Anda di halaman 1dari 5

Evaluasi Amal Jamai

Keseriusan tercermin untuk jalan, pada berdakwah keteguhannya perjuangan, seorang dijalan aktivis dakwah. tampak Kesabaran nurani pada dan untuk

kesabarannya di medan amal. Sementara, kesabaran secara nyata keteguhan hanya dapat dicapai dengan mengerahkan seluruh energi keberhasilan dan mendayagunakan sensitifitas menjaga diri dari jebakan-jebakan yang mungkin terjadi di tengah mempertajam wawasan untuk memandu totalitas perjalanan dakwah atau gerakan. Di setiap terminal waktu atau seusai momentum perubahan, Rasulullah saw dan para sahabat beliau pun melakukan evaluasi dan perbaikan dalam melaksanakan amal-amal jama i mereka.

Dan katakanlah, Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang mukmin akan melihat pekerjaan itu, dan kamu akan dikem alikan kepada Allah !ang "engetahui akan yang ghai dan yang nyata, lalu di eritahukan-Nya kepada kamu apa yang kamu kerjakan#$ %&' At-(au ah) *+,!erdasarkan ayat ini, amal jama i adalah kegiatan yang berskala ukhrawi, tetapi masuk dalam batas evaluasi yang juga dapat dilakukan oleh orang-orang beriman. Selanjutnya, refleksi masuliyyah "tanggung jawab# para aktivis dalam berdakwah terlihat pada keteguhan dan keyakinan bahwa jalan yang ditempuh mereka adalah satu-satunya jalan yang akan mengantarkan kepada tujuan serta komitmennya

pada manhaj Rabbani. $llah berfirman% Katakanlah, &'nilah jalan "agama# ku, aku, dan orang-orang yang mengikutiku mengajak "kamu# kepada $llah dengan hujjah yang nyata, maha suci $llah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik&. "(S )*%)+,#

'angat penting melakukan evaluasi pada setiap perjalanan dak.ah$ Evaluasi dapat dilakukan tahunan untuk jangka pendek atau lima tahunan untuk jangka panjang$ Juga dapat partai terdapat agi melihat dak.ah momentum setiap momentum elemen perjuangan pergerakan di dalamnya yang telah dilalui$ 'etiap

erkesempatan dan peluang

mengevaluasi setelah usai pilkada atau pemilu karena peru ahan masyarakat$ Dalam menempuh

perjuangan apapun, kita mengharapkan kesuksesan dan ke erhasilan$


Kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari sunatullah yang melekat pada setiap perjuangan untuk mencapai cita-cita. Sunatullah ini berlaku bagi seluruh umat manusia, tiada perubahan dalam ketentuan $llah- Dalam mengevaluasi, kegagalan yang disikapi dengan penuh kesabaran lebih berarti dari pada keberhasilan yang dijadikan kesombongan. .amun, keberhasilan yang disyukuri tentu lebih utama daripada sabar dalam kegagalan.

Dalam fiqhuddawah ada penjelasan Al &uran ah.a kesuksesan atau kemenangan dak.ah sepenuhnya otoritas Allah Taala$ (ugas kita, para kader dak.ah adalah menjalankan ke.aji an yang telah di e ankan oleh Allah kepada kita dengan sungguh-sungguh dan ertanggung ja.a .

/embicarakan &keberhasilan& dakwah dalam ruang lingkup amal jama i merupakan keperluan dakwah itu sendiri. 0valuasi itu sendiri dimaksudkan untuk menata gerakan dan langkah dakwah kedepan. Di sisi lain, terdapat tanggung jawab etika dimana seorang aktivis tidak selayaknya mengungkit-ungkit prestasi atau keberhasilan yang telah dicapainya secara pribadi.

'elayaknya nilai

#ke erhasilan ingkai le ih dan yang jamaah

dak.ah# yang diungkap selalu muhasa ah yang telah dalam kerangka Allah

erada pada

/undamental, yaitu mensyukuri nikmat dan karunia di erikan kepada partisipasi seluruh elemen organisasi di dalamnya .
Dalam melakukan evaluasi, partai dakwah jangan sampai terjebak pada romantika masa lalu sehingga orientasi gerakannya sebatas mengingat-ingat kebaikan dan &keberhasilan& yang pernah dilakukan orang tertentu. $tau terjerumus ketingkat mengungkitungkit keburukan orang-perorang yang menyebabkan bercokolnya perasaan negatif dalam jiwa para aktivis yang pada perkembangan selanjutnya pasti akan mengimbas pula kepada gerakan itu sendiri.

0ara aktivis jangan sampai terjangkiti perasaan ah.a dirinya selalu melakukan ke aikan sehingga mem angkitkan keinginan untuk memuji-muji dirinya$ Dorongan itu dapat mengkristal menjadi /aktor yang mem erntuk kelompoknya rasa serta angga pada diri sendiri orang dan lain$ merendahkan

"engungkit-ungkit ke aikan dapat menjerumuskan amal ke dalam kesia-siaan$


&1anganlah sekali-kali kamu menyangka bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka

suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih&. "(S 2%),,#

Ada dua jenis #ke erhasilan# yang seyogyanya disyukuri dalam dak.ah, yaitu #ke erhasilan
ditimbang

ingkai muhasa ah oleh pergerakan #ke erhasilan


&Keberhasilan jumlahnya.

politis#
politis& /isalnya,

dan
adalah dalam

dak.ah#.
atau

pencapaian-pencapaian kuantitatif yang dapat diukur volumenya, bobotnya, dihitung perolehan kursi di D3R setelah mengikuti pemilu atau naiknya kader dakwah ke eksekutif setelah pilkada. Sementara itu &keberhasilan dakwah& bersifat kualitatif yang pencapaian-pencapaiannya seringkali tidak dapat diukur, tidak dapat ditimbang, dan tidak dapat dihitung jumlahnya. Kegagalan politis boleh jadi masih bernilai keberhasilan secara dakwah, misalnya, perolehan suara sedikit, akan tetapi berhasil membentuk citra partai yang ditampilkan oleh perilaku politik aktivisnya yang duduk di parlemen sehingga harapan umat masih tetap hidup. Kegagalan seperti itu tidak perlu terlalu dirisaukan dan ini dapat disikapi sebagai &tertundanya kemenangan&.

1edua jenis #ke erhasilan# itu dapat menjadi /aktor e/ekti/ apa ila partai dak.ah erhasil mem angun persepsi yang enar dan sikap positi/

terhadap kedua jenis ke erhasilan ini kepada para aktivisnya$ Namun, jika gagal, maka kegagalan itu akan menjadi salah satu /aktor sangat potensial untuk melemahkan keper2ayaan terse ut aktivis akan kepada dapat gerakan dan para pemimpinnya$ 0ada gilirannya, kehilangan keper2ayaan melumpuhkan gerakan itu sendiri$

/asyarakat awam lebih mudah melihat &keberhasilan& atau &kegagalan& yang bersifat politis dari pada melihat keberhasilan atau kegagalan yang bersifat dakwah. Sebab, yang bersifat kualitatif cenderung abstrak. 4ntuk melihatnya, memerlukan ketajaman pandangan dan keluasan wawasan. 5leh karena itu, hanya para aktivis dan kader yang selalu aktif dalam medan perjuangan yang umumnya memiliki kesadaran tinggi terhadap realitas yang menyangkut &keberhasilan dakwah .

0ara kader dan aktivis partai dak.ah seyogyanya memliki kemampuan untuk mempersepsi keduanya se2ara depan enar$ Jika tidak, maka penataan gerakan ke akan mengalami ias$ 'elanjutnya

kekaderannya akan dipertanyakan$


'dealnya kedua jenis keberhasilan tersebut saling terkait dan paralel. &Keberhasilan politis& sekaligus akan menjadi indikator &keberhasilan dakwah&. Ketika kedua jenis keberhasilan itu bersifat paralel, maka semua orang, tidak harus aktivis atau kader, akan mudah mempersepsi dan menyikapinya. $kan tetapi, hal lainnya kalau antara &keberhasilan politis& tidak paralel dengan &keberhasilan dakwah&. 5rang tidak mudah menilainya, apakah sebuah keberhasilan& atau sebuah &kegagalan&6 7allahu a lam.

Aus 3idayat Nur (ar iyah, *647 3 4 D5ulhijjah