Anda di halaman 1dari 1

SPASMOFILIA 3 Dokter biasanya sering mengasosiasikan Spasmofilia dengan Hipokalsemi yaitu keadaan turunnya jumlah kalsium dalam darah.

Penyebabnya bermacam-macam, Asupan Kalsium yang rendah, Diare, Kurang Vitamin D, Hipoparatiroid, Hipoalbumin (co: sirosis, malnutrisi), pankreatitis, Gagal ginjal kronis, Sepsis (infeksi berat secara sistemik), dsb. Gejala pada Spasmofilia: Lesu, lekas lelah, kesemutan, kram, nyeri kepala, mudah berkeringat, gelisah, mudah depresi, detak jantung meningkat, hiperventilasi (pernapasan yang cepat), kejang, hingga kejang umum seperti epilepsi. Gejala Spasmofilia tumpang tindih dengan gejala sindrom Hiperventilasi atau sindrom Panik. Bahkan ada literatur yang menyebut Spasmofili adalah Sindrom Hiperventilasi Kronis/menahun. Gejala sindrom Hiperventilasi: Sesak Nafas, Nyeri dada, detak jantung cepat, pusing, cemas, hingga pingsan. Gejala Sindrom Panik: cemas, takut, sesak nafas, detak jantung cepat, nyeri kepala, vertigo, berkeringat, rasa tercekik. Pemeriksaan yang dilakukan untuk mendiagnosa Spasmofili diantaranya: Chvostek's Sign, Tanda Spasme Karpopedal pada jari-jari tangan dan kaki, Trousseau's Sign, Laboratorium (kadar kalsium dan magnesium dalam darah), EMG (Elektromiografi). Chvostek's Sign adalah pemeriksaan dengan memukul ringan 2 cm di depan Tragus telinga (bagian telinga yang menonjol kecil di daerah pipi/jambang). Pemeriksaan ini bergradasi sesuai dengan kadar kalsium darah. Grade 1: kedutan di sudut bibir Grade 2: kedutan di hidung Grade 3: kedutan di mata Grade 4: kedutan di otot-otot wajah. Trousseau Sign adalah pemeriksaan dengan mengkompresi lengan atas dengan manset tensimeter, dimana mula-mula timbul rasa kesemutan pada ujung ekstremitas, lalu timbul kejang pada jari-jari dan tangan. EMG adalah pemeriksaan baku emas dalam penegakan diagnosis. Pemeriksaan ini berkaitan dengan Hiperventilasi (pernapasan yang cepat seperti yang dialami teman saudara). Ada 4 gradasi pemeriksaan, yakni Ringan (I), Sedang (II), Berat (III), Amat Berat (IV). Mengenai penjelasan gradasi ini, lebih baik dijelaskan oleh dokter ahli saraf saudara. Tata Laksana Spasmofilia tergantung penyebab. Bila ringan, dapat rawat jalan. Bila dipandang perlu, dapat dirawat inap. Biasanya diberikan obat yang mengandung kalsium atau obat penenang. Jika belum membantu, dapat diberikan obat yang mengandung magnesium. Diet juga perlu diperhatikan. Makanlah makanan yang banyak mengandung kalsium seperti Susu dan Ikan, disertai buah dan sayuran. Mengenai hiperventilasi (pernapasan yang cepat yang dialami oleh teman saudara) tidak berkaitan dengan adanya kelainan paru-paru, sehingga hasil ronsen dada dapat terlihat normal. Karena hiperventilasi sendiri merupakan salah satu gejala Spasmofilia.