Anda di halaman 1dari 7

lepidopteraAdalah ordo klasifikasi dari kelas insecta yang didasarkan atas sayapnya Ordo Lepidoptera bangsa kupu/ngengat mempunyai

ciri ciri

Lepidoptera berasal dari bahasa Latin yang artinya sayap bersisik Dari ordo ini, hanya stadium larva (ulat) saja yang berpotensi sebagai hama namun beberapa diantaranya ada yang predator. Serangga dewasa umumnya sebagai pemakan/pengisap madu atau nektar. Sayap terdiri dari dua pasang, membranus dan tertutup oleh sisik-sisik yang berwarna-warni. Termasuk Endopterygota Pada kepala dijumpai adanya alat mulut seranga bertipe pengisap, sedang larvanya memiliki tipe penggigit. Pada serangga dewasa, alat mulut berupa tabung yang disebut proboscis, palpus maxillaris dan mandibula biasanya mereduksi, tetapi palpus labialis berkembang sempurna. Metamorfose bertipe sempurna (Holometabola) Metamorfosisnya melalui stadia : telur - larva - kepompong - Imago (dewasa) Larva bertipe polipoda, memiliki baik kaki thoracal maupun abdominal, sedang pupanya bertipe obtekta. Beberapa jenisnya antara lain :

Contoh: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Acharonitra lachesis (kupu-kupu tengkorak) Tryporiza incertulas Wlk (Penggerek batang padi kuning ) Bombyx mori (ngengat sutera) Attacus atlas (kupu-kupu gajah) Cricula trifenestrata (kupu-kupu kenari) Hyblaea puera (kupu-kupu ulat jati) Spodoptera litura ( Ulat grayak) Corcyra cephalonica (Stain.) Ngengat

- Penggerek batang padi kuning (Tryporiza incertulas Wlk)

- Kupu gajah (Attacus atlas L)

- Ulat grayak pada tembakau (Spodoptera litura)

NGENGAT

Ngengat adalah serangga yang berhubungan dekat dengan kupu-kupu dan kedua-duanya termasuk kedalam Ordo Lepidoptera. Perbedaan diantara kupu-kupu dan ngengat lebih dari taksonomi, dan aktifitasnya Kupu kelompok Rhopalocera Sedang ngenget kelompok Heterocera. , kupu diurnal , ngengat nocturnal

Ciri-ciri: Ngengat

kebanyakan aktif di waktu malam (nocturnal) Ngengat hinggap dengan membentangkan sayapnya Ngengat mempunyai warna sayap cenderung gelap, coklat , kusam atau kelabu Antena ngengat seperti kawat lampu yang ditempel di kepalanya Jika hinggap kedudukan sayap mendatar membentuk otot Tipe mulut mengisap dengan alat penghisap berupa belalai yang dapat dijulurkan. Tahap metamorfosisnya sama dengan kupu Holometabola ( metamorfosis sempurna) telur, ulat, kepompong, dan akhirnya bermetamorfosa menjadi Imago /ngengat. ( TLPI) Jenis Ngengat sering sebagai hama ( Ulatnya) baik di perkebunan ataupun hutan Di daerah tropis dan subtropis ulat kubis (Plutella xylostella) mungkin adalah hama tanaman kubis-kubisan yang paling ganas.

Kapur barus adalah penangkal ngengat yang paling sering digunakan dan dianggap cukup efektif namun ada kekuatiran akan pengaruhnya pada kesehatan manusia atau dengan menaruh bahan kain atau jala disekitar lampu atau menggunakan cahaya lampu berwarna (disarankan warna merah) untuk menghalau perhatian ngengat pada chaya buatan tersebut. . Namun ada yang di budidayakan dengan disuruh mengkonsumsi daun murbei, kepompongnya bisa untuk dibuat benang sutera Bunga yang mekar di malam hari biasanya bergantung kepada ngengat (atau kelelawar) untuk penyerbukannya,

KLASIFIKASI

Kingdom: Animalia Phylum: Arthropoda Classis: Insecta Ordo: Lepidoptera Family: Papilionidae Genus: Papilio Species: Papilio memnon Bahasa daerah : Kupu kupu

sumber: http://biologigonz.blogspot.com/2010/12/lepidoptera-insecta.html Read more: http://khairul-anas.blogspot.com/2012/03/lepidopterainsecta.html#ixzz28hixoVOo

longan.... Dan Secuil Coretan2 Yang Ingin Q Simpan...

Kamis, 01 Oktober 2009


ORDO LEPIDOPTERA
Ordo Lepidoptera atau 'serangga bersayap sisik' (lepis, sisik dan pteron, sayap) karena sayap sisiknya mempunyai corak serta pola warna. Ordo Lepidoptera dibagi menjadi 2 sub ordo: a. Sub ordo Rhopalocera (kupu-kupu siang) Contohnya:

Hama kelapa (Hidari irava) Hama daun pisang (Erlonata thrax) Kupu-kupu pastur (Papiliomemnon) Kupu sirama-rama (Attacus atlas)

b. Sub ordo Heterocera (kupu-kupu malam) Sering juga disebut ngengat. NGENGAT Ngengat adalah serangga yang berhubungan dekat dengan kupu-kupu dan keduaduanya termasuk kedalam Ordo Lepidoptera. Perbedaan diantara kupu-kupu dan ngengat lebih dari taksonomi. Kadang nama "Rhopalocera" (kupu-kupu) dan "Heterocera" (ngengat) digunakan untuk memformalisasikan perbedaan mereka. Ciri-ciri: Ngengat kebanyakan aktif di waktu malam (nocturnal) Ngengat hinggap dengan membentangkan sayapnya Ngengat mempunyai warna sayap cenderung gelap, kusam atau kelabu Antena ngengat seperti kawat lampu yang ditempel di kepalanya Ngengat melalui tahap-tahap hidup sebagai telur, ulat, kepompong, dan akhirnya bermetamorfosa menjadi ngengat.

Jika hinggap kedudukan sayap mendatar membentuk otot Tipe mulut mengisap dengan alat penghisap berupa belalai yang dapat dijulurkan. Ngengat dan ulatnya adalah salah satu hama perkebunan di banyak bagian di bumi. Ulat dari ngengat gipsi (Lymantria dispar), sebuah spesies invasif menyebabkan kerusakan yang parah terhadap hutan di amerika Serikat Timur Laut. Di daerah beriklim sedang ngengat codling menyebabkan kerusakan yang parah terutama pada perkebunan buah. Di daerah tropis dan subtropis ulat kubis (Plutella xylostella) mungkin adalah hama tanaman kubiskubisan yang paling ganas. Beberapa ngengat pada keluarga Tineidae seringkali di anggap sebagai hama karena larvanya memakan bahan kain seperti baju dan selimut yang dibuat dari serat alami seperti woll dan sutra, mereka namun biasanya tidak memakan material yang dicampur dengan serat buatan. Kapur barus adalah penangkal ngengat yang paling sering digunakan dan dianggap cukup efektif namun ada kekuatiran akan pengaruhnya pada kesehatan manusia. Larva ngengat dapat dibunuh dengan membekukan barang yang mereka serang untuk beberapa hari pada suhu dibawah -8 derajat selsius. Ngengat cukup tahan banting dan lebih tidak rentan pada pembasmi hama dibandingkan nyamuk dan lalat. Perlu dicatat bahwa ngengat dewasa namun tidak memakan bahan kain. Ngengat besar seperti Lun, Polyphemus, Atlas, Prometheus, Cercropia, tidak mempunyai mulut dan mereka meminum nektar untuk makanannya. Ngangat dapat ditemukan mengitari cahaya buatan. Satu hipotesis yang diajukan untuk menjelaskan fenomena ini adalah bahwa mereka menggunakan sebuah teknik navigasi bintang yang dinamakan orientsi lintant. Dengan menjaga sebuah sudut yang tetap dengan sebuah objek langit yang terang (bulan) ngengat dapat terbang pada garis lurus. Objek angkasa ini sangatlah jauh sehingga bahkan setelah terbang dengan jauh tidak ada perbedaan sudut yang berarti namun hal ini akan berbeda dengan cahaya buatan. Cahaya buatan manusia belum muncul cukup lama untuk mempengaruhi evolusi sistem navigasi ngengat. ketika ngengat menemukan sebuah cahaya buatan yang lebih dekat dan menggunakannya untuk navigasi, sudutnya berubah dengan signifikan setelah menempuh jarak yang dekat insting dari ngengat tersebut mencoba memperbaikinya dengan berbelok ke arah cahaya dan hal ini pada akhirnya megakibatkan pola terbang spiral yang semakin mendeka pada sumber cahaya. Hal ini dapat berakibat fatal bagi si ngengat apabila sumber cahaya buatan itu dapat membunuhnya seperti misalnya lilin atau pengejut serangga.

Teori lain yang telah diajukan untuk menjelaskan ketertarikan ngengat jantan terhadap lilin didasarkan dari indra penciuman. Ada bukti bahwa penciuman mungkin, pada beberapa kasus, diperantarai dengan pendetaksian spektra infra-merah dari sebuah bahan dan spektra inframerah dari api lilin kebetulan mengandung garis-garis emisi yang mirip dengan frekuensi getar feromon ngengat betina sehingga ia tertarik pada api lilin. Bunga yang mekar di malam hari biasanya bergantung kepada ngengat (atau kelelawar) untuk penyerbukannya, dan cahaya buatan dapat mengundang ngengat jauh dari bunga yang membutuhkannya. Sebuah cara untuk menghindari ini adalah dengan menaruh bahan kain atau jala disekitar lampu atau menggunakan cahaya lampu berwarna (disarankan warna merah) untuk menghalau perhatian ngengat pada chaya buatan tersebut. Berikut contoh jenis ngengat yang merugikan dalam bidang pertanian 1. Corcyra cephalonica (Stain.), Ngengat beras, Ulat nonol beras, the rice moth (Pyralidae) Inang: beras Deskripsi: Ngengat berwarna kelabu coklat dan agak pucat, panjang tubuh kurang lebih 11-12 mm. Apabila sayap direntangkan panjangnya antara 12-15 mm. Telur berbentuk bulat dengan diameter 0,5 mm berwarna putih kelabu, sedangkan ulat yang besar warnanya bervariasi dari kelabu keputih-putihan sampai agak coklat. Panjang ulat pada pertumbuhan pebuh 13-17 mm. Kepompong berwarna putih kecoklat-coklatan berada dalam kokon dan panjangnya 810 mm. Ngengat pada umumnya aktif pada sore atau malam hari, tetapi kadang-kadang juga aktif pada siang hari di tempat yang gelap. Ngengat betina dapat hidup selama 10 hari, tetapi kalau sudah bertelur mereka akan lebih cepat mati. Telur menetas setelah 4-8 hari (rata-rata 6 hari). Setelah menetas ulat segera mengikat atau menggandeng-gandeng bahan dengan benang suteranya. Menjelang kepompong ulat naik ke permukaan bahan dan membuat kokon dengan menganyam benang sutera di antara butir-butir bahan simpanan. Periode ulat berlangsung 28-35 hari sedangkan kepompongnya antara 5-8 hari. Jadi daur hidup serangga ini berkisar antara 37-51 hari. 2. Sitotroga cerealella (Oliv.), Ngengat gabah (Gelechiidae) Inang: Gabah, jagung, sorghum

Deskripsi: Ngengat berwarna kuning kecoklat-coklatan mengkilat. Tubuhnya kecil dengan panjang 3-4 mm, sedangkan sayap depan bila direntangkan kira-kira 11 mm. Telurnya agak jernih, bulat dan mengkilat dengan diameter mm dan hanya dapat dilihat jelas di bawah mikroskup. Ulat kecil berwarna putih kekuning-kuningan dengan kepala berwarna coklat. Pada pertumbuhan penuh, panjangnya sekitar 6 mm. Kepompong berwarna coklat muda panjang kurang lebih 3 mm. Ngengat meletakkan telur satu per satu pada gabah dan diselipkan di bagian yang terlindung dekat lembaga. Setelah 3-4 hari telur menetas dan ulat menggerek masuk ke dalam butiran. Tiap butiran biasanya hanya ditempati seekor ulat, tetapi ada kalanya 2 ekor ulat ditemukan dalam satu butir. Sebelum berkepompong, ulat membuat lubang keluar dan kemudian ditutup dengan anyaman benang suteranya. Periode ulat berlangsung selama kurang lebih 3 minggu . Diposkan oleh l!@ku di 22:12
http://mawarhitamsempurna.blogspot.com/2009/10/ordo-lepidoptera.html