Anda di halaman 1dari 13

PERILAKU ETIS DAN PERDAGANGAN SEKURITAS Jan H. W. Goslings Orang Ekonomi ti ak m!nan"akan #a a irin"a #!rtan"aan !tis$.

Wala%#%n

!mikian& tak a#at i'in ari (a')a #!r agangan s!k%ritas m!m%n*%lkan (an"ak is% !tika& an #!rilak% !tis m%ngkin iangga# t!rlarang an m!makan (an"ak (ia"a. +!rangkat ari latar (!lakang !konomi an #!ngalaman s!(agai !ks!k%ti, alam an in %stri as%ransi an in-!stasi #!nsi%n& an .%ga #!ngalamann"a s!(agai #!nga)as i European Option Exchange& Dr. Goslings m!nganalisa #asar s!k%ritas str%kt%rn"a& an m!n"!li iki k!k%atan an k!l!ma'an moral ari #asar s!k%ritas i +!lan a an t!m#at lainn"a& s!(!l%m m!na)arkan (!(!ra#a r!kom!n asi #raktis. +!lia% m!n.a i os!n part time i Uni-!rsitas Erasm%s an Uni-!rsitas /aastri*'t !ngan m!nga.ar k!%angan an s! ang m!m#!rsia#kan mata k%lia' (ar% m!ng!nai risiko an .aminan.

Pertanyaan etika mulai memainkan peran penting mengenai cara bagaimana masyarakat mengharapkan agen ekonomi berperilaku di pasar sekuritas. Hubungan ketergantungan ini menyuguhkan analisis mengenai struktur pasar sekuritas, perilaku dan etika perilaku pasar secara bersamaan. Logika atau aturan apa yang harus kita gunakan untuk menjawab pertanyaan apakah hal tersebut etis? Salah satu pendekatan akan digunakan untuk mendiskusikan dan memberikan pendapat mengenai isu etika tersebut. Hal ini nampaknya menjadi pendekatan pilihan. Saya memilih untuk mendasarkan argumen saya berdasarkan pondasi. engan si!at paling dasar dari subjek, maka argumen harus bersi!at pribadi dan subjekti!. Sejak etika memiliki pengaruh dalam hubungan antar manusia, saya akn mem!ormulasikan suatu model perilaku sebagai titik permulaan. "emudian saya akan menulis beberapa kata mengenai perubahan nilai seiring berubahnya waktu. Hal ini akan memberi kita kerendahan hati dan menghindarkan diri dari keegoisan dan keabsolutan dalam pernyataan kita mengenai mana
1

yang etis dan tidak. #khirnya, saya akan mencoba untuk menggunakan pandangan ini dalam perdagangan sekuritas umumnya, dan khususnya dalam situasi di $elanda. Secara ideal hasil dari analisis berupa identi!ikasi dari %ariabel atau proksi untuk mengukur etika. "esimpulan saya adalah bahwa transparansi dalam pasar sekuritas muncul sangat dekat untuk menjadi proksi. &ransparansi dapat diidenti!ikasi, diukur, dan diawasi. Suatu 'odel Perilaku alam lingkup administrasi bisnis, penggunaan model perilaku dipelopori oleh Simon ()*+,- yang menunjukkan bahwa asumsi bahwa perilaku untuk memaksimalkan keuntungan dalam tingkat orgnisasi bukanlah deskripsi yang baik untuk perilaku yang seharusnya dilakukan. 'odel beliau diperoleh secara empiris. Saya akan memulai pada tingkat yang lebih mendasar, psikologi. Pendekatan tersebut akan membuat analisis ini sebagai perilaku secara pribadi, bukan perilaku secara organisasi. Hal ini rele%an untuk dicatat bahwa homo economicus tidak menanyakan pada dirinya mengenai pertanyaan etis. "epentingan diri sendiri dan maksimalisasi kemakmuran adalah satu.satunya petunjuk baginya. Hal ini bukan diskripsi yang lengkap dari dunia dan memicu suatu model yang tidak menjelaskan perilaku yang seharusnya. Perilaku dimana merupakan hal logis bagi homo economicus mungkin tidak dapat diterima secara umum. P!mi*% Saya akan memulai dengan pemicu tindakan manusia seperti yang dinyatakan oleh /reud. Pemicu ini juga dikenal baik dalam psikologi &imur. Pada tingkatan paling rendah /reud memulai denga id, instinctive drive (pemicu naluriah-. alam dunia Freudian, hal ini disebut libido. alam lingkup keuangan, disebut rakus, dorongan untuk memperoleh sebanyak mungkin uang. 0ika pemicu tersebut dilakukan, maka secara umum tidak dapat diterima dan dapat dianggap perilaku tidak etis. Pemicu itu sendiri tidak perlu disebut tidak etis, hal ini merupakan si!at dasar manusia. Hal ini berada diluar daerah etis dan mungkin karenanya disebut amoral daripada immoral. Pemicu juga berada dalam bentuk yang lebih lunak. "ekuatan yang mendominasi menjadi apa yang disebut /reud ego. Pada le%el ini pemicu berubah bentuk menjadi perilaku yang diterima secara umum. 1rang bercinta dan mencari uang tanpa mengganggu
2

nilai umum. Sekali lagi, apa yang dinilai dan bagaimana mereka berubah seiring waktu lebih sukar untuk ditentukan. Satu garis yang ditarik diantara apa yang diterima dan apa yang tidak adalah garis yang ditetapkan oleh hukum. iatas tingkatan dari standar yang diterima umum kita memasuki daerah superego, semua yang diharapkan oleh si!at dasar manusia yang lebih tinggi. "ita mungkin menemukan bahwa perilaku etis berada di antara ego dan super ego. 'eski demikian kita membutuhkan %ariabel kedua untuk detailnya. /!to ! &idak hanya pemicu yang menentukan kadar tindakan kita. Pertanyaan mengenai metode yang digunakan juga harus dijawab. $erdasarkan keadilan, saya mengelompokkan dua yang terpenting dari tujuan kita2 kejujuran sebagai yang positi! dan kekuatan untuk berlaku kejam sebagai yang negati!. 3n!ormasi yang ada pada konteks ini adalah instrument kekuatan. 0ika kita mengkombinasikan pemicu yang dapat diterima dengan tindakan ketidakjujuran atau dengan metode dimana ada kekuatan kekejaman maka tindakan tersebut mungkin disebut tidak etis. Pemicu mungkin sangat sukar diamati. 'ereka menjadi elemen penting untuk mende!inisikan apa yang dianggap etis. Tin akan an Hasiln"a &indakan yang mengkombinasikan pemicu dan metode darimana tindakan berasal harus dinilai sebagai etis atau tidak. Hasil dapat diperoleh setelah tindakan, namun bukan merupakan bagian dari tindakan.saat tindakan dilakukan, hasil dari tindakan masih belum pasti. Secara logis, karenanya hasil tidak pernah dapat menjadi bagian dari pertimbangan kami mengenai si!at dasar etis dari perilaku. 'enciptakan kerugian dengan menggunakan in!ormasi dari dalam cukup mungkin dilakukan. &indakan tersebut kurang etis daripada kasus dimana keuntungan yang diharapkan terealisasi. Hal ini merupakan kesimpulan yang logis. Penalaran yang sah mungkin mengarah pada jawaban yang berbeda, tergantung pada sistem sah yang harus digunakan. Sebagai ringkasan, rupanya tiga elemen, yaitu etika, hukum dan penerimaan sosial (umum-, tidak saling menguntungkan 4ontohnya,tindakan yang tidak etis mungkin diperbolehkan oleh hukum, penerapan hukum mungkin memiliki konsekuensi tidak etis
3

atau perilaku yang dapat diterima umum mungkin tidak sah atau tidak etis. &idak melaporkan pendapatan bungan untuk tujuan pajak adalah contoh perilaku yang dapat diterima umum dimana merupakan tindakan tidak sah dan tidak etis melalui uji kejujuran. Hukum $elanda terkini membuatnya hampir tidak mungkin menghukum insider trading, membuat tindakan tidak etis dengan e!ek sah. yang terjadi. Stan ar "ang /ana %nt%k Sia#a0 $ukanlah hal yang mudah untuk mende!inisikan standar yang tepat pada saat kita beroperasi pada skala yang bergeser. Pada kasus kami, halangan lebih jauh adalah kenyataan bahwa keuangan berhubungan dengan entitas yang tidak 5ampak secara !isik. alam industri, lebih mudah untuk menggenggam produk yang berwujud !isik6 dimana dapat diuji, diukur, dan direplikasi. alam perdagangan sekuritas, pertanyaan yang uncul adalah2 apa yang dikatakan , apa yang disarankan, apa yang diketahui oleh pihak.pihak yang terlibat pada waktu yang tepat? "onsep transparansi akan digunakan untuk dapat mengerti hal ini. Pada tingkatan apa kita seharusnya memunculkan standar etika? odd melakukan pengamatan pada )*78 bahwa tujuan dari manajemen etika adalah untuk mencapai semangat baruu, dan mewujudkannya standar sukarelatanpa menunggu paksaan yang sah (Stark, )**727*-. 'eski demikian, Conference Board ()**8- mempelajari bahwa dari *9: kasus, 8,; diantara adalah kasus adanya hukum baru yang menjadi alasan bagi perusahaan <ropa untuk mengubah pernyataan etika internal mereka. Pada analisis saya yang lebih awal, saya menghubungkan pemicu penerimaan sosial dan metode keadilan dengan etika. 'ari sekarang kita mengasumsikan bahwa masyarakat tidak homogeny dan terbentuk dari bagian.bagian kelompok. Hal ini mungkin berarti bahwa kumpulan nilai yang berbeda tumbuh secara berdampingan. =ntuk suatu kelompok, gabungan antara pemicu dan metode mungkin etis, bagi kelompok lain mungkin dianggap tidak etis. 0ika ada interaksi antara kelompok non.homogen, perselisihan mengenai apa yang dan apa yang tidak etis mungkin terjadi. Sebagai contoh, perilaku yang dapat diterima iluar area keuangan lebih banyak contoh

antara pro!esi pialang sekuritas mungkin tidak dapat diterima jika pro!esi tersebut berdagang dengan publik saat berada di pasar over the counter (OTC). #khirnya kita memiliki masalah dengan kelemahan manusia. #pakah manusia dapat menganalisa perilakunya sendiri pada cara yang etis? Sedikit orang akan mengatakan pada #nda mereka bertindak secara tidak etis. >ang dapat #nda pelajari dari lingkungan luar adalah adanya penilaian yang berbeda tentang apa yang dan apa yang tidak etis. "enyataan bahwa manusia tidak menyadari mereka telah bertindak tidak etis, atau berusaha untuk menyembunyikannya secara sadar maupun tidak sadar, membuat hal ini menjadi sukar untuk menetapkan standar umum dan untuk memaksakan standar tersebut. "ita tidak dapat secara mudah melihat apa yang kita ingin de!inisikan. Saya khawatir bahwa sindrom 0ekyll dan Hyde lebih la?im daripada banyak orang yang cenderung pikirkan. Etika an Ekonomi Sebagai langkah berikutnya, saya bermaksud untuk menghubungkan etika pada %ariabel ekonomi. alam keuangan, kami menarik batas yang e!isien, garis yang mengindikasikan bahwa keuntungan tertinggi akan memberikan tingkatan resiko tertentu. 3n%estor akan selalu memilih porto!olio in%estasi pada batas tersebut karena memberi mereka keuntungan tertinggi yang mungkin pada tingkat risiko tertentu. &ingkatan resiko bergantung pada pilihan yang mereka ambil. alam etika, kita mungkin mende!inisikan batas e!isien yang serupa6 keuntungan tertinggi memberikan tingkat etika tertentu. Hal ini diketahui dengan baik bahwa berperilaku pada tingkat etika yang lebih tinggi mengurangi tingkat kebebasan, menyebabkan hilangnya kesempatan dan penurunan keuntungan. #rgumen ini sangat umum dan berlaku bagi indi%idu juga perusahaa. Perilaku monopoli, sebagai contoh, adalah kasus yang jelas dari kekuatan kekejaman dengan satu.satunya tujuan untuk meningkatkan keuntungan. Pada dunia $arat, perundang.undangan untuk mengurangi kebebasan agen ekonomi dan untuk menjamin keadilan telah dibuat dengan baik. Saya telah memilih untuk berargumen bahwa tingkatan yang lebih tinggi dari etika mengurangi keuntungan. Hal ini dapat membuktikan bahwa hal ini merupakan akibat jangka pendek dan bahwa pada jangka panjang mungkin sangat baik bahwa publik menilai
5

standar ini lebih tinggi, memicu keuntungan yang lebih tinggi pada jangka panjang. Pertimbangan dinamis ini adalah tidak memperhitungkannya. Pemicu penekanan pada kedinamisan, seperti penyebaran in!ormasi, menyebabkan adanya analisis terpisah. Saat kita meningkatkan tingkatan etika, keuntungan menjadi lebih rendah. 'eski demikian, jika kita memindahkannya ke area perilaku yang dapat kurang diterima umum, keuntungan awalnya meningkat tetapi kemudian jatuh, karena dua alasan. Saat kita melewati hukum, kita harus memperhitungkan biaya dan hukuman. 0uga, counterparties akan mulai menghindari agen yang tidak etis, yang akan menurunkan keuntungan mereka. &itik batas yang dipilih seseorang bergantung pada !ungsi kebutuhannya. /ungsi seperti itu, meski demikian, adalah gagasan teoritis an member jawaban yang tidak dapat diaplikasikan di dunia nyata. 'eski demikian, pemicu id, mungkin ada kecenderungan yang la?im untuk meningkatkan keuntungan dan menurunkan etika hingga batas yang sah dicapai. 3ni adalah penggunaan yang mentah dari prinsip maksimalisasi pro!it pada tingkat indi%idu6 perilaku homo economicus. Hal ini mungkin tidak dapat diterima, meski demikian, untuk beberapa alasan. "elompok, pada kasus komunitas keuangan, mungkin menetapkan standar yang lebih tinggi diluar hukuman moral, setelah tekanan dari pengawas atau untuk bertahan dari tekanan luar dan perubahan hukum. Sekali lagi, standar ini mungkin berbeda antara bagian. bagian kelompok yang membentuk komunitas tersebut. iskusi yang cukup menarik telah dimulai di $elanda, dimana bekas 4<1 dari Europea Option Exchange membuktikan bahwa self-regulation tidak dapat bekerja karena hal ini melawan kepentingan keuangan dari perusahaan yang bersangkutan. Secara resmi dilaporkan bahwa id ego dan super ego. !omo economicus mendominasi homo ethicus. #lasan tekanan dari luar, yang dapat dilihat secara jelas di masyarakat $arat, sukar untuk ditentukan. $agaimanapun juga, keterbukaan yang lebih besar pada masyarakat telah berkembang membongkar perilaku yang tidak terdeteksi di masa lalu. Hal tersebut merupakan pengamatan yang menarik karena menghubungkan transparansi di masyarakat pada transaparansi di pasar keuangan. 0ika kita meningkatkan transaparansi pasar, tingkat etika akan naik, karena perilaku tidak etis tidak dapat disembunyikan lagi. "arenya transparansi merupakan sasaran yang penting bagi pembuat aturan. $randon $ecker dari
6

mendominasi

S<4 membuat poin tersebut dalam suatu perkuliahan di London pada tahun )**8 saat dia menyatakan bahwa Saya ingin menjelaskan mengapa pasar #merika telah menyimpulkan bahwa prinsip transparansi adalah aspek !undamental untuk melindungi in%estor@. i inggris, "ecurities dan Exchange Board memiliki posisi yang sama. "embali pada de!inisi ekonomi untuk jenis pasar, kita dapat mengatakan bahwa pasar sekuritas yang transparan mendekati pasar yang sempurna. Pasar yang tidak transparan menyuguhkan monopoli in!ormasi untuk pelaku pasar tertentu. "ita sekarang telah sampai pada tingkat dimana kita telah mende!inisikan jumlah si!at untuk mendeskripsikan kebutuhan etika2 kejujuran, kekuatan untuk berlaku kejam, in!ormasi dan transparansi. "ita juga telah melihat bahwa peningkatan le%el etika menurunkan keuntungan. Hal tersebut membuat sukar untuk indi%idu untuk sukarela pada standar yang lebih tinggi. 4ara sturktural untuk menjamin pemenuhan unum harus dicari. Str%kt%r Pasar S!k%ritas Pada dasarna terdapat dua jenis system perdagangan, sistem lelang dan sistem pedagang. #da hal dimana dua sistem tersebut digabungkan. =ntuk alasan alisis, pertama. tama keduanya diperlakukan secara terpisah. Pasar Lelang Pada pasar lelang, permintaan dan penawaran terjadi pada pasar tunggal. Harga terbentuk oleh besarnya permintaan dan penawaran. Semula hal ini diselesaikan secara !isik. Pelaku hanya bertemu di waktu dan tempat tertentu. "emudian prosedur dilakukan pada sistem terbuka dengan suasana yang gaduh, seperti yang diprakarsai Option Exchange di 4hicago. Sekarang pasar ini lebih seringkali dilakukan secara elektronik. 0ika aliran pesanan, likuiditasnya, tinggi, pembentukan harga dan proses clearing mungkin tanpa henti terjadi. 0ika tidak, hal ini akan terbatas pada jumlah yang berlainan dalam satu waktu. Pasar seperti ini dapat dan harus dibuat transparan, sehingga semua pelaku pasar memiliki semua in!ormasi yang sama mengenai posisi perdagangan yaitu in!ormasi kuota harga dan jumlah di buku pesanan juga harga dan jumlah transaksi. Paris melalui 4#4 menawarkan sistem perdagangan yang transparan ($iais, Hillion, dan Spatt, )**,-.
7

Pasar lelang adalah jenis pasar yang lebih dipilih dari sudut pandang etika. esain pasar ini, jika diimplementasikan dengan baik, akan adil karena semua in!ormasi tersedia untuk semua pelaku pasar dan semua hal yang dilakukan dapat terlihat. &erkadang istilah perdagangan #lue s$% digunakan. Pengawas harus mengambil semua tindakan yang mungkin untuk meyakinkan bahwa pasar ini dapat terus ada dan ber!ungsi. 'ereka juga harus menyakinkan bahwa transparansi pada le%el tertinggi yang mungkin dapat dicapai. 'erupakan hal yang penting untuk melindungi publik dan melaksanakan tingkat perilaku yang dapat diterima. "ebutuhan yang sah untuk memperdagangkan pesanan dari publik dalam pasar yang diawasi sangat direkomendasikan. Pasar Dagang Pada sistem dagang, pedagang membeli dari satu klien dan kemudian mencari klien lain untuk menjualnya dengan harga lebih tinggi. Pedagang harus menyembunyikan in!ormasi tentang posisinya, jika tidak marjinnya akan terancam. #da ketidaktransparanan pada jenis pasar ini. Secara sinis, mungkin ada yang bahkan mengatakan bahwa jenis pasar ini berdasarkan pada insider trading. Sistem ini mengacu pada perilaku tidak etis dimana pedagang berusaha memaksimalkan keuntungannya. #da banyak kasus dari perilaku seperti ini yang menjadi berita utama, kasus terkenal adalah Salomon $rothers memonopoli pasar dengan isu treasuri. $ahayanya adalah jika pedagang bertransaksi dengan publik. Semua pasar 1&4 adalah pasar dagang. Aoss ()**B- member sur%ey historis mengenai bagaimana pedagang menggunakan in!ormasinya untuk memperoleh keuntungan. dapat membahayakan posisi ini. Saat pasar dagang telah berkurang, kita harus bertanya2 mengapa mereka ada? #lasan yang paling jelas adalah2 mereka ada karena kepentingan pedagangnya. Pedagang juga mengembangkan kepemilikan dan mengemas produk agar menarik bagi klien. Produk ini tidak diperdagangkan di pasar lelang dan karenanya melindungi pedagang dari transparansi. #lasan lainnya adalah bahwa beberapa institusi membutuhkan sesuatu yang siap sedia(imediasi-. 'ereka ingin pesanan yang besar dieksekusi dengan segera tanpa mengganggu pasar. Pedagang dapat menyediakan jasa tersebut. 0elas sekali ada harga yang
8

ia juga

mengindikasikan bagaimana transparansi yang dapat disediakan oleh sistem elektronik

harus dibayarkan. 'engapa ada orang yang menginginkan imediasi tidak selalu dapat dijelaskan. Satu alasan yang mungkin adalah bahwa mereka memiliki in!ormasi yang tidak dimiliki pelaku lain, in!ormasi yang merugikan. 'ungkin pada awalnya pedagang dapat mengecoh bahwa mereka tidak bermaksud buruk, namun ini adalah kesan yang mereka ciptakan untuk mengecoh klien. Pada permainan yang terselubung ini, tidak jelas siapa yang pada akhirnya memenangkan permainan. Pasar seperti ini hamper tidak dapat disebut adil dan tertib. Perilaku tidak etis merupakan bagian dari permainan dan tidak dapat secara mudah dideteksi. Pasar Gabungan &erkadang karakteristik dari dua pasar diatas digabungkan. alam pasar lelang, pelaku diberi !ungsi untuk mengelola pasar jika likuiditasnya menjadi berkurang. Pelaku ini disebut ahli. Sistem ini ditemukan di 5>S< dan telah diadopsi oleh #msterdam (#S<-. #hli berdagang untuk akunnya sendiri dan untuk dapat melakukannya, transparansi keuntungan harus dikorbankan. 'asalah dengan perdagangan ganda diidenti!ikasi dan diteliti di pasar #merika (Park, Sarkar, dan Cu, )**,-. ari sudut pandang etika, sistem ini dilaporkan. 0ika pem!ungsian pasar membutuhkan ahli, pengawas harus memastikan bahwa dia tidak menggunakan kekuatan in!ormasi yang didapatnya. Secara pribadi, saya memilih sistem saitori yang di!ungsikan di 0epang. Pejabat bursa, saitori, menghentikan perdagangan saat likuiditas berkurang dan berusaha mengumpulkan pesanan untuk memulai kembali proses lelang saat kondisi memungkinkan (Lehmann dan 'odest, )**D-. /!n!ta#kan an /!n.alankan Stan ar Etika Saat etik menjadi halyang menjadi pendirian seseorang, indi%idu mungkinakan berperilaku etis. 'eski demikian, hal ini tidak secara mudah memicu nilai umum dan perilaku kelompok pada tingkat etika yang tinggi, secara sederhana dapat dikatakan ada dorongan keuangan untuk bertindak tidak etis6 perilaku buruk mengesampingkan perilaku baik. ilemma dapat diatasi dengan sikap wajib atau semi.sukarela. 'eski demikian, seperti yang kita lihat, struktur pasar juga membuatnya cukup berbeda.
9

Pengawasan "ekuasaan pengawas memiliki sedikit kekuatan langsung dalam menentukan sturktur pasar. engan sturktur pasar yang telah terbentuk, mereka akan mengatur bagaimana tingkat etika minimal dipertahankan. &ujuannya adalah melindungi publik dengan mepertahankan pasar yang adil dan tertib. 0enis pengukuran dapat diperoleh dari analisis kami2
'engijinkan orang atau organisasi mengontrol kejujuran. 'enyediakan in!ormasi sebelum dan sesudah transaksi bagi publik dengan segera atau

dengan penundaan minimal.


'enyediakan ahli yang memastikan bahwa rekannya yang tidak ahli mengetahui

secara penuh mengenai transaksi dan hasilnya.


'emisahkan !ungsi penasehat dari !ungsi perdagangan. 'emastikan bahwa publik memiliki akses pada semua in!ormasi yang rele%an dengan

harga saham6 termasuk de!inisi insider trading dan melarangnya. Self-regulation "elf-regulation telah menjadi sejarah lama, yang berpusat diseputar bursa. #nggotanya bertindak sebagai serikat sekerja dan dapat melaksanakan standar internal. <sensinya hal ini adalah metode untuk mempertahankan posisi monopolinya. Pedagang tidak dapat membentuk serikat sekerja. 'eski demikian, baik anggota bursa maupun organisasi pedagang telah mencoba untuk menetapkan standar etika. alam kasus bagi pedagang, standar ini cenderung menjadi pedoman tingkah laku, tidak dapat secara mudah dilaksanakan. 0ika kelompok memiliki ikatan yang lebih !ormal, seperti menjadi anggota bursa, aturan mungkin dilaksanakan melalui hukum disipliner. Penggunaaan kata serikat sekerja telah diartikan sesuatu dari masa lalu.dengan meningkatnya persaingan antara bursa dan pedagang, antara anggota bursa dengan perbedaan kepentingan dan antara pasar yang berbeda di negara dan yurisdiksi yang berbeda, hal ini menjadi lebih sukar untuk mende!inisikan dan melaksanakan standar umum. Struktur Pasar
10

Saya merasa peran struktur pasar dalam menegakkan standar secara umum belum dapat diketahui. "ita telah melihat bahwa pasar lelang yang transparan, dengan si!at dasarnya hamper dapat menjamin tingkat etika yang tinggi. alam keadaan tertentu dengan kemungkinan adanya bursa elektronik dan kebutuhan pada European &nion untuk merestruktur pasar domestic, ada kemungkinan untuk menanamkan etika pada desain pasar. 3ni adalah salah satu tujuan dari S<4 di #merika (Schwart?, )**D-. P!ngamatan #a a Sit%asi i +!lan a #nalisis ini telah dilakukan secara abstrak. Sekarang saya akan menggunakan situasi di $elanda untuk menunjukkan penggunaan analisis ini pada dunia nyata. &etapi ijinkan saya untuk memulai dengan suatu anekdot yang saya rasa merupakan situasi yang sangat khas. Seorang teman, banker yang sangat sopan, mengeluh pada saya mengenai meluasnya perilaku tidak etis di komunitas keuangan. Saat saya menyatakan bahwa hal ini merupakan perbuatan yang dapat diterima di masa lalu, dia menjawab2 kamu memang benar, tetapi hanya orang yang dapat dihormati yang melakukannya6 sekarang semua orang melakukannya. 3ni yang saya sebut sindrom 0ekyll dan Hyde. 'eski demikian, nampaknya selama dekade terakhir pemujaan terhadap uang dan kerakusan telah membentuk standar perilaku baru. Bursa "asus European Option Exchange (<1<- dan 'msterdam "toc$ Exchange (#S<- sangatlah berbeda. <1< adalah sistem lelang terbuka yang gaduh. $ertransaksi di lantai bukan hanya transparan dari segi desain, namun juga ditetapkan dan dijaga dengan baik. Hal itu tidak termasuk tidak etis namun kemungkinan dibidik dan dihukum dengan dasar hukum disipliner. 'asalah dengan perilaku dicari pada tingkat anggota pesanan publik, dimana, anggota bursa yang membawa transaksi publik untuk diperdagangkan di lantai bursa. "ebutuhan dasar seperti pertimbangan yang tepat dan pemisahan antara !ungsi penasehat dan !ungsi perdagangan sering tidak dipatuhi. "eberadaan dewan keluhan telah menyediakan program untuk menguji dan mempublikasikan ketidakpantasan. Hal ini memiliki beberapa
11

tujuan edukasi, tetapi akan lebih baik jika pedoman tingkah laku telah membentuk standar, dan pelanggar telah dihukum. #S< mengelola sejumlah sistem perdagangan. /ungsi pasar retail sebagai sistem lelang elektronik dikombinasikan dengan ahli untuk memastikan keberlanjutan dan likuiditas. =ntuk pasar (holesale, sistem lelang )BB; elektronik dikelola dan juga terdapat layar iklan "ea). "ea) adalah sistem dagang di London dimana pedagang mengiklankan dirinya untuk menarik pelanggan. Saat dua sistem (holeshale yang terakhir hanya digunakan oleh ahli, !ungsi merke tidak memiliki pengaruh pada publik, dan mereka tidak akan didiskusikan lebih jauh disini. Sistem retail memiliki msalah intrinsic, karena tidak cukup transparan. Semua order, kecuali yang memiliki penawaran tertinggi dan penawaran terendah, tidak kelihatan di publik, dan ahli memberi waktu ), detik untuk mentransaksikan tiap order yang datang pada akunnya sendiri. Prosedur ini didesain untuk melindungi ahli. 'eskipun sistem ini telah diterapkan untuk mengawasi ahli, pertanyaan yang nyata adalah apakah seorang ahli dibutuhkan. Seperti kasus di <1<, masalah sangat terasa saat anggota berhadapan dengan publik. Saya menemukannya kadang mengkhawatirkan bahwa bank besar memposisikan dirinya sebagai penasehat in%estasi dengan satu.satunya tujuan adalah untuk memperoleh pendapatan dari perdagangan. Hal itu tidak melewati tes kejujuran yang sederhana. 'asalah tertentu yang buruk adalah pertanyaan in-house clearing. $ank berharap untuk offset pembelian dan menjual order. Selama hal ini dilakukan dengan cara yang transparan berdasarkan tingkat dari pasar lelang, hal ini mungkin dapat diterima. 'eski demikian, kekurangannya adalah bahwa prosedur tersebut me.siphon likuiditas dari pasar. =ntuk membolehkan bank untuk offset order tanpa transparansi dan menggabungnya operasi itu dengan posisinya, membawa kita pada semua keburukan di dunia. $ahkan harapan untuk melakukan hal tersebut sudah tidak etis. Hal ini menakjubkan bagi saya bahwa pengawas tidak berpartisipasi pada pembahasan ataupun tidak membuat penilaian publik. =ntungnya rencana untuk memperkenalkan in-house clearing telah dikesampingkan, tetapi untuk alasan yang salah. Solusi dari Prancis untuk melegalkan perdagangan diluar bursa mungkin masuk akal.
12

Subjek yang peka yang harus diperhatikan adalah manipulasi harga pada sutau waktu dimana isu baru dibawa ke dalam pasar. 3ni merupakan kasus nyata dimana pasar menjadi tidak adil, in!ormasi disembunyikan, dan harga dimanipulasi untuk keuntungan dari sebagian kecil pelaku pasar. engan posisi mendominasi dimana perusahaan tersebut memiliki baik pasar dan berada dalam jajaran bursa, mengukur dari sisi tersebut tidak dimungkinkan. 3nilah pedoman yang jelas dari pengawas yang dibutuhkan. Pengawas "tichting Toe*icht Effectenven$eer (S&<- adalah pengawas perdagang sekuritas yang ditentukan oleh hukum. S&< belum mengambil langkah nyata untuk menetapkan dan melaksanakan standar etis. #rtikel ini telah menunjukkan bahwa ada banyak peralatan praktis untuk melakukannya. &ransparansi adalah instrument utama. Hal ini mungkin diapai melalui desain pasar, kebutuhan in!ormasi, dan pemusatan likuiditas. Pada waktu yang sama, pedoman tingkah laku harus dirumuskan dan dilaksanakan. Situasi yang mendesak adalah adanya insider trading. 3stilah tersebut ditujukan untuk orang luar, orang diluar pasar, yang memiliki in!ormasi dari dalam, biasanya pegawai perusahaan. Pedoman tingkah laku tidak akan digunakan pada kasus ini, karena tidak ada kepentingan yang umum untuk menaati peraturan. Hukum harus menetapkan batas yang lebih rendah dari perilaku etis. 'eskipun insider trading ilegal, namun kasus insider trading yang secara terang.terangan terjadi tidak mendapat hukuman di $elanda. S&< harus bekerja sama dengan epartemen Peradilan dan 'enteri "euangan untuk menetapkan standar yang dapat dilaksanakan. Perundang.undangan baru sekarang dalam proses untuk diperkenalkan.

13