Anda di halaman 1dari 10

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1. Teori Umum Anatomi Hati Hati merupakan organ yang sangat penting dalam pengaturan homeostasis tubuh yang meliputi metabolisme, biotransformasi, sintesis, penyimpanan dan imunologi. Dari sudut pandang anatomi dan fisiologi, hati adalah organ terbesar dari sistem intestinal dengan berat antara 1,2-1,8 kg atau kurang lebih 25% berat badan orang dewasa yang menempati sebagian besar kuadran kanan atas abdomen dan merupakan pusat metabolisme tubuh dengan fungsi yang sangat kompleks. ke iga #$ kiri. Tes Fungsi Hati %es fungsi hati yaitu mengukur en&im, protein dan unsur yang dihasilkan atau dilepaskan oleh hati dan dipengaruhi oleh kerusakan hati. eberapa dihasilkan oleh selsel hati yang rusak dan beberapa men'erminkan kemampuan hati yang menurun dalam melakukan satu atau beberapa fungsinya. (etika dilakukan bersamaan, tes ini memberikan dokter gambaran kondisi kesehatan hati, suatu indikasi keparahan akan kerusakan hati, perubahan status hati dalam selang waktu tertentu, dan merupakan batu lon'atan untuk tes diagnosis selan!utnya. )da beberapa potensi disfungsi hati di mana tes fungsi hati bisa disarankan untuk dilakukan. eberapa di antaranya adalah orang yang memiliki riwayat diketahui atau berpotensi terpapar *irus hepatitis+ mereka yang merupakan peminum berat+ indi*idu dengan riwayat keluarga menderita penyakit hati+ mereka yang mengonsumsi obat yang kadang dapat merusak hati. %es fungsi hati !uga bisa disarankan pada temuan tanda , ge!ala penyakit hati, beberapa di antaranya adalah- kelelahan, kelemahan, berkurangnya selera makan, mual, muntah, pembengkakan atau nyeri perut, jaundice, urine gelap, tin!a berwarna terang, pruritus .gatal-gatal/. 0ada dasarnya tidak ada tes tunggal yang digunakan untuk menegakkan diagnosis. %erkadang beberapa kali tes berselang diperlukan untuk menentukan !ika suatu pola ada dan membantu menentukan penyebab kerusakan hati. 0un ketika penyakit hati sudah atas atas hati berada se!a!ar dengan ruang interkostal " kanan dan batas bawah menyerong ke atas dari iga #$ kanan

dideteksi, tes fungsi hati biasanya tetap berlan!ut se'ara berkala untuk memantau tingkat keberhasilan terapi atau per!alanan penyakit. Manfaat Test Fungsi Hati Hasil tes fungsi hati bukanlah sebuah media diagnostik untuk kondisi spesifik+ mereka mengindikasikan bahwa terdapat kemungkinan ada suatu masalah pada hati. 0ada orang yang tidak memperlihatkan ge!ala atau tidak terindentifikasi adanya faktor risiko, hasil tes fungsi hati yang abnormal bisa mengindikasikan adanya perlukaan hati sementara atau sesuatu yang ter!adi di lokasi lain di dalam tubuh 1 seperti pada otot, pankreas atau !antung. 2amun !uga bisa menandakan penyakit hati tahap awal dan memerlukan tes lebih lan!ut dan3atau pemantauan se'ara berkala. Hasil-hasil tes fungsi hati biasanya die*aluasi se'ara bersama-sama. 4adi beberapa set tes dalam periode tertentu dilihat apakah memiliki pola tertentu. 5etiap orang akan memiliki sebuah set tes fungsi hati yang unik yang biasanya berubah-ubah seiring ber!alannya waktu. 5eorang dokter mengamati kombinasi hasil-hasil tes ini guna mendapatkan petun!uk tentang kondisi yang mendasarinya. 5eringkali, tes lebih lan!ut diperlukan untuk menentukan apa sebenarnya yang menyebabkan penyakit dan3atau kerusakan hati tersebut. Hati merupakan pusat dari metabolisme seluruh tubuh, merupakan sumber energi tubuh sebanyak 26% serta menggunaka 26-25% oksigen darah. )da beberapa fungsi hati yaitu1. 7ungsi hati sebagai metabolisme karbohidrat 0embentukan, perubahan dan peme'ahan (H, lemak dan protein saling berkaitan 1 sama lain. Hati mengubah pentosa dan heksosa yang diserap dari usus halus men!adi glikogen, mekanisme ini disebut glikogenesis. 8likogen lalu ditimbun di dalam hati kemudian hati akan meme'ahkan glikogen men!adi glukosa. 0roses peme'ahan glikogen men!adi glukosa disebut glikogenolisis. (arena proses ini, hati merupakan sumber utama glukosa dalam tubuh, selan!utnya hati mengubah glukosa melalui heksosa monophosphat Hunt dan terbentuklah pentosa. 0embentukkan pentosa mempunyai beberapa tu!uanmenghasilkan energi, biosintesis dari nukleotida, nu'lei' )'id dan )%0 dan membentuk3 biosintesis senyawa 9 karbon yaitu piru*i' )'id .asam piru*at diperlukan dalam siklus (rebs/. 2. 7ungsi hati sebagai metabolisme lemak

Hati tidak hanya membentuk3 mensintesis lemak tapi sekaligus mengadakan katabolisis asam lemak. )sam lemak dipe'ah men!adi beberapa komponen 5enyawa : karbon 1 (;%<2 <D#;5 5enyawa 2 karbon 1 )=%#"; )=;%)%; .dipe'ah men!adi asam lemak dan gliserol/ 0embentukkan kolesterol 0embentukkan dan peme'ahan fosfolipid Hati merupakan pembentukkan utama, sintesis, esterifikasi dan ekskresi kolesterol. Dimana serum kolesterol men!adi standar pemeriksaan metabolisme lipid. 9. 7ungsi hati sebagai metabolisme protein Hati mensintesis banyak ma'am protein dari asam amino dengan proses determinasi, hati !uga mensintesis gula dari asam lemak dan asam amino. Dengan proses transaminasi, hati memproduksi asam amino dari bahan-bahan non nitrogen. Hati merupakan satusatunya organ yang membentuk plasma albumin dan >-globulin dan organ utama bagi produksi urea. ?rea merupakan end produ't metabolisme protein. >-globulin selain dibentuk di dalam hati, !uga dibentuk di limpa dan sumsum tulang @-globulin hanya dibentuk di dalam hati. )lbumin mengandung A 58: asam amino dengan B CC.666. :. 7ungsi hati sehubungan dengan pembekuan darah Hati merupakan organ penting bagi sintesis protein-protein yang berkaitan dengan koagulasi darah, misalnya- membentuk fibrinogen, protrombin, faktor ", "##, #$, $. enda asing menusuk kena pembuluh darah yang beraksi adalah faktor ekstrinsik, bila ada hubungan dengan katup !antung 1 yang beraksi adalah faktor intrinsik. 7ibrin harus isomer biar kuat pembekuannya dan ditambah dengan faktor $###, sedangkan "it ( dibutuhkan untuk pembentukkan protrombin dan beberapa faktor koagulasi. 5. 7ungsi hati sebagai metabolisme *itamin 5emua *itamin disimpan di dalam hati khususnya *itamin ), D, ;, dan (. C. 7ungsi hati sebagai detoksikasi Hati adalah pusat detoksikasi tubuh, proses detoksikasi ter!adi pada proses oksidasi, reduksi, mediasi, esterifikasi, dan kon!ugasi terhadap berbagai ma'am bahan seperti &at ra'un, obat o*er dosis.

D. 7ungsi hati sebagai fagositosis dan imunitas 5el kupffer merupakan saringan penting bakteri, pigmen dan berbagai bahan melalui proses fagositosis. 5elain itu sel kupffer !uga ikut memproduksi >-globulin sebagai imun li*er me'hanism. 8. 7ungsi hemodinamik Hati menerima A 25% dari 'ardia' output, aliran darah hati yang normal A 1566 ''3menit atau 1666-1866 ''3menit. Darah yang mengalir di dalam arteri hepati'a A 25% dan di dalam *ena porta D5% dari seluruh aliran darah ke hati. )liran darah ke hepar dipengaruhi oleh faktor mekanis, pengaruh persarafan dan hormonal, aliran ini berubah 'epat pada waktu eEer'ise, terik matahari, sho'k. Hepar merupakan organ terpenting untuk mempertahankan aliran darah. Bilirubin 0ada manusia dewasa, 1-2 E 168 eritrosit dihan'urkan tiap !amnya. (etika hemoglobin dihan'urkan dalam tubuh, globin diuraikan men!adi asan amino pembentuknya yang kemudin akan digunakan kembali, sedangkan &at besi dari heme akan memasuki depot yang !uga akan dipakai kembali. agian porfirin dalam heme !uga diuraikan, terutama di dalam sel 1 sel retikuloendotel hati, limpa dan sumsum tulang. (atabolisme heme dari semua protein heme ter!adi di dalam fraksi mikrosom sel retikuloendotel oleh sebuah sistem en&im yang dinamakan heme oksigenase. )danya bantuan 2)D0H mengakibatkan penambahan oksigen pda !embatan F-metenil antara pirol # dan pirol ## porfirin, sehingga besi fero teroksidasi men!aid bentuk feri. #on feri ini akan dilepaskan, dan bli*erdin terbentuk akibat peme'ahan 'in'in tetrapirol. 0ada mamalia, en&im bili*erdin reduktase akan mereduki !embatan metenil antara pirol ### dan pirol #" men!adi gugus metilen untuk menghasilkan bilirubin, yaitu suatu pigmen berwarna kuning. ilirubin hanya sedikit larut dalam plasma dan air, tetapi kelarutan bilirubin dapat ditingkatkan oleh pengikatan non-ko*alen dengan albumin. Dalam 166 ml plasma kurang lebih 25 mg bilirubin dapat diikat erat oleh albumin. ilirubin selan!utnya diangkut ke hati. Hepatosit kemudian akan mengubah bilirubin bentuk polar dengan penambahan satu molekul asam glukoronat .kon!ugasi/ sehingga terbentuk bilirubin terkon!ugasi. )pabila bilirubin men'apai ileum termialis dan usus besar, bilirubin akan direduksi oleh

bakteri men!adi urobilinogen.?robilinogen yang sebagian besar tidak berwarna, selan!utnya akan teroksidasi men!adi &at berwarna .sterkobilin/ dan disekresikan ke dalam feses. 5atu gram hemoglobin diperkirakan menghasilkan 95 mg biliruin. 0embentukan bilirubin setiap hari pada manusia dewasa kurang lebih ber!umlah 256 1 95- mg yang terutama berasal dari hemoglobin. 2amun demikian, bilirubin dapat !uga berasal dari proses eritropoesis yang tidak efektif dan dari berbagai protein heme lainnya seperti sotokrom 0-:56. ilirubin adalah pigmen kuning yang berasal dari perombakan heme dari hemoglobin dalam proses peme'ahan eritrosit oleh sel retikuloendotel. Disamping itu sekitar 26% bilirubin berasal dari perombakan &at-&at lain. 5el retikuloendotel membuat bilirubin tidak larut dalam air, bilirubin yang disekresikan dalam darah harus diikatkan albumin untuk diangkut dalam plasma menu!u hati. ilirubin berikatan dengan albumin sehingga &at ini dapat diangkut ke seluruh tubuh. Dalam bentuk ini, spesies molekular disebut bilirubin tak terkon!u!gasi. 5ewaktu &at ini beredar melalui hati, hepatosit melakukan fungsi sebagai berikut1. 0enyerapan bilirubin dan sirkulasi 2. (on!ugasi en&imatik sebagai bilirubin glukoronida 9. 0engangkutan dan ekskresi bilirubin terkon!ugasi ke dalam empedu untuk dikeluarkan dari tubuh. Metabolisme Bilirubin Betabolisme bilirubin diawali dengan reaksi proses peme'ahan heme oleh en&im hemoksigenase yang mengubah bili*erdin men!adi bilirubin oleh en&im bilirubin reduksitase. 5el retikuloendotel membuat bilirubin tak larut air, bilirubin yang sekresikan ke dalam darah diikat albumin untuk diangkut dalam plasma. Hepatosit adalah sel yang dapat melepaskan ikatan, dan mengkon!ugasikannya dengan asam glukoronat men!adi bersifat larut dalam air. ilirubin yang larut dalam air masuk ke dalam saluran empedu dan diekskresikan ke dalam usus . Didalam usus oleh flora usus bilirubin diubah men!adi urobilinogen yang tak berwarna dan larut air, urobilinogen mudah dioksidasi men!adi urobilirubin yang berwarna. 5ebagian terbesar dari urobilinogen keluar tubuh bersama tin!a, tetapi sebagian ke'il diserap kembali oleh darah *ena porta dikembalikan ke hati. ?robilinogen yang demikian mengalami daur ulang, keluar lagi melalui empedu. )da sebagian ke'il yang masuk dalam sirkulasi sistemik, kemudian urobilinogen masuk ke gin!al dan diekskresi bersama urin.

Metabolisme bilirubin di ati Betabolisme bilirubin dalam hati dibagi men!adi 9 proses1. 0engambilan .uptake/ bilirubin oleh sel hati 2. (on!ugasi bilirubin 9. 5ekresi bilirubin ke dalam empedu Ma!am dan sifat bilirubin a. Bilirubin ter"on#ugasi$ dire!t ilirubin terkon!ugasi3 dire't adalah bilirubin bebas yang bersifat larut dalam air sehingga dalam pemeriksaan mudah bereaksi. ilirubin terkon!ugasi .bilirubin glukoronida atau hepatobilirubin/ masuk ke saluran empedu dan diekskresikan ke usus. 5elan!utnya flora usus akan mengubahnya men!adi urobilinogen. ilirubin terkon!ugasi bereaksi 'epat dengan asam sulfanilat yang terdia&otasi membentuk a&obilirubin. 0eningkatan kadar bilirubin dire't atau bilirubin terkon!ugasi dapat disebabkan oleh gangguan ekskresi bilirubin intrahepatik antara lain 5indroma Dubin 4ohson dan Gotor, Ge'urrent #ntrahepati' 'holestasis, 2ekrosis hepatoseluler, <bstruksi saluran empedu. Diagnosis tersebut diperkuat dengan pemeriksaan urobilin dalam tin!a dan urin dengan hasil negatif. b. Bilirubin ta" ter"on#ugasi$ indire!t ilirubin tak terkon!ugasi .hematobilirubin/ merupakan bilirubin bebas yang terikat albumin, bilirubin yang sukar larut dalam air sehingga untuk memudahkan bereaksi dalam pemeriksaan harus lebih dulu di'ampur dengan alkohol, kafein atau pelarut lain sebelum dapat bereaksi, karena itu dinamakan bilirubin indire't. 0eningkatan kadar bilirubin indire't mempunyai arti dalam diagnosis penyakit bilirubinemia karena payah !antung akibat gangguan dari deli*ery bilirubin ke dalam peredaran darah. 0ada keadaan ini disertai dengan tanda-tanda payah !antung, setelah payah !antung diatasi maka kadar bilirubin akan normal kembali dan harus dibedakan dengan 'ardia' 'hirrhosis yang tidak selalu disertai bilirubinemia.

0eningkatan yang lain ter!adi pada bilirubinemia akibat hemolisis atau eritropoesis yang tidak sempurna, biasanya ditandai dari anemi hemolitik yaitu gambaran apusan darah tepi yang abnormal,umur eritrosit yang pendek.

Pen%a"it %ang ber ubungan dengan bilirubin Hiperbilirubinemia Hiperbilirubinemia adalah keadaan dimana konsentrasi bilirubin darah melebihi 1 mg3dl. 0ada konsentrasi lebih dari 2 mg3dl, hiperbilirubinemia akan menyebabkan ge!ala ikterik atau !aundi'e. #kterik atau !aundi'e adalah keadaan dimana !aringan terutama kulit dan sklera mata men!adi kuning akibat deposisi bilirubin yang berdiffusi dari konsentrasinya yang tinggi didalam darah. Hiperbilirubinemi Dikelompokkan dalam dua bentuk. erdasarkan penyebabnya yaitu hiperbilirubinemia retensi yang disebabkan oleh produksi yang berlebih dan hiperbilirubinemia regurgitasi yang disebabkan refluks bilirubin kedalam darah karena adanya obstruksi bilier. Hiperbilirubinemia retensi dapat ter!adi pada kasus-kasus haemolisis berat dan gangguan kon!ugasi. Hati mempunyai kapasitas mengkon!ugasikan dan mengekskresikan lebih dari 9666 mg bilirubin perharinya sedangkan produksi normal bilirubin hanya 966 mg perhari. Hal ini menun!ukkan kapasitas hati yang sangat besar dimana bila peme'ahan heme meningkat, hati masih akan mampu meningkatkan kon!ugasi dan ekskresi bilirubin larut. )kan tetapi lisisnya eritrosit se'ara massi*e misalnya pada kasus si'kle 'ell anemia ataupun malaria akan menyebabkan produksi bilirubin lebih 'epat dari kemampuan hati mengkon!ugasinya sehingga akan terdapat peningkatan bilirubin tak larut didalam darah. 0eninggian kadar bilirubin tak larut dalam darah tidak terdeteksi didalam urine sehingga disebut !uga dengan ikterik a'holuria. 0ada neonatus terutama yang lahir premature peningkatan bilirubin tak larut ter!adi biasanya fisiologis dan sementara, dikarenakan haemolisis 'epat dalam proses penggantian hemoglobin fetal ke hemoglobin dewasa dan !uga oleh karena hepar belum matur, dimana akti*itas glukoronosiltransferase masih rendah. )pabila peningkatan bilirubin tak larut ini melampaui kemampuan albumin mengikat kuat, bilirubin akan berdiffusi ke basal ganglia pada otak dan menyebabkan ensephalopaty toksik yang disebut sebagai kern ikterus. eberapa kelainan penyebab hiperbilirubinemia retensi diantaranya seperti 5yndroma =rigler 2a!!ar # yang merupakan gangguan kon!ugasi karena glukoronil transferase tidak aktif, diturunkan se'ara

autosomal resesif, merupakan kasus yang !arang, dimana didapati konsentrasi bilirubin men'apai lebih dari 26 mg3dl. 5yndroma =rigler 2a!!ar ##, merupakan kasus yang lebih ringan dari tipe #, karena kerusakan pada isoform glukoronil transferase ##, didapati bilirubin monoglukoronida terdapat dalam getah empedu. 5yndroma 8ilbert, ter!adi karena haemolisis bersama dengan penurunan uptake bilirubin oleh hepatosit dan penurunan akti*itas en&ym kon!ugasi dan diturunkan se'ara autosomal dominan. Hiperbilirubinemia regurgitasi paling sering ter!adi karena terdapatnya obstruksi pada saluran empedu, misalnya karena tumor, batu, proses peradangan dan sikatrik. 5umbatan pada duktus hepatikus dan duktus koledokus akan menghalangi masuknya bilirubin keusus dan peninggian konsentrasinya pada hati menyebabkan refluks bilirubin larut ke *ena hepatika dan pembuluh limfe. entuknya yang larut menyebabkan bilirubin ini dapat terdeteksi dalam urine dan disebut sebagai ikterik 'holuria. (arena ter!adinya akibat sumbatan pada saluran empedu disebut !uga sebagai ikterus kolestatik. ilirubin terkon!ugasi dapat terikat se'ara ko*alen pada albumin dan membentuk H bilirubin yang memiliki waktu paruh .% 132/ yang pan!ang mengakibatkan ge!ala ikterik dapat berlangsung lebih lama dan masih di!umpai pada masa pemulihan.

Metode Pemeri"saan Bilirubin Total Dalam pemeriksaan bilirunin total metode yang dipakai antara lain1. Betode 4endrasik-8rof 0rinsipilirubin bereaksi dengan D5) .Dia&oti&ed 5ulphanili' )'id/ dan membentuk senyawa a&o yang berwarna merah. Daya serap warna dari senyawa ini dapat langsung dilakukan terhadap sampel bilirubin pada pan!ang gelombang 5:C nm. ilirubin glukuronida yang larut dalam air dapat langsung bereaksi dengan D5), namun bilirubin yang terdapat di albumin yaitu bilirubin terkon!ugasi hanya dapat bereaksi !ika ada akselerator. %otal bilirubin bilirubin dire't I bilirubin indire't. 2. Betode =holorimetri' %est-Di'hloroaniline .D=)/ 0rinsip- %otal bilirubin direaksikan dengan di'hloroanilin terdia&otisasi membentuk senyawa a&o yang berwarna merah dalam larutan asam, 'ampuran khusus .detergen enables / sangat sesuai untuk menentukan bilirubin total. Geaksiilirubin I ion dia&onium membentuk )&obilirubin dalam suasana asam .Dialine Diagnostik /.

Fa"tor&fa"tor %ang mem'engaru i stabilitas bilirubin total Dalam suatu pemeriksaan bilirubin total, sampel akan selalu berbubungan langsung dengan faktor luar. Hal ini erat sekali terhadap kestabilan kadar sampel yang akan diperiksa, sehingga dalam pemeriksaan tersebut harus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas kadar bilirubin total dalam serum diantaranya yaitua. 5inar 5tabilitas bilirubin dalam serum pada suhu kamar tidak stabil dan mudah ter!adi kerusakan terutama oleh sinar, baik sinar lampu ataupun sinar matahari. 5erum atau plasma heparin boleh digunakan, hindari sampel yang hemolisis dan sinar matahari langsung. 5inar matahari langsung dapat menyebabkan penurunan kadar bilirubin serum sampai 56% dalam satu !am, dan pengukuran bilirubin total hendaknya diker!akan dalam waktu dua hingga tiga !am setelah pengumpulan darah. ila dilakukan penyimpanan serum hendaknya disimpan di tempat yang gelap, dan tabung atau botol yang berisi serum di bungkus dengan kertas hitam atau aluminium foil untuk men!aga stabilitas serum dan disimpan pada suhu yang rendah atau lemari pendingin b. 5uhu 0enyimpanan 5uhu merupakan faktor luar yang selalu berhubungan langsung terhadap sampel, baik saat penyimpanan maupun saat pemeriksaan. 0emeriksaan kadar bilirubin total sebaiknya diperiksa segera, tapi dalam keaadaan tertentu pemeriksaan kadar bilirubin total bisa dilakukan penyimpanan. Dengan penyimpanan yang benar stabilitas serum masih stabil dalam waktu satu hari bila disimpan pada suhu 15-25J=, empat hari pada suhu 2 - 8J=, dan tiga bulan pada penyimpanan -26J= .DialineDiagnostik/. Kamanya sampel kontak dengan faktor-faktor di atas berpengaruh terhadap kadar bilirubin didalam sampel sehingga perlu upaya mengurangi pengaruh tersebut serta mengoptimalkan kadar bilirubin total di dalam serum agar dapat bereaksi dengan &at pereaksi se'ara sempurna, sedangkan reagen bilirubin total akan tetap stabil berada pada suhu 2-8J= dalam keadaan tertutup, terhindar dari kontaminan dan sinar. Dalam hal ini dapat dimungkinkan bahwa penurunan kadar bilirubin dipengaruhi oleh kenaikan suhu dan pengaruh sinar yang berintensitas tinggi.

(AFTA) PUSTAKA

aron. D. 2. 1L81. Kapita selekta patologi klinik. 0enerbit buku kedokteran .;8=/. 4akarta

Hel*i Bardiani. 266:. Metabolisme HEME. Digital Kibrary ?ni*ersitas 5umatera ?tara. Bedan 5a'her ). Gonald dan Gi'hard ). B'0herson. 266:. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium. 0enerbit buku kedokteran .;8=/. 4akarta 5udoyo, ).M. Dkk. 266D. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam ilid I edisi I! . 0usat 0enerbitan Departemen #lmu 0enyakit Dalam 7akultas (edokteran ?ni*ersitas #ndonesia. 4akarta 4oy'e Ke7e*er (ee. 266D. Pedoman Pemeriksaan Laboratorium " Diagnostik, edisi C, ;8=- 4akarta. ;n&im dan (atalisis iologik. iokimia erorientasi pada (asus-(linik 4ilid 1. ;disi 5. inarupa )ksara, 4akarta.