Anda di halaman 1dari 13

UNINTERRUPTIBLE POWER SUPPLY 1.

Pengertian UPS Uninterruptible Power Supply disingkat UPS adalah perangkat yang biasanya menggunakan baterai backup sebagai catuan daya alternatif, untuk dapat memberikan suplai daya yang tidak terganggu untuk perangkat elektronik yang terpasang. UPS merupakan sistem penyedia daya listrik yang sangat penting dan sangat diperlukan pada banyak perusahaan penyedia jasa telekomunikasi, jasa informasi, warnet dan banyak lagi. Dapat dibayangkan berapa besar kerugian yang timbul akibat kegagalan daya listrik jika sistem tersebut tidak dilindungi dengan UPS. Secara singkat UPS adalah suatu alat listrik yang berfungsi untuk melindungi ( proteksi ) beban-beban kritis terhadap terhadap gangguangangguan listrik. Uninterruptible Power Supply merupakan peralatan listrik yang dapat mengurangi gangguan-gangguan kelistrikan serta dapat memberikan daya listrik sementara pada saat listrik utama/PLN padam.

2. Fungsi UPS : a) Dapat memberikan energi listrik sementara ketika terjadi kegagalan daya pada listrik utama (PLN). b) Memberikan kesempatan waktu yang cukup kepada kita untuk segera menghidupkan Genset sebagai pengganti PLN. c) Memberikan kesempatan waktu yang cukup kepada kita untuk segera melakukan back up data dan mengamankan Operating System (OS) dengan melakukan shutdown sesuai prosedur ketika listrik utama (PLN) padam. d) Mengamankan sistem komputer dari gangguan-gangguan listrik yang dapat mengganggu sistem komputer baik berupa kerusakan software,data maupun kerusakan hardware. e) UPS secara otomatis dapat melakukan stabilisasi tegangan ketika terjadi perubahan tegangan pada input sehingga tegangan output yang digunakan oleh sistem komputer berupa tegangan yg stabil.

f) UPS dapat melakukan diagnosa dan management terhadap dirinya sendiri sehingga memudahkan pengguna untuk mengantisipasi jika akan terjadi gangguan terhadap sistem. g) User friendly dan mudah dalam installasi. h) User dapat melakukan kontrol UPS melalui Jaringan LAN dengan menambahkan beberapa accessories yang diperlukan. i) Dapat diintegrasikan dengan jaringan Internet. j) Notifikasi jika terjadi kegagalan dengan melakukan setting software UPS management. 3. Jenis jenis UPS a) Jenis UPS Berdasarkan Cara Kerjanya Menurut prinsip kerjanya UPS dibagi menjadi 2 : 1. UPS Offline Prinsip kerjanya sbb: pada saat UPS mendapat supply dari sumber listrik utama output UPS langsung dari sumber listrik utama. Pada saat sumber listrik utama mati atau diluar range yang telah ditentukan UPS bekerja dari inverter (Pengubah listrik DC dari Battere menjadi Listrik AC 220). Perpindahan dari supply listrik ke supply batere tersebut terdapat waktu pindah (transfer time) +/- 2ms - 4ms yang dapat mengakibatkan komputer restart, hal ini jarang terjadi tetapi masih ada resiko komputer restart.

Ups jenis ini mempunyai kelemahan yaitu jika tegangan input naik turun maka tegangan output dari Ups ini akan naik turun juga. Untuk memperbaiki kelemahan ini maka di buatlah Ups Line Interkative, yaitu dengan menambahkan stabilizer (AVR- Automatic Voltage Regulator) pada saat UPS bekerja dari sumber listrik utama.

2. UPS On Line Prinsip kerjanya sbb: UPS akan bekerja selalu dari inverter baik UPS bekerja dari sumber listrik utama maupun sumber listrik utama mati (UPS bekerja dari battere). Jadi dikarenakan UPS selalu bekerja dari inverter maka tidak ada transfer time (waku pindah) pada saat perpindahan dari

batere ke sumber listrik utama bagitu pula sebaliknya dan tegangan serta frekuensi output UPS juga akan sangat stabil. Pada system online ini pada umumnya terdapat converter AC to DC sebagai pengganti batere pada saat UPS bekerja dari sumber listrik utama. Jadi perpindahan itu terjadi dari converter ke batere atau sebaliknya. Inverternya tetap bekerja untuk mensupplay tegangan AC 220 pada output UPS. Sehingga tidak ada transfer time pada saat perpindahan dari sumber listik utama ke batere atau sebaliknya.

b) Jenis UPS Berdasar Bentuk Gelombangnya Dalam memilih ups sebaiknya kita mengetahui bentuk gelombang yang dihasilkan oleh inverter dari ups. Karena hal ini akan mempengaruhi kinerja dari beban yang akan dihubungkan dengan ups. (bentuk gelombangnya sebaiknya disesuaikan dengan karakter baban yang akan dipakai).

Menurut Bentuk Gelombangnya UPS dibagi menjadi dua:

1. UPS dengan bentuk gelombang sinusoidal / sinewave. Bentuk gelombang ini bentuknya sama dengan bentuk gelombang listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik atau genset.

2. UPS dengan bentuk gelombang non sinusoidal, dapat berupa step wave atau ada pula yang menyebutnya simulated sinewave,juga ada yang berupa square wave.

Dari jenis-jenis UPS ini dapat diketahui, pada umumnya jenis offline dan line interkative gelombang listrik dari inverternya berbentuk simulated sinewave atau square wave, meskipun ada pula yang sinusoidal. Sedangkan pada jenis online dipastikan bentuk gelombang dari inverternya sinusoidal.

Apa pengaruhnya bentuk gelombang ini terhadap beban. Bentuk gelombang sinusiodal merupakan bentuk gelombang yang terbaik bagi peralatan elektronik. Karena secara umum peralatan elektronik memang didesain untuk dapat bekerja baik dengan bentuk gelombang ini. Sedangkan bentuk non sinusiodal kadangkala membuat peralatan elektronik menjadi lebih panas (stress) bila dibandingkan dengan bentuk gelombang listrik yang sinusiodal.

Mungkin, karena bentuk gelombang sinusiodal kalau diukur dengan multimeter rms biasa dan dibandingkan dengan pengukuran

menggunakan multimeter true rms akan mendapatkan nilai yang sama. Sedangkan gelombang non sinusiodal jika dilakukan

pengukuran dengan multimeter rms biasa biasanya lebih rendah nilainya dibandingkan dengan pengukuran multimeter true rms, misal dengan multimeter rms biasa terukur 176Vac sedangkan dengan mulimeter true rms terukur 220Vac. Nilai tegangan sebenarnya, 220Vac yang terukur dengan multimeter true rms. Sedangkan setting pada ups biasanya menggunakan multimeter rms biasa. Kita bisa bayangkan kalau menggunakan multimeter rms biasa disetting terukur 220Vac, dan bila diukur dengan multimeter true rms bisa menjadi

250Vac, mungkin hal inilah yang menjadi kenapa komponen elektronik menjadi lebih panas bila menggunakan gelombang listrik non sinusiodal.

Tapi terkadang pengukuran dengan multimeter rms biasa pada gelombang non sinusiodal mendapatkan nilai yang lebih tinggi dibandingan dengan multimeter true rms. Nilai ini tergantung dari bentuk gelombang non sinusidalnya itu sendiri.

4. Komponen-komponen utama dalam UPS a) Baterai Jenis baterai yang digunakan UPS umumnya berjenis lead-acid atau jenis nikel-cadmium. Baterai ini umumnya mampu menjadi sumber tegangan cadangan maksimal selama 30 menit. b) Rectifier Penyearah

Gambar Rectifier

Penyearah atau Rectifier berfungsi untuk mengubah arus AC menjadi arus DC (direct current) atau DC dari suplai listrik utama. Hal ini bermanfaat pada saat pengisian baterai.

c) Inverter

Gambar Inverter

Kebalikan dari penyearah, Inverter berfungsi untuk mengubah arus DC dari baterai menjadi arus AC. Hal ini dilakukan pada saat baterai pada UPS digunakan untuk memberikan tegangan ke komputer.

d) Transfer Switch Transfer Switch adalah saklar listrik yang menghubungkan sumber tenaga listrik dari sumber utama ke sebuah sumber cadangan ( UPS ). Saklar ini dapat dioperasikan secara manual atau secara otomatis. Automatic Transfer Switch ATS sering dipasang di mana sebuah sumber daya cadangan terletak, sehingga dapat memberikan daya listrik sementara jika sumber listrik terputus.

5. Prinsip Dasar Cara Kerja UPS

Dalam keadaan gangguan, switch akan berpindah sehingga suplai daya dari suplai utama terblok. Karena rectifier dan inverter berada dalam satu unit. Akibatnya akan mengalir arus DC dari baterai menuju inverter. UPS bekerja berdasar kepekaan ( tegangan. UPS akan menemukan

penyimpangan

jalur voltase

linevoltage

) misalnya,

kenaikan tajam,

kerendahan, gelombang dan juga penyimpangan yang disebabkan oleh pemakaian dengan alat pembangkit tenaga listrik yang murah. Karena gagal, UPS akan berpindah ke operasi on-battery atau baterai hidup sebagai reaksi kepada penyimpangan untuk melindungi bebannya ( load ). Jika kualitas listrik kurang, UPS mungkin akan sering berubah ke operasi on-battery. Kalau beban bisa berfungsi dengan baik dalam kondisi tersebut, kapsitas dan umur baterai dapat bertahan lama melalui penurunan kepekaan UPS. 6. Bagian Umum Pada UPS Pada UPS baik line interaktif maupun on line terdapat beberapa blok atau komponen dasar seperti dibawah ini : a) Filter Yang dimaksud dengan filter disini adalah blok atau bagian yang berfungsi untuk mengeliminir gangguan kelistrikan. Untuk jenis UPS line interaktif filter ini disebut dengan Automatic Voltage Stabilizer yang system proteksi terhadap gangguan listriknya terbatas. Sedangkan pada UPS jenis Online atau continous filter ini biasanya disebut dengan EMI/RFI. b) Power supply dan charger Bagian ini berfungsi untuk merubah tegangan AC yang berasal dari PLN atau generator menjadi tegangan searah DC. Tegangan DC ini digunakan untuk menggerakkan komponen Aktif agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan,selain itu sebagian dari tegangan tersebut digunakan untuk mengisi (Charge) Battery. c) Battery Fungsi utama dari battery pada UPS adalah sebagai media penyimpan energi listrik yang akan digunakan apabila sumber listrik utama/PLN padam.Energi

listrik yang disimpan pada battery akan digunakan oleh Iventer untuk kemudian oleh Inverter dirubah menjadi listrik AC. d) Inverter Fungsi dari Inverter adalah merubah tegangan DC yang berasal dari battery menjadi tegangan AC yang akan digunakan oleh beban seperti komputer dan lain sebagainya e) Transfer Switch Sesuai dengan namanya Transfer Switch berfungsi untuk menghubungkan beban ke output INVERTER atau menghubungkan langsung beban ke sumber listrik/bypass proses ini hanya terjadi pada UPS ONLINE. Sedangkan pada UPS line interaktif transfer switch akan menghubungkan beban ke output inverter apabila sumber listrik utama padam.

7. Gangguan Listrik Banyak diantara kita tidak menyadari apa akibat dari gangguan listrik untuk komputer, jaringan network , peralatan telekomunikasi, atau peralatan lainnya. Sering kita menganggap bahwa gangguan listrik tersebut hanyalah padamnya aliran listrik saja, tanpa mengetahui adanya gangguan listrik lainnya yang sering menyebabkan PC hang, kehilangan data, atau kerusakan pada software dan hardware tersebut. Ada beberapa jenis gangguan suplai daya listrik untuk peralatan ektronik : a) Blackouts

Gambar 1. Blackouts

Total hilangnya listrik AC untuk 1 cicle atau lebih lama biasa hilang lebih dari 20 milidetik. Akibatnya : Kerusakan pada perangkat keras dan lunak, kehilangan data dan ada kerusakan pada sebagian isi file anda.

b) Fluctuations

Gambar 2.Fluctuations

Tegangan naik lebih dari 220V atau tegangan turun dari 220V. Hal ini sering terjadi di daerah daerah yang aliran listriknya tidak stabil yang di akibatkan suplai listrik terganggu. Akibatnya : Kerusakan pada drives, penyimpanan data, komputer hang.

c) Line noise

Gambar.3 Line noise

Gangguan noise pada jaringan listrik. Hal ini sering terjadi pada gardu-gardu yang tersebar diseluruh kota dan desa. Akibatnya : Merusak logic circuit, data file, juga merusak ketepatan hasil cetak dan ketepatan pengukuran suatu proses.

d) Sags

Gambar 4 .Sags

Penurunan tegangan listrik lebih dari separuh nominal tegangan selama beberapa detik. Penurunan dimaksud adalah hilangnya. Akibatnya :

Menyebabkan kerusakan atau hang pada workstation dan servers, interpretasi data yang salah dan kerusakan harddisk.

e) Surges

Gambar 5. Surges

Biasanya disebabkan oleh perubahan beban yang cukup besar pada jaringan listrik. Akibatnya : Menyebabkan keausan komponen listrik, kerusakan peralatan dan kesalahan penulisan pada hard disk.

f) Spike / lightning

Gambar 6.Spike

Tegangan kejut yang tinggi biasanya disebabkan induksi dari sumber listrik / tegangan yang sangat tinggi > 200KV seperti petir misalnya. Akibatnya : Menyebabkan keausan komponen elektronik, kerusakan dan kesalahan penulisan data pada hard disk.

Selain dari gangguan-gangguan listrik diatas, gangguan terhadap sumber listrik lainnya dapat berasal dari : a) Internal Yang dimaksud dengan gangguan internal dari sumber listrik adalah gangguan listrik yang diakibatkan oleh sumber listrik itu sendiri. Seperti kita ketahui sumber listrik utama PLN yang kita gunakan sebelumnya melalui sebuah proses yang panjang mulai dari Pembangkit Listrik, Transmisi tegangan tinggi, Gardu Induk, Gardu Distribusi hingga baru ke

rumah atau kantor.

Selama proses pengiriman energi listrik dari

pembangkit hingga ke konsumen tidak selamanya baik, bahkan sering terjadi gangguan seperti terjadinya perubahan tegangan, frekwensi dan lain sebagainya.

b) External Gangguan listrik secara external adalah gangguan terhadap energi listrik yang disebabkan oleh penggunaan peralatan listrik yang lain misalnya di dalam sebuah gedung gangguan listrik dapat timbul karena hidup/mati atau saat starting dan mematikan AC, lift atau alat werder, motor listrik, atau peralatan lain yang dalam waktu yang sangat pendek (sesaat) menarik arus listrik yang besar, atau tiba tiba pembebanan terhadap sumber listrik dari besar ke beban yang jauh lebih kecil. Hal ini akan menimbulkan gangguan berupa terjadinya perubahan bentuk gelombang, besarnya tegangan.