Anda di halaman 1dari 6

RANGKUMAN MATA KULIAH SISTEM ANGGARAN DAN PEMBENDAHARAAN NEGARA

Perencanaan Pembangunan dan Penganggaran Pemerintah Daerah Di Indonesia

DISUSUN OLEH :

FADHILLAH ASRI NOPRIAL VALENRA M M.YOGI PRATAMA PUTRA RIZKI DARMAWAN

( 1102120964 ) ( 1102120906 ) ( 1102112822 ) ( 1102113026 ) (1102136429)

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS RIAU 2013

Perencanaan Pembangunan Dan Penganggaran Pemerintah Daerah Di Indonesia

4.1 LINGKUNGAN STRATEGIS YANG BERPENGARUH


Proses perencanaan dan penganggaran daerah iasanya dipengaruhi oleh lingkungan yang terdiri dari faktor internal dam faktor eksternal. Strategi dalam mewujudkan perencanaan dan penganggaran ini pun megikuti permasalahan yang terjadi yaitu strategi internal dan eksternal. Didalam penjelasan atas PP Nomor 20/2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah, untuk mencapai hasil yang dimaksudkan sistem penganggaran dan perencanaan harus menciptakan lingkungan yang mendukung, dengan karakteristik : 1. Mengaitkan perencanaan kebijakan, program, dan kegiatan telah

mempertimbangkan kendala anggaran ; a. Memastikan bahwa biaya sesai dengan hasil yang diharapkan b. Memberikan informasi yang diperlukan untuk mengevaluasi hasil dan mengkaji kembali kebijakan 2. Memberikan media/forum bagi alternatif keijakan untuk berkompetisi satu sama lain 3. Meningatkan kapasitas dan kesediaan untuk melakukan penyesuaian prioritas kembali alokasi sumber daya

4.2 JENIS PERENCANAAN DI INDONESIA


Perencanaan pembangunan nasional di Indonesia dapat dikelompokkan menurut periode/jangka waktu, dimensi pendekatan, dan proses/hierarki penyusunan. 4.2.1 Perencanaan Menurut Jangkauan Jangka Waktu

Perencanaan terdiri atas jangka waktu terdiri atas : 1) Rencana untuk pembangunan jangka panjang dengan periode 25 tahun

2) Rencana untuk pembangunan jangka menenga untuk jangka periode 5 tahun 3) Rencana untuk pembangunan jangka pendek yang tertuang dalam RAPBN

4.2.2

Perencanaan Menurut Dimensi Pendekatan dan Koordinasi

Perencanaan pembangunan makro adalah perencanaan pebangunan nasional dalam sala makro atau menyeluruh. Perencanaan makro ini dilakukan dengan melihat dan memperhitungkan secara cermat keterkaitannya dengan sektor regional dan sektoral

Perencanaan sektoral adalah perencanaan yang dilakukan dengan pendekatan berdasarkan sektor, maksud sektor disini adalah kumpulan dari berbagai kegiatan atau program yang mempunyai persamaan ciri dan tujuan. Pendekatan ini bertumpu pada lokasi kegiatan.

Perencanaan dengan dimensi regional menitikberatkan pada aspek lokasi dimana kegiatan dilakukan dan Perencanaan mikro adalah perencanaan skala rinci dalam perencanna tahunan yang merupakan penjabaran rencan baik makro, sektoral, regional kedalam susunan proyek dan kegiatan dengan berbagai dokumen dan perencanaan

4.2.3

Perencanaan Menurut Proses/Hierarki Penyusunan

Berdasarkan proses dibagi atas 1. Perencanaan dari bawah ke atas (bottom up planning) 2. Perencanaan dari atas ke bawah (top down planning)

4.3 PROSES

PERENCANAAN

DAN

PENGANGGARAN

DI

INDONESIA
UU NO 25/2005 mengenal 5 pendekatan dalam penyusunan rencana pembangunan antara lain: 4.3.1 Pendekatan Politik 1. Visi, misi dan program kepala daerah terpilih menjadi visi,misi jangka menengah daerah, sementara program kepala daera terpilih menjadi keijakn utama dan dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2. Mengingat pembanguna jangka panjang bukan hanya menjadi kepentingan selurug pemangku kepentingan daerah masa kini namun juga menjadi pengantar bagu generasi selanjutnya, maka visi, misi, dan ara pembangunan jangka panjang seyogyanya menjadi prakarsa dalam konsensus seluruh komponen daerah yang memiliki wawasan untuk itu

4.3.2

Pendekatan Teknokratik 1. Perenecanaan dilakukan dengan metode dan kerangka yang ilmiah, berdasarkan data yang akurat dan dapat dipertanggungkawabkan oleh tenaga ahli atau lembaga resmi yang mengakuinya 2. Dalam dokumen rencana, indikator pencapaian kerja dinyatakan secra eksplisitatas rencana yang disusun.

4.3.3

Pendekatan Partisipatif 1. Dilaksanaan dengan melibatkan semua pihak yang berkepentinganterhadap pembangunan yang diirencanakan tersebut 2. Pemangu kepentingan dilibatkan untuk mendapatkan aspirasi dan

menciptakan rasa memiliki 3. Dalam pelaksanaannya, pembahasan bersama pemangku kepentingannya dari rencana tersebut dapat dilakukan 4. Pemangku kepentingan adalah semua pihak yang terkait dengan rencan yang bersangkutan 5. Penyusunan rencana bersifat iinklusif

6. Hasil

dan

tindak

lanjut

atas

lesepakatan

partisipasi

tresebut

dipertanggungjawabkan pada para pengambil keputusan.

4.3.4

Pendekatan Bottom Up Merupakan pendekatan dimana perencanaan yang dibangun dari tingkatan

pemerintah yang lebih rendah untuk disampaikan pada pembahasan perencanaan di tingkatan yang lebih tinggi. 4.3.5 Pendekatan Top Down Merupakan pendekatan perencanaan yang diawali dengan penyampaian rencana dari tingkatan pemerintah yang lebih tinggi untuk dioperasionalkan pada pemerintah di daerah atau wilayah aministratif yang lebih kecil

4.4 DATA DAN INFORMASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN


Data adalah keterangan ojektif tentang suatu fakta baik dalam bentuk kualitatif, kuantitatif maupun gamar visual yang diperoleh baik melalui observasi langsung maupun dari yang sudah terkumpul dalam bentuk cetakan/perangkat penyimpan lain. Informasi adalah data yang sudah diolah yang digunakan untuk mendapatkan interpretasi tentang suatu fakta

4.5 PRINSIP DALAM DISIPLIN ANGGARAN


Disiplin anggaran memiliki beberapa prinsip : 1. Prinsip Kemandirian Mengupayakan peningkatan sumber-sumber pendapatan sesuai dengan potensi dalam rangka mengurangi ketergantungan kepada organisasi lain 2. Prinsip Prioritas Pelaksanaan anggaran hendaknya tetap mengacu pada priritas utama pembangunan daerah 3. Prinsip efisiensi dan efektifitas anggaran

Menyediakan pendanaan dan penghematan yang mengarah pada skala prioritas