Anda di halaman 1dari 5

Lembar Kerja Siswa (LKS)

Nama kelompok Nama Siswa Kelas

: ............................................................................................................. : ............................................................................................................. : .............................................................................................................

A. Kompetensi Dasar

3.11 Menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dan cahaya dalam teknologi.

4.10 Merencanakan dan melaksanakan percobaan interferensi cahaya.

B. INDIKATOR. 1. Siswa mampu Menjelaskan pengertian interferensi cahaya . 2. Siswa mampu menjelaskan interferensi dua celah sempit (percobaan Young) dan interferensi pada lapisan tipis. 3. Siswa mampu memformulasikan sifat-sifat gelombang pada cahaya. 4. Melaksanakan percobaan untuk penyelidiki pola dan interferensi menggunakan kisi dan
laser pointer.

5. Mengolah data praktik kedalam grafik, menyusun persamaan grafik, dan menemukan
pengaruh perubahan jarak layar dan konstanta kisi terhadap jarak garis terang pada layar serta menentukan panjang gelombang cahaya laser pointer

C. Alat dan Bahan Senter atau lampu sorot yang kuat Kisi 2 celah Penggaris Plastik Bening Pisau silet, dan Layar.

D. Materi Ajar Interferensi adalah paduan dua gelombang atau lebih menjadi satu gelombang baru. Jika kedua gelombang yang terpadu sefase, maka terjadi interferensi konstruktif (saling menguatkan). Gelombang resultan memiliki amplitudo maksimum. Interferensi cahaya tidaklah senyata seperti interferensi pada gelombang air atau gelombang bunyi. Interferensi terjadi jika terpenuhi dua syarat berikut ini: 1) Kedua gelombang cahaya harus koheren, dalam arti bahwa kedua gelombang cahaya harus memiliki beda fase yang selalu tetap, oleh sebab itu keduanya harus memiliki frekuensi yang sama. 2) Kedua gelombang cahaya harus memiliki amplitude yang hampir sama. Terjadi dan tidak terjadinya interferensi dapat digambarkan seperti pada Gambar 2.3.

Gambar 2.3. (a) tidak terjadi interferensi, (b) terjadi interferensi Untuk menghasilkan pasangan sumber cahaya kohern sehingga dapat menghasilkan pola interferensi adalah : 1) sinari dua (atau lebih) celah sempit dengan cahaya yang berasal dari celah tunggal (satu celah). Hal ini dilakukan oleh Thomas Young. 2) dapatkan sumber-sumber kohern maya dari sebuah sumber cahaya dengan pemantulan saja. Hal ini dilakukian oleh Fresnel. Hal ini juga terjadi pada pemantulan dan pembiasan (pada interferensi lapisan tipis). 3) Gunakan sinar laser sebagai penghasil sinar laser sebagai penghasil cahaya kohern.

Percobaan Interferensi Young Berbeda dengan percobaan yang dilakukan oleh Fresnell, Young menggunakan dua penghalang, yang pertama memiliki satu lubang kecil dan yang kedua dilengkapi dengan dua lubang kecil. Dengan cara tersebut, Young memperoleh dua sumber cahaya (sekunder) koheren yang monokromatis dari sebuah sumber cahaya monokromatis (Gambar 2.5). Pada layar tampak pola garis-garis terang dann gelap. Pola garis-garis terang dan gelap inilah bukti bahwa cahaya dapat berinterferensi. Interferensi cahaya terjadi karena adanya beda fase cahaya dari kedua celah tersebut.

Gambar 2.5. Percobaan dua celah oleh Young Pola interferensi yang dihasilkan oleh kedua percobaan tersebut adalah garis-garis terang dan garis-garis gelap pada layar yang silih berganti. Garis terang terjadi jika kedua sumber cahaya mengalami interferensi yang saling menguatkan atau interferensi maksimum. Adapun garis gelap terjadi jika kedua sumber cahaya mengalami interferensi yang saling melemahkan atauinterferensi minimum. Jika kedua sumber cahaya memiliki amplitudo yang sama, maka pada tempat-tempat terjadinya interferensi minimum, akan terbentuk titik gelap sama sekali. Untuk mengetahui lebih rinci tentang pola yang terbentuk dari interferensi dua celah, perhatikan penurunan-penurunan interferensi dua celah berikut. Pada Gambar 2.6, tampak bahwa lensa kolimator menghasilkan berkas sejajar. Kemudian, berkas cahaya tersebut melewati penghalang yang memiliki celah ganda sehingga S1 dan S2 dapat dipandang sebagai dua sumber cahaya monokromatis. Setelah keluar dari S1 dan S2, kedua cahaya digambarkan menuju sebuah titik A pada layar. Selisih jarak yang ditempuhnya (S2A S1A) disebut beda lintasan. ........................................2.2

Gambar 2.6. Percobaan Interferensi Young Interferensi maksimum akan terjadi jika kedua gelombang yang tiba di titik A sefase. Dua gelombang memiliki fase sama bila beda lintasannya merupakan kelipatan bilangan cacah dari panjang gelombang. S = m ............................................................2.4 Jadi, persamaan interferensi maksimum menjadi

.........................................................2.5 dengan d = jarak antara celah pada layar p = jarak titik pusat interferensi (O) ke garis terang di A l = jarak celah ke layar = panjang gelombang cahaya m = orde interferensi (0, 1, 2, 3, ...) E. Prosedur Kerja 1. Rangkailah alat percobaan seperti gambar dibawah ini! 2. Letakkan layar di depan celah! 3. Sorotilah celah tersebut dengan laser ! 4. Ukurlah jarak celah ke layar (L), jarak antar kisi (d), dan jarak antar pola yang dibentuk (y)! 5. Catatlah hasil pengamatan pada tabel dibawah ini! 6. Gantilah jarak layar ke celah secara bervariasi (untuk 10 cm. 20 cm dan 30 cm). 7. Ulangilah kegiatan tersebut seperti langkah ke- 4.

No 1 2 3

d (meter)

y (meter)

L (meter)

(m)

Pertanyaan 1. Bagaimana hubungan antara d dengan y, d dengan L, dan d dengan ! 2. Jika cahaya laser diganti dengan lampu sorot, hitunglah banyak garis terang yang terjadi! 3. Olahlah data praktik kedalam grafik, kemudian susun persamaan grafik. Selanjutnya jawab
pertanyaan berikut ini :

a. Bagaimanakah pengaruh perubahan jarak layar dan konstanta kisi terhadap jarak garis
terang pada layar.

b. Tentukan panjang gelombang cahaya laser pointer dengan menggunakan rumus


interferensi celah ganda!

4. Tuliskan kesimpulan yang anda peroleh dari hasil percobaan!