Anda di halaman 1dari 28

ISU KONTEMPORER DALAM AKUNTANSI A. Pelaporan Tanggung Jawab Sosial dan Ling ungan Ser!a Pelaporan "er elan#u!

an $Sustainability Reporting% &. Konsep Corporate Social Responsibility ' Sustainability Reporting Penggunaan istilah Tanggungjawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) akhir-akhir ini semakin populer dengan semakin meningkatnya praktek tanggung jawab sosial perusahaan, dan diskusi-diskusi global, regional dan nasional tentang CSR. stilah CSR yang mulai dikenal sejak tahun !"#$-an, saat ini menjadi salah satu bentuk ino%asi bagi hubungan perusahaan dengan masyarakat dan konsumen. CSR kini banyak diterapkan baik oleh perusahaan multi-nasional maupun perusahaan nasional atau lokal. Tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dapat dide&inisikan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan eksternal perusahaan melalui berbagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka penjagaan lingkungan, norma masyarakat, partisipasi pembangunan, serta berbagai bentuk tanggung jawab sosial lainnya. Selain de&inisi di atas masih ada de&inisi lain mengenai CSR yakni 'omitmen perusahaan dalam pengembangan ekonomi yang berkesinambungan dalam kaitannya dengan karyawan beserta keluarganya, masyarakat sekitar dan masyarakat luas pada umumnya, dengan tujuan peningkatan kualitas hidup mereka (()CS*, +$$+). Sedangkan Commission of The European Communities (+$$!) mende&inisikan CSR sebagai akti&itas yang berhubungan dengan kebijakan-kebijakan perusahaan untuk mengintegrasikan penekanan pada bidang sosial dan lingkungan dalam operasi bisnis mereka dan interaksi dengan stakeholder.

CSR merupakan nilai dan standar yang berkaitan dengan beroperasinya sebuah perusahaan dalam suatu masyarakat. CSR dapat diartikan sebagai komitmen usaha untuk beroperasi se,ara legal dan etis yang berkonstribusi pada peningkatan kualitas kehidupan karyawan dan keluarganya, komunitas lokal dan masyarakat luas dalam kerangka mewujudkan pembangunan berkelanjutan. CSR berakar dari etika dan prinsip-prinsip yang berlaku di Perusahaan dan dimasyarakat. -tika yang dianut merupakan bagian dari budaya ( corporate culture). dan etika yang dianut masyarakat merupakan bagian dari budaya masyarakata. Prisnsip-prinsip atau a/as yang berlaku di masyarakat juga termasuk berbagai peraturan dan regulasi pemerintah sebagai bagian dari sistem ketatanegaraan. *ari sudut pandang strategis, suatu perusahaan bisnis perlu

mempertimbangkan tanggung jawab sosialnya bagi masyarakat dimana bisnis menjadi bagiannya. 'etika bisnis mulai mengabaikan tanggung jawabnya, masyarakat ,enderung menanggapi melalui pemerintah untuk membatasi otonomi bisnis. Carroll menyatakan bahwa manajer organisasi bisnis memiliki empat tanggung jawab yakni 0 !. Tanggung jawab ekonomi yakni memproduksi barang dan jasa yang bernilai bagi masyarakat. +. Tanggung jawab hukum yakni perusahaan diharapkan mentaati hukum yang ditentukan oleh pemerintah 1. Tanggung jawab etika yakni perusahaan diharapkan dapat mengikuti keyakinan umum mengenai bagaimana orang harus bertindak dalam suatu masyarakat.

2. Tanggung jawab kebebasan memilih yakni tanggung jawab yang diasumsikan bersi&at sukarela. *ari keempat tanggung jawab tersebut, tanggung jawab ekonomi dan hukum dinilai sebagai tanggung jawab dasar yang harus dimiliki perusahaan. Setelah tanggung jawab dasar terpenuhi maka perusahaan dapat memenuhi tanggung jawab sosialnya yakni dalam hal etika dan kebebasan memilih. 3amun demikian, kesadaran pelaporan CSR di ndonesia di tahun +$$#-+$$4 masih rendah, hal ini terjadi karena adanya kondisi in&rastruktur yang tidak men,ukupi untuk mendukung pelaporan CSR (5tama, +$$4). 6eskipun pelaporan CSR di ndonesia masih tergolong rendah, namun telah mun,ul peningkatan kekhawatiran pihak sosial (lingkungan) dan perusahaan itu sendiri tentang CSR yang membuat kebutuhan akan laporan CSR menjadi semakin meningkat. 7ingga saat ini belum ditemukan &ormat yang dapat digunakan sebagai standar umum pelaporan CSR. Salah satu standar yang dikemukakan adalah Sustainability Reporting yang dikembangkan oleh 8R (Global Reporting Initiative). Global Reporting Inititative (8R ) telah mengeluarkan panduan 9 pedoman yang dapat digunakan untuk mengukur praktik sustanaibility management berupa 8R Sustainability Reporting Guidelines dengan menunjukkan beberapa elemen penting yang berhubungan dengan 1 aspek yaitu ekonomi, lingkungan dan manusia atau triple bottom line (Profit, Planet & People). 8R &okus pada pengungkapan standar beragam lingkungan ekonomi, sosial dan bisnis. Terdapat 1 le%el 8R , yaitu le%el terendah (le%el C) yang hanya melaporkan bagian dari keseluruhan standar pengungkapan 8R , hingga le%el tertinggi (:e%el ;) yang

melaporkan keseluruhan standar pengungkapan 8R . 8R mensyaratkan laporan tersebut harus diaudit oleh pihak ketiga yang independen. 'onsep Sustainable development merupakan suatu konsep pembangunan dimana untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia saat ini current! tidak boleh mengganggu kemampuan generasi berikutnya ne"t generation! dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka yang akan datang. )erdasarkan konsep tersebut, maka mun,ul konsep Sustainability management. )eberapa man&aat yang dapat diambil perusahaan dari implementasi sustainability management, yaitu0 !. Perusahaan lebih peduli terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar dalam pembangunan komunitas community development! atau Corporate Social Responsibility CSR!. Perusahaan bukan hanya mengejar

keuntungan bagi pemilik semata, namun juga harus menjaga dan memberi nilai tambah value added! pada masyarakat dan lingkungannya. +. 6eningkatkan nama baik9 reputasi perusahaan, sehingga terjaga ,itra image! yang positi&. 1. 6engurangi dampak risiko yang merugikan perusahaan. 2. 6eningkatkan daya saing perusahaan competitive advantage!. <. 6eningkatkan keper,ayaan para pemegang saham dan pemangku kepentingan sta#eholder! lainnya. =. )ahan ;nalisis in%estasi bagi para in%estor Invesment$ SRI!. Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan atau Corporate Social Socially Responsible

Responsibility (CSR) adalah mekanisme bagi suatu organisasi untuk se,ara sukarela mengintegrasikan perhatian terhadap lingkungan dan sosial ke dalam

operasinya dan interaksinya dengan sto#eholders, yang melebihi tanggung jawab organisasi di bidang hukum (*arwin, +$$2). 6enurut Pear,e dan Robinson (+$$40#+) tanggung jawab sosial terdiri atas0 a) Tanggung jawab ekonomi economic responsibilities! yang dimana tugas manajer sebagai agen dari pemilik perusahaan, untuk memaksimalkan kekayaan pemegang saham. b) Tanggung jawab hukum legal responsibilities! men,erminkan kewajiban perusahaan mematuhi undang-undang yang mengatur akti%itas bisnis. ,) Tanggung jawab etika ethical responsibilities! men,erminkan gagasan perusahaan mengenai perilaku bisnis yang benar dan layak. d) Tanggung jawab diskresi (discretionary responsibilities) merupakan tanggung jawab yang se,ara sukarela diambil oleh suatu bisnis yang men,akup hubungan masyarakat, kewargaan yang baik, dan tanggung jawab sosial perusahaan se,ara penuh. Sustainability Reporting merupakan pelaporan yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengukur, mengungkapkan disclose!, serta upaya perusahaan untuk menjadi perusahaan yang akuntabel bagi seluruh pemangku kepentingan sta#eholders! untuk tujuan kinerja perusahaan menuju konteks pembangunan yang berkelanjutan sustainability development!. Proses penyajian Sustainability Reporting dilakukan melalui < (lima) mekanisme, yaitu 0 !. Penyusunan kebijakan perusahaan. *alam hal ini, perusahaan membuat kebijakan yang berkaitan dengan sustainability development, kemudian mempublikasikan kebijakan tersebut beserta dampaknya.

+. Tekanan pada rantai pemasok (supply chain). 7arapan masyarakat pada perusahaan untuk memberikan produk dan jasa yang ramah lingkungan juga memberikan tekanan pada perusahaan untuk menetapkan standar kinerja dan sustainability reporting kepada para pemasok dan mata rantainya. 1. 'eterlibatan sta#eholders. 2. %oluntary codes& *alam mekanisme ini, masyarakat meminta perusahaan untuk mengembangkan aspek-aspek kinerja sustainability dan meminta perusahaan untuk membuat laporan pelaksanaan sustainability. ;pabila perusahaan belum melaksanakan, maka perusahaan harus memberikan penjelasan. <. 6ekanisme lain adalah rating dan benchma#ing, pajak dan subsidi, ijinijin yang dapat diperdagangkan, serta kewajiban dan larangan. ;dapun 1$ indikator dalam panduan yang dibuat oleh 8R yang dapat dilihat dalam Tabel !. Tabel &. Da(!ar Indi a!or Kiner#a Ling ungan )RI Kode ' Jenis Indi a!or "a*an ba u (Materials) -3! > ndikator 5tama -3+ > ndikator 5tama Energi (Energy) -31 > ndikator 5tama -32 > ndikator 5tama -3< > ndikator Tambahan -3= > ndikator Tambahan Indi a!or )ahan baku yang digunakan, dinyatakan dalam berat atau %olume. ?umlah bahan baku yang merupakan hasil daur ulang, dinyatakan dalan persentase. ?umlah konsumsi energi langsung yang berasal dari sumber energi utama. ?umlah konsumsi energi tidak langsung yang berasal dari sumber energi utama. ?umlah energi yang dihemat sehubungan dengan usaha konser%asi dan e&isiensi. nitiati& atau usaha untuk menyediakan produk dan jasa berbasis energi yang e&isien atau energi

-3# > ndikator Tambahan Air (Water) -34 > ndikator 5tama ?umlah air yang digunakan menurut sumbernya. -3" > ndikator ?umlah sumber air yang terpengaruh se,ara Tambahan signi&ikan dari pengambilan air. -3!$ > ndikator Persentase dan jumlah %olume air yang didaur ulang Tambahan dan digunakan ulang (re,y,led and reused). Keane araga+an ,a-a!i (Biodiversity) -3!! > ndikator 5tama :okasi dan luas tanah yang dimiliki, disewakan, dikelola yang dilindungi dan memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi di luar area yang dilindungi. -3!+ > ndikator 5tama 5raian mengenai dampak atau akibat yang signi&ikan dari akti%itas, produk dan jasa terhadap keanekaragaman hayati di area yang dilindungi dan memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi di luar area yang dilindungi. -3!1 > ndikator 7abitat yang dilindungi dan direstorasi. Tambahan -3!2 > ndikator Strategi, tindakan saat ini dan ren,ana masa depan Tambahan untuk mengelola dampak terhadap keanekaragaman hayati. -3!< > ndikator ?umlah spesies yang dilindungi, berdasarkan tingkat Tambahan kepunahan, di dalam area yang termasuk dalam kelolaan, menurut 5C3 Red :ist atau da&tar spesies yang dilindungi berdasarkan aturan negara tempat organisasi beroperasi E+isi. Li+ba* /air dan Li+ba* Pada! (Emissions, Effluents and Waste) -3!= > ndikator 5tama ?umlah emisi gas rumah ka,a > langsung dan tidak langsung. -3!# > ndikator 5tama ?umlah emisi gas rumah ka,a lain yang rele%an -3!4 > ndikator nisiati& untuk mengurangi emisi gas rumah ka,a dan Tambahan jumlah pengurangan yang di,apai -3!" > ndikator 5tama ?umlah emisi bahan pengurang gas o/on (o/onedepleting substan,es) -3+$ > ndikator 5tama ?umlah nitrogen oksida (3@), sul&ur oksida (S@), dan emisi lain yang signi&ikan -3+! > ndikator 5tama ?umlah air yang dibuang, berdasarkan kualitas dan area tujuan pembuangan. -3++ > ndikator 5tama ?umlah berat limbah, berdasarkan jenis dan ,ara pembuangan. -3+1 > ndikator 5tama ?umlah dan %olume pembuangan ataun tumpahan (spills) yang signi&ikan. -3+2 > ndikator ?umlah limbah yang telah melalui proses treatment

terbarukan serta jumlah pengurangan energi yang dihasilkan sebagai hasil dari inisiati& ini. nisiati& untuk mengurangi konsumsi energi tidak langsung dan hasil yang telah di,apai.

Tambahan

yang -3 dikirim, diimpor atau diekspor, yang dianggap berbahaya menurut )asel Con%ention ;nneA , , , and B , dan persentase limbah yang dikirimkan dalam lingkup antar negara. -3+< > ndikator dentitas, ukuran, status perlindungan (prote,ted Tambahan status) dan nilai keanekaragaman hayati dari sumberdaya air dan habitat di dalamnya, yang dipengaruhi oleh pemakaian air oleh perusahaan. Produ dan Jasa (Product and Services) -3+= > ndikator 5tama nisiati& mitigasi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh produk dan jasa. -3+# > ndikator 5tama Persentase produk yang dijual dan bahan kemasan yang telah yang dapat didaur ulang. Kepa!u*an (Compliance) -3+4 > ndikator 5tama 3ilai moneter dari denda dan sanksi non moneter yang signi&ikan sebagai akibat dari ketidakpatuhan terhadap aturan dan hukum lingkungan hidup. Pengang u!an ( ransport) -3+" > ndikator Pengaruh signi&ikan terhadap lingkungan dari Tambahan pengiriman produk dan bahan baku yang digunakan untuk operasional organisasi termasuk mobilitas pekerja di organisasi. Keseluru*an (!verall) -31$ > ndikator ?umlah pengeluaran dan in%estasi di bidang Tambahan lingkungan hidup. Sumber 0 ndikator Proto,ols Set 8R , +$!! *apat dilihat dari jenis data yang dibutuhkan menjadikan organisasi harus siap dengan berbagai ma,am dokumentasi dan pengawasan monitoring! yang terus menerus terhadap upaya-upaya perbaikan yang harus dilakukan. @rganisasi didorong untuk memiliki niat baik positive intention! dan mengukur sendiri target-target yang ditetapkan, baik yang ditetapkan oleh regulasi pemerintah maupun target yang ditentukan oleh organisasi. 'eberlanjutan merupakan hal yang sangat penting dan laporan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap akan keberadaan organisasi di masa kini dan memperkirakan kondisi organisasi di masa depan. 0. Lin!as Peris!iwa

'ational Center for Sustainability Reporting (3CSR) kembali menggelar a,ara malam penghargaan CIndonesia Sustainability Reporting ()ard ( SR;) +$!+D di 7otel 6ulia Senin (19!+9+$!+). ;,ara yang diselenggarakan untuk ke-4 kalinya ini memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang telah mengembangkan :aporan 'eberlanjutan. Tahun ini ajang lomba SR; +$!+ diikuti oleh +" perusahaan dan PT ;neka Tambang (Persero) Tbk berhasil menjadi juara umum dalam ajang ini dengan meraih C *est Sustainability Report +,-- .verallD yang berarti mempunyai laporan terbaik di ndonesia dalam segi pengungkapan dan tampilan. ;neka Tambang juga meraih C*est /ebsite +,-+D sebagai penghargaan atas kelengkapan in&ormasi lingkungan dan sosial yang disajikan dalam website dalam mempromosikan pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Sustainability Reporting (:aporan 'eberlanjutan) atau juga sering dikenal dengan C:aporan CSRD adalah laporan yang memuat kinerja perusahaan dalam tiga aspek yaitu -konomi, :ingkungan dan Sosial. C:aporan ini menjadi sarana bagi para pemangku kepentingan (sta#eholder) untuk menilai sejauh mana perusahaan mengatasi isu keberlanjutan seperti penghematan dan konser%asi energi, pengelolan air, pengelolaan limbah, mengatasi pen,emaran udara serta isu sosial seperti partisipasi perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. Sejak dimulainya SR; di tahun +$$<, telah mendorong kesadaran

perusahaan akan pentingnya laporan keberlanjutan. 'etua Tim ?uri SR; +$!+, Sarwono 'usumaatmadja mengatakan C'ami sangat gembira karena animo perusahaan untuk membuat laporan keberlanjutan atau laporan CSR semakin

meningkat dari tahun ke tahun. 'ami terus mendorong perusahaan>perusahaan lainnya untuk melakukan langkah yang sama sebagai bentuk pertanggung jawabannya kepada publikD. ?ika tahun +$$< ter,atat hanya satu perusahaan yang membuat laporan keberlanjutan, maka tahun +$!+ ini, sudah ada 2$ perusahaan di ndonesia yang membuat laporan keberlanjutan sebagai sarana komunikasi kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungannya kepada publik. 7ingga kini, perusahaanperusahaan yang telah mengembangkan :aporan 'eberlanjutan, #$E berasal dari perusahaan )adan 5saha 6ilik 3egara ()563) dan 1$E adalah swasta. Pada tahun +$!+ ini, SR; dibagi menjadi dua kelompok yaitu

C'elompok ;D yang terdiri dari perusahaan yang telah membuat laporan lebih dari 1 tahun dan C'elompok )D yang berisi perusahaan dengan laporan kurang dari tiga tahun. 6asing-masing kelompok dibagi menjadi beberapa kategori yaitu 'ategori ?asa, Sumber *aya ;lam dan 6anu&aktur. Selain PT ;neka Tambang (Persero) Tbk yang meraih juara umum, maka dari 'elompok ;, PT 'altim Prima Coal yang meraih *est Sustainability Report +$!! untuk kategori Sumber *aya ;lam, PT ;stra nternastional, Tbk meraih *est Sustainability Report +$!! untuk kategori 6anu&aktur dan PT

Telekomunikasi ndonesia, Tbk meraih *est Sustainability Report +$!! untuk sektor ?asa. Runner 5p dari tiap-tiap kategori pada kelompok ; adalah PT Tambang )atubara )ukit ;sam (Persero), Tbk untuk kategori Sumber *aya ;lam, PT 7ol,im ndonesia, Tbk untuk 'ategori 6anu&aktur serta PT Perusahaan 8as 3egara, Tbk untuk kategori ?asa.

10

Sementara di 'elompok ) yang tampil sebagai peraih *est Sustainability Report +,-- adalah PT Pertamina 8eothermal -nergy untuk kategori Sumber *aya ;lam, PT 5nile%er ndonesia, Tbk untuk kategori 6anu&aktur, serta PT )akrieland *e%elopment, Tbk untuk kategori ?asa. Sedangkan Runner 0p pada 'elompok ) adalah PT Perkebunan 3usantara F (Persero) untuk kategori

Sumber *aya ;lam, PT ndonesia Power untuk kategori 6anu&aktur serta PT ndika -nergy, Tbk untuk kategori ?asa. Selain juara umum pada SR; +$!+, PT ;neka Tambang (Persero) Tbk ternyata juga mendapatkan penghargaan lainnya di tahun yang sama. PT ;neka Tambang (Persero) Tbk memborong sekaligus enam penghargaan Indonesian 1uality ()ard ( G;) dan (nugerah *usiness Revie) (;)R) +$!+. Penghargaan G; +$!+ diterima langsung oleh *irektur @perasi ;3T6, (inardi, pada +! 3o%ember +$!+, di 7otel 6ulia Senayan, ?akarta. *ari += perusahaan yang ikut serta dalam G; +$!+, ;3T6 meraih dua penghargaan Good pen,apaian

Performance dan *ron2e

(chievement

()ard dalam assessment

tingkat kinerja. Penghargaan Good Performance merupakan klasi&ikasi penilaian kinerja perusahaan, berdasarkan total skor hasil assessment perusahaan se,ara keseluruhan. Sedangkan *ron2e (chievement ()ard merupakan pemeringkatan berdasarkan tingkat pen,apaian skor dibandingkan tahun sebelumnya. 5ntuk meraih kedua penghargaan tersebut, ;3T6 telah melalui berbagai tahapan assessment berdasarkan kriteria-kriteria yang meliputi 3eadership, Strategic Planning, Costumer 4ocus, 5easurement, (nalysis, 6no)ledge

5anagement dan *usiness .utcome.

11

G; diselenggarakan oleh I1( 4oundation yang setiap tahun memberikan penghargaan kepada perusahaan yang telah menerapkan 'riteria 'inerja -kselen 6al,olm )aldridge. Sementara penghargaan ;)R +$!+ diterima oleh *irektur Sumber *aya 6anusia (S*6) ;3T6, ;,hmad ;rdianto, di The Rit/ Carlton 7otel, ?akarta pada +! 3o%ember +$!+. (nugerah *usiness Revie) (;)R) melakukan penilaian terhadap <1 perusahaan yang terseleksi. Penilaian dilakukan melalui input dari beberapa tahapan sur%ei independen terhadap khalayak umum dan stakeholder internal perusahaan, pengisian kuesioner, dan pemaparan presentasi oleh kandidat perusahaan sebagai bahan penilaian. ;)R merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh 5a7alah *usiness Revie), yang melakukan penilaian kepada perusahaan-perusahaan dan C-@-C-@ terkemuka di ndonesia, baik )563, swasta nasional maupun multinasional, yang berhasil meningkatkan kinerja atau men,iptakan pertumbuhan. 'eberhasilan PT ;neka Tambang (Persero) Tbk meraih berbagai penghargaan di tahun yang sama memperlihatkan adanya kesinambungan :aporan 'eberlanjutan (Sustainability Reporting) dengan kinerja perusahaan. Penyajian kinerja lingkungan dan sosial yang terintegrasi dengan kinerja &inansial dalam laporan tahunan (Integrated Reporting) menjadi suatu bukti otentik bahwa Tanggungjawab Sosial Perusahaan atau atau Corporate Social Responsibility (CSR) tidak dapat dipisahkan dari upaya-upaya peningkatan kinerja perusahaan.

". Da+pa UU A un!an Publi Ter*adap Per e+bangan Pro(esi

12

5ndang-5ndang 3o. < tahun +$!! tentang ;kuntan Publik disahkan di ?akarta pada tanggal 1 6ei +$!!. Se,ara garis besar 5ndang-5ndang ini mende&inisikan tentang peran seorang akuntan publik di dalam lingkungan masyarakat yang terdiri dari tugas, hak, kewajiban, tanggung jawab, sanksi dan lain sebagainya dari seorang akuntan publik maupun ';P yang bertujuan untuk lebih mensosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya penggunaan jasa akuntan dalam prakteknya di lingkungan masyarakat. 5ndang-5ndang ini mun,ul sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat yang mulai menuntut kredibilitas, integritas dan pro&esionalisme dari seorang akuntan publik. ;kuntan publik merupakan pro&esi yang mun,ul dari adanya tuntutan publik akan adanya mekanisme komunikasi yang independen antara entitas ekonomi dengan para stakeholder terutama yang berkitan dengan akuntabilitas dari suatu entitas yang bersangkutan. *ibutuhkan adanya peningkatan standar mutu dari pro&esionalisme seorang akuntan publik, seperti yang dijabarkan pada pasal ! 55 akuntan publik pasal + Cstandar pro&esional akuntan publik, yang selanjutnya disingkat SP;P, adalah a,uan yang ditetapkan menjadi ukuran mutu yang wajib dipatuhi oleh akuntan publik dalam pemberian jasanyaD. Terdapat beberapa pasal dalam 55 no < tahun +$!! yang dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap perkembangan pro&esi ;kuntan Publik di ndonesia. 7al tersebut adalah 0 !. Sanksi Pidana )agi ;kuntan Publik, +. Perijinan ;kuntan Publik ;sing, 1. Persyaratan ;kuntan Publik

13

Per!a+a, sanksi pidana dikhawatirkan akan semakin mengurangi minat generasi muda untuk terjun menjadi ;kuntan publik yang saat ini sudah sangat rendah, sanksi administrati& kiranyasudah ,ukup memadai. Kedua, perijinan ;kuntan Publik ;sing yang dirasa begitu mudah, akan menggusur keberadaan ;kuntan Publik lokal. 7al ini dimungkinkan karena jumlah ;kuntan Publik di beberapa negara ;S-;3 sangat banyak, sehingga meraka akan melakukan ekspansi ke ndonesia, disamping itu adanya potensi an,aman terhadap

kepentingan keamanan negara ketika ;kuntan Publik ;sing tersebut memeriksa industri strategis negara. Ke!iga, persyaratan untuk menjadi ;kuntan Publik begitu mudah, karena tidak mensyaratkan harus dari jurusan akuntansi, hal ini menjadi preseden buruk bagi pengembangan jurusan akuntansi di ndonesia. &. San si Pidana Ter*adap A un!an Publi Pada 55 3o. < Tahun +$!! tentang ;kuntan Publik, telah diatur 'etentuan Pidana terhadap kegiatan akuntan publik pada pasal <<, <= dan <#. 3amun terdapat hal-hal tertentu yang ,enderung menimbulkan ketidak nyamanan dalam menjalani pro&esi akuntan publik ini. Pada pasal << huru& b yang menyatakan 8dengan senga7a mela#u#an manipulasi, memalsu#an, dan$atau menghilang#an data atau catatan pada #ertas #er7a atau tida# membuat #ertas #er7a yang ber#aitan dengan 7asa yang diberi#an sebagaimana dima#sud dalam Pasal 9 ayat -! sehingga tida# dapat diguna#an sebagaimana mestinya dalam rang#a pemeri#saan oleh piha# yang ber)enang:&;. Perbuatan-perbuatan terkait hal diatas telah diatur dalam '57P, sehingga akan berdampak mun,ulnya duplikasi aturan, tumpang tindih, dan berpotensi menimbulkan perbedaan interpretasi atas suatu permasalahan sehingga

14

menimbulkan ketidakpastian. Serta dapat dilihat memberikan ,elah bagi pihakpihak yang tidak bertanggungjawab untuk mempidanakan akuntan publik karena kata-kata Csehingga tidak dapat digunakan sebagaimana mestinyaD begitu bias dan tidak memiliki ukuran bagaimana suatu kondisi laporan itu dapat9tidak dapat digunakan semestinya oleh pihak berwenang, karena diketahui bahwa jasa produk dari pekerjaan akuntan publik adalah suatu opini atau pendapat akuntan publik terhadap suatu laporan keuangan atau in&ormasi keuangan dimana opini tersebut merupakan suatu bentuk keyakinan memadai (reasonable assurance) dan bukan merupakan suatu pernyataan kebenaran absolut (mutlak) atas laporan keuangan atau in&ormasi keuangan lainnya. Produk akuntan publik tersebut bukan akta otentik sebagaimana dikeluarkan oleh pejabat publik. *an juga terdapat beberapa alasan lain, yaitu 0 !. )ahwa standar pro&esi akuntan publik adalah suatu a,uan yang digunakan dalam menjalankan pro&esinya dimana dalam pelaksanaanya banyak menggunakan professional 7ugdement dan berbasis sampling, oleh karena itu pengaturannya berbeda dengan ketentuan hukum yang si&atnya pasti dan tidak menimbulkan keragu-keraguan +. )ahwa seorang akuntan publik bukanlah kuasi 3egara, kuasi Pemerintah, atau pejabat publik yang diberikan kewenangan atas nama publik atau 3egara sehingga produk akuntan publik bukan merupakan legal binding sehingga tidak sebanding apabila dikenakan sanksi pidana. 1. )ahwa standar pro&esi dan kode etik yang digunakan oleh akuntan publik adalah bukan merupakan produk hukum yang termasuk dalam jenis dan

15

hirarki perundang-undangan karena standar pro&esi dan kode etik ditetapkan oleh asosiasi pro&esi. Selain alasan tersebut, pengenaan sanksi pidana atas pekerjaan akuntan publik juga akan menimbulkan dampak meningkatnya risiko pro&esi dan bisnis akuntan publik sehingga akan mengurangi minat dan tidak mendorong pertumbuhan pro&esi akuntan publik yang sudah sangat rendah. ?umlah akuntan di ndonesia pun ternyata tak sebanyak yang dibayangkan. Pemerintah bahkan mengklaim kuantitas akuntan di Tanah ;ir masih lebih sedikit ketimbang negara tetangga, seperti 6alaysia. Padahal, jumlah perusahaan baik nasional dan asing di Tanah ;ir kian menjamur (S(;.,o.id, 3o%ember +$!+). ndonesia saat ini membutuhkan minimal +$$ ribu orang-orang berpro&esi sebagai akuntan publik untuk mendukung kinerja perekonomian nasional (6etrot%news. ,om, ?uni +$!1). Pertumbuhan ;kuntan Publik di ndonesia dari tahun +$$= hingga +$!$ adalah sebagai berikut0 Tabel 0 Per e+bangan A un!an Publi Di Indonesia

*ata dari Pusat Pembinaan ;kuntan dan ?asa Penilai (PP;?P) 'ementerian 'euangan menunjukkan bahwa ndonesia masih sangat sedikit memiliki akuntan publik, sangat jauh dari jumlah akuntan publik yang dimiliki

16

negara-negara di ;S-;3. Tahun +$!+ ndonesia memiliki sekitar !.$$$ orang akuntan publik, bandingkan dengan Thailand yang memiliki =.$$$ akuntan publik, Hilipina 2."2! akuntan publik dan 6alaysia +.<$$ akuntan publik. ;danya Sanksi Pidana Terhadap ;kuntan Publik yang diberlakukan dalam 55 3o < Tahun +$!! ini dikhawatirkan akan semakin mengurangi minat dan tidak mendorong pertumbuhan pro&esi akuntan publik yang sudah sangat rendah. 0. Peri#inan A un!an Publi Asing 6enghadapi 6-; ( 6asyarakat -konomi ;sean ) dan Pasar bebas ;HT; pada tahun +$!< mendatang, para akuntan publik di ndonesia se,ara tidak langsung harus mengikuti standar laporan keuangan HRS. International

(ccounting Standards, yang lebih dikenal sebagai International 4inancial Reporting Standards ( HRS), merupakan standar tunggal pelaporan akuntansi yang memberikan penekanan pada penilaian (revaluation) pro&esional dengan disclosures yang jelas dan transparan mengenai substansi ekonomis transaksi, penjelasan hingga men,apai kesimpulan tertentu. Standar ini mun,ul akibat tuntutan globalisasi yang mengharuskan para pelaku bisnis di suatu 3egara ikut serta dalam bisnis lintas negara. 5ntuk itu diperlukan standar internasional yang berlaku sama di semua 3egara untuk memudahkan proses rekonsiliasi bisnis. *i sisi lain, 5ndang-5ndang 3o.< Tentang ;kuntan Publik memang sudah nyata-nyata memberikan lampu hijau bagi akuntan asing untuk berkiprah di kan,ah nasional. Se,ara tidak langsung, kondisi seperti ini bisa membuat akuntan ndonesia kehilangan pangsa pasar karena perusahaan-perusahaan di ndonesia tentunya akan lebih memilih untuk merekrut akuntan asing yang sudah lebih dulu paham tentang standard HRS.

17

)erikut adalah pasal-pasal pada 55 3o. < Tahun +$!! yang mendukung peri/inan akuntan publik asing untuk bekerja di ndonesia 0 Pasal & !) ;kuntan Publik adalah seseorang yang telah memperoleh i/in untuk memberikan jasa sebagaimana diatur dalam 5ndang > 5ndang ini. +) ;kuntan Publik ;sing adalah warga negara asing yang telah memperoleh i/in berdasarkan hukum di negara yang bersangkutan untuk memberikan jasa sekurang > kurangnya jasa audit atas in&ormasi keuangan historis. Pasal 1 !) ;kuntan Publik ;sing dapat mengajukan permohonan i/in ;kuntan Publik kepada 6enteri apabila telah ada perjanjian saling pengakuan antara Pemerintah ndonesia dan pemerintah negara dari ;kuntan Publik ;sing tersebut. +) 5ntuk mendapatkan i/in ;kuntan Publik, ;kuntan Publik ;sing harus memenuhi syarat sebagai berikut (a - j) 1) ;kuntan Publik ;sing yang telah memiliki i/in ;kuntan Publik tunduk pada 5ndang > 5ndang ini. 2) 'etentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan tata ,ara permohonan i/in ;kuntan Publik ;sing menjadi ;kuntan Publik sebagaimana dimaksud pada ayat (+) diatur dalam Peraturan 6enteri. Pasal &1 (!) ';P yang mempekerjakan tenaga kerja pro&esional asing harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang

ketenagakerjaan

18

(+) 'omposisi tenaga kerja pro&esional asing yang dipekerjakan pada ';P paling banyak !9!$ (satu per sepuluh) dari seluruh tenaga kerja pro&esional untuk masing-masing tingkat jabatan pada ';P yang bersangkutan. )erdasarkan Pasal-Pasal di atas jelas sekali bahwa peraturan di ndonesia membuka ruang bagi akuntan publik asing untuk memperoleh i/in untuk menjual jasa audit di ndonesia dan akan menyebabkan persaingan yang lebih luas serta sulit bagi akuntan publik dalam negeri. Se,ara tidak langsung, kondisi seperti ini bisa membuat akuntan ndonesia kehilangan pangsa pasar karena perusahaanperusahaan di ndonesia tentunya akan lebih memilih untuk merekrut akuntan asing yg sudah lebih dulu paham tentang standard HRS. Semenjak digantikannya PS;' dengan HRS di ndonesia, para akuntan publik harus menyesuaikan kinerjanya dengan HRS dikarenakan akuntan publik berperan penting dalam dunia usaha. ;kuntan publik dituntut untuk menyajikan laporan keuangan dengan kualitas yang tinggi. 6engingat tujuan HRS adalah memastikan bahwa laporan keungan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksukan dalam laporan keuangan tahunan, mengandung in&ormasi berkualitas tinggi yang 0 !. Transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang peiode yang disajikan +. 6enyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada HRS 1. *apat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi man&aat untuk para pengguna

19

HRS merupakan sistem penyajian laporan keuangan yang telah digunakan di sebagian besar negara di dunia dan telah menjadi a,uan dalam kegiatan akuntansi internasional. *alam era globalisasi seperti sekarang ini, perusahaanperusahaan besar maupun ke,il membutuhkan akuntan publik untuk memeriksa laporan keuangan perusahaan sehingga menghasilkan in&ormasi yang berkualitas tinggi untuk mengambil keputusan. *engan demikian, akuntan publik harus meningkatkan kinerja dan pro&esionalisme dalam menghadapi kon%ergesi HRS sehingga dapat memenuhi kebutuhan para pengguna jasa akuntan publik dan menjaga keper,ayaan yang diberikan pengguna jasa akuntan publik tersebut. *ukungan dari semua pihak agar proses kon%ergensi PS;' ke HRS 3 dapat berjalan dengan baik tentunya sangat diharapkan. ;palagi 5ndang-5ndang 3o.< Tentang ;kuntan Publik memang sudah nyata-nyata memberikan lampu hijau bagi akuntan asing untuk berkiprah di kan,ah nasional. Se,ara tidak langsung, kompetisi tersebut bisa membuat akuntan ndonesia kehilangan pangsa pasar karena perusahaan-perusahaan di ndonesia memilih untuk merekrut

akuntan asing. 6aka dari itu ;kuntan Publik diharapkan dapat segera mengupdate pengetahuannya sehubungan dengan perubahan S;', mengupdate SP;P dan menyesuaikan pendekatan audit yang berbasis HRS. ;kuntan 6anajemen9 Perusahaan dapat mengantisipasi dengan segera membentuk tim sukses kon%ergensi HRS yang bertugas mengupdate pengetahuan ;kuntan 6anajeman, melakukan gap analysis dan menyusun road map kon%ergensi HRS serta berkoordinasi dengan proyek lainnya untuk optimalisasi sumber daya. )anyak hal dalam HRS yang akan diadopsi berbeda dengan prinsip yang saat ini berlaku. )eberapa hal antara lain 0

20

!. Penggunaan 4air<value *asis dalam penilaian akti%a, baik akti%a tetap, saham, obligasi dan lain-lain, sementara sampai dengan saat ini penggunaan harga perolehan masih menjadi basic mind akuntansi ndonesia. Sayangnya HRS sendiri belum memiliki de&inisi dan petunjuk yang jelas dan seragam tentang pengukuran berdasarkan nilai wajar ini. +. ?enis laporan keuangan berdasarkan PS;' terdiri dari < elemen (3era,a, Rugi-:aba dan Perubahan -kuitas, Cashflo), dan Catatan atas :aporan keuangan). *alam dra&t usulan HRS menjadi = elemen (3era,a, Rugi:aba 'omprehensi&, Perubahan -kuitas, Cashflo), Catatan atas :aporan keuangan, dan 3era,a 'omparati&). Penyajian 3era,a dalam HRS tidak lagi didasarkan pada susunan ;kti%a, 'ewajiban dan -kuitas, tapi dengan urutan ;kti%a dan 'ewajiban usaha, n%estasi, Pendanaan, Perpajakan dan -kuitas. :aporan Cashflo) tidak disajikan berdasarkan kegiatan @perasional, n%estasi dan Pendanaan, melainkan berdasarkan Cashflo) 5saha (@perasional dan in%estasi), Cashflo) perpajakan dan Cashflo) penghentian usaha. 1. Perpajakan, terutama terkait pajak atas koreksi laba-rugi atas penerapan HRS maupun atas re%aluasi akti%a berdasarkan fair<value basis. 2. Pers-ara!an A un!an Publi Pada pasal = huru& a 55 3o. < Tahun +$!! tentang ;kuntan Publik, bahwa Proses menjadi ;kuntan Publik disederhanakan dan basis ,alon ;kuntan Publik diperluas, *engan ketentuan tersebut berarti gelar CP; (certified public accountant) dapat diberikan kepada siapa saja yang lulus ujian CP; tanpa memandang dia lulusan jurusan apapun (tidak harus dari jurusan akuntansi).

21

Seorang dokter, insinyur, psikolog, atau apapun latar belakang kesarjanaannya, dibolehkan untuk ikut ujian CP; yang tentunya bila berhasil akan mendapat gelar Certified Public (ccountant (CP;), dan tidak harus lulus PP;k terlebih dahulu. 7al ini memun,ulkan potensi menurunnya kualitas dari S*6 yang ahli dalam akuntansi. Padahal seseorang yang mengambil S-! untuk jurusan akuntansi saja paling tidak membutuhkan 2 tahun untuk mendalami akuntansi tersebut. Sulit membayangkan seseorang dari jurusan bukan akuntansi dapat menjadi seorang akuntan hanya dengan ,ara lulus ujian CP;. 6enurut Pro&. *r. 6usli,h ;nshori (*ekan Hakultas -konomi 5ni%ersitas ;irlangga), seharusnya 5ndang - 5ndang harus dapat mengakomodir bagaimana pro&esi akuntansi ini bisa menarik minat para sarjana akuntansi untuk terjun menekuninya. (alaupun diketahui bahwa jumlah akuntan publik di ndonesia sangat ke,il dibandingkan 3egara-negara ;S-;3. Setelah disahkannya 55 no < Tahun +$$! ini banyak sekali pro dan kontra. 7al ini dikarenakan banyak sekali terdapat pasal > pasal yang mematikan pro&esi akuntan publik di ndonesia. *imana di dalam undang > undang memuat pasal > pasal yang membuka kesempatan masuknya akuntan asing yang akan dengan mudah menggali dan mengambil data > data perekonomian dan rahasia negara sehingga berpotensi merugikan perekonomian dan membahayakan keamanan negara. *i sisi lain, terdapat nilai positi& dimana para auditor telah ,ukup lama menantikan adanya payung hukum tertinggi untuk mengatur dan melindungi pro&esi auditor swasta ini. Salah satu jalan yang dapat ditempuh oleh Permerintah adalah dengan meningkatkan kualitas akuntan di ndonesia. Saat ini pemerintah sudah

22

menerbitkan Peraturan Pemerintah 3o. 42 tahun +$!+ tentang 'omite Pro&esi ;kuntan Publik yang sudah ditandatangani !< @ktober +$!+ lalu. Regulasi ini sebagai aturan turunan sebagai amanat 55 3o. < tahun +$!! tentang ;kuntan Publik. CPP itu menugaskan 6enteri 'euangan untuk membentuk 'omite -tik Pro&esi ;kuntan. Pembentukan komite ini bertujuan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pembinaan, peberdayaan, dan pengawasan terhadap pro&esi akuntan publik dalam melindungi masyarakat,D kata (amenkeu (iaiglobal.or.id, 6aret +$!1). 5ntuk memperkuat kompetensi angotanya, pada 75T ; tahun +$!1 ini ; juga melun,urkan gelar IChartered (ccountant= kepada anggota utamanya. 8elar C; atau chartered accountant akan dianugrahkan kepada angota utama ; . Pemegang gelar ini akan wajib mengukuti kegiatan Pendidikan Pro&esional )erkelanjuatan (PP:) yang diselenggarakan oleh ; atau badan-badan lain yang disetujui. 7al ini untuk memastikan akuntan anggota ; senantiasa meningkatkan kompetensinya.

23

/. Pendidi an A un!ansi dan )elar /PA Di Indonesia Tuntutan kualitas pendidikan akuntansi menjadi semakin besar seiring keanggotaan ; dalam International 4ederation of (ccountants I4(C!. 7al ini diwujudkan dengan salah satu program kerja ; yaitu peningkatan peran ; dalam pendidikan akuntansi nasional. Standar pendidikan yang dikeluarkan H;C menjadi panduan bagi seluruh stakeholder yang terkait yaitu0 ;sosiasi pro&esi, dunia pendidikan, dunia usaha dan industri serta pemerintah, untuk bersama-sama berinteraksi dalam membentuk seorang akuntan yang pro&esional. &. Pendidi an A un!ansi ;kti&itas yang berkaitan dengan pendidikan akuntansi mempunyai beberapa sasaran, antara lain 0
1) Tersusunnya blue print pendidikan akuntansi meliputi seluruh jenjang

pendidikan akuntansi. +) 6asuknya 5jian Serti&ikasi ;kuntan Publik (5S;P) J 5jian Serti&ikasi ;kuntan 6anajemen (5S;6) sebagai jenjang serti&ikasi. 1) 6eningkatnya jumlah penyelenggara dan mutu PP;. 2) Peningkatan jumlah dan mutu penyelenggara pendidikan magister dan doktor akuntansi. <) Peningkatan peran serta ; dalam pengembangan pendidikan akuntansi, khususnya menyangkut pen,apaian standar kompetensi akuntansi pada semua jenjang pendidikan. *alam pengembangan blue print pendidikan akuntansi, beberapa isu sentral yang perlu dikaji adalah 0

24

!) 6un,ulnya 5ndang-5ndang ;kuntan Publik (55-;P) dan diikuti dengan 5ndang-5ndang Pelaporan 'euangan (saat sekarang masih merupakan peran,angan dra& R55). )erkaitan dengan 55-;P, kompetensi akuntan yang dihasilkan oleh institusi pendidikan akuntansi akan semakin menjadi sorotan, terlebih pada serti&ikasi pro&esi akuntan publik yang

memungkinkan berasal dari lulusan program sarjana dan * B bidang non akuntansi.
2) )adan Standar 3asional Pendidikan ()S3P, +$!$) telah menyatakan

perlunya suatu perombakan dalam pendidikan karena pergeseran kondisi lingkungan menuju techno<culture dan techno<science& ni berarti perlunya pergeseran paradigma pendidikan akuntansi dalam memenuhi tuntutan global, baik yang bersumber dari nilai-nilai global9uni%ersal maupun kebutuhan lokal yang bersumber dari nilai-nilai atau keari&an lokal. 1) 'ementerian Pendidikan dan 'ebudayaan juga sedang intensi&

menerapkan pendidikan karakter dalam semua jenjang pendidikan. 0% Certified Public "ccountant $/PA% di Indonesia Pro&esi akuntan adalah semua bidang pekerjaan yang mempergunakan keahlian di bidang akuntansi, termasuk bidang pekerjaan akuntan publik, akuntan intern yang bekerja pada perusahaan industri, keuangan atau dagang, akuntan yang bekerja di pemerintah, dan akuntan sebagai pendidik. *alam arti sempit, pro&esi akuntan adalah lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh akuntan sebagai akuntan publik yang la/imnya terdiri dari pekerjaan audit, akuntansi, pajak dan konsultan manajemen.

25

;kuntan publik adalah akuntan yang telah memperoleh i/in dari menteri keuangan untuk memberikan jasa akuntan publik di ndonesia. 'etentuan

mengenai akuntan publik di ndonesia diatur dalam 5ndang-5ndang Republik ndonesia 3omor < tahun +$!! tentang ;kuntan Publik dan Peraturan 6enteri 'euangan 3omor !#9P6'.$!9+$$4 tentang ?asa ;kuntan Publik. Setiap akuntan publik wajib menjadi anggota nstitut ;kuntan Publik ndonesia ( ;P ), asosiasi pro&esi yang diakui oleh Pemerintah. *alam era globalisasi, dunia usaha dan masyarakat telah menjadi semakin kompleks sehingga menuntut adanya perkembangan berbagai disiplin ilmu termasuk akuntansi. ;kuntansi memegang peranan penting dalam ekonomi dan sosial, karena setiap pengambilan keputusan yang bersi&at keuangan harus berdasarkan in&ormasi akuntansi. 'eadaan ini menjadikan akuntan sebagai suatu pro&esi yang sangat dibutuhkan keberadaannnya dalam lingkungan organisasi bisnis. 'eahlian > keahlian khusus seperti pengelolaan data bisnis menjadi in&ormasi berbasis komputer, pemeriksaan keuangan maupun non keuangan, penguasaan materi perundang > undangan perpajakkan adalah hal > hal yang dapat memberikan nilai lebih bagi pro&esi akuntan. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi ndonesia yang diharapkan semakin baik, maka pro&esi akuntan sangat dibutuhkan dalam membantu mewujudkannya. 'ondisi ini, membawa pada suatu konsekuensi bahwa masih terbuka lebar bagi setiap orang untuk memasuki pro&esi sebagai akuntan, dan pro&esi akuntan sebagai pilihan karir yang menjanjikan. 5ntuk dapat menjalankan pro&esinya sebagai akuntan publik di ndonesia, seorang akuntan harus lulus dalam ujian pro&esi yang dinamakan 5jian Serti&ikasi ;kuntan Publik (5S;P) dan kepada

26

lulusannya berhak memperoleh sebutan KCP; ndonesiaK (sebelum tahun +$$# disebut K)erserti&ikat ;kuntan PublikK atau );P). Serti&ikat akan dikeluarkan oleh ;P ( nstitut ;kuntan Publik ndonesia). Serti&ikat akuntan publik tersebut merupakan salah satu persyaratan utama untuk mendapatkan i/in praktik sebagai akuntan publik dari 'ementerian 'euangan. 8elar CP; menyiratkan + nilai kualitas, dari seorang akuntan0 !) 'ompetensi > Seorang akuntan yang bergelar CP; sudah pasti memiliki kompetensi (pengetahuan, skill, dan kinerja) yang sudah terujiLmelalui ujian standarisasi yang diran,ang sedemikian rupaLsehingga ClayakD memperoleh gelar Certified Public (ccountant (CP;). +) Pro&esionalitas > Seorang akuntan yang bergelar CP;, sudah pasti memiliki sikap, mental dan perilaku yang bisa dikategorikan sebagai seorang yang pro&esional. ;lat takar pro&esionalitas seorang akuntan adalah kode etik pro&esi akuntan publik. *engan kata lain, idealnya, seorang akuntan yang bergelar CP; menjunjung tinggi kode etik pro&esi akuntan publik. *ua nilai kualitas tersebut melahirkan keper,ayaan (trust), dari publik (terutama pengguna jasa), yang sangat dibutuhkan dalam menjalankan menjalankan pro&esi sebagai seorang akuntan.

27

DA3TAR PUSTAKA Commission of The European Communities. +$$!. *arwin, ;li. +$$2, Penerapan Sustainabilty Reporting di ndonesia, 'on%ensi 3asional ;kuntansi B, Program Pro&esi :anjutan. Mogyakarta. 8R . +$!!. Pedoman :aporan 'eberlanjutan. Pear,e, ?ohn ;, and Ri,hard. ) Robinson, +$$4, 6anajemen Strategis0 &ormulasi, mplementasi dan Pengendalian, Penerbit Salemba -mpat, ?akarta. Pusat Pembinaan ;kuntan dan ?asa Penilai (PP;?P) 'ementerian 'euangan. +$!+ Peraturan 6enteri 'euangan 3omor !#9P6'.$!9+$$4 tentang ?asa ;kuntan Publik. 5tama, Sidharta. +$$4. Evaluation .n Supportive Infrastructure 4or Coorporate Social Responsibility Reporting In Indonesia. 5ndang-5ndang 3o. < tahun +$!! tentang ;kuntan Publik /orld *ussiness Council 4or Sustainable >evelopment. +$$+. www.swa.,o.id. 3o%ember +$!+ www.metrot%news. ,om. ?uni +$!1

28