Anda di halaman 1dari 46

Pemikiran Filsafat Imam al-Ghazali

Posted on 08/12/2012 by Sufi Media

a. Metafisika Al-Ghazali Dalam pemikiran filsafat Al-Ghazali, terdapat empat unsur pemikiran filsafat yang mempengaruhinya. Keempat unsur tersebut sebenarnya merupakan hal-hal yang ditentang oleh Al-Ghazali, yaitu: 1) ") %) nsur pemikiran kaum !utakallimin. nsur pemikiran kaum filsafat. nsur keper$ayaan kaum sufi.

#) nsur keper$ayaan kaum bathiniah.

!enurut Al-Ghazali terdapat beberapa buah filosof yang dipandang tersebut antara lain: &uhan tidak mempunyai sifat' &uhan mempunyai substansi dan tidak mempunyai hakikat' &uhan tidak dapat diberi sifat' planet-planet adalah bintang yang bergerak dengan kemauan' (ukum alam tak dapat berubah' dan )i*a planet-planet mengetahui semua. Di samping itu Al-Ghazali +uga telah berpolemik terhadap filsafat pada umumnya yang tertuang di dalam karya beliau yang ber+udul &ahafut al,alasifah. Dalam buku tersebut se$ara umum Al-Ghazali menyerang pendapat-pendapat filsafat -unani dan filsafat .bnu /ina yang meliputi "0 masalah antara lain: 1) Al-Ghazali menyerang dalil-dalil filsafat 1Aristoteles) tentang azalinya alam dan dunia. Di sini Al-Ghazali berpendapat bah*a alam 1dunia) berasal dari tidak ada men+adi ada sebab di$iptakan oleh &uhan. ") Al-Ghazali menyerang pendapat kaum filsafat 1Aristoteles) tentang pastinya keabadian alam. .a berpendapat bah*a soal keabadian alam itu terserah kepada &uhan semata-mata. !ungkini sa+a alam itu terus menerus tanpa akhir andaikata &uhan menghendakiniya. Akan tetapi bukanlah suatu kepastian harus adanya keabadian alam disebabkan oleh

dirinya sendiri di luar iradat &uhan. #) Al-Ghazali menyerang pendapat kaum filsafat bah*a &uhan hanya mengetahui soal-soal yang besar sa+a, tetapi tidak mengetahui soal-soal yang ke$il-ke$il 1+uz iyat). %) Al-Ghazali +uga menentang pendapat filsafat bah*a segala sesuatu ter+adi dengan kepastian hukum sebab dan akibat semata-mata, dan mustahil ada penyele*engan dari hukum itu. 2agi Al-Ghazali segala peristi*a yang serupa dengan hukum sebab akibat itu hanyalah kebisaaan 1adat) semata-mata, dan bukan hukum kepastian. Dalam hal ini +elas Al-Ghazali meyokong pendapat .+raul-3adat dari AlAsyari. &iga pikiran filsafat metafisika yang menurut Al-Ghazali sangat berla*anan dengan .slam, dan yang oleh karenanya para filosof harus dinyatakan sebagai orang ateis ialah: 1) 4adim-5ya alam. ") &idak mengetahuinya &uhan terhadap soal-soal peristi*a ke$il. #) 6engingkaran terhadap kebangkitan +asmani. b.Epistimologi Imam Al-Ghazali Al-Ghazali memandang bah*a manusia memperoleh pengetahuan melalui dua $ara. 6ertama, melalui bela+ar diba*ah bimbingan seorang guru, serta dengan menggunakan indera dan akal. !elalui $ara ini, manusia mengenal indera*i, menghasilkan ilmu dan pengetahuan, serta mempela+ari huruf dan keahlian. Kedua, melalui bela+ar yang bersifat 7abbani atau bela+ar 8adunni, dimana terungkap pengetahuan hati se$ara langsung melalui ilham dan *ahyu. 6engetahuan yang bersifat 7abbaniyah atau pengetahuan 8adunniyah adalah tingkatan tertinggi pengetahuan. 6engetahuan ini membutuhkan ibadah, kezuhudan !u+ahadah 1mendekatkan diri kepada Allah), dan olah batin 17iyadhah an-5afs) atas akhlak yang mulia. /epertinya alGhazali mengaitkan antara keluhuran dan kesempurnaan +i*a manusia

dengan keluhurannya dalam memperoleh pengetahuan. 9leh karena itu, semakini meningkat dan luhur +i*a manusia melalui kontrakanya dengan Allah /:&, maka semakini berkembang pengetahuannya. 6engetahuan yang diperoleh manusia melalui alat indera dan akal adalah pengetahuan yang terbatas, dan pengetahuan itu sendiri tidak mengaitkan manusia dan alam ghaib. /edangkan pengetahuan 7abbaniyah adalah satu-satunya pengetahuan yang mengaitkan manusia dengan Allah /:&. pengetahuan inilah yang dapat membuat manusia memperoleh ketenangan, kebahagiaan, dan kenikmatan pengetahuan se+ati. Dan manusia tidak akan memperoleh pengetahuan 7abbaniyah, ke$uali melalui pembersihan +i*a dari sifat-sifat ter$ela, dan pendekatan +i*a dengan sifat-sifat terpu+i yang membuatnya siap menerima pengetahuan 7abbaniyah, yaitu pengetahuan se+ati. c. Aksiologi Al-Ghazali !enurut .mam Al-Ghazali orang sufi benar-benar berada di atas +alan yang benar , berakhlak yang baik dan berpengetahuan. !anusia se+auh mungkin meniru perangai dan sifat-sifat &uhan seperti pengasih, penyayang, pengampun 1pemaaf), dan sifat-sifat yang disukai &uhan, sabar, +u+ur, tak*a, ikhlas, zuhud, beragama dan sebagainya. Dalam .hya ; lumuddin itu Al-Ghazali mengupas rahasia-rahasia ibadat dan tasa*uf dengan mendalam sekali. !isalnya dalam mengupas soal at-thaharah ia tidak hanya mengupas kebersihan badan lahir sa+a, tetapi +uga kebersihan rohani. Dalam pen+elasannya yang pan+ang lebar tentang salat, puasa, dan ha+i. Kita dapat menyimpulkan bah*a bagi Al-Ghazali semua amal ibadah yang *a+ib itu merupakan pangkal dari segala +alan pembersihan rohani. Al-Ghazali melihat sumber kebaikan manusia itu terletak pada kebersihan rohaninya dan asa akrabnya terhadap &uhan. /esuai dengan prinsip .slam, Al-Ghazali menganggap &uhan sebagai pen$ipta yang aktif

berkuasa, yang sangat memelihara dan menyebarkan rahmat bagi sekalian alam. Alghazali +uga sesuai dengan prinsip .slam, mengakui bah*a kebaikan tersebar di mana-mana, +uga materi. (anya pemakainya yang disederhanakan, yaitu kurangi nafsu dan +angan berlebihan.
http://imamalghazali.com/pemikiran-filsafat-imam-al-ghazali.htm

Sejarah Hidup Biografi Imam Al-Ghazali


Posted on 09/12/2012 by Sufi Media

A. Sejarah Hidup Biografi Imam Al-Ghazali 1. &empat Kelahiran .mam Al- Ghazali .mam Al-Ghazali nama lengkapnya adalah Abu (amid !uhammad .bnu !uhammad Al-Ghazali, yang terkenal dengan hu++atul .slam 1argumentator islam) karena +asanya yang besar di dalam men+aga islam dari pengaruh a+aran bid3ah dan aliran rasionalisme yunani. 2eliau lahir pada tahun %<0 (, bertepatan dengan 10<= ! di Ghazalah suatu kota ke$il yang terlelak di &hus *ilayah Khurasah yang *aktu itu merupakan salah satu pusat ilmu pengetahuan di dunia islam.>1? 2eliau dilahirkan dari keluarga yang sangat sederhana, ayahnya adalah seorang pengra+in *ol sekaligus sebagai pedagang hasil tenunannya, dan taat beragama, mempunyai semangat keagamaan yang tinggi, seperti terlihat pada simpatiknya kepada ;ulama dan mengharapkan anaknya men+adi ;ulama yang selalu memberi nasehat kepada umat. .tulah sebabnya, ayahnya sebelum *afat menitipkan anaknya 1imam alGhazali) dan saudarnya 1Ahmad), ketika itu masih ke$il dititipkan pada teman ayahnya, seorang ahli tasa*uf untuk mendapatkan bimbingan dan didikan.>"?

!eskipun dibesarkan dalam keadaan keluarga yang sederhana tidak men+adikan beliau merasa rendah atau malas, +ustru beliau semangat dalam mempela+ari berbagai ilmu pengetahuan, dikemudian beliau men+elma men+adi seorang ;ulama besar dan seorang sufi. Dan diperkirakan imam Ghazali hidup dalam kesederhanaan sebagai seorang sufi sampai usia 1< tahun 1%<0-%<@)>#? ". 6endidikan dan 6er+alanan !en$ari .lmu 6er+alanan imam Ghazali dalam memulai pendidikannya di *ilayah kelahirannya. Kepada ayahnya beliau bela+ar Al-Aur3an dan dasar-dasar ilmu keagamaan ynag lain, di lan+utkan di &hus dengan mempela+ari dasar-dasar pengetahuan. /etelah beliau bela+ar pada teman ayahnya 1seorang ahli tasa*uf), ketika beliau tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan keduanya, beliau menga+arkan mereka masuk ke sekolah untuk memperoleh selain ilmu pengetahuan. 2eliau mempela+ari pokok islam 1al-Aur3an dan sunnah nabi).Diantara kitab-kitab hadist yang beliau pela+ari, antara lain : a. /hahih 2ukhori, beliau bela+ar dari Abu /ahl !uhammad bin Abdullah Al (afshi b. /unan Abi Daud, beliau bela+ar dari Al (akim Abu Al ,ath Al (akimi $. !aulid An 5abi, beliau bela+ar pada dari Abu Abdillah !uhammad bin Ahmad Al Kha*ani d. /hahih Al 2ukhari dan /hahih Al !uslim, beliau bela+ar dari Abu Al ,atyan ; mar Al 7u3asai.>%? 2egitu pula diantarnya bidang-bidang ilmu yang di kuasai imam alGhazli 1ushul al din) ushul fiAh, mantiA, flsafat, dan tasa*uf><? /antunan kehidupan sebagaimana lazimnya *aktu beliau untuk bela+ar fiAh pada imam Kharamain, beliau dalam bela+ar bersungguh-sungguh sampai mahir dalam madzhab, khilaf 1perbedaan pendapat), perdebatan,

mantik, memba$a hikmah, dan falsafah, imam Kharamain menyikapinya sebagai lautan yang luas.>@? /etelah imam kharamain *afat kemudian beliau pergi ke 2aghdad dan menga+ar di 5izhamiyah. 2eliau mengarang tentang madzhab kitab albasith, al- *asith, al-*a+iz, dan al- khulashoh. Dalam ushul fiAih beliau mengarang kitab al-mustasfa, kitab al- mankhul, bidayatul hidayah, alma3lud filkhilafiyah, syifaal alil fi bayani masa ilit dan kitab-kitab lain dalam berbagai fan.>B? Antara tahun %@<-%B0 (. imam Al-Ghazali bela+ar fiAih dan ilmu-ilmu dasar yang lain dari Ahmad Al- 7adzaski di &hus, dan dari Abu 5asral .smailli di )ur+an. /etelah imam al-Ghazali kembali ke &hus, dan selama # tahun di tempat kelahirannya, beliau menga+i ulang pela+aran di )ur+an sambil bela+ar tasa*uf kekpada -usuf Al 5assa+ 1*-%CB (). pada tahun itu imam Al-Ghazali berkenalan dengan al-)u*aini dan memperoleh ilmu kalam dan mantiA. !enurut Abdul Ghofur itu .smail Al- ,arisi, imam al-Ghozali men+adi pembahas paling pintar di zamanya. .mam (aramain merasa bangga dengan pretasi muridnya. :alaupun kemashuran telah diraih imam al Ghazali beliau tetap setia terhadap gurunya sampai dengan *afatnya pada tahun %BC (. sebelum al )u*ani *afat, beliau memperkenalkan imam al Ghazali kepada 5idzham Al !ulk, perdana mentri sultan /al+uk !alik /yah, 5idzham adalah pendiri madrasah al nidzhamiyah. Di 5aisabur ini imam al Ghazali sempat bela+ar tasa*uf kepada Abu Ali Al ,aldl .bn !uhammad .bn Ali Al ,armadi 1*.%BB (D10C% !).>C? /etelah gurunya *afat, al Ghazali meninggalkan 5aisabur menu+u negri Askar untuk ber+umpa dengan 5idzham al !ulk. Di daerah ini beliau mendapat kehormatan untuk berdebat dengan ;ulama. Dari perdebatan yang dimenengkan ini, namanya semakin populer dan disegani karena

keluadan ilmunya. 6ada tahun %C% (D10=1 !, imam al Ghazali diangkat men+adi guru besar di madrasah 5idzhamiyah, ini di+elaskan salam bukunya al mungkiz min dahalal. /elama mega+ar di madrasah dengan tekunnya imam al Ghozali mendalami filsafat se$ara otodidak, terutama pemikiran al ,arabi, .bn /ina .bn miska*ih dan .kh*an Al /hafa. 6enguasaanya terhadap filsafat terbukti dalam karyanya seperti al maAasid falsafah tuhaful al falasiyah.>=? 6ada tahun %CC (D10=< !, imam al Ghazali dilanda keraguan 1skeptis) terhadap ilmu-ilmu yang dipela+arinya 1hukum teologi dan filsafat). Keraguan peker+aanya dan karya-karya yang dihasilkannya, sehingga beliau menderita penyakit selama dua bulan dan sulit diobati. Karena itu, imam al Ghazali tidak dapat men+alankan tugasnya sebagai guru besar di madrasah nidzhamiyah, yang akhirnya beliau meninggalkan 2aghdad menu+u kota Damaskus, selam kira-kira dua tahun imam al Ghazali di kota Damaskus beliau melakukan uzlah, riyadah, dan mu+ahadah. Kemudian beliau pihdah ke 2ait al !aAdis 6alestina untuk melakukan ibadah serupa. /ektelah itu tergerak hatinya untuk menunaikan ibadah ha+i dan menziarohi maAom 7osulullah /a*.>10? /epulang dari tanah su$i, imam al Ghazali mengun+ungi kota kelahirannya di &hus, disinilah beliau tetap berkhal*at dalam keadaan skeptis sampai berlangsung selama 10 tahun. 6ada periode itulah beliau menulis karyanya yang terkenal E ihya3 ;ulumuddin al-dinE the reFiFal of the religious 1 menghidupkan kembali ilmu agama).>11? Karena disebabkan desakan pada madrasah nidzhamiyah di 5aisabur tetapi berselang selam dua tahun. Kemudian beliau madrasah bagi para fuAoha dan +a*iyah atau khanaAoh untuk para mustafifah. Di kota inilah 1&hus) beliau *afat pada tahun <0< ( D 1 desember 1111 !.>1"?

Abul ,a+ar al-)auzi dalam kitabnya al asabat ;inda amanat mengatakn, Ahmad saudaranya imam al Ghazali berkata pada *aktu shubuh, Abu (amid ber*udhu dan melakukan sholat, kemudian beliau berkata : Ambillah kain kafan untukku kemudian ia mengambil dan men$iumnya lalu meletakkan diatas kedua matanya, beliau berkata E Aku mendengar dan taat untuk menemui Al !alik kemudian men+ulurkan kakinya dan menghadap kiblat. .mam al Ghazali yag bergelar hu++atul islam itu meninggal dunia men+elang matahari terbit di kota kelahirannya 1&hus) pada hari senin 1% )umadil Akir <0< ( 11111 !). .mam al Ghazali dimakamkan di Ghahir al &abiran, ibu kota &hus.>1#? B. Guru da !a uta Imam Al Ghazali .mam al Ghazali dalam per+alanan menuntut ilmunya mempunyai banyak guru, diantaranya guru-guru imam Al Ghazali sebagai berikut : 1. Abu /ahl !uhammad .bn Abdullah Al (afsi, beliau menga+ar imam Al Ghozali dengan kitab shohih bukhori. ". Abul ,ath Al (akimi At &husi, beliau menga+ar imam Al Ghozali dengan kitab sunan abi daud. #. Abdullah !uhammad 2in Ahmad Al Kha*ari, beliau menga+ar imam Ghazali dengan kitab maulid an nabi. %. Abu Al ,atyan ; mar Al 7u3asi, beliau menga+ar imam Al Ghazali dengan kitab shohih 2ukhori dan shohih !uslim.>1%? Dengan demikian guru-guru imam Al Ghazali tidak hanya menga+ar dalam bidang tasa*uf sa+a, akan tetapi beliau +uga mempunyai guruguru dalam bidang lainnya, bahkan kebanyakan guru-guru beliau dalam bidang hadist. ". Murid-Murid Imam Al Ghazali

.mam Al Ghazali mempunyai banyak murid, karena beliau menga+ar di madrasah nidzhamiyah di 5aisabur, diantara murid-murid beliau adalah : 1. Abu &hahir .brahim .bn !uthahir Al- /yebbak Al )ur+ani 1*.<1# (). ". Abu ,ath Ahmad 2in Ali 2in !uhammad 2in 2urhan 1%B%-<1C (), semula beliau bermadzhab (ambali, kemudian setelah beliau bela+ar kepada imam Ghazali, beliau bermadzhab /yafi3i. Diantara karya-karya beliau al ausath, al *a+iz, dan al *ushul. #. Abu &halib, Abdul Karim 2in Ali 2in Abi &holib Al 7azi 1*.<"" (), beliau mampu menghafal kitab ihya3 ;ulumuddin karya imam Ghazali. Disamping itu beliau +uga mempela+ari fiAh kepada imam Al Ghazali. %. Abu (asan Al )amal Al .slam, Ali 2in !usalem 2in !uhammad Assalami 1*.<%1 (). Karyanya ahkam al khanatsi. <. Abu !ansur /aid 2in !uhammad mar 1%@"-<#= (), beliau bela+ar fiAh pada imam Al Ghazali sehingga men+adi ;ulama besar di 2aghdad. @. Abu Al (asan /a3ad Al Khaer 2in !uhammad 2in /ahl Al Anshari Al !aghribi Al Andalusi 1*.<%1 (). beliau bela+ar fiAh pada imam Ghozali di 2aghdad. B. Abu /aid !uhammad 2in -ahya 2in !ansur Al 5aisabur 1%B@-<C% (), beliau bela+ar fiAh pada imam Al Ghazali, diantara karya-karya beliau adalah al mukhit fi sarh al *asith fi masail, al khilaf. C. Abu Abdullah Al (usain 2in (asr 2in !uhammad 1%@@-<<" (), beliau bela+ar fiAh pada imam Al Ghazali. Diantar karya-karya beliau adalah minha+ al tauhid dan tahrim al ghibah.>1<? Dengan demikian imam al ghozali memiliki banyak murid. Diantara muridHmurid beliau kebanyakan bela+ar fiAh. 2ahkan diantara muridmurid beliau men+adi ulama besar dan pandai mengarang kitab. #. $ar%a-kar%a .mam Al Ghozali termasuk penulis yang tidak terbandingkan lagi, kalau

karya imam Al Ghazali diperkirakan men$apai #00 kitab, diantaranya adalah : 1. !aAhasid al falasifah 1tu+uan para filusuf), sebagai karangan yang pertama dan berisi masalah-masalah filsafah. ". &ahaful al falasifah 1keka$auan pikiran para filusifi) buku ini dikarang se*aktu berada di 2aghdad di kala +i*anya di landa keragu-raguan. Dalam buku ini Al Ghazali mengan$am filsafat dan para filusuf dengan keras. #. !i3yar al-;ilmiDmiyar almi 1kriteria ilmu-ilmu). %. .hya3 ulumuddin 1menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama). Kitab ini merupakan karyanya yang terbesar selama beberapa tahun ,dalam keadaan berpindah-pindah antara Damakus, -erusalem, (i+az, Dan &hus yang berisi panduan fiAih, tasa*uf dan filsafat. <. Al munAiz min al dhalal 1penyelamat dari kesesatan) kitab ini merupakan se+arah perkembangan alam pikiran Al Ghazali sendiri dan merefleksikan sikapnya terhadap beberapa ma$am ilmu serta +alan men$apai tuhan. @. Al-ma3arif al-aAliyah 1pengetahuan yang nasional) B. !iskyat al an*ar 1lampu yang bersinar), kitab ini berisi pembahasan tentang akhlak dan tasa*uf. C. !inha+ al abidin 1+alan mengabdikan diri terhadap tuhan). =. Al iAtishad fi al i3tiAod 1moderisasi dalam aAidah). 10. Ayyuha al *alad. 11. Al musytasyfa 1". .lham al Ha**am an ;ilmal kalam. 1#. !izan al amal. 1%. Akhlak al abros *a anna+ah min al asyhar 1akhlak orang-orang baik dan kesalamatan dari ke+ahatan). 1<. Assrar ilmu addin 1rahasia ilmu agama). 1@. Al *ashit 1yang pertengahan) . 1B. Al *a+iz 1yang ringkas).

1C. Az-zariyah ilaa3 makarim asy syahi3ah 1+alan menu+u syariat yang mulia) 1=. Al hibr al masbuA fi nashihoh al mutuk 1barang logam mulia uraian tentang nasehat kepada para ra+a). "0. Al mankhul minta3liAoh al ushul 1pilihan yang tersaing dari nodanoda ushul fiAih). "1. /yifa al Aolil fibayan alsyaban *a al mukhil *a masalik at ta3*il 1obat orang dengki pen+elasan tentang hal-hal samar serta $ara-$ara penglihatan). "". &arbiyatul aulad fi islam 1pendidikan anak di dalam islam) "#. &ahzib al ushul 1elaborasi terhadap ilmu ushul fiAiha). "%. Al ikhtishos fi al ;itishod 1kesederhanaan dalam beri3tiAod). "<. -aaAut at ta3*il 1permata ta3*il dalam menafsirkan al Aur3an).>1@? $ESE&IAA' IMAM A( GHA)A(I $E!A#A G*+*',A :alupun kemashuran telah diraih imam al-ghazali beliau tetap setia terhadap gurunya dan tidak meninggalkannya sampai dengan *afatnya pada tahun %BC (. sebelum al-)u*ami *afat, beliau memperkenalkan imam al-Ghazali kepada 5idham Al !ulk, perdana mentri sulatan /al+uk !alik /yah, 5idham adalah pendiri madrasah al- nidzamiyah. Di 5ashabur ini imam al Ghazali sempat bela+ar tasa*uf kepada Abu Ali Al ,adl .bn !uhammad .bn Ali Al ,armadi 1*. %BB (D10C% !). /etelah gurunya *afat, Al Ghazali meninggalkan 5aisabur menu+u negri Askar untuk ber+umpa dengan 5idzham Al !ulk. Di daerah ini beliau mendapat kehormatan untuk berdebat dengan para ;ulama. Dari perdebatan yang dimenangkan ini, namanya semakin populer dan desegani karena keluasan ilmunya. 6ada tahun %C% (D10=1 !, imam alGhazali diangkat men+adi guru besar di madrasah 5idhzamiyah, ini di+elaskan dalam bukunya al mungkiz min al dahalal. /elama menga+ar di madrasah dengan tekunnya imam al Ghazali mendalami filsafat se$ara

otodidak, terutama pemikiran al ,arabi, .bn /ina .bn !iska*ih dan .kh*an Al /hafa.penguasaanya terhadap filsafat terbukti dalam karyanya seperti ,alsafah &uhfatul Al ,alasifah. 6ada tahun %CC ( D 10=< !, imam al Ghazali dilanda keraguan1ekeptis) trhadap ilmu-ilmu yang dipela+ari1hukum teologi dan filsafat). Keraguan peker+aannya dan karya-karya yang dihasilkannya, sehungga beliau menderita penyakit selama dua bulan. Al-Ghazali- !e cari $ete a ga .i/a Sejati 6ADA masa pemerintahan 2ani /al+uA, niFersitas 2aghdad dan niFersitas 5aishabur merupakan perguruan tinggi terkemuka. Dari kedua perguruan tinggi ini ter$etak lulusan yang berintelektual tinggi. &ak heran, kedua uniFersitas ini merupakan dambaan setiap orang untuk menimba ilmu di dalamnya. /emasa Abu !a3ali, .mam al-(aramain men+abat 7ektor dan Guru 2esar niFerstias 5aishabur 1%00 H %BC (), ratusan ribu mahasis*a giat menghadiri kuliah-kuliahnya. 6ara mahasis*a itu men$atat dan menghafal yang dia+arkan Abu !a3ali dan .mam al-(aramain. Di antara ratusan ribu mahasis*a tersebut mun$ul tiga mahasis*a yang betulbetul $emerlang dan memiliki kemampuan yang luar biasa. !ereka adalah !uhammad al-Ghazali, Kiahsari, dan Ahmad bin !uhammad alKha**afi. 2ahkan .mam al-(aramain pernah men+uluki ketiganya dengan sebutan, EAl-Ghazali adalah samudera yang bergelombang, Kiahsari singa pemburu, dan Al-Kha**afi api yang membakar.E $apan .mam al-(aramain tentang ketiga orang itu men+adi buah bibir di hampir setiap mahasis*a. Dari ketiga orang itu, al-Ghazali-lah yang lebih menon+ol. .alah yang men+adi bintang dan buah hati siFitas akademika niFersitas 5aishabur.

/epeninggal .mam al-(aramain 1*afat pada %BC (), tidak ada orang yang se+a+ar di negeri itu. Al-Ghazali memutuskan untuk pergi mengun+ungi :azir /al+uA yang arif, Kha*a+eh 5izamul !ulk, yang senantiasa dikelilingi oleh $endekia*an-$endekia*an dan orang yang ber*iba*a. Di sini al-Ghazali mendapatkan sambutan dan penghargaan yang serupa. Dalam a$ara-a$ara diskusi dan mubahatsah 1dialog) ia senantiasa mengungguli la*an-la*annya. Dengan mengandalkan kemampuan intelektual dan kepandaiannya dalam meme$ahkan berbagai masalah, akhirnya pada %C% (, dengan penuh keagungan dan sambutan yang hangat, al-Ghazali diangkat men+adi 7ektor III !J/K. kini al-Ghazali sudah menduduki kedudukan yang terhormat, gun$angan +i*a yang ia rasakan sebelumnya bertambah terasa menekan. Kedudukan dan seluruh keagungan yang didapatnya itu +ustru menyulut tekanan perasaannya. /elama masa studi, al-Ghazali selalu men$ari KsesuatuE untuk dirinya: keyakinan, ketenangan, dan thuma3ninah annafs. 6opularitas dan kebesar yang diraihnya tidak dapat mengobati KlukaE batinnya itu. Dalam posisi dunianya yang paling tinggi itu dirasa mengotori dirinya dalam men$apai hakikat kebenaran yang se+ati sekaligus mengobati lukanya itu. .a menyadari, dengan argumentasi dan diskusi-diskusi, dahaga ruhnya kian men$ekik tidak akan terpuasi. .a tahu, dengan bela+ar dan menga+ar, riset dan diskusi, tidak akan memadai. 6erlu sekali melakukan sair dan suluk 1per+alanan men$ari dan mengenal 7ububiah Allah dan ubudiah hamba), berusaha membersihkan ruh dari sifat-sifat ter$ela dan menghiasi dengan sifat-sifat terpu+i dan tak*a kepada Allah /*&. niFersitas 2aghdad. 2erarti al-Ghazali telah memegang suatu +abatan akademis dan ruhani yang paling tinggi di zamannya.

Al-Ghazali berkata kepada dirinya, bah*a arak, apabila namanya sa+a, tidak akan mengakibatkan mabuk' roti, apabila hanya namanya, tidak akan memberi rasa kenyang' dan obat, apabila hanya nama, tidak akan memberikan kesembuhan' begitu pula diskusi tentang hakikat, kebenaran, dan kebahagiaan, +uga tidak akan memberikan ketenangan, keyakinan, dan tuma3ninah an-nafs 1ketenangan +i*a). !enurutnya, untuk men$apai hakikat, harus su$i dan ikhlas' dan ini tidak bisa di$apai dengan $inta dunia, ketenaran, dan pangkat. Gon$angan itu terus berge+olak dalam diri al-Ghazali. /elama enam bulan penyakit itu dideritanya bagaikan tumor yang ganas, hingga sampai mengganggu tidur dan makannya. !ulut al-Ghazali tidak mau lagi berbi$ara dan berdiskusi. Akhirnya ia menderita sakit maag. 6ara dokter mengatakan, al-Ghazali mengalami gangguan +i*a. Al-Ghazali memohon kepada Allah /*& membantunya melepaskan diri dari derita itu. (ingga sampai suatu saat ia merasa bah*a segala kebesaran dan keagungannya men+adi sangat tidak berarti apa-apa di hadapan Allah /*&. Dengan alasan pergi ke !akkah, al-Ghazali meninggalkan kota 2aghdad. /etibanya di suatu tempat, dan orang yang mengantarnya sudah kembali lagi, al-Ghazali mengubah haluannya ke arah /yam dan 2aitul !aAdis. Ditanggalkan +ubah kebesarannya agar tidak dikenal dan diganggu orang dalam menelusuri per+alanannya. 8ama sekali ia menyelami samudera /iar dan /uluk hingga ter$apailah apa yang diidam-idamkannya, Al-yaAin dan tuma3ninah an-nafs, keyakinan dan ketenangan +i*a. /epuluh tahun ia tenggelam dalam tafakur, kahl*at, dan riyadhah, dalam ibadahnya kepada Allah /*&.

7efferensi: >1? &im 6enyusun Jnsiklopedi .slam, Jnsiklopedi .slam, 1 )akarta : Lan (oeFe 8etiar 2aru, 1==B ), $et. Ke %, hal. "< >"? .mam Al Ghazali, 6embuka 6intu (ati, 1 2andung : !4 6ublishing, "00%), $et. 1, hal. % >#? .bid, hal. % >%?.bid, hal. "@B ><? !. (asan, 6erbandingan !adzhab, 1 )akarta : 6& 7a+a Granfindo 6ersada, "00@ ) $et. Ke %, hal. "@B >@? (ima*i+aya, !engenal Al Ghazali Keraguan Adalah A*al Keyakinan, 1 2andung : !izan !edia tama !! , "00% ), $et. Ke 1, hal. 1< >B? (udari 2ik, &arikh Al &asri Al .slam, 1 /emarang : Darul .hya, 1=C0 ), ter+. Guhri, hal. <B0 >C? (ima*i+aya, 8o$. Mit. hal. >=? .bid, hal. 1B >10? .bid, hal. 1= >11? .bid, hal. 1= >1"? .mam Al Ghazali, .hya lumuddin, 1 2eirut : Darul !a3rifah, tth ), +uz 1, hal. B >1#? .mam Al Ghazali, 6embuka 6intu (ati, 8o$. Mit, hal. "@@ >1%? !. (asan, 6erbandingan !adzhab, 8o$. Mit. hal. "@B >1<? !. (asan, 6erbandingan !adzhab, lo$. Mit, hal. "@C >1@? (asyim 5asution, ,ilsafat .slam, 1 )akarta : Gaya !edia 6ratama, tth ), hal. 1<<.
http://imamalghazali.com/sejarah-hidup-biografi-imam-al-ghazali.htm

Konsep Pendidikan Islam Imam al-Ghazali


Posted on 08/12/2012 by Sufi Media

6emikiran Al-Ghazali &entang 6endidikan .slam

0. !e didika Islam Adapun pemikiran pendidikan Al-Ghazali termuat dalam tiga karyanya, yaitu ,atihat al-Kitab, Ayyuha al-:alad dan .hya lum al-Din. !enurut pendapat .mam Ghazali, pendidikan yang baik merupakan +alan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Al-Ghazali termasuk kedalam kelompok sufistik yang banyak menaruh perhatian yang besar terhadap pendidikan, karena pendidikanlah yang banyak menentukan $orak kehidupan suatu bangsa dan pemikirannya. Dalam masalah pendidikan, Al-Ghazali lebih $enderung berfaham empirisme. (al ini disebabkan karena ia sangat menekankan pengaruh pendidikan terhadap anak didik. !enurutnya seorang anak tergantung kepada orang tua yang mendidiknya. (ati seorang anak itu bersih, murni laksana permata yang berharga, sederhana dan bersih dari gambaran apapun. Al-Ghazali merupakan sosok ulama yang menaruh perhatian terhadap proses internalisasi ilmu dan pelaksana pendidikan. !enurutnya, untuk menyiarkan agama .slam, memelihara +i*a dan taAarrub kepada Allah. 9leh karena itu pendidikan merupakan ibadah dan upaya peningkatan kualitas diri. 6endidikan yang baik merupakan +alan untuk mendekatkan diri Allah dan mendapatkan kebahagian dunia-akhirat. /alah satu keistime*aan Al-Ghazali adalah penelitian, pembahasan dan pemikirannya yang sangat luas dan mendalam dalam masalah pendidikan. /elain itu, ia +uga mempunyai pemikiran dan pandangan yang luas mengenai aspek-aspek pendidikan, dalam arti bukan memperhatikan aspek akhlak semata-mata seperti yang di tuduhkan oleh sebagian sar+ana dan ilmu*an tetapi +uga memperhatikan aspek-aspek lain.

6ada hakikatnya usaha pendidikan di mata Al-Ghazali adalah mementingkan semua hal tersebut dan me*u+udkannya se$ara utuh dan terpadu karena konsep pendidikan yang di kembangkan Al-Ghazali berprinsip pada pendidikan manusia seutuhnya. 1. $urikulum !e didika Islam Adapun mengenai materi pendidikan Al-Ghazali berpendapat bah*a al4uran beserta kandungannya adalah merupakan ilmu pengetahuan. .sinya sangat bermanfaat bagi kehidupan, membersihkan +i*a, memperindah akhlak, dan mendekatkan diri kepada Allah. 6andangan Al-Ghazali tentang kurikulum dapat dipahami dari pandangannya mengenai ilmu pengetahuan. .a membagi ilmu pengetahuan kepada yang terlarang dan yang *a+ib dipela+ari oleh anak didik men+adi tiga kelompok, yaitu: a. .lmu yang ter$ela, banyak atau sedikit. .lmu ini tidak ada manfaatnya bagi manusia di dunia dan di akhirat. b. .lmu yang terpu+i, banyak atau sedikit. .lmu ini akan memba*a seseorang kepada +i*a yang su$i bersih dan mendekatkan diri kepada Allah /:&. $. .lmu yang terpu+i pada taraf tertentu, yang tidak boleh diperdalam, karena ini dapat memba*a kegon$angan iman dan meniadakan &uhan seperti ilmu filsafat. Dari ketiga kelompok ilmu tersebut Al-Ghazali membagi lagi ilmu-ilmu tersebut men+adi dua kelompok ilmu dilihat dari segi kepentingannya, yaitu: a. .lmu-ilmu fardu ain yang *a+ib di pela+ari oleh semua orang .slam meliputi ilmu-ilmu agama yakni ilmu yang bersumber dari kitab su$i al4uran.

b. .lmu-ilmu yang merupakan fardu kifayah, terdiri dari ilmu-ilmu yang dapat di manfaatkan untuk memudahkan urusan hidup dunia*i, seperti ilmu hitung 1matematika), ilmu kedokteran, ilmu teknik, ilmu pertanian dan industri. Dari kedua kategori ilmu tersebut Al-Ghazali merin$i lagi men+adi: a. .lmu al-4uran dan ilmu agama seperti fiAhi, hadist dan tafsir. b. .lmu-ilmu bahasa, seperti nah*u sharaf, makhra+, lafal-lafalnya yang membantu ilmu agama. $. .lmu-ilmu yang fardu kifayah, terdiri dari berbagai ilmu yang memudahkan urusan kehidupan dunia*i seperti ilmu kedokteran, matematika, teknologi 1yang beraneka ragam +enisnya), ilmu politik dan lain-lain. d. .lmu kebudayaan, seperti syair, se+arah dan beberapa $abang filsafat. 2. &ujua !e didika !enurut Al-Ghazali tu+uan pendidikan adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah /:&, bukan untuk men$ari kedudukan, kemegahan dan kegagahan atau kedudukan yang menghasilkan uang. Karena +ika tu+uan pendidikan diarahkan bukan untuk mendekatkan diri kepada Allah, akan dapat menimbulkan kedengkian, keben$ian dan permusuhan. /elain itu rumusan tersebut men$erminkan sikap zuhud al-Ghazali terhadap dunia, merasa Aana3ah 1merasa $ukup dengan yanng ada), dan banyak memikirkan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia. /elan+utnya pemikiran tentang tu+uan pendidikan .slam menurut AlGhazali dapat diklasifikasikan men+adi tiga, yaitu: &u+uan mempela+ari ilmu pengetahuan semata-mata untuk ilmu pengetahuan itu sendiri sebagai *u+ud ibadah kepada Allah, &u+uan utama pendidikan .slam adalah pembentukan akhlakul al-karimah, &u+uan pendidikan .slam adalah mengantarkan peserta didik men$apai kebahagiaan dunia dan akhirat. Dengan ketiga tu+uan ini di harapkan pendidikan yang

diprogramkan akan mampu mengantarkan peserta didik pada kedekatan diri kepada Allah. 3. Metode !e didika Islam Dalam hal yang berhubungan dengan metode pendidikan .slam, AlGhazali menekankan pentingnya bimbingan dan pembisaaan. Dalam menerapkan metode tersebut Al-Ghazali menyarankan agar tu+uan utama dari penggunaan metode tersebut di selaraskan dengan tingkat usia, tingkat ke$erdasan, bakat dan pemba*aan anak dan tu+uannya tidak lepas dari hubungannya dengan nilai manfaat. 9leh karena itu dalam metode pendidikannya ini Al-Ghazali $enderung mendasarkan pemikirannya pada prinsip a+aran sufi 1penyu$ian +i*a) dan pragmatis 1nilai guna). Dalam uraiannya yang lain, Al-Ghazali +uga meletakkan prinsip metode pendidikan pada aspek mental atau sikap, sebagaimana kata-kata beliau K*a+ib atas para murid untuk membersihkan +i*anya dari kerendahan akhlak dan dari sifat-sifatnya yang ter$ela, karena bersihnya +i*a dan baiknya akhlak men+adi asas bagi kema+uan ilmu yang dituntutnya.E Dan hal tersebut dapat digunakan dengan menggunakan berbagai ma$am metode antara lain: metode keteladanan, metode bimbingan dan penyuluhan, metode $erita, metode motiFasi, dan sebagainya. /elain itu menurut .mam Al-Ghazali dalam metode pendidikan ini ada dua ma$am ke$enderungan yaitu: a. Ke$enderungan religius sofistis, yang meletakkan ilmu-ilmu agama di atas pemikirannya. Dan melihatnya sebagai alat untuk menyu$ikan +i*a dan membersihkannya dari kotoran dunia*i. Dengan demikian ia menekankan kepentingan akhirat yang menurutnya harus di kaitkan dengan pendidikan agama. b. Ke$enderungan aktualitas manfaat yang tampak dari tulisantuliasannya meskipun ia seorang sufi dan tidak suka kepada dunia*i,

namun dia mengulangi penilaiannya terhadap ilmu-ilmu menurut kegunaanya bagi manusia baik di dunia ataupun di akhiratnya. 4. !e didik /e+alan dengan pentingnya pendidikan untuk men$apai tu+uan sebagaimana disebutkan diatas, al-Ghazali +uga men+elaskan tentang $iri-$iri pendidik yang boleh melaksanakan pendidikan. Miri-$iri tersebut adalah: a. Guru harus men$intai muridnya seperti men$intai anak kandungnya sendiri. b. Guru +angan mengharapkan materi 1upah) sebagai tu+uan utama dari peker+aannya 1menga+ar), karena menga+ar adalah tugas yang di*ariskan oleh 5abi !uhammad /A:. /edangkan upahnya adalah terletak pada terbentuknya anak didik yang mengamalkan ilmu yang dia+arkannya. $. Guru harus mengingatkan muridnya agar tu+uannya dalam menuntut ilmu bukan untuk kebanggaan diri atau men$ari keuntungan pribadi, tetapi untuk mendekatkan diri kepada Allah. d. Guru harus mendorong muridnya agar men$ari ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu yang memba*a pada kebahagiaan dunia dan akhirat. e. Di hadapan muridnya, guru harus memberikan $ontoh yang baik, seperti ber+i*a halus, sopan, lapang dada, murah hati dan berakhlak terpu+i lainnya. f. Guru harus menga+arkan pela+aran yang sesuai dengan tingkat intelektual dan daya tangkap anak didiknya. g. Guru harus mengamalkan apa yang di a+arkannya, karena ia men+adi idola di mata anak muridnya. h. Guru harus memahami minat, bakat dan +i*a anak didiknya, sehingga di sampaing tidak akan salah dalam mendidik, +uga akan ter+alin hubungan yang akrab dan baik antara guru dengan anak didiknya. i. Guru harus dapat menanamkan keimanan kedalam pribadi anak didinya, sehingga akal pikiran anak didik tersebut akan di+i*ai oleh keimanan itu.

&ipe ideal guru yang dikemukakan Al-Ghazali yang demikian sarat dengan norma akhlak dan masih dianggap releFan, +ika tidak dianggap hanya satu-satunya mode, melainkan +ika dilengkapi dengan persyaratan yang lebih bersifat akademis dan profesi. Guru yang ideal di masa sekarang adalah guru yang memiliki persyaratan kepribadian sebagai mana yang dikemukakan Al-Ghazali dan persyaratan akademis dan profesional. 5. !eserta #idik Dalam kaitannya dengan peserta didik, lebih lan+ut Al-Ghazali men+elaskan bah*a mereka adalah makhluk yang telah dibekali potensi atau fitrah untuk beriman kepada Allah. ,itrah itu senga+a disiapkan oleh Allah sesuai dengan ke+adian manusia, $o$ok dengan tabi3at dasarnya yang memang $enderung kepada agama .slam. Al-Ghazali dalam memberikan pendidikan kepada umat, membagi manusia itu men+adi tiga golongan yang sekaligus menun+ukkan kepada keharusan menggunakan metode pendekatan yang berbeda pula, yaitu: a. Kaum a*am, yang $ara berfikirnya sederhana sekali. Dengan $ara berfikir terebut, mereka tidak dapat mengembangkan hakikat-hakikat. !ereka mempunyai sifat lekas per$aya dan menurut. Golongan ini harus dihadapi dengan sikap memberi nasehat dan petun+uk. b. Kaum pilihan, yang akalnya ta+am dengan $ara berfikir yang mendalam. Kepada kaum pilihan tersebut, harus dihadapi dengan sikap men+elaskan hikmat-hikmat. $. Kaum penengkar 1ahl al +idal), mereka harus dihadapi dengan sikap mematahkan argumen-argumen mereka. Di samping itu Al-Ghazali +uga membagi manusia kedalam dua golongan besar, yaitu golongan a*am dan golongan kha*as, yang daya tangkapnya tidak sama. 9leh karena itu apa yang dapat diberikan kepada golongan kha*as tidak selamanya dapat diberikan kepada golongan a*am. Dan sebaliknya pengertian kaum a*am dan kaum kha*as dalam hal sama,

sering kali berbeda dan perbedaan itu disebabkan karena perbedaan daya berfikir masing-masing. 2isaanya kaum a*am memba$a apa yang tersurat dan kaum kha*as, memba$a apa yang tersirat. /elan+utnya menurut Al-Ghazali dalam menuntut ilmu, peserta didik memilki tugas dan ke*a+iban, yaitu: a. !endahulukan kesu$ian +i*a. b. 2ersedia merantau untuk men$ari ilmu pengetahuan. $. )angan menyombongkan ilmunya dan menentang guru. d. !engetahui kedudukan ilmu pengetahuan. Dengan tugas dan ke*a+iban tersebut diharapkan seorang peserta didik mampu untuk menyerap ilmu pengetahuan untuk mendekatkan diri kepada Allah /:&.
This entry was posted in Makalah Skripsi, Sinopsis Buku Book!ark the per!alink

Beberapa Konsep Pemikiran Imam al-Ghazali


Posted on 1"/11/2012 by Sufi Media

Me ge al Imam al-Ghazali 6/. 474 H8 (u++atul .slam, Abu (amid al-&usi al-Ghazali adalah orang yang membangkitkan kembali pemikiran .slam pada abad ke-< (., seorang ahli ushul fikih, dan penulis kitab tasa*uf paling terkenal yaitu .hyN3 ; lOm al-DPn 1!enghidupkan Kembali .lmu-.lmu Agama). Dalam otobiografinya, al-!unAizh min al-DhalNl 16embangkit dari Kesesatan), ia mengatakan: K&asa*uf adalah menyu$ikan hati dari apa sa+a selain AllahQ Aku simpulkan bah*a kaum sufi adalah para pen$ari di )alan Allah, dan perilaku mereka adalah perilaku yang terbaik, +alan mereka adalah +alan yang terbaik, dan pola hidup mereka adalah pola hidup yang paling tersu$ikan. !ereka telah membersihkan hati mereka dari berbagai hal selain Allah dan men+adikannya sebagai saluran tempat mengalirnya sungai-sungai yang memba*a ilmu-ilmu dari Allah. /eperti disebutkan oleh .bn A+ibah dalam kitabnya, RANzh al-(imam, alGhazali menyatakan se$ara terbuka bah*a tasa*uf merupakan fardu ain atas setiap muslim dan muslimah yang telah mukalaf, Kkarena, selain para nabi, tak ada seorang pun yang sama sekali terbebas dari kerusakan dan penyakit rohani.E 2erikut ini adalah ter+emahan dari beberapa bagian kitab .hyN3 ; lOm alDPn, yang meliputi: 1. lasan terhadap beberapa definisi di a*al KitNb /yarh ;A+N3ib al-4alb 1Kitab 6en+elasan tentang Kea+aiban (ati) ".2ab ber+udul, K&entara-&entara (atiE dalam kitab yang sama. #.2ab ber+udul, K6enguasaan /etan atas (ati melalui 2isikan 1al*as*as)E dalam kitab yang sama.

%.2ab ber+udul, K2ukti-bukti QE dari KitNb 7iyNdhNh al-5afs *a &ahdzPb al-AkhlNA *a !u;Nla+Nt AmrNdh al-4alb 1Kitab tentang !elatih Jgo, Disiplin Akhlak, dan 6engobatan 6enyakit (ati). Ada dua arti nafs: pertama, kata ini bermakna kekuatan amarah dan hasrat seksual manusiaQ dan arti inilah yang sering dipergunakan di kalangan sufi, yang mempergunakan kata nafs untuk menyebut berbagai sifat buruk seseorang. Karena itulah mereka berkata, K9rang harus memerangi ego dan menghan$urkannya, sesuai dengan hadis 5abi sa*., a;dN ;adu**ika nafsaka al-latP bayna +anibaykSK!usuhmu yang paling buruk adalah egomu yang terletak di antara kedua sisi tubuhmu.E (adis ini dapat ditemukan dalam KitNb al-Guhd 1Kitab tentang Guhud) karya al-2aihaAi. Kedua, kata nafs berarti +i*a, atau hakikat manusia, dirinya dan pribadinya. !eski demikian, nafs dapat dikategorikan ke dalam beberapa kategori yang berbeda sesuai dengan keadaannya. )ika ia tenang di ba*ah perintah dan telah bersih dari segala ge+olak nafsu maka ia disebut al-nafs al-muthma3innah 1+i*a yang tenang) . . . Dalam pengertian yang pertama 1amarah dan hasrat seksual), nafs tidak mempertimbangkan akan kembali kepada Allah karena ia +auh dari-5ya' nafs se+enis ini termasuk dalam golongan setan. 5afs yang tidak men$apai ketenangan, namun berusaha mela*an ke$intaan pada ha*a nafsu dan men$elanya, ia disebut al-nafs al-la**Nmah 1+i*a yang men$ela-diri) . .a men$ela pemilik nafs yang lalai beribadah kepada tuannyaQ Apabila ia menghentikan $elaan dan perla*anannya, kemudian sepenuhnya menaati panggilan ha*a nafsu dan setan, ia disebut al-nafs al-ammNrah bi al-sO3i 1+i*a yang menyuruh kepada keburukan)Q )i*a sema$am ini dapat dikategorikan ke dalam pengertian yang pertama.

Allah memiliki pasukan bersen+ata yang Dia tempatkan dalam hati dan +i*a dan di tempat-tempat lainnya di dunia-5ya. &ak seorang pun yang mengetahui sifat se+ati dan +umlah tepatnya mereka ke$uali Dia Q >.mam Al-Ghazali kemudian menerangkan bah*a anggota tubuh, pan$a indra, kehendak, insting, serta kekuatan emosi dan intelek termasuk pasukan5ya ini.? Ketahuilah bah*a dua dari pasukan itu, yakni amarah dan hasrat seksual, dapat dibimbing sepenuhnya oleh hatiQ atau sebaliknya, sepenuhnya mela*an dan memberontak, bahkan memperbudak hati. 6ada saat itulah ter+adi kematian hati dan akhir per+alanan menu+u kebahagiaan abadi. (ati punya tentara-tentara lain, termasuk pengetahuan 1;ilm), kebi+akan 1hikmah), dan perenungan atau refleksi 1tafakkur) yang bantuannya sangat diharapkan oleh hati, karena mereka itu termasuk Golongan Allah yang mela*an kedua tentara golongan setan. Allah berfirman, KApakah kamu tidak melihat orang yang memilih ha*a nafsunya sendiri sebagai tuhannyaTE 14./. al-,urANn >"<?: %#), dan K.a mengikuti ha*a nafsunya sendiri. Karena itu, perumpamaan mereka adalah seperti an+ing' apabila kamu mengusirnya, ia akan men+ulurkan lidahnya dan apabila kamu biarkan, ia pun akan men+ulurkan lidahnyaE 14./. al-A;rNf >B?: 1B@) dan mengenai orang yang mengendalikan dorongan nafsunya, Allah berfirman, KDan adapun orang yang takut berdiri di hadapan &uhannya dan men$egah +i*anya dari ha*a nafsunya, sesungguhnya surga akan men+adi tempat tinggalnyaE 14./. al-5Nzi3Nt >B=?: %0H%1). Ketahuilah, tubuh itu seperti sebuah kera+aan, dan akal adalah ra+anya. /emua kekuatan, lahir maupun batin, adalah tentara dan pembantunya. Jgo yang bergabung dengan ke+ahatan 1nafs ammNrah), yaitu nafsu dan amarah, adalah ibarat pemberontak yang membuat kerusakan di kera+aan dan berusaha membantai penduduknya. Karena itu, tubuh

men+adi seperti pos garnizun atau pos pasukan terdepan, dan +i*a seperti petugas pen+aga yang ditempatkan di sana . Apabila ia berperang mela*an musuh-musuhnya, mengalahkan dan memaksa mereka mengikuti perintahnya, ia akan mendapat pu+ian tatkala kembali ke (adirat Allah, sebagaimana firman-5ya, KAllah telah menganugerahkan dera+at lebih tinggi kepada orang-orang yang ber+uang dengan harta dan +i*anya di atas orang-orang yang duduk berdiamE 14./. al-5isN3 >%?: =<), Ada dua +enis pikiran yang menggerakkan keinginan seseorang, yaitu pikiran yang terpu+i, yang disebut ilhNm, dan pikiran yang ter$ela, yang disebut *as*as 1bisikan). (ati men+adi a+ang perebutan antara kekuatan setan dan kekuatan malaikatQ !alaikat merupakan makhluk yang telah di$iptakan Allah untuk menyebarkan kebaikan, memberikan ilmu, menyingkap kebenaran, men+an+ikan pahala, dan menyuruh kepada kebaikanQ /edangkan setan adalah makhluk yang peker+aannya mela*an semua ini Q :as*Ns mela*an ilhNm, kekuatan setan mela*an kekuatan malaikat, dan taufPA 1keberhasilan) mela*an khidzlNn 1keke$e*aan) . 5abi sa*. bersabda, K Ada dua dorongan dalam +i*a, yaitu dorongan dari malaikat yang menga+ak kepada kebaikan dan mengokohkan kebenaran. /iapa sa+a yang mendapatkannya, hendaklah ia mengetahui bah*a itu berasal dari Allah dan hendaklah ia memu+i kepada-5ya. Dorongan lain berasal dari musuh yang menggiring kepada keraguan, mengingkari kebenaran, dan melarang kebaikan' siapa sa+a yang mendapatkannya, hendaklah ia meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.E Kemudian al-Ghazali memba$a ayat, K/etan membangkitkan rasa takut akan kemiskinan dan menga+akmu bergabung dalam ke+ahatanE 14./. al-2aAarah >"?: "@C).

5abi sa*. bersabda, K&idak ada seorang pun di antara kalian yang bersih dari dorongan setan.E !ereka berkata, K2ahkan engkau +uga, *ahai 7asulullah sa*TE 2eliau berkata, K2ahkan diriku +uga, tetapi Allah membantuku untuk menguasainya dan ia telah tunduk patuh kepadaku sehingga ia tidak menyuruhku selain kepada kebaikanE 6erseteruan antara tentara malaikat dan setan ber+alan terus-menerus untuk menguasai hati hingga hati ditundukkan oleh salah satu dari keduanya, yang kemudian menguasai penduduknya dan ber$okol di sana Q /ayangnya, kebanyakan hati dikepung oleh tentara setan, yang men$ekokkan berbagai bisikan yang menga+ak manusia untuk men$intai dunia yang fana ini dan mengabaikan hari akhirat. 5abi sa*. bersabda, K6e+uang se+ati adalah orang yang ber+uang mela*an egonya untuk menaati AllahE 1al-mu+Nhidu man +Nhada nafsahO fP thN3atillNh.)Q. /ufyan al-&sauri berkata, KAku tidak pernah mela*an sesuatu yang lebih kuat daripada egoku sendiri' kadang ia bersamaku, dan kadang mela*ankuQ.E -ahya ibn !uadz al-7azi berkata, K6erangilah egomu dengan empat bilah pedang: sedikit makan, sedikit tidur, sedikit bi$ara, dan sabar ketika seseorang men+ahatimu. .. Dengan begitu, egomu akan menapaki +alan ketaatan, seperti seorang penunggang kuda yang mela+u di medan perang.E !ara !e %era g al-Ghazali Kaum KsalafE mutakhir $enderung berusaha menghidupkan kembali kebiasaan menyerang .mam al-Ghazali, meremehkan orang yang memba$a karya-karyanya, dan mengungkapkan berbagai argumen untuk menentang pandangan-pandangan nya. /erangan mereka itu lebih hebat lagi ketika berurusan dengan kitab .hyN3 ; lOm al-DPn. Kitab ini merupakan karya besar dan petun+uk paling penting dalam ka+ian tasa*uf. Kesuksesan dan sangat besarnya +umlah pemba$a karya ini telah membuat panik musuh-musuh tasa*uf. 2ahkan, ada sebagian

kalangan yang kele*atan dengan menyatakan bah*a al-Ghazali dalam keadaan gila ketika menulis kitab ini' sebagian lainnya salah memahami ba$aannya men+elang a+al terhadap karya .mam 2ukhari sebagai penolakannya terhadap tasa*uf. /ebagian lainnya, yang kebanyakan ulama anti-sufi, men$ela kitab ini lebih +auh. !eski demikian, kitab ini telah menun+ukkan keunggulannya atas para pengkritiknya yang hanya sibuk men$ela. /emakin banyak karya ter+emahan dari karya ini dilahirkan yang kualitasnya semakin baik. 2agian berikut ini akan memberikan kepada para pemba$a se+umlah ru+ukan yang dapat diandalkan berkenaan dengan kehidupan al-Ghazali dan karya-karyanya. /halahuddin al-/afadi 1*. B@% (.), murid Abu (ayyan al-Andalusi, dalam karya biografisnya yang sangat besar, al-:NfP, yang memuat lebih dari 1%.000 ri*ayat hidup, men$eritakan: !uhammad ibn !uhammad ibn !uhammad ibn Ahmad, (u++atul .slam, 9rnamen .man, Abu (amid al-&usi 1al-Ghazali) , ahli fikih !azhab /yafi3i, adalah orang yang tidak ada tandingannya pada masanya. 6ada %CC (. ia meninggalkan seluruh kehidupan dunia*inya 1termasuk karir akademisnya di !adrasah 5izamiyyah, tempat ia menga+ar se+ak %C% (.) untuk menempuh +alan takhallP 1pengosongan diri dari keduniaan) dan uzlah 1penyepian diri). /epulangnya dari ibadah ha+i, ia pergi ke /yria dan tinggal sebentar di Damaskus, sambil menga+ar di salah satu sudut mas+id 1zN*iyat al-+Nmi;) sebelah barat yang kini dinamai dengan namanya. .a kemudian bepergian ke -erusalem, menyibukkan dirinya dalam ibadah dan menziarahi tempat-tempat su$i. Kemudian ia pergi ke !esir dan tinggal beberapa lama di .skandariah.

Kemudian ia pulang ke negeri asalnya di &us 1men+elang %=" (.). Di kota inilah ia menyusun se+umlah buku 1termasuk .hyN3) sebelum kembali ke 5aisabur, tempat ia diberi tugas untuk memberi kuliah di 5izamiyah 1%== (.). 5amun, ia tak lama berkarir di sana dan kembali ke kampung halamannya. Di sinilah ia memimpin khNniAah untuk para sufi dan lembaga pendidikan di sebelahnya untuk para pela+ar umum. .a membagi *aktunya untuk melakukan berbagai aktiFitas yang bermanfaat, seperti memba$a AlAuran dan memberikan kuliah kepada kaum sufi. Kitab ini termasuk di antara kitab yang paling agung, sampai-sampai ada yang mengatakan, KApabila semua kitab tentang .slam telah hilang dan yang tertinggal hanya .hyN3 maka $ukuplah kitab itu menggantikan semua yang hilangQE 6ara penentang al-Ghazali menyebutkan beberapa hadis dalam kitab ini yang dianggap tidak sahih, tetapi di sisi lain, mereka membiarkan hadis-hadis serupa yang terdapat dalam karyakarya an+uran kepada kebaikan dan $egahan dari keburukan 1al-targhPb *a al-tarhPb). Kitab ini tetap bertahan sebagai kitab yang sangat bernilai. .mam ,akhruddin al-7azi pernah mengatakan, K/eolah-olah Allah telah menghimpun segala ilmu di ba*ah satu kubah, dan memperlihatkannya kepada al-Ghazali,E atau sesuatu yang maksudnya seperti ini. .a meninggal pada <0< (. di &abaran, benteng pertahanan kota &us, tempat ia dikebumikan. raian di atas sangat +elas menyangkal tuduhan yang mengada-ada bah*a al-Ghazali menolak tasa*uf di akhir hayatnya. Ada +uga orang yang membedakan antara al-Ghazali sebagai ahli ushul dan al-Ghazali sebagai ahli tasa*uf. Apabila diberitahukan kepada mereka bah*a kitabkitab .mam al-Ghazali tentang metodologi dan dasar-dasar hukum .slam dianggap sebagai ba$aan *a+ib dalam bidang ini, mereka berdalih bah*a karya-karya itu ditulis sebelum ia mengasingkan diri dan menempuh +alan sufi.

6adahal kenyataannya, kitab terbesar dan paling komprehensif dari empat kitabnya mengenai ushul-fikih disusun pada masa-masa akhir hayatnya, sebagaimana dinyatakan oleh Dr. &aha al-Al*ani: Jnsiklopaedia .mam al-Ghazali tentang !etodologi /umber (ukum /yariah, yaitu kitab keempatnya mengenai masalah ini, dan merupakan karya terakhirnya, adalah al-!ustasyfN, yang telah di$etak berulang kali di !esir dan di berbagai ka*asan lainnya. Kitab ini ditulis setelah ia keluar dari masa penyepian dan pengasingan dirinya. Dan dalam buku 7elian$e, ketika bertutur mengenai al-Ghazali, disebutkan: Di Damaskus ia tinggal menyepi sekitar sepuluh tahun, memusatkan diri pada per+uangan rohani dan zikir kepada Allah. 6ada saat-saat terakhirnya, ia menulis karya agungnya, .hyN3 ; lOm al-DPn, sebuah kitab klasik di antara kitab-kitab kaum muslim tentang membina ketak*aan dengan selalu terhubung kepada Allah, menerangi +i*a melalui ketaatan kepada-5ya dan tahapan-tahapan orang beriman untuk sampai ke sana . Karyanya ini menun+ukkan betapa al-Ghazali sangat memahami persoalan yang ditulisnya. .a menyuguhkan peme$ahan yang sangat mengagumkan mengenai ratusan persoalan yang berkenaan dengan kehidupan spiritual, yang tak pernah dibahas dan dipe$ahkan oleh seorang pun sebelumnya. .ni menun+ukkan ke$erdasan penulisnya yang sangat berdisiplin dan pemahamannya yang mendalam mengenai psikologi manusia. .a +uga menulis hampir dua ratus karya lainnya, yang meliputi berbagai bidang, termasuk teori pemerintahan, hukum .slam, bantahan terhadap filsafat, keimanan, tasa*uf, tafsir, kalam, dan dasar-dasar hukum .slam. /alah seorang pengkritik al-Ghazali yang paling Fokal adalah .bn al)auzi, yang +uga sangat meremehkan kaum sufi. .a menentang kitab .hyN3 dalam empat karyanya: .;lNm al-AhyN bi Aghlath al-.hyN

16emberitahuan tentang Kesalahan-Kesalahan .hyN3), &albPs al-.blPs, KitNb al-4ussNs, dan kitab tarikhnya, al-!untazham fP &NrPkh al-!uluki *a al- mam. /ebagian pandangan .bn al-)auzi diikuti oleh .bn &aimiyah dan muridnya, al-Dzahabi. Dasar pendangan mereka adalah karena alGhazali banyak menggunakan hadis daif. /ebenarnya, kritik mereka hanyalah pernyataan yang dibesar-besarkan, mengingat baik (afiz al.raAi 1*. C0@ (.) maupun (afiz al-Gabidi 1*. 1"0< (.) menghapal hadishadis yang dimuat dalam kitab .hyN3 dan tidak pernah mempertanyakannya. /ebaliknya, mereka menghargai keberadaan kitab tersebut yang sangat diapresiasi oleh umat .slam. Keduanya mengungkapkan komentar yang baik tentang kitab itu, dan mempromosikannya sebagai sebuah kitab pegangan yang dapat diper$aya untuk meningkatkan kema+uan rohani. /ebagaimana ditegaskan oleh al-/ubki, al-Ghazali tidak berlebih-lebihan dalam mempergunakan hadis. 8ebih penting lagi, kebanyakan ahli hadis membolehkan penggunaan hadis daif dalam berbagai persoalan selain penetapan masalah hukum. !isalnya, para ahli hadis yang tak terhitung banyaknya, dan para ulama lainnya membolehkan penggunaan hadis daif untuk mendorong kebaikan dan men$egah keburukan 1al-targhPb *a al-tarhPb). (arus dipahami bah*a al-Ghazali menyertakan semua bahan yang berguna untuk men$apai sasaran pendidikannya. .a memilih hadis berdasarkan pertimbangan isinya daripada rangkaian peri*ayatannya. 2agian terbesar kitab .hyN3 memuat kutipan dari AlAuran, hadis, dan perkataan para ulama, sedangkan pandangan al-Ghazali sendiri tidak lebih dari #<U dari keseluruhan isinya. &erakhir, dari keseluruhan hadis

yang dikutip oleh al-Ghazali, sebagian besarnya merupakan hadis yang sanadnya kuat. /ebagai kesimpulan, sebagaimana dikatakan al-/afadi, kitab .hyN3 termasuk +enis karya targhPb, atau etika, yang menyampaikan prinsipprisip tasa*uf. Autentisitas dalil-dalil yang dikutip dalam karya se+enis, menurut kebanyakan ulama, tidak mesti terlalu ketat seperti dalam kitab mengenai akidah dan fikih. 6enerapan kriteria yang sama untuk karya-karya tentang tasa*uf sama sa+a dengan membandingkan apel dengan +eruk. Karena itu, sebagaimana +uga ditun+ukkan se$ara tepat oleh al-/afadi, kritik terhadap .hyN3 ; lOm al-DPn yang menekankan pada hadis-hadis daif yang dikutip di dalamnya adalah tidak tepat. &idak tepat pula kritik serupa terhadap karya-kraya targhPb sema$am ini, seperti kritik alDzahabi terhadap kitab 4Ot al-4ulOb karya Abu &haliA al-!akki. .a menekankan kritiknya hanya pada sisi autentisitas dalil yang dikutipnya seraya mengabaikan dukungan yang begitu besar terhadap tasa*uf dan karya-karya tentangnya. .angatlah selalu nasihat alDzahabi: K)angan terburu-buru menghakimi, tetapi berprasangka baiklah kepada kaum sufiE atau nasihat .mam al-Ghazali: K2erpikir baiklah 1tentang kaum sufi) dan +angan menyimpan keraguan dalam hatimuE' atau nasihat .bn (a+ar al-(aitsami: K2uruk sangka terhadap mereka 1kaum sufi) merupakan tanda kematian hati.E1"1 8angkah terbaik adalah mengambil manfaat yang terdapat dalam setiap karya para sufi dengan hati yang bersih, seraya tetap menghormati para tokoh sufi. /esungguhnya mereka merupakan kelompok ke$il di tengah masyarakat' dan dari sisi pengetahuan, mereka adalah menara yang tinggi men+ulang di atas kebanyakan orang. )angan men$ari-$ari perbedaan pandangan di antara para ulama, dan hormatilah mereka yang berbi$ara tentang Allah.

$eabsaha Hadis #aif /elain pendapat-pendapat di atas, ada beberapa pendapat lain yang mendukung penggunaan hadis daif yang disampaikan oleh para ahli hadis. /emua pernyataan itu beru+ung pada satu simpul, sebagaimana dikatakan al-/akha*i: K)umhur ulama berpandangan bah*a hadis daif dapat digunakan sebagai dasar pegangan untuk melakukan kebaikan dan memperbaiki akhlak, tetapi tidak untuk menetapkan hukum.E .bn (a+ar, misalnya, menulis dalam (NdP al-/ari: !alik dan 2ukhari punya pemahaman yang berbeda mengenai keabsahan hadis. !alik beranggapan bah*a terputusnya sanad tidak merusak suatu hadis. Karena alasan inilah ia mengutip beberapa hadis mursal dan munAati yang terputus sanadnya' ia +uga mengutip se+umlah ri*ayat yang tak bersanad 1balaghNt) dalam materi utama dari kitabnya 1al-!u*aththa3), sedangkan 2ukhari menganggap bah*a terputusnya sanad merusak hadis. Karena itu, ia tidak suka mengutip hadis-hadis sema$am ini ke$uali sebagai tambahan di luar materi utama kitabnya 1al)Nmi; al-/hahPh), seperti dalam komentar 1ta;lPA) dan +udul bab. Al-(akim 1*. %0< (.) meri*ayatkan dalam kitabnya yang men+adi salah satu pedoman ilmu hadis, !adkhal, bah*a: Aku mendengar dari Abu Gakariya al-Anbari dari !uhammad .bn .shaA ibn .brahim al-(anzhali dari ayahnya bah*a Abdurrahman ibn !ahdi berkata, KDalam hadis-hadis tentang pahala, hukuman, dan perbuatan terpu+i, kami bersikap $ukup longgar menyikapi sanad dalam peri*ayatan kami. Dan kami $ukup terbuka menyikapi para pera*inya 1yaitu berkenaan dengan identitas dan keterper$ayaannya) . 5amun, +ika kami meri*ayatkan hadis yang berkaitan dengan urusan halal dan haram, kami meneliti sanadnya dengan sangat ketat, dan kami mempertimbangkan setiap pera*inya dengan sangat saksama.E Aku mendengar dari Abu Gakariya -ahya ibn !uhammad al-Anbari dari

Abu al-Abbas Ahmad ibn !uhammad al-/i+zi dari al-5aufal bah*a Ahmad ibn (anbal mengatakan, KApabila kami meri*ayatkan dari 7asulullah sa* yang berkaitan dengan urusan halal dan haram, urusan muamalah dan ketetapan hukum, kami bersikap sangat ketat' tetapi apabila kami meri*ayatkan dari 5abi sa*. menyangkut tindakan dan perilaku mulia dan tidak menetapkan atau membatalkan suatu keputusan hukum, kami bersikap akomodatif dalam urusan sanadnya.E 2erikut ini kutipan lengkap dari kitab al-4a*l al-2NdP karya al-/akha*i: /yekh al-.slam abu Gakariya al-5a*a*i mengatakan dalam kitab AdzkNr bah*a para ahli hadis, ahli fikih, dan kalangan ulama lainnya memperbolehkan dan 1bahkan) menganggap baik penggunaan hadis daif sebagai dasar untuk amal-amal agama yang berkaitan dengan perbuatan baik dan keutamaan 1fadhN3il), serta untuk mendorong kebaikan dan men$egah keburukan 1al-targhPb *a al-tarhPb) selama hadis itu tidak dipalsukan. /ementara +ika berkaitan dengan ketetapan hukum 1ahkNm), seperti apa yang diperbolehkan dan apa yang dilarang, atau syarat-rukun perdagangan, pernikahan, per$eraian, dan lain-lain setiap orang hendaklah mendasarkannya pada hadis sahih atau hasan, ke$uali sebagai tindak pen$egahan dalam beberapa hal yang berkaitan dengan salah satu yang di atas, misalnya penggunaan hadis daif berkenaan dengan suatu tindakan yang ter$ela 1karNhNt) dalam urusan +ual-beli atau pernikahan. Dalam kasus sema$am itu, dian+urkan 1mustahabb) untuk menghindari tindakan ter$ela itu. .bn Arabi al-!aliki tidak menyetu+ui pendapat itu dan mengatakan, K/e$ara mutlak tidak ada satu pun perbuatan yang boleh didasarkan atas hadis daif.E

Aku pernah mendengar guruku 1.bn (a+ar al-AtsAalani) menegaskan hal berikut dan menyampaikannya kepadaku se$ara tertulis: Ada tiga persyaratan bagi amalan agama yang boleh didasarkan atas hadis daif: 1.Amal kebaikan yang disepakati se$ara i+mak, dan hadis yang dimaksudkan tidak terlalu berat kedaifannya. )adi, tidak termasuk dalam kriteria ini hadis-hadis yang diri*ayatkan sendirian oleh para pembohong atau orang yang dituduh suka bohong, dan orang yang melakukan dosa besar. ".Ada dasar hukum umum untuknya. !aka, tidak termasuk dalam kriteria ini hadis palsu dan yang tidak punya dasar yang sah untuk di+adikan dalil. #.Ketika seseorang melakukan suatu perbuatan yang menga$u pada hadis itu, +anganlah berpikir bah*a perbuatan itu telah dibenarkan. .ni dimaksudkan agar tidak ada u$apan yang tidak dikatakan 5abi sa*. dinisbatkan kepada beliau. Dua syarat terakhir diungkapkan oleh .bn Abdissalam dan sahabatnya, .bn DaAiA al-.d' Abu /a;id al-Ala3i menyebutkan bah*a syarat yang pertama disepakati bersama oleh para ahli hadis. .mam Ahmad mengatakan bah*a seseorang dapat menger+akan suatu amal berdasarkan hadis daif +ika tidak ada hadis lain yang serupa dengannya dan tidak ada hadis lain yang berla*anan dengannya. Dalam sebuah ri*ayat ia pernah mengatakan, KAku lebih memilih hadis daif daripada pendapat seseorang.E Dan menurut .bn (azm, para ulama (anafi bersepakat bah*a hadis daif lebih disukai daripada pikiran 1ra3y) dan analogi 1AiyNs). .mam Ahmad pernah ditanya mengenai seseorang yang berada di suatu negeri yang memiliki, di satu sisi, seorang yang hapal banyak hadis 1shNhib al-hadPts) namun tidak mengetahui mana yang sahih dan mana yang tidak sahih, dan di sisi lain, seorang yang

pandai menggunakan pikiran 1shNhib al-ra3y), siapakah yang harus ia mintai petun+ukT .a men+a*ab, K(endaklah ia meminta petun+uk kepada shNhib al-hadPts.E Abu Abdillah ibn !andah mengabarkan bah*a Abu Da*ud, penulis kitab /unan dan murid .mam Ahmad, suka menyebutkan rantai peri*ayatan suatu hadis daif apabila dalam suatu persoalan tertentu ia tidak menemukan hadis lain. .a menganggapnya sebagai dalil yang lebih kuat daripada pendapat ulama. )adi, kita menemukan tiga ma$am pandangan yang berbeda mengenai permasalahan ini: V&idak ada satu pun perbuatan yang boleh didasarkan atas hadis daif. V6erbuatan dapat didasarkan atas hadis daif +ika tidak ditemukan dalil lain mengenai suatu masalah tertentu. V)umhur ulama berpandangan bah*a hadis daif dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan suatu perbuatan baik dan men$apai keutamaan 1fadhN3il), tetapi tidak dapat dipergunakan untuk menetapkan hukum. Allah-lah 6emberi segala keberhasilan. 2erkaitan dengan persoalan ini, .bn &aimiyah mengatakan, K9rang yang meri*ayatkan dari Ahmad bah*a ia suka menggunakan hadis daifS tidak sahih atau hasanStelah melakukan kesalahan.E !emang pendapatnya itu benar, karena, sebagaimana dikatakan al-/akha*i, .mam Ahmad tidak menerapkan hadis daif dalam hukum, atau yang berkaitan dengan penetapan hukum. )adi, semestinya .bn &aimiyah mengatakan, K9rang yang meri*ayatkan dari Ahmad bah*a ia suka menggunakan hadis daif dalam penetapan hukum syariat telah melakukan kesalahan.E 5amun, tidak ada keraguan bah*a .mam Ahmad menerima hadis daif sebagaimana di$eritakan oleh al-(akim dan dikuatkan oleh .bn Arabi al-

!aliki, dan bahkan dikuatkan +uga oleh .bn &aimiyah di berbagai tempat dalam karya-karyanya. !isalnya ia menyatakan bah*a, Ahmad ibn (anbal dan ulama lainnya membolehkan peri*ayatan hadis tentang keutamaan selama hadis itu tidak diketahui sebagai suatu kebohonganQ karena mungkin sa+a pahalanya benar meskipun tidak ada seorang imam pun yang memperbolehkan penetapan sesuatu sebagai *a+ib atau dian+urkan 1mustahabb) hanya berdasarkan hadis daif. /iapa sa+a yang memperbolehkannya berarti telah menentang i+mak. 5amun, pernyataan .bn &aimiyah bah*a Ktidak ada seorang imam pun yang memperbolehkan penetapan sesuatu sebagai *a+ib atau dian+urkan 1mustahabb) hanya berdasarkan hadis daif. /iapa sa+a yang memperbolehkannya berarti telah menentang kesepakatan 1i+mak)E adalah tidak benar, sebagaimana dibuktikan oleh ri*ayat al-/akha*i yang tidak dapat dibantah tentang kata-kata al-5a*a*i, yang telah kami sebutkan di atas. Istihsa 9rang yang menetapkan hukum berdasarkan istihsan tidak boleh berdasarkan rasa dan keinginannyya semata, akan tetapi haruslah berdasarkan hal-hal yang diketahui bah*a hukum itu sesuai dengan tu+uan Allah /:& men$iptakan syara3 dan sesuai pula dengan kaidahkaidah syara3 yang umumE. 1. 6engertian .stihsan menurut bahasa berarti menganggap baik atau men$ari yang baik. !enurut ulama ushul fiAh, ialah meninggalkan hukum yang telah ditetapkan pada suatu peristi*a atau ke+adian yang ditetapkan berdasar dalil syara3, menu+u 1menetapkan) hukum lain dari peristi*a atau ke+adian itu +uga, karena ada suatu dalil syara3 yang mengharuskan untuk meninggalkannya. Dalil yang terakhir disebut sandaran istihsan.

4iyas berbeda dengan istihsan. 6ada Aiyas ada dua peristi*a atau ke+adian. 6eristi*a atau ke+adian pertama belum ditetapkan hukumnya karena tidak ada nash yang dapat di+adikan dasarnya. ntuk menetapkan hukumnya di$ari peristi*a atau ke+adian yang lain yang telah ditetapkan hukumnya berdasarkan nash dan mempunyai persamaan ;illat dengan peristi*a pertama. 2erdasarkan persamaan ;illat itu ditetapkanlah hukum peristi*a pertama sama dengan hukum peristi*a kedua. /edang pada istihsan hanya ada satu peristi*a atau ke+adian. !ula-mula peristi*a atau ke+adian itu telah ditetapkan hukumnya berdasar nash. Kemudian ditemukan nash yang lain yang mengharuskan untuk meninggalkan hukum dari peristi*a atau ke+adian yang telah ditetapkan itu, pindah kepada hukum lain, sekalipun dalil pertama dianggap kuat, tetapi kepentingan menghendaki perpindahan hukum itu. Dengan perkataan lain bah*a pada Aiyas yang di$ari seorang mu+tahid ialah persamaan ;illat dari dua peristi*a atau ke+adian, sedang pada istihsan yang di$ari ialah dalil mana yang paling tepat digunakan untuk menetapkan hukum dari satu peristi*a. ". Dasar hukum istihsan -ang berpegang dengan dalil istihsan ialah !adzhab (anafi, menurut mereka istihsan sebenarnya sema$am Aiyas, yaitu memenangkan Aiyas khafi atas Aiyas +ali atau mengubah hukum yang telah ditetapkan pada suatu peristi*a atau ke+adian yang ditetapkan berdasar ketentuan umum kepada ketentuan khusus karena ada suatu kepentingan yang membolehkannya. !enurut mereka +ika dibolehkan menetapkan hukum berdasarkan Aiyas +ali atau maslahat mursalah, tentulah melakukan istihsan karena kedua hal itu pada hakekatnya adalah sama, hanya namanya sa+a yang berlainan. Disamping !adzhab (anafi, golongan lain yang menggunakan istihsan ialah sebagian !adzhab !aliki dan sebagian !adzhab (ambali.

-ang menentang istihsan dan tidak men+adikannya sebagai dasar hu++ah ialah !adzhab /yafi3i. .stihsan menurut mereka adalah menetapkan hukum syara3 berdasarkan keinginan ha*a nafsu. .mam /yafi3i berkata: K/iapa yang berhu++ah dengan istihsan berarti ia telah menetapkan sendiri hukum syara3 berdasarkan keinginan ha*a nafsunya, sedang yang berhak menetapkan hukum syara3 hanyalah Allah /:&.E Dalam buku 7isalah shuliyah karangan beliau, dinyatakan: K6erumpamaan orang yang melakukan istihsan adalah seperti orang yang melakukan shalat yang menghadap ke suatu arah yang menurut istihsan bah*a arah itu adalah arah Ka3bah, tanpa ada dalil yang di$iptakan pembuat syara3 untuk menentukan arah Ka3bah itu.E )ika diperhatikan alasan-alasan yang dikemukakan kedua pendapat itu serta pengertian istihsan menurut mereka masing-masing, akan +elas bah*a istihsan menurut pendapat !adzhab (anafi berbeda dari istihsan menurut pendapat !adzhab /yafi3i. !enurut !adzhab (anafi istihsan itu sema$am Aiyas, dilakukan karena ada suatu kepentingan, bukan berdasarkan ha*a nafsu, sedang menurut !adzhab /yafi3i, istihsan itu timbul karena rasa kurang enak, kemudian pindah kepada rasa yang lebih enak. /eandainya istihsan itu diperbin$angkan dengan baik, kemudian ditetapkan pengertian yang disepakati, tentulah perbedaan pendapat itu dapat dikurangi. Karena itu asy-/yathibi dalam kitabnya Al!u*NfaANt menyatakan: Korang yang menetapkan hukum berdasarkan istihsan tidak boleh berdasarkan rasa dan keinginannyya semata, akan tetapi haruslah berdasarkan hal-hal yang diketahui bah*a hukum itu sesuai dengan tu+uan Allah /:& men$iptakan syara3 dan sesuai pula dengan kaidah-kaidah syara3 yang umumE. #. !a$am-ma$am istihsan Ditin+au dari segi pengertian istihsan menurut ulama ushul fiAh di atas, maka istihsan itu terbagi atas dua ma$am, yaitu: 1.6indah dari Aiyas +ali kepada Aiyas khafi, karena ada dalil yang

mengharuskan pemindahan itu. ".6indah dari hukum kulli kepada hukum +uz-i, karena ada dalil yang mengharuskannya. .stihsan ma$am ini oleh !adzhab (anafi disebut istihsan darurat, karena penyimpangan itu dilakukan karena suatu kepentingan atau karena darurat. Montoh istihsan ma$am pertama: 1.!enurut !adzhab (anafi: bila seorang me*aAafkan sebidang tanah pertanian, maka termasuk yang di*aAafkannya itu hak pengairan, hak membuat saluran air di atas tanah itu dan sebagainya. (al ini ditetapkan berdasar istihsan. !enuryt Aiyas +ali hak-hak tersebut tidak mungkin diperoleh, karena mengAiyaskan *aAaf itu dengan +ual beli. 6ada +ual beli yang penting ialah pemindahan hak milik dari pen+ual kepada pembeli. 2ila *aAaf diAiyaskan kepada +ual beli, berarti yang penting ialah hak milik itu. /edang menurut istihsan hak tersebut diperoleh dengan mengAiyaskan *aAaf itu kepada se*a-menye*a. 6ada se*amenye*a yang penting ialah pemindahan hak memperoleh manfaat dari pemilik barang kepada penye*a barang. Demikian pula halnya dengan *aAaf. -ang penting pada *aAaf ialah agar barang yang di*aAafkan itu dapat dimanfaatkan. /ebidang sa*ah hanya dapat dimanfaatkan +ika memperoleh pengairan yang baik. )ika *aAaf itu diAiyaskan kepada +ual beli 1Aiyas +ali), maka tu+uan *aAaf tidak akan ter$apai, karena pada +ual beli yang diutamakan pemindahan hak milik. Karena itu perlu di$ari ashalnya yang lain, yaitu se*a-menye*a. Kedua peristi*a ini ada persamaan ;illatnya yaitu mengutamakan manfaat barang atau harta, tetapi Aiyasnya adalah Aiyas khafi. Karena ada suatu kepentingan, yaitu ter$apainya tu+uan *aAaf, maka dilakukanlah perpindahan dari Aiyas +ali kepada Aiyas khafi, yang disebut istihsan. ".!enurut !adzhab (anafi: sisa minuman burung buas, seperti sisa burung elang burung gagak dan sebagainya adalah su$i dan halal diminum. (al ini ditetapkan dengan istihsan. !enurut Aiyas +ali sisa

minuman binatang buas, seperti an+ing dan burung-burung buas adalah haram diminum karena sisa minuman yang telah ber$ampur dengan air liur binatang itu diAiyaskan kepada dagingnya. 2inatang buas itu langsung minum dengan mulutnya, sehingga air liurnya masuk ke tempat minumnya. !enurut Aiyas khafi bah*a burung buas itu berbeda mulutnya dengan mulut binatang huas. !ulut binatang buas terdiri dari daging yang haram dimakan, sedang mulut burung buas merupakan paruh yang terdiri atas tulang atau zat tanduk dan tulang atau zat tanduk bukan merupakan na+is. Karena itu sisa minum burung buas itu tidak bertemu dengan dagingnya yang haram dimakan, sebab diantara oleh paruhnya, demikian pula air liurnya. Dalam hal ini keadaan yang tertentu yang ada pada burung buas yang membedakannya dengan binatang buas. 2erdasar keadaan inilah ditetapkan perpindahan dari Aiyas +ali kepada Aiyas khafi, yang disebut istihsan. Montoh istihsan ma$am kedua 1./yara3 melarang seseorang memper+ualbelikan atau mengadakan per+an+ian tentang sesuatu barang yang belum ada *u+udnya, pada saat +ual beli dilakukan. (al ini berlaku untuk seluruh ma$am +ual beli dan per+an+ian yang disebut hukum ku..i. &etapi syara3 memberikan rukhshah 1keringanan) kepada pembelian barang dengan kontan tetapi barangnya itu akan dikirim kemudian, sesuai dengan *aktu yang telah di+an+ikan, atau dengan pembelian se$ara pesanan 1salam). Keringanan yang demikian diperlukan untuk memudahkan lalu-lintas perdagangan dan per+an+ian. 6emberian rukhshah kepada salam itu merupakan penge$ualian 1istitana) dari hukum kulli dengan menggunakan hukum +uz-i, karena keadaan memerlukan dan telah merupakan adat kebiasaan dalam masyarakat. ".!enurut hukum kulli, seorang pemboros yang memiliki harta berada di ba*ah per*alian seseorang, karena itu ia tidak dapat melakukan transaksi hartanya tanpa izin *alinya. Dalam hal ini dike$ualian transaksi yang berupa *aAaf. 9rang pemboros itu dapat melakukan atas

namanya sendiri, karena dengan *aAaf itu hartanya terpelihara dari kehan$uran dan sesuai dengan tu+uan diadakannya per*alian, yaitu untuk memelihara hartanya 1hukum +uz-i). Dari $ontoh di atas nampak bah*a karena adanya suatu kepentingan atau keadaan maka dilaksanakanlah hukum +uz-i dan meninggalkan hukum kulli. Ditin+au dari segi sandarannya, maka istihsan terbagi kepada: 1..stihsan dengan sandaran Aiyas khafi' "..stihsan dengan sandaran nash' #..stihsan dengan sandaran ;urf' dan %..stihsan dengan sandaran keadaan darurat.

http://imamalghazali.com/beberapa-konsep-pemikiran-imam-al-ghazali.htm http://peribadirasulullah.wordpress.com/2012/10/20/28-kitab-karangan-imam-alghazali/

! KI"AB KA#A$GA$ I%A% A&-GHA'A&I

Al Ghazali, sang Hujjatul Islam

Puluhan karya yang ditulisnya merupakan bukti kecerdasan dan keluasan ilmu yang dimiliki Al-Ghazali. Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali ath-Thusi asy- ya!ii atau lebih dikenal dengan nama Imam Al-Gh azali adalah salah se"rang t"k"h Muslim terkemuka sepanjang zaman. Ia dikenal sebagai se"rang ulama, !ilsu!, d"kter, psik"l"g, ahli hukum, dan su!i yang sangat berpengaruh di dunia Islam. elain itu, berbagai pemikiran Algazel#demikian dunia $arat menjulukinya#juga banyak mempengaruhi para pemikir dan !ilsu! $arat pada abad pertengahan. Pemikiran-pemikiran Al-Ghazali sungguh !en"menal. %Tak diragukan lagi bah&a buah pikir Al-Ghazali begitu menarik perhatian para sarjana di 'r"pa,% tutur Margaret mith dalam bukunya yang berjudul AlGhazali( The Mystic yang diterbitkan di )"nd"n, Inggris, tahun *+,,. alah se"rang pemikir -risten terkemuka yang sangat terpengaruh dengan buah pemikiran Al-Ghazali, kata mith, adalah T Th"mas A.uinas /*001 M-*02, M3. A.uinas merupakan !ilsu! yang kerap dibangga-banggakan peradaban $arat. Ia telah mengakui kehebatan Al-Ghazali dan merasa telah berutang budi kepada t"k"h Muslim legendaris itu. Pemikiran-pemikiran Al-Ghazali sangat mempengaruhi cara berpikir A.uinas yang menimba ilmu di 4ni5ersitas 6aples. aat itu, kebudayaan dan literatur-literatur Islam begitu mend"minasi dunia pendidikan $arat. Perbedaan terbesar pemikiran Al-Ghazali dengan karya-karya A.uinas dalam te"l"gi -risten, terletak pada met"de dan keyakinan. ecara tegas, Al-Ghazali men"lak segala bentuk pemikiran !ilsu! meta!isik n"n-Islam, seperti Arist"teles yang tidak dilandasi dengan keyakinan akan Tuhan. edangkan, A.uinas mengak"m"dasi buah pikir !ilsu! 7unani, )atin, dan Islam dalam karya-karya !ilsa!atnya. Al-Ghazali dikenal sebagai se"rang !ilsu! Muslim yang secara tegas men"lak segala bentuk pemikiran !ilsa!at meta!isik yang berbau 7unani. 8alam bukunya berjudul The Inc"herence "! Phil"s"phers, AlGhazali menc"ba meluruskan !ilsa!at Islam dari pengaruh 7unani menjadi !ilsa!at Islam, yang didasarkan pada sebab-akibat yang ditentukan Tuhan atau perantaraan malaikat. 4paya membersihkan !ilasat Islam dari pengaruh para pemikir 7unani yang dilakukan Al-Ghazali itu dikenal sebagai te"ri "ccasi"nalism. "s"k Al-Ghazali sangat sulit untuk dipisahkan dari !ilsa!at. $aginya, !ilsa!at yang dil"ntarkan pendahulunya, Al-9arabi dan Ibnu ina, bukanlah sebuah "bjek kritik yang mudah, melainkan k"mp"nen penting buat pembelajaran dirinya. 9ilsa!at dipelajar Al-Ghazali secara serius saat dia tinggal di $aghdad. ederet buku !ilsa!at pun telah ditulisnya. alah satu buku !ilsa!at yang disusunnya, antara lain, Ma.asid al-9alasi!a /The Intenti"ns "! the Phil"s"phers3. )alu, ia juga menulis buku !ilsa!at yang sangat termasyhur, yakni Taha!ut al-9alasi!a /The Inc"herence "! the Phil"s"phers3. Al-Ghazali merupakan t"k"h yang memainkan peranan penting dalam memadukan su!isme dengan syariah. -"nsep-k"nsep su!isme begitu baik dika&inkan sang pemikir legendaris ini dengan hukumhukum syariah. Ia juga tercatat sebagai su!i pertama yang menyajikan deskripsi su!isme !"rmal dalam karya-karyanya. Al-Ghazali juga dikenal sebagai ulama uni yang kerap mengkritik aliran lainnya. Ia tertarik dengan su!isme sejak berusia masih belia. -ehidupan Al-Ghazali 8ilahirkan di -"ta Thus, Pr"5insi -hurasan, Persia /Iran3, pada tahun ,1: Hijriyah atau bertepatan dengan tahun *:1; Masehi. Al-Ghazali berasal dari keluarga ahli tenun /pemintal3. Ayahnya adalah se"rang pengrajin sekaligus penjual kain shu! /yang terbuat dari kulit d"mba3 di -"ta Thus. 6amun, sang ayah menginginkan Al-Ghazali kelak menjadi "rang alim dan saleh. -arena itu, menjelang &a!at, ayahnya me&asiatkan pemeliharaan kedua anaknya kepada temannya dari kalangan "rang yang baik. 8ia berpesan, % ungguh, saya menyesal tidak belajar khath /tulis menulis Arab3 dan saya ingin memperbaiki apa yang telah saya alami pada kedua anak saya ini. Maka, saya m"h"n engkau mengajarinya, dan harta yang saya tinggalkan b"leh dihabiskan untuk keduanya,% ungkapnya pada pengasuh Al-Ghazali dan saudaranya. Imam Al-Ghazali memulai belajar di kala masih kecil dengan mempelajari $ahasa Arab dan Parsi hingga !asih. -arena minatnya yang mendalam terhadap ilmu, Al-Ghazali mulai mempelajari ilmu ushuluddin, ilmu manti., usul !ikih, dan !ilsa!at. elepas itu, ia berguru kepada yekh Ahmad bin Muhammad Ar<adzakani di -"ta Thus untuk mempelajari ilmu !ikih. -emudian, ia berangkat ke =urjan untuk menuntut ilmu dengan Imam Abu 6ashr Al-Isma>ili.

elepas menuntut ilmu di =urjan, Al-Ghazali pergi mengunjungi -"ta 6aisabur untuk berguru kepada Imam Haramain Al =u&aini. elama di 6aisabur, ia berhasil menguasai dengan sangat baik !ikih mazhab ya!ii, ilmu perdebatan, ushuluddin, manti., hikmah, dan !ilsa!at. elain itu, ia berhasil menyusun sebuah tulisan yang membuat kagum gurunya, Al-=u&aini. etelah sang guru &a!at, Imam Al-Ghazali pergi meninggalkan 6aisabur menuju ke majelis ?azir 6idzamul Malik. Majelis tersebut merupakan tempat berkumpulnya para ahli ilmu. 8i sana, Al-Ghazali menantang debat para ulama dan berhasil mengalahkan mereka. )alu, karena ketinggian ilmu yang dimiliki Imam Al-Ghazali, 6idzamul Malik mengangkatnya menjadi guru besar di Madrasah 6izhamiyah /sebuah perguruan tinggi yang didirikan "leh 6idzamul Malik3 di $aghdad pada tahun ,;, H. aat itu, usia Al-Ghazali baru menginjak @: tahun. 8i sinilah, keilmuan AlGhazali makin berkembang dan menjadi terkenal serta mencapai kedudukan yang sangat tinggi. ebagai pimpinan k"munitas intelektual Islam, Al-Ghazali begitu sibuk mengajarkan ilmu hukum Islam di madrasah yang dipimpinnya. 'mpat tahun memimpin Madrasah 6izamiyyah, Al-Ghazali merasa ada sesuatu yang kurang dalam dirinya. $atinnya dilanda kegalauan. Ia merasa telah jatuh dalam krisis spiritual yang begitu serius. Al-Ghazali pun memutuskan untuk meninggalkan $aghdad. -ariernya yang begitu cemerlang ditinggalkannya. etelah menetap di uriah dan Palestina selama dua tahun, ia sempat menunaikan ibadah Haji ke Tanah uci, Makkah. etelah itu, Al-Ghazali kembali ke tanah kelahirannya. ang ulama pun memutuskan untuk menulis karya-karya serta mempraktikkan su!i dan mengajarkannya. Apa yang membuat Al-Ghazali meninggalkan kariernya yang cemerlang dan memilih jalur su!ismeA 8alam aut"bi"gra!inya, Al-Ghazali menyadari bah&a tak ada jalan menuju ilmu pengetahuan yang pasti atau pembuka kebenaran &ahyu kecuali melalui su!isme. Itu menandakan bah&a bentuk keyakinan Islam tradisi"nal mengalami k"ndisi kritis pada saat itu. -eputusan Al-Ghazali untuk meninggalkan kariernya yang cemerlang itu, sekaligus merupakan bentuk pr"tesnya terhadap !ilsa!at Islam. Al-Ghazali &a!at di usianya yang ke-2: pada tahun **0; M di k"ta kelahirannya, Thus. Meski begitu, pemikiran Al-Ghazali tetap hidup sepanjang zaman. -arya-karya ang u!i elama masa hidupnya /2: tahun3, Imam Al-Ghazali banyak menulis berbagai karya dalam sejumlah bidang yang dikuasainya. Mulai dari !ikih, tasa&u! /su!isme3, !ilsa!at, akidah, dan lainnya. 8alam kitab Mau.i! Ibn Taimiyyah min al-Asya>irah dan Thaba&at Asy- ya!i>iyyah karya Abdurrahman bin haleh Ali Mahmud, Imam Al-Ghazali dikenal sebagai penulis pr"dukti!. ejumlah karyanya kini tersebar ke seluruh penjuru dunia. $idang 4shuluddin dan Akidah *. Arba>in 9i 4shuliddin merupakan juz kedua dari kitabnya, =a&ahir Al.uran. 0. Ba&a>id al->A.aCid yang disatukan dengan IhyaC 4lumuddin pada jilid pertama. @. Al I.tishad 9il I>ti.ad. ,. Taha!ut Al 9alasi!ah berisi bantahan Al-Ghazali terhadap pendapat dan pemikiran para !ilsu!, dengan menggunakan kaidah mazhab Asy>ariyah. 1. 9aishal At-Ta!ri.ah $ayn al-Islam ?a Danadi.ah. $idang 4sul 9ikih, 9ikih, 9ilsa!at, dan Tasa&u! *. Al-Mustash!a Min Ilmi al-4shul 0. Mahakun 6adzar @. Mi>yar al>Ilmi ,. Ma>ari! al-CA.liyah 1. Misykat al-An&ar E. Al-Ma.shad Al-Asna 9i yarhi Asma Allah Al-Husna 2. Mizan al-Amal ;. Al-Madhmun $ihi Ala Ghairi Ahlihi +. Al-Aj&ibah Al-Ghazaliyah 9i al-Masa*il 4khra&iyah *:. Ma>arij al-Budsi !i Madariji Ma>ri!ati An-6a!si

**. Banun At-Ta>&il *0. 9adhaih Al-$athiniyah *@. Al-Bisthas Al-Musta.im *,. Iljam al-A&am FAn FIlmi al--alam *1. <audhah ath-Thalibin ?a 4mdah al- alikin *E. Ar-<isalah Al-)aduniyah *2. IhyaC 4lum al-din *;. Al-Mun.idzu Min adl-8lalal *+.Al-?asith 0:. Al-$asith 0*. Al-?ajiz 00. Al--hulashah 0@. Minhaj al->Abidin Masih banyak lagi karya Imam Al-Ghazali. $egitu banyak karya yang dihasilkan, menunjukkan keluasan ilmu yang dimiliki "leh Al-Ghazali. Ia merupakan pakar dan ahli dalam bidang !ikih, namun menguasai juga tasa&u!, !ilsa!at, dan ilmu kalam. ejumlah pihak memberikan gelar padanya sebagai se"rang Hujjah al-Islam. Ihya F4lum al-8inG Magnum Hpus Al-Ghazali alah satu karya Imam Al-Ghazali yang sangat terkenal di dunia adalah kitab IhyaC 4lum al-din. -itab ini merupakan magnum "pus atau masterpiece Al-Ghazali. $ahkan, kitab ini telah menjadi rujukan umat Islam di seluruh dunia, termasuk Ind"nesia dalam mempelajari ilmu tasa&u!. 8i dalamnya, dijelaskan tentang jalan se"rang hamba untuk menuju ke hadirat Allah. aking luas dan dalamnya pembahasan ilmu tasa&u! /jalan su!i3 dalam karyanya ini, sejumlah ulama pun banyak memberikan syarah /k"mentar3, baik pujian maupun k"mentar negati! atas kitab ini. yekh Abdullah al-Idrus %Pasal demi pasal, huru! demi huru!, aku terus membaca dan merenunginya. etiap hari kutemukan ilmu dan rahasia, serta pemahaman yang agung dan berbeda dengan yang kutemukan sebelumnya. -itab ini adalah l"kus pandangan Allah dan l"kus rida-6ya. Hrang yang mengkaji dan mengamalkannya, pasti mendapatkan mahabbah /kecintaan3 Allah, rasul-6ya, malaikat-6ya, dan &ali-&ali-6ya.% Imam an-6a&a&i %=ika semua kitab Islam hilang, dan yang tersisa hanya kitab al-IhyaC, ia dapat mencukupi semua kitab yang hilang tersebut.% Imam ar-<azi % e"lah-"lah Allah ?T menghimpun semua ilmu dalam suatu rapalan, lalu 8ia membisikkannya kepada Al-Ghazali, dan beliau menuliskannya dalam kitab ini.% Abu $akar Al-Thurthusi %Abu Hamid telah memenuhi kitab IhyaC dengan kedustaan terhadap <asulullah A?. aya tidak tahu ada kitab di muka bumi ini yang lebih banyak kedustaan darinya, kemudian beliau campur dengan pemikiran-pemikiran !ilsa!at dan kandungan isi <asaCil Ikh&an ash- ha!a. Mereka adalah kaum yang memandang kenabian merupakan sesuatu yang dapat diusahakan.% /8inukil Adz-8zahabi dalam iyar A>lam 6ubala, *+I@@,3. ebagian ulama ada pula yang mengkritik karya Imam Al-Ghazali ini karena memuat sejumlah hadis, yang diduga beberapa sanadnya terputus. ?a Allahu A>lam. syaIta.