Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH PEDODONSIA 1 TEKNIK HIPNOSIS PADA ANAK

MAKALAH PEDODONSIA 1 TEKNIK HIPNOSIS PADA ANAK Disusun oleh : Kelompok 8 Fina Rahma Husaina Resty

Disusun oleh : Kelompok 8

Fina Rahma Husaina Resty Wahyu V Heztri Sela Prima Sheilladelia Shavira Khairannisa Trisna A

Catharine Swasti Ambarini Siti Firdha B Intan Ardita Karlina Dwi Putri

Dosen pembimbing : drg. Novita, SpKGA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2013

DAFTAR ISI

BAB I

Definisi

………………………………………………………………………

3

Sejarah

………………………………………………………………………

5

BAB II

Mekanisme Hipnosis …………………………………………………………

11

Indikasi Dan Kontra Indikasi ………………………………………………….

16

Manfaat Hipnosis Dalam Kedokteran Gigi

………………………………… ..

17

KESIMPULAN ………………………………………………………….

21

DAFTAR PUSTAKA

… ..

22

2

1.1 Definisi hipnosis

BAB I PENDAHULUAN

Beberapa persepsi yang salah dalam pikiran orang selama ini mengenai hipnosis seperti :

Hipnosis adalah praktik supranatural atau magic. Hipnosis adalah suatu bentuk penguasaan pikiran. Hipnosis sama dengan tidur. Hipnosis dapat mengubah kepribadian. Hipnosis dapat mengakibatkan lupa ingatan. Hipnosis berasal dari kata Yunani „hypnos‟ yang berarti tidur. Kata "hypnosis" adalah kependekan dari istilah James Braid's (1843) "neuro-hypnotism" yang berarti "tidurnya sistem syaraf". Hipnosis merupakan suatu keadaan setengah sadar yang disebabkan oleh sugesti relaksasi dan perhatian yang terkonsentrasi pada suatu objek tunggal. Sementara hipnoterapi merupakan suatu teknik terapi pikiran yang memberikan sugesti atau perintah positif untuk penyembuhan yang menggunakan metode hipnosis untuk memberi sugesti atau perintah positif kepada pikiran bawah sadar untuk penyembuhan suatu gangguan psikologis. Orang yang terhipnosis menunjukan karakteristik tertentu yang berbeda dengan yang tidak, yang paling jelas adalah mudah disugesti. Hipnosis

didefinisikan sebagai suatu kondisi pikiran dimana fungsi analitis logis pikiran direduksi sehingga memungkinkan individu masuk ke dalam kondisi bawah sadar (sub- conscious / unconscious) di mana tersimpan beragam potensi internal yang dapat dimanfaatkan untuk lebih meningkatkan kualitas hidup. Romy Rafael, salah satu pioner hypnotherapy di Indonesia, menggaris bawahi lima hal dalam proses hipnosis yaitu :

• Proses Psikologis yang menciptakan hasil Fisiologis • Proses yang diterima oleh pikiran yang tidak menganalisa • Keadaan natural yang dialami setiap manusia • Sebuah alat untuk memfasilitasi perubahan

3

• Saat Brainwave pikiran kita berada di Alpha, Theta

Banyak orang yang belum memahami istilah hypnosis dengan benar. Beberapa term di bawah ini perlu kita pahami definisinya.

Hypnosis / Hypnotism

Boleh diartikan sebagai ilmu untuk menghipnotis. Definisi secara lengkap seperti yang sudah dijelaskan diatas.

Hypnotist

Orang yang melakukan hipnosis atau "juru hypnosis".

Hipnotis

Terjemahan

dari

hypnotize

(verb)

yang

artinya

"melakukan hypnosis".

 

Hypnotherapy

Aplikasi hypnosis untuk terapi pengobatan.

 

Hypnotherapist

Orang yang ahli menggunakan hypnosis untuk terapi.

Subyek / Klien / Suyet

Orang yang dihipnotis.

 

Sugesti

Perintah atau saran yang diberikan hypnotist kepada subjek.

Emosi

Perasaan. Perlu dipahami, kata "emosi" dalam bahasa percakapan orang indonesia diartikan sebagai "kondisi marah". Namun arti sebenarnya emosi adalah perasaan. Emosi digunakan untuk menyebut semua jenis perasaan. Senang, bahagia, sakit, sedih, kecewa, takut dan marah adalah jenis-jenis emosi.

1.2 Sejarah Hypnosis Seperti bidang ilmu lainnya, ilmu hypnosis terus berevolusi untuk mencapai kesempurnaannya dalam teori dan praktek. Hypnosis yang ada sekarang sudah sangat maju dibanding hypnosis 100 tahun yang lalu. Para tokoh yang menggunakan hypnosis mencoba merumuskan hypnosis secara ilmiah dan juga menemukan berbagai teknik baru yang efektif. Kali ini kita akan membahas sejarah singkat hypnosis

4

Awal mula hypnosis Penggunaan hypnosis sudah ada sebelum sejarah itu sendiri tercatat. Tentu saja waktu itu hypnosis belum dikenal dengan nama “hypnosis”. Hypnosis pada masa dulu dipraktekkan dalam ritual agama maupun ritual penyembuhan. Catatan sejarah tertua tentang hypnosis yang diketahui saat ini berasal dari Ebers Papyrus yang menjelaskan teori dan praktek pengobatan bangsa Mesir Kuno pada tahun 1552 SM. Dalam Ebers Papyrus diceritakan di sebuah kuil yang dinamai "Kuil Tidur", para pendeta mengobati pasiennya dengan cara menempelkan tangannya di kepala pasien sambil mengucapkan sugesti untuk penyembuhan. Para pendeta penyembuh tersebut dipercaya memiliki kekuatan magis oleh masyarakat. Seorang Raja Mesir yang bernama Pyrrhus, Kaisar Vespasian, Francis I dari Prancis dan para bangsawan Prancis lainnya sampai Charles X ternyata juga mempraktekkan cara pengobatan yang intinya memberi sugesti kepada pasien untuk sembuh. Pada sebuah dinding kuil di India juga digambarkan suatu proses pengobatan pada saat pasien dalam kondisi trance yang dicapai melalui suatu tarian atau gerakan-gerakan monoton dalam acara ritual penyembuhan.

Awal mula hypnosis Penggunaan hypnosis sudah ada sebelum sejarah itu sendiri tercatat. Tentu saja waktu itu

Gambar 1. Proses hypnosis pada zaman dahulu

Keadaan trance dan awal mula dari bibit-bibit hypnosis dimulai oleh banyak kebudayaan dari berbagai peradaban semenjak ribuan tahun yang lalu. Dilakukan oleh kebudayaan hindu kuno di India, kebudayaan mesir kuno, dan berbagai kebudayaan di dunia lainnya. Kebudayaan Yunani pada abad kelima

menggunakan “kuil tidur” guna membantu dalam upaya penyembuhan penyakit

seseorang. Kebanyakan orang di zaman dahulu, termasuk orang Romawi, menggunakan kata-kata untuk menciptakan mantra. Mereka juga biasanya menempatkan tangan mereka diatas orang-orang yang sakit untuk menggerakkan “energi magnetis” dalam diri mereka.

5

Gambar 2. Franz Anton Mesmer Pada tahun 1779, Franz Anton Mesmer, yang secara umum dianggap sebagai

Gambar 2. Franz Anton Mesmer

Pada tahun 1779, Franz Anton Mesmer, yang secara umum dianggap sebagai bapak “mesmerisme”, membuka tempat-tempat penyembuhan dimana para pasien menggunakan magnet untuk mengobati bagian-bagian tubuh mereka yang sakit. Belakangan, Mesmer memutuskan untuk pindah ke Paris (Prancis) dimana ia lebih jauh mengembangkan teorinya. Ia menjadi sangat popular. Ia tidak sekedar menggunakan hipnosisme, tapi juga menggunakan kata-kata untuk menciptakan sugesti guna mempengaruhi pasiennya, yang mungkin bahkan tanpa mereka sadari.

Gambar 2. Franz Anton Mesmer Pada tahun 1779, Franz Anton Mesmer, yang secara umum dianggap sebagai

Gambar 3. Raja Louis XVI

Pada tahun 1784, Raja Louis XVI membentuk sebuah komisi untuk menyelidiki Mesmer. Anggota komisi itu salah satunya adalah Benjamin Franklin, M. La Guillotin dan Antonie-Laurent Lavoisier. Kesimpulan yang mereka peroleh, bahwa magnetisme dengan imajinasi memang terlihat berpengaruh, tapi magnetisme dan teori penyembuhan magnet Mesmer di tolak.

6

Gambar 4. Le Marquis de Puysegur Le Marquis de Puysegur yakin bahwa kekuatan magnetis dalam praktek

Gambar 4. Le Marquis de Puysegur

Le Marquis de Puysegur yakin bahwa kekuatan magnetis dalam praktek mesmerism dihasilkan oleh pikirannya sendiri, yang lalu ditransfer ke pasien lewat ujung jarinya. Ia menemukan bahwa ia bisa membuat seorang pasien tertidur lalu menuruti perintahnya.

Gambar 4. Le Marquis de Puysegur Le Marquis de Puysegur yakin bahwa kekuatan magnetis dalam praktek

Gambar 5. dr. James Braid

Pada tahun 1841, seorang dokter Inggris bernama dr. James Braid menyaksikan pertunjukan mesmerism yang di lakukan seorang pria Prancis bernama La Fontaine. Ia terkesan, dan mulai menggunakan teknik mesmerism dalam praktiknya sendiri. Ia menggunakan sarung pisau bedah yang berkilauan untuk membuat pasiennya mengalami “tidur hypnosis” yang nyenyak. Dalam keadaan itulah, pasiennya menerima sugestinya. Ia membuat istilah Neurypnology (secara harfiah berarti “tidur saraf”), dari kata hypnos, dewa tidur yunani. Itulah pertama kalinya kata hypnosis digunakan. Dr. Braid tidak menyukai magnetisme. Sebaliknya, ia meyakini atas “keterpukauan” (fascination, obsession) dan sugesti verbal. Ia juga menemukan bahwa hypnosis dapat digunakan sebagai anestesi dan analgesik, baik utuk operasi kecil maupun besar.

7

Gambar 6. Dr.Ambroise-August Liebeault Pada tahun 1884, Dr. Ambroise-August Liebeault dari Prancis mengumumkan bahwa ia bisa

Gambar 6. Dr.Ambroise-August Liebeault

Pada tahun 1884, Dr. Ambroise-August Liebeault dari Prancis mengumumkan bahwa ia bisa menyembuhkan orang dalam keadaan terhipnosis lewat sugesti. Pada tahun 1886, ia bersama Profesor Bernheim dari Paris menerbitkan De La Suggestion, yang semakin menolak konsep magnetisme. Selama Perang Dunia I, antara tahun 1914 dan 1918, ilmuwan Jerman menyadari bahwa hypnosis bisa membantu penyembuhan penderita guncangan akibat perang. Hal itu memungkinkan para tentara yang terguncang, kembali terjun ke medan laga dalam waktu yang singkat. Suatu versi hypnosis yang telah diformulasikan khusus, yang disebut Pelatihan Autogenik, dirancang oleh Dr. Wilhelm Schultz. Setelah Perang Dunia II berakhir, Milton Erickson, seorang tokoh hypnosis paling terkenal sepanjang masa memberikan pengaruh besar kepada praktik dan pemahaman hypnosis serta pikiran manusia. Ia memiliki teori bahwa hypnosis merupakan keadaan pikiran yang kita semua biasa alami secara spontan dan sering. Setelah karya Erickson, hypnosis kemudian berkembang menjadi praktik yang dihormati, yang digunakan para dokter, psikolog, pelaku bisnis, serta penegak hukum, dan bahkan oleh orang-orang di bidang penjualan dan pemasaran. Hypnosis juga digunakan untuk peningkatan dan pengembangan diri. Dengan perkembangan self hypnosis, seseorang bahkan tidak perlu lagi mengandalkan terapis. Hipnosis adalah sarana, bukan penyembuhan itu sendiri. Hypnosis digunakan untuk pengelolaan stress, kelainan yang berkaitan dengan stress, gangguan gigi dan medis, serta sebagai obat bius, bahkan oleh para ahli kandungan. Hypnosis juga digunakan untuk pengelolaan rasa sakit (pain management), sebagai pelengkap bagi psikoterapi, dan dalam pengelolaan phobia

8

dan trauma, kekhawatiran, dan masalah medis serta masalah mental dan psikologis lainnya. Hypnosis digunakan oleh dokter gigi, dokter lain dan para terapis maupun pelaku di dunia hiburan (entertainment, stage hypnosis). Akhirnya Hypnosis disetujui oleh American Medical Association pada tahun 1958, untuk digunakan membantu orang dengan beragam masalah, dari masalah psikologis sampai masalah fisik.

9

BAB II

ISI

2.1 Mekanisme Hypnosis Pada saat proses hipnoterapi berlangsung, klien hanya diam. Duduk atau berbaring, yang sibuk justru terapisnya, yang bertindak sebagai fasilitator. Akan tetapi, pada proses selanjutnya, klienlah yang menghipnosis dirinya sendiri (Otohipnotis), berikut proses sebuah tahapan hipnoterapi :

  • A. Pre - Induction (Interview)

Pada tahap awal ini hipnoterapis dan klien untuk pertama kalinya bertemu. Setelah klien mengisi formulir mengenai data dirinya, hipnoterapis membuka percakapan untuk membangun kepercayaan klien, menghilangkan rasa takut terhadap hipnotis / hipnoterapi dan menjelaskan mengenai hipnoterapi dan menjawab semua pertanyaan klien. Sebelumnya hipnoterapis harus dapat mengenali aspek - aspek psikologis dari klien, antara lain hal yang diminati dan tidak diminati, apa yang diketahui klien terhadap hipnotis, dan seterusnya. Pre - Induction dapat berupa percakapan ringan, saling berkenalan, serta hal-hal lain yang bersifat mendekatkan seorang hipnoterapis secara mental terhadap klien (building rapport). Hipnoterapis juga akan membangun 6 pengharapan mental klien terhadap masalah yang dihadapinya (building mental expectancy). Pre - Induction merupakan tahapan yang sangat penting. Seringkali kegagalan proses hipnoterapi diawali dari proses Pre - Induction yang tidak tepat.

  • B. Suggestibility Test

Maksud dari uji sugestibilitas adalah untuk menentukan apakah klien masuk ke dalam orang yang mudah menerima sugesti atau tidak. Selain itu, uji

sugestibilitas juga berfungsi sebagai pemanasan dan juga untuk menghilangkan rasa takut terhadap proses hipnoterapi. Uji sugestibilitas juga membantu hipnoterapis untuk menentukan teknik induksi yang terbaik bagi sang klien.

10

C. Induction Induksi adalah cara yang digunakan oleh seorang hipnoterapis untuk membawa pikiran klien berpindah dari pikiran sadar (conscious) ke pikiran bawah sadar (subconscious), dengan menembus apa yang dikenal dengan Critical Area.

Critical Area

Sebagian dari critical area berada di wilayah pikiran sadar dan sebagian lagi di pikiran bawah sadar. Critical area hanya menyimpan informasi yang masuk ke pikiran dalam waktu 24 jam terakhir. Setiap sugesti yang bersifat

merugikan atau berbahaya bagi klien dan bertentangan dengan cara berpikir dan sistem kepercayaannya akan langsung ditolak. Penolakan ini ntampak jelas bahkan saat klien berada dalam kondisi trance. Critical area sebenarnya berfungsi sebagai antisugestive barrier untuk melindungi pikiran bawah sadar dari pengaruh luar. Ada tiga jenis dari antisuggestive barrier ini yaitu logis, emosional dan etis. Saat tubuh rileks, pikiran juga menjadi rileks. maka frekuensi gelombang otak dari klien akan turun dari Beta, Alfa, kemudian Theta. Semakin turun gelombang otak, klien akan semakin rileks, sehingga berada dalam kondisi trance. Inilah yang dinamakan dengan kondisi terhipnotis. Hipnoterapis akan mengetahui kedalaman trance klien dengan melakukan Depth Level Test (tingkat kedalaman trance klien).

11

Tabel Davis Husband Scale D. Deepening (Pendalaman Trance ) Jika dianggap perlu, hipnoterapis akan membawa klien

Tabel Davis Husband Scale

  • D. Deepening (Pendalaman Trance) Jika dianggap perlu, hipnoterapis akan membawa klien ke trance yang

lebih dalam. Proses ini dinamakan deepening.

  • E. Suggestions / Sugesti

Selanjutnya hipnoterapis akan memberikan sugesti-sugesti positif yang bersifat mengobati kepada klien. Sugesti-sugesti ini yang diharapkan akan tertanam di pikiran bawah sadar klien dan menghasilkan perubahan positif terhadap masalah klien. Pada saat klien masih berada dalam trance, hipnoterapis juga akan memberi Post Hypnotic Suggestion, sugesti yang diberikan kepada klien pada saat proses hipnotis masih berlangsung dan diharapkan terekam terus oleh pikiran bawah sadar klien meskipun klien telah keluar dari proses hipnotis, sehingga

12

pelaksanaannya dilakukan setelah klien bangun dari kondisi itu. Post Hypnotic

Suggestion adalah salah satu unsur terpenting dalam proses hipnoterapi. Post- hypnotic suggestion terbagi 2 yaitu:

  • 1. Non-therapeutic post-hypnotic suggestion (NTPHS) NTPHS ini tidak mempunyai efek terapeutik dan tidak bermanfaat bagi pengembangan diri. Sering digunakan oleh stage hypnotist dalam pertunjukannya. Contohnya adalah sugesti yang berbunyi, “Saat bangun nanti, anda akan lupa nama anda”. Dan yang terjadi setelahnya adalah benar.

  • 2. Therapeutic post-hypnotic suggestion (TPHS) Sugesti ini bersifat konstruktif terhadap proses terapi dan secara langsung berguna bagi kemajuan klien. Selain itu TPHS juga dapat membuat klien menjadi lebih mudah untuk masuk ke dalam kondisi trance pada sesi terapi selanjutnya. Contohnya: “Setiap kali Anda menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, maka Anda akan merasakan kembali kedamaian dan ketenangan pikiran”.

F.

Termination

Akhirnya dengan teknik yang tepat, hipnoterapis secara perlahan-lahan akan membangunkan klien dari "tidur" hipnotisnya dan membawanya ke keadaan yang sepenuhnya sadar.

2.2 Hypnosis Pada Pedodontia Sejak awal, kegiatan hypnosis ini diarahkan untuk membangun hubungan yang baik dengan si anak. Anak harus dibuat merasa penting dan diterima.

Misalnya, si anak diberi pujian dengan mengatakan, “ Gaunmu cantik sekali!” atau “Rambutmu kelihatan cantik sekali!” Setelah tahap awal ini, anak diorientasikan dengan lingkungan fisik dari ruang praktik. Misalnya, anak diperkenalkan dengan dental chair yang dapat disebut sebagai “kursi bermotor”. Orangtua atau wali yang berada di ruangan mengajarkan anaknya untuk dapat

13

mengoperasikan pedal untuk menaikkan dan menurunkan kursi. Kemudian, si anak diperintahkan untuk duduk di dental chair. Setelah itu, anak dihadapkan dengan beberapa pertanyaan, misalnya,

“Dapatkah Anda menghitung ?” Kemudian, si anak diperintahkan untuk membuka

mulutnya dan menghitung giginya sendiri. Jika ia tidak bisa menghitung, maka dokter gigi dapat membantu untuk menghitungnya. Namun, si dokter gigi harus meminta izin terlebih dahulu untuk membantu si anak menghitung giginya. Langkah berikutnya, anak diperkenalkan dengan alat penyemprot air dan pengebur gigi pada dental chair yang disebut sebagai “mesin cuci” untuk membersihkan gigi dari kotoran. Kemudian, dokter gigi berkata kepada si anak, Inilah saatnya untuk Sleep Game. Permainan ini sangat menyenangkan. Pada permainan ini, kamu hanya perlu untuk berpura-pura tidur. Di dalam tidurmu, bayangkan kamu sedang menonton film kesukaanmu dan kamu menikmatinya.Kemudian, perlahan-lahan si anak diperintahkan untuk menempatkan tangannya pada cuspidor dental chair, dan membuka mulutnya lagi. Disinilah dimulai perawatan gigi si anak, mulai dari tahap anestesi gigi hingga tahap restorasi. Dokter gigi harus tetap menjaga kondisi si anak dalam keadaan menutup mata dan terus mensugesti si anak untuk membayangkan film-film kesukaannya atau apapun yang disukainya. Dokter gigi harus memuji si anak bila dia dapat melakukan hal itu terus menerus. Sugesti si anak dengan mengatakan bahwa gambaran film yang dia bayangkan itu akan terasa menjadi semakin nyata pada diri si anak dan akan semakin sempurna. Perhatikan bahwa matanya tetap dalam keadaan tertutup. Bila si anak sulit dalam melakukan pencitraan tersebut, katakan bahwa pada awalnya dia akan melihat titik warna lalu lama kelamaan titik warna itu akan berubah menjadi tokoh-tokoh dan situasi yang ada pada film kesukaannya tersebut. Seluruh hal ini dilakukan dokter gigi dengan memainkan jari tangannya

di depan mata si anak. Tangan diayunkan secara lembut di depan si anak. Ulangi terus kegiatan ini hingga si anak benar-benar telah tertidur atau telah terhipnotis. Bila si anak sulit diajak untuk bekerja sama dalam tahap hypnosis ini, bujuk dia dengan cara memberikan hadiah bila tahap hypnosis dan perawatan telah selesai dilakukan. Ada dua tahap induksi yang sesuai untuk anak, yaitu :

  • a. Teknik Variasi Koin

14

Teknik ini biasanya cukup berhasil. Salah seorang asisten dokter gigi membuat tanda pada koin si anak dengan krayon. Tanda tersebut harus terlihat unik dan dapat memotivasi si anak untuk tetap menatap tanda tersebut (menjadikannya titik fiksasi). Dokter gigi kemudian menggunakan warna-warna lain yang telah ditunjuk si anak, seperti warna emas, hijau, merah, kuning, biru dan menggunakannya sebagai titik fiksasi.

  • b. Teknik Berdoa Bila si anak merupakan anak yang rajin berdoa, maka asisten dokter gigi dapat mengajak si anak terlebih dahulu untuk berdoa agar dokter gigi dapat melakukan perawatan dengan baik tanpa harus terjadi kesalahan dan melukai si anak. Teknik ini disarankan pada sebuah buletin dokter gigi dan beberapa dokter gigi menuliskan bahwa teknik ini dianggap cukup berhasil.

2.2.1 Indikasi dan Kontra Indikasi Hypnosis

Indikasi Hypnotherapy

  • 1. Ketika anak-anak menunjukan respon terhadap induksi hypnosis .

  • 2. Ketika problemnya bisa diatasi dengan hypnosis.

  • 3. Ketika ada relasi positif antara hypnotherapist dan anak.

  • 4. Setidaknya anak mempunyai motivasi untuk memperbaiki keluhannya.

  • 5. Ketika orang tuanya atau pengasuh setuju dengan rencana therapy.

  • 6. Ketika penggunaan hypnosis tidak akan menyebabkan ”iatrogenic harm”.

Kontra Indikasi Hypnotheraphy

  • 1. Ketika arahannya bisa menyebabkan bahaya fisik ke anak (contoh di bidang atletik).

  • 2. Ketika penggunaan hypnosis mengarah pada terjadinya masalah psikologi atau penciptaan masalah baru contoh membuat lupa (create amnesia) terhadap orang yang telah menolak cintanya.

  • 3. Hypnosis for stage atau entertain tidak seharusnya dilakukan pada anak.

15

4.

Jika problem lebih efektif dilakukan dengan tanpa hypnosis, contoh (familly therapy).

  • 5. Ketika sumber yang mereferensi atau orang tuanya meminta hypnosis berdasarkan misdiagnosa. Sebagai bahan pertimbangan, hypnotist tidak melakukan hypnosis atas permintaan orang tua supaya anaknya menjadi submisive.

2.3 Manfaat hypnosis Meningkatnya jumlah dokter gigi yang menggunakan hipnosis untuk

mengontrol rasa sakit ataupun ketika melakukan bius lokal (anastesi). Ekstraksi dan operasi gigi dalam kondisi seperti itu menjadi sangat bermanfaat, dengan manfaat bagi dokter gigi dan pasien yang sama. Banyak dokter gigi yang juga melakukan pelatihan dan keterampilan pribadi dalam hipnosis untuk membantu pasien bersantai dan menjadi lebih nyaman sebelum pekerjaan gigi dimulai, dan untuk menyediakan sugesti pasca-hipnotik yang dapat membuat masa depan kunjungan bebas dari rasa takut. Beberapa dokter gigi bahkan memiliki hypnotherapists staf. Prosedur ini dilakukan hanya untuk dengan pasien yang takut atau tidak, untuk datang ke klinik gigi. Bagi mereka yang ketakutan sedemikian rupa sehingga mereka tidak pernah mendekati pintu, hipnoterapi menawarkan prospek menghilangkan atau mengurangi kekhawatiran dan prasangka buruk, mencapai relaksasi dan sikap mental yang positif dan memahami manfaat perawatan gigi dan risiko untuk menghindari hal itu. Hipnosis juga dapat memotivasi kunjungan pasien. Ini adalah area untuk hipnoterapis individu. Secara umum, manfaat hypnosis dapat dibagi menjadi :

Dalam Bidang Kecantikan

  • Menurunkan berat badan 1-5 kg / Minggu tanpa diet dan tanpa olahraga.

  • Mendapatkan berat badan ideal. Menambah berat badan secara alami.

  • Memperbesar, memperkecil, dan mengencangkan payudara.

  • Awet muda dengan pemrograman pikiran, memunculkan inner beauty, keanggunan, dan pribadi yang menawan.

16

  • Mengatasi perasaan selalu tidak puas dengan penampilan fisik yang dimiliki.

  • Menyembuhkan jerawat yang sering kambuh walaupun sudah diobati dengan berbagai terapi atau obat yang mahal.

  • Mengecilkan perut, lengan, paha, atau betis tanpa operasi. Anda hanya perlu memprogram pikiran bawah sadar Anda.

Dalam Bidang Kesehatan

  • Mind Power & Hypnosis Healing. Penyembuhan dengan Kekuatan Pikiran.

  • Mengobati Psikosomatis, yaitu penyakit fisik yang disebabkan oleh masalah psikologis.

  • Masalah tidur, kesulitan tidur, insomnia, mimpi buruk, halusinasi yang menyeramkan.

  • Merencanakan jenis kelamin bayi yang akan Anda atau istri Anda kandung.

  • Menghilangkan sakit kepala dan migren yang sering kambuh.

  • Membantu mengurangi nyeri menstruasi.

  • Eksperimen meninggikan badan

  • Melahirkan tanpa rasa sakit

  • Mengatasi masalah kehamilan seperti mual, pusing, dan takut melahirkan.

  • Menyembuhkan alergi dan asma secara permanen

  • Melenyapkan rasa nyeri yang sering kambuh pada bagian tubuh tertentu.

  • Menambah nafsu makan. Menghilangkan rasa mual ketika makan.

  • Memprogram pikiran untuk menyukai nasi, ikan laut, daging, dsb.

  • Menghilangkan sakit kepala dan migren yang sering kambuh.

  • Mengatasi impotensi non-organis dan ejakulasi dini secara permanen.

  • Mengatasi frigiditas dan kesulitan orgasme.

Dalam Bidang Psikologi

  • Mengubah rasa minder menjadi percaya diri.

  • Menyembuhkan fobia atau rasa takut yang berlebihan atau tidak wajar.

17

  • Menyembuhkan gagap secara permanen.

  • Menghilangkan latah dalam waktu yang sangat singkat.

  • Mengatasi depresi.

  • Bangkit dari kesedihan akibat ditinggal orang yang dicintai.

  • Trauma (Post Traumatic Stress Disorder)

  • Kecemasan (Anxiety Disorder)

  • Menghilangkan kecanduan. Kecanduan belanja, perjudian, alkohol, dsb.

  • Menghilangkan berbagai kebiasaan buruk.

  • Stress karena patah hati ditinggal pacar.

  • Kesulitan merasa bahagia padahal kebutuhan hidup selalu tercukupi.

  • Membangun penghargaan diri untuk yang merasa dirinya tidak berguna.

  • Putus Cinta - Membantu menghilangkan perasaan terikat, cinta, sayang, suka pada seseorang yang seharusnya tidak perlu dipikirkan lagi.

  • Trauma jatuh cinta. Kesulitan menjalin hubungan, cemas setiap kali ada yang mendekati, atau takut jatuh cinta lagi karena takut disakiti hatinya.

  • Mengatasi kebosanan pada pasangan.

  • Mengatasi penyimpangan seksual. Homoseks dan lesbian bisa dinormalkan asalkan yang bersangkutan benar-benar ingin normal.

Dalam Bidang Pengembangan Diri

  • Meningkatkan konsentrasi, daya ingat, dan kreativitas.

  • Kemampuan menghafal cepat.

  • Mampu fokus mengerjakan sesuatu dalam waktu yang lama.

  • Mengatasi kesulitan belajar pada anak-anak dan remaja.

  • Mengatasi kecemasan atau grogi ketika mengikuti ujian atau tes.

  • Meningkatkan prestasi belajar atau prestasi kerja.

  • Mengatasi rasa bosan belajar atau bekerja.

  • Menghilangkan kebiasaan menunda-nunda pekerjaan.

  • Memunculkan motivasi yang sangat kuat untuk meraih cita-cita.

  • Meningkatkan kepercayaan diri. Mengatasi rasa malu atau minder.

  • Public Speaking, menjadi percaya diri berbicara di depan umum.

  • Kemampuan mengendalikan diri dan mengendalikan emosi.

18

  • Membangun kepribadian seperti yang anda inginkan.

  • Membangun filter mental yang kuat agar tidak terpengaruh lingkungan.

Manfaat Hypnosis Lainnya

  • Memasuki coma state, kondisi meditasi yang dalam.

  • Age Regression Mengalami kembali masa kecil anda.

  • Mencoba fenomena past live regression

  • Menemukan barang hilang karena lupa atau terjatuh di suatu tempat.

  • Membongkar memori yang terlupakan. Misalnya untuk mengingat password.

19

KESIMPULAN

Hipnosis merupakan suatu keadaan setengah sadar yang disebabkan oleh sugesti relaksasi dan perhatian yang terkonsentrasi pada suatu objek tunggal. Teknik terapi pikiran digunakan untuk memberikan sugesti atau perintah positif untuk penyembuhan suatu gangguan psikologis. Hypnosis dapat dimanfaatkan dalam ilmu kedokteran gigi khususnya pada cabang pedodonsia dimana anak-anak sering sekali mengalami ketakutan saat mengunjungi dokter gigi. Dengan indikasi yang sesuai dan langkah yang tepat dalam pengaplikasiannya maka teknik hypnosis ini dapat membangun kerjasama yang baik antara pasien (anak-anak) dan dokter gigi

20

DAFTAR PUSTAKA

  • 1. Erickson, Milton H., Seymour Hershman, and Irving I. Secter. 2005. The Practical Application of Medical and Dental Hypnosis. OTC Publishing Corp

  • 2. Majid, Indra. 2009. Pemahaman Dasar Hypnosis. Semarang : E-book

  • 3. Fachri, A.H. 2008. The Real Art of Hypnosis : Kolaborasi Seni Hipnosis Timur Barat. Jakarta : Gagas Media

  • 4. Kahija, Y.L. 2007. Hipnoterapi : Prinsip-Prinsip Dasar Praktek Psikoterapi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

21