Anda di halaman 1dari 11

ASAM BENZOAT BENZOIC ACID

1. N a m a Golongan Asam karboksilat, aromatik (8) Sinonim / Nama Dagang (1,7,8,9,10) Acide benzoique; Acidobenzoico; Benzenecarboxylic acid; Benzeneformic acid; Benzenemethanoic acid; Benzeneformic acid; Benzoate; Carboxybenzene; Dracylic acid; Phenyl carboxylic acid; Phenylformic acid; Retarder BA; Tenn-Plas; Retardex; Solvo powder; Salvo liquid; Nomor Identifikasi Nomor CAS Nomor RTECS Nomor EC (EINECS) STCC UN 2. Sifat Fisika Kimia Nama bahan Asam benzoat Deskripsi (1,6,7,8,9,10) Bentuk serbuk kristal berwarna putih, berbau menyenangkan; Rumus molekul C7H6O2; Berat molekul 122,12 g/mol; Titik leleh 122,4oC (252,3F); Titik nyala 121oC (249,80F); Titik didih 249oC (480,6F); Tekanan uap 1 @ 96oC (205F); Berat jenis uap relatif 4,2 (udara=1); Berat jenis (air=1) 1,2659; Sedikit/sulit larut dalam air dingin; Kelarutan dalam air 2,9% @ 20oC. Frasa Risiko, Frasa Keamanan dan Tingkat Bahaya Peringkat NFPA (Skala 0-4) (6) : Kesehatan 2 Kebakaran 1 Reaktivitas 0 = Tingkat keparahan tinggi = Dapat terbakar = Tidak reaktif : 65-85-0 (2,4,6,7,9) : DGO875000 (4,6,9) : 200-618-2 (2,7,9) : 4966340 (8) : 9094 (4); 3077 9/PG 3 (9)

Klasifikasi EC (6,7,9,11): Xn Xi T R22 R36 R40 R41 R45 R36/38 R42/43 = Berbahaya = Iritan = Beracun = Berbahaya bila tertelan = Menyebabkan iritasi pada mata = Risiko karena pengaruh yang tidak dapat balik = Risiko kerusakan serius pada mata = Dapat menyebabkan kanker = Iritasi pada mata dan kulit = Dapat menyebabkan sensitisasi bila terhirup dan

bersinggungan/kontak dengan kulit R20/21/22 = Berbahaya bila terhirup, bersinggungan/kontak dengan kulit dan tertelan R23/24/25 = Beracun bila terhirup, bersinggungan/kontak dengan kulit dan tertelan R36/37/38 S22 S23 = Iritasi pada mata, sistem pernafasan, dan kulit = Awas berbahaya, jangan menghirup debu = Jangan menghirup gas/asap/uap/semprotan (penamaan yang layak ditunjukkan oleh produsen) S24 S26 = Hindari persinggungan/kontak dengan kulit = Jika mengenai mata, bilas segera dengan sejumlah besar air dan cari pertolongan medis S45 = Jika terjadi kecelakaan atau jika anda tidak sehat, jika memungkinkan segera bawa ke dokter/ rumah sakit/ puskesmas (perlihatkan label kemasan) S24/25 = Hindari/cegah persinggungan/kontak dengan kulit dan mata S36/37 = Pakai/kenakan pakaian dan sarung tangan pelindung yang baik S37/39 = Pakai/kenakan sarung tangan dan pelindung mata/wajah yang baik

3. Penggunaan Sebagai antimikroba dan pengawet pada kosmetik pangan


(9) (2)

; sebagai bahan tambahan


(1)

, sebagai pengawet pada makanan, lemak, jus buah


(1) (1)

; sebagai

standar pada analisis volumetri dan kalorimetri sediaan farmasi antijamur topikal untuk hewan (1). 4. Identifikasi Bahaya Risiko utama dan sasaran organ

; sebagai antijamur pada

; digunakan bersamaan dengan asam salisilat sebagai

Bahaya utama terhadap kesehatan: Iritasi ringan pada kulit, mata dan membran mukosa. Menelan bahan dapat menyebabkan mual dan masalah pada saluran pencernaan (4). Organ sasaran: Sistem pernapasan sistem saraf pusat (8). Rute paparan Paparan jangka pendek Terhirup Iritasi pada hidung dan tenggorokan tenggorokan (10). Kontak dengan kulit Iritasi kulit (6,7) disertai kemerahan dan nyeri (10). Kontak dengan mata Iritasi mata (6), kemungkinan luka (7), disertai kemerahan dan nyeri (10). Tertelan Jika tertelan dalam jumlah banyak dapat menyebabkan iritasi saluran cerna yang disertai mual, muntah, diare (7,10). Paparan jangka panjang Terhirup Tidak tersedia informasi (8). Kontak dengan kulit Dapat menyebabkan dermatitis (7,11)
(7) (11) (4,11) (4)

, kulit, mata

, membran mukosa

, gejala dapat berupa batuk dan sakit

Kontak dengan mata Kongjungtivitis (8). Tertelan Gangguan pada kesetimbangan asam basa, tremor, dan konvulsi 5. Stabilitas dan reaktivitas Reaktivitas : Stabil pada suhu dan tekanan normal suhu tinggi dapat
(9) (7,10) (6) (8)

. Pada bahan

bereaksi

dengan

pengoksidasi Kondisi yang harus dihindarkan

: Pembentukan debu, panas berlebih sumber api (10)


(7) (10)

, nyala,

Tak tercampurkan / Tak : Bahan pengoksidasi kuat, basa kuat, amina, tercampurkan amoniak, isosianat kuat
(11)

, logam

, bahan pereduksi

. Larutan asam benzoat dalam air dapat dengan logam menghasilkan gas

bereaksi

hidrogen (10) Bahaya dekomposisi : Produk berbahaya hasil dekomposisi: karbon dioksida, karbon monoksida : Tidak akan terpolimerisasi (6,12) : Tidak korosif dengan adanya kaca (6,12)
(7)

, uap dan gas

beracun meliputi fenol, benzen (10) Polimerisasi Korosivitas 6. Penyimpanan Simpan pada wadah tertutup rapat
(6,12)

Simpan di tempat sejuk dan berventilasi baik (6,12). Hindarkan dari bahan yang tak tercampurkan (7).

7. Toksikologi Toksisitas Data pada manusia (8) TDLo kulit-manusia 6 mg/kg; LDL0 oral-manusia 500 mg. Data pada hewan Data iritasi (10): Iritasi ringan: Kulit-kelinci 500 mg/24 jam; iritasi berat: mata-kelinci 100 mg.

Data toksisitas (5,6,8,10,11,12): LD50 akut oral-mencit 1940 mg/kg; LD50 intraperitoneal-mencit 1460 mg/kg; LD50 akut oral-tikus 1700 mg/kg; LD50 oral-marmut 2 gm/kg; LD50 oral-kelinci; 2000 mg/kg; LD50 oral-kucing 2000 mg/kg; LD50 akut oral-anjing 2000 mg/kg; LD50 akut kulit-kelinci 10000 mg/kg; LC50 oral-tikus 26000 mg/L/jam; kelinci 2000 mg/kg; LDL0 intraperitoneal-marmut 1400 mg/kg. Data Karsinogenik Berdasarkan ACGIH, IARC, NIOSH, NTP, dan OSHA, asam benzoat tidak terdaftar sebagai karsinogen (7,11). Data Mutagenik (11) Tidak diperoleh hasil positif pada pengujian mutagenisitas asam benzoat dan natrium benzoat terhadap prokariota, eukaroita, dan beberapa mamalia. Data RTECS: Mutasi pada mikroorganisme Escherichia coli 10 mmol/L; Inhibisi DNA limfosit manusia 5 mmol/L. Data Reproduksi Tidak tersedia informasi (11). Informasi Ekologi Toksisitas pada ikan : LC50 (96 jam) mosquito fish (Gambusia affinis) 180 mg/L (7,11); LC50 (96 jam) bluegill
(5)

LC50 inhalasi-tikus

>12,2 mg/L/4 jam dengan gejala iritasi pada saluran pernapasan; LDL0 subkutan-

sunfish

(Lepomis

macrochirus) 44,6 mg/L

LC50 (96 jam) Salmo gairdneri 47,3 mg/L (5); LC50 (48 jam) golden orfe (Leuciscus idus) 460 mg/L (5); LC100 Carassius auratus 200 mg/L (5); LC100 (1 jam) Lepomis humilis 550-570 mg/L (5) Toksisitas pada invertebrata : EC50 (24 jam) kutu air (Daphnia magna) 500 perairan mg/L (5); EC50 (48 jam) kutu air (Daphnia magna) >100 mg/L (5)

Toksisitas pada tumbuhan perairan, misalnya alga

: EC50 (3 jam) alga Scenedesmus quadricauda 75 mg/L (5); EC50 (inhibisi fotosintesis 3 jam) alga Chlorella pyrenoidosa 60 mg/L (5); EC50 (laju pertumbuhan 14 hari) alga Chlorella pyrenoidosa >10 mg/L (5); EC50 (laju pertumbuhan 14 hari) alga 3 Anabaena variabilis >10 mg/L (5); EC50 (inhibisi fotosintesis EC50 (laju pertumbuhan jam) alga Anabaena cylindrica 60 mg/L (5); 14 hari) alga Anabaena inaequalis 9 mg/L (5)

Toksisitas mikroorganisme

: EC50 (96 jam) Photobacterium phosphoreum 16,9 mg/L (5,7,11); EC0 (24 jam) Pseudomonas fluorescens 1000 mg/L (5)

8. Efek Klinis Keracunan akut Terhirup Asam benzoat: Jika serbuk terhirup dapat menyebabkan iritasi ringan pada saluran napas yang disertai nyeri tenggorokan dan batuk (8). Kontak dengan kulit Asam benzoat: Serbuk dan cairan dapat menyebabkan iritasi ringan dan kemerahan. Konsentrasi hingga 0,2% dapat menyebabkan reaksi kulit sedang yang bervariasi dari eritema hingga urtikaria non imunologi pada beberapa orang
(8)

Kontak dengan mata Asam benzoat: Kontak dengan bahan dapat bersifat korosif pada mata, menyebabkan rasa terbakar kemerahan (8).
(7)

. Serbuk dapat menyebabkan iritasi kuat dan

Tertelan Asam benzoat: Dosis besar dapat menyebabkan nyeri kerongkongan, nyeri lambung, mual, muntah, dan kemungkinan reaksi alergi (8). Keracunan kronik Terhirup Asam benzoat: Tidak tersedia informasi (8). Kontak dengan kulit Asam benzoat: Paparan berulang dapat menyebabkan iritasi sedang (8). Kontak dengan mata Asam benzoat: Paparan berulang atau jangka panjang dengan iritan dapat menyebabkan konjungtivitis (8). Tertelan Asam benzoat: Asupan harian 4-6 gram tidak menyebabkan efek toksik selain iritasi lambung. Dosis yang lebih besar dapat menyebabkan efek sistemik yang serupa dengan salisilat dan dapat menyebabkan gangguan pada kesetimbangan asam basa, tremor, dan konvulsi (8). 9. Pertolongan Pertama Terhirup (6,7) Bila aman memasuki area, segera pindahkan dari area pemaparan ke area dengan udara bebas. Bila perlu gunakan kantong masker berkatup atau pernafasan penyelamatan. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat. Kontak dengan kulit (6,7) Segera tanggalkan pakaian dan sepatu yang terkontaminasi. Cuci kulit yang terkontaminasi dengan air yang banyak. Tutupi kulit yang teriritasi dengan emolien. Cuci pakaian sebelum digunakan kembali. Cuci sepatu sampai bersih sebelum digunakan kembali. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat. Kontak kulit yang serius: Cuci menggunakan sabun desinfektan kemudian tutupi kulit yang terkontaminasi dengan krim antibakteri. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

Kontak dengan mata (6,7) Jika menggunakan lensa kontak, segera lepaskan lensa kontak. Cuci mata dengan air yang banyak sekurangnya selama 15 menit, dengan sesekali membuka kelopak mata atas dan bawah. Harus menggunakan air hangat, tetapi dapat pula menggunakan air dingin. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat. Tertelan (6,7,11) Jika pasien dalam keadaan sadar, segera bersihkan mulut dan berikan 2-4 cangkir air atau susu. Jangan sekali-kali merangsang muntah kecuali

diperintahkan oleh petugas kesehatan. Jangan pernah memberikan sesuatu melalui mulut kepada korban yang tidak sadar. Longgarkan bagian pakaian yang mengikat, seperti kerah, dasi, atau ikat pinggang. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat. Catatan untuk dokter: Berikan pengobatan simptomatik dan penunjang
(7,11)

Antidotum: Kemungkinan diperlukan pemberian kalsium glukonat atau kalsium klorida secara intravena jika terjadi hipokalsemia atau tetani hipokalsemik (3). 10. Penatalaksanaan oleh tenaga kesehatan (3) Stabilisasi a. Penatalaksanaan jalan nafas, yaitu membebaskan jalan nafas untuk menjamin pertukaran udara. b. Penatalaksanaan fungsi pernafasan untuk memperbaiki fungsi ventilasi dengan cara memberikan pernafasan buatan untuk menjamin cukupnya kebutuhan oksigen dan pengeluaran karbon dioksida. c. Penatalaksanaan sirkulasi, bertujuan mengembalikan fungsi sirkulasi darah. d. Jika ada kejang, beri diazepam dengan dosis: Dewasa: 10-20 mg IV dengan kecepatan 2,5 mg/30 detik atau 0,5 mL/30 menit, jika perlu dosis ini dapat diulang setelah 30-60 menit. Mungkin diperlukan infus kontinyu sampai maksimal 3 mg/kg BB/24 jam. Anak-anak: 200-300 g/kg BB. Dekontaminasi a. Dekontaminasi mata Dilakukan sebelum membersihkan kulit:

Posisi pasien duduk atau berbaring dengan kepala tengadah dan miring ke sisi mata yang terkena atau terburuk kondisinya.

Secara perlahan bukalah kelopak mata yang terkena dan cuci dengan sejumlah air bersih dingin atau larutan NaCl 0,9% diguyur perlahan selama 15-20 menit atau sekurangnya satu liter untuk setiap mata.

Hindarkan bekas air cucian mengenai wajah atau mata lainnya. Jika masih belum yakin bersih, cuci kembali selama 10 menit. Jangan biarkan pasien menggosok matanya. Tutuplah mata dengan kain kassa steril dan segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat dan konsul ke dokter mata.

b. Dekontaminasi kulit (termasuk rambut dan kuku) Bawa segera pasien ke air pancuran terdekat. Cuci segera bagian kulit yang terkena dengan air mengalir yang dingin atau hangat serta sabun minimal 10 menit. Jika tidak ada air, sekalah kulit dan rambut pasien dengan kain atau kertas secara lembut. Jangan digosok. Lepaskan pakaian, arloji, dan sepatu yang terkontaminasi atau muntahannya dan buanglah dalam wadah/plastik tertutup. Penolong perlu dilindungi dari percikan, misalnya dengan menggunakan sarung tangan, masker hidung, dan apron. Hati-hati untuk tidak menghirupnya. Keringkan dengan handuk yang kering dan lembut.

11. Batas Paparan dan Alat Pelindung Diri Batas paparan asam benzoat: Tidak terdapat informasi batas paparan di tempat kerja berdasarkan OSHA, ACGIH, atau NIOSH (8). Ventilasi: Sediakan sistem ventilasi penghisap udara setempat. Pastikan dipatuhinya batas paparan yang sudah ditentukan
(6,10)

.
(7,10)

Proteksi mata: Gunakan kaca mata pengaman tahan percikan dengan area kerja (10). Pakaian: Gunakan pakaian pelindung tahan bahan kimia (7).

. Sediakan

kran pencuci mata untuk keadaan darurat serta semprotan air deras dekat

Sarung tangan: Gunakan sarung tangan pelindung yang tahan bahan kimia

(6)

Respirator: Pada kondisi penggunaan yang sering atau paparan berat, kemungkinan diperlukan proteksi saluran pernafasan. Proteksi saluran

pernafasan diurutkan dari minimum hingga maksimum. Pertimbangkan petunjuk peringatan sebelum penggunaan (8). Setiap respirator debu dan kabut (8). Setiap respirator pemurni
(8)

udara .

yang

dilengkapi

penyaring

partikel

berefisiensi tinggi

Setiap respirator pemurni udara yang bertenaga dan dilengkapi penyaring debu dan kabut (8). Setiap respirator pemurni udara yang bertenaga dan dilengkapi penyaring partikel berefisiensi tinggi (8). Setiap respirator penyuplai udara tipe C yang dioperasikan dalam suatu mode perlu tekanan atau tekanan positif lain atau modus aliranberkelanjutan (8). Setiap alat pernafasan serba lengkap (8). Untuk pemadam kebakaran atau kondisi yang sangat berbahaya bagi kehidupan dan kesehatan: Setiap alat pernapasan serba lengkap dengan masker wajah penuh yang dioperasikan dalam keadaan memerlukan tekanan atau mode tekanan positif lainnya (8). Setiap respirator penyuplai udara dengan masker wajah penuh yang dioperasikan dalam keadaan memerlukan tekanan atau mode tekanan positif lainnya yang digabungkan dengan alat pernapasan serba lengkap yang dioperasikan dalam keadaan memerlukan tekanan atau mode tekanan positif lainnya (8). 12. Manajemen Pemadam Kebakaran Media pemadam kebakaran: Semprotan air, bahan kimia kering, karbon dioksida, busa kimia (7,10). Kebakaran kecil: Gunakan serbuk kimia kering (12).

Kebakaran besar: Gunakan busa atau semprotan air. Jangan gunakan water jet
(12)

13. Manajemen Tumpahan Tumpahan kecil: Gunakan perlengkapan yang tepat untuk menempatkan tumpahan bahan ke dalam wadah pembuangan limbah. Jika perlu, netralkan tumpahan bahan dengan larutan natrium karbonat encer. Selesaikan

pembersihkan dengan membasahi area yang terkontaminasi dan buang bahan sesuai dengan peraturan yang berlaku (6,12). Tumpahan besar: Gunakan sekop untuk menempatkan bahan ke dalam wadah pembuangan limbah yang sesuai. Netralkan tumpahan bahan dengan larutan natrium karbonat encer. Selesaikan pembersihan dengan membasahi area yang terkontaminasi dan evakuasi melalui sistem sanitasi 14. Daftar Pustaka 1. Budavari, Susan, The Merck Index 11th, 1989, Merck & Co Inc, Rahway. NJ, USA 2. Cahpman, R.L., Cosmetic Bench Reference (CBR) 2007, Allured, USA, 2007. 3. Kusumobroto, Hernomo O, dkk, Pedoman Penatalaksanaan Keracunan untuk Rumah Sakit, 2001, Jakarta. 4. Sitting, Marshal, Handbook of Toxic and Hadous Chemicals and Carcinogens Volume I A-F,1991, Noyes Publication, New Jersey, USA. 5. http://www.inchem.org/documents/sids/sids/benzoates.pdf 6. http://www.sciencelab.com/xMSDS-Benzoic_acid-9927096 7. http://www.chemcas.org/msds114/supplier/cas/83/65-85-0_7647-14.asp 8. http://www.ilpi.com/msds/benzoic.html 9. http://www.chemicalbook.com/ProductChemicalPropertiesCB8698780_EN.ht m 10. http://www.uaa.alaska.edu/chemistry/labs/upload/Benzoic-Acid.pdf 11. http://fscimage.fishersci.com/msds/02720.htm 12. http://www.nsf-rs.org/media/downloadable/files/msds/benzoic_acid_msds.pdf
Disusun oleh: Sentra Informasi Keracunan Nasional (SIKer Nas) Bidang Informasi Keracunan, Pusat Informasi Obat dan Makanan Badan POM RI, Tahun 2011
(6,12)