Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM

HANTARAN LISTRIK JANTUNG

Laporan ini disusun sebagai tugas mata kuliah Anatomi Fisiologi

Disusun oleh: RR. HASTARI WAHYU UTAMI NIM: P07120113070

KEMENTERIAN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES YOGYAKARTA JURUSAN KEPERAWATAN TAHUN 2013

A.

Waktu Pelaksanaan Hari, tanggal : Kamis, 14 November 2013 Tempat : Laboratorium Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Yogyakarta

B.

Tujuan 1. Menyiapkan naracoba untuk pemeriksaan EKG 2. Memasang elektroda pada naracoba untuk pencatatan 12 hantaran rutin EKG. 3. Menjelaskan beberapa segi teknis alat EKG (Kepekaan & Kecepatan catat alat). 4. Menganalisa hasil EKG normal.

C.

Alat-alat 1. Elektrokardiograf 2. Gel 3. Tisu 4. Kapas dan alkohol

D.

Cara Kerja 1. Menjaga privasi naracoba dengan menutup tirai. 2. Minta naracoba untuk melepaskan seluruh aksesoris logam yang melekat pada tubuhnya, termasuk ponsel dan jam tangan. 3. Naracoba berbaring dengan dada terbuka. Jika klien seorang wanita, jaga privasi dengan menutup bagian dada dengan selimut. 4. Kelompokkan elektroda-elektroda yang digunakan berdasarkan tempat pemasangannya. 5. Bersihkan kulit pada pergelangan tangan dan kaki dengan kapas dan alkohol. 6. Memberikan gel degan aturan bagian kaki dipasang terlebih dahulu, dahulukan yang sebelah kanan naracoba. 7. Hubungkan kawat penghubung naracoba dengan elektroda sebagai berikut:

a. Kawat RL (Right Leg, hitam) dihubungkan dengan elektroda di pergelangan kaki kanan. b. Kawat LL (Left Leg, hijau) dihubungkan dengan elektroda di pergelangan kaki kiri. c. Kawat RA (Right Arm, merah) dihubungkan dengan elektroda di pergelangan tangan kanan. d. Kawat LA (Left Arm, kuning) dihubungkan dengan elektroda di pergelangan tangan kiri. e. Memasang elektroda dada untuk rekaman precardial lead - V1 pada interkosta keempat garis sternum kanan (merah) - V2 pada interkosta keempat garis sternum kiri (kuning) - V3 pada pertengahan V2 dan V4 (hijau) - V4 pada interkosta kelima garis pertengahan clavikula kiri (coklat) - V5 pada axila sebelah depan kiri (hitam) - V6 pada axila sebelah belakang kiri (ungu) 8. Operasikan elektrokardiograf dengan menekan tombol ON lalu tekan tombol autostart. 9. Setelah hasil EKG keluar, tekan tombol off. 10. Melepaskan kawat penghubung dengan urutan yang sebaliknya dengan pemasangan, yaitu: a. Melepas elektroda dada - V6 pada axila sebelah belakang kiri (ungu) - V5 pada axila sebelah depan kiri (hitam) - V4 pada interkosta kelima garis pertengahan clavikula kiri (coklat) - V3 pada pertengahan V2 dan V4 (hijau) - V2 pada interkosta keempat garis sternum kiri (kuning) - V1 pada interkosta keempat garis sternum kanan (merah) b. Melepas Kawat LA (Left Arm, kuning) di pergelangan tangan kiri. c. Melepas Kawat RA (Right Arm, merah) di pergelangan tangan kanan. d. Melepas Kawat LL (Left Leg, hijau) di pergelangan kaki kiri. e. Melepas Kawat RL (Right Leg, hitam) di pergelangan kaki kanan.

11. Mengeringkan gel yang masih terdapat pada tempat pemasangan. 12. Menutup kembali baju yang dikenakan klien. 13. Rapikan dan kelompokkan kembali kawat-kawat penghubung. 14. Mengucapkan terimakasih dengan sopan kepada klien. E. Hasil Pemeriksaan (Terlampir) F. Pembahasan Data Praktikan Nama NIM : Anindya Intan Pratiwi : P07120113036

Data Naracoba Nama NIM : RR. Hastari Wahyu Utami : P07120113070

Elektrokardiogram adalah gabungan catatan potensial aksi yang dihasilkan oleh seluruh serabut otot jantung setiap denyut jantung. EKG Normal I , II III : R (+) : bervariasi : 0,12 0,22

Irama : Sinus Interval : PR

Qrs : 0,06 - 0,10 QT : 0,40 Frekuensi (HR)


300 R-R 1500 R-R

(Kotak Sedang)

(Kotak Kecil)

Bila tidak teratur : Jumlah R dalam 6 kotak besar x 10 Takikardi = lebih dari 100/menit Bradikardi = kurang dari 60/menit Untuk patokan 3-5 kotak sedang:

< 3 = Takikardi > 5 = Bradikardi Irama (asal mula rangsangan) Gelombang P di II, III, aVF + - + : Sinus - - + : Sinus - - - : Juntional Transisi zone Perubahan negatif ke positif pada V1 V6 pada V3 dan V4 Posisi / AXIS Lihat di aVL, aVF aVL + aVF + Intermidiet R sama Lebih aVL Lebih aVF : 30 : 20 : 40

Semi hrizontal : 0

Semi vertikal

: 60

Horizontal + = - 20 O = - 30 - = - 40

: lead II

Vertikal

: lead I

+ = 80 O = 90 - = 100 Dari data yang telah didapatkan, dapat dilihat bahwa pada lead II gelombang terlihat paling jelas, sehingga dapat diukur interval gelombang sebagi berikut: P-R = 3 x 0,04 = 0,12 QRS = 1,5 x 0,04 = 0,06 QT = 9 x 0,04 = 0,36 HR=

= 68,18
Data tersebut menunjukkan bahwa baik gelombang P-R, QRS maupun normal karena masih termasuk ke dalam ketentuan ekg normal. HR juga

QT,

menunjukkan adanya tanda normal karena hasil yang didapat adalah 68,18 yang berarti tidak lebih dari 100 per menit (takikardi) dan tidak kurang dari 60 per menit (bradikardi). Irama (asal mula rangsangan) menunjukkan irama sinus karena pada lead II gelombang P (+), pada lead III gelombang P (-), dan pada aVF gelombang P (+). Transisi zone hasil ekg naracoba pada V3. Posisi / AXIS hasil ekg naracoba adalah vertikal 80o karena pada aVL menunjukkan gelombang R yang - , sedangkan pada aVF gelombang R + ini berarti vertikal. Pada lead I menunjukkan gelombang R yang positif hal ini berarti bahwa berderajat 80o. G. Kesimpulan Dari pembahasan diatas didapatkan kesimpulan bahwa jantung naracoba berfungsi dengan baik dan dapat dikatakan normal.