Anda di halaman 1dari 15

Pengaruh Atas Pengalaman Pada Konsensus Atas Pertimbangan Going-Concern Joanna L. Ho Universitas of Callfornia, rvine A!

"#$AK Pern%ataan tentang Audit "tandard &o '( mengharus)an auditor mengevaluasi status going concern dari setia* )lien. +enentu)an a*a)ah *erusahaan a)an melan,ut)an usahan%a a)an bisa men,adi *roses %ang )om*le)s. Karena ban%a) item data ber*otensi relevan, tugasn%a adalah relatif tida) terstru)tur. +es)i*un *ermintaan ini )ognitif, studi sebelumn%a menun,u))an *er,an,ian %ang signifi)an antara auditor a)an *enilaianconcern. Hasil studi ini menun,u))an )urangn%a )onsensus diantara *iha) auditor %ang ber*engalaman dan %ang )urang ber*engalaman, %ang diberi informasi untu) masalah *erusahaan. Konsensus ini mung)in men,elas)an menga*a auditor sering tida) se*enda*at *ada la*oran audit sesuai untu) masalah %ang dila*or)an *erusahaan. -ang ,uga adalah *roses *ertimbangan bai) dari auditor ber*engalaman dan )urang ber*engalaman. Auditor *ada )edua )elom*o) menem*at)an lebih *ene)anan *ada li)uiditas saat ini dan *rofitabilitas %ang dihara*)an dari )lien dari *ada indi)ator )euangan lainn%a. "elain itu, auditor ber*engalaman menghasil)an lebih *ositif *enilaian )elangsungan.

"ebelum *enerbitan Pern%ataan "tandar Auditing &o '( ."A" '(/, evaluasi going concern han%a dila)u)an ,i)a auditor meragu)an )emam*uan )lien untu) melan,ut)an usahan%a. "aat ini, auditor harus secara e)s*lisit men%im*ul)an a*a)ah )lien audit a)an melan,ut)an usahan%a untu) satu tahun atau lebih dari tanggal la*oran diaudit .A CPA, 0(11/. Ji)a auditor memili)i )eraguan substansial tentang status going-concern )lien modifi)asi la*oran audit harus di)eluar)an. Auditor telah menun,u))an bah2a mengevaluasi status going-concern )lien da*at meru*a)an *ertimbangan audit %ang rumit .Cho2 et al, 0(13/ 4alam mem*ertan%a)an situasi going concern, auditor sering tida) se*enda*at dengan la*oran audit %ang sesuai. La*oran .Asare, 0((5b6 Cam*isi dan #rotman, 0(1'6

Kida,

0(1o7

+utchler,

0(18/.

misaln%a,

menemu)an

bah2a

*erusahaan

diidentifi)asi memili)i masalah going concern tida) selalu menerima o*ini audit %ang ber)ualitas. ni disebab)an )arena ditemu)an sebagian *ertimbangan e)onomi %ang bertentangan .misaln%a, auditor mung)in ingin mempertahankan klien

audit tetapi potensi litigasi takut diprakarsai oleh klien investor). Mutchler (1984) menyediakan bukti terkait yang menunjukkan bahwa auditor tidak setuju secara signi ikan tentang laporan pertanggungjawaban mereka! memberikan ketidakpastian going concern. "alam konteks audit kebanyakan! tidak adanya kriteria yang ditentukan dengan baik akan membuat keputusan audit evalualion menjadi sulit. "engan demikian! peneliti pertimbangan audit dan praktisi sering mengandalkan konsensus sebagai ukuran pengganti akurasi keputusan audit. "emikian pula! regulasi dan pengadilan sering mendasarkan konsensus sebagai pengganti untuk kualitas keputusan (#ibby dan #ewis! 198$). "alam prakteknya! banyak perusahaan akuntan publik menggunakan tim konsultan internal untuk memberikan saran untuk keputusan audit yang rumit. %erbeda dengan &ida '198() mengenai asumsi pertentangan pertimbangan ekonomi! penelitian saat ini ber okus pada hipotesis lain bahwa perbedaan pendapat auditor atas keputusan laporan audit dapat disebabkan kurangnya konsensus mengenai kemungkinan dirasakan bahwa perusahaan akan melanjutkan kelangsungan hidupnya. *ika kurangnya konsensus atau penilaian going concern auditor ditemukan untuk memperhitungkan ketidaksepakatan auditor pada apakah laporan audit yang tepat untuk menerbitkan! alat bantu keputusan mereka (misalnya! model eksplisit dan sistem berbasis pengetahuan) dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini. %anyak perdebatan baru+baru ini telah terjadi tentang peran auditor dalam mempertimbangkan dan pelaporan terhadap viabilitas klien audit (,sare tahun 199(). -,- .9 secara signi ikan diperluas mengenai kewajiban pelaporan auditor dalam dua cara. /ertama relati terhadap standar audit sebelumnya (-,0 14)! auditor sekarang harus melampaui pertimbangan pemulihan aset dan klasi ikasi kewajiban dan mengevaluasi kemampuan going concern klien. &edua! -,- .9 mengubah makna! dan kondisi! dan laporan audit harus dimodi ikasi diberi status going+concern apakah dipertanyakan. 2alaupun penelitian sebelumnya 34.9! 5ampisi dan 6rotman 198.7 &ida! l9889 mengamati kesepakatan yang signi ikan antara penilaian auditor going concern! temuan tersebut: tidak mungkin digeneralisasi untuk pasca+-,- .9 penilaian sebagai konsekuensi dari perbedaan dalam standar auditing.

&arena pertimbangan going concern relati tidak terstruktur dan in ormasi+intensi ! pengalaman yang signi ikan mungkin diperlukan untuk penilaian yang tepat dalam situasi ketidakpastian klien. "alam prakteknya. auditor yang berpengalaman (manajer dan mitra) bertanggung jawab untuk pertimbangan going ooncern. ;amun! setelah sekitar tiga sampai empat tahun pelatihan audit dan pengalaman! auditor mulai memikul tanggung jawab parsial 'sebagai pembimbing senior) untuk evaluasi going concern 9#erutama )arena evaluasi going concern evaluasi
)ini di*erlu)an untu) semua )lien audit/. Pada titi) ini dalam )arir mere)a, auditor memili)i insentif *ribadi %ang )uat untu) menambah *engetahuan dan untu) men,adi informasi %ang leng)a* sehubungan dengan *roses evaluasi going concern. Untu) mengetahui *engaruh *engalaman a)an *ertimbangan going concern, auditor di berbagai ting)atan *engalaman dievaluasi sehubungan dengan *enilaian going concern mere)a. Hasil *enelitian ini menun,u))an )etida)setu,uan %ang cu)u* di semua ting)at *engalaman audit. -ang mengheran)an, *engalaman tambahan tida) mening)at)an *er,an,ian mengenai *ertimbangan going concern. Pertimbangan diangga* *ada bagian beri)utn%a. Hasil ini )emudian di*resentasi)an *ada 90/ ting)at )onsensus *ertimbangan dan dam*a) *engalaman differensial *ada besar%a *utusan going concern dan .:/ model *roses *enilaian going concern, termasu) relatif *entingn%a ,enis informasi. !agian ring)asan dan dis)usi men%im*ul)an *enelitian ini.

P;&;L # A& ";!;LU+&-A PA4A P;$# +!A&GA& K;LA&G"U&GA&-U"AHA Kida .0(15/ mem*eroleh *enilaian going concern dan o*ini audit )e*utusan dari :3 mitra audit untu) <5 *erusahaan, setengahn%a benar-benar gagal. Untu) mengevaluasi )emam*uan *erusahaan mitra untu) mengidentifi)asi masalah, Kida meng)onversi *enilaian <5 *ertimbangan going concern )e *erusahaan %ang bermasalah atau *erusahaan %ang tida) bermasalah %ang berarti ang)a *ertimbangan %ang benar adalah ==,: .1= *ersen/, dengan )isaran :< sam*ai =3 adalah benar. #ing)at moderat )onsensus )orelasional ini ditun,u))an untu) )elangsungan *enilaian .hubungan antar sub,e) berarti )orelasi "*earman dari 5,3''. %ang men%aran)an suatu r: se)itar '3 *ersen/. +engenai o*ini-o*ini audit, bagaimana*un, rata-rata :' *ersen dari *erusahaan %ang diidentifi)asi sebagai

masalah %ang ditugas)an *enda*at 2a,ar tan*a *engecualian. res*on data tambahan )ehilangan menun,u))an )lien, bah2a *erse*si *erdagangan )lien, atau e)onomi-off gugatan se*erti investor, memburu)n%a hubungan

di*engaruhi )esediaan auditor untu) mengeluar)an *enda*at %ang ber)ualitas. Cam*isi dan #rotman .0(1'/ men%elidi)i )edua *enilaian )elangsungan dan *ilihan o*ini audit. Going-concern *enilaian untu) sembilan *erusahaan %ang telah menimbul)an *ada s)ala se*uluh *oin. #ing)at moderat )onsensus 9)orelasional hubungan antar-sub,e) rata-rata 5,3=, sesuai )e r: dari '= *ersen/ di*eraga)an oleh :' auditor. +engenai o*ini-o*ini audit, )eti)a )emung)inan )elangsungan ini ditun,u))an sangat tinggi atau sangat rendah, auditor menca*ai ting)at tinggi )onsensus mengenai o*ini audit %ang sesuai. Keti)a going-concern status *erusahaan ,elas *asti, namun *ilihan *enda*at itu men%ebar di antara *enda*at 2a,ar tan*a *engecualian dan ber)ualitas, merugi)an dan men%ang)al. "ementara *enelitian tentang *enilaian going concern suggesst )onsensus

*ertimbangan moderat, be)er,a beri)utn%a oleh Kida >0(1<a? *ada *redi)si )egagalan adalah ,uga relevan. Kida diguna)an mana,er audit 3= dan mitra untu) memberi)an *enilaian *robabilitas )egagalan *erusahaan .didefinisi)an sebagai )ebang)rutan, mengu,i i@uidation, atau default *ada )omitmen obligasi/. Kurangn%a bah2a cara *enilaian )egagalan adalah dibing)ai a)an versus )onsensus dila*or)an untu) semua )ondisi ting)at dasar >*. 0<1A. Kida lg1<bl >,uga hi*otesis menghasil)an *enggunaan %ang berbeda informasi )onfirmasi

disconfirmator%. ;nam *uluh enam *artner dan mana,er memberi)an *enilaian *eluang )egagalan *erusahaan. !eragam *enilaian *robabilitas di*eroleh .lihat hal ==3/, dengan item informasi negatif .item %ang menun,u))an gangguan/ *ada umumn%a %ang diangga* sebagai lebih relevan dari*ada item informasi *ositif .Lihat ,uga #rotman dan "ng 90(1(?. 4alam surnmar%, *enelitian sebelumn%a menun,u))an bah2a auditor da*at mengidentifi)asi masalah *erusahaan 9Kida, 0(15?. Juga, Kida >0(15, hal.'0( men%im*ul)an bah2a B... ting)at besar *er,an,ian ada antara auditor )eti)a mere)a

membuat )e*utusan )esinambungan dari data la*oran )euangan.B Kesim*ulan ini, bagaimana*un, adalah berdasar)an *ada *engu)uran )orelasi )onsensus, dan lang)ah-lang)ah correlational alamat han%a relatif *emesanan *enilaian tan*a mem*ertimbang)an a*a)ah distribusi *enilaian %ang benar-benar sama .i, e., )orelasi %ang tinggi mung)in ada bah)an )eti)a *arameter *enilaian dua distribusi/ "atu )eliru da*at men%im*ul)an bah2a ada )onsensus %ang cu)u* )eti)a *eng*ertimbanganan, *ada )en%ataann%a, ef >sangat berbeda. Pincus, 0((5, hal =-<A. Kida >0(1<a, 0(1<bA la*oran )urangn%a )onsensus )eti)a *enilaian *erusahaan seru*a gagal dibuat. Juga, sebagian besar *enelitian .)ecuali Asare, lggob/ dila)u)an sebelum *ela)sanaan *erubahan significarrt ditentu)an oleh "A" '(. !erbeda dengan ern*hasis "A" =< tentang *emulihan aset dan )lasifi)asi )e2a,iban, "A" '( memberla)u)an evaluasi going concern %ang membutuh)an asimilasi informasi %ang luas. Cleh )arena itu, dera,at )onsensus *ertimbangan going concern saat ini masih "ehubungan dengan harus la*oran audit, )arena di*asti)an. auditor da*at mengidentifi)asi "tudi saat ini mengguna)an u)uran s)ala %ang bergantung *ada )onsensus. *erusahaan-*erusahaan masalah dan ada bu)ti )orelasional dari )onsensus moderat *ada *enilaian going concern, menga*a, )emudian, la)u)an auditor tida) setu,u *ada la*oran audit %ang harus di)eluar)an untu) masalah *erusahaan >Canr*isi dan #rotman, 0(1' A. Kurangn%a )ese*a)atan mung)in timbul dari *erdagangan off bertentangan e)onomi %ang dihada*i auditor menerbit)an la*oran audit diubah, atau sebagai alternatif, )arena auditor tida) setu,u *ada )emung)inan bah2a *erusahaan masalah ini diidentifi)asi a)an *ilihan melan,ut)an mere)a usahan%a dan *erbedaan-*erbedaan mem*engaruhi la*oran audit.

P;$# +!A&GA& P;&GALA+A&

A#A"

K;LA&G"U&GA&-U"AHA

4A&

AU4 #

#he going concern ,udgrnent membutuh)an integrasi mental teliti fa)ta ban%a). ni adalah *roses %ang sulit dan ra2an )esalahan 9Ashton, 0(1:7 ;inhorn, 0(3:7 Libb% dan Libb%, 0(1(?. Auditor harus memilih, menimbang dan menggabung)an fa)ta *redi)tif )e dalam *ertimbangan )elangsungan, *roses

mental tida) ditentu)an dalam manual audit atau ditun,u))an dengan bantuan )e*utusan. +enambah )esulitan, clata tersedia sering men%edia)an ambigu dan D atau im*li)asi %ang bertentangan mengenai )ontinuitas *erusahaan. Pengetahuan tersebut )om*le)sitas menca*ai tentang dalam *ertimbangan going bagaimana mental a. concern )onsensus. "olas mengintegrasi)an berla)u Langgeng "e,ahtera, informasi

dan cara %ang da*at diandal)an da*at datang han%a dari *engalaman. +engingat bagaimana*un, bah)an auditor dengan *engalaman %ang cu)u* mung)in gagal Untu) irn*rove )ualitas *e)er,aan mere)a, auditor memili)i insentif *ribadi untu) bela,ar bagaimana untu) mengintegrasi)an secara te*at fa)ta-fa)ta *redi)si )e Pertimbangan going concern. "ambil bela,ar dari )e*utusan masa lalu da*at

'4inhorn! 198() sulit kalangan praktisi berpengalaman harus lebih baik in ormasi tentang akta yang mana yang predikti ! dan mereka dapat menghasilkan penilaian lebih valid '%lattberg dan 0loch! 199()! ,uditor juga meningkatkan pengetahuan mereka saat mereka berpartisipasi dalam umum! program pelatihan yang disponsori perusahaan %/,. -elanjutnya klien! auditor berpengalaman yang telah melayani memiliki di icuties keuangan atau yang telah dibuat menyadari situasi klien tersebut dapat mengenali lebih jelas betapa berat masalah harus sebelum perusahaan tidak bisa lagi dianggap sebagai kelangsungan 3;amun melihat ,shton! l99l). 8leh karena itu! pengalaman signi ikan serta lraining dapat mengijinkan auditor berpengalaman untuk memiliki schemata cukup baik dikembangkan untuk situasi going concern sementara auditor yang kurang berpengalaman mungkin memiliki schemata kurang berkembang '5hoo dan 6rotman! 1991! p! 4<9). "iskusi ini mengarah pada hipotheses berikut:

= 17 &onsensus akan lebih tinggi di antara audltors berpengalaman dari antara auditor pengalaman kurang. =$: %erpengalaman auditor dapat menimbang dan menggabungkan in ormasi going concern berbeda dari auditor yang kurang berpengalaman! maka dua kelompok akan menghasilkan penilaian yang berbeda going concern.

/4>58%,,; -ubjek pengalaman audit -atu ratus lima puluh enam auditor dari empat perusahaan multinasional akuntansi menyelesaikan bahan percobaan! yang berarti 'rata+rata) adalah .4 (1$) bulan dan kisaran itu 1$+1(( bulan. -eratus empat belas auditor dari satu perusahaan berpartisipasi selama dua sesi pelatihan sta ! sedangkan 4$ manajer dan mitra! dari empat perusahaan multinasional! dihubungi langsung oleh peneliti. "alam prakteknya! pada sekitar 4$ bulan pengalaman! a. mengawasi becomcs senior setidaknya. ikut bertanggung jawab atas pertimbangan going concern (terutama mengingat persyaratan baru -,- .9 bahwa status going concern dari setiap klien audit harus dievaluasi). ?ntuk mengatasi e ek pengalaman perjanjian penilaian going concern dan memahami penilaian auditor yang telah reahched ambang pelatihan! pengalaman! dan tanggung jawab dimana going concern assessrnent merupakan bagian eksplisit pro esional mereka tugas, sub%e) dibagi men,adi dua )elom*o)
berdasar)an sebuah cutoff dari <: bulan *engalaman audit. cutoff ini menghasil)an dua )elom*o) auditor6 (= B)urang eE*eriencdB dan 8= Bber*engalamanB, ting)at *engalaman dari dua )elom*o) berbeda secara signifi)an >:',< (',1 rnonths versus rata-rata *engalaman audit, t F (,1(, * Gool, satu-tailed/. Pertimbangan #ugas dan +aterial #ia* sub%e) menerima studi )asus )om*rehensif. BAmerican Kom*uterB Kasus ini dirancang untu) men,adi 2a)il dari corn*an% .dan industri/ 4ata dan hasil *rosedur analitis %ang auditor diguna)an )eti)a menganalisis *emin,am )euanganbermasalah dalam *ortofolio *in,aman )lien. "ebuah narasi rinci tentang, mana,emen bisnis )om*uter Ameri)a Hdan se,arah, *enda*atan leng)a*, neraca, dan la*oran arus )as, dan daftar rasio )euangan telah disedia)an. A2aln%a, bahan didasar)an dan *ada *erusahaan a)tual dan data industri, masa )emudian, de*an. mere)a disesuai)an dengan s)enario )euangan terus menurun )euntungan-)emam*uan memburu)n%a *ros*e) Kasus ini dirancang untu) menun,u))an status going-concern di*ertan%a)an. Pertama, sementara cam*uran informasi *ositif dan negatif diberi)an, )asus termasu) *eristi2a diidentifi)asi dalam "A" '( sebagai indi)ator )etida)mam*uan *otensial untu) melan,ut)an sebagai corcern *ergi. ndi)ator Hdi)elom*o))an sesuai

dengan &egatif tren6

sifat

mere)a,

adalah

sebagai

beri)ut6

-+engurangi *enda*atan H Kerugian bersih dalam tahun tera)hir7 Lain )euangan indi)asi6 Catatan %ang relatif besar )arena segera tan*a )esem*atan untu) refinancing dari *in,aman ban)7 nternal hal6 Kehilangan *embia%aan )unci dan e)se)utif *emasaran +ana,emen baru memili)i *engalaman terbatas dalam industri mi)ro)om*uter, $es*on terlambat untu) ce*at menurun harga )om*uter #erminasi baru ;)sternal hal6 Kehilangan dealer, +ele)at dalam industri mi)ro)om*uter )etida)*astian *ersonil di bidang te)ni) dan dan *emasaran %ang da*at menghambat )emam*uan *erusahaan untu) menghasil)an *rodu) mengintensif)an )egiatan *emasaran, dan

&edua! sirnilar

rasio dengan

kasus yang

6=5 banknrpl.

menyajikan irnrs di

sourcrvhut #he dan

pro il

keuangan *i9A4l

,ltman

Mc@ough

sampel. %erdasarkan model discriminent mereka! nilai+B untuk ,merika &omputer dipertanyakan menunjukkan viabilitas perusahaan. ;ilai+B yang diminimalkan kesalahan klasi ikasi dalam studi ,itman dan Mc@ough adalah $!<A.. /erusahaan dengan skor di bawah $!<A. sudah (setidaknya beberapa) karakteristik irrns gagal! meskipun untuk B+skor antara l.8l dan $!99 ada kemungkinan rnisclassi ication. ;ilai+B untuk ,merika. C.94 komputer yang di bawah titik cuto %er okus pada dan dalam kisaran kelangsungan hidup perusahaan tidak menentu. auditor inansial terdiri dari peminjam viabilitas diminta

untuk memberikan penilaian baik going concern dan penilaian kolektibilitas pinjaman. /enilaian going concern adalah: DMengingat in ormasi yang ,nda telah meninjau! apa evaluasi ,nda dari kemampuan ,merika untuk melanjutkan kelangsungan hidupnya antara ,gustus 1!1988! dan l 8ktober! 1989ED '=uru miring dalam bahasa aslinya). 5akrawala untuk pertimbangan going concern 'dan pinjaman) sekitar satu tahun dari tanggal bahan. -ubjek juga diminta untuk

membuat dimensi

keputusan keuangan! seperti

beberapa iiFuidity jangka

intermediate pendek! diharapkan

pro itabili y! dan leverage keuangan! sebelum mencapai kesimpulan going concern (lihat #ampiran -atu). 6he elisitasi intermediatemeasures ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana auditor menggunakan+isyarat dalam membuat penilaian going concern. /erhatian+ pergi dan penilaian menengah dilakukan pada skala #ikert tujuh poin kontinu! dengan A berlabel Dsangat kuat!D 4 labeledGaverage Ddan 1 berlabelD. -angat lemah. D/injaman+pertimbangan adalah persentase pinjaman harus dikumpulkan pada tanggal jatuh tempo satu tahun maka. -etelah menyelesaikan tugas+tugas mata pelajaran judgrnent! mereka diminta menunjukkan apakah mereka menganggap kasus tersebut menarik dan realistis. ?ntuk kedua! respon yang ditunjukkan pada skala tujuh poin dengan rnaHimum dari Dsangat setujuD (kode A) dan minimum Dsangat tidak setujuD (kode 1). Mean (deviasi standar) dari respon DkepentinganD adalah .!A4 3(!81) dan theGrealism Dberarti 'deviasi standar) adalah .!88 ((!81)! dengan kedua dari median yang <.((.1r ,uditor menunjukkan bahwa bahan+bahan sama+sama menarik dan realistis! /rosedur. -ubjek yang menghadiri sesi pelatihan sta menyelesaikan bahan kasus di ruang kelas. 2aktu yang dihabiskan untuk penyelesaian berkisar dari 4( sampai .( menit. ?ntuk meminta auditor lebih berpengalaman untuk berpartisipasi! peneliti dihubungi di ollices lokal dari empat kantor akuntan rnultinational di 5ali ornia selatan. /artner ini kemudian diberikan da tar peserta relawan! peneliti diatur untuk memenuhi kelompok relawan baik dalam ruang kon erensi ada kantor atau di ruang kon erensi di lembaga peneliti. -eperti yang auditor menghadiri sesi pelatihan! semua auditor pengalaman menyelesaikan bahan kasus di ruang kelas. waktu penyelesaian mereka berkisar antara 1. sampai .( menit. =,-C# %esaran dari /ertimbangan @olng+&epedulian subjek menegaskan bahwa status komputer ,merika sebagai keprihatinan Foing tidak pasti. /enilaian going concern rata+rata 1.18. dengan rata+rata 1!(( 'berlabel menjadi Dkurang tegas kemampuan rata+rata untuk. melanjutkanD)! pada skala respon tujuh poin. ,uditor yang telah mencapai tingkat tanggung jawab audit aktual

untuk going concern penilaian melaporkan pengalaman audit yang berbeda kesimpulan+lebih menghasilkan penilaian going concern lebih positi . >erata penilaian going concern untuk <1 auditor berpengalaman 1!49! sedangkan rata+rata untuk pengalaman 98 dikurangi uditors adalah $!9A! dan! cara berbeda secara signi ikan! t I $!.1! p J(1. -elain itu! uji Mann+2hitney u menunjukkan bahwa penilaian going concern auditor yang berpengalaman dan kurang berpengalaman bukan dari distribusi yang sama 'K I $!1(! p J(!(1<)! 6abel 1 menyajikan distribusi rekuensi putusan going concern dari kelompok keseluruhan dan penilaian oleh kelompok+kelompok dengan berbagai tingkat pengalaman audit. -tatistik deskripti dari penilaian going concern ditunjukkan pada panel , 6abel $. &orelasi untuk penilaian going concern dan bulan pengalaman audit .1.! p J(!(<. tak terduga! korelasi antara kemungkinan bahwa komputer ,merika akan melanjutkan usahanya dan persentase pinjaman diperkirakan akan tertagih tidak signi ikan (r I. 1<! p J.1(). 6es lebih lanjut menunjukkan bahwa minimnya hubungan antara persentase pinjaman dianggap tertagih dan kemungkinan komputer ,merika terus sebagai kelangsungan usaha ini karena kelompok berpengalaman (r I. 11! p J.$(). ?ntuk kelompok yang kurang berpengalaman! ada hubungan yang signi ikan antara persentase pinjaman dianggap tertagih dan likelihoocl ,merika &omputer melanjutkan kelangsungan (r I. $<! p J.(1). tabel 1
Konsensus Going-Concern Pertimbangan !ah)an untu) auditor %ang sangat ber*engalaman, )etida)setu,uan

considerabre ini diung)a*)an oleh dis*ersi dari *enilaian audit. 4eviasi standar dari *enilaian going concern untu) auditor ber*engalaman adalah 0,<( dengan )isaran 0,55-8,55, menun,u))an *er,an,ian sedi)it. Hasil untu) auditor %ang )urang ber*engalaman >%aitu, standar deviasi 0,58 dan berbagai 0,55-3,55A seru*a. Kisaran inter)uartil ,uga menun,u))an )etida)se*a)atan besar .%aitu, >:.55, <.(5A untu) auditor %ang ber*engalaman dan >:.55,<.(5A untu) auditor %ang )urang ber*engalaman/. "tandar deviasi dari )edua )elom*o) berbeda satu sama lain secara signifi)an .I-:.55, * G5,55=/. Untu) semua 0'8 auditor.

#abel : deviasi standar *enilaian adalah 0,:3, dengan mengguna)an seluruh rentang s)ala res*on .i.e H, 0,55-3,55/ Pen%ebaran dari *enilaian going concern *ada berbagai ting)at *engalaman audit ditun,u))an *ada #abel 0. Ji)a mening)at)an *engalaman audit mengarah )e )onsensus *ertimbangan mening)at, hara*an )ese*a)atan %ang lebih besar *ada ting)at %ang lebih tinggi *engalaman audit. ;fe) tersebut tida) diindi)asi)an. "e*erti %ang bisa dilihat frorn #abel 0, bai) auditor %ang ber*engalaman dan )urang ber*engalaman audit. membuat Cleh *enilaian itu, untu) dalam H0 )isaran tida) besar :,5-8,5. / Kesim*ulan umum adalah bah2a )etida)se*a)atan besar ada di semua ting)at *engalaman +odel Penilaian going )arena berbeda didu)ung. dan Pertimbangan concern Going-Concern ber*engalaman )urang

auditor %ang ber*engalaman. Untu) men,elas)an *erbedaan ini, model mentalintegrasi informasi dibangun untu) )edua )elom*o). Penilaian antara li)uiditas saat ini dan dihara*)an, *rofitabitit% masa de*an %ang dihara*)an dan leverage )euangan saat ini, serta evaluasi tren terbaru di variabel-variabel ini, adalah *redi)tor *ossibie di setia* model *ertimbangan. "tatisti) des)ri*tif untu) *enilaian antara ditun,u))an *ada Panel A dari #abel :. "etia* *enilaian intermediate adalah agregasi mental data %ang berhubungan dengan dimensi )euangan. +emili)i mata *ela,aran mental item agregat ban%a) data )e dalam *enilaian intermediate memfasilitasi model *embentu)an lebih model, %aitu *roses dan *enilaian andal. da*at *arsimoniousl%

model ter*isah telah di*er)ira)an untu) auditor %ang )urang ber*engalaman dan ber*engalaman .lihat Panel ! dari #abel :/. Ketu,uh *enilaian intermediate .lihat Lam*iran 0/ dibuat tersedia dalam menerus)an, secara bertaha* .dengan cutof signifi)ansi .5'/. "ebuah *ola %ang ,elas dari hasil terung)a*. 4ua *enilaian intermediate %ang *enting bagi *enilaian )elangsungan hidu* dalam )edua model6 L JU 4, %ang meru*a)an evaluasi auditor terhada* *osisi li)uiditas saat )om*uter Ameri)a, dan P$CI #, %ang meru*a)an )euntungan relatif %ang dihara*)an Kom*uter Ameri)a selama :< bulan mendatang. L JU 4 selalu %ang *ertama untu) masu) )e regresi ste*2ise dalam dua model. L JUl4 dan LA!A %ang masing-masing, agregasi dari neraca dan data *enda*atan %ang sugestif dari

)emam*uan *erusahaan untu) bertahan sebagai )elangsungan selama tahun mendatang. #ida) satu*un dari lima *enilaian lain menengah adalah signifi)an dengan salah satu model. Analisis regresi )eseluruhan %ang menggabung)an dua "ubsam*les ,uga menun,u))an bah2a CA $ dan LA!A adalah dua *enilaian antara %ang *aling *enting bagi *ertimbangan going concern7 bobot masing-masing adalah 5,=(0 9t F =,33', * G5,555:? 9t dan 5,'55 F =,<'5, * G.5 C53? "e*erti da*at dilihat dari #abel :, satu *en,elasan *otensial untu) *erbedaan dalam *enilaian going concern dari ber*engalaman dan )urang

auditor yang berpengalaman adalah bahwa setiap kelompok digunakan bobot relati berbeda dari 5,C> Ldan penilaian #,%, menengah. Misalnya! auditor yang berpengalaman memberikan bobot yang lebih tinggi untuk kedua pendapatan penilaian #,%, pernyataan berorientasi dan lembar 5,C> saldo berorientasi daripada auditor yang kurang berpengalaman ((!<1$ vs.4$7 (!.41 vs (!1A1! masing+masing). ;amun! seperti yang ditunjukkan oleh model regresi keseluruhan! hanya secara statistik signi ikan dalam 5,C> bobot. /enjelasan kemungkinan kedua! untuk perbedaan dalam penilaian going concern adalah bahwa in ormasi nonFuantitative memainkan peran penting dalam penilaian auditor mengalami Ggoing concern. 6idak seperti kebanyakan studi sebelumnya penilaian going concern! hal ini memberikan in ormasi yang komprehensi dan kaya konteks. "alam sesi pasca+percobaan! beberapa auditor mengalami mengatakan kepada peneliti bahwa kecenderungan mereka ke arah yang lebih positi nonFuantitative C&=6C-,> dalam penilaian mereka going concern adalah karena in ormasi tentang ",; &omputer /4M%,=,-,; ,merika. ?M?M

"alam %erbeda dengan pra+-,- .9 hasil berdasarkan langkah+langkah korelasional skala+ independen dari konsensus 'campisi dan trotma! 198.7 &ida! 198()! penilaian going concern dilaporkan di sini mengungkapkan ketidaksetujuan antara auditor yang cukup berpengalaman. 5ampisi dan 6rotman 3198.! hal 1(A) telah menunjukkan bahwa berbeda going concern penilaian dapat menghasilkan pilihan audit sangat berbeda pendapat. 0akta sering rnisunderstood adalah bahwa korelasi (peringkat+order) dapat cukup meskipun tinggi tingkat sebenarnya perjanjian cukup rendah (lihat di atas). Menggunakan ukuran skala yang bergantung pada konsensus 'standar deviasi eg.the! rentang

interkuartil! atau perbedaan mutlak mean)! seperti yang dilakukan di sini! adalah kurang kemungkinan untuk menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan. #ebih berpengalaman (dan mahal) auditor yang diberi lebih kritis mengedit penilaian! seperti kesimpulan going concern. pengalaman audit Meningkatkan hasil signi ikan lebih positi penilaian going concern tapi tidak menghasilkan konsensus pertimbangan meningkat. ,bdolmohammadi dan 2right (198A)! %onner (199() dan #ibby 9199() menekankan pentingnya mempertimbangkan ketika auditor diharapkan untuk memiliki pengetahuan yang dibutuhkan untuk melakukan tugas penilaian. "alam hal ini studi auditor lebih berpengalaman! pada suatu titik dalam karir mereka ketika mereka bertanggung jawab untuk memahami masalah going concern! mengungkapkan ketidaksepakatan dipertimbangkan. %ahkan diberikan! tingkat yang relati tinggi pengalaman! terdapat konsensus terbatas penilaian. Mungkin! ini konsensus terbatas penilaian adalah karena si at yang relati tidak terstruktur tugas dan jumlah besar iri ormation
untu) di*ertimbang)an %ang dan D atau untu) )om*le)sitas *ertimbangan )ognitif going informasi concern.

integrasi

dibutuh)an

*engorbanan dirasa)an e)onomi affeccting %ang choicce dari la*oran Audit harus not.affect *ertimbangan going concern. "ementara la*oran audit deccision ,uga sudah bisa di*eroleh dari sub%e), untu) mengurangi atau menghilang)an, ,i)a mung)in ada distorsi *ertimbangan going concern )arena la*oran audit .dan o*ini/ Ke*utusan tida) diminta. Guna)an desain %ang menca)u* la*oran audit )e*utusan %ang mung)in telah menghasil)an *encoco)an ,alan auditor ber*i)ir mere)a harus menangga*i versus )esim*ulan %ang sebenarn%a mere)a, mung)in berdasar)an *engalaman *endidi)an dan D atau *edoman *erusahaan *elatihan !PA. 9Kida >0(15, hal ':5? dan Cam*isi dan #rotman 90(1', hal =58? membahas )eterbatasan ini, rancangan *enelitian mere)a/ "elain itu., Pertimbangan insentif timbal bali) %ang saling bertentangan %ang dihada*i oleh auditor merenung)an *enerbitan la*oran audit rnodified mung)in bias *ertimbangan going concern. 4esain ini menghindari temuan )edua masalah di validitas antara %ang *otensi auditor internal. %ang lebih untu) +engingat )urangn%a )onsensus

ber*engalaman,

mengum*ul)an

*engetahuan

dibutuh)an

*ertimbangan going concern tam*a)n%a men,adi tugas %ang sulit. !ela,ar dari )eterlibatan audit sebelumn%a mung)in sulit dila)u)an )arena tugas going concern

.0/ relatif tida) terstru)tur ,i)a dibanding)an dengan ,udgrnents audit lainn%a, misaln%a assessrnent )ontrol %ang bai)-terstru)tur irrternal 9Abdolmohammadi dan Kright, 0(13?, dan .:/ Komentar hasil dari ,udgrnents sebelumn%a biasan%a ambigu dan tertunda 9;inhorn, 0(15?. "elain itu, *roses audit %ang mengarah )e la*oran dimodifi)asi adalah sebuah *eristi2a ,arang ter,adi6 )ecuali auditor ter)ena sering untu) situasi a)an masalah-masalah, membuat *enilaian, dan menda*at)an um*an bali). bela,ar bisa sangat sulit lAshton, 0((0A. A)umulasi *engetahuan %ang cu)u* untu) memberi)an %ang o*timal going concern *enilaian mung)in meru*a)an *roses %ang berhasil diselesai)an oleh auditor relatif sedi)it. ,i)a lac)c )onsensus dila*or)an di sini ciri *enilaian %ang dila)u)an di la*angan oleh auditor %ang lebih ber*engalaman, *ertan%aan serius disaran)an mengenai efe)tivitas Pertimbangan going concern dan bagaimana auditor du)ungan %ang lebih bai) membuat *enilaian going concern. *enilaian Audit dan )e*utusan bantu >Ashton dan Killingham, 0(1(? da*at membantu dengan men%edia)an *edoman untu) bobot relatif dari indi)ator dan bagaimana menggabung)an indi)ator )e )esim*ulan going concern. model e)s*lisit untu) mendu)ung integrasi informasi oleh auditor. #ermasu) model *enilaian linier atau sistem berbasis *engetahuan >Asare, 0((5a. hal ''-'87. !iggs et al, 0((0?, bisa cu)u* membantu. +engingat temuan dan going Ada )onse)uensi concern bebera*a di negatif )eti)a auditor alat ini, tida) membuat bantu dan se*erti dan tida) harus *antas *enting. hati-hati studi

*enilaian,

*engembangan *enelitian Pertama, hasil.

)e*utusan

)eterbatasan

dila)u)an )euangan auditor

generalisasi

sebelumn%a

mengguna)an s)enario lebih sing)at sebagai *ilihan .misaln%a, han%a bebera*a rasio/, da*at )onte)s diminta %ang untu) )om*rehensif mengevaluasi informasi-)a%a )asus. Untu) telah diguna)an untu) *enelitian ini. Karena )eterbatasan 2a)tu mata *ela,aran, tida) bebera*a memasti)an generalisasi auditor )onsensus terbatas *ada *enilaian )elangsungan usaha, *enelitian masa de*an harus mere*li)asi studi ini, misaln%a, auditor harus diminta untu) mengevaluasi )asus sugestif dari nonfailure serta )egagalan. Auditor dalam *enelitian ini dievaluasi han%a satu )asus, %ang menghalangi *erbandingan langsung antara u)uran )onsensus *enelitian ini dan orang-orang studi

sebelumn%a. Kedua, *en%ebaran *enilaian mung)in sebagian di*engaruhi oleh s)ala %ang di*ilih. ngat bah2a tu,uh *oin s)ala diguna)an dalam *enelitian. Untu) a*a auditor se,auh mana H )onsensus mengenai *enilaian going concern di*engaruhi oleh *enggunaan s)ala %ang berbeda adalah *ertan%aan em*iris untu) *enelitian masa de*an. Ketiga, auditor ber*artisi*asi membuat )e*utusan going concern individual. 4alam *ra)te)n%a, untu) )asus diflicult se*erti ini, )onsultasi atau revie2 a)an dila)u)an atau )elom*o) audit intera)tif a)an diguna)an. Untu) mening)at)an generalisasi e)sternal, studi masa de*an da*at mem*erbai)i *enelitian ini dengan mem*erluas evaluasi )elangsungan )lien sebagai )e)ha2atiran a)an )e *engaturan multi*erson atau dengan termasu) *roses *enin,auan.