Anda di halaman 1dari 50

FONDASI

Bangunan - Bangunan atas upper/super structure - Bangunan bawah substructure Bangunan bawah interface dari bangunan atas dan tanah pendukung. Fondasi: bangunan (bagian) bawah yang langsung berhubungan dengan tanah dan berfungsi meneruskan beban ke tanah pendukung.
Tanah pendukung 2 hal penting : 1. Kekuatan (kapasitas/daya dukung), qult, qa(qall) Beban/tegangan yang terjadi kekuatan ijin 2. Penurunan (settlement). Penurunan yang terjadi penurunan yang diijinkan

Fondasi: a) Fondasi dangkal D B telapak/footing (individu, gabungan, menerus, mats) b) Fondasi dalam : D > 4-5 B sumuran, fondasi tiang bor, fondasi tiang pancang Jenis bangunan: - bangunan gedung bisa ada basement - cerobong asap, menara radio/TV/listrik sering satu kaki - bangunan berhadapan dengan air: dermaga, jembatan, rig (platform lepas pantai) - struktur penahan dinding penahan tanah, pangkal jembatan.
1

- fondasi mesin getaran PERSYARATAN UMUM FONDASI: 1. Kedalaman harus cukup dalam - mencegah desakan tanah (ke segala arah) - di bawah level yang dipengaruhi musim/alam 2. Stabilitas sistem fondasi harus aman terhadap: - jungkir/rotasi/guling - sliding, dan - keruntuhan kapasitas dukung tanah 3. Deformasi/settlement & differential settl dalam batasbatas yang diijinkan. 4. Fondasi tahan/aman bahan aktif/ berbahaya dalam tanah/air korosi/hancur ?? 5. Fondasi ekonomis (struktur & pelaksanaan) 6. Jenis fondasi dan pelaksanaan memenuhi persyaratan lingkungan. 7. Sistem fondasi dapat mengakomodasi perubahan di lapangan dan selama pelaksanaan. PERTIMBANGAN PENTING desain&pelaksanaan 1. Muka air tanah: - kapasitas dukung - dewatering/pengeringan 2. Fondasi baru dekat fondasi lama:
2

a. fondasi baru dasarnya lebih tinggi terhadap fondasi lama jarak harus cukup fondasi baru tak membebani fondasi lama (jarak z) b. fondasi baru lebih dalam: - longsor - Df atau q fondasi lama berkurang ult berkurang settlement atau runtuh diawali retak pada bangunan lama. galian dengan turap/perlindungan c. bangunan besar baru dekat bangunan kecil (lama) - tanah tergeser - bangunan lama naik/miring 3. Fondasi tanah yang terkena erosi (pilar/pangkal jembatan): - kedalaman di bawah pengaruh erosi/scouring - jika fondasi dangkal meragukan fondasi tiang 4. Fondasi di pasir - kapasitas dukung tidak merata - settlement - kedalaman fondasi tidak boleh terlalu dangkal erosi dan perpindahan butiran - potensi liquefaksi (pasir halus seragam terendam air kena beban gempa/kejut) 5. Fondasi di tanah ekspansif - perbaikan tanah (bahan tambah : kapur, semen, bahan kimia) - mengontrol arah pengembangan waffle slabs - kontrol air/kebasahan tanah - fondasi tiang dengan selimut tanpa lekatan
3

- pemberian beban tekanan pengembangan 6. Fondasi pada lempung dan lanau - Kondisi bervariasi: o lunak-sangat lunak (NC) sering bermasalah o kaku/stiff (OC) - Lempung lunak: - kapasitas dukung rendah - penurunan besar - Stiff Clays: - cracks - fissures

} gunakan: residual strength

7. Fondasi di atas timbunan a. Timbunan direncanakan - material baik - cara penimbunan dipadatkan lapis demi lapis dengan baik - ukuran min. perbaikan b. Timbunan tak direncanakan - kepadatan tak merata - material campuran (jelek) - kapasitas dukung ?? - settlement dan differential settlement miring/pecah-pecah FAKTOR LINGKUNGAN : Perancang fondasi bertanggung jawab hasil design tidak merusak lingkungan Hal-hal yang perlu diperhatikan:
4

1. Pengeboran tidak polusi air tanah (tanah timbunan !! ) 2. Cara pelaksanaan/penggalian: - aliran air permukaan (run off) - polusi air run off - debu, bising, bau, dll 3. Penyelidikan tanah memikirkan penyelamatan top soil landscaping 4. Fondasi tiang pancang getaran dan kebisingan 5. Penebangan pohon-pohon perubahan kadar air tanah kembang susut 6. Efek pengeboran pada muka air tanah (terutama di atas lapisan rapat air) 7. Pengeboran dekat sungai/aliran air bisa merusak struktur tanah 8. Galian dari sungai/laut jangan pencemaran (terutama air tanah) 9. Pengambilan bahan timbun dari bukit bahaya longsor 10. Bangunan di air (sungai/laut) jangan merusak lingkungan (makhluk hidup, air tanah, intrusi air laut, dll)

KAPASITAS DUKUNG TANAH UNTUK FONDASI DANGKAL Fondasi bagian terbawah dari bangunan. Fungsi : meneruskan/memindahkan beban bangunan ke tanah pendukung. Tanah pendukung 2 hal penting : 3. Kekuatan (kapasitas/daya dukung), qult, qa(qall) Beban/tegangan yang terjadi kekuatan ijin 4. Penurunan (settlement). Penurunan yang terjadi penurunan yang diijinkan KAPASITAS DUKUNG ULTIMIT (fondasi dangkal) Pola keruntuhan:
q Q a S q = Q/A c b
a General shear failure b Local shear failure c Punching shear failure

General shear failure:

failure surface/plane
6

Kondisi kesetimbangan plastis penuh di atas failure Muka tanah di sekitar menggembung (naik) Keruntuhan (slip) terjadi di satu sisi fondasi miring (tilting) Terjadi pada tanah yang kompresibilitas rendah (padat atau kaku) Kekuatan batas (qult) bisa diamati dengan baik

plane

Local shear failure :

Terjadi desakan besar di bawah fondasi (lokal) failure surface tak sampai ke permukaan (muka tanah hanya sedikit mengembang) miring fondasi tak terjadi terjadi pada tanah yang kompresibilitas tinggi settlement relatif besar kekuatan batas sulit dipastikan dibatasi settlement

Punching shear failure:

desakan di bawah fondasi

pergeseran arah vertikal di sepanjang tepi tak terjadi miring (tilting) muka tanah tak menggembung penurunan besar terjadi pada tanah yang kompresibilitas rendah dengan fondasi agak dalam kekuatan batas tak bisa dipastikan PERSAMAAN KAPASITAS DUKUNG TANAH
B qult q = .Df
45o-/2 45o-/2

Df

45o-/2

45o-/2

II

III

1. Terzaghi (1943) Pengembangan dari Prandtl & Reissner telapak menerus Prinsip kesetimbangan batas (gaya/tekanan) arah vertikal (untuk tinjauan bidang gambar = 1m
B = 2b Pp tekanan perlawanan pasif B qult

C = c x BJ

Pp

qult (2b).1 = -W + 2C sin + 2 Pp 2b.qult = - .b2 tan + 2bc tan + 2 Pp

Pp = 1/2 (b tan)2.K + c (b tan) Kc + q (b tan) Kq 2b.qult = 2bc {tan (Kc+1)} + 2b.q (tan .Kq) + b2. {tan (K .tan - 1)} qult = c {tan (Kc+1)} + q(tan) Kq + 1/2.B. {tan (K .tan -1)}
General shear failure
Fondasi menerus:

Bujur sangkar:

qult = c.Nc + q.Nq + 0.5.B..N Nc, Nq, N grafik dibawah dasar fond qult = 1,3 c.Nc + q.Nq + 0.4.B..N qult = 1,3 c.Nc + q.Nq + 0,3.B..N

Lingkaran:

Local shear failure

qult = c.Nc + q.Nq + 0.5.B..N fondasi menerus


bentuk lain cara sama

c = 2/3.c tan = 2/3.tan = . Nc,Nq & N


CATATAN : a. Kondisi tersebut di atas tanah homogen b.

tanah yang tergantung pada (sudut gesek intern tanah) (Terzaghi grafik hubungan dengan Nc,Nq,N, juga dengan Nc,Nq,N).

Nc,Nq,N, Nc,Nq,N= faktor-faktor kapasitas dukung

Faktor-Faktor Kapasitas Dukung Tanah (Terzaghi, 1943) General shear Local shear (..o) Nc Nq N Nc Nq N 5.7 1.0 0.0 0 5.7 1.0 0.0 7.3 1.6 0.5 5 6.7 1.4 0.2 9.6 2.7 1.2 10 8.0 1.9 0.5 12.9 4.4 2.5 15 9.7 2.7 0.9 17.7 7.4 5.0 20 11.8 3.9 1.7 25.1 12.7 9.7 25 14.8 5.6 3.2 37.2 22.5 19.7 30 19.0 8.3 5.7 52.6 36.5 35.0 34 23.7 11.7 9.0 57.8 41.4 42.4 35 25.2 12.6 10.1 95.7 81.3 100.4 40 34.9 20.5 18.8

10

c. Kondisi khusus: a) tanah pasir murni (non kohesif), c = 0 qult = q.Nq + 1/2 B..N b) lempung murni jenuh air, = 0 Nc = 5,7, Nq = 1, N=0

qult = c.Nc + q atau qult = 5,7 c + q c) beban di muka tanah, Df = 0 q = 0 qult = c.Nc + . B..N
2. PERKEMBANGAN RUMUS KAPASITAS DUKUNG Menggunakan rumus dasar dan kondisinya Prandtl & Reissner (dengan baji bersudut : 45o-/2)

Nq = e.tan tan2(45o+/2) dan Nc = (Nq-1)cot


a) Meyerhof b) Hansen

Nilai N yang berbeda-beda: N = (Nq-1) tan (1,4 ) N = 1,8(Nq-1) tan N = 2(Nq+1) tan

c) Caquot & Kerisel

Dengan persamaan di atas Nc, Nq, dan N bisa dihitung tabel/grafik Faktor bentuk dekat dengan faktor bentuk dari Terzaghi.

CONTOH:

Sebuah fondasi telapak setempat direncanakan dengan ukuran denah 2m x 2m dan kedalaman 1,5 m. Tanah
11

homogin dengan c = 10 kN/m2, = 30o, = 17 kN/m3 kondisi general shear failure qult ? Terzaghi general shear failure dengan = 30o Nc = 37.2, Nq = 22,5, N = 19,7

1,5 m 2m

qult = 1,3cNc + qNq + 0,4BN

+ 0,4x2x17x19,7 = 1325.27 kN/m2 ???? qa 100-150 kN/m2 !!! CEK : nilai dari : Meyerhof, Hansen, Caquot & Kerisel Catatan: Data tanah perlu dikoreksi sebelum digunakan untuk menghitung qult. Pengaruh Air Tanah (kekuatan ???) Air tanah mengurangi kapasitas dukung tanah tergantung posisi muka air tanah. a) 0 D1 Df

qult = 1,3x10x37.2 + (1,5x17)x22,5

sat

m.t
m.a.t D1 D2

Df

q = D1. + D2. = sat - w qult = cNc + qNq + 0,5 B ' N

b) D1 Df , 0 d B
m.t

Df B
m.a.t

q = Df. qult = cNc + qNq + 0,5B x N x = 1/B {.d + (B-d)}


12

sat

c) d B, muka air tanah tak berpengaruh pada


kapasitas dukung tanah.

SAFETY FACTOR (FAKTOR KEAMANAN) Biasanya SF = 3 tak berlebihan - tanah tak homogen dan tak isotropis - banyak ketidakpastian pengambilan parameter tanah ( dan c) Tiga definisi kapasitas dukung ijin fondasi dangkal: 1. gross allowable bearing capacity 2. net allowable bearing capacity 3. gross allowable bearing capacity dengan faktor keamanan dikaitkan dengan keruntuhan geser. a) gross allowable bearing capacity

qall = qult/SF

qall = beban yang diijinkan pada fondasi dengan harapan tak akan terjadi kegagalan bearing - beban: mati dan hidup di atas muka tanah - berat sendiri fondasi (WF) - berat tanah di atas fondasi (WS) (W(D+L) + WF + WS)/A qall A = luas dasar fondasi atau: A (W(D+L) + WF + WS)/qall b) net allowable bearing capacity beban tambahan yang diijinkan (per satuan luas) selain berat sendiri
13

capacity.

W(D+L)

qult(net) = cNc + q(Nq-1) + 1/2.B.. N (strip footing) qult(net) = qult - q qall(net) = qult(net) / SF

tanah (tegangan yang telah ada) pada level dasar fondasi.

Dalam praktek qall(net) digunakan terhadap beban bangunan atas saja berat fondasi + tanah di atasnya dianggap = berat tanah saja (q)

q = .Df (WS+WF)/A

W(D+L)/A qall(net) A W(D+L)/qall(net)


c) gross allowable bearing capacity dengan faktor keamanan pada kuat geser tanah ( & c)

cd = c/SF tand = tan/SF d dihitung dengan d Nc, Nq, dan N (dari grafik/tabel) qall = cdNc + qNq + 1/2.B.. N

SF untuk penyelesaian ini = 2-3 kira-kira hasil sama dengan cara a) dan b) dengan SF = 3-4

Catatan: o Kapasitas dukung (dengan rumus-rumus di atas) harus dicek terhadap settlement yang diijinkan. o Rumus kapasitas dukung batas tersebut di atas settlement: o 5 - 25 % B untuk pasir (B= lebar fondasi) o 3 - 15 % B untuk lempung o Untuk fondasi yang sangat lebar settlement bisa
14

sangat besar. o Nc, Nq (Meyerhof, dll) relatif tak jauh berbeda, N bervariasi. BENTUK UMUM PERSAMAAN KAPASITAS DUKUNG TANAH

qult = (cs.cd.ci)cNc +(qs.qd.qi) qNq + (s.d.i)1/2.B.. N

Shape factor de Beer (1970) Depth & inclination factors Hansen & Meyerhof dasar experimental results Faktor bentuk telapak segi empat cs = 1 + (B/L)(Nq/Nc) qs = 1 + (B/L)tan s = 1 - 0,4(B/L)

cs.qs.s = shape factors (faktor bentuk) cd.qd.d = depth factor (faktor kedalaman) ci.qi.i = inclination factor (faktor kemiringan beban)

Faktor bentuk telapak bujur sangkar dan lingkaran cs = 1 + Nq/Nc qs = 1 + tan s = 0,6 Faktor kedalaman untuk Df/B 1 qd = 1 + 2 tan(1-sin)2(Df/B) cd = qd -(1 - qd)/(Nq.tan) d = 1 Faktor kedalaman untuk = 0
15

cd = 1 + 0,4(Df/B) Faktor kedalaman untuk Df/B > 1 qd = 1 + 2 tan (1-sin)2 atan (Df/B) cd = qd -(1 - qd)/(Nq.tan) d = 1 Faktor kedalaman untuk = 0 cd = 1 + 0,4 atan(Df/B) Faktor kemiringan beban ci = (1 - /90o)2 qi = (1 - /90o)2 i = (1 - /)2

16

KAPASITAS ULTIMIT BEBAN EKSTENTRIS a) Meyerhofs theory b) Theory of Prakash & Saran a) Meyerhofs theory konsep lebar efektif. Ditinjau gaya ultimit Qu bekerja eksentrisitas ex (terhadap sumbu Y) dan ey (terhadap sumbu X)
Qu
Tampang

B Y Qu L-2ey X ey L
Denah

Qu dianggap sentris terhadap luasan efektif (Qu di pusat suatu luasan). Dimensi luasan efektif = L x B L = L-2ey B = B-2ex

ex B-2ex B

Kapasitas dukung dicari dengan lebar B: qult = (cs.cd)cNc +(qs.qd) qNq + (s.d)1/2.B.. N (dengan : ci, qi & i = 1) faktor bentuk gunakan B dan L Qu = qult (B x L) atau Qa = qult x (B x L) /SF

17

FONDASI DI ATAS TANAH BERLAPIS a) Tanah tak padat di atas tanah yang lebih padat: tanah kurang padat tebal kapasitas dukung lapisan tersebut tanah kurang padat tipis pengaruh lapisan yang lebih padat b) Tanah lebih padat di atas tanah kurang padat: tanah lebih padat tebal kapasitas dukung tanah yang lebih padat cek settlement lapisan kurang padat tanah padat tipis : bahaya patah pons gunakan kapasitas dukung lapisan kurang padat banyak teori UJI BEBAN DI LAPANGAN (PLATE LOAD TEST) Standard test : ASTM D-1194 BS 1377 (1990) Prinsip : - plate baja 152 - 762 mm, atau bujur sangkar 305 mm x 305 mm - lebar galian 4 x Bplate - plat dibebani bertahap setiap tahap ditunggu penurunan berhenti beban dinaikkan (tahap selanjutnya) - hasil hubungan tegangan dan penurunan Kapasitas dukung : a) lempung : qult(f) = qult(p) b) pasir : qult(f) = qult(p) x Bf /Bp Untuk tegangan tertentu settlement (s) a) lempung : s(f) = s(p) . B(f) /B(p) b) pasir : s(f) = s(p){2B(f) /(B(f)+B(p))}2
18

ANALISIS FONDASI DANGKAL (sederhana) Jenis beban: - beban terbagi rata q kN/m2 - Gaya vertikal sentris eksentris - Gaya horisontal - Momen - Kombinasi Anggapan dasar : - plat fondasi dianggap kaku sempurna (tidak melengkung, bisa miring) - besarnya tekanan pada setiap titik berbanding langsung dengan penurunan cara elastis - tanah tidak dapat menahan tarik - tanda: desak (+); tarik (-) 1. Beban merata, q
Q q

- jika berat fondasi diabaikan: reaksi tanah merata, = q

- jika luas fondasi = A Resultante: Q = A.q tengah-tengah sentris Reaksi: = Q/A = A.q/A = q - untuk suatu telapak fondasi & tanah di atasnya q1 dan q2

19

q1 tanah terbagi rata q2 telapak/fondasi

= q1 + q2

2. Beban gaya vertikal sentris - jika berat sendiri fondasi diabaikan Q - luas dasar fondasi, A = B.L (m2) - fondasi kaku dan Q sentris turun merata tekanan merata Fv = 0 B Q = .A = Q/A 2 2 2 ,t/m ,kg/cm ) (kN/m L - jika berat fondasi dan tanah di atasnya diperhitungkan: = Q/A + q1 + q2
Q

q1 q2

Contoh:

Q = 300 kN sentris

1,20 m tanah, = 17 kN/m3 0,60 m beton, = 22 kN/m3

2,00

Analisis 1:

2,50

20

- Beban dianggap gaya-gaya sentris Q1 = 300 kN Q2 (tanah) = 2 x 2,5 x 1,20 x 17 = 102 kN Q3 (beton) = 2 x 2,5 x 0,60 x 22 = 66 kN Q total = 300 + 102 + 66 = 468 kN = Qtotal/A = 468/(2 x 2,50) = 93,6 kN/m2 Analisis 2: - Beban: Q sentris = 300 kN q1 (tanah) = 1,20 x 17 = 20,4 kN q2 (beton) = 0,60 x 22 = 13,2 kN = Q/A+q1+q2= [300/(2x2,50)] + 20,4 + 13,2 = 93,6 kN/m2 3. Analisa beban momen Perjanjian: - Pusat dasar fondasi O - Momen berputar terhadap titik O - Arah pandangan dari depan (bawah) dan kanan - lebar fondasi searah x B - lebar fondasi searah y L - momen searah jarum jam tanda (+), berlawanan arah jarum jam (-) - momen berputar mengelilingi sumbu-y My - momen berputar mengelilingi sumbu-x Mx Gambar di bawah M My(+) beban luar - bagian kanan turun dan bagian kiri naik (berputar) kanan desak dan kiri tarik linier

21


Y+ L B

X+

X+

R l

- Reaksi elemen struktur momen kopel MR MR = R.l R = 1/2 x . B x x L = 1/4. B L l = 2 x 2/3 x . B = 2/3. B MR = . B.L..2/3. B = 1/6. B2L Mbeban = Mreaksi = + My/(1/6. B2L) = + 6 My/(B2L) Catatan: max (desak) di kepala momen min (tarik) di ekor momen Kombinasi beban vertikal sentris dan momen My penjumlahan : max = Q/A + 6 My/(B2L) min = Q/A 6 My/(B2L)

My X+
Q/A
22

- 6My/B2L

Untuk tanah, min 0 (desak) karena tanah tak bisa mendukung tarik. - dengan sb-x positif di kanan O reaksi di setiap titik dengan jarak x dari O : x = Q/A + My.x /Iy x = Q/(B.L) + My.x /(1/12. B3L) - tegangan maksimum pada x = B/2 max = Q/(B.L) + My/(1/6. B2L) qall - tegangan minimum pada x = -B/2 min = Q/(B.L) - My/(1/6. B2L) 0 Kombinasi q, Q(sentris), Mx(+), My(+)tegangan di titik (x,y) : (x,y) = Q/A + My.x/Iy + Mx.y/Ix + q (x,y) = Q/(B.L) + My.x/(1/12. B3L) + Mx.y/(1/12.L3B) + q - tegangan maksimum pada x = B/2, y = L/2 max = Q/(B.L) + My/(1/6.B2L) + Mx/(1/6.L2B) + q qall - tegangan minimum pada x = -B/2, y = -L/2 min = Q/(B.L) - My/(1/6.B2L) - Mx/(1/6.L2B) + q 0 Beban Q eksentris
23

dianalisis sebagai Q sentris + momen (M) Q dengan ex Q sentris + My My = Q.ex


ex Q Qsentris My X+

X+

Q2 e2

e1

Q1

Q My

Q M
Q
H

= Q1 + Q2
= Q1 .e1 Q 2 .e2

h
H

M=H.h

H yg lewat O hanya berpengaruh terhadap penggeseran (tak mempengaruhi )

24

Analisis dengan cara lain (untuk beban gaya vertikal & momen)
Q sentris

ex
My

Qeksentiris, e x =

My Q

()

Tekanan pada tanah dasar :

ext =

Q. e x 6. e x Q M Q Q = = .(1 ) 1 1 B. L B. L B. L B . B2 . L . B2 . L 6 6

Rumus Berlaku min 0 Jika min = 0


B/6
Q

0=

6.e Q (1 x ) B.L B

ex = 1 6 .B

max =

2.Q B.L

Jika ex > B/6 terjadi tarik


e1 Q

bagian tarik tak dapat diperhitungkan

tarik

25

Fv = 0 & M = 0 Q=R & berimpit a1 = B/2 - ex


max

R a2

a1

Daerah yg. bekerja = a2 a2 = 3.a1

1 1 B R = Q = max .a2 .L = max 3 ( ex ) L 2 2 2 2.Q max = B 3 L ( ex ) 2

Kondisi Umum

(max/ min)

6.ex 6.e y Q (1 = )+q B.L B L

syarat berlaku : min 0 jika min < 0 dianalisis khusus Fv = 0 cara coba-coba atau cara Mayerhof (luasan efektif)
tarik

26

Catatan : Daerah yang dibatasi ex B/6 & ey L/6 (di bagian tengah) inti/core/teras Jika resultante Q jatuh di dalam teras seluruh dasar fondasi tegangan desak

L/6

B/6

27

PERANCANGAN FONDASI DANGKAL Beban sesuai peraturan yang berlaku (gedung, jembatan jalan raya, jembatan jalan rel, dsb) 1. Beban mati (Dead load = D) berat sendiri bangunan (kolom, dinding, atap, lantai, fondasi + tanah di atasnya) 2. Beban hidup (Live load = L) bisa berubah/pindah 3. Beban angin (W) 4. Beban gempa (E) 5. Beban khusus (S)pengaruh suhu, gaya rem/sentrifugal, dll I. Kombinasi beban untuk penentuan ukuran (luas) denah fondasi A=D+L beban permanen/tetap B1= D + L + W B2= D + L + E C1 C2 =A+S =B+S

Beban sementara

} Beban khusus

II. Untuk perancangan beton bertulang SK SNI 1991 beban terfaktor

28

PERANCANGAN UKURAN DENAH FONDASI Beban: - tetap/permanen - sementara 1. Kondisi beban tetap kapasitas dukung tanah SF 3 qa = qult /3 2. Kondisi beban sementara kapasitas dukung tanah SF 2 qa(sementara) = qult /2 qa(sementara) = 1.5 x qa(beban tetap) Perancangan luasan denah 1. Denah dan ukuran didasarkan beban tetap/ permanen dengan ketentuan: a) resultante beban jatuh di pusat luasan dasar fondasi (sentris) b) luas dasar fondasi dihitung sesuai qa 2. Dikontrol terhadap beban-beban sementara 1,5 qa 3. Jika no. 2 tidak memenuhi dimensi diperbesar tetapi tetap sentris terhadap beban permanen Catatan : Sentris : - ukuran ekonomis/hemat - settlement merata Sentris resultante beban: gaya, momen, beban terbagi rata (q)

29

Contoh:
Q

My

0.80 0.60

Sebuah kolom didukung telapak setempat, dengan penampang seperti tergambar. Beban yang diperhitungkan : Kombinasi Q (kN) My beban (kNm) Permanen 1000 160 Sementara-1 1000 550 Sementara-2 1500 280

Data lain: tanah = 18 kN/m3, beton = 22 kN/m3, qa = 150 kN/m2. Rencanakan denah/ukuran fondasi Penyelesaian: a) Ukuran denah selalu direncanakan terhadap beban permanen sentris Beban-beban: Q = 1000 kN M = 160 kNm e = M/Q = 160/1000 = 0,16 m q = 0,8x18+0,6x22= 27,6 kN/m2 sentris qa = 150 kN/m2 Tegangan yang terjadi di dasar fondasi qa Dengan e = 0,16 m pusat luasan dibuat 0,16 m di kanan as kolom. = Q/A + q 150 1000/A + 27,6 A 1000/(150-27,6) = 8,17 m2 bujur sangkar B = L = A B = 2,86 m Digunakan 2,90 m x 2,90 m
1.45 1.45 1.45 O
30

Dikontrol terhadap beban sementara b) Kontrol terhadap beban sementara-1 Q = 1000 kN e = -0,16 m terhadap O M = + 550 kNm q = 27,6 kN/m2 dianggap gaya sentris Q1 = 2,9 x 2,9 x 27,6 = 232,116 kN Q = Q1 + Q = 1232,116 kN M = 1000(-0,16) + 550 + (232,116 x 0) = 390 kNm Beban : Q = 1232,116 kN sentris M = + 390 kNm dianalisis : Q = 1232,116 kN dengan eksentrisitas : e = 390/1232,116 = 0,317 m di kanan O e < B/6 (=0,483 m) min > 0 max={1232,116/(2,9x2,9)}[1+(6x0,317/2,9)]=242,59 kN/m2 max > 1,5 qa (=225 kN/m2) dimensi perlu diperbesar Misal : arah sumbu-Y tetap L = 2,90 m arah sumbu -X B = 3,10 m A = 8,99 m2 Q1 berubah Q = 1000 kN M = +390 kNm q = 27,6 kN/m2

31

max = 1000/(8,99) + 390/(1/6 x 2,9 x 3,12) + 27,6 = 222,80 kN/m2 < 225 kN/m2 OK min = 1000/(8,99) - 390/(1/6 x 2,9 x 3,12) + 27,6 = 54,87 kN/m2 > 0 OK c) Kontrol beban sementara-2 Q = 1500 kN dengan e = -0,16 m M = + 280 kNm q = 27,6 kN/m2 M = 1500(-0,16) + 280 = 40 kNm Tanpa fondasi dan tanah e1 = 40/1500 = 0,0267 m max =[(1500/8,99) {1+(6x0,0267/3,1)}] + 27,6 = 203,07 kN/m2 < 225 kN/m2 OK min =[(1500/8,99) {1-(6x0,0267/3,1)}] + 27,6 = 185,83 kN/m2 > 0 OK Jadi fondasi ukuran 2,90 m x 3,10 m dapat digunakan dengan posisi kolom eksentris 0,16 m di kiri pusat luasan dasar fondasi O.

32

FONDASI GABUNGAN (COMBINED FOOTING) 2 kolom atau lebih menjadi 1 fondasi Penggunaan: 1. Jarak antar kolom dekat dengan fondasi sendirisendiri overlapping 2. Ruangan terbatas tidak bisa kaki sendiri digabung dengan yang lain Penyelesaian: menggabung membuat fondasi yang sentris terhadap beban permanen Bentuk-Bentuk: a) segi empat siku-siku b) trapesium c) bentuk T d) strap footing e) mat/raft footing Prinsip Perancangan : a) Denah sentris terhadap beban permanen b) Dikontrol terhadap beban sementara dengan 1,5 qa

33

I. Telapak gabungan empat persegi panjang Penggunaan: 2 kolom dengan beban kecil terbatas, beban besar bebas.
Q1 R Q2

O a1 r1 L/2 B O r r2 L/2 a2

Q2 > Q1 (Q1, Q2 beban permanen) R = resultante dicari besar & letak R di tengah-tengah denah L/2 ke kiri, L/2 ke kanan dan di tengahtengah lebar (B) Cara: R = Q1 + Q2 letak R statis momen ke Q1 R.r1 = Q2.r + Q1.0 r1 = Q2.r/R

*
L

Biasanya a1 ditetapkan/diketahui L/2 = r1 + a1 L = 2(r1 + a1) R sentris luas fondasi: A A = R/{qa - (qfond+tanah)} Lebar fondasi B = A/L Catatan: a (a1 atau a2) B dan r/2 jika beban permanen ada My1 dan My2 digunakan untuk mencari letak R: - R = Q1 + Q2 - letak R R.r1 = Q2.r + Q1.0 + (My1) + (My2) r1 = (Q2.r + My1 + My2)/R tanda momen disesuaikan Selanjutnya dikontrol terhadap beban sementara. Jika
34

> 1,5 qa dimensi ditambah ke arah B (arah L tetap agar kondisi sentris beban permanen terjaga) Contoh: 2 buah kolom, jarak 5,0 m, ukuran kolom 40 cm x 40 cm dengan fondasi sebelah kiri terbatas pada tepi luar kolom kiri (fondasi kolom kanan lahannya bebas). Tebal plat fondasi = 1,00 m (tanah di atasnya diabaikan). qa tanah (permanen) = 150 kN/m2, beton = 23 kN/m3. Beban Q1 (kN) Q2 My1 My2 (kN) (kNm) (kNm) Permanen 700 1000 0 0 Sementara-1 1000 1100 0 0 Sementara-2 1000 1000 -200 -150
Q1 R Q2

r1 a1 = 0,20 r = 5,0 m

Penyelesaian: a) Denah fondasi sentris terhadap beban permanen R = Q1 + Q2 = 1700 kN q = 1 x 23 + tanah diatas fondasi = 23 kN/m2 Letak R terhadap Q1 r1 = (Q2.r+My1+My2)/1700=(1000x5+0+0) / 1700 r1 = 2,941 m R di tengah-tengah denah a1 + r1 = L/2 L/2 = 0,2 + 2,941 = 3,141 m L = 6,282 m Luas fondasi yang diperlukan
35

A = R/(qa-q) = 1700/(150-23) = 13,386 m2 B = A/L = 2,131 m Digunakan ukuran denah fondasi L = 6,30 m B = 2,20 m A = 13,86 m2 Letak pusat luasan O (baru): - dari pusat kolom kiri r1 = 6,3/2 - 0,2 = 2,95 m - dari pusat kolom kanan r2 = 5 - 2,95 = 2,05 m b) Kontrol terhadap beban sementara-1 q = 23 kN/m2 Q1 = 1000 kN R = 2100 kN Q2 = 1100 kN

Letak R terhadap Q1 2100 x ri = 1100x5+My1+My2 ri = 2,62 m R di kiri O dengan e = 2,62 - 2,95 = - 0,33 m |e| < L/6 min > 0 (kanan) max di kiri max =(2100/13,86){1+(6x0,33/6,3)} + 23 = 222,13 kN/m2 < 1,5 qa (=225 kN/m2) aman c) Kontrol terhadap beban sementara-2 q = 23 kN/m2 R = (Q1+Q2) = 2000 kN Letak R terhadap Q1 ri = (5x1000 - 200 - 150)/200 ri = 2,325 m R di kiri O dengan e = 2,325 - 2,95 = - 0,625 m |e| < L/6 max di kiri max =(2000/13,86){1+(6x0,625/6,3)} + q = 253,19 kN/m2 > 225 kN/m2

36

Luas dasar fondasi perlu ditambah ke arah B agar kondisi sentris (mendekati sentris terpelihara) Misal: B = 2,50 m A = 6,30 x 2,50 = 15,75 m2 max =(2000/15,75){1+(6x0,625/6,3)} + 23 = 225,57 kN/m2 225 kN/m2 cukup aman Jadi fondasi yang digunakan: L = 6,30 m B = 2,50 m

37

Fondasi Gabungan Bentuk Trapesium Penggunaan: daerah terbatas pada kolom dengan beban besar (kolom dg. beban kecil bisa bebas/terbatas)
x

B1

*
L Q1

B2

Q2

Luas trapesium A = 1/2 L (B1+B2) Pusat luasan terhadap sisi B2 1 2 B + B2 x= L 1 3 B1 + B2 atau thd sisi B1 :

x=
O a1 r1 r r2 a2

1 B1 + 2 B2 L 3 B1 + B2

Q2 > Q1 dengan sebelah kanan terbatas (biasanya tepi kolom)

Kapasitas dukung tanah qa Dengan beban sentris luas fondasi R A= qa q( f + s) ................................... Panjang fondasi ditetapkan: L = r + a1 + a2 ................................... Q1 .r Letak R terhadap Q2 r2 = R ....... Dituntut R melalui r2 + a2 = x ............................................ A = L (B1+B2) B2 = (2A/L) - B1 ..... Letak O: 1 2 B + B2 x= L 1 3 B1 + B2

(1) (2) (3) (4) (5)

38

A 2A + B B 1 1 3x L L = = 2A A L B1 + 2 B1 L L 3x 2 A 2 A B1 = L L L 2 A 3x 1 B1 = L L ................................ (6) Kriteria/batasan a. Jika x 1/3 L tak dapat digunakan b. Jika B1 terlalu kecil (< lebar kolom) tak dapat digunakan c. Jika a/b terjadi bentuk lain: T atau strap footing Fondasi dikontrol terhadap beban sementara dengan = 1,5 qa Cara: 2 B1 + 2
Y+
x

X+

1. Dicari pusat berat luasan trapesium (O) 2. Dibuat salib sumbu di titik O 3. Beban-beban yang bekerja dianalisis terhadap O 4. Tegangan ekstrim ka = (R/A) + (My. x /Iy) + q x (+), M(+/-) ki = (R/A) - (My.(L- x )/Iy) + q 5. Penentuan Iy
O B1 L L
39

B2-B1

Empat persegi panjang I terhadap : Io = 1/12 .B L3 I tepi kanan : I = 1/3 .B L3 Segi tiga : I terhadap : Io = 1/36 .B L3 I tepi kanan : I = 1/12 .B L3 Secara umum: I terhadap sembarang garis I = Io + A.x2 atau Io = I - A.x2 Io trapesium: 1/12 .B1L3+(B1L)x12+ 1/36 (B2-B1)L3+ (B2-B1)L.x22 x1 = jarak pusat luasan segi empat ke pusat trapesium x2 = jarak pusat luasan segi tiga ke pusat trapesium atau 2 Io-trap = Itepi kanan - Atrap. x =
1 3 B1L3

1 12

(B2-B1)L3 - A. x

40

Fondasi Gabungan Bentuk T :


Q1 R Q2

O r2 L

x
B1 l1

Dibuat garis kerja R berimpit dengan pusat luasan fondasi Cara sama dengan trapesium 3 variabel B1, B2, dan l2 coba-coba ditetapkan 2 variabel 1 dicari hasil bisa berbeda dipilih yang baik

B2 l2

Strap Footing Penggunaan: fondasi gabungan bentuk lain tak baik (biasanya beban relatif kecil dibandingkan qa luas kecil) Penyelesaian: seolah-olah kolom dengan fondasi sendiri digabung dengan balok penghubung (strap beam) yang kaku fondasi bisa dianggap satu kesatuan.
Pemakaian: - satu sisi terbatas - kedua sisi terbatas

strap beam

Catatan: Luas dasar strap beam tak diperhitungkan pada luas fondasi, A
Prinsip hitungan

strap beam

41

- membuat denah fondasi dengan pusat luasan gabungan (2 kaki) berimpit dengan resultante beban (sentris).
Q1 O1 r1 B1 B1 r R O s O L B2 Q2 O2

fondasi luas total = A A1 = B12 A2 = B2L Pusat luasan O, R di O sentris merata R = Q1 + Q2


R R = A + q A = (qa q)

Letak R dari Q1 r1 = Q2.r/R Pusat luasan gabungan (A1+A2) dari O1 juga = r1 A.r1 = A2.s s = jarak O1 - O2 B1,B2, dan L coba-coba (berbeda) misal: L ditetapkan, O2 bisa dicari, s bisa dicari A2 A.r1 A2 = s B2 = L

A1 = A - A2 B1 =

A1

Catatan: Bentuk yang baik mendekati bujur sangkar jika tak baik bisa diulang

42

Contoh : Dua kolom, jarak antar pusatnya = 6,0 m. Kolom kiri 40 cm x 40 cm, kolom kanan 60 cm x 60 cm, fondasi kiri terbatas pada tepi luar kolom kiri. Tebal plat fondasi 0,80m (tanah diatasnya diabaikan) beton = 23 kN/m3, qult = 450 kN/m2. Q2 My1 My2 Pembebanan Q1 Tetap/permanen 700 1100 0 0 Sementara 1000 1200 -150 -100 Rancang denah (ukuran ) fondasi
Q1 O1 s B1 L O B2 6,0 R O Q2 O2

r2

B2

Penyelesaian : a) Beban tetap/permanen R = 700 + 1100 = 1800 kN letak R terhadap Q2 : 700.6 r2 = = 2,333 m 1800 qa = qult/3 = 450/3 = 150 kN/m2 q = 0.8 x 23 = 18.4 kN/m2 1800 A= = 13,68 m 2 (150 18,4) Luas fondasi : Dicoba L = 2.50 m s = 6 + 0.2 2.50/2 = 4.95

43

Statis momen terhadap O2: A.r2 = A1.s 13,68 x 2,333 = A1 x 4,95 2 A1 = 6,45 m luas fondasi kiri B1 = 6,45/2,5 = 2,58 m Luas fondasi kanan : A2 = A - A1 = 7,23 m2 bentuk bujur sangkar, B2 = 7.23 = 2,69 m Digunakan: o fondasi kiri = 2,60 m x 2,50 m o fondasi kanan = 2,70 m x 2,70 m A1 = 6,50 m2 2 A2 = 7,29 m2 }A = 13,79 m b) Kontrol terhadap beban sementara

R M y x = + +q A Iy

A = luas total = A1 + A2 I = gabungan dari A1 dan A2 terhadap O baru O baru dicari dari A1 dan A2 yang digunakan qa = qult/2 = 225 kN/m2

44

Mat Footing (Raft Footing) 3 kolom (dinding) atau lebih yang tidak satu deret 1 fondasi plat yang lebar (sering-sering seluruh kolom + dinding dari satu gedung 1 plat fondasi). Penggunaan: - tanah mempunyai qa relatif rendah - jika dengan fondasi sendiri-sendiri luas fondasi total > 1/2 luas bangunan Jenis-jenis: - plat datar rata atas dan bawah - plat dengan pertebalan di bawah kolom - beams dan slab balok-balok dua arah saling berpotongan dan kolom-kolom ditempatkan pada pertemuan balok-balok tersebut - plat dengan dinding-dinding basement (dinding basement sebagai pengaku) Mat footing bisa dengan fondasi tiang Prinsip-prinsip analisis : - diusahakan resultante beban permanen sentris Jika sentris = Q/A qa Jika tak sentris dicari min > 0 dan max qa - dikontrol terhadap beban-beban sementara max 1,5 qa ; min > 0 - tegangan di sembarang titik di dasar fondasi

Q M y . x M x . y = + + +q A Iy Ix

45

Contoh: Mat footing mendukung 9 kolom tergambar semua kolom: 50 cm x 50 cm

A 1

Y 2

B 3 7,50

X 7,50

7 C 5,0

8 5,0

9 D

beban-beban: Q1 = Q3 = 400 kN Q4 = Q5 = Q6 = 600 kN Q2 = Q9 = 450 kN Q7 = Q8 = 500 kN tebal plat 1,50 m, c = 23 kN/m3 Tentukan tegangan di sudutsudutnya

Penyelesaian : Pusat luasan O di tengah-tengah, B = 10,50 m L = 15,50 m A = 10,50 x 15,50 = 162, 75 m2 Koordinat: A(-5,25;7,75), B(5,25;7,75), C( -5,25;-7,75), D(5,25; -7,75)
R = 2(400) + 3(600) + 2(450) + 2(500) = 4500 kN My = -5(400 + 600 + 500) + 0 + 5(400 + 600 + 450) = -250 kNm Mx = -7,5(500+500+450) + 0 + 7,5(400+450+400) = -1500 kNm Iy =
1 12 (15,5)(10,5)3 1 12 (10,5)(15,5)3

= 1495,27 m4

Ix = = 3258,39 m4 Tegangan yang terjadi

46

4500 250(5,25) 1500(7 ,75) + + 34 ,5 = 59 ,46 kN / m 2 162 ,75 1495,27 3258,39 4500 250(5,25) 1500(7 ,75) B = + 34 ,5 = 57 ,70 kN / m 2 162 ,75 1495,27 3258,39 4500 250(5,25) 1500(7 ,75) C = + + + 34 ,5 = 66,60 kN / m 2 162 ,75 1495,27 3258,39 4500 250(5,25) 1500(7 ,75) D = + + 34 ,5 = 64 ,84 kN / m 2 162 ,75 1495,27 3258,39

A =

Q M y . x M x . y = + + +q A Iy Ix
Catatan : q = 1,5(23) = 34,5 kN/m2

47

ANALISIS PENULANGAN TELAPAK SETEMPAT


1. Dicari tegangan netto pada tanah dasar (qnet) Untuk beban sentris qnet = qa q (fondasi & tanah) 2. Luas dasar fondasi, A = (D+L)/qnet panjang dan lebar fondasi ditetapkan 3. Beban terfaktor U = 1.4 D + 1.7 L 4. Tegangan terfaktor dari tanah : qs = U/A Catatan : Selimut beton minimum = 50 mm Tegangan geser :
a1

- Gaya geser lintang (satu arah) : Vu = qs.A = qs.B.x < .Vc - Gaya geser dua arah (pons) : Vu = qs.(B.L a22) < .Vc

45

d qs

x d/2

a2

a2 L

Momen : penulangan tunggal


48

1. Tulangan utama arah memanjang


L a1 qs B 2 Mu = 2
2

a1 x a1

d d

qs

2. Tulangan bagi arah pendek 2 B a1 qs L 2 Mu = 2 Pemasangan tulangan : - Tulangan utama arah memajang merata
49

- Tulangan bagi arah pendek o bagian tengah selebar B 2/(c +1) dg c = L/B o Bagian sisa disebar rata tetapi perlu dicek terhadap tulangan minimum

50