Anda di halaman 1dari 6

ANALISA PENGUAT COMMON BASE (CB)

Penguat CB mempunyai impedansi yang relatif rendah dan impedansi output yang relatif tinggi. Penguatan arusnya lebih kecil dari 1, tetapi biasanya mempunyai penguatan tegangan besar, sehingga penguat CB mempunyai penguatan daya relatif tinggi. Karakteristik penguat CB dapat dihitung dengan menggunakan parameter h atau rangkaian ekivalen T. Gambar 1 memperlihatkan penguat CB. Bias harus diberikan sedemikian rupa agar transistor beker a di daerah linier.

Gambar 1. Penguat CB yang lengkap !umber "BB dan resistor #B digunakan untuk memberi bias ma u pada $ unction emitter base$. !umber tegangan "CC digunakan sebagai $supply collector base$. #% adalah resistor beban collector. &ika kita hanya memperhatikan sinyal ac, maka sumber tegangan "BB dan "CC kita ganti dengan tahanan dalamnya 'dihubung singkat(.

Gambar 2. Rangkaian ekivalen ac untuk penguat CB

&ika transistor, sekarang diganti dengan rangkaian ekivalen T, maka rangkaian men adi seperti gambar ).

Gambar 3. Rangkaian ekivalen T Karena resistansi input CB, pada umumnya kecil dibandingkan dengan # B, maka tahanan bias #B dianggap tidak ada 'terbuka( pada keadaan ini. Karakteristik penguat dapat diperoleh dari persamaan lup untuk rangkaian pada gambar ), yaitu * Vg ! = (Rg + re + rb ie + rbie ......................................... 1a( +++++++. 1b( = ( rc + rb ie + (R" + re + rb ic

Persamaan 1( dapat kita tuliskan dalam hubungan sebagai berikut * 1. #esistansi input transistor Ri
Ri = Veb rb ' rc + rb ( = re + rb ie R" + rc + rb

&ika rc ,, rb dan rc ,, R", maka resistansi input Ri # re + rb (1 $ ............................................................................ - ( -. Penguatan arus transistor %i
%i = ic '. rc + rb ( = ie R" + r b + r c

&ika rc ,, rb dan rc ,, R", maka * %i # $ ................................................................................................. )(


Vcb Veb

). Penguatan tegangan transistor %v =


%v =

R" ' rc + rb ( ' R" + rc + rb ('re + rb ( rb ' rc + rb (

&ika rc ,, rb dan rc ,, R",

%v

R"
re + rb '1 (

R"
Ri

+++++++++++++++ /(

#esistansi output transistor diperoleh dari kedua persamaan lup tadi, ika Vg 0 nol, #% dibuka dan pada kolektor 1 basis diberikan suatu tegangan, "cb. /. #eseistansi output transistor #o adalah
R& = Vcb rb ' rc + rb ( = rc + rb ic Rg + rb + re

&ika rc ,, rb, maka *


R& rc

rbrc
Rg + rb + re

+++++.++++++++++++.. 2(

Terlihat bah3an # bergantung kepada #g, tetapi kita dapt mengambil batas4 batas harga untuk #o sebagai berikut * rc (1 $ ' R& ' Rc Persamaan -( sampai 2( memberikan karakteristik4karakteristik dari transistor itu sendiri. 5ntuk suatu rangkaian penguat satu tingkat seperti pada gambar 1, karakteristik4karakteristik ini diubah sedikit. Tahanan input ke penguat, Rin adalah * #in 0 #i 66 #B ................................................................................... 7( #esistansi out dari penguat, #o adalah #out 0 #% 66 #o ................................................................................... 8( Karena tahanan bias #b paralel dengan input, penguatan arus untuk rangakaian 9 ig akan lebih kecil sedikit. #esistor #: menun ukkan beban kemana rangkaian akan dihubungkan dan arus kolektor ic akan terbagi antara # % dan ;:. &adi, penguatan arus untuk rangkaian, 9ig sama dengan *
%ig = i&ut RB R" = + %i ig RB + Ri R" + R(

.............................................. <(

Penguatan tegangan sekarang uga berubah, karena #% men adi #% #:. &adi penguatan tegangan untuk rangkaian ialah *
%vg = V" ' R".R( ( = Veb Rin

...................................................................... =(

Penguatan daya 9p adalah * %p = %ig . %vg ...................................................................... 1>(

Gambar !imulasi yang dibuat menggunakan P#?T;5! 8.-> *

a( #angkaian common base

b( #angkaian dan gambar gelombang

T9B;% P;#C?B99@ *

a( Pengukuran penguatan tegangan * "in re 9v #C '?hm( 1K -K)K) /K8 1( #C 0 1K Ac 0 >./8 u9 re 0 -2m" 6 Ac 0 -2m" 6 >./8u9 0 2)1=1,2 ohm 9v 0 #C 6 re 0 1>>> 6 2)1=1,2 0 >.>1<< 0 1>>m" 0 -2m" 6 Ac 0 #c 6 re "oltage Gain '9"( Pengukuran '"out( Perhitungan '9v( -.)/.1= /.8) 2.2< -( #C 0 -KAc 0 >.2/ re 0 -2m" 6 Ac 0 -2m" 6 >.2/u9 0 /7-=7.) ohm 9v 0 #C 6 re 0 -->> 6 /7-=7.) 0 >./82 >.>1<< >.>/82 >.>81) >.11</

b( Brekuensi respon suatu penguat tegangan * Brekuensi 'CD( 1> -> 2> 1>> ->> 2>> 1>>> ->>> 2>>> 1>>>> ->>>> 2>>>> 1>>>>> ->>>>> 2>>>>> 1>>>>>> 0> "out >.>7 >.1) >.)1 >.71.18 1.=2 -.)-./= -.27 -.28 -.2< -.2< -.2< -.2< -.2< -.2< 9" 0 "out 6 "in >.7> 1.)> ).1> 7.-> 11.8 1=.2 -).-/.= -2.7 -2.8 -2.< -2.< -2.< -2.< -2.< -2.<

"in 0 1>> m" 0 >.1 " 9" 0 "out 6 "in 1( "in 0 >.1 " "out 0 >.>7 " 9" 0 >.7 -( "in 0 >.1 " "out 0 >.1) " 9" 0 1.) Est.

KESIMPULAN
1. #angkaian ini lebih sering digunakan sebagai penguat arus pada rangkaian Po3er supplay. -. Tahanan impedansi Anput dari sebuah rangkaian penguat CB lebih rendah dibandingkan outputnya. ). Casil penguatan dari #angkaian penguat CB tidak merubah ?utput, dengan kata lain anatara input dan output sefasa.