Anda di halaman 1dari 12

BAB III DASAR TEORI

3.1 Definisi Batubara


Dalam mendefinisikan batubara, harus ditinjau dari beberapa aspek, antara lain : sifat fisiknya, asal kejadiannya, dan pemanfaatanya. Untuk memberikan gambaran mengenai pengertian batubara secara umum dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Batubara adalah batuan sedimen yang mudah terbakar, terbentuk dari sisa-sisa tanaman dalam variasi tingkat pengawetan, diikuti leh pr ses k mpaksi dan terkubur dalam cekungan-cekungan yang diawali pada kedalaman yang tidak terlalu dangkal. !ekungan-cekungan ini pada garis besarnya yang dibagi atas cekungan limnik "intra-c ntinental# dan cekungan paralis yang berhubungan dengan air laut. $egera setelah lapisan-lapisan dasar turun terus menerus, sisa-sisa tanaman yang terkubur tersebut dipengaruhi temperatur dan tekanan. %. Batubara adalah yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang mengalami pr ses pembusukan, pr ses perubahan sebagai sebagai akibat bermacam-macam pengaruh kimia dan fisika. &. Batubara adalah suatu benda padat sangat rumit. Dari beberapa definisi yang telah terurai diatas, maka dapat diambil suatu rangkuman pengertian batubara sebagai berikut : Batubara adalah suatu karb nan berlapis yang terbentuk leh akumulasi sisa-sisa tanaman bersama hasil dek mp sisinya yang terawetkan dalam lapisan sedimen dan menjadi kaya akan unsur karb n dengan adanya pr ses diagenesis. rganik, mempunyai k mp sisi kimis yang leh pr ses n rmal metam rf sis, terutama leh

1%

3.1.1 Proses Pembentukan Batubara


'da dua pr ses dalam pembentukan batubara, yaitu : 1. (r ses Bi kimia (r ses ini merupakan pr ses perubahan dari bahan tumbuh-tumbuhan yang mengalami pembusukan dan kemudian terakumulasi hingga yang membentuk peat "gambut#. (ada tahap ini adanya aktifitas mikr rganisme dan partikelpartikel bakteri terhadap material tumbuh-tumbuhan yang menyebabkan adanya ksigen yang cukup memadai. Dengan demikian peat merupakan tahap awal dalam pembentukan batubara yang merupakan pemadatan dari bahan tumbuhan yang mengalami pembusukan dan kemudian terakumulasi. %. (r ses Thermodinamika (r ses ini merupakan tahap perubahan yang terjadi karena fakt r tekanan dan temperatur "panas#. )ika peat sudah terbentuk, maka pr ses selanjutnya tergantung keadaanya. (ada saat peat tertimbun leh sedimen-sedimen, maka pada saat itu pula akan mengalami tekanan yang diakibatkan leh beban yang berlebihan dari sedimen diatasnya, sehingga tekanan yang ditimbulkan tersebut merupakan aktifitas intrusi. pertama yang menyebabkan perubahan terhadap sisa-sisa rganik*tumbuhan tersebut. $umber panas dapat juga berasal dari panas bumi atau

3.1.2 Teori Pembentukan Batubara


'da beberapa te ri yang menerangkan tempat terbentuknya batubara yaitu te ri Insitu dan te ri Drift. 1. +e ri Insitu +e ri ini menjelaskan bahwa batubara terbentuk dari tumbuhan atau p h n yang berasal dari hutan dimana batubara tersebut terbentuk. ,ndapan batubara yang terbentuk didaerah Insitu hanya terbentuk dihutan basah atau didaerah hutan berawa karena didaerah seperti ii berbagai jenis bakteri pengurai tidak aktif bahan 1&

mati. )enis batubara yang terbentuk dengan cara ini mempunyai penyebaran luas dan merata, kualitanya lebih baik karena kadar abunya relatif kecil. %. +e ri Drift +e ri ini menjelaskan bahwa batubara terbentuk dari tumbuhan atau p h n yang berasal dari hutan yang bukan di tempat dimana batubara tersebut terbentuk, karena mengalami pengangkutan leh air maka terjadi pengendapan di delta muara sungai sehingga pembusukan tumbuhan tersebut tidak sempurna dan membentuk f sil tumbuhan yang disebut batubara. )enis batubara yang terbentuk dengan cara ini mempunyai penyebaran tidak luas, kualitas kurang baik karena banyak mengandung material peng t r yang terangkut bersama selama pr ses pengangkutan dari tempat asal tumbuhan ketempat sedimentasi. 3.2

Klasifikasi Batubara

-aksud dari pengklasifikasikan batubara adalah untuk mengetahui variasi kelas*mutu batubara tersebut. $eperti diketahui karena tumbuhan asal yang berbeda variasi pada pr ses coalifikasi, maka batubara yang diper leh akan baerbeda juga dari suatu tempat dengan tempat lainnya. Untuk itu tujuan pemakaian dan perdagangan perlu diadakan suatu standar klasifikasi yang menyatakan variasi kelas*mutu batubara tersebut. (r ses perubahan "Transformasi# dari tumbuh-tumbuhan menjadi batubara di kenal dengan pr ses . Coalifikasi/ dengan urutan 0at yang dihasilkan berupa Antrasit, Bituminous, Sub Bituminous, Lignit (Bro n Coal! dan "eat. (engklasifikasikan batubara didasarkan pada derajat dan kualitas dari tinggi sampai kerendah adalah : 1. Antrasit 1 l ngan ini bewarna hitam, keras, kilap tinggi dan pecahnya memperlihatkan pecahan Choncoidal. (ada pr ses pembakaran memperlihatkan warna biru dengan derajat pemanasan yang tinggi. Digunakan untuk berbagai macam industri besar yang memerlukan temperatur tinggi.

12

%. Bituminous 1 l ngan ini dicirikan dengan sifat-sifat yang padat, hitam, rapuh (Brittle! dengan membentuk b ngkah-b ngkah prismatik, berlapis dan tidak mengeluarkan gas dan air bila dikeringkan. ,ndapan ini dapat digunakan antara lain untuk kepentingan transp rtasi dan jenis-jenis industri kecil. &. Sub Bituminous 1 l ngan ini memperlihatkan ciri-ciri tertentu, yaitu warnanya yang kehitamhitaman dan sudah mengandung lilin. !iri lain adalah sisa bagian tumbuhtumbuhan tinggal sedikit dan berlapis. ,ndapan ini dapat digunakan antara lain untuk pemanfaatan pembakaran yang cukup dengan temperatur rendah. 2. Lignit 1 l ngan ini memperlihatkan pr ses selanjutnya berupa struktur kekar dan gejala pelapisan. 'pabila dikeringkan maka gas dan airnya akan keluar . ,ndapan ini biasanya dimanfaatkan secara terbatas untuk pemanfaatan pembakaran yang cukup dengan temperatur rendah. 3. "eat 1 l ngan ini sebenarnya belum termasuk jenis batubara tetapi merupakan bahan bakar. 4al ini disebabkan karena masih merupakan fase awal dari pr ses pembentuk batubara. ,ndapan ini masih memperlihatkan sifat asal dari bahan dasarnya "tumbuh-tumbuhan#. Umur dari pembentukan batubara yang mulai dari tingkat terendah ("eat! hingga tingkat tertinggi (Antrasit!

13

+abel &.% Umur (embentukan Batubara Umur Ta!un" 56 )uta 7 %8 )uta 5%8 )uta 7 98 )uta 598 )uta 7 188 )uta 5188 )uta 7 %38 )uta 5%38 )uta Rank Batubara "eat Lignit Sub Bituminous Bituminous Antrasit

3.3

Dasar Pela#oran Batubara $asil Analisis

'danya kandungan Batubara dari parameter- parameter tersebut berpengaruh pada k ndisi permmintaan Batubara tersebut adalah sebagai berikut : #. As $esei%ed (A$! As resei%ed merupakan hasil analisis yanng berpat kan pada Total &oisture dan juga sebagai dasar kalkulasi Batubara dalam keadaan c nt h asli yangbaru yang diterima. Untuk mendapatkan suatu hasil analisa dengan basis as reci%eied, dan analisa yang dapat dari hasil pemeriksaan lab rat rium " as resei%ied basis# dihitung kembali dengan menggunakan Total &oisture sebagai pat kan. %. Air Dried Basis "'DB# Air dried basis yaitu dasr kakulasi hasil anlisis batubara dalam keadaan c nt kering udara. Air Dried Basis merupakan basis dasar yang berpat kan pada moisture sample yang di analisa. Basis inilah yang biasanya sering digumakan dalam spesifikasi permintaan kualitas batubara leh k nsumen. &. Dr' Basis "DB# 19 leh k nsumen. Dalam pembahasan ini hanya digunakan basis standar yang biasanya diminta leh k nsumen. 'dapun basis-basis

Dr' basis yaitu dasar kakulasi hasil analissis batubara dalam keadaan c nt h kering. 'tau basis data analisa dengan pat kan moisture-nya adalah n l. 2. Dr' Ash (ree Basis "D'-:# ;aitu dasar kalkulasi hasil analisis batubara dalam keadaan c nt h kering tanpa kandung abu. 'tau basis data analisis dengan pat kan moisture dan ash-nya n l. 3. Dr' &ieneral &atter (ree "D--:# ;aitu dasar kalkulasi hasil analisis batubara dalam keadaan c nt h bebas dari bahan-bahan mineral. 'tau menginterpretasikan nilai kualitas batubara tidak mengandung air dan mineral matter.

3.% Sam#le Pre#aration Pre#arasi &onto!"


Sample preparation adalah suatu pr ses pengerjaan sample untuk persiapan menjadikan ukuran dan k ndisi sample tersebut. +ahap-tahap preparasi c nt h : #! Air Dr'ing Air dr'ing hanya dilakukan pada sample-sample yang terlalu basah sehingga tidak bisa melewati alat-alat preparasi karena pada saat alat ber perasi banyak sample yang lengket pada alat, sehingga pengerjaaan menjadi tidak efisiensi atau bisa juga mengakibatkan salahnya hasi analisa. )! "article Si*e $eduktion "article si*e reduction adalah pengerjaan pengecilan ukuran partikel. (engerjaan pengecilan ukuran dilakukan ada beberapa tahap dengan beberapa peralatan sebagai berikut : a! +a Crusher 'lat ini c c k untuk jenis sample yang kering penggunaan sample yang basah akan mengakibatkan banyak sekali yang akan menempel pada blade yang kadang dapat menutup lubang bukaan. Blade penghancur biasanya terbuat dari

1<

jenis l gam baja. Chute bagian bawah biasanya di atur lubang bukaaannya, sehingga ukuran batubara yang l l s sessuai dengan keinginan. b! $oll Crusher 'lat ini terdiri dari dua buah roll yang sama-sama berputar. $alah satu roolnya dapat di atur maju atau mundur, sehingga lubang bujaaan atau t p si0e yang dihasilkan dapat dikendalikan sesuai keinginan. ,! Sample &i-ing =angkah ini sangat penting ddalam pengerjaan preparasi sample. (ekkerjaan mi-ing ini bisa diilakukan dengan beberapa cara, seperti :

-enggunakan terpal Sample diletakkan ditengah-tengah kemudian salah satu sudutnya diangkat dan sample akan bergulung menuju sudut diag nal terpal tersebut sehingga menyebabkan sample akan tercampur dengan ter sendirinya. (ekerjaan ini di ulang sebanyak 18 kali pada berba gai sudut yang berbeda. (enggunaan >iffle (enggunaan &i-ing Tra' Sample dimasukkan ke dalam tra' diterbbarkan setipis dan serata mungkin kemudian bagian belakang tr a' diangkat sambil dig yang-g yang, sehingga akan ke luar pada mulut tra' yang terletak pada bagian depan akan terjadi bentuk kerucut.

3.' Analisis
'nalisis bertujuan untuk mengetahui kualitas batubara dengan jalan mengambil nilai rata-rata kandungan kimia batubara berupa kandungan air, abu, sulfur dan sebagainya. Beberapa sifat batubara sebagai bahan bakar dapat dianalisa dengan analisis berikut yaitu : analisis pr ksimat, analisis ultimat, meliputi analisis penentuan unsur !, 4, ?, @, 1A

$, (, !l, analisis t tal sulfur, analisis nilai kal r "specifict energ'#, sifat kekerasan "hardgro%e .rindabilit' Inde-# dan analisis abu. Untuk analisis p k k terdiri atas analisis m isture, analisis pr ksimat, analisis nilai kal r dan analisis t tal sulfur. 1. 'nalisis (ir Bimat

'nalisis (ir Bimat adalah suatu analisi yang bertujuan untuk memper leh data-data kualitas batubara yang meliputi inherent moisture, ash content, fi-ed carbon, dan %olatile matter. 1.1 Inherent &oisture ( kandungan air bawaan# Inherent &oisture merupakan air yang secara alami dalam batubara yang terbentuk bersamaan dengan terbentuknya batubara. Dimana kandungan air terikat secara fisik di dalam batubara pada struktur p ri 7 p ri sebelah dalam. Inherent moisture disebut juga dengan e/uilibrium moisture 0 bed moisture. 1.% Ash Content ( kandungan abu# Ash adalah residu anorganik hasil pembakaran batubara yang tidak dapat terbakar, terdiri dari ksida l gam seperti :e %?& , -g?, @a%?, dan C%?, dan ksida n n l gam seperti $i?% , dan (%?3 dan sebagainya.(rinsip dari penetapan ash ini adalah sejumlah sampel batubara yang sudah di haluskan "D 9 gr # dibakar pada suhu A88 ! sampai di dapat residu "abu#. (ada dasarnya abu ini dapat dihasilkan dari peng t r bawaan maupun peng t r sebagai hasil penambangannya. ?leh karena itu k mp sisi abu dapat diketahui dengan baik untuk kemungkinan pemanfaatnya sebagai bahan bangunan atau keramik dan penanggulangannya terhadap masalah lingkungan yang dapat ditimbulkannya. 1.& (i-ed Carbon " karb n padat# (i-ed Carbon merupakan sisa padatan dari hasil pemanasan batubara setelah 0at terbangnya habis keluar. (i-ed carbon dapat terbakar dalam bentuk padat dan biasanya ter ksidasi sempurna menjadi !?% . 1.2 1olatile &atter ( 0at terbang# 1olatile &atter "0at terbang # terdiri dari gas-gas yang c mbustable seperti metane, hidrogen, oksigen, nitrogen, belerang, dan karbon monoksida serta 1E

sebagian kecil yang non combustable seperti uap air dan karb ndi ksida yang pada pr ses pembakaran akan berubah menjadi oksida2aksida. 'pabila kadar 0at terbang cukup rendah, maka penyalaan batubara akan memakan waktu lama dan sebaliknya jika 0at kadar 0at terbang cukup tinggi maka waktu penyalaan akan semakin cepat. %. Total Sulphur Di dalam batubara, sulphur bisa berupa material carbonaceous atau bisa berupa bagian dari mineral sulfat dan sulfida.(ada saat pembakaran batubara, kandungan sulphur yang berupa sulphur oksida akan berubah menjadi fase gas, dimana sebagian besar akan terbentuk belerang di ksida "$?% # dan sebagian kecil 1F - %F membentuk belerang tri ksida "$?&#. limbah "polutan# yang serius. &. Calorific %alue Calorific %alue atau nilai kal r adalah harga penjumlahan dari harga-harga panas pembakaran dari unsur-unsur pembentuk batubara. Dianggap sebagai jumlah panas pembakaran dari material yang dapat dibakar. $atuan untuk calorific %alue ini adalah kcal*kg atau cal*g, -)*kg dan Btu*lb . @ilai kal r dapat dibagi % yaitu : a. .ross Calorific 1alue (.C1! 'dalah nilai kal r pembakaran dimana semua air dihitung dalam wujud cair. -enyatakan panas t tal yang diper leh dari suatu batubara melalui pengukuran standar. $elama pr ses pembakaran yang sebenarnya, nilai 1!G ini tidak pernah tercapai karena beberapa k mp nen batubara terutama air menguap dan menghilang bersama-sama dengan panas penguapannya. b. 3et Calorific 1alue (3C1! 'dalah nilai kal r pembakaran dimana semua air dihitung dalam keadaaan wujud gas. $emakin tinggi nilai kal ri maka aliran batubara setiap jamnya semakin rendah, sehingga kecepatan coal (eeder harus disesuaikan. Untuk bahan baku pembuatan batubara cair diperlukan calorific %alue tinggi "D <888 Ccal*kg# sebagai k npensasi pemakaian air sehingga nilai kal r batubara cair yang diper leh akan tinggi pula. 1as $?% yang terbentuk ini merupakan

%8

2. 4ardgro%e .rindabilit' Inde- (4.I! 6ndek gerus merupakan suatu bilangan yang dapat menunjukkan mudah sukarnya batubara digerus menjadi bahan bakar serbuk. $emakin tinggi nilai 416 maka semakin lunak batubara yang berarti semakin mudah batubara tersebut untuk dihancurkan.

3.( Klasifikasi Perin)kat Rank" Batubara Ber*asakan AST+


Clasifikasi Batubara menurut '$+- "American Standar for Testiing &aterial# ada empat kelas, yaitu mulai dari Antrasit, Bituminus, Sub Bituminus, dan Lignite. -asingmasing kela dibagi lagi dalam beberapa gr up. Untuk parameter yang dipergunakan sebagai dasar pembagi kelas juga berbeda. -isalnya mulai dari kelas antrasit sampai bituminus pada gr up 4igh 1olatile A Bituminus coal, ditentukan berdasarkan atas (ised Carbon dan 1olatile &atter. 'dapun Clasifikassi menurut '$+- adalah sebagai berikut :
+able &.& Clasifikasi batubara -enurut '$+- " $umber : 'nalisis dan pemanfaaatan Batubara# !='$$ 1>?U( ('>'-,+,> -eta antracite 'ntracite 'ntracite $emi 'ntracite = w G latile Bituminus ! al -edium G latile Bituminus c al Bituminus 4igh G latile ' Bituminus ! al 4igh G latile B Bituminus ! al 4igh G latile ! Bituminus c al $ub Bituminus ' ! al $ub Bituminus $ub Bituminus B ! al $ub Bituminus ! ! al =ignite =ignite Br wn ! al :! EAF r m re G- &F r m re :! E%F - A9F G- %F - AF :! A9F - E%F G- AF - 12F :! <AF - A9F G- 12F - %%F :! 9EF - <A F G- %%F - &1F :! =ess +hen 9EF G- m re +han &1F 5!G <<<3 cal*g !G <%%3-<<<3 cal*g !G 9188-<%%3 cal*g !G 9188 7 <%%3 kcal*kg B th Hheathering dan n n 'ggl merating !G 3%A8 7 9188 cal*g !G 2188 - 3%A8 cal*g !G &388 7 2188 cal*g ! ns lidate strukture !G less than &388 cal*g ! nsidated

%1

3., Pen-am#uran Batubara (Coal Blending)


Coal blending dapat diartikan sebagai suatu pr ses pencampuran batubara dari dua atau lebih yang mempunyai kualitasnya yang berbeda. Dari pr ses batubara ini diharapkan terjadinya homogenitas sehingga pada saat dilakukan sampling akan di per leh hasil analisa yang benar7benar akurat sesuai dengan permintaan kebutuhan k nsumen. Untuk menghasilkan suatu nilai yang diinginkan dalam proporsi blending mengenai kualitas batubara tersebut, maka dilakukan perhitungan dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
n

5b 6

5i-"i
i =1

"i
i =1

...................................................................................................."&.3#

Ceterangan : Ib J Cualitas blending Ii J Cualitas ( s*stasiun ke-i (i J (r p rsip s*stasiun ke-i :ungsi homogenesis dari pit pr duksi merupakan kegiatan pencampuran Batubara yang berasal dari berbagai sumber dan laisan pada seluruh areal pit pr duksi yang dirancag untuk pr p rsi blending. Dengan perlakuan ini, penyimpangan rata-rata atau penyimpangan target kualitas untuk pengapalan dapat semaksimal mungkin atau dikurangi bahkan dihilangkan secara signifikan target pr duksi tersebut dapat tercapai. 'rti dari pencampuran atau penyeragaman adalah kemungkinan terbaik dari pr duksi c nt h yang baik pada pit maupun saat pengapalan. Derajat penampuran memerlukan Batubara yang hanya bisa mencapai hasil yang baik dengan beberapa f rmasi lapisan dalam stockpile. %%

+iga fungsi utama dapat dilakukan dengan sistem pencampuran "coal blending# sebagai berikut : 1. (enyangga "Buffering# Buffering adalah penyediaan persedian yang cukup dari Batubara mentah "belum pr ses peng lahan# atau bersih memastikan dalam k ndisi n rmal. %. (erpaduan "composing# Composing terdiri dari perpaduan sejumlah sumber-sumber batubara mentah yang berbeda dengan berbagai karakteristik kualitas dan distribusi ukuran. ,. 4omogene*ing 4omogene*ing terdiri dari penyebaran dari masing-masing sumber yang berbeda dalam banyak lapisan keseluruhan areal penimbunan. 4omogene*ing juga merupakan dasar p en campuran batubara yang terbesar dan bersal dari berbagai sumber dibanyak lapisan atau pencampuran dari tempat penumpukan* stockpile. +iga fungsi terakhir ini mengahasilkan k mp sisi rata-rata dalam t leransi yang diinginkan k nsumen, namun dapat juga menyediakan efisiensi yang lebih tinggi dalam perasi pembersihan batubara. Dengan tambang yang luas pr duksi lebih dari satu setengah juta t n*tahun, sistem ini biasanya diperhatikan dengan seksama dimasukkan dari awal pengembangan fasilitas pertambangan. 4al ini khususnya berlaku bila beberapa lapisan batubara direncanakan untuk ditambang secara bersamaan. perasi penambangan berkelanjutan

%&