Anda di halaman 1dari 20

PSIKOLOGI SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Oleh : FAUZIYAH DARYANTI LILIS SURYANI DANI KURNIA$AN (46 (46 (46 !! !!""# !! !!6 # !! !!%!#

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNI&ERSITAS MER'U BUANA JAKARTA "! (

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


PENGERTIAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KARYAWAN Keselamatan dan kesehatan karyawan menunjukkan pada kondisi fisiologis-fisik dan psikologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja perusahaan. Apabila sebuah perusahaan melaksanakan tindakan-tindakan keselamatan dan kesehatan yang efektif, maka penderita cedera atau penyakit-penyakit jangka pendek maupun jangka panjang akan makin berkurang. Kondisi fisiologis-fisik meliputi penyakit-penyakit (seperti kanker paru-paru dan leukemia, kemandulan, kerusakan system syaraf pusat dan bronchitis kronis), dan kecelakaan kerja (seperti kehilangan anggota badan, cedera yang diakibatkan gerakan-gerakan berulangulang, dan sakit punggung). Kondisi-kondisi psikologis diakibatkan oleh stress pekerjaan dan kehidupan kerja yang berkualitas rendah. Hal ini meliputi ketidakpuasan, sikap apatis, penarikan diri, percaya diri yang berlebihan, picik, menjadi pelupa, kebingungan terhadap peran dan kewajiban, tidak mempercayai orang lain, bimbang dalam mengambil keputusan, kurang perhatian, mudah marah, selalu menunda pekerjaan, dan mudah putus asa terhadap hal-hal yang sepele. stilah keselamatan dan kesehatan tempat kerja (worlplace safety and health) mengacu pada kondisi psikologis fisik dan psikologis pekerja yang merupakan hasil dari lingkungan yang diberikan oleh perusahaan (!ackson, "chuler, #erner$ %&'')

TUJUAN DAN PENTINGNYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (emeliharaan keselamatan dan kesehatan karyawan merupakan hal penting untuk diperhatikan. perusahaan memperhatikan hal ini untuk memberikan kondisi atau lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat, serta menjadi lebih bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan tersebut, terutama bagi organisasi-organisasi yang mempunyai tingkat kecelakaan yang tinggi. )ingkungan kerja yang aman dan sehat akan menghasilkan * '. (eningkatan produkti+itas karena menurunnya jumlah hari kerja yang hilang %. (eningkatan efisiensi dan kualitas pekerja yang lebih berkomitmen

,. (enurunan biaya kesehatan dan asuransi -. .leksibilitas dan adaptasi yang lebih besar sebagai akibat dari meningkatnya partisipasi dan rasa kepemilikan /. 0asio seleksi tenaga kerja yang lebih baik karena meningkatnya citra perusahaan

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN KERJA Kecelakaan kerja biasanya merupakan hasil dari tindakan-tindakan kerja dan lingkungan kerja yang tidak aman, atau gabungan keduanya. 1erikut ini ada beberapa penyebab kecelakaan kerja yang teridentifikasi * '. Kecerobohan personal "ebagian ahli menunjuk pekerja sebagai peyebab utama terjadinya kecelakaan. Kecelakaan bergantung pada perilaku kerja, tigkat bahaya dalam ligkungan pekerjaan, atau karena nasib sial. Kecelakaan kerja yang bersumber dari kecerobohan pribadi telah mencapai angka sebesar 2&3 dari keseluruhan kecelakaan kerja yang terjadi di organisasi. 4indakan-tindakan personal yang kurang aman ini meliputi senda gurau yang berlebihan, tidak menggunakan alat pengaman, menggunakan alat yang tidak sesuai, dan serig tidak mengindahkan prosedur kerja atau mengambil jalan pintas. (eristiwa tersebut tersebut terjadi sulit untuk diidentifikasi penyebabnya, tapi kemungkinan besar disebabkan oleh kelelahan kerja yang amat sangat, terlalu tergesagesa, kebosanan, stres, penglihatan yang kurang, suka melamu ( daydreaming), kebencian dan ketidakmatangan emosional. !adwal kerja dan kelelahan juga memengaruhi taraf kecelakaan. 4araf kecelakaan biasanya tidak meningkat terlalu tinggi selama lima atau enam jam pertama pada hari kerja. 4etapi setelah itu, taraf kecelakaan meningkat lenih cepat daripada kenaikan dalam jumlah jam kerja. Hal ini sebagian disebabkan oleh kelelahan dan sebagian kecelakaan lebih sering terjadi selama jam kerja malam.

%. )ingkungan fisik

Kecelakaan kerja dapat terjadi di semua tipe lingkugan, misalnya kantor, tempat parkir, dan pabrik. "elain itu, salah satu penyebab utama kecelakaan juga disebabkan oleh kondisi mekanis dan perlengkapan yag tidak aman. Hal ini termasuk hal-hal seperti* (eralatan yang tidak terjaga dengan baik (eralatan yang rusak (rosedur berbahaya didalam, pada, atau disekitar mesin atau peralatan (enyimpanan yang tidak aman-kepadatan, kelebihan beban (enerangan yang tidak tepat-cahaya yang menyorot, atau tidak cukup 5entilasi yang tidak baik-pertukaran udara yang tidak cukup, sumber udara yang tidak murni

,. Kecenderungan terjadinya kecelakaan (accident promenes) (enyebab ketiga yang sering menimbulkan kecelakaa kerja adalah adanya orang-orang tertentu yang cencerung mengalami kecelakaan. Kondisi ini terjadi mungkin berasal dari sifat bawaan sejak lahir, atau karena keadaan tertentu (misalnya, seorang karyawan yang tidak dapat tidur sepajag malam, karena mengurus anaknya yang sakit).

-. Kehidupan kerja yang berkualitas rendah "truktur orgaisasi yang menyebabka terjadinya kehiudpan kerja berkualitas rendah, meliputi * a. (ekerjaan-pekerjaan dengan tingkat peugasan, keragaman, identitas, otonomi, dan umpan balik yang rendah. b. 6inimnya keterlibatan karyawan dala pengambilan keputusan dan terlalu banyaknya komunikasi satu arah pada para pekerja. c. "istem pengupahan yang tidak berdasarkan kinerja, atau berdasarkan kinerja yang tidak dapat diukur secara obyektif, atau dibawah pengendalian pekerja. d. "uper+isor, deskripsi pekerjaan, dan kebijakan-kebijakan organisasi yang gagal mengungkapkan kepada pekerja apa yang dihjarapkan dan faktor yang mempegaruhi pemberian imbalan.

e. Kebijakan-kebijakan da praktik-praktik sumberdaya menusia yang diskriminatif dan ber+aliditas redah. f. Kondisi-kondisi pekerjaan yang dapat mengakibatkan pekerja dapat diberhentikan semuanya. g. 1udaya perusahaan yag tidak mendukung pemberdayaan karyawan dan keterlibata dalam pekerjaan.

STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN TEMPAT KERJA Ketika bahaya di tempat kerja telah diidentifikasi, berbagai strategi dapat dikembangkan untuk menghilagkan atau menguranginya. 7ntuk menentukan apakah sebuah strategi berjalan efektif, perusahaan dapat membandigkan kejadian, tingkat keparahan, serta frekuensi penyakit da8n kecelakaan sebelum dan sesudah inter+esi. 9"HA telah menyetujui metode-metode untuk menentukan tingkat-tingkatnya. '. 6engawasi 4ingkat Keselamatan dan Kesehatan 9"HA mewajibkan perusahaan untuk menyimpan catatan kecelakaan dan penyakit pegawainya. catatan tersebut menjadi dasar untuk menentukan kecenderungan jangka panjang, termasuk peningkatan atau penurunan kesehatan pegawai. Tingkat Ke a!ian 4ingkat kejadian adalah sebuah ukuran yang menghitung jumlah kecelakaan dan penyakit dalam satu tahun. :ilai ini dihitung dengan menggunakan rumus berikut.

4ingkat kejadian ; !umlah kecelakaan dan penyakit < %&&.&&& !umlah jam kerja pegawai

Tingkat F"ek#en$i 4ingkat frekuensi adalah ukuran jumlah kecelakaan dan penyakit untuk setiap juta jam kerja. 4ingkat ini dihitung dengan.

4ingkat frekuensi ; !umlah kecelakaan dan penyakit < '.&&&.&&& jam !umlah jam kerja pegawai

Tingkat Ke%a"a&an 4ingkat keparahan menggambarkan jam kerja yang benar-benar hilang karena kecelakaan atau penyakit. 4ingkat keparahan dapat diukur dengan rumus berikut.

4ingkat keparahan ; !umlah jam yang dibebankan < '.&&&.&&& jam !umlah jam kerja pegawai

%. (encegahan Kecelakaan 6erancang lingkungan kerja yang dapat mencegah kecelakaan mungkin cara terbaik untuk mencegah kecelakaan dan meningkatkan keselamatan. 1eberapa fitur keselamatan yang dapat dimasukkan ke dalam lingkungan fisik adalah pejagaan mesinmesin, pegangan tangga, kacamata dan helm khusus, lampu peringatan, mekanisme pembenaran sendiri, serta penghentian otomatis. E"g'n'(i$) "alah satu cara meningkatkan keselamatan adalah membuat pekerjaan tersebut lebih nyaman dan tidak melelahkan melalui ergonomis. =rgonomis merupakan perubahan dalam ligkungan pekerjaan bersama dengan kemampuan serta batasan fisik dan psikologis pegawai. K'(ite ke$e*a(atan !an ke$e&atan) "ekitar >/3 perusahaan memiliki pegawai sebayak /& atau lebih menggunakan komite keselamatan dan kesehatan utuk melibatkan

pegawai dalam menigkatkan kondisi-kondisi tempat kerja. Komite keselamatan dan kesehatan biasanya bertanggungjawab mengidentifikasi masalah-masalah yang harus diatasi si tempat kerja dan mengambangkan rekomedasi dalam melakukan peningkatan. 1ukti yang ada meunjukkan bahwa komite-komite tersebut sangat berguna dalam mengurangi frekuensi dan keparaha kecelakaan di tempat kerja.

,. (encegahan (enyakit (enyakit kerja dapat lebih merugikan dan berbahaya daripada kecelakaan kerja. Karena penyakit sering kali membutuhkan waktu lama untuk berkembang, kodisi kerja yang berbahaya bisa tidak terdeteksi selama beberapa tahun. 6engembangkan strategi untuk mengurangi tingkat kejadian penyakit ini biasanya lebih sulit daripada mengurangi kecelakaan dan cedera. Pen+i(%anan Catatan) (ada tingkat minimum, 9"HA mewajibkan perusahaan utuk mengukur bahan kimia yang ada di ligkugan kerja serta meyimpan catatan mengenai pengukuran tersebut. ?atatan tersebut harus berisi informasi yang tepat mengenai penyakit dan paparannya. Menga,a$i Pa%a"an) (endekatan yang jelas utuk mengendalikan penyakit di tempat kerja adalah menghilangkan perantara bahan kimia atau racun yang ada di tempat kerja. (edekatan lainnya adalah mengawasi dan membatasi paparan terhadap bahan-bahan berbahaya. Pen+a"ingan Geneti$) (eyaringan genetis adalah pendekatan yang palig ekstrem dan kontro+ersial untuk mengendalikan penyakit kerja. @engan menggunakan pengujian genetis untuk menyaring indi+idu-indi+idu yang mudah terkena penyakit tertentu, perusahaan dapat menguragi kemungkinan untuk menghadapkan karyawan yang sensitif dengan kondisi-kondisi yang dapat diterima oleh pegawai lain tanpa bahaya apapun.

-. 6anajemen 4indakan Hingga saat ini, perusahaan-perusahaan memberikan program-program yang dirancang untuk membantu pegawai menghadapi tekanan terkait pekerjaan. (enekanan utamanya adalah memberikan informasi yang nyata untuk mengurangi ambiguitas yang

berhubungan dengan peran pekerjaan yang berganti secara cepat. Harapannya adalah program ini daopat mengurangi tekanan yang dialami oleh pegawai. "elain mencoba mengurangi sumber-sumber tekanan di tempat kerja, banyak perusahaan yang memberikan pelatihan dan program lain yang ditujukan untuk membantu pegawai menangani tekanan dengan efektif. @engan membantu pegawai menangani pegawai secara efektif, perusahaan dapat mengurangi akibat dari kesehatan yang negatif karena paparan jangka panjang. 6engembangkan keterampilan manajemen waktu adalah salah satu strategi efektif yang dapat digunakan oleh pegawai untuk mengatasi tekanan perusahaan.

/. (rogram Kesehatan (erusahaan-perusahaan semakin berfokus untuk menjaga pegawainya tetap sehat dan bugar. (ekerja yang tidak sehat dapat meningkatkan pengeluaran perusahaan dengan beberapa cara. @engan meningkatkan kesehatan pegawaiya, perusahaan dapat mengurangi pengeluaran tersebut dan meningkatkan keuntungan mereka. Pen#"#nan -e"at -a!an) Akti+itas penurunan berat badan merupakan komponen pentig dari program kesehatan dari banyak perusahaan. 1iaya layanan kesehatan bagi pegawai yang kegemukan sekitar satu pertiga lebih tinggi daripada biaya untuk pegawai dengan berat badan ormal, dan biaya pengobatan (sering kali dibayar dengan tunjangan resep obat) >>3 lebih tinggi. )agipula, para pekerja yang kegemukan akan lebih serig abse selama lebih dari '- hari per tahun. Peng&entian "'k'k) 1agi perusahaan, pengeluaran karena rokok meliputi hilangnya produkti+itas karena ketidakhadiran dan waktu yang dihabiskan untuk merokok, meningkatkan biaya layanan kesehatan dan premi asuransi, serta eningkatkan kecelakaan dan cedera. )aragan merokok ditempat kerja dan dukungan kepada pegawai yang ingin berhenti merokok dapat menjadi strategi yang efektif. HI./AIDS) 7ntuk mengatasi H 5AA @", banyak perusahaan yang berin+estasi dalam pencegahan dan perawatan A @". (ara ahli menyarankan bahwa program pencegahan yang efektif memiliki - komponen* '. 6endidik pegawai, keluarganya, dan masyarakat sekitarya menegnai cara menghindari infeksi H 5.

%. (engujian serta konseling gratis dan sukarela. ,. (erawatan bagi penyakit lain yang ditularkan secara seksual yang membantu penularan H 5. -. (embagian kondom gratis.

PROGRAM-PROGRAM UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN Hal yang terpenting dari program keselamatan adalah melakukan pencegahan terjadinya kecelakaan. hal tersebut adalah baik daripada bereaksi seteelah terjadinya kecelakaan. sasaran utama program keselamatan adalah dengan cara membuat karyawan berpikir pentingnya tentang keelamatan. 1eberapa pendekatan yang berbeda lingkungan digunakan untuk membuat karyawan lebih sadar akan keselamatan. berikut ini ada empat hal yang dapat disajikan agar program keselamatan dapat terlaksana dengan sukses * '. Harus ada ketulusan (lebih dari biasanya) dalam memberikan dukungan kepada manajemen puncak dan menengah. %. Harus ditetapkan secara jelas bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab manajer operasional. para manajer operasional sebaiknya mempertimbangkan bahwa keselamatan itu merupakan bagian integral dari pekerjaan mereka. ,. "ikap yang positif terhadap keselamatan harus ada dan dijaga. karyawan harus yakin bahwa program keselamatan itu bermanfaat. -. "eseorang atau departemen sebaiknya bertanggungjawab atas program keselamatan dan bertanggungjawab untuk operasionalnya. biasanya manajer sumber daya manusia atau anggota staf sumber daya manusia memiiki tanggung jawab utama terhadap program keselamatan.

P"'g"a( P"'('$i 1erikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mempromosikan keselamatan *

'. @iusahakan agar pekerjaan memiliki daya tarik. Ketidakmenarikan pekerjaan akan membuat karyawan cenderung bosan, lelah, dan stress. hal itu dapat menyebabkan kecelakaan. sering perubahan-perubahan sederhana dapat dilakukan sehingga pekerjaan dapat lebih berarti. upaya-upaya yang dapat dilakukan agar pekerjaan lebih menarik biasanya, apabila tanggungjawab bertambah, ada tantangan, dan faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan kepuasan kerja. %. 6enetapkan komite keselamatan yang terdiri dari karyawan operasional dan mewakili manajemen. 4ugas yang biasa dilakukan oleh komite keselamatan meliputi pemeriksaan, mengamati pelaksanaan kerja, dan memeriksa kecelakaan, dan memuat rekomendasi. ,. (erlu diadakan kontes keselamatan karyawan. berikan hadiah kepada kelompok kerja atau pekerja yang memiliki catatan keselamatan terbaik untuk periode waktu tertentu. -. ?atatan keselamatan perlu dipublikasikan. laporan kecelakaan bulanan perlu diinformasikan. /. Bunakan majalah dinding untuk setiap departemen di organisasi. gambar, sketsa, dan kartun dapat efektif jika disajikan sebagai sosialisasi pengetahuan keselamatan. C. 6emberikan dorongan kepada karyawan, termasuk super+isor dan manajer untuk memiliki harapan yang tinggi atas keselamatan. >. 6engadakan program pelatihan keamanan dan pertemuan secara periodik.

KASUS-KASUS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KARYAWAN 0) Ba&a+a A$-e$ !a*a( Ke$e&atan Ada empat sumber utama penyakit pernapasan di tempat kerja, yaitu asbes, silica, pb, dan karbon dioksida. @ari keempat sumber ini, asbes adalah yang paling dikhawatirkan, karena publikasi di seputar asbes dalam bangunan seperti sekolah yang dibangun pada pertengahan tahun 'D>&-an. 1) Pen+akit In2ek$i3 Ka$#$ SARS @engan banyaknya karyawan yang melakukan perjalanan dari dan ke tujuan internasional, monitoring dan kendali penyakit infeksi seperti ebola dan "A0" menjadi isu keamanan yang penting. !adi pengusaha harus mengadakan pemeriksaan

yang memastikan para karyawan yang baru kembali dari perjalanannya tidak menginfeksi rekan kerja lainnya. 4) A*k'&'*i$(e !an Pen+a*a&g#naan 5at Ki(ia Alkoholisme dan penyalahgunaan Eat kimia merupakan masalah serius dan menyebar dipekerjaan. (engaruh dari alkoholisme pada pekerja dan pekerjaan sangatlah parah. 1aik kualitas dan kuantitas pekerjaan menurun tajam, dan sebuah bentuk Fabsen kerjaG terjadi bersama penurunan efisiensi. 6) St"e$7 B#"n'#t 8Ke*e*a&an Menta*97 !an De%"e$i 1erbagai faktor lingkungan eksternal dapat mengarah kepada tekanan pekerjaan. ni meliputi jadwal kerja, kecepatan kerja, keamanan pekerjaan, rute ke dan dari pekerjaan, jumlah dan sifat pelanggan atau klien. 1ahkan kebisingan, termasuk orang yang berbicara dan bunyi dering telpon , berkontribusi kepada tekanan* /-3 dari pekerja kantor dalam sebuah sur+ei terbaru mengatakan bahwa kebisingan demikian sering mengganggu mereka. "tres adalah kondisi yang berkenaan dengan fisik dan mental yang berasal dari ancaman bahaya (physical atau emotional) dan tekanan yang diterima. "tress adalah reaksi ganjil dari tubuh terhadap tekanan yang diberikan padanya. Hal potesnsial yang menyebabkan stres muncul ketika situasi lingkugan menghadirkan suatu tuntutan yang melampui kemampuan dan sumberdaya seseorang untuk memenuhinya. @isamping itu terdapat beberapa penyebab yang mengakibatkan stres di lingkungan kerja, yaitu atasan, gaji, keamanan (security), dan keselamatan (safety). (eristiwa-peristiwa tertentu bisa membuat seseorang mengalami stres yang sangat tinggi tapi tidak bagi orang yang lain. (engaruh stres tidaklah selalu negatif. "tres ringan dalam kenyataannya meningkatkan produkti+itas dan bisa sangat membantu dalam mengembangkan ide-ide kreatif.

Fakt'" Pen+e-a- St"e$$ Ada beberapa faktor penyebab stress pada karyawan, diantaranya * .aktor-.aktor 9rganisasional *

o 1udaya (erusahaan o (ekerjaan tu "endiri o Kondisi Kerja .aktor-.aktor (ribadi * o Keluarga o 6asalah .inansial )ingkungan 7mum * o .aktor fisik* getaran, bising, radiasi, penerangan kurang baik maupun temperatur ekstrem. o .aktor 1iologi, seperti* 5irus, jamur, bakteri, insect, dll

Aki-at P'ten$ia* St"e$$ 6eskipun setiap orang hidup dalam jumlah stres tertentu, jika stres tersebut cukup parah dan berlangsung cukup lama, stres itu bisa membahayakan. "tres bisa menyebabkan absensi berlebihan, penggunaan alkohol atau obatobatan lainnya secara berlebihan, kinerja yang buruk, atau bahkan kesehatan yang begitu buruk. "tres parah yang berkepanjangan berhubungan dengan penyakit-penyakit mematikan, seperti penyakit jantung, depresi, gangguan sistem kekebalan, alkoholisme, dan kecanduan obat$ ditambah sakit kepala harian, nyeri punggung, makan berlebihan, dan penyakit-penyakit mengganggu lainnya yang dimunculkan tubuh sebagai reaksinya)

Ca"a Menge*'*a St"e$$ 9lah raga secara rutin

6engikuti kebiasaan diet yang sehat 4ahu kapan berhenti sejenak (0elaksasi) 6enempatkan situasi yang penuh stres dalam perspektif yang berbeda 6enemukan seseorang yang mau mendengar 6embangun keteraturan dalam hidup Kenali keterbatasan diri 1ersikap toleran 6encari waktu luang di luar pekerjaan 6enghindari kendali semu

:)

Ma$a*a& Ke$e&atan +ang Be"kaitan !engan K'(%#te" .akta bahwa banyak pekerja menghabiskan berjam-jam waktu kerja mereka di depan komputer menciptakan masalah kesehatan di tempat kerja. 6asalah kesehatan mata jangka pendek seperti gatal mata, panas, dan berair seperti juga kabur, penglihatan berbayang, adalah keluhan umum pada para pengguna display video. :yeri pada punggung dan leher adalah masalah yang juga sering dikeluhkan.

;) Me"'k'k !i Te(%at Ke" a 6erokok adalah sebuah masalah kesehatan dan biaya yang serius baik bagi pengusaha maupun bagi karyawan. "ebagai contoh, biaya ini diperoleh dari asuransi kesehatan dan kebakaran yang lebih tinggi, dan juga meningkatnya absen dan berkurangnya produkti+itas (yang terjadi saat, misalnya, seorang perokok mengambil istirahat '& menit untuk menghabiskan sebatang rokok di luar kantor).

<) Keke"a$an !i Te(%at Ke" a

Kekerasan terhadap karyawan telah menjadi sebuah masalah besar sekali di tempat kerja. (embunuhan merupakan penyebab kedua terbesar dari luka-luka fatal di tempat kerja, dan sur+ey yang dilakukan oleh National Institute of Occupational Safety and Health (: 9"H) menemukan bahwa kekerasan fisik yang tidak fatal di tempat kerja menyebabkan hilangnya 2>C.&&& hari kerja dan sekitar H'C miliar upah dalam satu tahun terakhir.

TEKNIK DALAM PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN 0) Ana*i$i$ Ba&a+a Ke" a "uatu proses yang dirancang untuk mempelajari dan menganalisis suatu tugas dan bahaya-bahaya yang memiliki potensi untuk muncul dari pelaksanaan suatu tugas tersebut. Iang kemudian selanjutnya dirumuskan langkah-langkah kerja yang lebih aman dengan tujuan mencegah bahaya-bahaya potensial tersebut)

1) E"g'ni(ika "tudi mengenai hubungan antara manusia dengan pekerjaannya, yang meliputi tugas-tugas yang harus dikerjakan, alat-alat dan perkakas yang digunakan, serta lingkungan kerjanya. Iang terpenting dan yang perlu disesuaikan adalah mesinmesin dan lingkungan kerjanya terhadap karakteristik para karyawan, bukan sebaliknya.

FOKUS PROGRAM KESELAMATAN KERJA 0) Pe"i*ak# Ke" a o 6embentuk sikap karyawan yang setuju akan keselamatan kerja. o 6endorong upaya seluruh karyawan untuk mewujudkan keselamatan kerja, mulai dari manajemen puncak hingga karyawan le+el terendah.

o 6enekankan tanggung jawab para manajer dalam melaksanakan program keselamatan kerja. 1) K'n!i$i Ke" a o 6engembangkan dan memelihara lingkungan kerja fisik yang aman, misalnya dengan penyediaan alat-alat pengaman.

E.ALUASI PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA Keberhasilan sebuah program keselamatan dan kesehatan bisa dilihat dari beberapa indikator berikut ini * o (enurunan tingkat kecelakaan dan penyakit yang terkait dengan pekerjaan, baik secara kuantitatif (frekuensi kejadian) maupun kualitatif (berat- ringannya cederaApenyakit). o 6enurunnya jumlah jam kerja yang hilang akibat terjadinya kecelakaan kerja atau penyakit yang disebabkan pekerjaan.

JOB HA5ARD ANALYSIS o (roses untuk mempelajari dan menganalisa suatu jenis pekerjaan kemudian membagi pekerjaan tersebut ke dalam langkah-langkah nyata guna menghilangkan bahaya yang mungkin terjadi. o (erlu keikutsertaan pekerja ahli Ainsinyur keselamatan di bidangnya serta in+estigasi kecelakaan (bila sampai terjadi).

UU MENGENAI KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (asal 2C 77 no ',A%&&, "etiap pekerjaAburuh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas * Keselamatan dan kesehatan kerja$

6oral dan kesusilaan$ dan (erlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama.

7ntuk melindungi keselamatan pekerjaAburuh guna mewujudkan produkti+itas kerja yang optimal diselenggarakan upaya keselamatan dan kesehatan kerja. (erlindungan sebagaimana dimaksud dalam ayat (') dan ayat (%) dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku. (asal 2> 77 no ',A%&&, "etiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan. Ketentuan mengenai penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (') diatur dengan (eraturan (emerintah)

KERUGIAN AKIBAT KECELAKAAN KERJA "etiap kejadian kecelakaan kerja memberikan kerugian bagi perusahaan atau instansi yang bersangkutan. :ilai dari kerugian itu ada yang bisa diperhitungkan secara langsung, namun ada pula yang tidak bisa diperhitungkan secara langsung. :ilai Kerugian )angsung :ilai kerugian langsung antara lain biaya perawatan dan pengobatan penderita, biaya perbaikan atau pengadaan kembali peralatan yang rusak, tunjangan khusus untuk penderita, premi asuransi kecelakaan, nilai produksi yang hilang akibat terhentinya proses produksi atau hilangnya jam kerja. :ilai Kerugian 4idak )angsung :ilai kerugian tidak langsung antara lain * o :ilai ketrampilan A skill yang hilang atau berkurang. o #aktu dan biaya yang diperlukan untuk melatih karyawan baru. o 1iaya yang dikeluarkan sehubungan dengan jam kerja yang hilang yang menyebabkan keterlambatan proses produksi atau jasa, termasuk biaya lembur yang harus diadakan. o 7pah keluaran menurun bagi pekerja yang cacat.

o o

1iaya pengawas dan administrasi. 6enurunnya mutu produksi atau jasa, yang bisa berakibat berkurangnya kepercayaan.

:ilai-nilai kerugian tidak langsung yang disebutkan di atas merupakan biaya-biaya yang sulit dihitung secara tepat. :amun berdasarkan pengalaman dan sering digunakan sebagai acuan, bahwa besarnya nilai kerugian tidak langsung rata-rata adalah - < jumlah nilai kerugian langsung. @isamping kerugian yang ditanggung oleh perusahaan, tidak bisa diabaikan nilai kerugian yang ditanggung oleh pihak keluarga atau penderita, antara lain * '. 1iaya (erawatan #alaupun biaya perawatan dan pengobatan ditanggung oleh perusahaan atau instansi yang bersangkutan, biaya perawatan lain-lain pasti ada dan merupakan beban bagi pihak keluarga atau penderita. %. (enghasilan pihak keluarga atau penderita menjadi berkurang, khususnya bila penderita mengalami cacat. ,. 1ila korban meninggal, maka penderitaan pihak keluarga semakin besar. @isamping itu masih ada kerugian yang ditanggung oleh masyarakat luas, dan di antara kerugian itu bisa menyebabkan beberapa atau banyak orang kehilangan mata pencaharian. 6isalnya terjadinya kecelakaan berupa tabrakan kendaraan bermotor yang juga menabrak kioskios di pinggir jalan, tabrakan kereta api dengan mobil, jembatan runtuh, tanggul jebol, dan sebagainya. @engan demikian menjadi jelas, bahwa suatu kecelakaan kerja tidak saja merugikan perusahaan atau instansi yang bersangkutan secara ekonomis, namun juga kerugian yang bersifat sosial. ULASAN JURNAL TEKNIK POMITS DENGAN JUDUL ANALISA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA 8K49 DALAM MENINGKATKAN PRODUKTI.ITAS KERJA 8STUDI KASUS3 PABRIK THE WONOSARI PTPN =II9 9bjek penelitian ini dilakuka pada pabrik the #onosari (4(: J . @ata yang digunakan berasal dari data kuisioner karyawan pada bagian pemetikan daun sampai dengan pengolahan menjadi prosuk the sejumlah '2/ karyawan. Kemudian dilakukan pengujian keterkaitan antara produkti+itas kerja, keselamatan dan kesehatan kerja, manajemen,

lingkungan kerja, perilaku pekerja dan stress kerja. @ata diolah dengan metode Structural Equation Modeling SEM). @alam gambar ' (pada jurnal) menunjukkan adanya hubungan antara produkti+itas kerja dengan kecelakaan maupun penyakit akibat kerja. berdasarkan urian diatas, peneliti bermaksud untuk melakukan analisa faktor yang berpengaruh pada keselamatan dan kesehatan kerja dalam peningkatan produkti+itas kerja dengan menggabungkan beberapa faktor yang mempengaruhi penerapan K, yang telah diteliti oleh peneliti-peneliti sebelumnya.adapun faktor tersebut adalah manajemen, lingkungan kerja, perilaku pekerja dan stress kerja. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berpengaruh terhadap keselamatan kerja adalah lingkungan kerja dari segi psikologis dan sosial dengan nilai signifikansi sebesar '.D2C dan perilaku kerja dengan nilai signifikansi sebesar %.&',. faktor yang emengaruhi kesehatan kerja adalah lingkungan kerja segi fisik dengan nilai signifikansi sebesar /.'&-, lingkungan kerja dari segi psikologis dan sosial dengan nilai signifikansi sebesar ,.2&2 dan perilaku kerja dengan nilai signifikansi sebesar '.D>,. dan kesehatan kerja memperngaruhi stress kerja dengan nilai signifikansi sebesar %.'CD.

DAFTAR PUSTAKA

Al .ajar, "iti. Heru, 4ri (%&'&). 6anajemen "umberdaya 6anusia. Iogyakarta* 7(( "I 6 IK(: @essler, Bary (%&&>). 6anajemen "@6 =disi kesepuluh !ilid %. !akarta* (4 ndeks Brahanintyas @ewinta, #ignjosoebroto "ritomo, )atiffianti =ffi. %&'%. Analisa Keselamatan dan Kesehatan kerja (K,) dalam 6eningkatkan (rodukti+tas Kerja ("tudi Kasus* (abrik 4he #onosari (4(: J ). !urnal "e#ni# $omits. 5ol 0*'-C http*AApmdlk.blogspot.comA%&',A&,Akerugian-akibat-kecelakaan-kerja.html !akarta* (enerbit =rlangga. 6ondy, 0 #ayne (%&&2). 6anajemen "@6 =disi kesepuluh !ilid %. !akarta* =rlangga 6ondy, 0.#., %&&2, 6anajemen "umber @aya 6anusia, =disi Kesepuluh (terjemahan), #erner. "chuler. !ackson (%&''). (engelolaan "umber @aya 6anusia 1uku % =disi '&. !akarta* "alemba =mpat