Anda di halaman 1dari 7

RANGKUMAN MATA KULIAH SISTEM ANGGARAN DAN PEMBENDAHARAAN NEGARA

ORGANISASI PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN DAERAH

DISUSUN OLEH : FADHILLAH ASRI NOPRIAL VALENRA M M.YOGI PRATAMA PUTRA RIZKI DARMAWAN ( 1102120964 ) ( 1102120906 ) ( 1102112822 ) ( 1102113026 ) (1102136429)

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS RIAU 2013

5.1

STRUKTUR ORGANISASI PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

Menurut Pasal 32 UU Nomor 25/2004, presiden menyelenggarakan dan bertanggung jawab atas Perencanaan Pembangunan Nasional. Dalam menyelenggarakan Perencanaan Pembangunan Nasional, Presiden dibantu oleh Menteri. Pimpinan Kementerian menyelenggarakan perencanaan pembangunan sesuai harapan dengan tugas dan kewenangannya. Dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan daerah juga disebutkan dalam Pasal 5(1) bahwa Kepala Daerah selaku kepala pemerintah daerah adalah pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah dan mewakili pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang dipisahkan.

5.2
5.2.1

ORGANISASI PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN DAERAH


Koordinat Pengelolaan Keuangan Daerah

Bunyi Permendagri Nomor 13/2006 tersebut diatas sejalan dengan PP Nomor 58/2005 Pasal 5 yang juga menyebutkan Kepala Daerah selaku kepala pemerintah daerah adalah pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah dan mewakili pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang dipisahkan. Pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah mempunyai kewenangan sebagai berikut : 1. Menetapkan kebijakan tentang pelaksanaan APBD 2. Menetapkan kebijakan tentang pengelolaan barang daerah 3. Menetapkan kuasa pengguna barang/anggaran 4. Menetapkan bendahara penerimaan dan/atau bendahara pengeluaran 5. Menetapkan pejabat yang bertugas yang bertugas melakukan pemungutan penerimaan daerah 6. Menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengelolaan utang dan piutang daerah 7. Menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengelolaan barang milik daerah

8. Menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengujian atas tagihan dan memerintahkan pembayaran Kekuasaan pengelolaan diatas dilaksanakan oleh : 1. Kepala satuan pengelolaan keuangan daerah selaku PPKD 2. Kepala SKPD selaku pejabat pengguna anggaran/barang daerah Dalam pelaksanaannya, koordinator pengelolaan keuangan daerah adalah sekretaris daerah. Koordinator ini mempunyai tugas koordinasi di bidang : 1. Penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pengelolaan APBD 2. Penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pengelolaan barang daerah 3. Penyusunan rancangan APBD dan rancangan perubahan APBD 4. Penyusunan raperda APBD, perubahan APBD dan pertanggungjawaban APBD 5. Tugas-tugas pejabat perencana daerah, PPKD, dan pejabat pengawas keuangan daerah 6. Penyusunan laporan keuangan daerah dalam rangka pertanggungjawaban

pelaksanaan APBN Selain itu, koordinator pengelolaan keuangan daerah juga mempunyai tugas : 1. Memimpin tim anggaran pemerintah daerah 2. Menyiapkan pedoman palaksanaan APBD 3. Menyiapkan pedoman pengelolaan barang daerah 4. Memberikan persetujuan pengesahan DPA SKPD 5. Melaksanakan tugas-tugas koordinasi pengelolaan keuangan daerah lainnya

5.2.2

Bappeda Provinsi/Kabupaten/Kota

Dalam kondisi ini, tampaknya saat ini lempaga perencanaan seperti Bappeda dan Bappenas selain melaksanakan fungsinya sebagai lembaga yang menyiapkan rencana-rencana

pembangunan seperti yang diamanatkan oleh UU Nomor 25/2004 juga harus melakukan upaya pengembangan kelembagaan agar mampu melaksanakan perencanaan yang partisipatif dan sekaligus menumbuhkan budaya perencanaan dengan melibatkan masyarakat secara lebih intensif. Sebagai badan spesialis perencanaan daerah, BAPPEDA mempunyai tugas untuk menyiapkan rancangan RPJP daerah (UU Nomor 25/2004 Pasal 10 Ayat 2). Selain itu, BAPPEDA juga bertugas untuk menyelenggarakan pembanguna jangka panjang daerah (UU Nomor 25/2004 Pasal 11 Ayat 3). 5.2.3 Pejabat Pengelolaan Keuangan Daerah Dalam PP Nomor 58/2005 Pasal 7 dan Permendagri Nomor 13/2006 Pasal 7 disebutkan bahwa kepala SKPD (Satuan Kerja Pengelolaan Keuangan Daerah) selaku PPKD (Pejabat Pengelolaan Keuangan Daerah) mempunyai tugas sebagai berikut : 1. Menyusun dan melaksanakan kebijakan pengelolaan kauangan daerah 2. Menyusun rancangan APBD dan rancangan perubahan APBD 3. Melaksanakan pemungutan pendapatan daerah yang telah ditetapkan sesuai dengan yang telah ditetapkan peraturan daerah 4. Melaksanakn fungsi Bendahara Umum Daerah (BUD) 5. Menyusun laporan keuangan daerah dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 6. Melaksanaan tugas lainnya berdasarkan kuasa yang dilimpahkan oleh kepala daerah. PPKD dalam melaksanakan fungsinya sebagai BUD berwenang : 1. Menyusun kebijakan dan pedoman pelaksanaan APBD 2. Mengesahkan DPA SKPD/DPPA SKPD 3. Melakukan pengendalian pelaksanaan APBD 4. Memberikan petunjuk teknis pelaksanaan sistem penerimaan dan pengeluaran kas

daerah 5. Melaksanakan pemungutan pajak daerah 6. Menetapkan Surat Penyediaan Dana (SPD) 7. Menyiapkan pelaksanakan pinjaman dan pemberian pinjaman atas nama pemerintah daerah 8. Melakukan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan daerah 9. Menyajikan informasi keuangan daerah 10. Melaksanakan kebijakan dan pedoman pengelolaaan serta pengahapusan barang milik daerah PPKD selaku BUD menunjuk pejabat dilingkungan satuan kerja pengelola keuangan daerah selaku kuasa BUD.Penunjukan kuasa BUD ditetapkan dengan keputusan kepala daerah. Kuasa BUD mempunyai tugas-tugas sebagai berikut : 1. Menyiapkan anggaran kas 2. Menerbitkan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) 3. Menyiapkan SPD 4. Menyimpan seluruh bukti asli kepemilikan kekayaan daerah 5. Memantau pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran APBD lembaga keuangan lain yang ditunjuk 6. Mengusahakan dan mengatur dana yang diperlukan dalam [elaksanaan APBD 7. Menyimpan uang daerah 8. Melaksanakan penempatan uang daerah dan mengelola/menatausahakan investasi daerah 9. Melakukan pembayaran berdasarkan permintaan pejabat pengguna anggaran atas beban rekening kas umum daerah 10. Melaksanakan pemberian pinjaman atas nama pemerintah deerah 11. Melakukan pengelolaan utang dan piutang daerah 12. Melakukan penagihan piutang daerah. oleh bank dan/atau

PPKD dapat melimpahkan kepada pejabat lainnya dilingungan SKPD untuk melaksanakan tugastugas sebagai berikut : 1. Menyusun rancangan APBD dan rancangan perubahan APBD 2. Melakukan pengendalian pelaksanaan APBD 3. Melaksanakan pemungutan pajak daerah 4. Menyiapkan pelaksanaan pinjaman dan pemberian jaminan atas nama pemerintah daerah 5. Melaksanakan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan daerah 6. Menyajikan informasi keuangan daerah 7. Melaksanakan kebijakan dan pedoman pengelolaan serta pengahapusan barang milik daerah.

5.2.4 Pejabat Pengguna Anggaran/Pengguna Barang Daerah Dalam PP Nomor 58/2005 Pasal 10 disebutkan bahwa pejabat pengguna anggaran/barang daerah mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut : 1. Menyusun RKA SKPD 2. Menyusun DPA SKPD 3. Melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran atas beban anggaran belanja 4. Melaksanakan anggaran SKPD yang dipimpinnya 5. Melakukan pengujian atas tagihan dan memerintahkan pembayaran 6. Melaksanakan pemungutan penerimaan bukan pajak 7. Mengadakan ikatan/perjanjian kerja sama dengan pihak lain dalam batas anggaran yang telah ditetapkan 8. Mengelola utang dan piutang yang menjadi tanggung jawab SKPD yang dipimpinnya 9. Mengelola barang milik daerah/kekayaan yang menjadi tanggung jawab SKPD yang

dipimpinnya 10. Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan SKPD yang dipimpinnya 11. Mengawasi pelaksanaan anggaran SKPD yang dipimpinnya 12. Melaksanakan tugas-tugas pengguna anggaran/pengguna barang lainnya

berdasarkan kuasa yang dilimpahkannya oleh kepala daerah 13. Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada kepala daerah melalui sekretaris daerah Menurut Kepmendagri Nomor 13/2006 Pasal 10, tugas kepala SKPD ditambah satu yaitu menandatangani Surat Perintah Membayar (SPM) 5.2.5 Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK)

PPTK yang ditunjuk bertangguang jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada pengguna anggaran/pengguna barang. Tugas PPTK adalah : 1. Mengendalikan pelaksanaan kegiatan 2. Melaporkan perkembangan pelaksanaan kegiatan 3. Menyiapkan dokumen anggaran atas beban pengeluaran pelaksanaan kegiatan