Anda di halaman 1dari 62

CASE

BENIGN PROSTATE HYPERPLASIA

Disusun oleh: Nanda Anessa Minanti 030.09.168

Pembimbing : d . !a"#$% E&% S#ta t% 'S(.)

R)MAH SA*IT )M)M +AERAH *O,A -a&#"tas *ed%&te an )ni.e sitas T isa&ti ,a&a ta' A/#st#s 0013 Pe i%de 11 ,#ni 0013201 se(te34e 0013

LEMBAR PENGESAHAN

Nama Mahasiswa NIM Bagian

: Nanda Anessa Minanti : 030.09.168 : Kepaniteraan Klinik Ilmu en!akit Bedah "akultas Ked#kteran $ni%ersitas &risakti

eri#de Kepaniteraan

: 1' (uli ) *1 septem+er *013

,udul -ase em+im+ing

: Benign r#state .!perplasia : dr. /alu!# 0k# 1utart#21p.$

,akarta2 Agustus *013 em+im+ing2

dr./alu!# 0k#.1 21p.$

KATA PENGANTAR

u(i s!ukur pen!usun pan(atkan kehadirat Allah 1/&2 karena atas rahmat dan i3in4 N!a pen!usun dapat men!elesaikan 5ase ini tepat pada waktun!a. -ase ini disusun guna memenuhi tugas kepaniteraan klinik Ilmu Bedah di 61$7 K#(a. en!usun mengu5apkan terimakasih !ang se+esar4+esarn!a kepada dr./alu!# 0k# 1utart# 21p.$ !ang telah mem+im+ing pen!usun dalam menger(akan 5ase ini2 serta kepada seluruh d#kter !ang telah mem+im+ing pen!usun selama di kepaniteraan klinik Ilmu Bedah di 61$7 K#(a ,akarta. 7an (uga u5apan terima kasih kepada teman4teman seper(uangan di kepaniteraan ini2 serta kepada semua pihak !ang telah mem+eri dukungan dan +antuan kepada pen!usun. 7engan penuh kesadaran dari pen!usun2 meskipun telah +erupa!a semaksimal mungkin untuk men!elesaikan 5ase ini2 namun masih terdapat kelemahan dan kekurangan. 8leh karena itu2 saran dan kritik !ang mem+angun sangat pen!usun harapkan. Akhir kata2 pen!usun mengharapkan sem#ga 5ase ini dapat +erguna dan mem+erikan man9aat +agi kita semua.

,akarta2 Agustus *013

Nanda Anessa Minanti

PENDAHULUAN

Kelen(ar pr#stat adalah salah satu #rgan genitalia pria !ang terletak di se+elah in9eri#r +ili4+uli dan melingkari uretra p#steri#r. Bila mengalami pem+esaran2 #rgan ini dapat men!um+at uretra pars pr#statika dan men!e+a+kan terham+atn!a aliran urin keluar dari +uli4+uli. Bentukn!a se+esar +uah kemiri dengan +erat n#rmal pada #rang dewasa kurang le+ih *0 gram. M5Neal mem+agi kelen(ar pr#stat dalam +e+erapa 3#na2 antara lain 3#na peri9er2 3#na sentral2 3#na transisi#nal2 3#na 9i+r#muskular anteri#r2 dan 3#na periuretra. 1e+agian +esar h!perplasia pr#stat terdapat pada 3#na transisi#nal.:1; ertum+uhan kelen(ar ini sangat tergantung pada h#rm#ne test#ster#ne2 !ang di dalam sel kelen(ar pr#stat2 h#rm#n ini diru+ah men(adi meta+#lit akti9 dihidr#test#ster#n : 7.& ; dengan +antuan en3im '<4reduktase. 7.& inilah !ang se5ara langsung mema5u m46NA di dalam sel kelen(ar pr#stat untuk mensintesis pr#tein growth factor !ang mema5u pertum+uhan dan pr#li9erasi sel kelen(ar pr#stat.:12*; .iperplasia pr#stat adalah pem+esaran pr#stat !ang (inak +er%ariasi +erupa hiperplasia kelen(ar atau hiperplasia 9i+r#muskular. .iperplasia pr#stat (inak adalah pem+esaran kelen(ar pr#stat n#nkanker. B . adalah pen!akit !ang dise+a+kan #leh penuaan. .iperplasi pr#stat adalah pem+esaran pr#gresi9 dari kelen(ar pr#stat2 se5ara umum pada pria le+ih dari '0 tahun2 !ang tampak se+agai h!perplasia sel str#ma dan epitel pr#stat. ada =0> pria diatas 60 tahun. 90 > pria diatas 80 tahun. ?e(alan!a meliputi ge(ala !ang iritati9 dan ge(ala #+strukti9. B . simpt#matik 1'> pada usia @04@9 tahun2 *'> pada usia '04'9 tahun2 @3> usia 60 tahun . &erapin!a tergantung keluhan 2 k#mplikasi2 9asilitas dan pilihan pasien. 7i 61-M2 su+ +agian ur#l#gi2 setiap tahun ditemukan antara *004300 penderita +aru dengan pr#stat hipertr#9i. Istilah hipertr#9i se+enarn!a kurang tepat #leh karena se+enarn!a !ang ter(adi ialah h!perplasia dari kelen(ar periuretral !ang kemudian mendesak (aringan pr#stat !ang asli ke peri9er dan men(adi kapsul +edah :surgi5al 5apsule;.8

BAB II

LAPORAN KASUS

STATUS ILMU PENYAKIT BEDAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOJA CASE

Nama Mahasiswa NIM

: Nanda Anessa Minan i : !"!#!$#%&'

D() e* Pem+im+in, : d*#-a./0( E)( S# S1#U

IDENTITAS PASIEN Nama Aengkap $mur 1tatus erkawinan eker(aan Alamat : : : : : &n.,aiman 6* tahun Menikah 4 Bekasi ,enis Kelamin : 1uku Bangsa : Agama : endidikan : &anggal Masuk 61 : Aaki4laki Betawi Islam 4 13 agustus *013

A# ANAMNESIS 7iam+il dari aut#anamnesis2 tanggal 19 Agustus *013 pukul 09.00 /IB Ke./han U ama : 1usah BAK

Riwa0a Pen0a)i Se)a*an, :

8s datang ke I?7 61$7 K#(a +ulan ,uli *013 :saat +ulan puasa;. 7engan keluhan sulit +uang air ke5il se(ak kurang le+ih 1 +ulan !ang lalu. BAK kemudian tidak keluar sama sekali. 8s mengaku sulit untuk +erkemih perlu menge(an le+ih keras2 sering merasa +elum tuntas saat +erkemih2 han!a +e+erapa tetes serta memerlukan waktu !ang lama2 terkadang malam hari ter+angun untuk +erkemih +e+erapa kali. 1emakin lama ge(ala !ang dialami #s mem+erat. 1e+elun!a ketika kali pertama #s ke I?72 #s sempat dipasang selang kateter selama 1* hari2 lalu dilepas. Ketika sampai di rumah2 setelah melepas selang kateter2 #s mengaku BAKn!a kem+ali mampet2 akhirn!a2 di I?7 #s kem+ali dipasang selang kateter. 8s dirawat dan diren5anakan untuk dilakukan #perasi &$6 ada tanggal 1@ Agustus *013. Riwa0a Pen0a)i Dah/./ : 8s mengaku se+elumn!a pernah mengalami hal seperti ini tahun *00= dan telah dilaksanakan &$6 . Namun sekarang kem+ali kam+uh. Bila terpasang kateter keluhan #s +erkurang. 8s memiliki riwa!at hipertensi. 6iwa!at diabetes mellitus 2 pen!akit gin(al2 asthma disangkal #leh #s. 6iwa!at trauma se+elumn!a :4; Riwa0a Pen0a)i Ke./a*,a : 6iwa!at diabetes mellitus2 pen!akit gin(al2 asthma2 hipertensi pada keluarga disangkal #s.

B# PEMERIKSAAN 2ISIK Keadaan Um/m Kesan 1akit : tampak sakit sedang Kesadaran : compos mentis

Kesan ?i3i : gi3i 5ukup Tanda 3i a. &ekanan darah : 1'0 B 80 mm.g &ekanan nadi : 68CBmenit

1uhu

: 362'D-

"rekwensi na9as : 16 CBmenit

S a /s Gene*a.is Kepala Mata : normocephali 2 distri+usi ram+ut merata : pupil +ulat is#k#r2 5#n(ungti%a anemis 45 6 57 2 s5lera ikterik :4 B4; 2 re9leC 5aha!a langsung :E BE; 2 re9leC 5aha!a tidak langsung :E B E; .idung &elinga Mulut : simetris2 de9#rmitas :4;2 septum de%iasi :4; 2 se5ret :4; : normotia2 liang telinga lapang2 re9leC 5aha!a mem+ran timpani :EBE;2 se5ret :4B4; : asimetris de%iasi ke arah deCtra2 kering :E; 2 sian#sis :4;2 t#nsil dan 9aring dalam +atas n#rmal Aeher &h#raC Inspeksi 7epan : Bentuk th#raC n#rmal2 simetris2 p#t#ngan melintang +er+entuk elips 1amping : &idak tampak ki9#sis2 tidak tampak l#rd#sis2 gi++us :4; Belakang : &idak tampak sk#li#sis2 gi++us :4; /arna kulit dinding dada saw# matang2 tidak ikterik2 tidak anemis2 tidak sian#sis2 tidak pu5at2 dilatasi %ena :4;2 tidak tampak e99l#resensi !ang +ermakna &ulang sternum n#rmal2mendatar2 tidak 5ekung2 tidak men#n(#l &ulang iga n#rmal2 tidak terlalu mele+ar2 tidak terlalu men!empit 1ela iga n#rmal2 tidak men!empit2 tidak mele+ar2 tidak ada retraksi : trakea di tengah2 kelen(ar tir#id tidak tera+a2 K?B tidak tera+a pem+esaran :

Bantuan #t#t perna9asan :4; &idak tampak adan!a pulsasi a+n#rmal &idak tampak pulsasi i5tus 5#rdis ?erak perna9asan dinding dada simetris2 tidak ada +agian !ang tertinggal2 tipe perna9asan a+d#min#4t#rakal

alpasi ergerakan na9as kiri dan kanan simetris2 tidak ada +agian !ang tertinggal F#5al 9remitus kanan G kiri I5tus 5#rdis setinggi I-1 ' 15m medial linea mid5la%i5ularis kiri erkusi 7epan : 1#n#r pada kedua lapang paru Batas paru 4 hepar setinggi I-1 ' linea mid5la%i5ularis kanan dengan suara redup Batas paru 4 (antung kanan setinggi I-1 3 ) I-1 ' linea sternalis kanan dengan suara redup Batas +awah paru ) lam+ung setinggi I-1 8 linea aCillaris anteri#r dengan suara timpani Batas paru ) (antung kiri setinggi I-1 ' 15m medial line mid5la%i5ularis kiri dengan suara redup Batas atas (antung setinggi I-1 3 linea parasternalis kiri Margin of isthmus kronig s#n#r 3 (ari pemeriksa simetris pada kanan dan kiri. Auskultasi aru ,antung B, I4II regular2 : 1uara na9as %esikuler2 r#n5hi :4B4;2 whee3ing:4B4; : Irama teratur2 9rekuensi 100 CBmenit B, III H IF :4;2 8pening snap :4;2 e(e5ti#n s#und :4;2 sist#lik 5li5k :4;

Murmur :4;2 gall#p :4; A+d#men Inspeksi : Bentuk a+d#men mendatar dan simetris2 gerak dinding perut simetris2 tidak ada !ang tertinggal2 dinding perut mengem+ang saat inspirasi dan mengempis saat ekspirasi2 tipe perna9asan a+d#min#4 t#rakal2 tidak tampak gerak peristaltik usus. Auskultasi erkusi alpasi : Bising usus 'CBmenit. : erkusi #rientasi pada @ kuadran a+d#men timpani.

: 7inding a+d#men supel2 massa :4;2 de99en5e mus5ular :4;2 turg#r kulit +aik2 n!eri tekan :4;2 n!eri lepas :4;2 hepar tidak tera+a pem+esaran2 +all#tement :4;2 undulasi :4;.

0kstremitas Atas Bawah : akral hangat :EBE;2 #edem :4B4; : akral hangat :EBE;2 #edem :4B4;

Peme*i)saan Re8 a. T(/8he* 4 4 4 4 &#nus s9ingter ani +aik Muk#sa re5tum li5in "eses :4;2 lendir :4;2 darah :4;2 massa :4;2 n!eri :4; r#stat tera+a ken!al2 simetris antar l#+us kanan dan kiri2 tidak tera+a n#dul4n#dul2 n!eri :4; C# PEMERIKSAAN PENUNJANG La+(*a (*i/m 9: J/.i 9!%" Hema (.(,i Aeuk#sit Hasi. 1* Sa /an ri+uBIl Ni.ai N(*ma. @2* ) 921

.em#gl#+in .emat#krit &r#m+#sit Kimia K.ini) E.e) (.i Se*/m Natrium :Na; Kalium :K; Kl#rida:-l; Gin;a. $reum Kreatinin Ha i A1&B1?8& AA&B1? & 2aa. Hem(s asis /aktu erdarahan /aktu em+ekuan

1*23 J 36 J *='

gBdl > ri+uBIl

132= ) 1=2' @0 ) '1 1'0 4 @@0

Hasi. 136 3216 J 109 ** 121 *0 16

Sa /an mm#lBA mm#lBA mm#lBA mgBdA mgBdA m$Bdl m$Bdl

Ni.ai N(*ma. 13@ 4 1'' 32@ 4 @2' 96 ) 108 1= ) @3 0264121 K 33 K '0

3.00 11.*

Menit Menit

146 ' 4 1'

Me a+(.isme Ka*+(hid*a ?luk#sa darah sewaktu 10= MgBdA K110

Ana.isa Gas Da*ah 4ASTRUP7 emeriksaan p. p-8* p8* .-83 * 1aturasi B0 8* 1aturasi .asil =2@88 3628 1=928 *=2* 329 9923 Nilai N#rmal =23'4=2@' 3*4@' 9'204100 *'4*8 4*2'4*2' 9@20410020 1atuan mm.g mm.g MeLBA MeLBA >

2/n,si Jan /n, &r#p#nin I 0200@ K020* MgBml

BNO I3P 4 an,,a. % A,/s /s 9!%"7 BN8 : &ak tampak +a!angan radi##paL pada 5a%um a+d#men et pel%is IF : ?in(al kanan : ukuran2 Bentuk2 letak n#rmal. -al!C min#r dan ma!#r tidak mele+ar2 pel%is renalis mele+ar ?in(al kiri : ukuran 2 +entuk2 letak n#rmal. -al!C min#r dan ma!#r tidak mele+ar. -1 tak mele+ar. $reter kanan : tak mele+ar2 tak tampak sum+atan2 tampak +a!angan #paLue pada +agian pr#Cimal setinggi FA III kanan $reter kiri : tak mele+ar2 tak tampak sum+atan2 kinking :E;

Fesi5a $rinaria: dinding regular &ak tampak 9illing de9e5tB indentasi B additi#nal shad#w #st Miksi : sisa urine +an!ak Kesan : 41uspek Batu Ausent pada ureter kanan pr#Cimal setinggi FA III kanan 4 1uspek 6etensi urine 4"ungsi ekskresi kedua gin(al n#rmal

D# RESUME 8s datang ke I?7 61$7 K#(a +ulan ,uli *013. 7engan keluhan sulit BAK se(ak kurang le+ih 1 +ulan !ang lalu. .ingga tidak keluar sama sekali. 8s (uga mengaku ketika +erkemih perlu menge(an le+ih keras2 sering merasa +elum tuntas saat +erkemih2 han!a +e+erapa tetes serta memerlukan waktu !ang lama2 terkadang malam hari ter+angun untuk +erkemih +e+erapa kali. 1emakin lama ge(ala !ang dialami #s mem+erat. 8s mengaku se+elumn!a pernah mengalami hal serupa tahun *00= dan telah men(alani #perasi &$6 . 8s mengaku di I?7

telah dipasang kateter2 setelah 1* hari terpasang dilepas2 ketika ti+a di rumah namun kem+ali mampet. Bila terpasang kateter keluhan #s +erkurang. 8s memiliki riwa!at hipertensi. 6iwa!at diabetes mellitus 2 pen!akit gin(al2 asthma disangkal #leh #s. 8s dirawat dan diren5anakan untuk dilakukan #perasi &$6 untuk kedua kalin!a. E# DIAGNOSA KERJA B . E 6etensi urine 2# DIAGNOSIS BANDING 1. Aden#5ar5in#ma r#stat *. 1triktura $retra G# PENATALAKSANAAN 6uang erawatan 4 4 4 IF"7 asering '00 55B1* (am Fosmidex 2 x 2 gr iv Remopain 3 x 30 mg iv

O1e*a i< 7ilakukan #perasi sist#sk#pi dan &$6 tanggal 1@ Agustus *013 8perat#r 7iagn#sis pra +edah ,enis #perasi La1(*an (1e*asi : 4 4 asien p#sisi lit#t#mi dalam spinal anestesi2 asepti5 dan antisepti5 Insersi !heath *@ " lensa 30M2 sist#sk#pi tampak +uli. : dr./alu!# 0k# 1utart# 1p.$ : B . retensi : 1ist#sk#pi H &$6 :Trans Urethral Resection rostate;

7iagn#sis pas5a +edah : B . retensi

4 4 4 4 4 4 4

Batu :4; kedua muara ureter n#rmal r#stat l#+us medius +esar2 kissing lobe :4; verumontanum n#rmal 7ilakukan reseksi pr#stat se5ara sistematis2 perdarahan dik#ntr#l -hip dikeluarkan dengan "llic evacuator 1ist#sk#pi ulang 5hip :4;2 perdarahan terk#ntr#l &es BAK :E; asang "#lle! 5atheter *@ "2 3 wa! +al#n 30 55. salah satu terhu+ung dengan Na-l 029> drip.

8perasi selesai

Ins */)si P(s O1e*asi 4 4 4 4 4 4 4 4 4 Awasi tanda %ital2 pr#duksi urin IF"7 Na-l 029> '00 55 B1* (am Fosmidex 2 x 2 gr iv Remopain 3 x 30 mg iv Bed rest *@ (am ertahankan traksi 1 C *@ (am ertahankan drip Na-l 029> tetesan 5epat. Kirim (aringan ke pat#l#gi anat#mi -ek darah lengkap2 elektr#lit p#st #p 5it#

2(..(w U1

%= A,/s /s 9!%" S O : N!eri di +agian penis2 semalam demam2 tu+uh terasa gatal. : &7 1@0B=0 mm.g 1 3=23DN =8 CBmenit 66 *0 CBmenit -#n(un5ti%a anemis >6>? "#le! 5atheter terpasang2 drip :E;2 urine +ag kuning (ernih A P : p#st #p &$6 .E1 : 4 4 4 4 4 4 IF"7 Na-l 029> '00 55 B1* (am Fosmidex 2 x 2 gram iv Remopain 3 x 30 mg i#v -& 3 C 1 ta+ :+ila demam; 7rip Na-l 029> ertahankan traksi

%& A,/s /s 9!%" S : Badan masih agak demam2 BAK masih agak perih dan panas tapi sudah +erkurang dari hari se+elumn!a2 air tampungan masih kemerahan tetapi sudah le+ih (ernih dari hari se+elumn!a. O : &7 1@0B80 mm.g 1 3=2*DN =6 CBmenit 66 18 CBmenit -#n(un5ti%a anemis >6>? "#le! 5atheter terpasang2 drip :E;2 urine +ag kuning kemerahan

A P

: 1(s (1 TURP H>9 :

4 4 4

Fosmidex 2 x 2 gram iv Remopain 3 x 30 mg i#v 7rip st#p

%$ A,/s /s 9!%" 1 8 : tidak ada keluhan. : air tampungan sudah kuning (ernih &7 1'0B80 mm.g 1 362'DN 68 CBmenit 66 16 CBmenit -#n(un5ti%a anemis 565? "#le! 5atheter terpasang2 urine +ag kuning (ernih A P : #st &$6 .E' :

4 A99 kateter 2 #+ser%asi BAK sp#ntan 4 traksi a99 4 A99 IF"7 4 B#leh pulang 5 K#ntr#l ke p#li +edah ur#l#gi H# PROGNOSIS Ad %itam Ad 9un5ti#nam : ad +#nam : ad +#nam

Ad sanati#nam

: du+ia ad +#nam

ANALISA KASUS r#stat : 8rgan repr#duksi pria !ang dipengaruhi h#rm#nal ria usia N '0 tahun 0str#gen meningkat pr#li9erasi sel pr#stat meningkat

Aaki )laki 6* tahun

.!perplasia pr#stat pada 3#na transisi#nal

Fesika urinaria terisi penuh urine &ekanan intra%esika urinaria meningkat .asil BN8 IF 2 pada gin(al kanan tampak pele+aran pel%is renalis 2 dan tampak +a!angan #pak pada i%p pd pr#Cimal setinggi FA III kanan. :#s le+ih rentan ter+entuk lith karena ke5urigaan B . dan men!e+a+kan #+struksi serta aliran lam+at saat miksi; #st miksi :sisa urine +an!ak. 7emam tanda dari in9eksi B in9lamasi 2 urine !ang tersimpan lama dalam +uli. N#5turia.

Aliran urine !ang keluar dari %esi5a urinariaB+uli kurang lan5ar aki+at adan!a #+struksi

Menekan lumen urethra pars pr#stati5a ke arah medial urethra men!empit

K#ntraksi kuat +uli terus4menerus untuk melawan tahanan

1ulit +erkemih erlu menge(an saat BAK2 perlu waktu N lama. BAK menetes diaki+atkan tekanan intra +uli tinggi2 namun harus melewati sum+atan. BAK sering merasa +elum tuntas.

Bisa ter(adi fatigue H kelemahan sara9 untuk m.detrus#r aki+at 9akt#r usia 9ase dek#mpensasi %.u retensi urine akut #s dipasang kateter2 +egitu di lepas +e+erapa saat kemudian kem+ali mampet.

%# La)i5.a)i /sia &9 ah/n 1alah satu #rgan repr#duksi pria adalah pr#stat. ria +erusia diatas '0 tahun akan

mengalami gangguan h#rm#nal2 kadar test#ster#ne menurun2 sedangkan kadar estr#gen relati9 tetap sehingga per+andingan antara estr#gen : test#ster#ne relati9 meningkat. &elah diketahui +ahwa estr#gen di dalam pr#stat +erperan dalam ter(adin!a pr#li9erasi sel4 sel kelen(ar pr#stat dengan 5ara meningkatkan sensiti9itas sel4 sel pr#stat terhadap rangsangan h#rm#n andr#gen2 meningkatkan (umlah resept#r andr#gen2 dan menurunkan (umlah kematian sel4 sel pr#stat :ap#pt#sis;. .asil akhir dari semua keadaan ini adalah2 meskipun rangsangan ter+entukn!a sel4 sel +aru aki+at rangsangan test#ster#ne menurun2 tetapi sel ) sel pr#stat !ang telah ada mempun!ai umur !ang le+ih pan(ang sehingga massa pr#stat (adi le+ih +esar. 1ehingga +e+erapa pria di usia4usia terse+ut mengalami B .. 9# Pem+esa*an P*(s a r#li9erasi sel4sel pr#stat mengarah ke +agian medial !ang tersering adalah 3#na trans%ersalis. ertum+uhan ini men!e+a+kan lumen urethra pars pr#statika men!empit2 +ila terus4menerus maka men!e+a+kan #+struksi pada urethra. 1ehingga aliran urine keluar terham+at atau mengalami #+struksi. &ekanan intra%esika urinaria meningkat aki+at +uli terisi penuh #leh urin. .al ini men!e+a+kan tim+uln!a ge(ala. Maka2 7ikarenakan resistensi urethra daerah pr#stat !ang meningkat2 maka pada awaln!a2 detruss#r men5#+a mengatasi keadaan dengan k#ntraksi le+ih kuat2 serat detruss#r men(adi le+ih te+al dan men#n(#l ke dalam muk#sa +uli. Aama kelamaan detruss#r lelah2 tak mampu +erk#ntraksi2 hal ini mengaki+atkan retensi urine t#tal.

"# Ge;a.a5,e;a.a Be+erapa ge(ala pada #s !ang diaki+atkan #+struksi : 1ulit +erkemih #s perlu menge(an saat +erkemih dan memerlukan waktu !ang le+ih lama. $rine sering menetes diaki+atkan tekanan intra%esika !ang tinggi2 aliran urine harus melewati sum+atan pr#stat. 8t#t4#t#t +uli lam+at laun akan ter(adi gangguan. 1ehingga lemah menahan urin dalam +uli untuk keluar hal ini dise+ut overflow incontinence. 1ering merasa +elum tuntas saat +erkemih aki+at #+struksi pada urethtra pr#statika2 urine masih tersisa dalam %esika urinaria. Be+erapa ge(ala pada #s aki+at tekanan %esika urinaria !ang tinggi : 7emam tanda dari in9eksi B in9lamasi 2 urine !ang tersimpan lama dalam +uli dan p. urin !ang asam merupakan tempat !ang disenangi #leh +akteri untuk +erkem+ang +iak. N#5turia merupakan ge(ala iritasi pada B .2 !ang diaki+atkan residual urine pada +uli dan #s dalam keadaan tidur rangsangan untuk miksi :E;2 namun ada sum+atan pada uretra #s sering ter+angun +erkalai4kali :N 3 kali; untuk +erkemih. 7ari pemeriksaan BN84IF 2 dikarenakan retensi urine karena sum+atan pada urethra pr#statika2 sehingga2 urine p#st miksi masih sangat +an!ak !ang tersisa2 aliran lam+at urine !ang keluar mengaki+atkan #s le+ih rentan untuk ter+entukn!a lith. .al ini terlihat tampak +a!angan #pak setinggi FAIII pada ureter kanan2 dan pele+aran pel%is renalis gin(al kanan. Namun hal ini +elum mem+uat #s mengeluh n!eri pinggang. K#ntraksi kuat +uli terus4menerus untuk melawan tahanan B untuk mengeluarkan urin +isa ter(adi fatigue H kelemahan sara9 untuk m.detrus#r :dapat diaki+atkan 9akt#r usia;

%esik# urinaria mengalami 9ase dek#mpensasi retensi urine akut sehingga #s


tidak dapat +erkemih #s dipasang kateter2 namun +egitu kateter dilepas2 #s mengaku tidak lama kemudian2 #s kem+ali tidak dapat BAK.

7apat ter(adi eru+ahan anat#mis pada +uli dapat terlihat pada saat &$6 . .al ini dise+a+kan #leh resistensi pada leher %esika dan daerah pr#stat meningkatdan detrus#r men(adi le+ih te+al. en#n(#lan serat detrus#r ke dalam :tra+ekulasiO +uli4+uli +al#k;. Muk#sa dapat mener#+#s keluar di antara serat detrus#r. &#n(#lan serat ke5il dinamakan sakula2 +ila +esar dinamakan di%ertikel.

?e(ala

&idak pernah

K 1C setiap 'C ke(adian 1

KP

Kira4kira 1B*

N1B*

.ampir selalu

1elama 1. *. 3.

+ulan

* Q

'

!ang lalu Masih ada sisa urin setelah krn5ing 1ering ken5ing Ken5ing harus +erhenti dan ken5ing lagi +erkali4kali &idak dapat menahan ken5ing an5aran urin lemah .arus menge(an saat mulai ken5ing &er+angun dari tidur untuk ken5ing :n#kturia; Kualitas hidup &idak pernah 1angat senan g 0 1 kali
Q

Q Q

@. '. 6. =.

Q Q Q * kali uas Antara puas dan tidak 1 * puas 3 1angat tidak puas @ Q &idak +ahagia ' 3 kalli @ kali ' kali

1enang

8.

Bagaimana menikmati hidup

dengan keluhan seperti ini &a+el 1. 1k#r Internasi#nal ?e(ala r#stat :I 11;. &#tal sk#r I 11 &n ,aiman G *0

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

ANATOMI r#stat adalah #rgan genital !ang han!a di temukan pada pria karena merupakan penghasil 5airan semen !ang han!a dihasilkan #leh pria. r#stat +er+entuk piramid2 tersusun atas (aringan 9i+r#muskular !ang mengandung kelen(ar. r#stat pada umumn!a memiliki ukuran dengan pan(ang 12*' in5hi atau kira ) kira 3 5m2 mengelilingi uretra pria. 7alam hu+ungann!a dengan #rgan lain2 +atas atas pr#stat +ersam+ung dengan leher +ladder atau kandung kemih. 7i dalam pr#stat didapati uretra. 1edangkan +atas +awah pr#stat !akni u(ung pr#stat +ermuara ke eksternal spinkter +ladder !ang ter+entang diantara lapisan perit#neal. ada +agian depann!a terdapat sim9isis pu+is !ang dipisahkan #leh lapisan ekstraperit#neal. Aapisan terse+ut dinamakan 5a%e #9 6et3ius atau ruangan retr#pu+ik. Bagian +elakangn!a dekat dengan re5tum2 dipisahkan #leh 9as5ia 7en#n%illiers.:*; r#stat memiliki lapisan pem+ungkus !ang di se+ut dengan kapsul. Kapsul ini terdiri dari * lapisan !aitu : :@2'; 1. &rue 5apsule : lapisan 9i+r#sa tipis pada +agian luar pr#stat *. "alse 5apsule : lapisan ekstraperit#neal !ang saling +ersam+ung2 men!elimuti +ladder atau kandung kemih. 1edangkan "as5ia 7en#n%illiers +erada pada +agian +elakang.

,am+a* %# P( (n,an sa,i a. me.a./i 1*(s a dan /*e *a mem+*an(sa? mem1e*.iha )an h/+/n,an ,a*is en,ah da*i s */) /* 1e.@is 4da*i Hinman 2 J*: A .as (< U*(s/*,i8a. Ana (m0# Phi.ade.1hia? -B Sa/nde*s? %$$"? 1 "=&#7 Bentuk pr#stat seperti piramid ter+alik dengan +asis :+asis pr#statae; menghadap ke arah 5#llum %esi5ae. Basis pr#stat melan(utkan diri se+agai 5#llum %esi5a urinaria2 #t#t p#l#s +er(alan tanpa terputus dari satu #rgan ke #rgan lain. $rethra masuk +agian tengah dari +asis pr#stat.. ApeC :apeC pr#statae; menghadap ke arah di9ragma ur#genitale. $rethra meninggalkan pr#stat tepat diatas apeC permukaan anteri#r. r#stat dikelilingi #leh 5apsula pr#stati5a !akni (aringan ikat pada permukaan pr#stat. 7iluar 5apsula terdapat terdapat 9as5ia pr#stati5a2 !ang mem+ungkus 5apsula pr#stati5a2 merupakan +agian dari lapisan %iseral 9as5ia pel%is2 !ang ke arah 5audal melan(utkan diri men(adi 9as5ia diaphragmatis ur#genitalis superi#r dan di9iksasi pada s!mph!sis #sseum pu+is #leh ligamentum pu+#pr#stati5um mediale :ligamentum pu+#%esi5ale;. 1elain di9iksasi #leh ligamentum pu+#pr#stati5um mediale !ang mengandung m. pu+#pr#stati5us2 (uga di9iksasi #leh ligamentum pu+#pr#stati5um laterale pada ar5us tendineus 9as5ia pel%is. ada sisi lateral pr#stat2 diantara 9as5ia pr#stati5a dan 5apsula pr#stati5a terdapat pleCus %en#sus pr#stati5us. leCus %en#sus pr#stati5us menerima %ena d#rsalis penis2 meneruskan aliran darah %en#us kepada pleCus %en#sus %esi5alis dan selan(utn!a +ermuara ke dalam %ena ilia5a interna.

$rethra +er(alan %erti5al menem+us +agian anteri#r pr#stat. Basis pr#stat mempun!ai hu+ungan erat dengan 5#llum %esi5ae2 ke5uali di +agian lateral. -elah !ang ter+entuk diantaran!a terisi #leh pleCus %en#sus %esi5#pr#stati5us dan du5tus e(a5ulat#rius. 2/n,si Ke.en;a* 1*(s a e !ang men!ekresi 5airan en5er2 seperti susu2 !ang mengandung i#n sitrat2 kalsium2i#n 9#s9at2 en3im pem+eku2 dan pr#9i+rin#lisin. 1elama pengisian2 simpai kelen(ar pr#stat +erk#ntraksi se(alan dengan k#ntraksi %as de9erens sehingga 5airan en5er seperti susu !ang dikeluarkan #leh kelen(ar pr#stat menam+ah le+ih +an!ak lagi (umlah semen. 1i9at !ang sedikit +asa dari 5airan pr#stat mungkin penting untuk suatu ke+erhasilan 9ertilisasa #%um2 karena 5airan %as de9erens relati9 asam aki+at adan!a asam sitrat dan hasil akhir meta+#lisme sperma2 dan se+agai aki+at2 akan mengham+at 9ertilisasi sperma. ,uga2 se5ret %agina +ersi9at asam :p. 32' sampai @20;. 1perma tidak dapat +ergerak #ptimal sampai p. sekitarn!a meningkat kira4kira 6 sampai 62'. Aki+atn!a2 merupakan suatu kemungkinan +ahwa 5airan pr#state menetralkan si9at asam dari 5airan lainn!a setelah e(akulasi dan (uga meningkatkan m#tilitas dan 9ertilitas sperma.@ Se8a*a s */8 /*a.? 1*(s a e*di*i da*i : =0> element glanduler H 30> str#ma . str#ma terdiri atas #t#t p#l#s2 9i+r#+last 2 pem+uluh darah2 s!ara92 dan (aringan pen!anggah !ang lain Kapsul k#lagen #t#t p#l#s k#ntraksi selama e(akulasi uB keluarkan sekret $retra +er(alan didalam pr#stat dekat ke anteri#r Krista di garis tengah p#st. angulasi 3'8 :0490; Batas prepr#statika dan pr#statika

P( (n,an )(*(na. me.a./i 1*(s a dan /*e *a mem+*an(sa? 4da*i Hinman 2 J*: A .as (< U*(s/*,i8a. Ana (m0# Phi.ade.1hia? -B Sa/nde*s? %$'$#1# "%=7

Gam+a* 9# Ba,an s)ema i) 1em+a,ian 1*(s a men/*/ M8 Nea.# Da*i P*(s a # Ana (mi +edah# P*(<# D*# D;()( Raha*d;(# Asian Medi8a.# %$$' a# A(na An e*i(* a a/ 3en *a. 1esuai dengan l#+us anteri#r2 tidak pun!a kelen(ar2 terdiri atas str#ma 9i+r#muskular. R#na ini meliputi sepertiga kelen(ar pr#stat. +# A(na Pe*i<e* (Glandula prostatica propria) 1esuai dengan l#+us lateral dan p#steri#r2 meliputi =0> massa kelen(ar pr#stat. 1ekitar =0> kanker pr#stat tim+ul pada 3#ne ini dan umumn!a dise+a+kan #leh pr#statitis kr#nik.

8# A(na Sen *a.is A#kasi terletak antara kedua duktus e(akulat#rius2 sesuai dengan l#+us tengah meliputi *'> massa glandular pr#stat. R#ne ini mengandung *'> dari %#lume pr#stat dan mem+entuk keru5ut disekeliling duktus e(akulat#rius pada +agian dasar %esi5a urinaria. R#ne ini memiliki karakteristik se5ara struktural dan imun#hist#kimia !ang +er+eda dari +agian pr#stat !ang lain2 dan diduga +erasal dari sistem duktus /#l99ian :umumn!a mirip dengan epididimis2 %as de9erens dan %esi5a seminalis; dimana +agian pr#stat !ang lain +erasal dari sinus ur#genital. Berdasarkan hal terse+ut 3#ne sentral (arang terkena pen!akit2 han!a 1 ) '> aden#karsin#ma !ang tim+ul pada l#kasi ini sekalipun terin9iltrasi #leh sel kanker dari 3#ne !ang +erdekatan. d# A(na T*ansisi(na.# R#na ini +ersama4sama dengan kelen(ar periuretra dise+ut (uga se+agai kelen(ar prepr#statik. Merupakan +agian terke5il dari pr#stat2 !aitu kurang le+ih '> tetapi dapat mele+ar +ersama (aringan str#ma 9i+r#muskular anteri#r men(adi +enign pr#stati5 h!perpiasia :B .;. Benign r#stat .!pertr#ph! :B .; umumn!a mun5ul dari 3#ne ini. B . awaln!a merupakan mikr#n#dul kemudian +erkem+ang mem+entuk makr#n#dul disekitar tepi in9eri#r dari urethra prepr#statik tepat diatas %erum#ntanum. Makr#n#dul ini selan(utn!a menekan (aringan n#rmal sekitarn!a pada p#ster#in9eri#r 3#ne peri9er dengan mem+entuk kapsul palsu disekitar (aringan h!perplasia. erkem+angan 3#ne transisi ini menghasilkan gam+aran l#+us pada sisi atas urethra2 A#+us ini pada saatn!a akan menekan urethra pars pr#stati5 dan prepr#statik untuk menim+ulkan ge(ala. 1ekitar *0> dari aden#5arsin#ma ter(adi pada 3#ne ini. e# Ke.en;a*5Ke.en;a* Pe*i/*e *a Bagian ini terdiri dan duktus4duktus ke5il dan susunan sel4sel asinar a+#rti9 terse+ar sepan(ang segmen uretra pr#ksimal.

Gam+a* "# S */) /* dan 1em+a,ian B(na 1*(s a men/*/ M8 Nea.# Ba,an s)ema i) 1em+a,ian 1*(s a men/*/ M8 Nea.# Da*i P*(s a ? Ana (mi +edah? P*(<# D*# D;()( Raha*d;(? Asian Medi8a.? %$$' 3as)/.a*isasi Faskularisasi kelen(ar pr#stat !ang utama +erasal dari : %esikalis in9eri#r :5a+ang dari a. ilia5a interna; a. hem#r#idalisB re5talis media :5a+ang dari a. mesenterium in9eri#r; a. pudenda interna :5a+ang dari a. ilia5a interna;. -a+ang45a+ang dari arteri terse+ut masuk lewat +asis pr#stat di $esico rostatic %unction. en!e+aran arteri di dalam pr#stat di+agi men(adi * kel#mp#k2 !aitu: 1. Kel#mp#k arteri urethra2 menem+us kapsul di p#ster# lateral dari vesico prostatic &unction dan mem+eri perdarahan pada leher +uli4+uli dan kel#mp#k kelen(ar periurethral. *. Kel#mp#k arteri kapsule2 menem+us se+elah lateral dan mem+eri +e+erapa 5a+ang !ang mem%askularisasi kelen(ar +agian peri9er :kel#mp#k kelen(ar paraurethral;.

3ena mem+entuk pleksus %en#sus pr#statikus2 !ang terletak di antara 5apsula pr#stati5a dan selu+ung 9i+r#sa. A.i*an Lim<e Aliran lim9e dari kelen(ar pr#stat mem+entuk pleCus di peri pr#stat !ang kemudian +ersatu untuk mem+entuk +e+erapa pem+uluh utama2 !ang menu(u ke kelen(ar lim9e ilia5a interna 2 ilia5a eksterna2 #+turat#ria dan sakral. Ine*@asi 8t#n#mik simpatik dan parasimpatik dari pleksus pr#statikus. leksus pr#statikus :pleksus pel%ikus; menerima masukan sera+ut parasimpatik dari k#rda spinalis 1*41@ dan simpatik dari ner%us hip#gastrikus :&104A*;. 1timulasi parasimpatik Meningkatkan sekresi kelen(ar pada epitel pr#stat. 6angsangan simpatik Men!e+a+kan pengeluaran 5airan pr#stat ke dalam uretra p#steri#r2 seperti pada saat e(akulasi. 1istem simpatik mem+erikan iner%asi pada #t#t p#l#s pr#stat2 kapsula pr#stat2 dan leher %esi5a urinaria. 7i tempat4tempat itu +an!ak terdapat resept#r adrenergik <. 6angsangan simpatik men!e+a+kan dipertahankan t#nus #t#t p#l#s terse+ut.

ETIOLOGI DAN TEORI TERJADINYA BPH 0ti#l#gi m#lekuker +elum sepenuhn!a (elas r#li9erasi str#ma dan epitel serta gangguan pr#ses ap#pt#sis

Andr#gen2 estr#gen2 interaksi str#ma4epitel2 9akt#r pertum+uhan2 sel4sel in9lamasi2 regulasi ap#pt#sis2 9akt#r genetik

LHRH Hipotalamus Hipofise Adrenal LH FSH

Protein Sintesis

Renal

Inkripsi RNA

Reseptor Inti

andro en

I nti

DHT

Prostat

Testi s

Testosteron: - Free Testosteron - SHBG

DHT

5reductase

Se! Le"di

1kema 1. eran Andr#gen 1. eran Andr#gen62=28 &e#ri ini +erkaitan dengan keseim+angan h#rm#ne estr#gen dan test#ster#ne . &est#ster#n se+agian +esar dihasilkan #leh kedua testis sehingga tim+uln!a pem+esaran pr#stat memerlukan adan!a testis !ang n#rmal. :.uggins2M##re;. &est#ster#n dihasilkan #leh sel Ae!dig atas pengaruh Aitueni3ing .#rm#ne :A.; !ang dihasilkan #leh kelen(ar hip#9isis. Kelen(ar hip#9isis ini menghasilkan A. atas rangsangan A.6. :Auteini3ing h#rm#ne 6eleasing h#rm#ne;. 7isamping testis2 kelen(ar adrenal (uga menghasilkan test#ster#ne atas pengaruh A-&. !ang (uga dihasilkan hip#9isis. ,umlah test#ster#ne !ang dihasilkan #leh testis kira4ira 90 > dari seluruh pr#duksi test#ster#ne sedang !ang 10 > dihasilkan #leh kelNadrenal. 1e+agian +esar test#ster#ne dalam tu+uh +erada dalam keadan terikat dengan pr#tein dalam +entuk serum Binding .#rm#ne. .an!a sekitar *> test#ster#ne +erada dalam keadaan +e+as. &est#ster#ne !ang +e+as inilah !ang memegang peranan penting pada pr#ses ter(adin!a inisiasi pem+esaran pr#stat &est#ser#n +e+as ini dengan en3im ' al9a reduktase akan dihidr#lise men(adi 7ihidr#test#ster#n :7.&; dalam +entuk 7.& inilah !ang kemudian akan diikat #leh resept#r !ang +erada dalam sit#plasma sel pr#stat sehingga mem+entuk 7.&46esept#r k#mpleks . 7.& )resept#r k#mpleks kemudian masuk ke dalam inti sel dan akan mempengaruhi asam

6i+# Nukleat :6NA; untuk men!e+a+kan ter(adin!a sintesis pr#tein sehingga ter(adi pr#li9erasi sel :M5-#nnel; 1. 7engan +ertam+ahn!a usia akan ter(adi peru+ahan keseim+angan test#ster#ne4estr#gen. .al ini dise+a+kan +erkurangn!a pr#duksi test#ster#ne dan ter(adin!a k#%ersi test#ster#ne estr#gen pada (aringan adip#sis di daerah peri9er dengan +antuan en3im ar#matase. 0str#gen inilah !ang kemudian dapat men!e+a+kan ter(adin!a h!perplasia str#ma2 sehingga tim+ul dugaan +ahwa test#ster#ne diperlukan untuk inisiasi ter(adin!a pr#li9erasi sel tetapi kemudian estr#gen !ang akan +erperan untuk perkem+angan str#ma. *. "akt#r ertum+uhan Kemungkinan lainn!a adalah karena peru+ahan k#nsentrasi relati%e test#ster#ne dan estr#gen akan men!e+a+kan pr#duksi dan p#tensiasi 9a5t#r pertum+uhan lain !ang dapat men!e+a+kan ter(adin!a pem+esaran pr#stat. +"?"2 0?"2 K?"2 I?" :7.& se+agai m#dulat#r; pr#li9erasi sel &?"S mengham+at la(u pr#li9erasi :pada B . diham+at 9ungsin!a;

Atau 2 dengan kata lain2 ter(adi regulasi ap#pt#sis. Andr#gen menekan ap#pt#sis. engaruh pada growth factor dan resept#rn!a pr#li9erasi T 2 ap#pt#sisU 3. &e#ri 6eawakening 7ari (aringan kem+ali seperti perkem+angan pada masa tingkat em+ri#l#gik2 sehingga (aringan periuretral dapat tum+uh le+ih 5epat daripada (aringan sekitarn!a. &e#ri ini pernah

di kemukakan #leh M5 Neal. 7imana ter(adi interaksi antara k#mp#nen epitel dan str#ma. 1ehingga2 de9ek pada k#mp#nen str#ma !ang +er9ungsi mengham+at pr#li9erasi dari epitel. @. "akt#r Aainn!a &erdapat peran sel4sel in9lamasi !akni: Aim9#sit & mit#gen str#ma dan epitel hiperplasia kelen(ar dan str#ma "a5t#r geneti5 dan 9amilial Aima puluh persen V !ang men(alani pr#statekt#mi pada usia K 60 tahun dan 9> pria !ang men(alani pr#statekt#mi pada usia N 60 tahun risik# keluarga untuk terkena B .. 6iwa!at keluarga dengan B . risik# N untuk A$&1 sedang4+erat . "a5t#r eti#l#gis lain: 1u+stansi n#nandr#gen dari testis2 Mikr#trauma2 r#laktin

PATO2ISIOLOGI9 .iperplasia pr#stat

en!empitan lumen uretra p#steri#r

eningkatan tekanan intra%esikal

B/.i5+/.i .ipertr#9i #t#t detrus#r &ra+ekulasi 1elula 7i%ertikel +uli4+uli

Gin;a. dan U*e e* 6e9luks %esik#4ureter .idr#ureter .idr#ne9r#sis i#ne9r#sis ?agal gin(al

em+esaran pr#stat men!e+a+kan pen!empitan lumen uretra pr#statika dan mengham+at aliran urin. Keadaan ini men!e+a+kan peningkatan tekanan intra%esikal. $ntuk dapat mengeluarkan urin2 +uli4+uli harus +erk#ntraksi le+ih kuat guna melawan tahanan itu. K#ntraksi !ang terus menerus ini men!e+a+kan peru+ahan anat#mi5 +uli4+uli +erupa hipertrofi otot detrusor2 trabekulasi2 terbentukn'a selula2 sakula dan divertikel buli(buli. eru+ahan struktur pada +uli4+uli terse+ut2 #leh pasien dirasakan se+agai keluhan pada saluran kemih se+elah +awah atau lower urinar' tract s'mptom)*UT!+ !ang dahulu dikenal dengan ge(ala prostatismus.
:6;

&ekanan intra%esikal !ang tinggi diteruskan ke seluruh +agian +uli4+uli tidak terke5uali pada kedua muara ureter. &ekanan pada kedua muara ureter ini dapat menim+ulkan aliran +alik urin dari +uli4+uli ke ureter atau ter(adi refluks vesiko(ureter. Keadaaan ini (ika +erlangsung terus akan mengaki+atkan hidroureter2 hidronefrosis2 +ahkan akhirn!a dapat (atuh ke dalam gagal gin(al. 8+struksi !ang diaki+atkan #leh hiperplasia pr#stat +enigna tidak han!a dise+a+kan #leh adan!a massa pr#stat !ang men!um+at uretra p#steri#r2 tetapi (uga dise+a+kan #leh t#nus #t#t p#l#s !ang ada pada str#ma pr#stat2 kapsul pr#stat2 dan #t#t p#l#s pada leher +ui4+uli. 8t#t p#l#s ini dipersara9i #leh sera+ut simpatis !ang +erasal dari ner%us pudendus. ada B . ter(adi rasi# peningkatan k#mp#nen str#ma terhadap epitel. Kalau pada pr#stat n#rmal rasi# str#ma dis+anding dengan epitel adalah * +anding 12 maka pada B . rasi#n!a meningkat men(adi @ +anding 1. .al ini men!e+a+kan pada B . ter(adi peningkatan t#nus #t#t p#l#s +ila di+andingkan dengan pr#stat n#rmal. 7alam hal ini massa pr#stat !ang men!e+a+kan #+struksi k#mp#nen stati5 sedangkan t#nus #t#t p#l#s !ang merupakan k#mp#nen dinamik se+agai pen!e+a+ #+struksi pr#stat. :10211;

2AKTOR PREDISPOSISI "akt#r predisp#sisi !ang mempengaruhi ter(adin!a B . adalah : %# Kada* H(*m(n

Kadar h#rm#n test#ster#n !ang tinggi +erhu+ungan dengan peningkatan risik# B .. &est#ster#n akan diu+ah men(adi andr#gen !ang le+ih p#ten !aitu dih!dr#test#ster#n :7.&; #leh en3im '<4redu5tase2 !ang memegang peran penting dalam pr#ses pertum+uhan sel4sel pr#stat. 9# Usia ada usia tua ter(adi kelemahan umum termasuk kelemahan pada +uli :#t#t detrus#r; dan penurunan 9ungsi persara9an. eru+ahan karena pengaruh usia tua menurunkan kemampuan +uli4+uli dalam mempertahankan aliran urin pada pr#ses adaptasi #leh adan!a #+struksi karena pem+esaran pr#stat2 sehingga menim+ulkan ge(ala. &estis menghasilkan +e+erapa h#rm#n seks pria2 !ang se5ara keseluruhan dinamakan andr#gen. .#rm#n terse+ut men5akup test#ster#n2 dihidr#test#ster#n dan andr#stenesdi#n. &est#ster#n se+agian +esar dik#n%ersikan #leh en3im '4al9a4reduktase men(adi dihidr#test#ster#n !ang le+ih akti9 se5ara 9isi#l#gis di (aringan sasaran se+agai pengatur 9ungsi ereksi. &ugas lain test#ster#n adalah pema5u li+id#2 pertum+uhan #t#t dan mengatur dep#sit kalsium di tulang. 1esuai dengan pertam+ahan usia2 kadar test#ster#n mulai menurun se5ara perlahan pada usia 30 tahun dan turun le+ih 5epat pada usia 60 tahun keatas. "# Ras 8rang dari ras kulit hitam memiliki risik# * kali le+ih +esar untuk ter(adi B . di+anding ras lain. 8rang4#rang Asia memiliki insidensi B . paling rendah.

C# Riwa0a )e./a*,a 6iwa!at keluarga pada penderita B . dapat meningkatkan risik# ter(adin!a k#ndisi !ang sama pada angg#ta keluarga !ang lain. 1emakin +an!ak angg#ta keluarga !ang mengidap pen!akit ini2 semakin +esar risik# angg#ta keluarga !ang lain untuk dapat terkena B .. Bila satu angg#ta keluarga mengidap pen!akit ini2 maka risik# meningkat * kali +agi !ang lain. Bila * angg#ta keluarga2 maka risik# meningkat men(adi *4' kali. 7ari penelitian terdahulu didapatkan 86 se+esar @2* :9'>2 -I 12=4102*;.=

=# O+esi as 8+esitas akan mem+uat gangguan pada pr#stat dan kemampuan seksual2 tipe +entuk tu+uh !ang mengganggu pr#stat adalah tipe +entuk tu+uh !ang mem+esar di +agian pinggang dengan perut +un5it2 seperti +uah apel. Be+an di perut itulah !ang menekan #t#t #rgan seksual2 sehingga lama4lama #rgan seksual kehilangan kelenturann!a2 selain itu dep#sit lemak +erle+ihan (uga akan mengganggu kiner(a testis. ada #+esitas ter(adi peningkatan kadar estr#gen !ang +erpengaruh terhadap pem+entukan B . melalui peningkatan sensitisasi pr#stat terhadap andr#gen dan mengham+at pr#ses kematian sel4sel kelen(ar pr#stat. +iasan!a +erupa penim+unan lemak pada a+d#men. &# P(.a Die 1uatu studi menemukan adan!a hu+ungan antara penurunan risik# B . dengan mengk#nsumsi +uah dan makanan mengandung kedelai !ang ka!a akan is#9la%#n. Kedelai se+agai estr#gen lemah mampu untuk mem+l#kir resept#r estr#gen dalam pr#stat terhadap estr#gen. ,ika estr#gen !ang kuat ini sampai menstimulasi resept#r dalam pr#stat2 dapat men!e+a+kan B .. 1tudi dem#gra9ik menun(ukkan adan!a insidensi !ang le+ih sedikit tim+uln!a pen!akit pr#stat ini pada laki4laki ,epang atau Asia !ang +an!ak mengk#nsumsi makanan dari kedelai. Is#9la%#n kedelai !aitu genistein dan daid3ein2 se5ara langsung mempengaruhi meta+#lisme test#ster#n. 6isik# le+ih +esar ter(adin!a B . adalah mengk#nsumsi margarin dan mentega2 !ang termasuk makanan !ang mengandung lemak (enuh. K#nsumsi makanan !ang mengandung lemak (enuh !ang tinggi :terutama lemak hewani;2 lemak +erle+ihan dapat merusak keseim+angan h#rm#n !ang +eru(ung pada +er+agai pen!akit. :# A) i@i as Se)s/a. Kelen(ar pr#stat adalah #rgan !ang +ertanggung (awa+ untuk pem+entukan h#rm#n laki4laki. B . dihu+ungkan dengan kegiatan seks +erle+ihan dan alasan ke+ersihan. 1aat kegiatan seksual2 kelen(ar pr#stat mengalami peningkatan tekanan darah se+elum ter(adi e(akulasi. ,ika suplai darah ke pr#stat selalu tinggi2 akan ter(adi ham+atan pr#stat !ang mengaki+atkan kalen(ar terse+ut +engkak permanen. 1eks !ang tidak +ersih #la #+esitas pada laki4laki

akan mengaki+atkan in9eksi pr#stat !ang mengaki+atkan B .. Akti%itas seksual !ang tinggi (uga +erhu+ungan dengan meningkatn!a kadar h#rm#n test#ster#n.

'# Ke+iasaan me*()() Nik#tin dan k#nitin :pr#duk peme5ahan nik#tin; pada r#k#k meningkatkan akti9itas en3im perusak andr#gen2 sehingga men!e+a+kan penurunan kadar test#ster#n.

$# Ke+iasaan min/m5min/man +e*a.)(h(. K#nsumsi alk#h#l akan menghilangkan kandungan 3ink dan %itamin B6 !ang penting untuk pr#stat !ang sehat. Rin5 sangat penting untuk kelen(ar pr#stat. mengurangi kandungan pr#laktin di dalam darah. h#rm#n test#ster#n kepada 7.&. %!# O.ah *a,a ara pria !ang tetap akti9 +er#lahraga se5ara teratur2 +erpeluang le+ih sedikit mengalami gangguan pr#stat2 termasuk B .. 7engan akti9 #lahraga2 kadar dihidr#test#ster#n dapat diturunkan sehingga dapat memperke5il risik# gangguan pr#stat. 1elain itu2 #lahraga akan meng#ntr#l +erat +adan agar #t#t lunak !ang melingkari pr#stat tetap sta+il. 8lahraga !ang dian(urkan adalah (enis !ang +erdampak ringan dan dapat memperkuat #t#t sekitar pinggul dan #rgan seksual. %%# Pen0a)i Dia+e es Me..i /s Aaki4laki !ang mempun!ai kadar gluk#sa dalam darah N 110 mgBdA mempun!ai risik# tiga kali ter(adin!a B .2 sedangkan untuk laki4laki dengan pen!akit 7ia+etes Mellitus mempun!ai risik# dua kali ter(adin!a B . di+andingkan dengan laki4laki dengan k#ndisi n#rmal. DIAGNOSIS r#stat menggunakan 3in5 10 kali lipat di+andingkan dengan #rgan !ang lain. Rin5 mem+antu r#laktin meningkatkan penukaran

I#

ANAMNESIS 4 keluhan2 +erapa lama2 riwa!at trauma 4 in9eksi2 #perasi 4 kesehatan se5ara umum2 9ungsi seksual 4 #+at4#+atan 4 I 11 : = pertan!aan :04';2 nilai maC.3' 04= :ringan2 8419 :sedang2 *043' : +erat ,ualit' of life )-o*+ 14'

?e(ala h!perplasia pr#stat menurut B#!arsk!2 dkk :19==; di+agi atas ge(ala #+strukti9 dan ge(ala iritati9. ?e(ala #+strukti9 dise+a+kan karena pen!empitan uretra pars pr#statika karena didesak #leh pr#stat !ang mem+esar dan kegagalan #t#t detrus#r untuk +erk#ntraksi 5ukup kuat dan atau 5ukup lama sehingga k#ntraksi terputus4putus. ?e(ala4ge(alan!a antara lain :6; 1. .arus menunggu pada permulaan miksi :.esisten5!; *. an5aran miksi !ang lemah : ##r stream; 3. Miksi terputus :Intermitten5!; @. Menetes pada akhir miksi :&erminal dri++ling; '. 6asa +elum puas seha+is miksi :1ensati#n #9 in5#mplete +ladder empt!ing; Mani9estasi klinis +erupa #+struksi pada penderita hipeplasia pr#stat masih tergantung tiga 9a5t#r2 !aitu: a. F#lume kelen(ar periuretral +. 0lastisitas leher %esika2 #t#t p#l#s pr#stat dan kapsul pr#stat 5. Kekuatan k#ntraksi #t#t detrus#r ?e(ala iritati9 dise+a+kan #leh karena peng#s#ngan %esi5a urinaris !ang tidak sempurna pada saat miksi atau dise+a+kan #leh karena hipersensiti9itas #t#t detrus#r karena pem+esaran pr#stat men!e+a+kan rangsangan pada %esi5a2 sehingga %esi5a sering +erk#ntraksi meskipun +elum penuh2 ge(alan!a ialah: 1. Bertam+ahn!a 9rekuensi miksi :"reLuen5!; *. N#kturia

3. Miksi sulit ditahan :$rgen5!; @. 7isuria :N!eri pada waktu miksi; $ntuk menentukan dera(at +eratn!a pen!akit !ang +erhu+ungan dengan penentuan (enis peng#+atan B . dan untuk menilai ke+erhasilan peng#+atan B .2 di+uatlah suatu sk#ring !ang valid dan reliable. &erdapat +e+erapa sistem sk#ring2 di antaran!a sk#r.nternational rostate !koring !'stem :I 11; !ang diam+il +erdasarkan sk#r/merican Urological /ssociation :A$A;. 1istem sk#ring !ang lain adalah sk#r Madsen4I%ersen dan sk#r B#!arski. 1k#r A$A terdiri dari = pertan!aan. asien diminta untuk menilai sendiri dera(at keluhan #+struksi dan iritati9 mereka dengan skala 04'. &#tal sk#r dapat +erkisar antara 043'. 1k#r 04= ringan2 8419 sedang2 dan *043' +erat. :*26213; I 11 043' 04= 8419 *043' Madsen I%ersen 04*= 049 10419 *04*=

6ingan 1edang Berat

$ntuk menentukan kriteria pr#stat !ang mem+esar dapat dilakukan +e+erapa 5ara2 diantaran!a adalah: :62=; 1. 6ektal ?rading +erdasarkan pen#n(#lan pr#stat ke dalam rektum 7era(at 1 : pen#n(#lan 0 ) 15m ke dalam rektum 7era(at * : pen#n(#lan 1 ) *5m ke dalam rektum 7era(at 3 : pen#n(#lan * ) 35m ke dalam rektum 7era(at @ : pen#n(#lan N 35m ke dalam rektum *. Berdasarkan (umlah residual urin: 7era(at 1 : K '0ml 7era(at * : '0 ) 100ml

7era(at 3 : N 100ml 7era(at @ : retensi urin t#tal 3. Intra%esikel grading: 7era(at 1 : pr#stat men#n(#l pada +ladder inlet 7era(at * : pr#stat men#n(#l pada +ladder inlet dengan muara ureter 7era(at 3 : pr#stat men#n(#l sampai muara ureter 7era(at @ : pr#stat men#n(#l melewati muara ureter @. Berdasarkan pem+esaran kedua l#+us lateralis !ang terlihat pada uretr#sk#pi: 7era(at 1 : kissing 15m 7era(at * : kissing *5m 7era(at 3 : kissing 35m 7era(at @ : kissing N 35m. II# PEMERIKSAAN 2ISIK

emeriksaan 5#l#k du+ur atau 7igital 6e5tal 0aminati#n :760; sangat penting. emeriksaan 5#l#k du+ur dapat mem+erikan gam+aran tentang keadaan t#nus spingter ani2 re9lek +ul+# 5a%ern#sus :untuk men!ingkirkan adan!a kelainan +uli4+uli !ang neur#genik;2 muk#sa rektum2 adan!a kelainan lain seperti +en(#lan pada di dalam rektum dan tentu sa(a tera+a pr#stat. ada pera+aan pr#stat harus diperhatikan :6; a. K#nsistensi pr#stat :pada hiperplasia pr#stat k#nsistensin!a ken!al; +. 1imetrisB asimetris 5. Adakah n#dul pada pr#state d. Apakah +atas atas dapat dira+a e. 1ul5us medianus pr#state 9. Adakah krepitasi -#l#k du+ur pada hiperplasia pr#stat menun(ukkan k#nsistensi pr#stat ken!al seperti mera+a u(ung hidung2 l#+us kanan dan kiri simetris dan tidak didapatkan n#dul. 1edangkan pada 5ar5in#ma pr#stat2 k#nsistensi pr#stat keras dan atau tera+a n#dul dan diantara l#+us pr#stat tidak simetris. 1edangkan pada +atu pr#stat akan tera+a krepitas. emeriksaan 9isik apa+ila sudah ter(adi kelainan pada traktus urinaria +agian atas kadang4kadang gin(al dapat tera+a dan apa+ila sudah ter(adi piel#ne9ritis akan disertai sakit pinggang dan n!eri ket#k pada pinggang. Fesi5a

urinaria dapat tera+a apa+ila sudah ter(adi retensi t#tal2 daerah inguinal harus mulai diperhatikan untuk mengetahui adan!a hernia. ?enitalia eksterna harus pula diperiksa untuk melihat adan!a kemungkinan se+a+ !ang lain !ang dapat men!e+a+kan gangguan miksi seperti +atu di 9#ssa na%ikularis atau uretra anteri#r2 9i+r#sis daerah uretra2 9im#sis2 5#ndil#ma di daerah meatus. III# PEMERIKSAAN LABORATORIUM 1edimen urin diperiksa untuk men5ari kemungkinan adan!a pr#ses in9eksi atau in9lamasi pada saluran kemih. emeriksaan kultur urin +erguna dalam men5ari (enis kuman !ang men!e+a+kan in9eksi dan sekaligus menentukan sensiti9itas kuman terhadap +e+erapa antimikr#+a !ang diu(ikan. 7isamping itu pemeriksaan urinalisis dapat mengungkapkan adan!a leuk#situria dan hematuria. B . !ang sudah menim+ulkan k#mplikasi in9eksi saluran kemih2 +atu +uli ) +uli atau pen!akit lain !ang menim+ulkan keluhan miksi2 diantaran!a karsin#ma +uli ) +uli insitu atau striktur uretra pada pemeriksaan urinalisis menun(ukkan adan!a kelainan. ada pasien B . !ang sudah mengalami retensi urin dan telah memakai kateter2 pemeriksaan urinalisis tidak +an!ak man9aatn!a karena seringkali telah ter(adi leuk#situria maupun hematuria aki+at pemasangan kateter. "aal gin(al diperiksa untuk men5ari kemungkinan adan!a pen!ulit !ang mengenai saluran kemih +agian atas. 7ikatakan +ahwa gagal gin(al aki+at B . ter(adi se+an!ak 023 ) 30> dengan rata ) rata 1326>. ?agal gin(al men!e+a+kan resik# ter(adin!a k#mplikasi pas5a +edah :*'>; le+ih sering di+andingkan dengan tanpa disertai gagal gin(al. :1=>; dan m#rtalitas men(adi enam kali le+ih +an!ak. asien A$&1 !ang diperiksa ultras#n#gra9i didapatkan dilatasi s!stem pel%i#klaises 028> (ika kadar kreatinin serum n#rmal dan se+an!ak 1829> (ika terdapat kelainan kadar kreatinin serum. 8leh karena itu pemeriksaan 9aal gin(al ini +erguna se+agai petun(uk perlu tidakn!a melakukan pemeriksaan pen5itraan pada saluran kemih +agian atas2sedangkan gula darah dimaksudkan untuk men5ari kemungkinan adan!a pen!akit dia+etes melitus !ang dapat menim+ulkan kelainan persara9an pada +uli4+uli:+uli4+uli neur#genik;. ,ika di5urigai adan!a keganasan pr#stat perlu diperiksa kadar penanda tum#r prostate specific antigen : 1A;. 1A disintesis #leh sel epitel pr#stat dan +ersi9at #rgan spe5i9i5 tetapi +ukan 5an5er spe5i9i5. 1erum 1A dapat dipakai untuk meramalkan per(alanan pen!akit B .O dalam hal ini (ika kadar 1A tinggi +erarti :

pertum+uhan %#lume pr#stat le+ih 5epat keluhan aki+at B .B la(u pan5aran urine le+ih (elek le+ih mudah ter(adin!a retensi urin akut:1*; 1A.

ertum+uhan %#lume kelen(ar pr#stat dapat diprediksikan dengan +erdasarkan kadar 7ikatakan #leh 6#eh+#rn et al :*000; +ahwa makin tinggi kadar

1A makin 5epat la(u 1A

pertum+uhan pr#stat. &etapi perlu diingat +ahwa kadar 1A dapat meningkat pada peradangan2 semakin tua. 1esuai !ang dikemukakan #leh /i(anark# et al :*003; +ahwa serum (am dilakukan kateterisasi. 6entang 1A !ang dianggap n#rmal +erdasarkan usia adalah : @0 ) @9 tahun : 0 ) *2' ngBml '0 ) '9 tahun : 0 ) 32' ngBml 60 ) 69 tahun : 0 ) @2' ngBml =0 ) =9 tahun : 0 ) 62' ngBml meningkat pada saat ter(adi retensi urin akut dan kadarn!a perlahan ) lahan menurun setelah =*

Meskipun B . +ukan merupakan pen!e+a+ karsin#ma pr#stat2 tetapi kel#mp#k usia B . mempun!ai resik# ter(angkit karsin#ma pr#stat. emeriksaan 1A +ersamaan dengan 5#l#k du+ur le+ih superi#r daripada pemeriksaan 5#l#k du+ur sa(a dalam mendeteksi adan!a karsin#ma pr#stat. 8leh karena itu pada usia ini pemeriksaan 1A men(adi sangat penting guna mendeteksi kemungkinan adan!a karsin#ma pr#stat. 1e+agian +esar guidelines !ang disusun di +er+agai Negara merek#mendasikan pemeriksaaan 1A se+agai salah satu pemeriksaan awal pada B .2 meskipun dengan s!arat !ang +erhu+ungan dengan usia pasien atau harapan hidup pasien. $sia se+aikn!a tidak mele+ihi =0 tahun atau usia harapan hidup le+ih dari 10 tahun2 sehingga (ika memang terdiagn#sis karsin#ma pr#stat2 tindakan radikal masih ada man9aatn!a. I3# PENCITRAAN "#t# p#l#s a+d#men +erguna untuk men5ari adan!a +atu #pak di saluran kemih2 adan!a +atu2kalkul#sa pr#stat dan kadangkala dapat menun(ukkan +a!angan +uli4+uli !ang penuh terisi

urin2 !ang merupakan tanda dari suatu retensi urin. kemungkinan adan!a: :621*;

emeriksaan IF

dapat menerangkan

1; Kelainan pada gin(al maupun ureter +erupa hidr#ureter atau hidr#ne9r#sis *; Memperkirakan +esarn!a kelen(ar pr#stat !ang ditun(ukkan #leh adan!a indentasi prostat:pendesakan +uli4+uli #leh kelen(ar pr#stat; atau ureter di se+elah distal !ang +er+entuk seperti mata kail atau hooked fish 3; en!ulit !ang ter(adi pada +uli4+uli !aitu2 adan!a tra+ekulasi2 di%ertikel atau sakulasi +uli4+uli emeriksaan IF ini sekarang tidak direk#mendasikan pada B ..

0ormal

1Fish 2ook /pperance3

emeriksaan $1? dapat dilakukan melalui trans a+d#minal atau trans abdominal ultrasonograph':&A$1; dan trans uretra atau trans uretral ultrasonograph':&6$1;. 7ari &A$1 diharapkan mendapat in9#rmasi mengenai: :6; 1; *; erkiraan %#lume:+esar; pr#stat an(ang pr#trusi pr#stat ke +uli4+uli atau intra prostatic protrusion:I ;

3; Mungkin didapatkan kelainan pada +uli4+uli:massa2 +atu atau +ekuan darah; @; Menghitung sisa:residu; urin pas5a miksi '; .idr#ne9r#sis atau kerusakan gin(al aki+at #+struksi pr#stat ada pemeriksaan &6$1 di5ari kemungkinan adan!a 9#5us keganasan +erupa area hip#ek#ik dan kemudian se+agai penun(uk:guidan5e; dalam melakukan +i#psi pr#stat. I diukur dari u(ung t#n(#lan :pr#trusi; pr#stat di dalam +uli4+uli hingga dasar:+asis; +erhu+ungan dengan dera(at #+struksi pada leher +uli4

sirkum9erensi +uli4+uli. 7era(at 1 +esarn!a W 12' mm2 dera(at * +esarn!a X '410 mm2 dan dera(at 3 +esarn!a X 10 mm. Besarn!a I dera(at I +uli:B88;2 (umlah urin sisa pas5a miksi2 dan %#lume pr#stat. Artin!a adalah pasien dengan rendah2 tidak menun(ukkan urin residu !ang +ermakna:K 100 ml;2 dan tidak dera(at tinggi ter+ukti mempun!ai urin sisa N menun(ukkan keluhan !ang n!ata2 sehingga tidak memerlukan terapi atau pem+edahan. 1e+alikn!a pada pasien !ang menun(ukkan I agresi9. 100 ml2 dengan keluhan !ang +ermakna dan pasien seperti ini mem+utuhkan terapi !ang le+ih

4 2 dengan hipoekoik nodul 3# PEMERIKSAAN LAINNYA 6esidual urine !ang merupakan (umlah sisa urin setelah miksi. 1isa urin ini dapat dihitung dengan 5ara melakukan kateterisasi setelah miksi atau dapat ditentukan dengan

emeriksaan dera(at #+struksi pr#stat dapat diperkirakan dengan 5ara mengukur:

pemeriksaan $1? setelah miksi.

engukuran dengan kateterisasi le+ih akurat

di+andingkan dengan $1? setelah miksi2 tetapi tidak mengenakkan +agi pasien dan memiliki k#mplikasi. &u(uh puluh delapan persen pria n#rmal memiliki residu urin kurang dari ' ml dan semua pria n#rmal memiliki residu urin tidak le+ih dari 1* ml. emeriksaan dengan menggunakan kateterisasi le+ih akurat di+andingkan dnegan $1?2 tetapi tidak mengenakkan +agi pasien dan dapat men!e+a+kan 5edera uretra dan I1K2 hingga ter(adi +akterimia. 1elain itu pengukuran %#lume residual urin memiliki %ariasi indi%idual !ang tinggi. Fariasi per+edaan %#lume residual urin ini tampak n!ata pada residual urin !ang 5ukup +an!ak le+ih dari 1'0 ml sedangkan %#lume residual urin !ang tidak terlalu +an!ak atau kurang dari 1*0 ml hasil pengukuran dari wak!u ke waktu hamper sama.7ahulu para spesialis ur#l#gi +eranggapan +ahwa %#lume residual urin !ang meningkat menandakan adan!a #+struksi sehingga perlu dilakukan pem+edahanO namun tern!ata peningkatan %#lume residual urin tidak selalu menun(ukkan +eratn!a gangguan pan5aran urin atau +eratan!a #+struksi. .al ini diperkuat dengan pern!ataan raset!awan dan 1umardi :*003;2 +ahwa %#lume residual urin tidak dapat menerangkan adan!a #+struksi saluran kemih. Namun +agaimanapun adan!a %#lume residual urin +erarti menun(ukkan telah adan!a gangguan miksi./at5h9ul waiting +iasan!a akan gagal apa+ila terdapat %#lume residual urin !ang 5ukup +an!ak2 demikian pula pada %#lume residual urin le+ih dari 3'0ml sering kali telah ter(adi dis9ungsi pada +uli ) +uli sehingga terapi medikament#sa +iasan!a tidak akan mem+erikan hasil !ang memuaskan. Be+erapa Negara terutama di er#pa merek#mendasikan pemeriksaan F6 se+agai +agian dari pemeriksaan awal B . dan untuk mem#nit#r setelah wat5h9ul waiting. Karena %ariasi intraindi%idual !ang 5ukup tinggi2 pemeriksaan F6 dilakukan le+ih dari satu kali dan se+aikn!a diker(akan melalui $1? transa+d#minal. an5aran urin atau 9l#w rate dapat dihitung se5ara sederhana !aitu dengan menghitung (umlah urin di+agi dengan laman!a miksi +erlangsung :mlBdetik; atau dengan alat ur#9l#metri !ang men!a(ikan gam+aran gra9ik pan5aran urin. emeriksaan !ang le+ih teliti adalah dengan pemeriksaan ur#dinamika karena dengan pemeriksaan ini dapat di+edakan pan5aran urin !ang lemah terse+ut dise+a+kan karena #+struksi leher +uli4+uli dan uretra atau kelemahan k#ntraksi #t#t detrus#r.pemeriksaan ini 5#5#k untuk pasien !ang akan men(alani pem+edahan2 karena mungkin sa(a keluhan miksi !ang dialami

pasien dise+a+kan karena kelemahan #t#t detrus#r sehingga tindakan melakukan des#+truksi akan tidak +erman9aat.Meskipun pemeriksaan dilakukan se5ara in%asi%e akan tetapi pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan !ang paling +aik dalam menentukan dera(at #+struksi pr#stat dan mampu meramalkan ke+erhasilan suatu tindakn pem+edahan. 1ensiti9itas pemeriksaan ini 8= > dan spesi9isitasn!a 93> dan nilai prediksi p#siti9 se+esar 9' >. Indikasi pemeriksaan ur#dinamika adalah : Berusia kurang dari '0 tahun atau le+ih dari 80 tahun F#lume residual urin N 300 ml YmaC N 10 mlB detik 1etelah menlalani pem+edahan radikal di daerah pel%is 1etelah gagal dengan terapi in%asi%e Ke5urigaan adan!a +uli ) +uli neur#genik DIAGNOSIS 1. Anamnesis : adan!a ge(ala #+strukti9 dan ge(ala iritati9 *. emeriksaan 9isik : terutama 5#l#k du+ur O hiperplasia pr#stat tera+a se+agai pr#stat !ang mem+esar2 k#nsistensi ken!al2 permukaan rata2 asimetri dan men#n(#l ke dalam rektum. 1emakin +erat dera(at hiperplasia pr#stat +atas atas semakin sulit untuk dira+a. 3. emeriksaan la+#rat#rium : +erperan dalam menentukan ada tidakn!a k#mplikasi.

DIAGNOSIS BANDING %# Kand/n, )emih ne/*(1a i? dise+a+)an (.eh : 1. kelainan neur#l#gik *. neur#pati peri9er 3. dia+etes mellitus @. alk#h#lisme

'. 9armak#l#gik :#+at penenang2 pengham+at al9a dan parasimpat#litik; 6. as5a +edah radikal di pel%is

=. Kelainan di Medula spinalis !ang men!e+a+kan lemahn!a detruss#r kandung kemih 9# O+s */)si </n,si(na. : 1. dis4sinergi detrus#r4s9ingter terganggun!a k##rdinasi antara k#ntraksi detrus#r dengan relaksasi s9ingter *. ketidaksta+ilan detrus#r @. Ke)a)/an .ehe* )and/n, )emih :"i+r#sis :Bladder ne5k 5#ntra5ture; =# Resis ensi /*e *a 0an, menin,)a dise+a+)an (.eh : 1. hiperplasia pr#stat (inak atau ganas *. kelainan !ang men!um+atkan uretra 3. uretralitiasis atau +atu saluran kemih @. uretritis akut atau kr#nik '. 1triktur uretra 6. r#statitis akut atau kr#nis

Ka e,(*i ?e(ala Klinis

BPH A$&1

Ca# P*(s a A$&1

P*(s a i is A$&1 E tanda4

tanda in9eksi 760 Ken!al2 &idak Keras2 irregular n#dular2 -#l#k sangat sehingga du+ur n!eri tidak

+ern#dul2 simetris

dilakukan 1A N#rmal N @ ngBdA dg 760 N#rmal a+n#rmal &6$1 em+esaran pr#stat !ang tidak hiperBhip#e5h#i5 em+esaran r#stat hipere5h#i5 !ang em+esaran r#stat hip#e5(#i5 !ang

PENATALAKSANAAN &u(uan terapi pada pasien hiperplasia pr#stat adalah: :1*213; 1; Memper+aiki keluhan miksi *; Meningkatkan kualitas hidup 3; Mengurangi #+struksi in9ra%esika @; Mengem+alikan 9ungsi gin(al (ika ter(adi gagal gin(al '; Mengurangi %#lume residu urin setelah miksi 6; Men5egah pr#gresi9itas pen!akit O+se*@asi /at5h9ul wat5hing Medi)amen (sa Te*a1i in e*@ensi Pem+edahan r#statekt#mi ter+uka Antag#nis adrenergik4 0nd#ur#l#gi: < &$6 &$I &$A 0lektr#%ap#risasi Inhi+it#r reduktase4'< "it#terapi

In@asi< minima. &$M& &$NA 1tent uretra .I"$ &$B7

ilihan &erapi pada B .*

-a 8h</. wai in, /at5h9ul waiting artin!a pasien tidak mendapatkan terapi apapun tetapi perkem+angan pen!akitn!a tetap diawasi #leh d#kter. ilihan tanpa terapi ini ditu(ukan untuk pasien B . dengan sk#r I 11 di+awah =2 !aitu keluhan ringan !ang tidak menggangu akti%itas sehari4hari. ada wat5h9ul waiting2 pasien tidak mendapatkan terapi apapun dan han!a di+eri pen(elasan mengenai sesuatu hal !ang mungkin dapat memper+uruk keluhann!a2 misaln!a: :1@21'; ,angan +an!ak minum dan mengk#nsumsi k#pi atau alk#h#l setelah makan malam Kurangi k#nsumsi makanan atau minuman !ang men!e+a+kan iritasi pada +uli4+uli :k#pi atau 5#kelat; Batasi penggunaan #+at4#+at in9luen3a !ang mengandung 9enilpr#pan#lamin Kurangi makanan pedas dan asin ,angan menahan ken5ing terlalu lama 1etiap 6 +ulan2 pasien diminta untuk datang k#ntr#l dengan ditan!a dan diperiksa tentang peru+ahan keluhan !ang dirasakan2 I 112 pemeriksaan la+#rat#rium pemeriksaan la(u pan5aran urine2 maupun %#lume residual urine. ,ika keluhan miksi +ertam+ah (elek daripada se+elumn!a2 mungkin perlu dipikirkan untuk memilih terapi !ang lain. Medi)amen (sa 1e+agai pat#kan (ika sk#r I 11 N= +erarti pasien perlu mendapatkan terapi medikament#sa atau terapi lain. &u(uan terapi medikament#sa adalah +erusaha untuk: :1*; Mengurangi resistensi #t#t p#l#s pr#stat se+agai k#mp#nen dinamik pen!e+a+ #+struksi in9ra%esika dengan #+at4#+atan pengham+at adrenergik4a Mengurangi %#lume pr#stat se+agai k#mp#nen statik dengan 5ara menurunkan kadar h#rm#n test#ster#n atau dihidr#test#ster#n melalui pengham+at 'a4reduktase 1elain kedua 5ara diatas2 sekarang +an!ak dipakai terapi menggunakan 9it#9armaka !ang mekanismen!a +elum (elas.

Pen,ham+a *ese1 (* ad*ene*,i)5D

eng#+atan dengan antag#nis adrenergik4< +ertu(uan mengham+at k#ntraksi #t#t p#l#s pr#stat sehingga mengurangi resistensi t#nus leher +uli4+uli dan uretra. "en#ksi+en3amine adalah #+at antag#nis adrenergik4< n#n selekti9 !ang pertama kali diketahui mampu memper+aiki la(u pan5aran miksi dan mengurangi keluhan miksi. Namun #+at ini tidak disenangi #leh pasien karena men!e+a+kan k#mplikasi sistemik !ang tidak diharapkan2 diantaran!a adalah hip#tensi p#stural dan men!e+a+kan pen!ulit lain pada sistem kardi#%askuler.:=21*; 7iketemukann!a #+at antag#nis adrenergik4<1 dapat mengurangi pen!ulit sistemik !ang diaki+atkan #leh e9ek ham+atan pada4<* dari 9en#ksi+en3amin. Be+erapa g#l#ngan #+at antag#nis adrenergik4<1 !ang selekti9 mempun!ai durasi #+at !ang pendek :sh#rt a5ting; diantaran!a adalah pra3#sin !ang di+erikan dua kali sehari2 dan durasi #+at !ang pan(ang :l#ng a5ting; !aitu tera3#sin2 d#ksa3#sin2 dan al9u3#sin !ang 5ukup di+erikan sekali sehari. Akhir4akhir ini telah diketemukan pula g#l#ngan pengham+at adrenergik4 <1A2 !aitu tamsul#sin !ang sangat selekti9 terhadap #t#t p#l#s pr#stat. 7ilap#rkan #+at ini mampu memper+aiki pan5aran miksi tanpa menim+ulkan e9ek terhadap tekanan darah maupun den!ut (antung. Pen,ham+a =D5*ed/) ase 8+at ini +eker(a dengan 5ara mengham+at pem+entukan dihidr#test#ster#n :7.&; dar# test#ster#n !ang dikatalisis #leh en3im '<4reduktase di dalam sel pr#stat. Menurunn!a kadar 7.& men!e+a+kan sintesis pr#tein dan replikasi sel pr#stat menurun. 7ilap#rkan +ahwa pem+erian #+at ini :9inasteride; ' mg sehari !ang di+erikan sekali setelah 6 +ulan mampu men!e+a+kan penurunan pr#stat hingga *8>2 dan hal ini memper+aiki keluhan miksi dan pan5aran miksi. 2i (<a*ma)a Be+erapa ekstrak tum+uh4tum+uhan tertentu dapat dipakai untuk memper+aiki ge(ala aki+at #+struksi pr#stat2 tetapi data4data 9armak#l#gik tentang kandungan 3at akti9 !ang mendukung mekanisme ker(a #+at 9it#terapi sampai saat ini +elum diketahui se5ara pasti. Kemungkinan 9it#terapi +eker(a se+agai: anti4ester#gen2 anti4andr#gen2 menurunkan kadar seC

h#rm#ne +inding gl#+ulin :1.B?;2 inhi+isi +asi5 9i+r#+last gr#wth 9a5t#r :+"?"; dan epidermal gr#wth 9a5t#r :0?";2 menga5aukan meta+#lisme pr#staglandin2 e9ek anti in9lamasi2 menurunkan #ut9l#w resistan5e2 dan memperke5il %#lume pr#stat. 7iantara 9it#terapi !ang +an!ak dipasarkan adalah: lainn!a. Pem+edahan en!elesaian masalah pasien B . (angka pan(ang !ang paling +aik saat ini adalah pem+edahan2 karena pem+erian #+at4#+atan atau terapi n#n in%asi9 lainn!a mem+utuhkan (angka waktu !ang sangat lama untuk melihat hasil terapi.:1*; 7es#+struksi kelen(ar pr#stat akan men!em+uhkan ge(ala #+struksi dan miksi !ang tidak terlampias. Pem+edahan di*e)(mendasi)an 1ada 1asien BPH 0an,: 1; &idak menun(ukkan per+aikan setelah terapi medikament#sa *; Mengalami retensi urin 3; In9eksi saluran kemih +erulang @; .ematuria '; ?agal gin(al 6; &im+uln!a +atu saluran kemih atau pen!ulit lain aki+at #+struksi saluran kemih +agian +awah P*(s a e) (mi e*+/)a Be+erapa ma5am teknik #perasi pr#statekt#mi ter+uka adalah met#de dari Millin !aitu melakukan enukleasi kelen(ar pr#stat melalui pendekatan retr#pu+ik in9ra%esika2 "re!er melalui pendekatan suprapu+ik trans%esika2 atau transperineal. r#statekt#mi ter+uka adalah tindakan !ang paling tua !ang masih +an!ak diker(akan saat ini2 paling in%asi92 dan paling e9isien se+agai terapi B .. r#statekt#mi ter+uka dapat dilakukan melalui pendekatan suprapu+ik trans%esika atau in9ra%esika. r#statekt#mi ter+uka dian(urkan untuk pr#stat !ang sangat +esar :N100 gram;. en!ulit !ang dapat ter(adi setelah pr#statekt#mi ter+uka adalah ink#ntinensia urin2 imp#tensi2 e(akulasi retr#grad2 dan k#ntraktur +uli4+uli. 7i+andingkan dengan &$6 dan &$I 2 pen!ulit !ang ter(adi +erupa striktura uretra dan e(akulasi retr#grad le+ih +an!ak di(umpai pada 'geum africanum5 !erenoa repens5 2'poxis rooperi5 Radix urtica dan masih +an!ak

pr#statekt#mi ter+uka. er+aikan ge(ala klinis se+an!ak 8'4100> dan angka m#rtalitas se+an!ak *>. :1@;Gam+a* di+awah ini 1*(s a e) (mi Re *(1/+i) 4Mi..ene7

Gam+a* di+awah ini ada.ah 1*(s a e) (mi e*+/)a T*ans@esi)a. 42*e0e*7

End(/*(.(,i 1aat ini tindakan &$6 merupakan #perasi paling +an!ak diker(akan di seluruh dunia. 8perasi ini le+ih disenangi karena tidak diperlukan insisi pada kulit perut2 masa perawatan le+ih 5epat2 dan mem+erikan hasil !ang tidak +an!ak +er+eda dengan tindakan #perasi ter+uka. em+edahan end#ur#l#gi transuretra dapat dilakukan dengan memakai tenaga elektrik &$6 atau dengan memakai energi laser. 8perasi terhadap pr#stat +erupa reseksi :&$6 ;2 insisi :&$I ;2 atau e%ap#rasi. ada &$6 2 kelen(ar pr#stat dip#t#ng men(adi +agian4+agian (aringan pr#stat !ang dinamakan 5ip pr#stat !ang akan dikeluarkan dari +uli4+uli melalui e%akuat#r 0llik.
:629;

TURP 4 *ans/*e h*a. *ese8 i(n (< he 1*(s a e7

6eseksi kelen(ar pr#stat dilakukan transuretra dengan mempergunakan 5airan pem+ilas agar daerah !ang akan direseksi tetap terang dan tidak tertutup #leh darah. -airan !ang digunakan adalah +erupa larutan n#n i#ni52 !ang dimaksudkan agar tidak ter(adi hantaran listrik pada saat #perasi. -airan !ang sering dipakai dan hargan!a 5ukup murah !aitu . *8 steril :aLuades;. 1alah satu kerugian dari aLuades adalah si9atn!a !ang hip#t#nik sehingga 5airan ini dapat masuk ke sirkulasi sistemik melalui pem+uluh darah %ena !ang ter+uka pada saat reseksi. Kele+ihan .*8 dapat men!e+a+kan ter(adin!a hip#natremia relati9 atau ge(ala int#ksikasi air atau dikenal dengan sindr#ma &$6 . 1indr#ma ini ditandai dengan pasien !ang mulai gelisah2 kesadaran s#mn#len2 tekanan darah meningkat2 dan terdapat +radikardi. ,ika tidak segera diatasi2 pasien akan mengalami edema #tak !ang akhirn!a (atuh ke dalam k#ma dan meninggal. Angka m#rtalitas sindr#ma &$6 ini adalah se+esar 0299>. $ntuk mengurangi resik# tim+uln!a sindr#ma &$6 #perat#r harus mem+atasi diri untuk tidak melakukan reseksi le+ih dari 1 (am. 7i samping itu +e+erapa #perat#r memasang sist#st#mi suprapu+ik terle+ih dahulu se+elum reseksi diharapkan dapat mengurangi pen!erapan air ke sirkulasi sistemik. enggunaan 5airan n#n i#ni5 lain selain . *8 !aitu glisin dapat mengurangi resik# hip#natremia pada &$6 2 tetapi karena hargan!a 5ukup mahal +e+erapa klinik ur#l#gi di Ind#nesia le+ih memilih pemakaian aLuades se+agai 5airan irigasi. Pada sind*(ma TURP 0an, di a)/ )an ada.ah e*;adin0a hi1(na *emi *e.a i@e dimana )ada* Na *i/m 0an, *endah dia*ena)an H9O 0an, mas/) )eda.am si*)/.asi @ena dan mem+/a da*ah men;adi .e+ih en8e*# Ha. ini mem+/a .e+ih *en an e*;adin0a e)s *a@asasi 8ai*an )e in e*s isia.? 0an, mem+/a 0an, is( (ni8# 1elain sindr#ma &$6 +e+erapa pen!ulit +isa ter(adi pada saat #perasi2 pas5a +edah dini2 maupun pas5a +edah lan(ut. en!ulit saat #perasi meliputi perdarahan2 sindr#ma &$6 2 dan per9#rasi. en!ulit pas5a +edah dini meliputi perdarahan dan in9eksi l#kal atau sistemik. en!ulit pas5a +edah lan(ut meliputi ink#ntinensia urin2 dis9ungsi ereksi2 e(akulasi retr#grad2 dan striktura uretra.* e*;adin0a edema di +e*+a,ai (*,an sa.ah sa /n0a ( a)# Sehin,,a di,/na)ann0a ,.isin dian,a1 .e+ih +ai)? )a*ena ,.isin me*/1a)an 8ai*an

TUIP 4 *ans/*e h*a. in8isi(n (< he 1*(s a e7 &$I atau insisi leher +uli4+uli :bladder neck insicion; direk#mendasikan pada pr#stat !ang ukurann!a ke5il :kurang dari 30 5m3;2 tidak di(umpai pem+esaran l#+us medius2 pada pasien !ang umurn!a masih muda2 dan tidak diketemukan adan!a ke5urigaan karsin#ma pr#stat. &eknik ini dip#pulerkan #leh 8randi pada tahun 19=32 dengan melakukan m#n# insisi atau +ilateral insisi mempergunakan pisau -#lling mulai dari muara ureter2 leher +uli4+uli4 sampai ke %erum#ntanum. Insisi diperdalam hingga kapsula pr#stat. /aktu !ang di+utuhkan le+ih 5epat2 dan le+ih sedikit menim+ulkan k#mplikasi di+andingkan dengan &$6 . &$I mampu memper+aiki keluhan aki+at B . dan meningkatkan YmaC meskipun tidak se+aik &$6 . :629; 1e+elum melakukan tindakan ini2 harus disingkirkan kemungkinan adan!a karsin#ma pr#stat dengan melakukan 5#l#k du+ur2 melakukan pemeriksaan $1? transrektal2 dan pengukuran kadar 1A.

Lase* 1*(s a e) (mi &erdapat @ (enis energi !ang dipakai2 !aitu: Nd:ZA?2 .#lmium:ZA?2 K& : ZA?2 dan di#de !ang dapat dipan5arkan melalui bare fibre5 right angle fibre2 atau intersitial fibre. Kelen(ar pr#stat pada suhu 60046'0- akan mengalami k#agulasi dan pada suhu !ang le+ih dari 1000mengalami %ap#risasi.

,ika di+andingkan dengan pem+edahan2 pemakaian Aaser tern!ata le+ih sedikit menim+ulkan k#mplikasi2 dapat diker(akan se5ara p#liklinis2 pen!em+uhan le+ih 5epat dan dengan hasil !ang kurang le+ih sama2 tetapi kemampuan dalam meningkatkan per+aikan ge(ala miksi maupun pan5aran maksimal tidak se+aik &$6 . 7isamping itu terapi ini mem+utuhkan terapi ulang *> setiap tahun. Kekurangann!a adalah tidak dapat diper#leh (aringan untuk pemeriksaan pat#l#gi :ke5uali pada .#:ZA?;2 sering +an!ak menim+ulkan disuria pas5a +edah !ang dapat +erlangsung sampai * +ulan2 tidak langsung dapat miksi sp#ntan setelah #perasi2 dan peak flow rate le+ih rendah dari pada pas5a &$6 . :6; enggunaan pem+edahan dengan energi Aaser telah +erkem+ang dengan pesat akhir4 akhir ini. enelitian klinis memakai Nd:ZA? menun(ukkan hasil !ang hampir sama dengan 5ara des#+struksi &$6 2 terutama dalam per+aikan sk#r miksi dan pan5aran urine. Meskipun demikian e9ek le+ih lan(ut dari Aaser masih +elum +an!ak diketahui. &eknik ini dian(urkan pada pasien !ang memakai terapi antik#agulan dalam (angka waktu lama atau tidak mungkin dilakukan tindakan &$6 karena kesehatann!a.

E.e) *(@a1(*asi -ara elektr#%ap#risasi pr#stat hampir mirip dengan &$6 2 han!a sa(a teknik ini memakai roller ball !ang spesi9ik dan dengan mesin diatermi !ang 5ukup kuat2 sehingga mampu mem+uat %ap#risisai kelen(ar pr#stat. &eknik ini 5ukup aman2 tidak +an!ak menim+ulkan perdarahan pada saat #perasi2 dan masa tinggal di rumah sakit le+ih singkat. Namun teknik ini

han!a diperuntukkan pada pr#stat !ang tidak terlalu +esar :K'0 gram; dan mem+utuhkan waktu #perasi !ang le+ih lama. TINDAKAN IN3ASI2 MINIMAL 1elain tindakan in%asi92 saat ini sedang dikem+angkan tindakan in%asi9 minimal !ang terutama ditu(ukan untuk pasien !ang mempun!ai resik# tinggi terhadap pem+edahan. &indakan in%asi9 minimal itu diantaran!a: :=; &$M& :transurethral mi5r#wa%e therm#therap!; &$NA :transurethral needle a+lati#n #9 the pr#state; emasangan stent :pr#sta5ath;2 .I"$ : high intensit! 9#5used ultras#und;2 dan dilatasi dengan +al#n :&$B7 atau transurethral +all##n dilatati#n;

The*m( he*a10 &erm#terapi kelen(ar pr#stat adalah pemanasan dengan gel#m+ang mikr# pada 9rekuensi 91'41*93 M.3 !ang dipan5arkan melalui antena !ang diletakkan di dalam uretra. 7engan pemanasan N @'0- sehingga menim+ulkan destruksi (aringan pada 3#na transisi#nal pr#stat karena nekr#sis k#agulasi. Makin tinggi suhu di dalam (aringan pr#stat makin +aik hasil klinik !ang didapatkan2 tetapi makin +an!ak menim+ulkan e9ek samping. r#sedur ini seringkali tidak memerlukan perawatan di rumah sakit2 namun masih harus memakai kateter dalam (angka waktu lama. 1ering kali diperlukan waktu 346 minggu untuk menilai kepuasan pasien terhadap terapi ini. &idak +an!ak menim+ulkan perdarahan sehingga 5#5#k diindikasikan pada pasien !ang memakai terapi antik#agulansia. 0nergi !ang dihasilkan #leh &$M& +erasal dari gel#m+ang mikr# !ang disalurkan melalui kateter ke dalam kelen(ar pr#stat sehingga dapat merusak kelen(ar pr#stat !ang diinginkan. ,aringan lain dilindungi #leh sistem pendingin guna menghindari dari kerusakan selama pr#ses pemanasan +erlangsung. M#r+iditasn!a rendah dan dapat diker(akan tanpa pem+iusan. &$M& terdiri atas energi rendah dan energi tinggi. &$M& energi rendah diperuntukkan +agi aden#ma !ang ke5il dan #+struksi ringan2 sedangkan &$M& energi tinggi untuk pr#stat !ang +esar dan #+struksi !ang le+ih +erat. &$M& energi tinggi menghasilkan

resp#n terapi !ang le+ih +aik2 tetapi menim+ulkan m#r+iditas !ang le+ih +esar daripada !ang energi rendah. :629;

TUNA 4 *ans/*e h*a. need.e a+.a i(n (< he 1*(s a e7 &eknik ini memakai energi dari 9rekuensi radi# !ang menim+ulkan panas sampai men5apai 1000-2 sehingga men!e+a+kan nekr#sis (aringan pr#stat. 1istem ini terdiri atas kateter &$NA !ang dihu+ungkan dengan generat#r !ang dapat mem+angkitkan energi pada 9rekuensi radi# @90 k.3. Kateter dimasukkan ke dalam uretra melalui sist#sk#pi dengan pem+erian anastesi t#pikal C!l#5aine sehingga (arum !ang terletak pada u(ung kateter terletak pada kelen(ar pr#stat. asien seringkali masih mengeluh hematuria2 disuria2 kadang4kadang retensi urin2 dan epididim#4#rkitis.* S en /*e *a 1tent pr#stat dipasang pada uretra pars pr#statika untuk mengatasi #+struksi karena pem+esaran pr#stat. 1trent dipasang intraluminal di antara leher +uli4+uli dan di se+elah pr#ksimal %erum#ntetum sehingga urin dapat leluasa melewati lumen uretra pars pr#statika. 1tent dapat dipasang se5ara temp#rer atau permanen. Zang temp#rer dipasang selama 3436 +ulan dan ter+uat dari +ahaan !ang tidak diserap dan tidak mengadakan reaksi dengan (aringan. Alat ini dipasang dan dilepas kem+ali se5ara end#sk#pi. 1tent !ang permanen ter+uat dari an!aman dari +ahan l#gam super all#!2 nikel atau titanium. 7alam (angka waktu lama +ahan ini akan diliputi #leh ur#telium sehingga (ika suatu saat ingin dilepas harus mem+utuhkan anastesi umum atau regi#nal.

emasangan alat ini diperuntukkan +agi pasien !ang tidak mungkin men(alani #perasi karena resik# pem+edahan !ang 5ukup tinggi. 1eringkali stent dapat terlepas dari insersin!a di uretra p#steri#r atau mengalami enkrustasi. 1a!angn!a setelah pemasangan kateter ini2 pasien masih merasakan keluhan miksi +erupa ge(ala iritati92 perdarahan uretra2 atau rasa tidak enak pada daerah penis.

HI2U 4hi,h in ensi 0 <(8/sed /. *as(/nd7 0nergi panas !ang ditu(ukan untuk menim+ulkan nekr#sis pada pr#stat +erasal dari gel#m+ang ultra dari transduser pie3#keramik !ang mempun!ai 9rekuensi 02'410M.3. energ! dipan5arkan melalui alat !ang diletakkan transrektal dan di9#kuskan ke kelen(ar pr#stat. &eknik ini memerlukan anastesi umum. 7ata klinis menun(ukkan ter(adi per+aikan ge(ala klinis '0460> dan YmaC rata4rata meningkat @04'0>. 09ek le+ih lan(ut dari tindakan +elum diketahui2 dan sementara ter5atat +ahwa kegagalan terapi ter(adi sekitar 10> setiap tahun. K(n *(. +e*)a.a 1etiap pasien h!perplasia pr#stat !ang telah mendapatkan peng#+atan perlu 5#ntr#l se5ara teratur untuk mengetahui perkem+angan pen!akitn!a. ,adwal 5#ntr#l tergantung pada tindakan apa !ang telah di(alanin!a. asien !ang han!a mendapatkan pengawasan :wat5h9ul waiting; dian(urkan k#ntr#l setelah 6 +ulan2 kemudian setiap tahun untuk mengetahui apakah ter(adi per+aikan klinis. enilaian dilakukan dengan pemeriksaan sk#r I 112 ur#9l#metri2 dan residu urin pas5a miksi. ada pasien !ang mendapatkan terapi pengham+at '<4reduktase harus dik#ntr#l pada minggu ke41* dan +ulan ke46 untuk menilai resp#n terhadap terapi. Kemudian setiap tahun untuk menilai peru+ahan ge(ala miksi. asien !ang men(alani peng#+atan pengham+at resept#r adrenergik4< harus dinilai resp#n terhadap peng#+atan setelah 6 minggu dengan melakukan

pemeriksaan I 112 ur#9l#metri2 dan residu urin pas5a miksi. Kalau ter(adi per+aikan ge(ala tanpa menun(ukkan pen!ulit !ang +erarti2 peng#+atan dapat diteruskan. 1elan(utn!a k#ntr#l dilakukan setelah 6 +ulan dan kemudian setiap tahun. atau terapi inter%ensi !ang lain. :1*; 1etelah pem+edahan2 pasien harus men(alani k#ntr#l paling lam+at 6 minggu pas5a #perasi untuk mengetahui kemungkinan ter(adin!a pen!ulit. K#ntr#l selan(utn!a setelah 3 +ulan untuk mengetahui hasil akhir #perasi. asien !ang mendapatkan terapi in%asi%e minimal harus men(alani k#ntr#l se5ara teratur dalam (angka waktu !ang lama2 !aitu setelah 6 minggu2 3 +ulan2 6 +ulan2 dan setiap tahun. ada pasien !ang mendapatkan terapi in%asi%e minimal2 selain dilakukan penilaian terhadap sk#r miksi2 dilakukan pemeriksaan kultur urin untuk melihat kemungkinan pen!ulit in9eksi saluran kemih aki+at tindakan itu. PENATALAKSANAAN BPH DI INDONESIA UNTUK DOKTER UMUM? SPESIALIS NON UROLOGI DAN SPESIALIS UROLOGI
Pe3e i&saan A5a" Anamnesis Pemeriksaan Fisik Urinalisis Test Faal Ginjal PSA Catatan Harian miksi

asien !ang telah menerima peng#+atan

medikament#sa dan tidak menun(ukkan adan!a per+aikan perlu dipikirkan tindakan pem+edahan

International Prostatic s m!tom score "IPSS#

Rin/an 6IPSS 7 89 Gejala ti$ak mengganggu Ti$ak menghen$aki tera!i

Sedan/ Hin//a Be at IPSS % & '( $an )* + ,-

Pe3e i&saan Ta34a:an Uro.lo/metri 0olume 1esi$ual Urin USG

,i&a (ada (e3e i&saan a5a" dida(at&an ; D12 curiga ganas PSA abnormal Hematuria 3 eri 4elainan 3eurologis Teraba 5uli & buli Faal ginjal abnormal 1i/a at !ernah : o!erasi urologi6 men$erita urolitiasis6 keganasan urogenitalia

Diskusi $engan !asien tentang !emilihan tera!i 7emilih tera!i non in8asi. !at<:=#" 5aitin/ 7emilih tera!i in8asi.

1ujuk ke

Gaga l

7e$ikamento sa

Gaga l

1ujuk ke s!esialis

S!esialis Urologi

KOMPLIKASI 7ilihat dari sudut pandang per(alanan pen!akitn!a2 hiperplasia pr#stat dapat menim+ulkan k#mplikasi se+agai +erikut : 1. Ink#ntinensia arad#ks *. Batu Kandung Kemih 3. .ematuria @. 1istitis '. iel#ne9ritis

6. 6etensi $rin Akut Atau Kr#nik =. 6e9luks Fesik#4$reter 8. .idr#ureter 9. .idr#ne9r#sis 10. ?agal ?in(al11

B . !ang tidak ditangani pada se+agian dari penderita lama kelamaan dapat tim+ul pen!ulit +erupa : 1. Menurunn!a kualitas hidup *. In9eksi saluran ken5ing 3. &er+entukn!a +atu +uli4+uli @. &er+entukn!a sakulasi dan di%ertikel pada dinding +uli4+uli '. .ernia 6. .em#rrh#id =. 6esidual urin !ang makin +an!ak sampai retensi# urin akut maupun kr#nis 8. ?angguan 9ungsi gin(al 9. .idr#ne9r#sis 10. .ematuria

PROGNOSIS r#gn#sis untuk B . +eru+ah4u+ah dan tidak dapat diprediksi pada tiap indi%idu walaupun ge(alan!a 5enderung meningkat. Namun B . !ang tidak segera ditindak memiliki pr#gn#sis !ang +uruk karena dapat +erkem+ang men(adi kanker pr#stat. Menurut penelitian2 kanker pr#stat merupakan kanker pem+unuh n#mer * pada pria setelah kanker paru4paru. B . !ang telah diterapi (uga menun(ukkan +er+agai e9ek samping !ang 5ukup merugikan +agi penderita.

DA2TAR PUSTAKA

1. 0mil *.

A.

&anagh#2

,a5k

/.M5Anin5h.1mithMs

?eneral

$r#l#g!.1=th

0diti#n.$1A:M5?raw4.illO*008. urn#m# B. r#stat. 7asar4dasar ur#l#gi. 0disi 3. Malang: "akultas Ked#kteran $ni%ersitas Brawi(a!aO *011. 3. K#3ar 6#semar! A2 M##re "rederi5k A. 15hwart3Ms rin5iples #9 1urger! 8 th 0diti#n. 1ingap#re: &he M5?raw4.ill -#mpanies2 In5O *00' @. Mul!#n#2 A. 199'. eng#+atan B . ada Masa Kini. 7alam : embesaran rostat

%inak# Za!asan pener+it I7I2 ,akarta O @04@8.'.

'. B .. A%aila+le at http:BBli+rar!.usu.a5.idBd#wnl#adB9kB+edah49urLan.pd9. 6. 1(amsuhida(at2 de ,#ng. .iperplasia pr#stat. Buku A(ar Ilmu Bedah. 0disi 3. ,akarta: 0?-O *010. =. 1nell 61. r#stat. Anat#mi Klinik. 0d.6. ,akarta : 0?-O *006O p.3@'4'0 8. 7(#k# 6ahard(#. r#stat .ipertr#9i. Kumpulan kuliah ilmu Bedah. 6eks#pr#d(# 12 usp#neg#r# A72 Kart#n# 72.utagalung 0$21umardi 6#5hani2 1.-haula A et5 edit#rs. ,akarta : Binarupa Aksara u+lisher. 9. "au5i2 Braunwald2 Kasper2 et al. r#state .!perplasia. .arris#nMs Manual #9 Medi5ine. 0d. 1=. $1A : &he M5?raw -#mpan!O *009. 10. 1herw##d A. 1istem 6epr#duksi. "isi#l#gi Manusia dari 1el ke 1istem. 0d.*. ,akarta : 0?-O *001. 11. ri5e 1A2 /ils#n AM. .iperplasia r#stat. at#9isi#l#gi. 0d. 6. ,akarta : 0?-O *00'. 1*. ed#man enatalaksanaan B . di Ind#nesia. A%aila+le at http:BBwww.iaui.#r.idBastB9ileB+ph.pd9. 13. r#state. A%aila+le at http:BBen.wikipedia.#rgBwikiB r#state. 1@. Benign r#stati5 .!perplasia. A%aila+le at http:BBemedi5ine.meds5ape.5#mBarti5leB@3=3'94#%er%iew. 1'. B .. A%aila+le at http:BBli+rar!.usu.a5.idBd#wnl#adB9kB+edah49urLan.pd9.