Anda di halaman 1dari 15

USUL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DUSUN DARMAWINANGUN KUBU KARANGASEM MELALUI PELATIHAN PENGEMBANGAN WIRAUSAHA INOVATIF

DUPA THREE IN ONE AROMA BUAH

BIDANG KEGIATAN PKM-PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Oleh: NI LUH PUTU RUSMANA DEWI I PUTU TEDY INDRAYANA MADE LELIK IDAYATI KETUT MARTA EVIYANTI NI LUH EKA DESY PURNAMI NIM. 1013021056 (TH.2010) NIM. 0913021082 (TH.2009) NIM. 1013021025 (TH.2010) NIM. 1013021019 (TH.2010) NIM. 1014071037 (TH. 2010)

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA SINGARAJA 2012

Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini.

HALAMAN PENGESAHAN USUL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

1. Judul Kegiatan

2. Bidang Kegiatan 3. Bidang Ilmu :

: Pemberdayaan Masyarakat Dusun Darmawinangun Kubu Karangasem Melalui Pelatihan Pengembangan Wirausaha Inovatif Dupa Three In One Aroma Buah : PKM-Pengabdian pada Masyarakat (PKM-M) ( ) Kesehatan ( ) Pertanian ( ) MIPA ( ) Teknologi dan Rekayasa ( ) Sosial Ekonomi ( ) Humaniora ( ) Pendidikan

4. Ketua Pelaksana Kegiatan: a. Nama Lengkap b. NIM c. Jurusan/Program studi d. Universitas e. Alamat Rumah f. No. HP g. Alamat email 5. Anggota Pelaksana Kegiatan 6. Dosen Pendamping : a. Nama lengkap dan Gelar b. NIP c. Alamat rumah dan No.Telp.

: Ni Luh Putu Rusnama Dewi : 1013021056 : Pendidikan Fisika : Pendidikan Ganesha : Jl. Laksamana, Singaraja : 085792320129 : rusmanadewi@rocketmail.com : 4 orang : Drs. Rai Sujanem, M.Si. : 19641031 199203 1 002 : Perumahan Puri Sukasada A33 Singaraja, Telepon: (0362)27838, HP. 08164738786 : : Rp. 6.301.500,00 :: 5 bulan Singaraja, 14 Juni 2012

7. Biaya Kegiatan Total Dikti Sumber lain 8. Jangka Waktu Pelaksaan Program

Menyetujui Ketua Jurusan Pendidikan Fisika,

Ketua Pelaksana Kegiatan,

(Drs. Made Mariawan, M.Pd.) NIP. 19590608 198503 1 001

(I Putu Tedy Indarayana) NIM. 0913021082

Pembantu Rektor III Undiksha,

Dosen Pendamping,

(Drs. I Putu Sriartha, M.S.) NIP. 19611020 198803 1 002

(Drs. Rai Sujanem, M.Si.) NIP. 19641031 199203 1 002

Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini.

A. Judul Pelatihan Produksi Dupa Two In One dari Kombinasi Ekstrak Biji Nimba dan Bunga Kamboja Bagi Masyarakat Dusun Darmawinangun

B. Latar Belakang Masalah Desa Tianyar merupakan satu dari sembilan desa di kecamatan Kubu, Karangasem. Spesifiknya, desa ini berbatasan dengan desa Sukadana di sebelah timurnya, desa Ban dan Trunyan di sebelah selatan desa, dan laut Jawa di sebelah utara desa. Secara geografis, desa Tianyar merupakan daerah dataran tinggi yang memiliki curah hujan rata-rata per tahun adalah 480 mm, suhu rata-rata minimum 240C, dan suhu rata-rata maksimum 340C. Kondisi ini menunjukkan bahwasanya sebagian besar wilayah desa Tianyar merupakan daerah kering. Oleh karena itu, di desa Tianyar sektor pertanian sangat sedikit dibandingkan dengan sektor perkebunan dan ladang. Untuk sektor perkebunan, sebagian besar penduduk yang berkecimpung dalam sektor ini menghasilkan produk berupa buah jambu monyet, kelapa, lontar, dan tanaman kering lainnya. Apabila dicermati lebih jauh, dari sejumlah 11.659 jiwa dengan komposisi 5.819 penduduk laki-laki dan 5.840 perempuan. Dari jumlah tersebut, terdapat 1.503 penduduk yang tergolong ke dalam rumah tangga miskin. Data ini menunjukkan hampir 50% dari jumlah keseluruhan rumah tangga di desa ini tergolong miskin. Hasil observasi dengan penduduk desa setempat menunjukkan faktor penyebab kemiskinan yang begitu besar adalah kurangnya lapangan kerja dan kesempatan kerja bagi masyarakat di desa ini. Sebagai upaya penanggulangan tingkat tingginya kemiskinan, pemerintah desa dengan segenap jajarannya menyatakan telah melaksanakan berbagai upaya, seperti pemberian bantuan bahan pangan pokok serta memberdayakan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan kursus keterampilan dan kewirausahaan. Akan tetapi, fakta menyatakan, upaya-upaya tersebut belum kiranya efektif guna meminimalisir tingkat kemiskinan masyarakat. Data profil desa menunjukkan, penerapan upaya-upaya tersebut hanya dapat mengurangi jumlah kemiskinan, yakni satu rumah tangga. Dari sejumlah 1.504 rumah tangga miskin pada tahun 2007 dengan jumlah RT sebanyak 3.226 menjadi 1.503 rumah tangga miskin pada tahun 2008 dengan jumlah RT meningkat menjadi 3.326 RT. Apabila dicermati proporsi penurunan jumlah RTM dengan peningkatan jumlah RT sangat tidak sebanding. Berpijak dari analisis tersebut, dipandang perlu dilaksanakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk memberi peluang keterampilan sekaligus usaha bagi masyarakat, Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini.

khususnya masyarakat miskin. Adapun kegiatan tersebut berupa pelatihan pembuatan dupa yang berbahan dasar tepung buah nimba (Azardirachta indica A. Juss) dan tepung bunga kamboja. Adapun alasan dipilihnya pelatihan berupa pembuatan dupa adalah menganalisis prospek penjualan serta permintaan akan dupa yang cukup banyak, khususnya di daerah Bali sebagai sarana persembahyangan dan upacara. Di sisi lain, pembuatan dupa tidak menuntut dimilikinya ketrampilan yang expert, dengan demikian masyarakat dapat dengan mudah membuatnya. Prospek ini juga didukung dengan ketersediaan bahan dasar pembuatan dupa, seperti buah nimba dan bunga kamboja. Tanaman nimba banyak tersebar hampir di seluruh kawasan desa Tianyar, khususnya paling banyak tumbuh di dusun Darmawinangun. Hal ini dikarenakan tanaman nimba dapat dengan baik tumbuh di daerah kering. Data hasil penelitian menunjukkan, tanaman ini mampu bertahan hidup di daerah yang tandus atau daerah yang curah hujannya terbatas (Firdaus, 2007 dalam Madya, 2009). Begitu pula dengan tanaman kamboja yang tumbuh menyebar hampir di semua kawasan desa, khususnya di dusun Darmawinangun. Selama ini, baik tanaman nimba maupun kamboja belum dimanfaatkan secara optimal guna menghasilkan suatu produk. Pemanfaatannya baru hanya sebatas sarana upacara yang sifatnya insidental. Apabila ditinjau kebermanfaatan produk dupa ini, secara terintegratif produk ini memiliki dua fungsi, yakni dapat sebagai sarana upacara dan persembahyangan, juga dapat berguna sebagai insektisida pengusir nyamuk. Hasil penelitian menunjukkan tanaman nimba mengandung metabolit sekunder yang diduga sangat bermanfaat, baik dalam bidang pertanian (pestida dan pupuk) maupun farmasi (kosmetik dan obat-obatan) (Ruskin, 1993 dalam Madya, 2009). Kandungan bioaktif biji dan daun nimba secara biologis berpotensi sebagai insektisida dan efektif mengendalikan 200 spesies insekta termasuk di dalamnya nyamuk (Kardinan, 2003 dalam Ardita, 2009). Hasil penelitian Biswas, dkk (2002 dalam Madya, 2009) menunjukkan khasiat nimba disebabkan kandungan beberapa metabolit sekundernya yang memiliki aktivitas biologis sebagai antiimflamasi, antipiretik, antiartritik, spermatisida, antifungi,

anibakterial,

antimalaria,

antitumor,

antioksidan,

antiviral,

hepatoprotektif,

antikarsinogenik, imunostimulan, antiulcer, dan antifertility. Beberapa komponen yang dimaksud adalah azadirachtin, salanin, meliantriol, nimbin, dan nimbidin. Azadirachtin berperan sebagai ecdyson blocker atau zat yang dapat menghambat kerja hormon ecdyson, yang berfungsi dalam proses metamorfosis serangga (Chiu, 1988 dalam Madya, 2009). Salanin berperan sebagi penurun nafsu makan (anti-feedant) yang mengakibatkan daya Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini.

rusak serangga (Ruskin, 1993 dalam Madya, 2009). Meliantriol berperan sebagai penghalau (repellent) yang menyebabkan serangga hama enggan mendekati zat tersebut (Sudarmadji, 1991 dalam Madya, 2009). Nimbin dan nimbidin berperan sebagai antimikroorganisme seperti antivirus, bakterisida, dan fungisida, sehingga sangat bermanfaat digunakan sebagi pengendali penyakit tanaman (Ruskin, 1993 dalam Madya, 2009). Secara religi, daun nimba dipercaya memiliki nilai filosofi yang terkait dengan sarana upacara dan persembahyangan yang suci. Di sisi lain, nilai filosofi ini akan didukung dengan khasiat tepung bunga kamboja yang memberikan aroma wewangian pada dupa. Dapat dinyatakan bahwasanya, baik produk maupun usahanya dapat memberi keunggulan seperti di atas. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa pada pelatihan ini, penyusun membatasi pelatihan hanya dengan membuat produk dupa yang berbentuk batang.

C. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan beberapa masalah yang penting untuk dikaji, yaitu: 1. Bagaimana cara melatihkan pembuatan produk dupa Two in One bagi masyarakat di dusun Darmawinangun? 2. Bagaimana tanggapan masyarakat terhadap kegiatan pelatihan pembuatan dupa Two in One? 3. Bagaimana pendekatan untuk melatih masyarakat dalam memasarkan produk dupa Two in One?

D. Tujuan Program Tujuan umum dari program pelatihan ini adalah untuk memberikan ketrampilan kepada masyarakat di dusun Darmawinangun berupa pembuatan produk dupa Two in One, yang nantinya dapat menjadi salah satu peluang usaha guna meningkatkan tarap hidup masyarakat miskin. Tujuan khusus program pelatihan ini adalah sebagai berikut: 1. mengetahui cara melatihkan pembuatan dupa Two in One dengan berbahan dasar tepung biji nimba dan tepung bunga kamboja,

Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini.

2. mengetahui tanggapan masyarakat dusun Darmawinangun terhadap pelatihan pembuatan dupa ini, dan 3. memahami pendekatan yang tepat untuk melatih masyarakat dalam memasarkan produk dupa Two in One.

E. Luaran yang Diharapkan Berdasarkan kegiatan pelatihan yang akan direncakan, diharapkan luaran berupa: 1. adanya ketrampilan yang diperoleh masyarakat berupa produksi dupa Two in One, sebagai salah satu peluang usaha guna meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya masyarakat miskin, 2. dapat meningkatkan status sosial masyarakat, khususnya masyarakat miskin di dusun Darmawinangun, 3. adanya pemanfaatan sumber daya alam berupa tanaman nimba dan kamboja, yang selama ini belum dimanfaatkan keberadaannya secara optimal, 4. dapat memberi sumber pemasukan bagi dusun setempat, apabila peluang usaha ini dapat dioptimalkan keterlaksanaannya.

F. Kegunaan Program Adapun kegunaan dari program pelatihan pembuatan produk dupa Two in One adalah sebagai berikut. 1. Bagi tim penyusun Tim penyusun memperoleh pengalaman serta berbagai strategi dalam upaya membantu peningkatan masalah sosial masyarakat. Di samping itu, pelatihan ini dapat menjadi sumber belajar bagi penyusun dalam upaya berinteraksi dengan masyarakat dan berupaya untuk memecahakan masalah sosial di masyarakat. 2. Bagi masyarakat Secara umum, masyarakat khususnya di dusun Darmawinangun dapat memanfaatkan program pelatihan ini sebagai peluang untuk meningkatkan pendapatan serta ketrampilan yang dimiliki. Melalui program pelatihan ini, sudah tentu masyarakat akan dapat memanfaatkan sumber daya alam yang terdapat di dusun setempat guna membuka usaha produk dupa dengan segenap ketrampilan yang dimilikinya. 3. Bagi pemerintah Program pelatihan ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam upaya membantu pemerintah guna meminimalisir tingkat kemiskinan di desa Tianyar, khusunya di dusun Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini.

Darmawinangun. Di sisi lain, melalui program ini masyarakat yang kurang produktif dapat diberdayakan melalui pembuatan produk dupa Two in One, sehingga jumlah penganguran dapat diminimalisir pula.

G. Gambaran Umum Masyarakat Secara geografis desa Tianyar terletak di kabupaten Karangasem, tepatnya di kecamatan Kubu. Desa ini memiliki luas wilayah 2.034.970 Ha. Secara administratif, desa Tianyar dibagi menjadi empat banjar dinas, yaitu banjar dinas Tunas Sari, banjar dinas Eka Adnyana, banjar dinas Darmawinangun, dan banjar dinas Paleg. Berdasarkan data monografi desa setempat, luas lahan desa Tianyar sebagian besar difungsikan sebagai ladang (tegalan), dengan luas 1800 Ha. Di lahan inilah banyak tumbuh tanaman nimba dan kamboja. Apabila diperhatikan komposisi penduduk di desa Tianyar, jumlah total penduduk di desa ini adalah 11.659 jiwa, yang terdiri dari 5.819 penduduk laki-laki dan 5.840 penduduk perempuan. Data statistik menunjukkan bahwa tingkat kelahiran penduduk di desa ini berlangsung pesat. Fakta ini menunjukkan masih adanya krisis ekonomi yang secara signifikan dialami oleh masyarakat di desa Tianyar. Apabila dilihat dari pekerjaan masyarakat, sebagian besar penduduk di desa Tianyar berprofesi pekerja kebun dan ladang pada lahan yang dimilikinya. Data statistik menunjukkan sebanyak 6.675 penduduk menekuni profesi ini. Sebanyak 1.381 penduduk bekerja sebagai buruh, dan 390 penduduk berprofesi sebagai petani pasir. Fakta ini menunjukkan betapa masih rendahnya kualitas penduduk di desa Tianyar. Secara kuantitatif, jumlah penduduk usia kerja dan belum bekerja terdaftar sebanyak 1.152. Data ini merepresentasikan masih besarnya tingkat pengangguran di desa setempat. Walaupun demikian, jika dilihat dari kualitas penduduk desa, sebanyak 875 penduduk terdaftar tidak tamat SD, 4.159 penduduk telah menamatkan pendidikan setingkat SMP, 1.820 penduduk setara SMA, dan sejumlah 213 penduduk dengan pendidikan setingkat sarjana. Data di atas mencerminkan sedang terjadi masalah sosial di Desa Tianyar. Sementara ini, guna menanggulangi dampak masalah sosial tersebut, pemerintah desa telah bersinergi dengan pemerintah di tingkat kecamatan dan kabupaten, bahkan propinsi guna memberi bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu. Akan tetapi, upaya tersebut belum memberi hasil yang signifikan dalam meminimalisir permasalahan kemiskinan pada masyarakat setempat. Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini.

Berdasarkan pada analisis tersebut, dipandang perlu adanya suatu upaya yang dapat member ketrampilan bagi masyarakat, baik ketrampilan produksi maupun ketrampilan berwirausaha. Tentunya dengan menitik beratkan pada pemanfaatan serta eksplorasi terhadap sumber daya alam yang ada di daerah tersebut. Oleh karena itu, salah satu upaya tersebut dapat terimplementasi dalam bentuk pelatihan pembuatan produk dupa Two in One, yang berbahan dasar tepung biji nimba dan bunga kamboja. Dengan pertimbangan, pembuatan produk ini tidak memerlukan keterampilan yang expert dan bahan dasar yang digunaan terdapat melimpah di desa setempat.

H. Metode Pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dengan teknis pelaksanaan sebagai berikut. Program Hibah PKM Dikti Analisis Masalah Masyarakat PKM-M

Observasi Pelatihan

Persiapan Pelatihan Pelaksanaan Pelatihan

Evaluasi Hasil Pelatihan

Gambar 1. Bagan Alir Pelaksanaan Program Pelatihan.

1. Tahap Observasi Dalam metode ini, penulis mengadakan pengamatan di Dusun Darmawinangun sebagai tempat yang memiliki jumlah persebaran pohon nimba dan bunga kamboja terbanyak di Desa Tianyar. Observasi ini dilakukan setelah mendapat izin dari pihak-pihak terkait yang mana kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengumpulkan data awal mengenai pohon nimba khususnya keberadaan bijinya dan bunga kamboja serta pemanfaatannya sebelum melaksanakan kegiatan pembinaan dan pelatihan. Kegiatan observasi ini juga dilakukan setelah melakukan pelatihan kepada masyarakat untuk Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini.

memperoleh informasi tindak lanjut yang dilakukan masyarakat mengenai program tersebut setelah melakukan pelatihan. 2. Tahap Persiapan 1) Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam pelatihan .Secara umum, alat dan bahan yang diperlukan dalam pelatihan ini adalah sebagai berikut a) Alat yang diperlukan antara lain: 1. Blender 2.Penumbuk/lesung 3. Pisau atau alat pemotong 4. Baskom besar 5. Tampah/ niru 6. Terpal/ tempat penjemuran 7. Ember plastik ukuran sedang 9. Gayung 10. Garpu /pengaduk 11.Sendok plastik(untuk mengambil bahan) 12. Neraca 13.Kertas lilin 14. Plastik pembungkus/label b) Bahan 1. Tepung biji nimba 2. Tepung bunga kamboja 3.Serbuk Perekat kayu 4. Bambu 5. Kalsium (kapur). 6.Serbuk batok 2) Menyiapkan tempat pelatihan Pada pelatihan ini mengambil tempat di dusun darmawinangun ,spesifiknya di bale banjar Darmawinangun 3) Menyiapkan peserta pelatihan Peserta pelatihan adalah wakil dari masing-masing Darmawinangun,yang berjumlah 20 orang. kk yang ada di dusun

Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini.

3. Tahap Pelatihan Tahap pelatihan ini meliputi beberapa langkah antara lain: a) Pembukaan kegiatan pelatihan b) Pelaksanaan pelatihan pembuatan Dupa Two In One dari bahan dasar nimba dan tepung bunga kamboja Di bawah ini akan dijelaskan prosedur pembuatan Dupa Two In One, Cara pembuatan stick Stick atau tangkai dupa bisa dibuat dari bambu, salah satu jenis bambu yang tepung biji

digunakan adalah bambu petung yang keadaannya tidak terlalu tua . Langkah pembuatan stick: a) Bambu dibelah kecil- kecil seperti lidi dengan ukuran diameter menyesuaikan dengan permintaan, dalam pelatihan ini menggunakan ukuran 1,5mm dan panjangnya 20cm b) Selanjutnya dijemur hingga kering c) Melakukan sortasi dan membersihkan bambu dari rambut-rambutnya hingga benar- benar bersih dan halus Proses pembuatan dupa a) Biji nimba dan bunga kamboja yang sudah kering dibersihkan dan ditumbuk menggunakan penumbuk(lesung),kemudian dihaluskan hingga menjadi tepung dengan menggunakan blender b) Tangkai dupa/ Stick yang sudah siap dipakai dimasukkan ke dalam serbuk/lem perekat yang telah dicampur dengan air . Lem ini berfungsi untuk meletakkan serbuk pengisi yakni tepung biji nimba kering dan tepung bunga kamboja pada batang dupa . c) Selanjutnya stick bambu yang sudah berisi lem perekat dimasukkan ke dalam campuran tepung biji nimba dan bunga kamboja ditambahkan dengan kalsium dan soda api untuk membantu proses pembakaran pada dupa d) Menjemur stick yang sudah dimasukkan ke dalam serbuk dupa selama kurang lebih 15 menit e) Kemudian setelah kering , stick tersebut dimasukkan lagi ke dalam lem perekat dan dimasukkan juga pada serbuk pengisi,lalu dijemur f) Proses pada bagian e tersebut diulangi kembali sampai mendapatkan dupa yang besarnya sesuai dengan permintaan dan dioles dengan serbuk batok untuk memperkeras dan memperhalus permukaan dupa Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini.

g) Setelah kering ,dupa tersebut digiling-giling dengan menggunakan kertas lilin supaya permukaannya merata. Kemudian di kemas atau di-packing. 3. Tahap Evaluasi a. Evaluasi terhadap keterlaksanaan dan keberlanjutan program pelatihan ini.Terutama untuk mengetahui sejauh mana respon masyarakat terhadap program pelatihan pembuatan dupa three in one. b. Evaluasi terhadap penyusunan laporan awal disertai dengan pendokumentasian kegiatan yang dilakukan dalam pelatihan berdasarkan tahap-tahap yang sudah disebutkan di atas. c. Pengumpulan laporan.

H. Jadwal Kegiatan Program No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Kegiatan Pengajuan Usulan PKM-M Pengumuman diterima DIKTI Penyiapan alat dan bahan Bimbingan dari dosen Pelaksanaan pelatihan Evaluasi Pembuatan laporan akhir Seminar, revisi, dan penggandaan Laporan Pengiriman laporan Bulan Ke1 2 3 4 5 6

I. Rancangan Biaya 1. Biaya Pembelian Peralatan Penunjang Pelatihan NO 1. 2. 3. 4. Uraian Blender Penumbuk/lesung Baskom kecil Tampah/niru Jumlah 4 buah 2 buah 4 buah 4 buah Biaya Satuan (Rp) 300.000,100.000,15.000,10.000,Biaya Total (Rp) 1.200.000,200.000,60.000,40.000,-

Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini.

5. 6. 7. 8. 9

Terpal ukuran 23

1 buah

50.000,30.000,2.000,3.000,8.000,6.000,100.000,2.000,30.000,-

50.000,120.000,16.000.24.000,64.000,24.000,200.000,60.000,90.000,Rp 2.148.000,-

Ember plastik 4 buah ukuran sedang Garpu 8 buah Sendok plastik Pisau Gayung 8 buah 8 buah 4 buah 2 buah 30 lembar 3pax Jumlah Biaya

9.

Neraca Kertas lilin

Plastik pembungkus/label

2. Biaya Pembelian Bahan Penunjang Pelatihan NO 1 2 3 4 5. Uraian Serbuk perekat kayu Bambu Kalsium( kapur) Serbuk batok Soda api Jumlah 2 kg 1 batang 1 kantong plastik 5 kantong palstik 1kg 3 botol Jumlah Biaya 3. Biaya Konsumsi Konsumsi untuk tim PKM-M a. Persiapan tempat pelatihan = 5 orang x Rp 10.000,- x 2 kali = Rp 100.000,b. Persiapan alat pelatihan = 5 orang x Rp 10.000,- x 3 kali = Rp 150.000,c. Pelaksanaan pelatihan = 5 orang x Rp 20.000,- 3 d. Evaluasi = 5 orang x Rp 10.000,- x 3 kali = Rp 300.000,= Rp 150.000,Biaya Satuan (Rp) 20.000,25.000,30.000,6.000,45.000,Biaya Total (Rp) 40.000,25.000,30.000,30.000,135.000,260.000,-

Total Biaya

=Rp700.000,-

Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini.

Konsumsi untuk peserta pelatihan Peserta pelatihan = 20 orang x Rp 20.000,- (makan siang dan snack) =Rp 400.000,-

Total biaya konsumsi = Rp1.250.000,-

4. Biaya Perjalanan NO Uraian 1 Persiapan tempat pelatihan Sewa kendaraan barang Pembelian alat dan 3 bahan penunjang pelatihan 4 Sewa penginapan 2 x 5 orang Jumlah biaya 30.000 300.000 1.200.000 2 x 5 orang 50.000 500.000 Jumlah 5 orang Biaya Satuan (Rp) 40.000 Biaya Total (Rp) 200.000

2 kali

100.000

200.000

5. Biaya Dokumentasi NO 1 2 3 4 5 6 7 Uraian Kaset handycam Jumlah 2 buah Biaya Satuan (Rp) 60.000 22.000 100.000 70.000 Biaya Total (Rp) 120.000 88.000 100.000 70.000 100.000 4 keping 50 lembar Jumlah biaya 4.000 1.600 16.000 80.000 574.000

Baterai kamera digital 4 buah Sewa handycam Sewa kamera digital Transfer foto ke VCD CD Cuci cetak foto 1 buah 1 buah

Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini.

6. Biaya Kerohanian NO 1 2 3 4 5 6 Uraian Canang sari Pejati Segehan Canang raka Dupa Korek api Jumlah 50 buah 3 buah 10 buah 10 buah 2 bungkus 2 buah Jumlah biaya 7. Biaya Lain Lain NO 2 3 5 6 Uraian Fotokopi dan jilid laporan Biaya pengetikan laporan Biaya pencetakan laporan Rental internet Jumlah (23x 4) + 4 23hal 23 20 kali Jumlah biaya Biaya Satuan (Rp) 150, - + 5000, 2000 1000 5000 Biaya Total (Rp) 35.000,64.000,23.000,100.000,222.000,Biaya Satuan (Rp) 1.000 150.000 1.000 6.000 5.000 500 Biaya Total (Rp) 50.000 450.000 10.000 60.000 10.000 1.000 581.000

Rincian biaya yang dikeluarkan dapat dituliskan sebagai berikut: 1. Biaya pembelian peralatan penunjang pelatihan = Rp 2.148.000,2. Biaya pembelian bahan penunjang pelatihan 3. Biaya konsumsi 4. Biaya transportasi (perjalanan) 5. Biaya dokumentasi 6. Biaya kerohanian 7. Biaya pengeluaran lain = Rp 260.000,-

= Rp 1.250.000,= Rp 1.200.000,= Rp = Rp = Rp 574.000,581.000,222.000,-

Total Pengeluaran

= Rp 6.235.000,-

Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini.

J. Lampiran Lampiran 1. DAFTAR BIODATA KETUA DAN ANGGOTA KELOMPOK SERTA DOSEN PENDAMPING I. Ketua Pelaksana 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Nama lengkap : Ni Luh Putu Rusmana Dewi NIM/ Angkatan : 1013021056 /2010 Tempat, Tanggal lahir : Tabanan, 19 November 1991 Jenis Kelamin : Perempuan Jurusan : Pendidikan Fisika Fakultas : MIPA Institusi : Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja Riwayat Pendidikan : Tempat Tahun Masuk Tahun Tamat Ijazah/Titel Ijazah Ijazah Ijazah Keterangan Pendidikan Fisika

Tingkat Pendidikan SD

SD Negeri 2 1998 2004 Sukadana SMP Negeri 2 SMP 2004 2007 Kubu SMA Negeri 1 SMA 2007 2010 Kubu Universitas Pendidikan S-1 2010 Ganesha Singaraja Pengalaman Organisasi di Perguruan Tinggi: Karya tulis yang pernah dibuat : -

Singaraja, 10 Oktober 2010 Yang tersebut di atas,

Ni Luh Putu Rusmana Dewi NIM. 1013021056

Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini.