Anda di halaman 1dari 3

TITRASI IODOMETRI

Landasan Teori
Dalam percobaan ini akan dilakukan penentuan kadar suatu larutan (zat) dengan cara titrasi dengan memanfaatkan stoikiometri reaksi iodat (IO3- ) dengan iodida (I-). 5I-(aq) + IO3-(aq) + 6H+(aq) 3I2(aq) + 3H2O(l)

Dari reaksi tersebut jumlah I2 hasil reaksi dapat ditentukan dengan mereaksikan (dititrasi dengan) larutan standar Na2S2O3 yang telah diketahui konsentrasinya. I2(aq) + 2S2O32-(aq) S4O62-(aq) + 2I-(aq)

Larutan I2 yang berwarna cokelat akan hilang bila tepat bereaksi dengan Na2S2O3. Pada saat itu titrasi dihentikan. Dari volume Na2S2O3 yang tepat habis bereaksi dengan I2 dapat ditentukan jumlah mol I2 yang dibebaskan dari reaksi (1). Dengan menggunakan perhitungan stoikiometris dapat ditentukan konsentrasi ion I- ataupun ion IO3-. Untuk memperjelas perubahan warna dapat ditambahkan amilum sebagai indikator terhadap larutan I2, sebab I2 dengan amilum akan berwarna biru. Hilangnya warna biru menandakan bahwa I2 dalam larutan telah habis bereaksi. Dalam percobaan ini akan ditentukan kadar KIO3 dalam KIO3 padat yang terdapat di laboratorium sekolah.

ALAT DAN BAHAN Alat dan bahan Pipet tetes Pipet volumetri Silinder ukur Buret Labu Erlenmeyer Kaca arloji Larutan kalium iodida Larutan natrium tiosulfat Kalium iodad padat Larutan asam klorida aquades Ukuran / satuan 5 mL 10 mL 50 mL 100 mL 1M 0,1 M 1M Jumlah 1 1 2 1 3 1 10 mL 20 mL 1 gram 20 mL 50 mL

CARA KERJA :
1. Timbanglah 1 gram KIO3 dan masukkan ke dalam labu takar 100 mL. tambahkan air aquades sampai tanda batas dan kocoklah hingga semua larut. 2. Dengan menggunakan pipet volumentri, ambillah 10 mL larutan KI 1 M dan masukkan ke dalam labu Erlenmeyer. 3. Tambahkan 2 mL larutan KIO3, kemudian tambahkan larutan HCL 1 M sebanyak 10 mL dan tutuplah labu Erlenmeyer dengan menggunakan kaca arloji 4. Setelah beberapa saat ambil tutup (kaca arloji) pada Erlenmeyer, kemudian titrasi dengan larutan Na2SO3 sampai warna agak lebih terang.

5. Tambahkan amilum beberapa tetes ke dalam labu Erlenmeyer, kemudian lanjutkan titrasi sampai warna biru tepat hilang, catat volume yang diperlukan. 6. Ulangi percobaan sampai didapat sekurang-kurangnya 2 hasil yagn relative sama. 7. Tentukan kadar KIO3 dengan menggunakan persamaan reaksi sebelumnya Pembahasan : No 1 2 Jumlah KIO3 + HCL 5,4 5,7 11,1 Amilum 5,7 5,5 11,2

Rata-rata :

= 11,15 mL

Dalam reaksi jumlah I2 hasil reaksi dapat ditentukan dengan mereaksikan (dititrasi dengan) larutan standar Na2S2O3 yang telah diketahui konsentrasinya. I2(aq)
5,575mL

2S2O32-(aq)
11,15 mL

S4O62-(aq)
5,575 mL

2I-(aq)
11,15 mL

Penentuan kadar suatu larutan (zat) dengan cara titrasi dengan memanfaatkan stoikiometri reaksi iodat (IO3- ) dengan iodida (I-). 5I-(aq) +
9,3 mL

IO3-(aq)
1,85 mL

+ 6H+(aq)
11,15 mL

3I2(aq)
5,575 mL

3H2O(l)
5,575 mL

V IO3 = 1,85 mL = 1,85x10-3 L V STP = mol x 22,4 Mol =

= = 0,082 10-3 KIO3 = 1 gr KIO3 K+


0,082 10-3

0,082 10-3

0,082 10-3

IO3-

Mol KIO3 massa KIO3

= = mol Mr = 0,082 10-3 (39 + 127 +48) = 0,082 10-3 214 = 0,0175 gram

Kadar KIO3

= = 1,75%

100%