Anda di halaman 1dari 4

Anatomi Pankreas Pankreas adalah organ peritoneal dengan posisi obliq.

Pad aorang dewasa, berat pankreas antara 75-100g dan panjangnya antara 15-20cm. Letak pankreas tertutup retroperitonium menjelaskan bahwa lokasi yang tidak spesifik. Oleh karena letaknya yang peritoneal, nyeri pada pankreatitis mempunyai karakteristik seperti menembus ke punggung. (swatz) Disebelah kiri ekor pankreas mencapai hilus limpa di arah kraniodorsal. Bagian atas kiri kaput (hulu) pankreas dihubungkan dengan korpus pankreas oleh leher pankreas yaitu bagian pankreas yang lebarnya biasanya tidak ebih dari 4 cm. Arteri dan vena mesenterika superior berada di dorsal leher pankreas berjalan diventral duodenum III dan duodenum I, melingkari arteri dan vena tadi.

Sistem sluran pankreas Saluran Wirsung dimulai dari ekor pankreas sampai ke hulu pankreas bergabung dengan saluran empedu di ampula hepatiko-pankreatika untuk selanjutnya bermuara pada papila Vater. Saluran pankreas minor Santorini atau duktus pankreatikus asesorius bermuara di papila minor yang terletak kira-kira 2 cm proksimal dari papila mayot. Ditemukan 60-70% variasi dari anatomi normal. Kira-kira 30% saluran Santorini bergabung dan duktus Wirsung menjadi saluran utama masuk ke papila mayor, atau saam sekali tidak ada saluran Santorini. Peredaran darah pankreas Hulu pankreas diperdarahi oleh legkungan anterior dan posterior yag berasal dari a. Gastroduodenalis, korpus dan ekor diperdarahi oleh cabang a lienalis multipel.

Aliran Limfa dan saraf Aliran limfa dari pankreas bagian kranial masuk ke kelenjar limfa di daerah hilus limpa, ke kelenjar limfa yang terletak di alur ntara duodenum dan pankreas, dan kelenjar subpilorik. Airan limfa dari bagian anterior masuk ke kelenjar limfa disekitar pembuuh pankreatika superior, gastrka superior, dan kelenjar limfa masuk ke kelenjar limfa disekitar pembuluh pankreatika. Saraf simpatis ke pankreas berasal dari n. Splankinus mayor dan minor melalui pleksus dan ganglion seliakus. Serabut saraf ini membawa serabut nyeri eferen dari pankreas. Tindakan memius sementara pleksus seliakus atau memotong saraf splanikus ini membuat nyeri yang disebabkan tumor pankreas atau pankreatitis kronik bisa hilang. Eksokrin Sel eksokrin pankreas mengeluarkan cairan elektrolit dan enzim sebayak 1500 sampai 2500 ml sehari dengan pH 8 sampai 8,3 dan mempunyai tekanan osmotik yang sama dengan plasma. Enzim pencernaan sangat dipengaruhi oleh asupan asam amino sehingga defisiensi protein akan menyebabkan kurangnya fungsi eksokrin. Enzim proteolitik, lipolitik, amilolitik dan nuklease juga terdapat dalam cairan pankreas. Sekresi pankreas eksokrin diatur oleh mekanisme humoral dan neural. Asetilkolin yag dibebaskan diujungn. Vagus merangsang sekresienzim pencernaan. Hormon kolisistokinin juga merupakan perangsang yang sangat kuat terhadap sekresi enzim. Endokrin Sekresi hormon pankreas dihasilkan oleh pulau Langerhans, terdiri dari sel beta, sel alfa, sel, delta dan beberapa sel C. Sel alfa menghasilkan glukagon dan sel beta merupakan sumber insulin, sedangkan sel delta mengeluarkan somatostastin gastrin dan polipeptida pankreas. Pankreatitis Kronik Terjado kerusakan parenkim dan sistem duktus pankreas yang tak berpulih dan disertai fibrosis. Patogenesisnya tidak jelas walau ketagihan alkohol sering berperan kausal. Komponen obstruksi disertai dengan naiknya tekanan untraduktus juga sering ditemukan. Yang khas adalah nyeri terus menerus atau berkala. Nyeri dirasakan di perut bagian atas dan pinggang. Umumnya penderita duduk membungkuku dengan kedua lengan memeluk lutut. Kadang ada tanda ikterus, obstruksi duodenum, kista semu, dan mungkin disertai insufisiensi ekskresi endokrin maupun eksokrin dan hipertensi portal.

Pada pemeriksaan pencitraan dan endoskopi biasanya ditemukan saluran pankreas lebar yang kadang mengandung batu dan pengapuran parenkim. Penyakit ini biasanya akan menyurut dan hilang setelah delapan sampai sepuluh tahun disertai insufisiensi pankreas total.

Tatalaksana Ditangani secara konsrvatif, tndakan endoskopi, atau tindakan bedah.

Terapi konservatif bertujuan untuk mengurangi nyeri dan mengistirahatkan pankreas dengan pemberian analgesikn anjurn diet dan pantan alkohol mutlak. Apa bila dengan terapi konservatif nyeri tidak hilang dan mengganggu aktivitas pasien, sedangkan semua diagnosa banding telah disingkirkan, pembedahan harus dilakukan. Dengan terapi endoskopik dilakukan sfingterotomimuara duktus pankreas, ekstraksi batu dan pemasangan pipa protesis. Batu, bila ada, juga dapat dihancurkan secar lipotripsi. Endoprotesis dipasang bila ditemukan striktur duktus setempat. Tindakan bedah terdiri atas pankretektomi pasrial atau total, bergantung pada letak kelainannya.beberapa yang menjadi pertimbaga jenis tindakan bedah yang dipilih adalah ukuran dan anatomi saluran pankreas, distribusi pankreatitis pada pankreas, ada tautidaknya pseudokista atau striktura saluran empedu dan keadaan uum pasien. Jika dilatasi salur >6cm, tindakan bedah berupa penyaliran interna adalah yang terbaik. Namun bilsa saluran pankreas <6cm, bedah reseksilah yang terpilih. Hipertensi portal, ketagihan alkohol atau ketagihan opiat merupakan tindakan bedah. Melalui foto rontgen dengan kontras yang diberikan melalui endoskop, diperoleh gamba kelainan seluruh duktus. Jika kelainan terutama terletak di hulu pankreas, dapat dilakukan pankreoduodenektomi menurut whipple. Bila seluruh pankreas menunjukan kelainan dan duktus pankreastampak melebar, biasanya dilakukan yeyunopankreatikostomi menurut Partington dan Rochelle. Pada operasi ini, duktus pankreas dibuka sepanjang pankreas sejajar sumbu pankreas dan diadakan anastomosis dengan yeyunum srcara Roux-en-Y sehingga penyaliran ekskresi eksokrin bebas dan terjamin Bila kelainan hanya terletak pada ekor pankreas dapat dipertimbagkan tindakan panrkeatektomi parsial. Bila hulu pankreas rusak dan mengalami fibrosis, dapat dilakukan autotransplantasi korpus dan ekor pankreas. Cangkokan ini ditempatkan di fosa iiaka melalui anastomosis a. Lienalis pada a. Iliaka komunis atau pada a. Iliaka eksterna.