Anda di halaman 1dari 13

PENDAHULUAN

Angina Ludwigs pertama kali dijelaskan oleh Wilhelm Frederick Von Ludwig pada tahun 1836. ia menemukan terdapat sekitar lima pasien mengalami pem!engkakan di daerah leher "ang meli!atkan jaringan # jaringan "ang menutupi otot # otot antara lar"n$ dan dasar rongga mulut. Ludwig menggam!arkan adan"a edema "ang mempun"ai indurasi di daerah su!mandi!ula dan su!lingual dengan in%lamasi tenggorokan "ang minimal tetapi tidak meli!atkan nodus lim%e atau adan"a supurasi. &ada kondisi terse!ut' pen"akit ini hampir selalu dapat !eraki!at %atal. Angina Ludwigs sangat !erpotensi untuk mengancam jiwa' men"e!ar secara cepat dengan adan"a in%lamasi "ang !ersi%at di%us dalam ruang su!mandi!ula dan su!lingual "ang !iasan"a terjadi pada dewasa muda dengan in%eksi gigi. (amun' kelainan ini dapat terjadi juga pada anak # anak "ang nantin"a dapat men"e!a!kan gangguan pernapasan "ang sangat serius.1) *e!elum terdapat kemajuan pengo!atan menggunakan anti!iotik' tingkat mortalitas "ang !erhu!ungan dengan angina Ludwigs ini mendekati +, -. *aat ini' tingkat mortalitas dari pen"akit ini !erkisar antara 8 # 1, -. &en"e!a! kematian "ang paling sering dari pen"akit ini adalah menurunn"a %ungsi pernapasan. .introduction/ 0n%eksi dari gigi telah mengganggu kesehatan manusia secara konstan' walaupun dengan oral higiene "ang !aik. &ada tahun ),, *1' suatu kawat perunggu mengisi saluran akar ditemukan dalam tengkorak dari seorang prajurit (a!ataean. 0n%eksi !iasan"a tim!ul dari pulpitis dan !erhu!ungan dengan nekrosis pulpa gigi "ang awaln"a dimulai dari permukaan gigi se!agai karies gigi. 0n%eksi dapat tetap terlokalisir atau dengan cepat men"e!ar ke !er!agai !agian wajah.1 Angina Ludwig ialah selulitis di dasar rongga mulut dan leher akut "ang in2asi%' men"e!a!kan udem he!at di leher !agian atas "ang dapat men"um!at jalan na%as. 3uman pen"e!a! !iasan"a streptokokus atau staphilokokus. 0n%eksi !iasan"a !erasal dari lesi di mulut seperti a!ses al2eolar gigi atau in%eksi sekunder pada karsinoma dasar mulut. 3elainan ini cepat meluas melalui ruang %asia tertutup dan dapat men"e!a!kan udem glottis "ang dapat mengancam jiwa karena o!struksi jalan na%as. 3arena radang dasar mulut ini' lidah terdorong ke paaltum dan ke dorsal' kearah dinding dorsal %aring sehingga menutup jalan na%as.)

4&0 4105L560 *e!agian !esar kasus Ludwig angina terjadi orang7orang "ang se!elumn"a sehat. Faktor7%aktor predisposisi meliputi dia!etes melitus' neutropenia' alkoholism' anemia aplastik' glomerulonephritis' dermatom"ositis' dan sistemik lupus er"thematosus. &asien "ang paling terkena adalah pada umur ), sampai 6, tahun' walaupun range umur dari 1) hari sampai 88 tahun pernah dilaporkan. &ria le!ih sering terkena pen"akit ini .391 sampai 891/.3

Faktor7%aktor

predisposisi

dari

kasus

Ludwig

angina.

iam!il

dari

http9::www.turner7

white.com:pd%:hp;jul,);angina.pd%

LUDWIG ANGINA
Angina ludwigs adalah suatu selulitis dari ruang su!mandi!ula dalam rongga mulut "ang !iasan"a terse!ar di daerah su!lingual dan su!mental.18 Angina ludwigs adalah in%eksi pada dasar rongga mulut "ang dise!a!kan oleh !akteri. &ada keadaan ini terjadi pem!engkakan "ang dapat men"e!a!kan sum!atan pada saluran napas. .medline enc"clopedi/. Angina ludwigs adalah peradangan purulen di%us di dasar rongga mulut' rongga # rongga %ascia' otot # otot' dan kelenjar # kelenjarn"a' serta men"e!ar ke jaringan # jaringan lunak di leher !agian atas< edema dapat men"e!a!kan o!struksi saluran napas. 6ensouls disease. . orland/ Angina Ludo2ici ialah in%eksi ruang su!mandi!ula !erupa selulitis dengan tanda khas !erupa pem!engkakan seluruh ruang su!mandi!ula' tidak mem!entuk a!ses' sehingga keras pada pera!aan su!mandi!ula.11 =adi dapat disimpulkan' angina ludwigs merupakan suatu selulitis purulen di%us "ang dise!a!kan oleh !akteri' terjadi pada dasar rongga mulut' rongga # rongga %ascia' otot # otot' dan kelenjar # kelenjarn"a' serta men"e!ar ke jaringan # jaringan lunak di leher !agian atas dengan disertai adan"a edema "ang dapat men"e!a!kan o!struksi saluran napas. Sinonim (Dorland) 0n%eksi ruang su!mandi!ula' in%eksi ruang su!lingual'+'13 pen"akit 6ensouls' angina ludo2ici' + Etiologi (introduction) &en"e!a! dari pen"akit angina Ludwigs ini !iasan"a adalah in%eksi oleh !akteri "ang men"e!ar ke dalam jaringan lunak leher' !akteri pen"e!a! angina Ludwigs "ang paling sering adalah Actinomyces israelii dan spesies Actinomyces "ang lain' meskipun !akteri lain juga dapat menjadi pen"e!a! dari pen"akit ini seperti Streptococcus spp, Staphylococcus aureus, Bacteroides spp, Fusobacterium spp, Hemophilus influenza, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Neisseria catarrhalis. Peptostreptococcus.1)'1+ ise!ut juga

>e!erapa kondisi "ang dapat menjadi %aktor resiko untuk !erkem!ang menjadi angina Ludwigs adalah %aringitis !akterial' tonsillitis' a!ses gigi' penca!utan gigi' pen"akit # pen"akit di jaringan periodontal' luka "ang terdapat di daerah %aring' lim%adenitis cer2ical' a!ses peritonsil' dan tindakan # tindakan operasi seperti eso%agoskopi dan !ronkoskopi "ang dapat men"e!a!kan trauma pada jaringan sekitar. 1. Ludwigs angina pada umumn"a dise!a!kan se!uah se?ulae dari in%eksi gigi. *esungguhn"a hal ini sangat umum terjadi pada dewasa muda dengan pen"akit periodontal. &en"e!a! 6igi meliputi @+- sampai 8,- dari kasus ini. ). Luka tem!us "ang mengenai dasar dari rongga mulut .luka tikaman' luka tem!ak senapan dan lain7lain/ 3. Fraktur 1andi!ular.8 ANATOMI Auang su!mandi!ula meliputi !agian dari ruang di atas tulang h"oid. Botal ruang di!agi menjadi ruang su!lingual di superior dan ruang su!mandi!ula di in%erior. Auang su!lingual' terletak antara genioh"oid dan otot m"loh"oid' dan ruang su!mandi!ula' terletak antara otot m"loh"oid dan %ascia super%icial dan kulit' saling !erhu!ungan di sekitar !atas !e!as otot m"loh"oid posterior. *ekali ter!entuk in%eksi di ruang su!mandi!ula' in%eksi !isa men"e!ar ke !agian "ang !erse!elahan. *ecara tipikal struktur "ang dapat ter!entuk' !erdasarkan urutan paling sering' adalah leher anterior' ruang phar"ngomaksilaris' retro%aring' dan superior mediastinum.3 0n%eksi ini mencakup ruang su!mandi!ular. Auang su!mandi!ular dapat di!agi menjadi dua ruang9 ruang su!maksilaris dan ruang su!lingual. otot m"loh"oid. ua ruang ini terpisah satu sama lain oleh ua ruang ini !erhu!ungan di !agian posterior melalui suatu celah dikenal

se!agai celah m"lohoid. Celah m"loh"oid terdiri dari struktur !erikut9 1. >agian !elakang dari kelenjar su!mandi!ular ). uktus wharton 3. (er2us lingualis 8. (er2us D"poglossus +. L"mphatics 6. &em!uluh arteri dan 2ena.

asar dari ruang su!mandi!ula di!entuk oleh lapisan super%isial dari %asia dalam cer2ical. 0ni melekat dari tulang h"oid ke mandi!ula. Auang ini terhu!ung melintasi garis midline dengan ruangan pada sisi "ang !erlawanan.8

Auang *u!lingual terletak superior dari otot m"loh"oid. Auang su!mandi!ular terletak in%erior dari otot m"loh"oid. iam!il dari http9::www.aa%p.org:a%p:EE,@,,ap:1,E.html

>atas7!atas ruang su!mandi!ula9 Auang su!mandi!ula di!atasi oleh mukosa mulut serta lidah di !agian superior serta medial' !agian superior mandi!ula' lapisan %asia super%isial dalam cer2ikal "ang melekat erat pada mandi!ula serta !agian lateral os h"oid' dan !agian in%erior os h"oid. ari mandi!ula serta lapisan %asia super%isial dalam cer2ikal terdapat !arier pada !agian superior serta lateral' lidah terdorong ke atas dan !elakang "ang dapat menim!ulkan o!struksi jalan na%as. Dal ini adalah !aha"a terpenting pada Ludwig angina.8 PATOFISIOLOGI Ludwig angina adalah suatu proses cepat pol"micro!acterial selulitis ruang su!lingual dan su!mandi!ular "ang !isa mengancam hidup dengan mem!aha"akan jalan na%as. >akteriologi dari Ludwig angina adalah pol"micro!akteri dan se!agian !esar mencakup !akteri di mulut. 5rganisma "ang sering ditemukan dalam pasien dengan kelainan adalah *treptococcus 2iridans dan *taph"lococcus aureus. Anaero! juga sering terli!at' meliputi !acteroides' peptostreptococci' dan peptococci. >akteri gram7positi% lainn"a "ang dapat ditemukan meliputi

Fuso!acterium nucleatum' Aero!acter aeruginosa' *pirochetes' dan Veillonella' Candida' 4u!acteria' dan spesies Clostridium. 5rganisma gram7negati% "ang dapat ditemukan meliputi spesies (eisseria' 4scherichia coli' spesies &seudomonas' Daemophilus in%luenFae' dan spesies 3le!siella.3 &en"e!a! Ludwig angina "ang paling umum adalah in%eksi gigi. *uatu %aktor penting untuk dipertim!angkan adalah hu!ungan pertum!uhan gigi mandi!ular dengan otot m"lohoid .m"lohioid ridge/. 6igi depan dan geraham pertama secara teratur melekat pada !agian superior garis ini' dan in%eksi "ang tim!ul dari akar gigi ini pada umumn"a men"e!a!kan ter!atas han"a a!ses su!lingual. 6igi molar kedua dan ketiga !iasan"a menempel di !awah garis ini. 0n%eksi "ang dise!a!kan akar gigi ini men"e!a!kan in%eksi dari ruang su!maksilaris. *atu hu!ungan penting lainn"a adalah !ahwa akar dari gigi depan dan geraham pertama mendekati permukaan lateral mandi!ula' sedangkan akar gigi molar kedua dan ketiga mendekati permukaan lingual mandi!ula.8 GE ALA !LINIS &asien dengan Ludwig angina secara tipikal mempun"ai suatu riwa"at ekstraksi gigi saat ini atau oral hygine "ang kurang dan sakit gigi. Bemuan klinis konsisten dengan sepsis dan meliputi demam' tachypnea' dan tachycardia. &asien dapat cemas' gelisah' dan !ingung. 6ejalan"a meliputi !engkak dan n"eri di dalam dasar rongga mulut dan anterior leher' demam' dysphagia' odynophagia' !an"ak mengeluarkan air liur' trismus' sakit gigi' dan halitosis. *erak' stridor' respirator" distress' penurunan jumlah aliran udara' sianosis' dan G sniffing positionH .sikap postur tu!uh pasien terdiri dari sikap tu!uh tegak lurus dengan leher ke depan dan dagu diangkat/' semuan"a menandakan !aha"a jalan na%as "ang akan segera terjadi. &asien dapat memperlihatkan gejala d"sphonia. Le!ih spesi%ik lagi' pasien dapat mem!erikan gejala suara meredam nada "ang tinggi . suara I hot potatoH/ "ang dise!a!kan oleh edema dari organ7organ suara< temuan ini harus menjadi suatu peringatan pada dokter adan"a potensi !aha"a jalan na%as.3 &ada pemeriksaan mulut' ele2asi dari lidah' indurasi keras pada dasar mulut dan anterior leher' dan pem!engkakan suprah"oid "ang non%lukti%' khas pada proses pen"akit ini. Berdapat edema su!mandi!ula !ilateral "ang khas' "ang lunak pada pera!aan dan' kadang7kadang' emph"sema su!kutan. &em!engkakan dari jaringan lunak !agian depan leher di atas os h"oid

kadang7kadang mem!erikan gam!aran khas G >ullJs neck appearanceH "ang muncul pada pasien. Adenopath" dan %luctuance tidak selalu terlihat pada pasien dengan Ludwigs angina.3 6am!aran 3linis9 1. &asien mempun"ai c:o meningkatkan rongga mulut dan n"eri leher lisan. ). &asien mempun"ai oral hygiene "ang kurang 3. 6ejala pada mulan"a unilateral tetapi segera menjadi !ilateral 8. =aringan lunak dari dasar rongga mulut mem!engkak +. Lidah terdorong ke posterior men"e!a!kan o!struksi jalan na%as 6. &asien !iasan"a demam8

&roses terdorongn"a dasar rongga mulut serta lidah. pen"e!aran ke !agian in%erior' men"e!a!kan http9::www.aa%p.org:a%p:EE,@,,ap:1,E.html

alam pen"e!aran ke anterior' tulang m"oid mem!atasi gam!aran seperti I>ull (eckI. iam!il dari

&asien duduk tegak lurus dengan mulut n"a ter!uka dan lidah sedikit menonjol. white.com:pd%:hp;jul,);angina.pd%

iam!il dari http9::www.turner7

DIAGNOSIS 1engetahui dan mengenali kemungkinan dari Ludwig angina adalah tahap pertama dan "ang paling penting dalam diagnosis dan manajemen pada kondisi gawat ini. Berdapat 8 tanda utama dari Ludwig angina9 .1/ meliputi ruang dalam jaringan "ang !ilateral < .)/ gangren "ang serosanguinous' in%iltrat "ang !usuk tetapi dengan sedikit atau tidak ada sama sekali pus< .3/ mengenai jaringan pen"am!ung' %ascia' dan otot tetapi jaringan kelenjar tidak terkena< dan .8/ pen"e!aran terutama melalui ruang %ascia "ang saling terhu!ung di!anding oleh sistem lim%atik. 0ndurasi "ang keras pada pera!aan di dasar mulut dalam suatu gam!aran klinis harus mendorong dokter untuk !ertindak cepat terutama dalam sta!ilisasi jalan na%as' diikuti dengan kon%irmasi diagnostik le!ih lanjut. Bidak perlu mem!uat gangguan pada pasien' seperti memaksa pasien ke dalam posisi terlentang atau secara prematur melakukan intubasi endotracheal' "ang mungkin men"e!a!kan laryngospasm dan o!struksi lengkap jalan na%as !agian atas dan dengan !egitu harus dihindari.3'8 iagnosis didasarkan pada temuan klinis' walaupun CB scan !isa mem!antu menentukan tingkat in%eksi' terutama jika terdapat suatu a!ses. &emeriksaan klinis mempun"ai sensiti2itas "ang rendah .++-/ untuk memperkirakan kumpulan pus pada in%eksi di dalam leher' tetapi ketika diga!ungkan dengan hasil CB scan' ketelitiann"a adalah 8E-' sensiti2itas E+-' dan spesi%itasn"a 8,- untuk mengidenti%ikasikan ruang kumpulan pus.6am!aran radiogra%i leher dapat memperlihatkan pem!engkakan jaringan' adan"a gas' dan tingkat sum!atan jalan na%as.3'6

Foto rontgen jaringan lunak dari seorang pasien menunjukkan adan"a gas .panah/. white.com:pd%:hp;jul,);angina.pd%

iam!il dari http9::www.turner7

Aadiogra% sederhana leher dan dada sering memperlihatkan pem!engkakan jaringan' adan"a gas' dan tingkatan o!struksi jalan na%as. *onogra%i digunakan untuk mengidenti%ikasikan kumpulan cairan di jaringan' seperti sitrat galium 6a76@ scan. Foto panoramik rahang dapat menunjukan suatu %okus in%eksi dari gigi. *etelah jalan na%as dianggap aman' CB scan adalah modalitas !erharga untuk memperlihatkan tingkat pem!engkakan jaringan lunak' adan"a gas' kumpulan cairan' dan !aha"a jalan na%as. >akteriologi9 *ejak se!agian !esar kasus Ludwig angina adalah dise!a!kan oleh in%eksi gigi' kultur dari area "ang terin%eksi ini memperlihatkan %lora dari rongga mulut. >akteri aero! "ang paling umum ditemukan adalah alfa haemolytic streptococci diikuti oleh staphylococci. 3ultur !akteri anaero! sulit untuk diinterpretasikan. >akteri anaero! "ang ditemukan adalah peptostreptococcus, peptococcus, fusobacterium nucleatum' dan bacteroids. 3om!inasi !akteri aero! dan anaero! mempun"ai suatu hu!ungan sinergistik sehu!ungan dengan produksi dari endotoksin seperti collagenase, hyaluranidase' dan protease. 4ndotoksin ini !erperan untuk mempercepat pen"e!aran selulitis.8 iagnosis di%erensial dari Ludwig angina meliputi angioneurotic edema' carcinoma lidah' su!lingual hematoma' dan a!ses peritonsiler.3'6 PENATALA!SANAAN *e!uah algoritma diajukan untuk diagnosis dan manajemen dari Ludwig angina terlihat dalam gam!ar E. 3arena mor!iditas dan mortalitas dalam Ludwig angina terutama !erhu!ungan dengan tingkat kehilangan patensi jalan na%as' perlindungan jalan na%as merupakan prioritas utama pada awal manajemen pasien. 3onsultasi dini dengan seorang anesthesiologist dan seorang otolaryngologist adalah !ijaksana' dan pemindahan pasien ke kamar operasi harus !etul7 !etul dipertim!angkan se!elum manipulasi jalan na%as dimulai. &asien "ang tidak memerlukan kontrol jalan na%as segera harus mendapat monitoring secara kontiniu untuk tanda7tanda respiratory distress "ang akan terjadi.3 agnetic resonance imaging adalah modalitas !agus lainn"a "ang dapat dipertim!angkan pada !e!erapa pasien.3

6am!ar

E.Algoritma

penanganan

Ludwig

Angina

diam!il

dari

http9::www.turner7white.com:

pd%:hp;jul,);angina.pd%

5leh karena resiko dari !aha"a jalan na%as cepat terjadi' semua pasien dengan Ludwig angina harus dianggap se!agai pasien 0CK. 3ematian !iasan"a terjadi aki!at dari h"poksia atau as%iksia' tidak termasuk sepsis' walaupun sepsis kemungkinan !esar pen"e!a! kematian dalam pasien. 1anajemen jalan na%as adalah aspek terpenting dalam penanganan segera. !racheostomy menggunakan anesthesia lokal dipertim!angkan se!agai standar emas dari manajemen jalan na%as pada pasien dengan in%eksi leher dalam. >agaimanapun' adan"a selulitis leher pada lokasi tracheostomy mem!uat prosedur menjadi sulit dilakukan. >e!erapa kasus saat ini "ang meliputi

1@ pasien dengan Ludwig angina menunjukkan !ahwa tracheal intubation dengan !ronkoskop %leksi!el menggunakan anesthesi topikal mem!erikan manajemen jalan na%as "ang !aik. &engarang merekomendasikan tracheostomy menggunakan anesthesia lokal ketika fiberoptic intubation tidak mungkin dilakukan.6 Kntuk pasien "ang dalam !aha"a gawat' kontrol jalan na%as idealn"a dilakukan di dalam ruang operasi' dengan tersedia !antuan !edah' untuk melakukan cricothyroidotomy atau tracheostomy jika "ang diperlukan. Endotracheal intubation pada pasien ini mungkin menjadi sulit' dan laryngoscopy direct mungkin dapat mempercepat kehilangan jalan na%as. Fiberoptic intubation adalah suatu alternati% dan harus dipertim!angkan ketika derajat sum!atan jalan na%as sudah !erat. Blind Nasotracheal intubation harus dihindari oleh karena derajat distorsi jalan na%as dan karena men"e!a!kan trauma dapat menam!ah sum!atan jalan na%as "ang telah lemah atau men"e!a!kan pendarahan atau pecahn"a a!ses.3 alam kasus !erat' induksi general anestesi adalah !er!aha"a karena hal ini dapat mempercepat o!struksi jalan na%as lengkap dan mem!uat mas" #entilation serta intu!asi tidak mungkin dilakukan. &engamanan jalan na%as dilakukan dalam keadaan sadar karena itu adalah pilihan "ang paling aman.1, 3etika pem!engkakan "ang !erat atau trismus mengham!at orotracheal intubation' tracheostomy adalah standar emas untuk mengamankan jalan na%as. &rosedur ini sering dipersulit oleh pem!engkakan "ang luas jaringan lunak leher anterior' dan merupakan resiko pen"e!aran in%eksi ke mediastinum. alam keadaan segera akan terjadi sum!atan jalan na%as' !agaimanapun' dokter tidak !oleh ragu untuk menco!a orotracheal intubation atau jarum atau !edah cricothyroidotomy' sekalipun s"arat7s"arat !elum optimal. &em!erian nebulized epinephrine diduga mempun"ai dampak tam!ahan "ang !erarti sesudah manipulasi jalan na%as' ketika waktu memungkinkan' dalam usaha untuk mengurangi pem!engkakan mukosa.3 *aat jalan na%as telah terjamin aman' pem!erian anti!iotik intra2ena harus dimulai .Ba!el 8/. Awal penanganan ditargetkan untuk organisme gram7positi% dan anaero! di rongga mulut. &em!erian dari !e!erapa agen anti!iotik "ang diusulkan' mencakup dosis7tinggi penisilin 6 ditam!ah metronidaFole'clindam"cin' ce%o$itin' piperacillin7taFo!actam' amo$icillin7 cla2ulanate' dan ticarcillin7cla2ulanate. Walaupun kontro2ersial' penggunaan de$amethasone untuk mengurangi edema dan untuk meningkatkan penetrasi anti!iotik telah menerima !e!erapa dukungan. 3'6

Berapi anti!iotik se!elum masuk rumah sakit sering mem!erikan hasil kultur "ang steril. 0V de$amethasone .misaln"a' alalone' ecadron' e$asone/' di!erikan selama 88 jam' dapat mengurangi edema dan selulitis dan dengan !egitu dapat mem!antu menjaga integritas dari jalan na%as serta meningkatkan penetrasi anti!iotik.6

Ba!el 8. Agen anti!iotic "ang umum digunakan pada kasus angina Ludwig' diam!il dari http9::www.turner7 white.com:pd%:hp;jul,);angina.pd%

Bindakan !edah untuk drainage ditunjukan ketika ada in%eksi supurati%' !ukti radiologi adan"a kumpulan cairan atau udara di jaringan lunak' clinical %luctuance' crepitus' atau aspirasi jarum cairan purulen. rainage juga diindikasikan ketika tidak ada per!aikan klinis setelah pem!erian awal dari terapi anti!iotik. &enca!utan gigi "ang terin%eksi juga penting untuk melengkapi proses drainage.3 engan diagnosis dini' manajemen dan o!ser2asi jalan na%as' terapi anti!iotik intra2ena "ang agresi%' dan inter2ensi !edah "ang !ijaksana' pen"akit ini harus hilang tanpa komplikasi. *elain daripada itu' sum!er in%eksi harus ditentukan dan dieliminasi jika mungkin. 3e!ijaksanaan' strategi manajemen "ang !er!eda dari tiap indi2idu lain sepertin"a adalah pendekatan "ang paling tepat untuk pen"akit ini. @ 3omplikasi9 >aha"a jalan na%as8'8'11'13 &en"e!aran ke mediastinum men"e!a!kan mediastinitis. Dal ini dicurigai jika ada pem!engkakan persisten pada leher disertai dengan n"eri' demam tinggi dan leukositosis persisten.8'E'11 &en"e!aran ke carotid sheath dan ruang retrophar"ngeal. 8'E'11

*epsis8'11'13 *eptik shock 8'13 &en"e!aran ke ruang phar"ngoma$illar"E 5steom"elitis E &encegahan dengan mengunjungi dokter gigi secara rutin' dan penanganan "ang tepat

dari in%eksi mulut atau gigi !isa mencegah terjadin"a kondisi "ang dapat meningkatkan resiko terjadin"a Ludwig angina.8 &rognosis Ludwig angina tergantung terutama pada tindakan proteksi segera dari jalan na%as dan pem!erian anti!iotik "ang tepatLdan mungkin tindakan !edahLpenanganan dari in%eksi. 1ortalitas di era preanti!iotik adalah +,- tetapi dengan ditemukann"a terapi saat ini' telah menurun sampai kurang dari +-.3