupakan ilmu pengetahuan yang membahas mengenai gambaran tentang laut dan siklus kehidupan serta tingkah laku ikan sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan faktor-faktor disekitar perairan. Materi dalam mata kuliah ini melingkupi Faktor biologi Seluruh kegiatan mahluk hidup yang berada di perairan mulai dari yang berukuran kecil sampai berukuran besar (biologi laut) Faktor fisika Seluruh sifat-sifat fisik air laut yang dipengaruhi oleh kondisi daratan dan atmosfer Faktor kimia Reaksi-reaksi kimia yang terjadi di dasar perairan yang mempengaruhi kehidupan mahluk hidup disekitarnya Faktor Geologi Kondisi substrat pada dasar perairan sebagai tempat hidup hewan laut Pengaruh faktor-faktor oseanografi terhadap pemanfaatan sumberdaya perikanan Distribusi ikan, migrasi ikan, reproduksi ikan, penentuan daerah penangkapan ikan, penggunaan alat penangkapan ikan dan metode penangkapan ikan ( Anonim, 2012) Dalam mata kuliah ini juga diajarkan mengenai pemanfaatan teknologi terbaru untuk mengetahui potensi dan distribusi ikan. Teknologi tersebut berupa

fish tagging dan pemanfaatan citra satelit. Pada penggunaan fish tagging dipelajari mengenai persyaratan untuk material tag, bagian yang diberi tanda pada ikan dan jenis- jenis tanda tag. Menurut Irwani (2013) pada kuliah Osper, persyaratan material tag antara lain : Tidak mudah terurai, berubah / berkarat Tidak mengganggu behaviour ikan Tidak menjadikan mudah tersangkut Tanda tersebut murah dan mudah didapat Berat / ukuran proporsional dengan biota yang diberi tanda Tanda tidak membuat stress Tidak mengganggu kesehatan ikan Cukup banyak variasi tanda Tidak bersifat toxic Tanda mudah dikenal orang yang tidak terlatihpun Dengan memanfaatkan tagging ini diharapkan dapat diporeleh informasi panjang ikan agar dapat dibuat model pertumbuhan ikan dengan berbagai metode pendekatan untuk mengenidentifikasi model pertumbuhan ikan. Metode menghitung pertumbuhan antara lain : 1. Pertumbuhan mutlak W = Wt W0 L = Lt L0 Dimana : - Wt/Lt adalah berat atau panjang saat t - W0/L0 adalah berat atau panjang awal organisme

2. Pertumbuhan Nisbi (%) W = Wt W0 W0 L = Lt L0 L0 Gompertz Growth Function : Wt = W e [ G (1 e (-gt)] Dimana : - G adalah parameter pertumbuhan 1 - g adalah parameter pertumbuhan 2 - W adalah berat ikan maksimal Van Bertalanffy Growth Function : Lt = L [ 1- e (-k (t-t0)] Dimana : - L adalah panjang maksimal ikan - k adalah konstanta pertumbuhan - t0 adalah umur imaginer saat panjang ikan adalah ( Irwani, 2013) 2.2. FISAT Software Statistik FiSAT (FiSAT II) merupakan paket program yang dikembangkan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) Fisheries and Aquaculture Department. Arti dari FiSAT itu sendiri adalah The FAO-ICLARM Stock Assessment Tools ( Anonim, 2011). Software Statistik FiSAT II memiliki fasilitas yang sangat lengkap untuk penelitian perikanan seperti menampilkan grafis yang interaktif, bisa mengklik mouse pada fungsi-fungsi terkait lainnya, memiliki panduan secara online dan bebas untuk di download dan fasilitasfasilitas lainnya. Program FISAT dapat digunakan untuk memisahkan ikan yang

dominan ke dalam berbagai jenis umur ( Bengen dan Nikijuluw, 2001). Selain itu FISAT juga dapat mengetahui parameter konstanta pertumbuhan ikan seperti parameter K (curvature parameter of the VBGF), L ( asymptotic length), WP (Winter Point). Pada praktikum oseanografi perikanan menggunakan data bulan januari, februari dan maret 2013, dengan mengaplikasikan data frequency yang telah diolah pada Microsoft Excel. Kemudian, data tersebut dimasukkan pada software FISAT II dengan cara click add sample. Yang dimana file tersebut akan disimpan dalam bentuk tipe file Grouped length frequencies (*.lfq). 2.3. Perbandingan FISAT dan LFDA Analisa Distribusi Frekuensi Panjang (LFDA) adalah sekumpulan software dengan peralatan analitik untuk pedoman dan membantu menaksir stock. Hasil dari LFDA termasuk perkiraan pertumbuhan dan kematian dan saran managemen pencegahan (Anonim, 2013). Sedangkan untuk FISAT hanya mampu memodelkan pertumbuhan ikan berdasarkan data panjang ikan yang diambil secara kontinyu.

III. MATERI DAN METODE

3.1 Materi Pada praktikum Oseanografi Perikanan, menggunakan software FISAT II (Fish Stock Assessment Tools) dengan mengaplikasikan data frequency ikan yang telah diolah dengan menggunakan Microsoft Excel, sampai menghasilkan grafik ELEFAN I, grafik Sepherds Method, dan grafik Excel.

3.2 Metode 3.2.1 Langkah langkah Tabulasi 1. Membuka data praktikum Oseanografi Perikanan yang telah di input kedalam Microsoft Excel.
No Jan-13 Peb-13 Mar-13 Panjang Ikan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 9 9.5 11 12 11 13 13 13 13 13 14 14 14 14 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15.5 15.5 15.5 15.5 15.5 15.5 17 17 17 17 17.5 17.5 18 18 18.5 11 13 13.5 14 15 15 15 15 15 15 16 16 16 16 16 17 17.5 18 18.5 19 20 22 24 26 27 28 29 29 30 30 31 31 31 31 32 32 33 33 33 33 33 13 14 15 15 15.5 15.5 16 16 16 16 18 22 25 26 51 53 53 53 54 54 54 54 54 54 54 54 55 55 56 56 No Jan-13 Peb-13 Mar-13 Panjang Ikan 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 18.5 19 19 19.5 20 20.5 21 22 23 24 26 27 28 29 29.5 30 31 31.5 32 32.5 32.5 33 33 33.5 33.5 33.5 33.5 34 34 34.5 34.5 34.5 34.5 35 35.5 36 36.5 36.5 37 37.5 38 34 34 34 34 34 34 34 34 34 35 35 35 35 35 35 36 36 36 36 36 37 37 37 38 38 38 38 39 39 39 40 40 40 41 42 43 44 45 45 45 45 No 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 Jan-13 Peb-13 Mar-13 Panjang Ikan 39 40 41 42 43 43.5 44 45.5 45 45 45.5 45.5 46 46 46 46.5 47 47 48 50 51 52 52.5 53 53.5 54 54.5 54.5 55 56 57 58 60 45 45 46 46 46 46 46 47 47 47 47 47 48 48 48 48 48 49 49 49 49 50 50 50 50 50 52 53 53 53.5 54 54 54.5 54.5 54.5 54.5 54.5 55 56 58

2. Selanjutnya, urutkan data sampel ikan sesuai dengan waktu pengambilan, sehingga menjadi 1.

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47

Jan-13 Peb-13 Mar-13 Panjang Ikan 9 9.5 11 12 11 13 13 13 13 13 14 14 14 14 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15.5 15.5 15.5 15.5 15.5 15.5 17 17 17 17 17.5 17.5 18 18 18.5 18.5 19 19 19.5 20 20.5 11 13 13.5 14 15 15 15 15 15 15 16 16 16 16 16 17 17.5 18 18.5 19 20 22 24 26 27 28 29 29 30 30 31 31 31 31 32 32 33 33 33 33 33 34 34 34 34 34 34 13 14 15 15 15.5 15.5 16 16 16 16 18 22 25 26 51 53 53 53 54 54 54 54 54 54 54 54 55 55 56 56

48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123

21 22 23 24 26 27 28 29 29.5 30 31 31.5 32 32.5 32.5 33 33 33.5 33.5 33.5 33.5 34 34 34.5 34.5 34.5 34.5 35 35.5 36 36.5 36.5 37 37.5 38 39 40 41 42 43 43.5 44 45.5 45 45 45.5 45.5 46 46 46 46.5 47 47 48 50 51 52 52.5 53 53.5 54 54.5 54.5 55 56 57 58 60

34 34 34 35 35 35 35 35 35 36 36 36 36 36 37 37 37 38 38 38 38 39 39 39 40 40 40 41 42 43 44 45 45 45 45 45 45 46 46 46 46 46 47 47 47 47 47 48 48 48 48 48 49 49 49 49 50 50 50 50 50 52 53 53 53.5 54 54 54.5 54.5 54.5 54.5 54.5 55 56 58

3. Buka sheet baru untuk data klas interval, dimana banyaknya jumlah klas disesuaikan dengan nomor induk mahasiswa (NIM), misalnya akhiran nim 1 maka jumlah klasnya 21.

4. Kemudian buka sheet baru kembali untuk melakukan pengolahan data (Tabulasi). Pada Interval, batas bawah = 9 dan batas atas = batas bawah + 2.12, untuk memperoleh data frequency, maka rumus yang digunakan yaitu =Frequency (panjang ikan awal sampai panjang ikan terakhir (kemudian di lock, dengan cara tekan F4 pada keyboard)

5. kemudian nilai awal interval batas atas, selanjutnya untuk mencari nilai kedua frequency, yaitu =Frequency (data panjang ikan awal sampai data panjang ikan akhir, kemudian di lock, dengan cara tekan F4 pada keyboard); kemudian input nilai kedua interval batas atas dikurang dengan jumlah dari data nilai awal frequency awal (kemudian di lock dengan cara F4) sampai data nilai awal frequency awal.

6. Selanjutnya, lakukan cara yang sama untuk bulan Pebruari dan Maret 2013, dengan menggunakan data nilai interval yang sama.

7. Langkah berikutnya, buka sheet baru yang digunakan untuk data frequency pada bulan Januari, Pebruari dan Maret 2013 yang telah di copy.

8. Data dapat digunakan untuk metode Fisat II selanjutnya. 3.2.2 Langkah langkah Pengerjaan FISAT II 3.2.2.1 ELEFAN I 1. Sediakan nama spesies ikan yang berbeda setiap praktikan. Misalnya nama spesies ikan yang digunakan yaitu Thylosurus crocodilus. 2. Kemudian buka software FISAT II, dengan cara double click icon FISAT II dan akan ditampilkan lembar kosong FISAT II pada layar monitor.

3. Click File, pilih New, kemudian aka ditampilkan lembar untuk menyimpan lembar kerja kosong sebelumnya, dengan file name RIO

REDYANSYAH_26020212130061_Oseanografi B, pada format file yaitu *.lfq dan click Save.

4. Selanjutnya, akan ditampilkan lembar kerja kosong sebagai berikut,

5. Isikan pada Species name dengan Priitis microdon pada Others name dengan RIOR_26020211130061 , pada Smallest midlength isikan dengan 9 dan pada Class interval yaitu 2,4

6. Kemudian click Add Sample

7. Selanjutnya akan ditampilkan lembar kosong pada layar monitor, Click kolom Day pilih 20, pada kolom Month pilih 1 dan pada kolom Year isi dengan 2013, selanjutnya click OK. Lakukan hal yang sama untuk

menambahkan sampel bulan Februari dan Maret.

8. Tambahkan kolom data sesuai jumlah interval kelas yang telah ditentukan

9. Buka Microsoft Excel, kemudian copy data frequency dan paste pada lembar kerja FISAT

10. Selanjutnya click icon

Save pada Toolbar.

11. Click Assess pada toolbar, kemudian pilih Direct fit of L/F Data, click ELEFAN I.

12. Akan ditampilkan lembar Non-Parametric Scoring of VBGF Fit Using ELEFAN I pada layar monitor.

13. Click K scan. Kemudian click Compute

14. Kemudian centang Plot the VBGF Curve, click Plot VBGF dan click Graph (Output).

3.2.2.2 Shepherds Method 1. Click kembali Assess, pilih Direct fit of L/F Data, dan click Shepherds Method.

2. Akan ditampilkan lembar Maximizing Non-Parametric Scoring of VBGF Fit Using Shepherds Method.

3. Click K scan, dan kemudian Click Compute

5. Click Plot VBGF Curve, kemudian centang Plot the VBGF Curve. Pada Amplitute of oscillation (C) dan Winter Point (WP) ubah nilainya menjadi 0, kemudian click Plot VBGF.

6. Click Graph (Output)

3.2.3 Grafik Excel 1. Buka lembar kerja baru pada excel

2. Buat kolom dengan judul t dan Lt, untuk kolom t isikan angka 1-30

3. Isi kolom Lt dengan rumus = L *(1-2.30258509299404^(-k*(A2-0)))

4. Block semua data, kemudian pilih insert- line- 2D line- line, maka akan muncul grafik Lt

IV. HASIL

4.1.

Tabulasi
20-Jan-13 no 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 panjang ikan 9 9.5 11 12 11 13 13 13 13 13 14 14 14 14 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15.5 15.5 15.5 15.5 15.5 15.5 17 kelas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Interval 9 11.42857 13.85714 16.28571 18.71429 21.14286 23.57143 26 28.42857 30.85714 33.28571 35.71429 38.14286 40.57143 43 45.42857 47.85714 50.28571 52.71429 55.14286 57.57143 11.4286 13.8571 16.2857 18.7143 21.1429 23.5714 26.0000 28.4286 30.8571 33.2857 35.7143 38.1429 40.5714 43.0000 45.4286 47.8571 50.2857 52.7143 55.1429 57.5714 60.0000 SUM frekuensi 4 6 22 10 6 2 1 3 3 7 12 6 2 3 4 9 2 3 6 2 2 115

34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76

17 17 17 17.5 17.5 18 18 18.5 18.5 19 19 19.5 20 20.5 21 22 23 24 26 27 28 29 29.5 30 31 31.5 32 32.5 32.5 33 33 33.5 33.5 33.5 33.5 34 34 34.5 34.5 34.5 34.5 35 35.5

77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119

36 36.5 36.5 37 37.5 38 39 40 41 42 43 43.5 44 45.5 45 45 45.5 45.5 46 46 46 46.5 47 47 48 50 51 52 52.5 53 53.5 54 54.5 54.5 55 56 57 58 60

120 121 122

15-Feb-13 panjang ikan 11 13 13.5 14 15 15 15 15 15 15 16 16 16 16 16 17 17.5 18 18.5 19 20 22 24 26 27 28 29 29 30 30 31 31 31 31 kelas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Interval 9 11.42857 13.85714 16.28571 18.71429 21.14286 23.57143 26 28.42857 30.85714 33.28571 35.71429 38.14286 40.57143 43 45.42857 47.85714 50.28571 52.71429 55.14286 57.57143 11.4286 13.8571 16.2857 18.7143 21.1429 23.5714 26.0000 28.4286 30.8571 33.2857 35.7143 38.1429 40.5714 43.0000 45.4286 47.8571 50.2857 52.7143 55.1429 57.5714 60.0000 SUM frekuensi 1 2 12 4 2 1 1 3 4 11 15 12 6 3 7 10 14 1 11 1 1 122

32 32 33 33 33 33 33 34 34 34 34 34 34 34 34 34 35 35 35 35 35 35 36 36 36 36 36 37 37 37 38 38 38 38 39 39 39 40 40 40 41 42 43

44 45 45 45 45 45 45 46 46 46 46 46 47 47 47 47 47 48 48 48 48 48 49 49 49 49 50 50 50 50 50 52 53 53 53.5 54 54 54.5 54.5 54.5 54.5 54.5 55

56 58

25-Mar-13 panjang ikan 13 14 15 15 15.5 15.5 16 16 16 16 18 22 25 26 51 53 53 53 54 54 54 54 54 54 54 54 55 55 56 56 kelas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Interval 9 11.42857 13.85714 16.28571 18.71429 21.14286 23.57143 26 28.42857 30.85714 33.28571 35.71429 38.14286 40.57143 43 45.42857 47.85714 50.28571 52.71429 55.14286 57.57143 11.4286 13.8571 16.2857 18.7143 21.1429 23.5714 26.0000 28.4286 30.8571 33.2857 35.7143 38.1429 40.5714 43.0000 45.4286 47.8571 50.2857 52.7143 55.1429 57.5714 60.0000 SUM frekuensi 0 1 9 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 13 2 0 30

4.2.

FISAT

4.2.1. Elefan

4.2.2. Shepherd

4.3.

Grafik Excel

70 60 50 40 30 20 10 0 1 3 5 7

Grafik Lt

Lt

9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29

V. PEMBAHASAN

Dari plotting pada grafik non parametrik VBGF antara metode elefan dan shepperd memiliki hasil yang berbeda. Hal ini dapat terlihat dari bentuk grafik pada metode shepperd memiliki score function maksimum yang lebih tinggi, yaitu hingga 1,00 sedangkan pada metode elefan hanya memiliki score function maksimum mendekati 0,698. Selain itu bila menggunakan metode shepperd akan didapatkan nilai score function rata- rata yang lebih besar. Pada metode elefan menghasilkan nilai k sebesar 0,610 sedangkan pada metode shepperd menghasilkan nilai k sebesar 0,640. Untuk nilai L yang dihasilkan keduanya bernilai sama. Pada metode elefan teridentifikasi starting sample- nya bernilai 3 dengan starting length 17,40. Sedangkan pada metode shepperd starting samplenya bernilai 1 dengan starting length 29,30. Pada VGBF and Length Frequency Plot menunjukkan pertambahan panjang ikan berdasarkan pertambahan umur. Dari grafik Lt ikan terhadap t teridentifikasi bahwa pertambahan panjang ikan berbanding lurus dengan bertambahnya umur ikan. Tetapi pada suatu waktu pada kasus ini t = 60, pertambahan panjang ikan akan berhenti meskipun umurnya bertambah terus. Hal ini adalah keadaan dimana ikan mencapai panjang maksimum sehingga meskipun umurnya terus bertambah, panjang tubuhnya akan selalu tetap.

VI. KESIMPULAN

6.1. Kesimpulan

Metode elefan memiliki output nilai k 0,610 sedangkan pada metode shepperd menghasilkan nilai k sebesar 0,640 tetapi memiliki nilai L yang sama.

Pertumbuhan ikan akan bertambah sesuai pertambahan umur dan akan terhenti pada suatu titik dimana tubuh ikan tidak dapat bertambah panjang lagi dan mencapai panjang maksimum.

6.2. Saran

Praktikan diharapkan mendengarkan instruksi dari asisten dengan baik Praktikan diharapkan tetap kondusif di saat paraktikum

DAFTAR PUSTAKA

Anonim,

2011.

http://abdul-sidik.blogspot.com/2011/03/fisat-ii-untuk-penelitian-

perikanan.html diakses pada 20 Desember 2013 pukul 4:08

Anonim, 2012. http://bubunrohadi.blogspot.com/2012/03/oseanografi-perikanan.html


diakses pada 20 Desember 2013 pukul 3:47

Bengen, Dietriech G. dkk. 2001. Kajian Pemenuhan Kebutuhan Pangan Nelayan


Pada Musim Timur Dan Musim Barat Sumberdaya Pesisir. IPB. Bogor Kaitannya dengan Pemanfaatan

Irwani. 2013. Catatan Kuliah Oseanografi Perikanan. Universitas Diponegoro. Semarang

LAMPIRAN