Anda di halaman 1dari 6

Konsep Dasar Skizofrenia Paranoid dan Waham Kebesaran 1.

Pengertian Skizofrenia adalah gangguan psikotik yang kronik, pada orang yang mengalaminya tidak dapat menilai realitas dengan baik dan pemahaman diri buruk (Kaplan dan Sadock, 1 !". #e$alanya dibagi men$adi % kelompok yaitu primer yang meliputi perubahan proses pikir, gangguan emosi, kemauan, dan otisme. Sedangkan ge$ala sekunder meliputi &aham, halusinasi, ge$ala katatonik. #e$ala sekunder merupakan manifestasi untuk menyesuaikan diri terhadap gangguan primer. Skizofrenia dibagi men$adi beberapa $enis, yaitu simple', hebefrenik, katatonik, paranoid, tak terinci, residual ((aslim, %)))". Dari beberapa $enis skizofrenia diatas, terdapat skizofrenia paranoid. *enis ini ditandai oleh keasyikan (preokupasi" pada satu atau lebih &aham atau halusinasi, dan tidak ada perilaku pada tipe terdisorganisasi atau katatonik. Secara klasik skizofrenia tipe paranoid ditandai terutama oleh adanya &aham kebesaran atau &aham ke$ar, $alannya penyakit agak konstan (Kaplan dan Sadock, 1 +". Pikiran melayang (,light of ideas" lebih sering terdapat pada mania, pada skizofrenia lebih sering inkoherensi ((aramis, 1 +". Kriteria &aktunya berdasarkan pada teori -o&nsend (1 +", yang mengatakan kondisi klien $i&a sulit diramalkan, karena setiap saat dapat berubah. Waham menurut (aramis (1 +", Keliat (1 +" dan .amdi (%)))" menyatakan bah&a itu merupakan suatu keyakinan tentang isi pikiran yang tidak sesuai dengan kenyataan atau tidak cocok dengan intelegensia dan latar belakang kebudayaannya, keyakinan tersebut dipertahankan secara kokoh dan tidak dapat diubah/ubah. (ayer/#ross dalam (aramis (1 +" membagi &aham dalam % kelompok, yaitu primer dan sekunder. Waham primer timbul secara tidak logis, tanpa penyebab dari luar. Sedangkan &aham sekunder biasanya logis kedengarannya, dapat diikuti dan merupakan cara untuk menerangkan ge$ala/ge$ala skizofrenia lain, &aham dinamakan menurut isinya, salah satunya adalah &aham kebesaran Waham kebesaran adalah &aham peningkatan kemampuan, kekuatan, pengetahuan, identitas, atau hubungan khusus dengan de&a atau orang terkenal (Kaplan dan Sadock, 1 !". Pendapat ini $uga didukung oleh Kusuma (1 !" yang menyatakan bah&a dera$at &aham kebesaran dapat terentang pembesar/ besaran yang ringan sampai karakteristik sesungguhnya dari &aham kebesaran psikotik. 0si &aham umpamanya pasien telah melakukan penemuan yang penting atau memiliki bakat yang tidak diketahui atau kesehatan yang sangat baik. %. 1tiologi

a. Predeposisi 1" 2iologi Skizofrenia paranoid disebabkan kelainan susunan saraf pusat, yaitu pada diensefalon3 oleh perubahan/ perubahan post mortem3 merupakan artefak pada &aktu membuat sediaan. #angguan endokrin $uga berpengaruh, pada teori ini dihubungkan dengan timbulnya skizofrenia pada &aktu pubertas, &aktu kehamilan atau puerperium dan &aktu klimaterium. 2egitu $uga dengan gangguan metabolisme, hal ini dikarenakan pada orang yang mengalami skizofrenia tampak pucat dan tidak sehat, u$ung ekstremitas sianosis, nafsu makan berkurang dan berat badan menurun. -eori ini didukung oleh 4dolf (eyer yang menyatakan bah&a suatu konstitusi yang inferior3 penyakit badaniah dapat mempengaruhi timbulnya skizofrenia paranoid ((aramis, 1 +". (enurut Schebel (1 1" dalam -o&nsend (1 +" $uga mengatakan bah&a skizofrenia merupakan kecacatan se$ak lahir, ter$adi kekacauan dari sel/sel piramidal dalam otak, dimana sel/sel otak tersusun rapi pada orang normal. #angguan neurologis yang mempengaruhi sistem limbik dan ganglia basalis sering berhubungan dengan ke$adian &aham. Waham oleh karena gangguan neurologis yang tidak disertai dengan gangguan

kecerdasan, cenderung memiliki &aham yang kompleks. Sedangkan &aham yang disertai dengan gangguan kecerdasan sering kali berupa &aham sederhana (kaplan dan Sadock, 1 !". %" Psikologis (enurut 5arpenito (1 +", klien dengan &aham memproyeksikan perasaan dasarnya dengan mencurigai. Pada klien dengan &aham kebesaran terdapat perasaan yang tidak adekuat serta tidak berharga. Pertama kali mengingkari perasaannya sendiri, kemudian memproyeksikan perasaannya kepada lingkungan dan akhirnya harus men$elaskan kepada orang lain. 4pa yang seseorang pikirkan tentang suatu ke$adian mempengaruhi perasaan dan perilakunya. 2eberapa perubahan dalam berpikir, perasaan atau perilaku akan mengakibatkan perubahan yang lain. Dampak dari perubahan itu salah satunya adalah halusinasi,dapat muncul dalam pikiran seseorang karena secara nyata mendengar, melihat, merasa, atau mengecap fenomena itu, sesuai dengan &aktu, kepercayaan yang irrasional menghasilkan ketidakpuasan yang ironis, men$adi karakter yang 6Wa$ib7 dan 68arus. Stresor sosiokultural Stres yang menumpuk dapat menun$ang terhadap a&itan skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya (Stuart, 1 +" Stresor psikologis 0ntensitas kecemasan yang tinggi, perasaan bersalah dan berdosa, penghukuman diri, rasa tidak mampu, fantasi yang tak terkendali, serta dambaan/dambaan atau harapan yang tidak kun$ung sampai, merupakan sumber dari &aham. Waham dapat berkembang $ika ter$adi nafsu kemurkaan yang hebat, hinaan dan sakit hati yang mendalam (Kartono, 1 +1". 9. Proses ter$adinya &aham Waham adalah anggapan tentang orang yang hypersensitif, dan mekanisme ego spesifik, reaksi formasi dan penyangkalan. Klien dengan &aham, menggunakan mekanisme pertahanan reaksi formasi, penyangkalan dan proyeksi. Pada reaksi formasi, digunakan sebagai pertahanan mela&an agresi, kebutuhan, ketergantungan dan perasaan cinta. Kebutuhan akan ketergantungan ditransformasikan men$adi kemandirian yang kokoh. Penyangkalan, digunakan untuk menghindari kesadaran akan kenyataan yang menyakitkan. Proyeksi digunakan untuk melindungi diri dari mengenal impuls yang tidak dapat diterima didalam dirinya sendiri. 8ypersensitifitas dan perasaan inferioritas, telah dihipotesiskan menyebabkan reaksi formasi dan proyeksi, &aham kebesaran dan superioritas. Waham $uga dapat muncul dari hasil pengembangan pikiran rahasia yang menggunakan fantasi sebagai cara untuk meningkatkan harga diri mereka yang terluka. Waham kebesaran merupakan regresi perasaan maha kuasa dari anak/ anak, dimana perasaan akan kekuatan yang tidak dapat disangkal dan dihilangkan (Kaplan dan Sadock, 1 !". 5ameron, dalam Kaplan dan Sadock, (1 !" menggambarkan ! situasi yang memungkinkan perkembangan &aham, yaitu : peningkatan harapan, untuk mendapat terapi sadistik, situasi yang meningkatkan ketidakpercayaan dan kecurigaan, isolasi sosial, situasi yang meningkatkan kecemburuan, situasi yang memungkinkan menurunnya harga diri (harga diri rendah", situasi yang menyebabkan seseorang melihat kecacatan dirinya pada orang lain, situasi yang meningkatkan kemungkinan untuk perenungan tentang arti dan moti;asi terhadap sesuatu. <. #e$ala/ ge$ala &aham *enis skizofrenia paranoid mempunyai ge$ala yang khas yaitu &aham primer, disertai dengan &aham/ &aham sekunder dan halusinasi ((aramis, 1 +". (enurut Kaplan dan Sadock (1 !", kondisi klien yang mengalami &aham adalah: a. Status mental

1" Pada pemeriksaan status mental, menun$ukan hasil yang sangat normal, kecuali bila ada sistem &aham abnormal yang $elas. %" (ood klien konsisten dengan isi &ahamnya. 9" Pada &aham curiga, didapatkan perilaku pencuriga. <" Pada &aham kebesaran, ditemukan pembicaraan tentang peningkatan identitas diri, mempunyai hubungan khusus dengan orang yang terkenal. =" 4dapun sistem &ahamnya, pemeriksa kemungkinan merasakan adanya kualitas depresi ringan. >" Klien dengan &aham, tidak memiliki halusinasi yang menon$ol3 menetap, kecuali pada klien dengan &aham raba atau cium. Pada beberapa klien kemungkinan ditemukan halusinasi dengar. b. Sensori dan kognisi 1" Pada &aham, tidak ditemukan kelainan dalam orientasi, kecuali yang memiliki &aham spesifik tentang &aktu, tempat dan situasi. %" Daya ingat dan proses kognitif klien adalah intak (utuh". 9" Klien &aham hampir selalu memiliki insight (daya titik diri" yang $elek. <" Klien dapat dipercaya informasinya, kecuali $ika membahayakan dirinya. Keputusan terbaik bagi pemeriksa dalam menentukan kondisi klien adalah dengan menilai perilaku masa lalu, masa sekarang dan yang direncanakan. =. -ipe/tipe &aham a. (enurut kaplan dan sadock (1 !", tipe/tipe &aham antara lain: 1" -ipe 1ritomatik: klien dicintai mati/matian oleh orang lain, biasanya orang yang sangat terkenal, seperti artis, pe$abat, atau atasanya. Klien biasanya hidup terisolasi, menarik diri, hidup sendirian dan beker$a dalam peker$aan yang sederhana. %" -ipe kebesaran (magalomania":yaitu keyakinan bah&a seseorang memiliki bakat, kemampuan, &a&asan yang luar biasa, tetapi tidak dapat diketahui. 9" Waham cemburu, yaitu misalnya cemburu terhadap pasanganya. -ipe ini $arang ditemukan (),%?" dari pasien psikiatrik. @nset sering mendadak, dan hilang setelah perpisahan3 kematian pasangan. -ipe ini menyebapkan penyiksaan hebat dan fisik yang bermakna terhadap pasangan, dan kemungkinan dapat membunuh pasangan, oleh karena delusinya. <" Waham ke$ar : keyakinan merasa dirinya dike$ar/ke$ar, diikuti oleh orang lain. -ipe ini paling sering ditemukan pada gangguan $i&a. Dapat berbentuk sederhana, ataupun terperinci, dan biasanya berupa tema yang berhubungan difitnah secara ke$am, diusik, dihalang/halangi, diracuni, atau dihalangi dalam menge$ar tu$uan $angka pan$ang. =" Waham tipe somatik atau psikosis hipokondrial monosimptomatik. Perbedaan dengan hipokondrial adalah pada dera$at keyakinan yang dimiliki klien. (enetapnya &aham somatik yang tidak kacau tanpa adanya ge$ala psikotik lainya menyatakan gangguan delosional3 &aham tipe somatik. >. -ahap/tahap halusinasi (enurut -o&nsend (1 +" tahap dari halusinasi antara lain : 5omforting (secara umum halusinasi bersifat menyenangkan" Karakteristik : orang yang berhalusinasi mengalami keadaan emosi seperti ansietas, kesepian, merasa bersalah, dan takut serta mencoba untuk memusatkan pada penenangan pikiran untuk mengurangi ansietasA indi;idu mengetahui bah&a pikiran yang dialaminya tersebut dapat dikendalikan $ika ansietasnya dapat diatasi (nonpsikotik". Perilaku pasien yang teramati : menyeringai atau terta&a yang tidak sesuai, menggerakkan bibirnya tanpa menimbulkan suara,gerakan mata yang cepat, respon ;erbal yang lamban, diam dan dipenuhi oleh sesuatu yang mengasyikkan.

5ondemning (secara umum halusinasi men$i$ikan" Karakteristik : pengalaman sensori bersifat men$i$ikan dan menakutkan, orang yang berhalusinasi mulai merasa kehilangan kendali dan berusaha untuk men$auhkan dirinya dari sumber yang dipersepsikan, indi;idu mungkin merasa malu karena pengalaman sensorinya dan menarik diri dari orang lain (nonpsikotik". Perilaku pasien yang teramati : peningkatan saraf otonom yang menun$ukan ansietas misalnya peningkatan nadi, pernapasan dan tekanan darah, penyempitan kemampuan konsentrasi, dipenuhi dengan pengalaman sensori dan mungkin kehilangan kemampuan untuk membedakan halusinasi dengan realitas. 5ontroling (pengalaman sensori men$adi penguasa" Karakteristik : orang yang berhalusinasi menyerah untuk mela&an pengalaman halusinasinya dan membiarkan halusinasi menguasai dirinya, isi halusinasi dapat berupa permohonan, indi;idu mungkin mengalami kesepian $ika pengalaman sensori tersebut berakhir (psikotik". Perilaku pasien yang teramati : lebih cenderung mengikuti petun$uk yang diberikan oleh halusinasinya daripada menolaknya, kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain,rentang perhatian hanya beberapa menit atau detik, ge$ala fisik dan ansietas berat seperti berkeringat, tremor, ketidakmampuan mengikuti petun$uk. 5onBuering (secara umum halusinasi men$adi lebih rumit dan saling terkait dengan $umlah pasien yang masuk adalah delusi". Karakteristik : pengalaman sensori mungkin menakutkan $ika indi;idu tidak mengikuti perintah, halusinasi bisa berlangsung dalam beberapa $am atau hari apabila tidak ada inter;ensi terapeutik (psikotik". Perilaku pasien yang teramati : perilaku menyerang atau teror seperti panik, sangat potensial melakukan bunuh diri atau membunuh orang lain, kegiatan fisik merefleksikan isi halusinasi seperti amuk, agitasi, menarik diri, atau kataton, tidak mampu berespon terhadap lebih dari satu orang. !. Penatalaksanaan a. ,armakoterapi -atalaksana pengobatan skizofrenia paranoid mengacu pada penatalaksanaan skizofrenia secara umum menurut -o&nsend (1 +", Kaplan dan Sadock (1 +" antara lain : 1" 4nti Psikotik *enis/ $enis obat antipsikotik antara lain : a" 5hlorpromazine Cntuk mengatasi psikosa, premidikasi dalam anestesi, dan mengurangi ge$ala emesis. Cntuk gangguan $i&a, dosis a&al : 9D%= mg, kemudian dapat ditingkatkan supaya optimal, dengan dosis tertinggi : 1))) mg3hari secara oral. b" -rifluoperazine Cntuk terapi gangguan $i&a organik, dan gangguan psikotik menarik diri. Dosis a&al : 9D1 mg, dan bertahap dinaikkan sampai =) mg3hari. c" 8aloperidol Cntuk keadaan ansietas, ketegangan, psikosomatik, psikosis,dan mania. Dosis a&al : 9D),= mg sampai 9 mg. @bat antipsikotik merupakan obat terpilih yang mengatasi gangguan &aham. Pada kondisi ga&at darurat, klien yang teragitasi parah, harus diberikan obat antipsikotik secara intramuskular. Sedangkan $ika klien gagal berespon dengan obat pada dosis yang cukup dalam &aktu > minggu, anti psikotik dari kelas lain

harus diberikan. Penyebab kegagalan pengobatan yang paling sering adalah ketidakpatuhan klien minum obat. Kondisi ini harus diperhitungkan oleh dokter dan pera&at. Sedangkan terapi yang berhasil dapat ditandai adanya suatu penyesuaian sosial, dan bukan hilangnya &aham pada klien. %" 4nti parkinson -riheksipenydil (4rtane" Cntuk semua bentuk parkinsonisme, dan untuk menghilangkan reaksi ekstrapiramidal akibat obat. Dosis yang digunakan : 1/1= mg3hari Difehidamin Dosis yang diberikan : 1)/ <)) mg3hari 9" 4nti Depresan 4mitriptylin Cntuk ge$ala depresi, depresi oleh karena ansietas, dan keluhan somatik. Dosis : !=/9)) mg3hari. 0mipramin Cntuk depresi dengan hambatan psikomotorik, dan depresi neurotik. Dosis a&al : %= mg3hari, dosis pemeliharaan : =)/!= mg3hari. <" 4nti 4nsietas 4nti ansietas digunakan untuk mengotrol ansietas, kelainan somatroform, kelainan disosiatif, kelainan ke$ang, dan untuk meringankan sementara ge$ala/ge$ala insomnia dan ansietas. @bat/ obat yang termasuk anti ansietas antara lain: ,enobarbital : 1>/9%) mg3hari (eprobamat : %))/%<)) mg3hari Klordiazepoksida : 1=/1)) mg3hari b. Psikoterapi 1lemen penting dalam psikoterapi adalah menegakkan hubungan saling percaya. -erapi indi;idu lebih efektif dari pada terapi kelompok. -erapis tidak boleh mendukung ataupun menentang &aham, dan tidak boleh terus/menerus membicarakan tentang &ahamnya. -erapis harus tepat &aktu, $u$ur dan membuat per$an$ian seteratur mungkin. -u$uan yang dikembangkan adalah hubungan yang kuat dan saling percaya dengan klien. Kepuasan yang berlebihan dapat meningkatkan kecurigaan dan permusuhan klien, karena disadari bah&a tidak semua kebutuhan dapat dipenuhi. -erapis perlu menyatakan pada klien bah&a keasyikan dengan &ahamnya akan menegangkan diri mereka sendiri dan mengganggu kehidupan konstruktif. 2ila klien mulai ragu/ragu dengan &ahamnya, terapis dapat meningkatkan tes realitas. Sehingga terapis perlu bersikap empati terhadap pengalaman internal klien, dan harus mampu menampung semua ungkapan perasaan klien, misalnya dengan berkata : 64nda pasti merasa sangat lelah, mengingat apa yang anda lalui, 6tanpa menyetu$ui setiap mis persepsi &ahamnya, sehingga menghilangnya ketegangan klien. Dalam hal ini tu$uannya adalah membantu klien memiliki keraguan terhadap persepsinya. Saat klien men$adi kurang kaku, perasaan kelemahan dan inferioritasnya yang menyertai depresi, dapat timbul. Pada saat klien membiarkan perasaan kelemahan memasuki terapi, suatu hubungan terapeutik positif telah ditegakkan dan aktifitas terpeutik dapat dilakukan. c. -erapi Keluarga Pemberian terapi perlu menemui atau mendapatkan keluarga klien, sebagai sekutu dalam proses pengobatan. Keluarga akan memperoleh manfaat dalam membantu ahli terapi dan membantu pera&atan klien. +. Diagnosa (edis a. Penentuannya mengikuti diagnosa multiaksila yang terdiri dari = aksis

4ksis 0 : gangguan klinis 4ksis 00 : gangguan kepribadian 4ksis 000 : kondisi medik umum 4ksis 0E : (asalah Psikososial dan lingkungan 4ksis E : penilaian peran dan fungsi 1 tahun terakhir b. -u$uan dari diagnosa multiaksila (encakup informasi yang komprehensif (gangguan $i&a, kondisi medik umum, masalah psikososial, dan lingkungan, taraf fungsi secara global", sehingga dapat membantu dalam a" Perencanaan terapi b" (eramalkan 6@utcame7 atau prognosis ,ormat yang mudah dan sistematik, sehingga dapat membantu dalam : (enata dan mengkomunikasikan informasi klinis (enangkap kompleksitas situasi klinis (enggambarkan heterogenitas indi;idual dengan diagnosa klinis yang sama. (emacu penggunaan 6(odel 2io/Psiko/Sosial7dalam klinis, pendidikan dan penelitian (PPD#*/000, %))%"