Anda di halaman 1dari 17

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................................... KATA PENGANTAR .......................................................................................

i ii

DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii A. Pendahuluan ................................................................................................. B. Sistem Tulang ............................................................................................... C. Metabolisme Tulang...................................................................................... D. Sistem persediaan .......................................................................................... E. Sistem otot..................................................................................................... F. Anatomi dan fisiologi sistem musculoskeletal .............................................. G. Struktur lain dalam sistem muskuloskeletal.................................................. H. Sistem musculoskeletal ................................................................................ I. Inspeksi Umum ............................................................................................. J. Sistem kerangka dan otot kerangka............................................................... 1 2 2 2 3 4 6 7 8 9

K. Tulang kepala/tengkorak ............................................................................... 10 L. Kerangka anggota gerak atas ........................................................................ 11 M. Kerangka anggota gerak bawah .................................................................... 14 N. Fungsi Tulang ............................................................................................... 15

A. Pendahuluan Aktivitas gerak tubuh manusia bergantung pada efektifnya interaksi antara sendi yang normal dengan unit-unit neuromuskular yang

menggerakkannya. Elemen tersebut juga berinteraksi untuk mendistribusikan stress mekanik ke jaringan sekitar sendi. Otot, tendon, ligamen, rawan sendi, dan tulang saling bekerja sama agar fungsi tersebut dapat berlangsung dengan sempurna (Noer S., 1996). Struktur tulang dan jaringan ikat menyusun kurang lebih 25% berat badan, dan otot menyusun kurang kebih 50% (Smeltzer S.C. dan Bare B.G., 2002). Struktur tulang memberi perlindungan terhadap organ vital, termasuk otak, jantung, dan paru. Reeves (2001) mengatakan bahwa kerangka berfungsi untuk membentuk dan menopang tubuh, melindungi organ penting, dan berperan sebagai penyimpan mineral tertentu seperti kalsium, magnesium dan fosfat. Otot yang melekat ketulang memungkinkan tubuh bergerak. Matriks tulang menyimpan kalsium, fosfor, magnesium dan flour. Menurut Rasjad (1998), komposisi tulang terdiri atas subtansi organik, sebesar 35%, subtansi an organik sebesar 45%, dan air sebesar 25%.

B. Sistem Tulang Menurut Smeltzer S.C. dan Bare B.G. (2002), tulang manusia saling berhubungan satu dengan yang lain dalam berbagai bentuk untuk memperoleh fungsi sistem muskoleskeletal yang optimal. Jumlah tulang dalam tubuh manusia, adalah 206 buah yang berbagi dalam 4 kategori :tulang panjang (misalnya femur,humerus,klavikula), tulang pendek (tarsalia dan karpalia), tulang pipih (tulang sternum dan skapula) dan tulang tidak beraturan (tulang panggul). Pada tulang panjang, batang atau diafisis, terutama tersusun atas tulang kortikal. Ujung tulang panjang dinamakan epifisis dan terutama tersusun oleh tulang kanselus dan ditutupi oleh kartilago artikular pada sendisendinya. Tulang pendek, merupakan tulang-tulang yang lebih kecil dari tulang panjang, dan tidak ada perbedan anatomi ukurannya, hanya saja

bentuknya seperti kubus, kapal atau bulat. Tulang pipih berbentuk lempenganlempengan.

C. Metebolisme tulang Tulang sebagai organ yang dinamis, dimana fungsi metabolisme dapat merupakan cadangan dan pengatur keseimbangan berbagai mineral dalam tubuh seperti kalsium,fosfor, magnesium dll. Semuanya itu dipengaruhi oleh berbagai hormon dan keaddan, antara lain hormon paratiroid, kalsitonin, growth, tyroid, kadar vit D, kalsium atau fosfor dalam darah,dll. Diperkirakan aliran darah ketulang mencapai 200-400 ml permenit, yang berguna dalam membantu metabolisme tulang. Berbagai kelainan akibat gangguan

metabolisme tulang, seperti osteoklerosis, osteoporosis,dan osteomalasia. Osteoklerosis merupakan kelainan tulang akibat peningkatan klasifikasi tulang karena hypoparatiorid. Osteoporosisi terjadi karena penurunan penulangan (osifikasi) akibat peningkatan resorbsi atau penurunan pembentukan tulang, antara lain disebebkan karena imobilisasi lama atau akibat kelebihan hormoh glukokortikoid. Sedangkan osteomalasia adalah keadaan dimana terjadi penurunan mineralisasi tulang.

D. Sistem persendian Sendi adalah semua persambungan tulang, baik yang memungkinkan tulang-tulang tersebut dapat bergerak satu sama lain maupun tidak dapat bergerak satu sama lain ( Noer S., 1996). Hubungan antara dua tulang yang memungkinkan pergerakan dinamaka sendi (Smeltzer,2002). Sendi menurut Price (1995) adalah tempat pertemuan dua atau lebih tulang. Jadi, dapat disimplkan bahwa sendi adalah hubungan atau pertemuan dua buah tulang atau lebih yang memungkinkan pergerakan satu sama lain mauoun yang tidak dapat bergerak satu sama lain. Klasifikasi sendi terdiri atas sinotrosis, amfiartrosis, dan diartrosis. Sinatrosis adalah sendi yang tidak bisa digerakkan. Dikatakan tidak dapat digerakkan karena diantara tulang yang saling berhubungan tersebut terjepit terdaoat jaringan yang dapat berupa jaringan ikat (sindesmosis), seperti tulang

tengkorak, antara gigi dan rahang, antara radius dengan ulna, atau jaringan tulang rawan (sinkondrosis),seperti kedua ossa publika pada orang dewasa, atau adanya jaringan tulang (sinatrosis) seperti persambungan antara ossis ilium, ossis iskium dan ossis pubikum. Sedangkan amfiartrosis adalah sendi yang memungkinkan pergerakan terbatas, seperti seperti tulang vertebra, pubis, dan sendi sakroiliaka. Sedangkan sendi diatrosis sdalah sendi yang mampu digerakkan secara bebas. Sendi diatrosis dibagi menjadi 5 bagian : Sendi peluru : sendi panggul, bahu (gerakan bebas penuh) Sendi engsel : gerakan melipat satu arah misalnya siku, sendi antara ruas jari dan lutut Sendi pelana : memungkinkan gerakan pada dua bidang yang saling lurus. Misalnya ibu jari (metakarpal) Sendi pivot : gerakan rotasi, untuk melakukan aktifitas seperti memutar, pegangan pintu misalnya radius dan ulna Sendi peluncur : gerakan terbatas kesemua arah misalnya, tulang karpalia dipergelangan tangan

E. Sistem otot Otot penghubung antara saraf motorik perifer dan sel sel otot dikenal sebagai motor end-plate. Otot dibagi dalam 3 kelompok. Fungsi utama untuk kontraksi dan menghasilkan pergerakan sebagaian atau seluruh tubuh. Otot skelet merupakan organ yang berkontraksi dengan tujuan memperoleh tenaga dan gerakan kearah tertentu. Sebagian besar otot skelet dihubungkan dengan tulang oleh tendon. Otot skelet terdiri atas sel-sel yang disebut sebagai serabut (fibers) yang mempunyai struktur tertentu. Kumpulan serabut disebut vasikula, setiap serabut dalam vasikula dipersarafi oleh motorneuron yang berbeda menurut (Noer S, 1996). Ada tiga jenis otot utama yang pada tubuh manusia yaitu otot dalam (otot polos), otot skeletal (otot lurik) dan otot jantung. Otot akan berkembang bila serabut-serabut otot mengalami pembesaran. Kekuatan dan ukuran otot dipengaruhi oleh latihan, gizi, jenis kelamin dan genetika (Priharjo,R., 1996).

Otot skeletal adalah otot lurik karena terbentuk dari serabut-serabut yang terdiri atas beberapa miofibril yang tertutup dalam jaringan retikulum endoplasmik. Otot dihubungkan oleh tendon (aponeurosis) ketulang,jaringan ikat atau kulit. Otot berfariasi ukuran dan bentuknya bergantung pada aktifitas yang dilakukan. Jenis jenis kontraksi otot adalah isotonik dan isometrik. Otot harus sering dilatih untuk menjaga fungsi dan kekuatannya. Hipertofi adalh penambahan ukuran otot tanpa peningkatan serat otot dan sebaliknya disuse atrifi.

F. Anatomi dan fisiologi sistem mukuloskeletal Sistem muskuloskeletal terdiri dari tulang, sendi, dan otot,serta struktur pendukung lainnya (tendon,ligamen,fasia dan bursae). Pertumbuhan dan perkembangan struktur ini terjadi selama masa kanak-kanak dan remaja. 1. Tulang Struktur tulang dan jaringan ikat menyusun kurang lebih 25% berat badan otot penyusun kurang lebuh 50%. Otot yang melekat ketulang memungkinkan tubuh bergerak. Pembagian skeletal yaitu : a. Axial skeleton terdiri dari kerangka tulang kepala dan leher tengkorak kolumna veterbrae, tulang iga, tulang hioid sternum b. Apendikular skeleton terdiri dari : 1) Kerangka tulang lengan dan kaki 2) Ekstremitas atas (skapula,klavikula,humerus,ulna,radia dan tangan atau karpal,metakarpal, falang) 3) Ekstremitas bawah (tulang pelvik,femur,patela,tibia,fibula,dan kaki tarsal,metatarsal,falang) 2. Jenis tulang Ada 4 jenis tulang yaitu : a. Tulang panjang Bagian luar tulang panjang dilapisi jaringan fibrosa kuat yang disebut periosteum. Lapisan ini, kaya dengan pembuluh darah yang menembus tulang. Ada 3 kelompok pembuluh darah yang menyuplai tulang panjang terdiri dari:

1) Sejumlah arteri kecil menembus tulang kompakta untuk menyuplai kanal dan sistem harvers 2) Banyak arteri lebih besar menembus tulang kompakta untuk menyuplai tulang spongiosa dan sum-sum merah 3) Satu atau dua arteri besar menyuplai kanal medula. Arteri ini dikenal sebagai arteri nutrien yang kemudian measuk melalui lubang besar pada tulang yang disebut foramen nutrien b. Tulang pendek Bagian distal lebih kecil daripada bagian proksimal, beserta berukuran pendek dan kecil. c. Tulang pipih Tulang pipih terdiri atas dua lapisan tulang kompakta dan dibagian tengahnya terdapat lapisa spongiosa. Tulang ini juga dilapisi oleh dua kelompok pembuluh darah menembus tulang untuk manyuplai tulang kompakta dan spongiosa. d. Tulang tidak beraturan Tulang tidak beraturan terdiri dari tulang spongiosa yang dibungkus oleh selapis tipis tulang kompakta e. Tulang sesamoid Tualng sesamoid merupakan tulang kecil yang terletak disekitar tulang yang berdekatang denga persendian,perkembang bersama tendon dan jaringan fasia. 3. Struktur tulang Tulang tersusun oleh jaringan tulang kompakta (kortikal) dan kanselus (trapikular) atau sponggiosa. Sel-sel penyusun tulang terdiri dari: a. Osteoblas berfungsi menghasilkan jaringan osteosid dan menyekresi sejumlah besar fosfatase alkali yang berperan penting dalam pengendapan kalsium dan fosfat kedalam matriks tulang. b. Osteosid adalh sel-sel tulang dewasa yang bertindak sebagai lintasan untuk pertukaran kimiawi melalui tulang yang padat. c. Osteoklas adalah sel-sel berinti banyak yang memungkinkan mineral dan matriks tulang dapat diabsorbsi.

4. Pertubuhan dan metabolisme Pertumbuhan dan metabolisme tulang dipengaruhi oleh sejumlah mineral dan hormon yang meliputi : a. Kalsium dan fosfor b. Kalsitonin c. Vit D d. Hormon paratyroid (PTH) e. Hormon pertumbuhan f. Glukokortikroid g. Hormon seksual : 1) Estrogen : menstimulasi aktifitas osteoblastik dan cenderung menghambat peran hormon paratyroid 2) Androgen : seperti tetosteron, meningkatkan anabolismedan massa tulang 5. Sendi Sendi adalah suatu ruangan,tempat satu atau dua tulang berada saling berdekatan. Fungsi utama sendi adalah memberi pergerkan dan fleksibilitas dalam tubuh. Bentuk persendian ditetapkan berdasarkan jumlah dan tipe pergerakannya, sedangkan klasifikasi sendi berdasarkan pada jumlah pergerakan yang dilakukan. Menurut klasifikasi, sendi terdiri dari : a. Sedi sinatrosis (sendi tidak bergerak sama sekali) b. Sendi amfiartrosis (sendi bergerak terbatas) c. Sendi diartrosis / sinovial (sendi bergerak bebas)

G. Struktur lain dalam sistem mukuluskeletal 1. Ligamen Sekumpulan jaringan fibrosa yang tebal merupakan akhir dari suatu otot dan berfungsi mengikat suatu tulang. 2. Tendon Tendon adalah suatu peroanjangan dari pembungkus fibrosa yang membungkus setiap otot dan berkaitan dengan periosteum jaringan

penyambung yang mengelilingi tendon, khususnya pada pergelangan tangan dan tumit. 3. Fasia Fasia adalah suatau permukaan jaringan penyambung longgar yang didapatkan langsung dibawah kulit sebagai fasia superfisial (sebagi pembungkus tebal). Jaringan penyambung fibrosa yang membungkus otot,saraf,dan pembuluh darah. 4. Bursae Bursae adalah suatu kantong kecil dari jaringan penyambung, yang digunakan diatas bagian yang bergerak (misal antara kulit dan tulang,antara tendon dan tulang atau otot). Bursae bertindak sebagai penampang antara bagian yang bergerak (misal bursae kolekranon,yang terletak diantara presesus dan kulit).

H. Sistem Muskuloskeletal Perawat dapat belajar mengintegrasikan bagian-bagian muskuloskeletal pada saat klien berjalan, bergerakdi tempat tidur, atau melakukan segala jenis aktivitas fisik. Pengkajian fungsi muskuloskeletal berfokus pada penentuan rentang gerak sendi ,kekuatan dan tonus otot, dan kondisi sendi dan otot .Pengkajian integritas muskuloskeletal sangat penting terutama jika klien mengeluh nyeri atau kehilangan fungsi sendi atau otot.Seringkali gangguan muskuler adalah manifestasi dari penyakit neurologik . Untuk alasan inilah pengkajian neurologik seringkali dilakukan secara bersamaan. Pertama tinjau ulang anatomi tulang dan penempatan otot serta struktur sendi. Sendi bervariasi dalam tingkat mobilitasnya. Beberapa di antaranya seperti lutut,dapat bergerak bebas. Vertebra spinal merupakan contoh sendi yang hanya bisa sedikit di gerakkan. Pemeriksaan menggunaan inspeksi dan palpasi.Otot dan sendi harus dipajangkan dan bebas bergerak .Bergantung pada otot apa yang dikaji klien dapat dalam posisi duduk,telentang ,telengkup,atau berdiri.

I. Inspeksi Umum Perawat mengobservasi gaya berjalan dan bagian anterior ,posterior,dan lateral postur klien pada saat klien berjalan ke dalam dan berdiri di kamar pemeriksaan .Pada saat klien tidak menyadari sifat observasi, gaya berjalan akan lebih alami .Kemudian tes yang lebih formal meminta klien berjalan di atas garis lurus menjahui dari perawat dan kembali lagi. Perawat mencari adanya kaki diseret ,pincang dan posisi badan dalam kaitannya dengan tungkai.Normalnya klien berjalan dengan lengan yang mengayun bebas di kedua sisi dan kepala dan wajah mendahului tubuh. Lansia seringkali berjalan dengan langkah yang kecil dan dasar penopang yang lebih lebar. Postur berdiri yang normal adalah berdiri tegak dengan kesejajaran paralel antara pinggul dan bahu. Harus terdapat kontur yang merata di bahu , setingkat skapula dan krista iliaka ,kesejajaran kepala dengan lipatan gluteal,dan kesimetrsian ekstremitas. Perhatikan klien dari samping ,perawat mencatat kurva servikal ,torakal, dan lumbar normal.Kepalapada posisi tegak.Pada saat klien duduk,beberapa derajat cekungan bahu merupakan hal yang normal.Lansia cenderung membungkuk,postur membungkuk ke

arahdepan,dengan pinggul dan lutut fleksi dan lengan membungkuk pada siku mengangkat tinggi lengan (Ebersole and Hess,1994). Abnormalitas postural yang banyak terjdi antara lain lordosis,kifosis,dan skoliosis. Kifosis atau bungkuk, adalah perburukan kurvatura posterior spinal toraks. Abnormalitas postural ini banyak terjadi pada lansia. Lordosis atau swayback adalah peningkatan kurvatura lumbar . Kurvatura spinal lateral disebut skoliosis .Kehilangan tinggi badan merupakan tanda-tanda klinis pertama terjadinya osteoporosis,ketika kehilangan badan terjadi pada tubuh sebagai akibat fraktur vertebral dan kolaps ( Reed and Birge,1988). Meskipun sejumlah kecil penurunan tinggi badan di perkirakan dengan penuaan osteoporosis juga banyak terjadi. a. Palpasi Perawat melakukan palpasi secara perlahan di seluruh tulang,sendi,dan otot sekitar dalam pemeriksaan yang lengkap . Dalam pengkajian terfokus,

hanya area-area terlibat saja yang perlu diperiksa. Perawat mencatat adanya panas,nyeri tekan,edema, atau resistensi terhadap tekanan. b. Rentang Gerak Sendi Perawat meminta klien untuk meletakkan setiap sendi mayor pada rentang gerak sendi penuh baik aktif maupun pasif. Tersedianya ruang yang luas penting agar klien dapat sepenuhnya menggerakkan setiap ekstremitas. Mendemonstrasikan rentang gerak pada klien jika

memungkinkan merupakan hal yang sangat membantu . Goniometer mengukur dengan tepat derajat gerakan pada sendi tertentu dan digunakan terutama pada klien yang di curigai menderita pengurangan gerakan sendi. c. Tonus dan Kekuatan Otot Tonus normal menyebabkan resitensi ringan, yang merata terhadap gerakan di seluruh rentang. Jika sebuah otot mengalami peningkatan tonus,atau hipertonisitas, gerakan pasif tiba-tiba terhadap sendi hadapi dengan resistensi yang cukup kuat . Gerakan yang kontinu akhirnya menyebabkan otot tersebut rileks. Otot yang hanya memiliki sedikit tonus (hipotonisitas) terasa lembek. Sedangkan otot yang mengalami atrofi ( penurunan ukuran )

J. Sistem kerangka dan otot kerangka Sususnan kerangka terdiri dari susunan berbagai macam tulangtulang yang banyaknya kira-kira 206 buah tulang yang satu sama lainnya saling berhubunga yang terdiri dari tulang tengkorak ( 8 buah),tulang wajah ( 14 buah), tulang telingga dalam ( 6 buah),tulang lidah (1 buah), tulang yang membentuk kerangka dada ( 25 buah),tulang yang membentuk tulang

belakang dan gelang pinggul (16 buah), tulang anggota yang membentuk lengan ( anggota gerak atas)(64 buah), tulang yang membentuk kaki (anggota gerak bawah) (62 buah) Bagian-bagian yang sering terdapat pada tulang : 1. Foramen , suatu lubang tempat pembuluh darah ,saraf,dan ligamentum 2. Fosa , suatu lekukan di dalam atau pada permukaan tulang

3. Prosesus , suatu tonjolan atau taju 4. Kondilus taju yang bentuknya bundar merupakan benjolan 5. Turberkulum : Tonjolan kecil 6. Tuberositas : Tonjolan besar 7. Trokanter : Tonjolan besar ,pada umumnya tonjolan ini pada tulang pada (femur) Guna kerangka: Menahan seluruh bagian-bagian badan supaya jangka rubuh Melindungi alat tubuh yang halus seperti otak, jantung dan paru-paru Tempat melekatnya otot-otot dan untuk pergerakan tubuh dengan perantaraan otot Tempat pembuatan sel-sel darah terutama sel darah merah Memberikan bentuk pada bangunan tubuh

8. Krista pinggir atau tulang 9. Spina tonjolan tulang yang bentuknya agak runcing 10. Kaput (kepala tulang) bagian ujung yang bentuknya bundar

K. Tulang Kepala/ Tengkorak Tengkorak di bentuk oleh beberapa tulang picak, yang bentuknya melengkung,satu sama lain berhubungan sangat erat sekali ,terdiri atas dua bagian yaitu tengkorak otak dan tengkorak wajah. 1. Tengkorak otak Tengkorak otak terdiri dari tulang-tulang yang dihubungkan satu sama lain oleh tulang bergerigi yang disebut sutura,banyaknya delapan buah dn terdiri dari 3 bagian yaitu: a. Kubah tengkorak ,yang terdiri dari tulang-tulang: Os frontal ; Tulang dahi di bagian depan kepala Os padetal: Tulang ubun-ubun terletak di tengah kepala Os osipital: Tulang kepala belakang terletak di belakang kepala os oksipital, terdapat sebuah lubang cocok sekali dengan yang terdapat dalam ruas tulang belakang yang disebut foramen magnum

10

b. Dasar tengkorak,terdiri dari tulang-tulang : Os sfenoid (tulang baji) tulang ini terdapat di tengah

tengkorak,bentuknya seperti kupu-kupu yang mempunyai 3 sayap. Os etmoidal (tulang tapis) terletak di sebelah depan dari os sfenoidal, di antara lekuk mata, terdiari dari tulang tipis yang tegak dan mendatar. c. Samping tengkorak dibentuk oleh tulang pelipis (os temporal) dan sebagian dari tulang dahi,tulang ubun-ubun dan tulang baji .Tulang pelipis terdapat di bagian kiri dan kanan samping kepala dan terbagi atas 3 bagian yaitu : 1) Bagian tulang karang (skuamosa), yang membentuk rongga-rongga yaitu rongga telinga tengah dan rongga telingga dalam 2) Bagian tulang keras (os petrosum ) yang menjorok ke bagian tulang pipi dan mempunyai taju yang prosesus stiloid 3) Bagian mastoid , terdiri dari tulang yang mempunyai lubanglubang halus berisi udara mempunyai taju, bentuknya seperti

puting susu yang disebut prosesus mastoid 2. Tengkorak wajah Bagian ini pada manusia bentuknya lebih kecil daripada tengkorak otak, didalamnya terdapat rongga rongga yang membentuk rongga mulut (kavumoris) ,rongga hidung (kavum nasi), dan rongga mata (kavum orbita). Tengkorak ini dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu: a. Bagian hidung b. Bagian rahang 3. Kerangka dada Kerangka dada dibentuk oleh susunan tulang yang melindungi rongga dada yang terdiri dari : a. Tulang dada (sternum) : 1 buah b. Tulang iga kosta :12 pasang c. Vertebra torakalis : 12 ruas

11

4. Tulang dada Tulang dada menjadi tonggak dinding depan dari toraks (rongga dada) bentuknya gepeng dan sedikit melebar, yang terdiri atas 3 bagian yaitu : a. Manubrium sterni, bagian tulang dada sebelah atas yang membentuk persendian dengan tulang selangka (klavikula) dan tulang iga b. Korbus sterni, bagian yang terbesar dari tulang dada dan membentuk persendian dengan tulang-tulang iga c. Prosesus sigfoid , bagian ujung dari tulang dada dan pada bayi masih berbentuk tulang rawan 5. Tulang iga Tulang iga mempunya 12 pasang (24 buah), kiri dan kanan, bagian depan berhubungan dengan tulang dada dengan perantaraan tulang rawan. Tulang iga dibagi menjadi 3 macam : a. Iga sejati ( Os kosta vera) : banyaknya 7 pasang, berhubungan langsung dengan tulang dada dengan perantaraan persendian. b. Tulang iga tak sejati ( Os kosta spuria) : banyaknya 3 pasang, berhubungan dengan tulang dada, dengan perantara tulang rawan dari tulang iga sejati ke 7 c. Tulang iga melayang ( Os kosta fluitantes) : banyaknya 2 pasang tidak mempunyai hubungan dengan tulang dada 6. Ruas tulang belakang Bentuk dari tiap-tiap ruas belakang pada umumnya sama, hanya ada perbedaannya sedikit bergantung pada kerja yang ditanganinnya. Ruas-ruas ini, terdiri atas beberapa bagian : a. Badan ruas merupakan bagian yang terbesar , bentuknya tebal dan kuat terletak disebelah depan b. Lengkung ruas, bagian yang melingkari dan melindungi lubang ruas tulang belakang, terletak disebelah belakang dan pada bagian ini terdapat beberapa tonjolan yaitu : 1) Prosesus spinosus tau taju duri , terdapat ditengah lengkung ruas, menonjol kebelakang.

12

2) Prosesus tranfersum atau taju sayap, terdapat disamping kiri dan kanan lengkung ruas 3) Prosesus artikularis atau taju penyendi, membentuk persendian dengan ruas tulang belakang (veterbralis) Bagian-bagian dari ruas tulang belakang terdiri dari: a. Vertebra servikalis (tulang leher) : 7 ruas, mempunyai badan ruas kecil,dan lubang ruasnya besar. b. Vetebra torakalis (tulang punggung) : 12 ruas c. Vetebra lumbaris (tulang pinggang) : 5 ruas d. Vetebra sakralis ( tulang kelangkang) : 5 ruas e. Vertebra koksigialis (tulang ekor) : 4 ruas, ruas-ruasnya kecil dan menjadi sebuah tulang yang disebut juga Os koksigialis

L. Kerangka anggota gerak atas Kerangka anggota gerak atas dikaitkan degan kerangka badan dengan perantaran gelang bahu yang terdiri dari skapula dan klafikula. Tulang-tulang yang membentuk kersngka lengan antara lain: Gelang bahu (skapula dan klavikula) Humerus Ulna Radius Karpalia Metakarpalia dan Falangus

1. Gelang bahu yaitu persendian yang menghubungkan lengan dengan badan pergelangan ini mempuyai mangkok sendi yang tidak sempurna oleh karena bagian belakangnya tebuka. Bagian ini dibentuk oleh dua buah tulang yaitu skapula (tulang belikat) dan klavikula ( tulang selangka). 2. Humerus (tulang pangkal lengan) yaitu mempunyai tulang panjang seperti tongkat bagian yang mempunyai hubungan dengan bahu bentuknya bundar membentuk kepala sendi yang disebut kaput humeri.

13

3. Ulna yaitu tulang hasta adalah tlang bawah yang lengkungya sejajar dengan tulang jari kelingking arah kesiku. Mempunyai taju yang disebut prosesus olektrani, gunanya ialah tempat melekatnya otot dan menjaga agar siku tidak membengkok kebelakang. 4. Radius (tulang pengumpil) letaknya bagian lateral, sejajar dengan ibu jari dibagian yang berhubungan humerus dataran sendinya berbentuk bundar yang memungkinkan lengan bawwah yang dapat berputar atau telengkuku. 5. Karpalia (tulang pergelangan tangan) terdiri dari 8 tulang tersusun atas 2 baris : a. bagian proksimal meliputi : Os navikular 9tulang bentuk kepala), Os lunatum (tulang berbentuk bulan sabit), Os triquentum (tulang berbentuk segituga), Os fisiformis (tulang berbentuk kacang) b. bagian distal meliputi Os multankulun mavus (tulang besar bersegi banyak) 1) metakarpalia tulang telapak tangan terdiri dari tulang pipa pendek , banyaknya 5 buah setiap batang, mempunyai 2 ujung yang bersendi dengan tulang karpalia dan bersendi dengan falangus atau tulang jari. 2) Falangus (tulang jari tangan), terdiri dari tulang pipa pendek yang banyaknya 14 buah dibentuk dalam 5 bagian tulang yang berhubungan dengan metakarpalia perantaraan persendian

M. Kerangka anggota gerak bawah Tulang ekstremitas bawah atau anggota gerak dikaitkan pada batang tubuh, dengan perantaraan gelang panggul, terdiri 31 pasang tulang koksa (tulang pangkal paha), femur (tulang paha), tibia (tulang kering), fibula (tulang betis), patela (tempurung lutut), tarsalia (tulang pangkal kaki), metatarsalia (tulang telapak kaki), falang ( ruas jari kaki). 1. Tulang koksa Atau tulang pangkal paha turut membentuk gelang panggul . letaknya disetiap sisi dan didepan bersatu dengan simfisis pubis dan membentuk sebagian besar tulang pelvis.

14

2. Tulang femur Merupakan tulang pipa. Terpanjang dan terbesar yang

berhubungan dengan asetabulum membentuk kepala sendi yang disebut kaputfemoris. 3. Os tarsalia Os tarsalia (tulang pangkal kaki) dihubungkan dengan tungkai bawah oleh sendi pergelangan kaki. Terdiri dari tulang-tulang kecil yang banyaknya 5 buah yaitu : a. Talus (tulang loncat) b. Kalkaneus (tulang tumit) c. Navikular (tulang bentuk kapal) d. Os kuboideum ( tulang bentuk dadu) e. Kunaiformi (3 buah) ; kunaiformi lateralis, kunaiformi intermedialis, dan kurnaifermi medialis. 4. Metatarsalia Metatarsalia ( tulang telapak kaki) terdiri dari tulang-tulang pendek yang banyaknya 5 buah , yang masing-masing berhubungan dengan tarsus dan falangus dengan perantaraan persendian. 5. Falangus Falangus atau ruas jari kaki merupakan tulang-tulang pipa pendek yang masing-masing terdiri dari atas 3 ruas kecuali ibu jari banyaknya 2 ruas. Pada metatarsalia bagian ibu jari terdapat 2 buah tulang kecil bentuknya undar yang disebut tulang bijian ( Os sesamoid).

K. Fungsi tulang Fungsi tulang adalah sebagai berikut : 1. Formasi kerangka: membentuk rangka tubuh, untuk menyokong tubuh serta menentukan bentuk ukuran tubuh 2. Formasi sendi : tulang membentuk persendian 3. Perlengketan otot: tulang menyediakan permukaan untuk tempat melekatnya otot 4. Sebagai pengungkit: untuk bermacam-macam aktifitaas selama pergerakan

15

5. Menyeokokng berat badan : memelihara sikap tegak tubuh 6. Proteksi : melindungi struktus yang halus seperti otak 7. Hemopoiesis: sebagai tempat pembentukan sel-sel darah 8. Fungsi imunologi: limfosit B dan makrofak dibentuk dalam sistem loendotel dalam tulang 9. Penyimpan kalsium: tulang mengandung 97% kalsium yang terdapat didalam tubuh

16