Anda di halaman 1dari 13

Tiur Dame Uli Silalahi 110630236 Program Profesi Ners Fakultas ilmu keperawatan Universitas n!

onesia

LAPORAN PENDAHULUAN FRAKTUR FEMUR A. Definisi Fraktur adalah diskontinuitas jaringan struktural pada tulang yang diakibatkan oleh faktor tertentu (Smeltzer dan Bare, 2005) Fraktur atau dalam istilah a!am merupakan suatu kondisi terputusnya kontinuitas tulang yang dapar disebabkan oleh berbagai keadaan seperti "idera langsung atau tekanan langsung yang kuat pada tulang, kondisi medis tertenu yang dapat mengganggu keutuhan tulang sehingga tulang menjadi rapuh seperti osteoporosi,, infeksi, ataupun keganasan pada tulang atau trauma pada jaringan atau bagian tubuh sekitar fraktur (#ri"e dan $ilson, 200%) &ulang paha (femur) adalah terpanjang dan terkuat tulang dalam tubuh 'nda (arena femur begitu kuat, biasanya membutuhkan banyak kekuatan untuk meme"ahkannya (e"elakaan mobil, misalnya, adalah nomor satu penyebab patah tulang paha )ambar diba!ah ini menggambarkan struktur tulang femur normal dan gambar disebelahnya merupakan gambaran *+ray patahan tulang dimana terlihat tulang terutus dan ada fragmen tulang yang terelepas

Gambar 1a (kiri) struktur tulang femur normal; 1b X-ray fraktur femur

Tiur Dame Uli Silalahi 110630236 Program Profesi Ners Fakultas ilmu keperawatan Universitas n!onesia

B. Faktor Risiko Usia , 'nak anak dan lansia "enderung mengalami fraktur karena struktur tulang mereka rapuh Aktivitas, (asus fraktur meningkat pada usia 'nak+anak usia sekolah dan remaja karena mereka sangat aktif bermain dan berakti-itas sehingga mengakibatkan mereka rentan sekali terkena fraktur Jenis Kelamin .enis mempengaruhi struktur tulang &ulang !anita strukturnya lebih rapuh daripada tulang laki+laki terutama tulang panggul (hip bone) /nsiden hip fraktur paling banyak terjadi pada !anita yaitu sekitar 01 2 dari totak kasus keseluruhan (343, 2055) N trisi (etidakseimbangan nutrisi meningkatkan risiko fraktur terutama kekurangan kalsium, kekurangan -itamin 4, dan -itamin ( (3ashman, 2000) Ta!el ". Ke! t #an kalsim men r t sia Life $ta%e &ro ' Re(ommen)e) Dail* +al(i m ,ntake

Women and men 9 to 18 years 1,300 mg Women and men 19 to 50 years 1,000 mg Women 51 to 70 years 1,200 mg Men 51 to 70 years 1,000 mg Women and men > 70 years 1,200 mg Pregnant or nursing women 14 to 18 years 1,300 mg Pregnant or nursing women 19 to 50 years 1,000 mg

(''6S, 2052) Faktor Hormonal $anita post menopause sangat berisiko terhadap terjadinya "idera patah tulang panggul (hip) #enurunan hormon esterogen diper"aya menjadi pemi"u yang berkontribusi terhadap perubahan struktur tulang post menopause #ada masa kanak+kanan pertumbuhan tulang juga dipengaruhi oleh pertumbuhan tulang juga dipengaruhi faktor hormonal 7ormon+ hormon pertumbuhan (gro!th hormon) dan hormon tiroid Ri-a*at Pen*akit ata Frakt r #enyakit infeksi, keganasan (kanker atau tumor) dapat menyebabkan kerapuhan tulang

Tiur Dame Uli Silalahi 110630236 Program Profesi Ners Fakultas ilmu keperawatan Universitas n!onesia

+. Pen*e!a! a. Tra ma Lan%s n% Fraktur diakibatkan oleh &ekanan langsung pada tulang, "ontoh Benturan langsung, "ontoh benturan pada tangan menyebabkan fraktur metakarpal !. Tra ma Ti)ak Lan%s n% &ekanan se"ara tidak langsung menyebabkan transfer eneri ke tempat lain 8isalnya .atuh dari ketinggian dalam posisi duduk menyebabkan fraktur tulang belakang dan sebagainya (. Patolo%is 9aitu fraktur yang disebabkan oleh fraktur akibat lemahnya struktur tulang oleh proses patologik, seperti neoplasia, osteomalasia, steomielitis, dll Jenis/Jenis Frakt r #atah tulang paha sangat ber-ariasi, tergantung pada kekuatan yang menyebabkan patahnya #otongan+potongan tulang mungkin berbaris sejajar atau tidak, dan fraktur bisa tertutup ( kulit utuh ) atau terbuka ( tulang telah menusuk kulit ) Fraktur femur diklasifikasikan berdasarkan klasifikasi berikut ini, :okasi fraktur (segmen tulang femoralis dibagi menjadi tiga, distal, tengah, proksimal) #ola fraktur (misalnya tulang bisa patah ke arah yang berbeda seperti menyilang, memanjang, atau patah di tengah) Berdasarkan kerusakan jaringan (terbuka atau tertutup) (''6S, 2055) Fraktur terbuka dibagi menjadi ; klasifikasi berdasarkan derajatnya,
Derajat I Luka < 1cm Kurusakan jaringan sedikit; tidak ada tanda tanda remuk Fraktur seder!ana, transversal, o"li#ue, atau komunitif ringan Kontaminasi minimal Derajat II Laserasi > 1cm Kerusakan jaringan lunak tidak luas Fraktur komunitif sedang

Derajat III Terjadi kerusakan jaringan lunak luas meliputi struktur kulit, otot, serta neurovascular Kontaminasi tinggi

Tiur Dame Uli Silalahi 110630236 Program Profesi Ners Fakultas ilmu keperawatan Universitas n!onesia

Ob i!ue " a #ra$ture w%i$% goes at an ang e to t%e a&is

'omminuted " a #ra$ture o# many re ati(e y sma #ragments

)*ira " a #ra$ture w%i$% runs around t%e a&is o# t%e bone

'om*ound " a #ra$ture +a so $a ed o*en, w%i$% brea-s t%e

Jenis/Jenis frakt r ter! ka

< (Chris Colton, Rick Buckley, Matthew Camuso, 2008)

Tiur Dame Uli Silalahi 110630236 Program Profesi Ners Fakultas ilmu keperawatan Universitas n!onesia

D. Tan)a )an &e0ala a) =yeri terus menerus dan bertambah beratnya sampai fragmen tulang diimobilisasi Spasme otot yang menyertai fraktur merupakan bentuk bidai alamiah yang diran"ang untuk meminimalkan gerakan antar fragmen tulang

b) 4eformitas dapat disebabkan pergeseran fragmen pada eksremitas 4eformitas dapat di ketahui dengan membandingkan dengan ekstremitas normal >kstremitas tidak dapat berfungsi dengan baik karena fungsi normal otot bergantung pada integritas tulang tempat melengketnya obat

") #emendekan tulang, karena kontraksi otot yang melekat diatas dan diba!ah tempat fraktur Fragmen sering saling melingkupi satu sama lain sampai 2,5 sampai 5,5 "m

d) (repitasi yaitu pada saat ekstremitas diperiksa dengan tangan, teraba adanya derik tulang (repitasi yang teraba akibat gesekan antar fragmen satu dengan lainnya

e) #embengkakan dan perubahan !arna lokal pada kulit terjadi akibat trauma dan perdarahan yang mengikuti fraktur &anda ini baru terjadi setelah beberapa jam atau beberapa hari setelah "edera

(pe mbengkakan pada "losed fra"ture) (deformintas? kelainan bentuk)

Tiur Dame Uli Silalahi 110630236 Program Profesi Ners Fakultas ilmu keperawatan Universitas n!onesia

E. Kom'likasi (omplikasi terbagi menjadi komplikasi akut yaitu pada saat terjadinya fraktur, dan komplikasi kronis yaitu terjadi karena proses penyembuhan gagal atau treatment yang tertunda atau tidak sesuai (lihat lampiran proses penyembuhan fraktur) Jan%ka Pen)ek 1ak t. a =yeri =yeri terjadi sangat hebat karena fragmen tulang yang parah mengenai saraf dan proses inflmasi menyebabkan pembengkakan di jaringan sehingga menekan sraf di sekitar jaringan yang "idera !. Kom'artemen s*n)rom This is a painful condition that occurs when pressure within the muscles builds to dangerous levels This pressure can decrease blood flow! which prevents nourishment and o"ygen from reaching nerve and muscle cells #nless the pressure is relieved $uickly! permanent disability may result This is a surgical emergency %uring the procedure! your surgeon makes incisions in your skin and the muscle coverings to relieve the pressure (&&'(! )*11) .adi, kompartemen sindrom adalah suatu keadaan peningkatan takanan yang berlebihan di dalam satu ruangan yang disebabkan perdarahan masif pada suatu tempat (. Pen)ara#an )an s*ok #i'ovolemik Biasanya terjadi pada fraktur terbuka Fragmen tulang yang patah dapat men"ederai jaringan dan merobek pembuluh darah besar sehingga terjadi perdarahan hebat Fraktur terbuka di femur sangat berbahaya misalnya kerana di femur terdapat arteri besar yaitu arteri femoralis Jan%ka Pan0an% ata kronis 1Proses 'en*em! #an &a%al. a Mal nion2 adalah suatu keadaan dimana tulang yang patah telah sembuh dalam posisi yang tidak pada seharusnya, membentuk sudut atau miring b Dela*e) nion adalah proses penyembuhan yang berjalan terus tetapi dengan ke"epatan yang lebih lambat dari keadaan normal

Tiur Dame Uli Silalahi 110630236 Program Profesi Ners Fakultas ilmu keperawatan Universitas n!onesia

" Non nion, patah tulang yang tidak menyambung kembali<

Kom'likasi lain a Fat em!olism s*n)roma, tetesan lemak masuk ke dalam pembuluh darah Faktor resiko terjadinya emboli lemak ada fraktur meningkat pada laki+laki usia 20+@0 tahun, usia 00 sam pai 10 fraktur tahun b Trom!oem!oli( (om'li(ation, trombo -ena dalam sering terjadi pada indi-idu yang imobilisasi dalam !aktu yang lama karena trauma atau ketidak mampuan lazimnya komplikasi pada perbedaan ekstremitas ba!ah atau trauma komplikasi paling fatal bila terjadi pada bedah ortopedil " ,nfeksi, Sistem pertahanan tubuh rusak bila ada trauma pada jaringan #ada trauma orthopedi" infeksi dimulai pada kulit (superfi"ial) dan masuk ke dalam /ni biasanya terjadi pada kasus fraktur terbuka, tapi bisa juga karena penggunaan bahan lain dalam pembedahan seperti pin dan plat (''6S, 2055) F. Pemeriksaan ". Pemeriksaan fisik terkait frakt r a. Aktivitas3istira#at

Tiur Dame Uli Silalahi 110630236 Program Profesi Ners Fakultas ilmu keperawatan Universitas n!onesia

&anda, (eterbatasan?kehilangan fungsi pada bagian yang terkena (mungkin segera, fraktur itu sendiri, atau terjadi se"ara sekunder, dari pembengkakan jaringan, nyeri) !. $ik lasi &anda, 7ipertensi (kadang+kadang terlihat sebagai respon terhadap nyeri?ansietas) atau hipotensi (kehilangan darah) &akikardia (respon stres, hipo-olemia) #enurunan?tak ada nadi pada bagian distal yang "edera, pengisian kapiler lambat, pu"at pada bagian yang terkena #embengkakan jaringan atau massa hematoma pada sisi "edera (. Ne rosensori )ejala, hilang gerakan?sensasi, spasme otot, kebas?kesemutan (parestesis) &anda, deformitas lokal, angulasi abnormal, pemendekan, rotasi, krepitasi (bunyi berderit), spasme otot, terlihat kelemahan?hilang fungsi (mungkin berhubungan dengan nyeri?ansietas atau trauma lain) ). N*eri3ken*amanan )ejala , nyeri berat tiba+tiba pada saat "edera (mungkin terlokalisasi pada area jaringan?kerusakan tulang, dapat berkurang pada imobilisasi), tidak ada nyeri akibat kerusakan Spasme?kram otot (setelah imobilisasi e Keamanan &anda, 4. laserasi kulit, a-ulsi jaringan, perdarahan, perubahan !arna #embengkakan lokal (dapat meningkat se"ara bertahap atau tiba+tiba) Pemeriksaan )ia%nostik Pemeriksaan Ronsen , menentukan lokasi?luasnya fraktur femur?trauma S"an tulang, tomogram, s"an 3&?8A/, memperlihatkan fraktur, juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi kerusakan jaringan lunak Arterio%ram , dilakukan bila kerusakan -askuler di"urigai Hit n% )ara# len%ka', 7t mungkin meningkat (hemokonsentrasi) atau menurun (perdarahan bermakna pada sisi fraktur atau organ jauh pada trauma multipel) #eningkatan jumlah S4# adalah respon stres normal setelah trauma Kreatinin , trauma otot mungkin meningkatkan beban kreatininuntuk klirens ginjal 'gitasi

Tiur Dame Uli Silalahi 110630236 Program Profesi Ners Fakultas ilmu keperawatan Universitas n!onesia

Profil koa% lasi , perubahan dapat terjadi pada kehilangan darah, transfusi multipel, atau "edera hati

&. Penatalaksanaan Prinsi' 'enatalaksanaan 'a)a frakt r a)ala# se!a%ai !erik t5 .angan membuat keadaan lebih jelek #engobatan berdasarkan atas diagnosis dan prognosis yang akurat Seleksi pengobatan dengan tujuan khusus a 8enghilangkan nyeri b 8emperoleh posisi yang baik dari fragmen " 8engusahakan terjadinya penyambungan tulang d 8engembalikan fungsi se"ara optimal 8engingat hukum+hukum penyembuhan se"ara alami Bersifat realistik dan praktis dalam memilih jenis pengobatan Seleksi pengobatan sesuai dengan penderita se"ara indi-idual

". Farmakolo%i #enatalaksanaan farmakologi biasanya ditujukan untuk mengurangi nyeri Bntuk mengurangi nyeri biasanya diberikan analgetik kuat golongan opiat misalnya morfin Selain itu terapi farmakologi juga diberikan untuk men"egah infeksi akibat luka terbuka karena fraktur 6leh karena itu pada pasien fraktur juga diresepkan antibiotik 4. Prose) r Me)is )an Tera'i Lain a. O'erasi 5 2 6pen redu"tion internal fi*ation (6A/F) 6pen redu"tion e*ternal fi*ation (6A>F)

Tiur Dame Uli Silalahi 110630236 Program Profesi Ners Fakultas ilmu keperawatan Universitas n!onesia

C)ambaran D+Aay pemasangan plate E s"re! melalui fiksasi internal b. =on+operasi 5 2 Aansel -erban Belo! elbo! "ast (B>3)

&elapak tangan supinasi (untuk fraktur radius F proksimal) &elapak tangan netral (untuk fraktur radius F tengah)

Tiur Dame Uli Silalahi 110630236 Program Profesi Ners Fakultas ilmu keperawatan Universitas n!onesia

&elapak tangan pronasi (untuk fraktur radius F distal)

:ong arm "ast (:'3) &elapak tangan supinasi &elapak tangan netral &elapak tangan pronasi

@ 5

#atellar tendon bearing (#&B) :ong leg "ast (::3)

Tiur Dame Uli Silalahi 110630236 Program Profesi Ners Fakultas ilmu keperawatan Universitas n!onesia

arm sling

Tiur Dame Uli Silalahi 110630236 Program Profesi Ners Fakultas ilmu keperawatan Universitas n!onesia

DAFTAR PU$TAKA 343 (2055) +ractures &mong 'lder &dults 4iakses pada tanggal 55 =o-ember 205; pukul 22 00 pada, http,??!!! "d" go-?homeandre"reationalsafety?falls?adulthipf* html 3ashman ( 4 (2000) %iet! ,utrition and -one .ealth 4iakses pada tanggal 55 =o-ember 205; pukul 2; 00 pada , http,??!!! n"bi nlm nih go-?pubmed?50G55@G@ 66'S (2055) +emur (haft +ractures (Broken &highbone) 4iakses pada tanggal 55 =o-ember 205; pada , /ournal of the 'rthopaedic Trauma &ssociation
!ttp$%%ort!oinfo&aaos&org%topic&cfm'topic()**+,1

#ri"e S ' and $ilson : 8 , 200%, 0atofisiologi 1onsep 1linis 0roses-0roses 0enyakit! (>disi %), Buku //, .akarta, >)3 Aee-es 3., Aou* ) and :o"khart A, 2005, 1eperawatan 2edikal -edah! -uku (#enerjemah .oko Setyono), .akarta , Salemba 8edika Smeltzer, Suzane 3 2005, 1eperawatan 2edikal -edah! -runner and >ditor 8oni"a >ster, (>disi 1), ('lih Bahasa 'gung $aluyo) (uddarth !