Anda di halaman 1dari 9

Contoh Soal: Jaringan ART 1 dengan dimensi 25 vektor masukan berupa 0,1 dengan 4 kategori neuron menunjukkan 4 kelompok

data terklarifikasi M=4. Matrik W dan V berdimensi (25 x 4).

Langkah 1 Inisialisasi untuk bobot dan nilai ambang T dengan persamaan 2.312. W = [ 1 / (1+n) ] V=[1] 0<T<1

n = 25 wij = 1/26 v = 1 , i = 1,2...........25,j = 1,2......4 T = 0.7 Langkah 2

Pada gambar 2.45, bila pola A diumpamakan ke jaringan ART 1, satu dari empat keluaran akan memiliki nilai terbesar, misalnya neuron ke 1. Semua bobot W dan V pada simpul lapisan teratas yang terhubung dengan masukan 1 (xi = 1) akan diperbaharui berdasarkan persamaan 2.316, sedangkan bobot lainnya tetap pada nilai semula. Setelah langkah pembelajaran pertama selesai, dari 100 nilai bobot wij (bawah ke atas) hanya 5 yang berubah sedangkan sisanya tetap seperti nilai inisialisasi semula, sedangkan dari nilai 100 nilai bobot vij (atas ke bawah) hanya 5 yang berubah, sisanya sesuai nilai inisialisasi semula. Untuk pola A, vektor masukan xi={x1=1, x2=0, xi3=0, x4=0, x5=0, x6=0, x7=1, x8=0, x9=0, x10=0, x11=0, x12=0, x13=1, x14=0, x15=0, x16=0, x17=0, x18=0, x19=1, x20=0, x21==, x22=0, x23=0, x24=0, x25=1.

Karena hanya posisi vektor masukan x1, x7, x13, x19, x25 yang bernilai 1 maka hanya bobot wij pada posisi yang sama yang terpengaruh sedangkat bobot untuk posisi lain tetap, misalnya untuk posisi i=j=1 :

Jadi dapat disimpulkan : W1,1 = w7,1 = w13,1 = w19,1 = w25,1 = 1/5.5 = 2/11 Sisa wiI = 1/26 V1,1 = v7,1 = v13,1 = v18,1 = v25,1 = 1 Sisa viI = 0

Gambar 3 Kondisi Setelah Langkah Pembelajaran Pertama

Langkah 3 Selama pola B dimpankan, hanya ada satu simpul pada jaringan teratas yang aktif yaitu simpul 1. Test kemiripan dilakukan dengan persamaan 2.315. Untuk vektor pola B, vektor masukan xi={x1=1,

x2=0, xi3=0, x4=0, x5=1, x6=0,

x7=1, x8=0, x9=1, x10=0, x11=0, x12=0, x13=1, x14=0, x15=0, x16=0, x17=1, x18=0, x19=1, x20=0, x21=1, x22=0, x23=0, x24=0, x25=1

Karena test dengan kondisi diatas gagal dan tidak ada simpul aktiif lainnya maka pola B dianggap sebagai kelompok pola baru, misalnya neuron ke 2 dengan bobot

vj2 dan wi2

Karena hanya posisi vektor masukan x1,x5,x7,x9,x13,x17,x19,x21,x25 yang bernilai 1 maka bobot wij pada posisi yang sama yang akan diperbaharui sedangkan pada posisi lain tetap, misalnya untuk posisi i=1,j=2 :

Jadi dapat disimpulkan :

w1,2 = w5,2 = w7,2 = w9,2 = w13,2 = w17,2 = w21,2 = w25,2 = 2/19


Sisa wi2 = 1/26

v1,2 = v5,2 = v7,2 = v9,2 = v13,1 = v17,1 = v19,1 = v21,1 = v13,1 = 1


Sisa vi2 = 0

Langkah 4 Selama pola C diumpankan, ada dua simpul pada jaringan teratas yang aktif yaitu simpul 1 dan 2. Simpul yang keluar sebagai pemenang dapat ditest dengan menggunakan persamaan 2.311.

Jadi neuron ke 1 keluar sebagai pemenang, test kemiripan dengan menggunakan persamaan 2.315. Untuk vektor pola C, vektor masukan

xi={x1=1,x2=0,x3=0,x4=0,x5=1,x6=0,x7=1,x8=0,x9=1,x10=0,x11=1,x12=1,x13=1,x
14=1, 15=1, 16=0, 17=1, 18=0, 19=1, 20=0, 21=1, 22=0, 23=0, 24=0, 25=1

karena test dengan kondisi diatas gagal, neuron ke 1 di-non-aktifkan dan neuron ke 2 dianggap sebagai pemenang karena tidak ada simpul aktif lainnya.Test kemiripan terhadap neuron ke 2 dengan persamaan 2.315.

karena test terhadap neuron ke 2 juga gagal dan tidak ada simpul aktif lainnya maka pola C dianggap sebagai kelompok pola baru, misalnya neuron ke 3 dengan bobot vj3 dan wi3. Pada pola C, hanya posisi vektor masukan x1,x5,x7,x9,x11,x12,x13,x14,x15,x17,x19,x21,x25, yang bernilai 1 maka bobot wij pada posisi yang sama yang akan diperbaharui sedangkan bobot pada posisi lain tetap, misalnya untuk posisi i=1, j=3 :

Selama pola D diumpankan, ada tiga simpul pada jaringan teratas yang aktif yaitu simpul 1, 2, 3. Simpul yang keluar sebagai pemenang dapat di test dengan menggunakan persamaan 2.311.

Jadi neuron ke 1 keluar sebagai pemenang, test kemiripan dengan menggunakan persamaan 2.315.

Karena test dengan kondisi diatas gagal, neuron ke 1 di-non-aktifkan, dibandingkan neuron ke 3, nilai y0 neuron ke 2 lebih besar sehingga neuron ke 2 dianggap sebagai pemenang. Test kemiripan terhadap neuron ke 2 dengan persamaan 2.315.

Karena test terhadap neuron ke 2 juga gagal (neuron ke 2 di-non-aktifkan) maka neuron ke 3 dianggap sebagai pemenang karena tidak ada simpul aktif lainnya. Test kemiripan terhadap neuron ke 3 dengan persamaan 2.315.

Test terhadap neuron ke 3 memenuhi syarat kemiripan 0.7 sehingga tidak ada penambahan kelompok baru. Pola masukan D akan dikategorikan sama dengan neuron ke 3, bila derajat kemiripan diperbesar misalnya 0.9 maka test terhadap

neuron ke 3 akan gagal sehingga pola D dianggap sebagai kelompok pola baru, misalnya neuron ke 4 dengan bobot vj4 dan wi4 dan seterusnya. Arsitektur ART-1 yang dibahas diatas, kemudian mengalami perkembangan menjadi ART-2. Baik ART-1 maupun ART-2 memiliki fungsi yang sama, perbedaan terletak pada masukan. Untuk ART-1 masukan berupa vektor biner (diskrit) sedangkan ART-2 masukan berupa vektor dengan nilai kontinu (malar). Dengan demikian perubahan secara arsitektur terjadi pada bagian lapisan masukan supaya ART-2 dapat dipergunakan untuk menerima masukan berupa nilai malar. Beberapa parameter yang perlu di tetapkan oleh pemakai sebelum masukan vektor kontinu diproses oleh ART-2, yaitu : n m a,b c d : banyaknya unit masukan (lapisan masukan, F1) : banyaknya unit cluster (lapisan keluaran, F2) : nilai bobot tetap pada lapisan F1 : nilai bobot tetap untuk testing reset : aktivasi untuk unit pemenang pada lapisan F2, nilainya ditetapkan bersama dengan c.

: bilangan kecil untuk menghindari pembagi nol bila norm vektor bernilai nol : parameter penekanan derau, misalnya q = n : kelajuan pembelajaran : parameter kewaspadaan, nilai 0 < r < 1, parameter ini menentukan pembentukan banyaknya cluster

q a r

tji(0) : bobot top-down, biasanya diinisialisasi dengan nilai nol untuk menhindari reset pada saat vektor pertama di umpankan ke unit cluster (F2) bji(0) : bobot bottom-up, inisialisasi harus memenuhi persamaan :

untuk menghindari jaringan menambah pemenang baru ketika jaringan pada keadaan resonan (F2).