Anda di halaman 1dari 11

432CB CB: Interpersonal Development

LECTURE NOTES

INTRODUCTION TO INTERPERSONAL DEVELOPMENT

Yustinus Suhardi Ruman, S.Fil., M.Si yruman@binus.edu

432CB CB: Interpersonal Development

LEARNING OUTCOMES

Student will be able to understand and explain the importance of interpersonal skill in their lives.

OUTLINE MATERI: Definition of interpersonal skill Importance of interpersonal skill Scope of interpersonal Development

432CB CB: Interpersonal Development

ISI
A. Pendahuluan

Interpersonal Development merupakan bagian dari program pengembangan Character Building di Binus University. Interpersonal Development yang akan dipelajari merupakan versi baru dari materi pembelajaran Character Building 2 sebagaimana yang sudah dikenal selama ini di lingkungan Binus University. Perubahan ini tentu merupakan bagian dari semangat pembaruan yang terus menerus terjadi di lingkungan Binus University dalam menghadapi tantangantantangan global yang mustahil dihindari. Berkembangnya pasar bebas dan teknologi telah mendorong dan mempercepat meluasnya globalisasi dalam bidang ekonomi, budaya, sosial, politik, teknologi dan lain sebagainya. Dalam bidang ekonomi, globalisasi tidak saja ditandai dengan membanjirnya produkproduk asing, tetapi juga bertumbuhnya perusahaan-perusahaan multi nasional. Di samping itu dan ini yang sangat fenomenal yakni berkembang pesatnya teknologi informasi. Teknologi informasi ini telah menghubungkan semua manusia yang berada pada pojok manapun di dunia hanya dalam waktu sekejap mata. Dalam bidang sosial, globalisasi ditandai dengan semakin berkembangnya paham-paham iklusi sosial. Berkembangnya paham iklusi sosial dalam masyarakat telah menghilangkan prasangka berdasarkan etnis, ras, agama dan teritori. Setiap orang telah menjadi bagian dari suatu pergaulan internasional dan berinteraksi berdasarkan prinsip-prinsip universal. Globalisasi dalam bidang sosial ini sangat dibantu oleh berkembangnya teknologi informasi jejaring sosial. Dalam bidang budaya, globalisasi sangat nampak dalam prilaku masyarakat yang cenderung menunjukan cara berpikir, berperilaku dan penghayatan terhadap nilai-nilai yang universal. Sebagai contoh dapat kita lihat dalam dunia fashion, makanan, bahasa dan seni (seni musik dan tari). Sedangkan dalam bidang politik, globalisasi dapat kita alami dalam gerakan-gerakan prodemokrasi, paham tentang hak asasi manusia, gerakan lingkungan hidup dan paham gender. Praktek-praktek politik yang authoritarian telah kehilangan tempat dan basis sosial dalam

432CB CB: Interpersonal Development

pergaulan internasional. Bahkan atas nama demokrasi dan hak asasi manusia intervensi asing terhadap praktek-praktek kekuasan yang otoriter menjadi legal. Deskripsi-deskripsi di atas merupakan sebagian kecil dari gejala globalisasi yang telah menjadi fenomena umum dalam masyarakat dewasa ini. Globalisasi dalam tentu saja kondusif bagi setiap orang atau kelompok untuk berada dan bekerja sama dalam konteks apapun dengan orang-orang lain yang memiliki latar belakang sosial, pandangan politik, ekonomi, dan budaya yang beragam. Keberagaman ini telah berkembang menjadi sesuatu yang tidak dapat ditolak. Ini berarti inklusivisme harus menjadi suatu kewajiban penting bagi masyarakat dewasa ini. Inklusif artinya kita harus sanggup menjadi bagian dari keberadaan orang lain di satu sisi dan kita harus dapat membiarkan orang lain mengambil bagian dalam hidup kita pada sisi yang lain. Kita adalah bagian dari orang lain dan pada saat yang sama, orang lain juga merupakan bagian dari hidup kita. Kita adalah satu kesatuan, suatu keutuhan dan suatu totalitas. Inilah ciri kemanusiaan kita dewasa ini. Ciri-ciri tersebut tentu menjadi modal bagi berkembangnya inovasi, inisiatif dan kreativitas. Namun di samping itu ciri-ciri tersebut juga dapat menghilangkan personalitas dan keunikan sebagai pribadi dan kelompok. Dalam konteks paradoks ini, keterampilan interpersonal seperti memahami siapa itu orang lain, bagaimana membangun jaringan sosial, memahami nilai-nilai dan norma-norma sosial, keberagaman, mengembangkan sebuah komunikasi, kepemimpinan - menjadi sangat penting.

B.

Pentingnya Interpersonal Development Ketrampilan interpersonal memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan

kehidupan setiap orang dalam konteks globalisasi dewasa ini. Bahkan kita dapat mengatakan bahwa kesuksesan seseorang dalam bidang apapun sangat tergantung pada ketrampilan interpersonal yang dikuasainya. Seorang manager misalnya harus memiliki kemampuan dibidang komunikasi, leadership dan team work. Kemampuan-kemampuan seperti itu sangat dibutuhkan karena kita adalah bagian dari orang lain dan orang lain merupakan bagian dari hidup kita. Orang lain yang merupakan bagian dari hidup kita memiliki latar belakang kebudayaan, kepentingan, ekonomi, sosial dan pandangan politik.

432CB CB: Interpersonal Development

Menyadari pentingnya ketrampilan interpersonal berbagai sekolah tinggi dan bahkan universitas dewasa ini mengagendakan pelajaran interpersonal kepada para mahasiswa dan mahaiswinya sebagai bagian dari kurikulum pendidikan. Terkait dengan hal ini (2009: xv-xvi) menulis:
.improving interpersonal skill is recognized by more than business school faculty, deans, and executive advisory groups. In a recent survey by the American Society for Training and Development, more than one-third of people identified communication or interpersonal relationship skill as the most important quality in a good boss, and 42 percent said poor interpersonal skill makes bosses less effective. Another recent article notes that the lack of interpersonal skill may be the major reason highly qualified professionals are not promoted. The rise of teamwork in contemporary organizations has increased the need for every employee to work effectively with and through others. Individuals on work teams need to be able to communicate and collaborate effectively with others whose personalities, approaches, and work styles may differ greatly.

Kutipan di atas menunjukan bahwa ketrampilan interpersonal memainkan peranan yang sangat penting dalam menjalan sebuah organisasi bisnis dan atau organisasi apapun. Ketrampilan interpersonal yang kita miliki turut menentukan peluang-peluang kita untuk dipromosikan atau tidak dalam sebuah organisasi bisnis atau organisasi-organisasi yang lainnya. Ini berarti bahwa ketrampilan interpersonal dapat membantu menumbuhkan dan mengembangkan hubungan sosial yang positif dengan orang-orang lain, mengembangkan sikap rasa memiliki dalam hidup dan bekerja bersama dengan orang lain, terutama dalam masyarakat plural dan multicultural1.

C.

Interpersonal Development sebagai Soft Skill Ketrampilan interpersonal dikategorikan sebagai soft skill. Soft Skill berbeda dengan

hard skills atau technical skill (Dubrin, 2007:2). Dubrin mengemukakan soft skill mengembangkan ketrampilan interpersonal. Dalam hubungan dengan ini, Dubrin

mengidentifikasi beberapa ketrampilan interpersonal yang dikualifikasi sebagai soft skills. Ketrampilan-ketrampilan tersebut meliputi; kemampuan berkomunikasi, mendengar, pemecahan masalah kelompok, hubungan lintas budaya, dan customer service.

Physical, Personal and Sosial Learning Strand, Interpersonal Development, Revised Edition JANUARY, 2008

(http://vels.vcaa.vic.edu.au/downloads/vels_standards/velsrevisedinterpersonal.pdf)

432CB CB: Interpersonal Development

Soft skill merupakan sebuah ketrampilan yang sangat penting yang harus dimiliki oleh setiap orang. Menurut Dubrin (ibid.,) dengan soft skills orang akan memiliki kompetensi seperti efektifitas dalam menerjemahkan dan menyampaikan informasi, kemampuan mendengarkan, secara tepat menginterpretasikan emosi-emosi orang lain, sensitive terhadap perasaan orang lain, menyelesaikan konflik dengan tenang, mampu menghindari gosip yang negatif dan menjadi lebih bijaksana. Dengan mengidentifikasi kompetensi soft skill, Dubrin kemudian menyarankan bahwa melatih kemampun soft skill merupakan suatu usaha yang sangat penting bagi setiap organisasi. Setiap individu atau aktor yang terlibat dalam setiap organisasi apapun terutama dalam dunia bisnis tidak hanya memiliki ketrampilan dalam bidang teknologi dan bidang profesional lainnya, tetapi juga harus menguasai dimensi-dimensi yang berkaitan dengan soft skill. Dengan menguasai kedua dimensi tersebut (technical skills dan soft skill) setiap tujuan baik pada level individu maupun organisasi dapat dicapai secara maksimal.

D.

Interpersonal Development di Lingkungan Binus University Binus University menyadari betapa pentingnya soft skill untuk mencapai hasil yang

maksimal setiap cita-cita para binusian. Oleh karena itu, maka Interpersonal Development menjadi suatu materi pembelajaran yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa Binus University. Adapun soft skill yang dimaksud meliputi; Awareness of Others. Aspek soft skills yang akan dipelajari dalam materi ini adalah menyadari eksistensi orang lain sebagai fakta yang tidak dapat ditolak. Dalam konteks ini setiap orang harus menyadari kehadiran orang lain dalam ruang sosial apapun sebagai sesama manusia. Oleh karena orang lain adalah sesama, manusia maka hubungan yang serharusnya terjadi adalah hubungan yang adil, jujur dan penuh hormat, bukan relasi eksploitatif yang egoistik. Sosial Networks. Kemampuan mengembangkan jaringan sosial merupakan sebuah kompetensi yang sangat penting bagi setiap orang dewasa ini. Banyak kesuksesan atau kegagalan terjadi sangat banyak ditentukan oleh kemampuan setiap orang mengembangkan jaringan sosial. Jaringan sosial merupakan media atau arena di mana setiap orang dapat menyatakan identitas dirinya, termasuk dalam hal ini potensi dan kemampuan yang dimilikinya.

432CB CB: Interpersonal Development

Sosial Values and Norms. Masyarakat modern merupakan suatu masyarakat yang sangat terbuka. Modernisasi dalam bidang transportasi, teknologi perbankan, teknologi informasi telah menyibak fakta bahwa setiap orang baik langsung maupun tidak langsung selalu berhubungan dengan orang lain yang berasal dari berbagai latar belakang sosial, budaya, politik, ekonomi dan lain sebagainya. Itu berarti bahwa setiap orang akan selalu berhubungan dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berbeda. Pluralisme nilai dan norma menuntut kemampuan setiap orang untuk memahami dan beradaptasi. Oleh kerena itu, maka setiap orang dalam masyarakat modern ini dituntut untuk memiliki sensivitas yang baik untuk memaknai nilai-nilai dan norma-norma sosial yang ada. Communications. Komunikasi merupakan sesuatu yang sangat penting. Melalu komunikasi setiap orang dapat menyampaikan ide, perasaan, gagasan, keyakinan dan lain sebagainya. Singkatnya secara substantif komunikasi memainkan peran penting bagi perkembangan manusia itu sendiri. Namun di samping itu, komunikasi juga memuat kemampuan untuk mendengarkan pesan. Oleh karena itu, maka soft skill yang dipelajari dalam materi ini adalah kemampuan setiap orang untuk menyampaikan pesan dengan jelas dan juga kemampuan dan kesabaran untuk mendengarkan orang lain. Dalam pelajaran tentang komunikasi ini kita juga akan diperkenalkan mengenai Business communications. Soft skill yang akan dipelajari dalam materi ini adalah kemampuan setiap orang berkomunikasi untuk mencapai tujuan-tujuan bisnis. Dalam konteks ini akan dibahas mengenai kepekaan etis dalam berkomunikasi. Banyak tujuantujuan bisnis menjadi gagal, bukan karena disebabkan oleh prospek keuntungan dari bisnis tersebut, namun disebabkan oleh komunikasi yang digunakan. Diversity in Unity (Bhineka Tunggal Ika). Bhineka Tunggal Ika merupakan semboyan yang lahir dari latar belakang Indonesia yang bersifat multicultural. Ada dua hal yang perlu disadari dalam konteks multikulturalisme ini yakni bahwa di satu sisi setiap kebudayaan yang ada di Indonesia memiliki hak yang sama, dan pada sisi yang lain setiap kebudayaan tersebut bertumbuh dan berkembang dalam satu kesadaran yakni kesadaran tentang ke-Indonesiaan yang Tunggal. Diinspirasi oleh fakta ke-Indonesiaan ini, maka keberagaman dalam dunia kerja juga harus dimaknai dalam kerangka kesatuan yakni kesatuan tujuan. Termasuk dalam bagian pelajaran ini adalah kemampuan dalam managemen konflik yang ditimbulkan oleh diversity. Konflik merupakan sebuah gejala yang tidak dapat ditolak. Konflik selalu memiliki dua dimensi yakni latent dan manifest. Oleh karena konflik tidak dapat ditolak keberadaannya, maka

432CB CB: Interpersonal Development

kemampuan untuk mengelola konflik baik pada tataran latent maupun manifest merupakan suatu tuntutan yang harus dimiliki oleh setiap orang. Dengan kemampuan ini, konflik dapat menjadi modal penting bagi lahirnya inovasi dan kreativitas yang perlu bagi sebuah pertumbuhan dan pengembangan kerja sama. Negotiation. Negosiasi merupakan suatu soft skill yang sangat penting dimiliki oleh setiap orang. Negosiasi yang baik dapat membantu seseorang untuk mendapatkan sebuah nilai yang sangat diharapkannya. Dalam bernegosiasi orang memperjuangkan kepentingannya sambil memperhatikan kepentingan orang lain. Negosiasi merupakan suatu cara yang sangat manusiawi dalam memperjuangkan sebuah harapan atau keinginan. Dalam pelatihan ini, kita akan mempelajari tahapan-tahapan bernegosiasi dan teknik-teknik negosiasi yang efektif. Taking leadership. Kepemimpinan merupakan suatu kualitas hidup yang sangat penting dalam bidang apapun, terutama dalam bidang organisasi, termasuk dalam hal ini organisasi kerja seperti bisnis atau industri. Banyak organisasi gagal mencapai tujuan atau visinya karena leadership yang lemah. Dalam pelatihan ini kita akan mempelajari teknik-teknik kepemimpinan dan delegasi kerja yang efektif, dan strategi mengembangkan kemampuan dalam bidang kepemimpinan. Motivating Others. Kesuksesan sebuh organisasi disamping tergantung pada sumber daya yang dimiliki, juga sangat ditentukan oleh motivasi setiap anggota organisasi untuk mendedikasikan kerja dan pemikiran mereka. Oleh karena itu, maka dalam pelatihan ini kita akan mempelajari berbagai teknik-teknik menumbuhkan motivasi. Persuading. Persuasi meruakan salah satu komponen penting dalam kesuksesan bisnis. Oleh karena itu setiap orang yang menjadi bagian dari sebuah bisnis harus memiliki kemampuan dalam melakukan persuasi. Dalam pelajaran ini kita akan diperkenalkan teknik-teknik dalam melakukan persuasi yang baik dan strategi-strategi penting yang harus diketahui oleh setiap orang yang melakukan persuasi untuk mencapai tujuan secara maksimal.

432CB CB: Interpersonal Development

E.

Metode Pembelajaran Prinsip dasar dari metode pembelajaran interpersonal development ini, adalah partisipasi

mahasiswa dalam setiap pembelajaran. Untuk mendapatkan partisipasi mahasiswa metode pembelajaran seperti class discussions, role-Play, discussion forum, self reflection dan aktivitasaktivitas lain yang mendukung partisipasi mahasiswa. Dalam konteks ini pengertian dan pemahaman baik dari dosen maupun dari mahasiswa mengenai metode pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa menjadi sangat penting. Dosen mesti memahami bahwa ia bukan satusatunya sumber pengetahuan, dan pada pihak yang lain mahasiswa juga harus sadar bahwa subyek dari pengetahuan dan pengembangan diri adalah mahasiswa sendiri. Oleh karena itu inisiatif, kreativitas dan partisipasi mahasiswa menjadi sangat penting. Pembelajaran seperti ini menuntut peran dosen sebagai fasilitator dan mediator.

432CB CB: Interpersonal Development

SIMPULAN
Pembelajaran interpersonal development merupakan sesuatu yang sangat penting dewasa ini. Ketrampilan interpersonal harus dikuasai oleh siapapun. Hal ini karena setiap orang dewasa ini pasti akan berhubungan dengan orang lain yang berasal dari latar belakag yang berbeda satu dengan yang lainnya. Perbedaan ini tentu akan sangat mempengaruhi bentuk kerja sama dalam kelompok.

432CB CB: Interpersonal Development

DAFTAR PUSTAKA
Janasz, Suzanne C. De, etc., (2009), Interpersonal Skills in Organizations, New York: Mc GrawHill DuBrin, Andrew J., (2007), Human Relations, Interpersonal Job-Oriented Skills, New Jersey: Pearson-Prentice Hall