Anda di halaman 1dari 2

Definisi intervensi yang telah diberikan namun tidak membuahkan hasil, maka

Pengantar harus dilakukan siklus seperti pada tahap ketiga.


Pada awalnya pemeriksaan psikologi (diagnostik psikologis) Tiga Peringkat Pengetahuan Diagnostik
digunakan untuk memecahkan persoalan- persoalan praktis, baik pada I. Implicit / common sense theories, yang bisa diartikan Pengetahuan
individu, kelompok, institusi atau bidang- bidang sosial. Sektor- praktis / umum
sektor tersebut, menjadi penyebab terdiferensiasinya bidang II. Psychological theoritical concepts, atau Pengetahuan dasar
penerapan psikodiagnostik. Perkembangan berikutnya, diferensiasi psikologi yang diambil dari pengetahuan awam yang dibuat menjadi
juga terjadi pada obyek material dan obyek formal, hal ini beriringan ilmu
dengan perubahan keorganisasian keilmuan psikologi. Semula III. Mathematical Modelling, Model matematika dari fenomena
terdapat 4 bidang penerapan: Umum & Experimen, Perkembangan, penting dalam psikodiagnostik
Sosial, dan Klinis. Berikutnya menjadi berkembang sesuai dengan Sejarah
minat, yaitu ; Psikologi klinis dan kesehatan, Psikologi pendidikan, Awal mula kajian ini telah dipraktekan oleh negara cina sejak
Psikologi organisasi, Psikologi vocational, Neurological psikologi, sebelum dinasti Han. Saat itu diadakan seleksi oleh jenderal cina
Perkembangan, Sosial, Klinis untuk menguji rakyat sipil yang berkeinginan menjadi legislatif
Psikodiagnostik adalah studi ilmiah tentang berbagai metode berdasarkan pengetahuan menulis klasik, persoalan administratif dan
untuk membuat diagnosis psikologis, dalam tujuan supaya dapat manajerial.
memperlakukan manusia dengan lebih tepat Kemudian dilanjutkan sampai pada masa dinasti Han (200 SM-
Penggunaan istilah psikodiagnostik secara eksplisit muncul 200 M), namun seleksi ini tidak lagi untuk legislatif saja, tetapi mulai
ketika Hermann Rorschach menerbitkan hasil penelitian dengan merambah pada bidang militer, perpajakan, pertanian, dan geografi.
metode Rorschach dalam lapangan psikiatri dengan judul Meskipun diawali dengan sedikit mencontoh pada seleksi militer
psikodiagnostik. Psikodiagnostik adalah metode yang perancis dan Inggris. Sistem ujian telah disusun dan berisi aktivitas
digunakan untuk menetapkan kelainan-kelainan psikis, yang berbeda, seperti tinggal dalam sehari semalam dalam kabin
dengan tujuan untuk dapat memberikan pertolongan untuk menulis artikel atau puisi, hanya 1 % sampai dengan 7 % yang
secara tepat dan akurat. diijinkan ikut ambil bagian pada ujian tahap kedua yang berakhir
Psikodiagnnostik dipengaruhi oleh perkembangan dalam dalam tiga hari tiga malam. Menurut Gregory (1992), seleksi ini keras
psikometri dan oleh pertumbuhan pengetahuan pada subdisiplin/ namun dapat memilih orang yang mewakili karakter orang Cina yang
cabang ilmu psikologi. Psikodiagnostik berisi/ terdiri atas empat kompleks. Tugas-tugas militer yang berat cukup dapat dilakukan
komponen. Setiap komponen terdiri atas tiga peringkat pengetahuan dengan baik oleh para pegawai yang diterima dalam seleksi fisik dan
diagnostik. Empat Komponen tersebut adalah; psikologi yang intensif

1. the information gathering, pada dasarnya sebelum memberikan Tokoh yang menjadi salah satu perintis Psikodiagnostik adalah
suatu intervensi, diperlukan adanya mengumpulkan informasi seorang dokter dari spanyol yang bernama Huarts ( abad 16 ), kala itu
sebanyak mungkin. salah satu cara yang dapat dilakukan adalah beliau mencoba memilah anak berbakat. Kemudian tokoh berikutnya
dengan studi pustaka, dengan tujuan membuat hipotesis atau modal adalah Gall ( 1758- 1822 ), yang mencoba mengukur tengkorak atau
untuk merumuskan suatu masalah yang sedang dihadapi, yang akan prhenology untuk mengukur tingkat kepandaian seseorang. Selain itu,
digunakan pada langkah selanjutnya. berpikiran mengenai kemungkinan mengukur intelegensi dari
2. The understanding of the information, setelah mengumpulkan kemampuannya di sekolah
informasi sebanyak- banyaknya, informasi tersebut perlu dipahami Kemudian PD modern makin berkembang pada abad ke- 19, hal ini
sedemikian hingga, dan tercipta atau ditemukannya suatu pokok menjadi benar karena mulai muncul teori. Hal ini dipelopori oleh
permasalahan untuk dapat melakukan pengujian hipotesis. Galton yang merupakan orang pertama yang mengembangkan tes
3. The integration of the information, setelah dilakukan pengujian dengan tujuan utama practical problem. Dengan mendemonstrasikan
hipotesis perlu adanya penarikan kesimpulan yang menentukan mengukur kemampuan berpikir secara obyektif. Galton yang
intervensi apa yang sesuai untuk klien yang membutuhkan. jika masih mendemonstrasikan mengukur kapasitas mental secara objektif ◊
didapati kesalahan pada hipotesa, atau hipotesa tidak terbukti, maka 9000 subjek dari usia 5 – 80 tahun ◊ father of psychometric.
siklus harus terjadi. langkah yang harus diambil adalah kembali pada
Beliau tertarik pada teori Darwin dengan memfokuskan pada
pengumpulan data selanjutnya guna menciptakan suatu hipotesa yang
karakteristik individu. Karakteristik manusia yang merupakan mental
dapat terbukti atau benar adanya, maka dapat menentukan intervensi
capacity. Mental capacity diukur menggunakan suatu konsep waktu
yang dapat kita berikan pada klien.
dan usia.
4. The intervention to solve the problem, pada dasarnya hanya
Tokoh selanjutnya adalah Wundt. Beliau merupakan psikolog pertama
memberikan suatu saran yang berguna demi perbaikan klien. setelah
yang menggunakan laboratorium dengan penelitiannya mengukur
diberikan intervensi, untuk mengontrol bahwasanya intervensi tepat
kecepatan berpikir. Wundt mengembangkan sebuah alat untuk menilai
pada sasaran maka diperlukan adanya evaluasi. sehingga jika
perbedaan dalam kecepatan berpikir. Sedangkan Cattel ( 1890 )
menemukan tes mental pertama kali. Yang memfokuskan pada tidak 3. Sebagai salah satu modal penting yang harus dimiliki
dapatnya membedakan antara energi mental dan energi jasmani. psikolog, dalam upaya pelayanan terhadap klien.
Meskipun Pada dasarnya tes mental temuan Cattel ini hampir sama 4. Menunjukan bahwa psikologi merupakan salah satu kajian
dengan temuan Galton. ilmu yang sistematis, dengan reliable dan validitasnya.
Tokoh yang tak kalah pentingnya adalah Alfred Binet. Selain
kontribusi nyata pribadi beliau dengan menciptakan tes intelegensi,
beliau juga bekerja sama dengan Simon ( 1904 ) untuk membuat
instrumen pengukur intelegensi dengan skala pengukuran level umum
pada soal- soal mengenai kehidupan sehari- hari. Perkembangan
selanjutnya dua tokoh ini mengembangkan penggunaan tes
intelegensi dengan tiga puluh items berfungsi mengidentifikasikan
kemampuan sekolah anak. Tahun 1912, Stres membagi mental age
dengan cronological age sehingga muncul konsep IQ.
Tokoh selnjutnya yang cukup berperan adalah Spearman dan
Persun, dengan menemukan perhitungan korelasi statistik.
Perkembangan selanjutnya dibuatlah suatu standar internasional yang
dibuat di Amerika Serikat berjudul “Standards for Psychological and
Educational Test” yang digunakan sampai sekarang. Kini tes
psikologi semakin mudah, praktis, dan matematis dengan berbagai
macam variasinya namun tanpa meninggalkan pedoman klasiknya.
Psikodiagnostik adalah sejarah utama dari tes psikologi atau yang
juga disebut psikometri.
Kini, tes psikologi berisi satu set model matematis dengan satu atau
beberapa item pertanyaan terhadap subyek penelitian. Selain itu tes
itu juga dapat menggolongkan manusia berdasarkan karakteristiknya.
Wertheimer (1975): sejarah psikodiagnostik perlu didiskusikan karena
memiliki fungsi :
1. Hal ini baik untuk perkembangan individu karena menempatkan
fenomena yang berbeda dalam satu perspektif.
2. Menunjukkan perbedaan aktivitas profesional dan hubungan
psikodiagnostik dari waktu ke waktu.
3. Adanya peringatan bahwa psikodiagnostik tidak dimulai dengan
prosedur yang tua dan tidak sukses, tetapi ada instrumen dan
teorinya.
Penggunaan istilah psikodiagnostik secara eksplisit muncul
ketika Hermann Rorschach menerbitkan hasil penelitian dengan
metode Rorschach dalam lapangan psikiatri. Dalam
perkembangannya, kebutuhan untuk membuat diagnosis secara
psikologis, tidak saja dalam lapangan Klinis, sehingga
perkembangan psikodiagnosis semakin luas. Psikodiagnostik
memiliki kedudukan sentral karena merupakan alat utama bagi
psikolog dalam melakukan tugas prakteknya. Kebutuhan untuk
membuat diagnosis timbul dalam berbagai bidang karena
manusia memegang peran penting di seluruh kehidupan.
Fungsi
1. Metode- motode yang digunakan untuk menetapkan
kelainan- kelainan psikis. Dengan tujuan untuk dapat
memberikan pertolongan secara tepat dan akurat.
2. Sebagai metode membuat diagnosa psikologis, dalam
tujuan supaya dapat memperlakukan manusia dengan lebih
tepat. ( merujuk pada keunikan individu )