Anda di halaman 1dari 21

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Persalinan umunya diawali dengan adanya kontraksi rahim desertai dengan pembukaan serviks yang kemudian diakhiri dengan pecahnya ketuban sampai lahirnya bayi dan plasenta dari jalan lahir. Pada ketuban pecah dini terjadi pelepasan cairan ketuban dengan adanya tanda persalinan yaitu bila pembukaan pada primipara < 3 cm dan pada multipara < 5 cm, yang dapat menyebabkan infeksi sehingga dapat meningkatkan morbilitas dan mortalitas terhadap ibu dan bayi. ( ochtar, !. "##$. hal.%%5&. 'ingginya angka (ematian )bu (*()& dapat disebabkan oleh perdarahan 3+,, eklampsia %5,, abortus 5,, partus lama 5,, komplikasi masa nifas $, dan penyebab lain 5,.

(http--.www.mediaindo.co.id.online, diakses "5 mei %++$&. *ngka (ematian )bu (*()& di /egara0negara *12*/ masih cukup tinggi pada ahun %++3, seperti di alaysia berkisar 5,5 per "++.+++

kelahiran hidup, 1ingapura 3 per "++.+++ kelahiran hidup, 'hailand "3 per "++.+++ kelahiran hidup, 4ietnam "$ per "++.+++ kelahira hidup, Philipina %5 per "++.++ kelahiran hidup dan )ndonesia masih menempati posisi tertinggi berkisar %6$ per "++.+++ kelahiran hidup. (eadaan tersebut diikuti oleh *ngka (ematian 7ayi (*(7& di )ndonesia menurut data Pusat

1tatistik

berkisar

%5,#

per

".+++

kelahiran

hidup.

(http.--www.inna8ppni.or.id-online, diakses tangga "" mei %++$&. 7erdasarkan data yang diperoleh dari 9inas (esehatan Propinsi 1ulawesi 1elatan, jumlah kematian ibu pada tahun %++3 *ngka (ematian )bu (*()& mengalami penigkatan menjadi "6" orang yang disebabkan oleh perdarahan 33 (5",33,& orang, infeksi $ (5,53,& orang, preeklampsi 3# (%3,55,& orang dan lain0lain %" ("6,$#,& orang, sedangkan jumlah kematian bayi pada tahun %++3 sebanyak 553 orang yang disebabkan bayi berat lahir rendah %53 (63,+$,& orang, asfiksia "$5 (3%,53,& orang, tetanus neonatirum # (",5$,&, dan lain0lain "+# ("#,%%,& orang. Penaganan ketuban pecah dini memerlukan pertimbangan usia gestasi, adanya infeksi pada ibu dan janin serta adanya tanda0tanda persalinan, oleh karena itu pemberian profilaksis antibiotika dan membatasi pemeriksaan dalam bisa mengurangi terjadinya infeksi. 7erdasarkan tingginya kejadian ketuban pecah dini maka penulis tertarik untuk mengidentifikasi masalah tentang ketuban pecah dini serta komplikasi tyang ditimbulkan pada ibu maupun bayi melalui karya tulis ini dengan judul : anajemen *suhan (ebidanan /y. :9: 9engan (etuban akassar tanggal

Pecah 9ini di !umah 1akit )bu dan *nak 1iti ;atimah

%% s-d %3 *pril sebagai wujud dan tanggung jawab penulis dalam membarikan kontribusi pemikiran dengan pihak yang kompeten dengan masalah tersebut guna mencari solusi terbaik atas permasalan diatas.

B. Ruang Lingkup penulisan *dapun ruang lingkup penulisan (arya 'ulis )lmiah ini meliputi anajemen *suhan (ebidanan pada /y. :9: 9engan (etuban Pecah 9ini di !umah 1akit )bu dan *nak 1iti ;atimah %3 *pril %++$. C. Tujuan Penulisan ". 'ujuan <mum 9apat melaksanankan *suhan (abidanan pada /y. :9: 9engan akassar tanggal %% s-d

(etuban Pecah 9ini di !umah 1akit )bu dan *nak 1iti ;atimah akassar tanggal %% s-d %3 *pril %++$ dengan menggunakan pendekatan bidan. %. 'ujuan khusus a. 9apat melaksanakan pengumpulan data dasar pada /y :9: 9engan (etuban Pecah 9ini di !umah 1akit )bu dan *nak 1iti ;atimah akassar tanggal %% s-d %3 *pril %++$. anajemen *suhan (ebidanan sesuai dengan wewenang

b. 9apat mengidentifikasikan diagnosa dan masalah aktual pada /y :9: 9engan (etuban Pecah 9ini di !umah 1akit )bu dan *nak 1iti ;atimah akassar tanggal %% s-d %3 *pril %++$.

c. 9apat mengidentifikasikan diagnosa dan masalah potensial pada /y.:9: 9engan (etuban Pecah 9ini di !umah 1akit )bu dan *nak 1iti ;atimah akassar tanggal %% s-d %3 *pril %++$.

d. 9apat melakukan tindakan segera-kolaborasi pada /y :9: 9engan (etuban Pecah 9ini di !umah 1akit )bu dan *nak 1iti ;atimah akassar tanggal %% s-d %3 *pril %++$. e. 9apat merencanakan tindakan *suhan (ebidanan pada /y. :9: 9engan (etuban Pecah 9ini di !umah 1akit )bu dan *nak 1iti ;atimah akassar tanggal %% s-d %3 *pril %++$.

f. 9apat melaksanakan tindakan *suhan (ebidanan pada /y. :9: 9engan (etuban Pecah 9ini di !umah 1akit )bu dan *nak 1iti ;atimah akassar tanggal %% s-d %3 *pril %++$.

g. 9apat mengevaluasi *suhan (ebidanan pada /y. :9: 9engan (etuban Pecah 9ini di !umah 1akit )bu dan *nak 1iti ;atimah akassar tanggal %% s-d %3 *pril %++$. h. 9apat mendokumentasikan semua temuan dan tindakan dalam *suhan yang telah dilaksanakan pada /y. :9: 9engan (etuban Pecah 9ini di !umah 1akit )bu dan *nak 1iti ;atimah akassar tanggal %% s-d %3 *pril %++$. D. Manfaat Penulisan ". anfaat Praktis 1ebagai salah satu persyaratan dalam menyelesaikan ujian akhir jenjang pendidikan 9iploma ))) <niversitas )ndonesia 'imur %. anfaat )lmiah akassar.

9iharapkan hasil penulisan ini dapat menjadi sumber informasi dan ilmu pengetahuan serta bahan acuan bagi penulis selanjtnya. 3. anfaat )nstitusi 1ebagai bahan masukan atau pertimbangan bagi rekan 0 rekan ahasiswa program 9))) (ebidanan <niversitas )ndonesia 'imur

dalam pelaksanaan *suhan (ebidanan. 6. anfaat bagi penulis 1ebagai bahan tambahan pengalaman berharga bagi penulis untuk memperluas wawasan dalam asuhan kebidanan. E. Meto e Penulisan 9alam penulisan karya tulis ilmiah ini, sebagai berikut . ". 1tudi (epustakaan Penulis mengumpulkan referensi yang berhubungan dengan kasus yang dibahas ((etuban Pecah 9ini& dari beberapa buku dan informasi internet. %. 1tudi (asus elaksanakan studi kasus dengan menggunakan metode pendekatan pemecahan masalah melalui *suhan (ebidanan yang etode yang digunakan adalah

meliputi. Pengkajian, merumuskan diagnosa-masalah aktual maupun masalah potensial, melaksanakan tindakan segera dan kolaborasi,

menyusun

rencana

tindakan,

melaksanakan

tindakan

dan

mengevaluasi asuhan kebidanan serta mendokumentasikan dengan (etuban Pecah 9ini untuk memperoleh data yang akurat penulis menggunakan tehnik . a. *namnese Penulisan melakukan tanya jawab dengan klien dan keluarga yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan. b. Pemerikasan fisik Pemeriksaan fisik dilakukan secara sistematis yaitu palpasi, palpasi, perkusi dan pemerikasaan diagnostik lainnya sesuai

dengan kebutuhan dan indikasi. c. Pengkajian psikososial Pengkajian psikososial meliputi status emosional, respon terhadap kondisi yang dialami serta pola interaksi klien terhadap keluarga, petugas kesehatan dan lingkungannya serta pengetahuan tentang kesehatan. 3. 1tudi 9okumentasi empelajari status kesehatan klien yang bersumber dari catatan dokter, bidan, perawat, petugas laboratorium dan hasil pemeriksaan penunjang lainnya. 6. 9iskusi

Penulis melakukan tanya jawab dengan tenaga kesehatan yaitu dokter atau bidan yang menangani langsung klien tersebut serta

berdiskusi dengan dosen pembimbing karya tulis ilmiah. B. !iste"atika penulisan <ntuk memperoleh gambaran umum tentang karya tulis ilmiah ini maka penulis menyusun dengan sistematika sebagai berikut. 7*7 ) . P2/9*=<><*/ *. >atar 7elakang 7. !uang >ingkup Pembahasan ?. 'ujuan Penulisan #. 'ujuan <mum $. 'ujuan (husus 9. 2. anfaat penulisan etode Penulisan

;. 1istematika Penulisan 7*7 )) . ')/@*<*/ P<1'*(* *. ". %. 3. 7. 'injauan <mum 'entang Persalinan Pengertian Persalinan 1ebab0sebab Aang ;aktor0faktor Aang enimbulkan Persalinan empengaruhi Persalinan

'injauan <mum 'entang (etuban Pecah 9ini

". %. 3. 6. 5. 5. ?.

Pengertian (etuban Pecah 9ini 2tiologi (etuban Pecah 9ini 9iagnosis (etuban Pecah 9ini Patofisiologi (etuban Pecah 9ini (ompikasi (etuban Pecah 9ini Pelaksanaan (etuban Pecah 9ini. Proses anajemen *suhan (ebidanan anajemen *suhan (ebidanan anajemen *suhan (ebidanan. anajemen *suhan (ebidanan

". Pengertian %. 'ahapan 9. 7*7 ))).

Pendokumentasikan

1'<9) (*1<1 *. >angkah 7. >angkah ) Pengkajian dan *nalisa 9ata 9asar )) arumuskan 9iagnosa- asalah *ktual erumuskan 9iagnosa- asalah Potensial

?. >angkah )))

9. >angkah )4 )dentifikasi 'indakan 1egera dan (olaborasi *suhan (ebidanan 2. >angkah 4 Perencanaan 'indakan *suhan (ebidanan

;. >angkah 4) Penatalaksanaan 'indakan *suhan (ebidanan B. >angkah 4)) 2valuasi =asil *suhan (ebidanan Pendokumentasian *suhan (ebidanan (1C*P& 7*7 )4. P2 7*=*1*/

Pada bab ini dibahas tentang kesenjangan antara teori dan praktek *suhan (ebidanan pada /y. :9: 9engan (etuban Pecah 9ini di !umah 1akit 7ersalin )bu dan *nak 1iti ;atimah akassar tanggal %% s-d %3 *pril %++$. 7*7 4. (21) P<>*/ 9*/ 1*!*/ *. (21) P<>*/ 7. 1*!*/ 9*;'*! P<1'*(* @*9D*> P2/2>)')*/ >* P)!*/

BAB II TIN%AUAN PU!TA&A A. Tinjauan U"u" Tentang Persalinan #. Pengertian Persalinan a. persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar (Diknjosastro

=, %++%, hal. "$+&. b. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri& yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui

jalan lahir dengan bantuan-kekuatan sendiri ( anuaba, "##$, hal. "53&. c. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri& yang dapat hidup di dunia luar, dari dalam rahim melalui jalan lahir ( ochtar !, "##$, hal.#"&.

$. Tan a'tan a persalinan (Manua)a* #++,* -al. #./0 a. (ekuatan his masih sering terjadi dan teratur dengan jalan kontraksi semakin pendek. b. 9apat terjadi pengeluaran pembawa tanda yaitu . "& Pengeluaran lendir %& >endir bercampur darah c. 9apat disertai dengan ketuban pecah d. Pada pemeriksaan dalam dijumpai perubahan serviks . "& Perlunakan serviks %& Perdarahn serviks 3& 'erjadi pembukaan serviks. 1. 2aktor ' faktor 3ang Me"pengaru-i Persalinan (Manua)a* #++,* -al. #./0 a. Power "& =is (kontraksi otot rahim& %& (ontraksi otot dinding rahim

3& (ontraksi diagram pelvis atau kekuatan mengejan 6& (etetgangan dan kontraksi ligamenrum rotundum b. Pasager @anin dan plasenta c. Passage @alan lahir lunak 4. !e)a)'se)a) 5ang Meni")ulkan Persalinan 'eori0teori kompleks yang menyebabkan terjadinya persalinan ( ochtar !, "##$, hal.#%& yaitu . a. 'eori panurunan hormon mulai "0% terjadi penurunan kadar estrogen dan progesterone. b. 'eori plasenta menjadi tua akan menyebabkan turunnya kadar entrogen dan progesterone yang menyebabkan kekejangan pembuluh darah, hal ini menyebabkan kontraksi rahim. c. 'eori distensi . !ahim yang ,enjadi besar dan meregang menyebabkan iskemia otot rahim sehingga mengganggu sirkulasi utero plasenta. d. 'eori iritasi mekanik dibagian belakang serviks terletak ganglion servikkale (fleksus frankenhauser& bila ganglion ini digesr dan ditekan misalanya oleh kepala janin akan timbul kontraksi uterus. e. )nduksi partus (induction of labour& dapat pula ditimbulkan dengan jalan .

"& Banggang laminaria . beberapa laminaria dimasukkan ke dalam kanalis servikalis dengan tujuan merancang fleksus frankenhauser. %& *mniotomi . pemecahan ketuban 3& Cksitosin drips . pemecahan oksitosin menurut tetesan per infus.

B. Tinjauan U"u" Tentang &etu)an Pe6a- Dini #. Penertian &etu)an Pe6a- Dini a. ketuban pecah dini adalah suatu keadaan dimana selaput ketuban pecah pada kehamilan yang telah viable dan jam 5 setelah itu tidak diketahui terjadinya persalinan (*chadiast, %++6, hal. $"& b. (etuban pecah dini adalah ketuban yang pecah sebelum ada tanda0tanda inpartu dan setelah ditunggu selama " jam belum juga ada tanda0tanda inpartu ( anuaba, %++6, hal. 3%& c. (etuban pecah dini adalah pecahnya selaput ketuban sebelum ada tanda0tanda persalinan ( ansjoer *, "###, hal. 3"+& d. (etuban pecah dini adalah pecahnya selaput ketuban pada setiap saat sebelum permulaan persalinan tanpa memandang apakah pecahnya selaput ketuban pada kehamilan %6 minggu atau 66 minggu ( anoe. ). .1, dkk, hal. %++%&

e. (etuban pecah dini adalah pecahnya ketuban sebelum inpartu yaitu bila pembukaan pada primi kurang dari 3 cm dan pada multi kurang dari 5 cm ( ochtar !, "##$, hal. %%5&. $. Etiologi ketu)an pe6a- ini (Manua)a* #++,* -al. $$+0 Penyebab ketuban pecah dini mempunyai dimensi multifaktorial, yang dapat dijabarkan sebagai berikut . a. 1erviks inkompeten b. (etegangan rahim yang berlebihan, letak sungsang, letak lintang. c. (emungkinan kesempitan panggul, perut gantung bagian terndah belum masuk P*P, sevalo pelvic disproporsi. d. (elainan bawaan dari selaput ketuban e. )nfeksi yang menyebabkan terjadinya prises biomekanik pada selaput ketuban dalam bentuk proteolik sehingga memudahkan ketuban pecah.

1. Diagnosis ketu an pe6a- ini (Mo6-tar R* #++,* -al. $7.0 emeriksa cairan yang berisi mekonium, verniks kasiosa, rambut lanugo dan bila telah terinfeksi berbau. a. inspekulo . lihat dan apakah memang air ketuban keluar dari kanalis servikalis dan apakah ada bagian yang sudah pecah b. gunakan kertas lakmus atau litmus. 7ila menjadi biru (basah& dan bila menjadi merah (asam&, air kemih (urine&

c. Pemeriksaan pit formiks posterior pada prom Ph adalah basah (air ketuban& d. Pemeriksaan his patologi air (ketuban&. 4. Patofisiologi ketu an pe6a- ini (-ttp899:::.6akul.6o.i *online* iakses tanggal #4 "ei $//, 0 a. Ascending infection, pecahnya ketuban menyebakan adanya hubungan langsung antara ruang intra amnion dengan dunia luar. b. )feksi intra amnion bias terjadi langsung pada ruang amnion atau dengan penjalaran infeksi melaui dinding uterus, selaput janin, kemudian keruang intra amnion. c. ungkin juga jika ibu mengalami infeksi sistemik, infeksi intra uterin menjalar malalui plasenta. d. 'indakan iatrogenic tramatic atau hygiene buruk,misalnya pemeriksaan dalam terlalu sering dan sebagainya ( perdisposisi&. 7. &o"plikasi ketu an pe6a- ini (Mo6-tar R* #++,* -al. $7,0 (omplikasi yang terjadi pada ibu yaitu . a. )nfeksi b. 1epsis c. (ematian d. (omplikasi yang terjadi pada anak "& (elahiran prematur %& )nfeksi prematur

3& 9eformitas janin 6& (ematian janin .. Pentalaksanaan ketu an pe6a- ini (-ttp899:::.6akul.6o.i * online* iakses tanggal #4 "ei $//, 0 a. *da ketuban pecah terminasi kehamilan batas waktu % kali %6 jam b. @ika ada infeksi intra partum, terminasi kehamilan, persalinan batas waktu % jam c. @angan terlalu sering periksa dalam . "& 7ila perlu induksi persalinan %& Cbservasi dan optimalisasi keadaan ibu . oksigen 3& *ntibotika spectrum luas . gentacilin )4 6 E " mg ampicilin )4 6 E " mg, penicillin )4 3 E " mg, penicillin )4 3 E ",% juta )<, metrodinasol drips. 6& <terotunika . drips 5& Pemberian kortikosteroid . disitu dapat memperburuk keadaan ibu karena menurunkan imunitas, dilain pihak dapat menstimulasi pematangan paru janin (surfaktan&. ". Pengertian anajemen (ebidanan kebidanan adalah suatu metode pendekatan ethergin 3 E " ampul

anajemen

pemecahan masalah yang digunakan oleh bidan dalam proses

pemecahan

masalah

dalam

pemberian

pelayanan

*suhan

(ebidanan, atau merupakan proses pemecahan masalah yang digunakan oleh bidan serta merupakan metode yang terorganisasi melalui tindakan yang logikal dalam memberi pelayanan. ( 1imatupang. 2, @, %++5, hal 3&. %. 'ahapan dalam hal %5& Proses anajemen asuhan (ebidanan adalah suatu proses anajemen (ebidanan ( enurut 4arney =, "##3,

pemecahan masalah dalam kebidanan menggunakan metode pengorganisasian alur pikir dan tindakan yang akan dilakukan dimana pemikiran atau tindakan tersebut bersifat logis, bukan saja oleh peleksanaan kesehatan akan tetapi juga sebagai klien sebagai objek dari proses manajemen suhan kebidanan tersebut. Langka- I 8 I entifikasi Data Dasar )dentifikasi dan analisa data (pengkajian& pengumpulan data untuk menilai kondisi klien. Aang termasuk data dasar adalah riwayat kesehatan klien, pemeriksaan panggul, pemeriksaan fisik, serta catatan tentang kesehatan lalu dan sekarang dan hasil pemeriksaan laboratorium.

1emua data diatas harus memberikan informasi yang saling berhubungan (relevan& dan menggambarkan kondisi klien yang sebenarnya. Langka- II 8 I entifikasi Diagnosa9 Masala- Aktual enginterpretasikan data secara spesifik ke dalam suatu rumusan diagnosa kebidanan dan masalah. (ata diagnosa dan masalah digunakan kedua0duanya dan mempunyai pengertian yang berbeda0beda. Problem tidak dapat didefinisikan sebagai suatu diagnosa tetapi memerlukan suatu pengembangan rencana

keperawatan secara menyeluruh pada klien.

asalah lebih sering

berhubungan dengan bagaimana klien menguraikan keadaan yang ia rasakan, sedangkan diagnosa lebih sering diidentifikasi oleh bidan yang difokuskan pada apa yang dialami oleh klien. Langka- III 8 Antisipasi Diagnosa9 Masala- Potensial 9ari kumpulan masalah dan diagnosa, identifikasi faktor0faktor potensial yang memerlukan antisipasi segera tindakan pencegahan jika memungkinkan atau waspada sambil menunggu dan

mempersiapkan pelayanan untuk segala sesuatu yang mungkin terjadi.

Langka- I; 8 E<aluasi Perlun5a Tin akan !egera &ola)orasi Proses manajemen kebidanan dilakukan secara terus menerus selama klien dalam perawatan bidan. Proses terus menerus ini menghasilkan data baru segera dinilai. 9ata yang muncul dapat menggambarkan suatu keadaan darurat dimana bidan harus segera bertindak untuk menyelamatkan klien. Langka- ; 8 Ren6ana Asu-an &e)i anan 9ikembangkan berdasarkan intervensi saat sekarang dan antisipasi diagnosa dan problem serta meliputi data0data tambahan setelah data dasar. !encana tindakan komprehensif bukan hanya meliputi kondisi klien serta hubungannya dengan masalah yang dialami klien akan tetapi meliputi antisipasi dengan bimbingan terhadap klien, serta konselingbila perlu mengenai ekonomi, agama, budaya, ataupun masalah psikologis. !encana tindakan harus disetujui klien, oleh sebab itu harus didiskusikan dengan klien. 1emua tindakan yang diambil harus berdasarkan rasional yang relevan dan diakui kebenarannya serta situasi dan kondisi tindakan harus dianalisa secara teroritis. Langka- ;I 8 I"ple"entasi Asu-an &e)i anan elaksanakan rencana tindakan serta efisiensi dan menjamin rasa aman klien. )mplementasi dapat dikerjakan keseluruhan oleh

bidan ataupun bekerjasama dengan tim kesehatan lain. 7idan harus melakukan implementasi yang efisien dan akan mengurangi waktu perawatan dan biaya perawatan serta akan meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan terhadap klien. Langka- ;II 8 E<aluasi Asu-an &e)i anan engetahui sejauh mana tingkat keberhasilan asuhan yang diberikan kepada klien. Pada tahap evaluasi ini bidan harus melakukan pengamatan dan observasi terhadap masalah yang dihadapi klien, apakah masalah diatasi seluruhnya, sebagian telah dipecahkan atau mungkin timbul masalah baru. 1elain terhadap permasalahan klien, bidan juga harus mengenal apakah rencana yang telah ditetapkan dapat dilakukan dengan baik, apakah perlu disusun kembali rencana intervensi yang lain sehingga masalah dapat dipecahkan dengan tepat. Pada prinsipnya tahapan evaluasi adalah pengkajian kembali terhadap klien untuk menjawab pertanyaan seberapa jauh

tercapainya rencana yang dilakukan. C. Pen oku"entasian Asu-an &e)i anan (!i"atupang E.%* $//.* -al ./0 etode empat pendokumentasian yang disebut 1C*P ini dijadikan proses pemikiran penatalaksanaan kebidanan. 9ipakai untuk

mendokumentasikan hasil klien dalam rekaman medis klien sebagai catatan perkembangan kemajuan yaitu . ". 1ubjektif (1& *pa yang dikatakan, disampaikan, dikeluhkan oleh klien. %. Cbjektif (C& *pa yang dilihat dan diraba, dirasakan oleh bidan saat melakukan pemeriksaan, serta pemeriksaan laboratorium. 3. *ssesment (*& (esimpulan apa yang dibuat berdasarkan data subjektif dan objektif sebagai hasil pengambilan keputusan klinis terhadap klien tersebut. 6. Planning (P& *pa yang dilakukan berdasarkan hasil kesimpulan dan evaluasi terhadap keputusan klinis yang diambil dalam rangka mengatasi masalah klinis klien atau memenuhi kebutuhan klien 'abel +3 . Pendokumentasian *lur Pikir 7idan anajemen *suhan (ebidanan Pencatatan dari *suhan (ebidanan Pendokumentasian *suhan (ebidanan

Proses anajemen (ebidanan

= Langka- ari Halen ;arne5

7 Langka&o"petensi

!oap Notes

". Pengumpulan data %. erumuskan 9iagnosa 3. *ntisipasi 9iagnosaasalah Potensial 6. 'indakan 1egera dan kolaborasi *suhan (ebidanan 5. !encana 'indakan *suhan (ebidanan 5. )mplementasi 3. 2valuasi

Bi an 9ata *ssesment9iagnosa

1ubjektif Cbjektif *ssesment9iagnosa

embuat rencana )mplementasi 2valuasi

Planning. a. (onsul b. 'es >ab c. !ujukan d. Pendidikankonseling e. ;ollow <p anajemen 9alam

1umber . 1imatupang 2.@, Penerapan F<nsur0unsur Praktik (ebidanan F, %++5. hal 5%.