Anda di halaman 1dari 14

1

LAPORAN PENDAHULUAN
A. KONSEP PENYAKIT 1. PENGERTIAN Penyakit infeksi akut pada saluran cerna (usus halus) denagn gejala demam > 1 minggu, gangguan saluran cera dan gangguan kesadaran. Thypoid adalah penyakit infeksi akut dengan demam yang disebabkan oleh kuman salmonella typi (Pedoman Diagnosis dan Therapi ab !"P# $lmu penyakit Dalam %&"D Dr. &oetomo &urabaya) 2. 3. PENYEBAB 'asil!kuman salmonella Typhosa, &almonela paratyphosa. PATOFISIOLOGI : Penularan s. Typhy terjadi melalui mulut oleh makanan yang tercemar. &ebagian kuman akan di musnahkan dalam lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus, mencapai aringan limpoid dan ber kembang biak. Proses penyakit di bagi dalam ( fase ) &almonela typhi melalui air dan makanan yang terkontaminasi masuk keadalam tubuh dengan mekanisme penyakitnya sebagai berikut) 1. $nfasi terhadap jaringan limpoid intestinal dan proliferasi bacteri. berlangsung * minggu+ asimpthomatis., *. $nfasi aliran darah bacteraemia menyebabkan meningkatnya suhu tubuh. Terjadi reaksi imunologi sampai fase berikutnya dalam 1- hari. .ultur darah dan urine positif selama periode febris. /ntibodi &.Typhy tampak dalam darah. Test 0idal positif pada akhir fase ini. (. 4. okalisasi bacteri dalam jaringan limfoid intestinal nodus masenterik gall bladder, hati, limpa. Terjadi nekrosis lokal reaksi hipersentifitas antigen antibodi. TANDA DAN GEJALA a. 1inggu $ ) infeksi akut (demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, mual, diare) b. 1inggu $$ ) 2ejala lebih jelas (demam, bradikardia relatif, lidah kotor, nafsu makan menurun, hepatomegali, ggn kesadaran). Lesi pada usus a!us .elainan patologic utama terjadi di usus halus terutama ileum bagian distal tetapi dapat ditemukan pada jejunu dan colon. Se"ue!ae esi sembuh dengan scaring yang minimal ulcerasi yang dalam pada usus halus. Persisten cronic infeksi pada gall bladder atau ginjal 3carries4. #ase ini

WOC
Infeksi oleh S. Typhi per oral Pada epitel bagian proksimal usus halus sel lekosit mononuklear Dalam limfokel pada lamina propria usus halus, plaque peyer Pembuluh limfe Peredaran darah dalam waktu 24 #at pirogen $rgan !2 "am bakterimia pertama Hypertermia %panas meningkat&

organ %hati, limpha, sumsum tulang&

'erkembang biak dalam retikuloendotelial endotoksin bakterimia kedua Peredaran darah(bakterimia Ggn pemenuhan nutrisi

)idah kotor Diare 'ibir kering +ual(muntah

*elen"ar limphoid usus halus %tukak pd mukosa usus(plak& Ggn kebutuhan cairan ,ndotoksin bahan prokoagulan

'edrest *elemahan Sumber- Depkes .I, /001

Perdarahan %perforasi peritonitis&

Ggn ADL, ketakutan

( #. 1) typhoid. *) 8 1) 95() :umlah leukosit normal ! eukopenia ! eukositisis. 5) /nemia ringan, ;D meningkat, &2<T, &2PT dan #osfatase alkali meningkat =) Dalam minggu pertama biakan darah &almonella typhi positif >= ? @= A, 9) 'iakan Tinja dalam minggu kedua dan ke tiga >) %eaksi 0idal Titer < dan 8 meningkat sejak minggu kedua dan tetap posisitf selama beberapa bulan atau tahun @) B) 'iakan darah positif terhadap &. Typhi pada minggu pertama %eaksi 0idal /glutinin < /glutinin 8 /glutinin Ci 1akin tinggi titernya makin besar kemungkinan klien menderita tyfoid. Pada infeksi aktf, titer reaksi 0idal akan meningkat pada pemeriksaan ulang. #aktor ? faktor Dang mempengaruhi reaksi 0idal) 1. *. minggu ke 9. (. 5. =. 9. Penyakit tertentu (leukimia, ca) <bat ? obat immunosuppresif atau kortikosteroid Caksinasi dengan hotipa ! tipa $nfeksi klinis atau sub klinis oleh sallmonela. %eaksi 0idal positif dengan titer rendah. &. a. b. c. '. a. KO$PLIKASI Perdarahan usus Perforasi usus $leus paralitik PENATALAKSANAAN Pera0atan bedrest .eadaan umum 2isi buruk menyumbat pembentukan antibodi Pemeriksaan terlalu a0al /glutinin baru di jumpai dalam darah setelah 1 minggu dan mencapai puncaknya Diagnosis %eaksi 0idal dengan titer - 1) (*-, reaksi 0idal dengan titer PE$ERIKSAAN LABORATORI%$ Peningaktan titer uji 0idal 56 selama *7( minggu demam

5 b. selulosa). c. <bat!terapi Diet (pemberian makanan padat dini dengan lauk pauk rendah

B. Asu a( Kepe)a*a+a( Proses kepera0atan adalah suatu sistem dalam merencanakan pelayanan asuhan kepera0atan yang mempunyai empat tahapan yaitu pengkajian, perencanaan, palaksanaan dan eEaluasi. Proses kepera0atan ini merupakan suatu proses pemecahan masalah yang sistimatik dalam memberikan pelayanan kepera0atan serta dapat menghasilkan rencana kepera0atan yang menerangkan kebutuhan setiap klien seperti yang tersebut diatas yaitu melalui empat tahapan kepera0atan. (Proses kepera0atan ) B F 1*) @. Pengkajian a. Pengumpulan data 1) $dentitas klien 1eliputi nama,, umur, jenis kelamin, alamat, pekerjaan, suku!bangsa, agama, status perka0inan, tanggal masuk rumah sakit, nomor register dan diagnosa medik. *) .eluhan utama .eluhan utama demam tifoid adalah panas atau demam yang tidak turun7 turun, nyeri perut, pusing kepala, mual, muntah, anoreksia, diare serta penurunan kesadaran. () %i0ayat penyakit sekarang Peningkatan suhu tubuh karena masuknya kuman salmonella typhi ke dalam tubuh. 5) =) 9) %i0ayat penyakit dahulu /pakah sebelumnya pernah sakit demam tifoid. %i0ayat penyakit keluarga /pakah keluarga pernah menderita hipertensi, diabetes melitus. %i0ayat psikososial dan spiritual 'iasanya klien cemas, bagaimana koping mekanisme yang digunakan. 2angguan dalam beribadat karena klien tirah baring total dan lemah. >) 7 Pola7pola fungsi kesehatan Pola nutrisi dan metabolisme .lien akan mengalami penurunan nafsu makan karena mual dan muntah saat makan sehingga makan hanya sedikit bahkan tidak makan sama sekali. 7 Pola eliminasi

= ;liminasi alEi. .lien dapat mengalami konstipasi oleh karena tirah baring lama. &edangkan eliminasi urine tidak mengalami gangguan, hanya 0arna urine menjadi kuning kecoklatan. .lien dengan demam tifoid terjadi peningkatan suhu tubuh yang berakibat keringat banyak keluar dan merasa haus, sehingga dapat meningkatkan kebutuhan cairan tubuh. 7 Pola aktiEitas dan latihan /ktiEitas klien akan terganggu karena harus tirah baring total, agar tidak terjadi komplikasi maka segala kebutuhan klien dibantu. 7 7 Pola tidur dan istirahat Pola tidur dan istirahat terganggu sehubungan peningkatan suhu tubuh. Pola persepsi dan konsep diri 'iasanya terjadi kecemasan terhadap keadaan penyakitnya dan ketakutan merupakan dampak psikologi klien. 7 Pola sensori dan kognitif Pada penciuman, perabaan, perasaan, pendengaran dan penglihatan umumnya tidak mengalami kelainan serta tidak terdapat suatu 0aham pad klien. 7 Pola hubungan dan peran 8ubungan dengan orang lain terganggu sehubungan klien di ra0at di rumah sakit dan klien harus bed rest total. 7 Pola reproduksi dan seksual 2angguan pola ini terjadi pada klien yang sudah menikah karena harus dira0at di rumah sakit sedangkan yang belum menikah tidak mengalami gangguan. 7 sakitnya. 7 Pola tatanilai dan kepercayaan Dalam hal beribadah biasanya terganggu karena bedrest total dan tidak boleh melakukan aktiEitas karena penyakit yang dideritanya saat ini. @) 7 Pemeriksaan fisik .eadaan umum Didapatkan klien tampak lemah, suhu tubuh meningkat G, muka kemerahan. 7 7 Tingkat kesadaran Dapat terjadi penurunan kesadaran (apatis). &istem respirasi (@ ? 51 Pola penanggulangan stress 'iasanya klien sering melamun dan merasa sedih karena keadaan

9 Pernafasan rata7rata ada peningkatan, nafas cepat dan dalam dengan gambaran seperti bronchitis. 7 7 kusam 7 &istem gastrointestinal 'ibir kering pecah7pecah, mukosa mulut kering, lidah kotor (khas), mual, muntah, anoreksia, dan konstipasi, nyeri perut, perut terasa tidak enak, peristaltik usus meningkat. 7 7 &istem muskuloskeletal .lien lemah, terasa lelah tapi tidak didapatkan adanya kelainan. &istem abdomen &aat palpasi didapatkan limpa dan hati membesar dengan konsistensi lunak serta nyeri tekan pada abdomen. Pada perkusi didapatkan perut kembung serta pada auskultasi peristaltik usus meningkat. B) 7 Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan darah tepi Didapatkan adanya anemi oleh karena intake makanan yang terbatas, terjadi gangguan absorbsi, hambatan pembentukan darah dalam sumsum dan penghancuran sel darah merah dalam peredaran darah. eukopenia dengan jumlah lekosit antara (--- ? 5--- !mm ( ditemukan pada fase demam. 8al ini diakibatkan oleh penghancuran lekosit oleh endotoksin. /neosinofilia yaitu hilangnya eosinofil dari darah tepi. Trombositopenia terjadi pada stadium panas yaitu pada minggu pertama. endap darah meningkat. 7 Pemeriksaan urine Didaparkan proteinuria ringan ( H * gr!liter) juga didapatkan peningkatan lekosit dalam urine. 7 Pemeriksaan tinja Didapatkan adanya lendir dan darah, dicurigai akan bahaya perdarahan usus dan perforasi. 7 Pemeriksaan bakteriologis Diagnosa pasti ditegakkan 7 apabila ditemukan kuman salmonella dan biakan darah tinja, urine, cairan empedu atau sumsum tulang. Pemeriksaan serologis imfositosis aju umumnya jumlah limfosit meningkat akibat rangsangan endotoksin. &istem kardioEaskuler Terjadi penurunan tekanan darah, bradikardi relatif, hemoglobin rendah. &istem integumen .ulit kering, turgor kullit menurun, muka tampak pucat, rambut agak

> Daitu reaksi aglutinasi antara antigen dan antibodi (aglutinin ). /dapun antibodi yang dihasilkan tubuh akibat infeksi kuman salmonella adalah antobodi < dan 8. /pabila titer antibodi < adalah 1 ) *- atau lebih pada minggu pertama atau terjadi peningkatan titer antibodi yang progresif (lebih dari 5 kali). Pada pemeriksaan ulangan 1 atau * minggu kemudian menunjukkan diagnosa positif dari infeksi &almonella typhi. 7 Pemeriksaan radiologi Pemeriksaan ini untuk mengetahui apakah ada kelainan atau komplikasi akibat demam tifoid. b. /nalisa data Data yang sudah terkumpul dikelompokkan dan dianalisis untuk menentukan masalah klien. "ntuk mengelompokkan data ini dilihat dari jenis data yang meliputi data subyek dan dan data obyek. Data subyek adalah data yang diambil dari ungkapan klien atau keluarga klien sedangkan data obyek adalah data yang didapat dari suatu pengamatan atau pendapat yang digunakan untuk menentukan diagnosis kepera0atan. Data tersebut juga bisa diperoleh dari keadaan klien yang tidak sesuai dengan standart kriteria yang sudah ada. "ntuk pera0at harus jeli dan memahami tentang standart kepera0atan sebagai bahan perbandingan apakah keadaan kesehatan klien sesuai tidak dengan standart yang sudah ada. ( ismidar, 1BB-) c. Diagnosa kepera0atan Diagnosa kepera0atan merupakan suatu pernyataan yang jelas tentang masalah kesehatan klien yang dapat diatasi dengan tindakan kepera0atan. Diagnosa kepera0atan ditetapkan berdasarkan analisa dan interpretasi data yang diperoleh dari pengkajian data. Demam menggambarkan tentang masalah kesehatan yang nyata atau potensial dan pemecahannya membutuhkan tindakan kepera0atan sebagai masalah klien yang dapat ditanggulangi. ( ismidar, 1BB-) Dari analisa data yang diperoleh maka diagnosa kepera0atan yang muncul pada kasus demam tifoid dengan masalah peningkatan suhu tubuh adalah sebagai berikut. 1) *) () Peningkatan suhu tubuh sehubungan dengan proses infeksi kuman &almonella typhi 2angguan keseimbangan cairan (kurang dari kebutuhan) sehubungan dengan pengeluaran cairan yang berlebihan. 2angguan rasa nyaman (kebutuhan tidur dan istirahat) sehubungan dengan peningkatan suhu tubuh.

@ 5) =) 9) infus. B. Perencanaan Pada tahap perencanaan ini meliputi penentuan prioritas diagnosa kepera0atan, menetapkan tujuan dan kriteria hasil, merumuskan rencana tindakan dan mengemukakan rasional dari rencana tindakan. ( ismidar, 1BB- ) (5F55) %encana kepera0atan yang digunakan untuk memberikan asuhan kepera0atan klien pada dasarnya sesuai dengan masalah yang ditemukan pada klien dengan demam tifoid dan hal ini sesuai dengan diagnosa kepera0atan yang telah ada. Perencanaan berisi suatu tujuan pelayanan kepera0atan dan rencana tindakan yang akan digunakan itu untuk mencapai tujuan, kriteria hasil dan rasionalisai berdasarkan susunan diagnosa kepera0atan diatas, maka perencanaan yang dibuat berikut) a. 1) *) 7 7 () 7 7 7 7 7 nadi 7 5) 7 kerjasama dengan dilaksanakan. .olaborasi dengan tim medis dalam pemberian obat7 obatan terutama anti piretik. %asional Dengan hubungan yang baik dapat meningkatkan klien sehingga pengobatan dan pera0atan mudah Diagnosa kepera0atan $ Peningkatan suhu tubuh sehubungan dengan proses infeksi Tujuan ) suhu tubuh turun sampai batas normal .riteria hasil ) &uhu tubuh dalam batas normal (9 ? (> - G .lien bebas demam %encana tindakan 'ina hubungan baik dengan klien dan keluarga 'erikan kompres dingin dan ajarkan cara untuk memakai es atau handuk pada tubuh, khususnya pada aksila atau lipatan paha. Peningkatan kalori dan beri banyak minuman (cairan) /njurkan memakai baju tipis yang menyerap keringat. <bserEasi tanda7tanda Eital terutama suhu dan denyut sebagai &etelah itu dilakukan pendokumentasian diagnosa aktual atau potensial, kriteria hasil dan rencana tindakan. .ecemasan sehubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakitnya. Potensial terjadinya gangguan intregitas kulit sehubungan dengan peningkatan suhu tubuh. Potensial terjadinya infeksi sehubungan dengan pemasangan

B 7 tubuh. 7 /ir merupakan pangatur suhu tubuh. dari kebutuhan setiap ada kenaikan suhu tubuh. 7 yang keluar. 7 7 membunuh b. kuman <bserEasi tanda7tanda Eital Pemberian &almonella obat7obatan typhi merupakan deteksi dini antibiotik akan proses untuk mengetahui komplikasi yang terjadi sehingga cepat mengambil tindakan terutama sehingga mempercepat 'aju yang tipis akan mudah untuk menyerap keringat &etiap ada kenaikan suhu melebihi normal, kebutuhan metabolisme air juga meningkat Pemberian kompres dingin merangsang penurunan suhu

penyembuhan sedangkan antipiretik untuk menurunkan suhu tubuh. Diagnosa kepera0atan $$ 2angguan keseimbangan cairan (kurang dari kebutuhan) sehubungan dengan pengeluaran cairan yang berlebihan. 1) *) 7 7 () 7 7 elektrolit setiap hari. 7 rasa haus. 7 7 7 secara intraEena. 5) 7 7 7 memekatkan urine. 7 2ula, alkohol dan kafein mengandung diuretik meningkatkan produksi urine dan menyebabkan dehidrasi. %asional ) cairan (input) dan koreksi terhadap Pemenuhan 8indarkan sebagian besar gula alkohol, kafein. Timbang berat badan secara efektif. .olaborasi dengan tim medis dalam pemberian cairan 1asukan cairan diregulasi pertama kali karena adanya Tujuan ) kekurangan .riteria hasil ) 1ukosa mulut dan bibir tetap basah, turgor kulit normal. Tanda7tanda pernafasan) dalam batas normal. %encana tindakan 1onitor intake atau output tiap 9 jam 'eri cairan (minum banyak * ? ( liter perhari) dan Eital ( suhu, nadi, tekanan darah,

kekurangan cairan yang keluar serta deteksi dini terhadap keseimbangan cairan. Gairan yang terpenuhi dapat membantu metabolisme dalam keseimbangan suhu tubuh. 8aluaran cairan di regulasi oleh kemampuan ginjal untuk

17 7 sebaik7baiknya. c. Diagnosa kepera0atan $$$ 2angguan rasa nyaman (kebutuhan istirahat dan tidur) sehubungan dengan peningkatan suhu tubuh. 1) terpenuhi *) 7 istirahat dan tidur. 7 () 7 nyaman. 7 7 7 kebisingan. 7 7 (antipiretik). 5) 7 7 7 dirasakan. 7 7 tidur klien. 7 /ntipiretik dapat menurunkan suhu yang tinggi sehingga kebutuhan istirahat dan tidur klien terpenuhi atau gangguan yang selama ini dialami akan berkurang. ingkungan yang tidak tenang, bagi klien akan cepat menambah beban atau penderitaannya. Pengunjung yang banyak akan mengganggu istirahat dan %asional ) Tempat tidur yang nyaman dapat memberi kenyamanan dalam masa istirahat klien. .ebersihan diri juga dapat memberikan rasa nyaman dan dapat membantu kenyamanan klien dalam istirahat dan tidur. Dapat memantau gangguan pola tidur dan istirahat yang 'atasi pengunjung selama peroide istirahat dan tidur. .olaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi .ebersihan diri (cuci mulut, gosok gig, mandi sebagian) 1engkaji rutinitas istirahat dan tidur klien sebelum dan sesudah masuk rumah sakit. .urangi atau hilangkan distraksi lingkungan atau .ebutuhan istirahat dan tidur tidak terganggu. %encana tindakan Pertahankan tempat tidur yang hangat dan bersih dan .riteria hasil ) .lien dapat!mampu mengekspresikan kemampuan untuk Tujuan ) kebutuhan rasa nyaman (istirahat dan tidur) .ehilangan berat badan *7= A menunjukkan dehidrasi ringan, =7B A menunjukkan dehidrasi sedang. &ebagai pera0at melakukan fungsinya (independen)

11 d. 1) *) 7 atau berkurang. 7 dideritanya. () 7 7 7 7 5) 7 kooperatif. 7 7 kecemasan. 7 kecemasannya Dengan ruangan yang tenang dapat mengurangi Dapat memberi gambaran yang jelas apa yang menjadi alternatif tindakan yang direncanakan. .lien merasa diperhatikan dan dapat menurunkan tingkat %encana tindakan 'eri penjelasan pada klien tentang penyakitnya .aji tingkat kecemasan klien Dampingi klien terutama saat7saat cemas. Tempatkan pada ruangan yang tenang, kurangi kontak dengan orang lain, klien lain dan keluarga yang menimbulkan cemas. %asional ) .lien mengerti dan merespon dari penjelasan secara .lien menerima akan keadaan penyakit yang Diagnosa kepera0atan $C Gemas sehubungan dengan kurangnya pengetahuan klien tentang penyakitnya. Tujuan ) .riteria hasil ) .lien mengerti tentang penyakitnya, kecemasan hilang cemas berkurang atau hilang

e. 1) infus. *) 7 7 () 7

Diagnosa kepera0atan C Potensial terjadinya infeksi sehubungan dengan pemasangan infus. Tujuan ) tidak terjadi infeksi pada daerah pemasangan

.riteria hasil ) Tidak terdapat tanda7tanda infeksi $nfeksi tidak terjadi. %encana tindakan 'eri penjelasan pada klien dan keluarga tentang tanda7 tanda infeksi. 1engganti atau mera0at daerah pemasangan infus. akukan pemasangan infus secara steril dan jangan lupa mencuci tangan sebelum dan sesudah pemasangan.

7 7

1* 7 7 5) 7 7 yang lama. 7 7 lagi akibat infeksi. 7 f. suhu tubuh 1) *) 7 (kemerahan, lecet). 7 () 7 badan jika mungkin. 7 7 7 5) 7 yang berlebihan . 7 7 7 terjadinya infeksi. 1-. Pelaksanaan 1erubah posisi tidur dapat memperbaiki sirkulasi darah dan mengurangi penekanan yang berlebihan di daerah yang menonjol. 1enjaga kulit tetap bersih dan kering dapat mengurangi masuknya penyakit yang menyebabkan infeksi. Panas tubuh ! demam dengan kelembaban lingkungan yang baik akan turun sesuai keadaan lingkungannya serta dapat mencegah "bah posisi tubuh tiap * jam sekali. /njurkan menjaga kulit tetap bersih dan kering. :aga suhu dan kelembaban lingkungan yang berlebihan. %asional ) 1emperbaiki sirkulasi darah dan mengurangi penekanan Tidak terjadi luka lecet. %encana tindakan Tingkatkan latihan rentang gerak dan mengangkat berat Tujuan ) tidak terjadi gangguan intregitas kulit. .riteria hasil ) Tidak terdapat tanda7tanda gangguan integritas kulit Dengan obserEasi yang dilakukan akan dapat mengetahui secara dini gejala atau tanda7tanda infeksi dan keadaan umum klien. Diagnosa kepera0atan C$ Potensial terjadi gangguan integritas kulit sehubungan dengan peningkatan Dengan cara steril adalah tindakan preEentif terhadap kemungkinan terjadinya infeksi. 1encegah atau menghindari kondisi yang lebih buruk Gabut infus bila terdapat pembengkakan atau plebitis. <bserEasi tanda7tanda Eital dan tand7tanda infeksi di daerah pemasangan infus. %asional .lien ) dapat mengetahui tanda7tanda infeksi dn

melaporkan segera bila terasa sakit di daerah pemasangan infus. 1encegah terjadinya infeksi karena pemasangan infus

1( Pelaksanaan adalah inisiatif dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang spesifik. Tahap pelaksanaan dimulai setelah rencana tindakan disusun dan ditujukan kepada pera0at untuk membantu klien mencapai tujuan yang diharapkan. /dapun tujuan dari pelaksanaan adalah membantu klien untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan meliputi peningkatan kesehatan atau pencegahan penyakit, pemulihan kesehatan dari fasilitas yang dimiliki. Perencanaan tindakan kepera0atan akan dapat dilaksanakan dengan baik jika klien mempunyai keinginan untuk berpartisiasi dalam pelaksanaan tindakan kepera0atan. &elama pera0atan atau pelaksanaan pera0at terus melakukan pengumpulan data dan memilih tindakan pera0atan yang paling sesuai dengan kebutuhan klien. dan meprioritaskannya. &emua tindakan kepera0atan dicatat ke dalam format yang telah ditetapkan institusi. 11. ;Ealuasi ;Ealuasi merupakan langkah terakhir proses kepere0atan untuk melengkapi proses kepera0atan, rencana tindakan dan pelaksanaan telah berhasil dicapai, melalui eEaluasi memungkinkan pera0atan untuk memonitor kealpaan yang terjadi selama tahap pengkajian, analisa perencanaan dan pelaksanaan tindakan. 1eskipun tahap eEaluasi diletakkan pada akhir proses kepera0atan , tetapi eEaluasi merupakan bagian integral pada setiap tahap proses kepera0atan. Diagnosa juga perlu dieEaluasi untuk menentukan apakah realistik dapat dicapai dan efektif.

DA !AR PU"!A#A
2rthur 3. 4uyton and 5ohn ,. 6all % /00!&, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 9, Penerbit 'uku *edokteran ,43, 5akarta

15
3arolyn +. 6udak, 'arbara +. 4allo %/007&, Keperawatan Kritis; Pedekatan Holistik Volume II , Penerbit 'uku *edokteran ,43, 5akarta Donna D. Igata8i9ius, *athy 2. 6ausman % /00:&, Medical urgical !ursing" Pocket #ompanoin For $ nd Edition, ;. '. Saunders 3ompany, Philadelphia )ab(<P= Ilmu *esehatan 2nak =* <nud %/00!&, Buku tandar %iagnosis dan &erapi Ilmu

Kese'atan Anak( 'agian Ilmu *esehatan 2nak =* <nud, Denpasar. )ynda 5uall 3arpenito %2>>>&, %iagnosa Keperawatan" Aplikasi Pada Praktik Klinis edisi ) , Penerbit 'uku *edokteran ,43, 5akarta +arylin ,. Doengoes, +ary =ran9es +oorhouse, 2li9e 3. 4eissler %2>>>&, *encana Asu'an Keperawatan" Pedoman +ntuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien Edisi , , Peneribit 'uku *edokteran ,43, 5akarta ?gastiyah %/00!&, Perawatan Anak akit, Penerbit 'uku *edokteran ,43, 5akarta. Pusat Pendidikan Tenaga *esehatan Depkes .I %/001&, Asu'an Kese'atan Anak %alam Konteks Keluarga #etakan II, Depkes .I, 5akarta Soet"iningsih %2>>>&, &um-u' Kem-ang Anak, Penerbit 'uku *edokteran ,43, 5akarta. Staf Penga"ar Ilmu *esehatan 2nak =*<I %/00:&, Buku Kulia' .ilid $" Ilmu Kese'atan Anak, 'agian Ilmu *esehatan 2nak =*<I, 5akarta.