Anda di halaman 1dari 31

BUTA WARNA Mei 31 Posted by sitimaulidaniah

Pekanbaru(infobidannia), Buta warna adalah istilah umum untuk gangguan persepsi warna. Penderita buta warna kesulitan membedakan nuansa warna atau buta terhadap warna tertentu. Buta warna tidak dapat disembuhkan. Menurut statistik, sekitar 9% laki-laki dan 0,5% perempuan menyandang buta warna. Masalah mereka terutama adalah membedakan nuansa hijau (deuteranomali) atau nuansa merah (protanomali) dan kebutaan warna hijau (deuteranopia) atau warna merah (protanopia). Kesulitan atau kebutaan terhadap warna biru dan buta warna total sangat jarang terjadi. Penyebab Buta Warna 1. Bawaan

Buta warna adalah kondisi yang diturunkan secara genetik. Dibawa oleh kromosom X pada perempuan, buta warna diturunkan kepada anak-anaknya. Ketika seseorang mengalami buta warna, mata mereka tidak mampu menghasilkan keseluruhan pigmen yang dibutuhkan untuk mata berfungsi dengan normal. 2. Ketiadaan sel kerucut

Retina mata memiliki hampir tujuh juta sel fotoreseptor yang terdiri dari dua jenis sel sel batang dan sel kerucut yang terkonsentrasi di bagian tengahnya yang disebut makula. Sel batang sangat sensitif terhadap cahaya, dan dapat menangkap cahaya yang lemah seperti cahaya dari bintang di malam hari, tetapi sel itu tidak dapat membedakan warna. Berkat sel batang kita dapat melihat hal-hal di sekitar kita di malam hari, tetapi hanya dalam nuansa hitam, abu-abu, dan putih. Sel kerucut dapat melihat detail obyek lebih rinci dan membedakan warna tetapi hanya bereaksi terhadap cahaya terang. Kedua jenis sel tersebut

berfungsi saling melengkapi sehingga kita bisa memiliki penglihatan yang tajam, rinci, dan beraneka warna. Ada tiga jenis sel kerucut pada retina. Mereka masing-masing berisi pigmen visual (opsin) yang berbeda sehingga bereaksi terhadap panjang gelombang cahaya yang berbeda : merah, hijau dan biru. Sel kerucut menangkap gelombang cahaya sesuai dengan pigmen masingmasing dan meneruskannya dalam bentuk sinyal transmisi listrik ke otak. Otak kemudian mengolah dan menggabungkan sinyal warna merah, hijau dan biru dari retina ke tayangan warna tertentu. Karena perbedaan intensitas dari masing-masing warna pokok tersebut, kita dapat membedakan jutaan warna. Gangguan penerimaan cahaya pada satu jenis atau lebih sel kerucut di retina berdampak langsung pada persepsi warna di otak. Seseorang yang buta warna memiliki Sel-sel kerucut di dalam retina mata mengalami pelemahan atau kerusakan permanen. 3. Kelainan genetik

Buta warna adalah kelainan warisan. Karena gen untuk pigmen visual merah dan hijau terdapat pada kromosom X, buta warna merah atau hijau umumnya terjadi pada laki-laki. Tidak seperti wanita, laki-laki hanya memiliki satu kromosom X sehingga tidak ada salinan cadangan yang bisa mengganti gen cacat yang sesuai. Seorang wanita harus memiliki cacat pada kedua-kromosom X agar menjadi buta warna merah atau hijau. Bila hal itu terjadi, anak laki-lakinya juga pasti buta warna, karena dia mewarisi kromosom X dari ibunya. Selain karena keturunan, bentuk buta warna yang ringan juga disebabkan oleh mutasi gen opsin pada kromosom X. Cedera otak atau stroke dapat mengganggu pengolahan warna di otak. Jika buta warna baru terjadi di usia remaja atau dewasa, penyebabnya adalah penyakit di makula, misalnya karena degenerasi makula atau kerusakan saraf optik di belakangnya. Klasifikasi buta warna : 1. Trikromasi Yaitu mata mengalami perubahan tingkat sensitivitas warna dari satu atau lebih sel kerucut pada retina. Jenis buta warna inilah yang sering dialami oleh orang-orang. Ada tiga klasifikasi turunan pada trikomasi: * Protanomali, seorang buta warna lemah mengenal merah * Deuteromali, warna hijau akan sulit dikenali oleh penderita * Trinomali (low blue), kondisi di mana warna biru sulit dikenali penderita. 2. Dikromasi Yaitu keadaan ketika satu dari tiga sel kerucut tidak ada. Ada tiga klasifikasi turunan: Protanopia, sel kerucut warna merah tidak ada sehingga tingkat kecerahan warna merah atau perpaduannya kurang

* Deuteranopia, retina tidak memiliki sel kerucut yang peka terhadap warna hijau * Tritanopia, sel kerucut warna biru tidak ditemukan. 3. Monokromasi Monokromasi sebenarnya sering dianggap sebagai buta warna oleh orang umum. Kondisi ini ditandai dengan retina mata mengalami kerusakan total dalam merespon warna. Hanya warna hitam dan putih yang mampu diterima retina. Fakta-fakta tentang Buta Warna Buta warna lebih sering terjadi pada seseorang berjenis kelamin lelaki dibandingkan perempuan. Sebanyak 99% seorang buta warna tidak mampu membedakan antara warna hijau dan merah. Juga ditemukan kasus penderita yang tak bisa mengenali perbedaan antara warna merah dan hijau. Cacat mata ini merupakan kelainan genetik yang diturunkan oleh ayah atau ibu. Belum dapat dipastikan berkaitan jumlah penderita, akan tetapi sebuah penelitian menyebutkan sebesar 8 -12% lelaki Eropa adalah pengidap buta warna. Sementara persentase perempuan Eropa yang buta warna adalah 0,5 -1%. Tingkat buta warna di benua lain tentu bervariasi. Tidak ada cara untuk mengobati buta warna, karena ia bukan penyakit melainkan cacat mata. Bisa jadi seorang buta warna akan merasa tersiksa dengan keadaan ini. Sebagian perusahaan menetapkan syarat bahwa pekerjanya harus tidak buta warna. Untuk mengetahui apakah seseorang menderita buta warna, dilakukan tes dengan menggunakan plat bernama Ishihara. Sering kali orang awam menganggap penyandang buta warna hanya mampu melihat warna hitam dan putih, seperti menonton film bisu hitam putih. Anggapan ini sebenarnya salah besar. Banteng ternyata buta warna. Kesan yang ditimbulkan warna merah mengakibatkan binatang tersebut melonjak emosinya, bukan akibat warna merah itu sendiri. Pada Perang Dunia II, serdadu yang buta warna dikirim untuk melakukan misi tertentu. Ketidakmampuan mereka untuk melihat warna hijau dialihfungsikan untuk mendeteksi adanya kamuflase yang dilakukan pihak lawan. Artis terkenal yang buta warna diantaranya adalah Mark Twain, Paul Newman, Meat Loaf, Bing Cosby, Bob Dole. Setiap orang terlahir buta warna saat pertama kali lahir. Emerson Moser, pembuat krayon senior, mengaku bahwa dirinya buta warna hijau-biru dan tidak mampu melihat warna secara keseluruhan. Penyandang buta warna selalu dihantui oleh pertanyaan Warna apakah ini?

Bagaimana mengetahuinya? Banyak orang yang tidak menyadari dirinya buta warna. Hal ini karena mereka umumnya bukan tidak dapat melihat suatu warna, tetapi hanya kesulitan membedakan nuansanya. Namun, sebenarnya mereka bisa menyadarinya dari masalah-masalah yang sering dihadapi. Hal yang sederhana pada orang lain seringkali menjadi masalah bagi mereka. Misalnya, ketika harus memilih sepasang kaus kaki dari kaus kaki lain yang warnanya mirip atau membedakan warna kabel. Mereka juga mungkin sering menggunakan warna mencolok karena ketidakpekaan terhadap warna. Tes buta warna Tes standar untuk mendiagnosis buta warna adalah tes Ishihara, yang banyak digunakan di kantor-kantor, sekolah-sekolah, dan instansi lainnya untuk menyeleksi calon mahasiswa/karyawan. Tes Ishihara terdiri dari 38 set warna yang secara ekstensif menskrining buta warna. Masing-masing set terdiri dari lingkaran-lingkaran dengan titik-titik mosaik bernuansa hijau-merah yang berbeda. Di dalam mosaik terdapat pola-pola angka (angka atau huruf tokek) yang tidak dapat dilihat orang yang buta warna tetapi mudah dilihat orang normal (lihat gambar di samping). Tes buta warna lainnya adalah tes dikotomi Farnsworth (D-15), tes uji visi dinamis yang dikembangkan Profesor John L. Barbur dari City University of London dan tes warna pilihan ganda yang dikembangkan ahli optik Prancis Jean Jouannic http://infobidannia.wordpress.com/2011/05/31/buta-warna/17:47/kamis/12desember 2013.

Buta Warna

stilah buta warna terkadang salah dimengerti orang. Sebetulnya orang-orang yang buta warna masih dapat melihat warna, hanya warna-warna tertentu yang tidak bisa dikenali oleh orang yang menderita buta warna. Kebanyakan orang buta warna tidak dapat mengenali warna merah atau hijau. Atau mereka dapat mengenali warna-warna tersebut namun dengan cara yang berbeda. Sebagian penderita buta warna juga tidak dapat mengenali warna biru. Buta warna disebabkan oleh masalah-masalah yang berhubungan dengan sel cone pada retina mata. Biasanya buta warna bersifat genetis (turunan) dan berhubungan dengan kromosom laki-laki. Artinya, anak laki-laki lebih sering mengalami buta warna daripada anak perempuan.

http://duniaduniakecil.blogspot.com/2012/02/buta-warna.html Penyebab Kondisi buta warna terjadi ketika ada masalah dengan sensor pigmen warna yang terdapat di dalam sel-sel saraf tertentu di mata, sel-sel ini disebut dengan cones. Sel ini terdapat di dalam retina yang merupakan lapisan jaringan yang peka terhadap cahaya dan berada di balik inner eye. http://health.detik.com/readpenyakit/101/buta-warna?mode_op=penyebab

Mengenal Lebih Dekat Buta Warna


Nina Karina, dr. 22/09/2007 Kesehatan Umum 6 Dalam kehidupan sehari-sehari, tentunya kita pernah mendengar istilah buta warna. Sebenarnya apakah buta warna itu? Istilah Buta warna dapat diartikan sebagai suatu kelainan penglihatan yang disebabkan ketidakmampuan sel-sel kerucut pada retina mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu sehingga warna objek yang terlihat bukan warna yang sesungguhnya. Pada keadaan normal, terdapat bagian mata yang disebut retina. Retina memiliki dua macam sel yaitu sel batang dan sel kerucut yang peka terhadap cahaya. Sel batang ini lebih peka pada malam hari dan juga warna hitam dan putih. Sedangkan sel kerucut lebih banyak bekerja pada siang hari yang peka terhadap berbagai warna. Sel kerucut ada 3 jenis yang masing-masing paling peka terhadap spektrum warna merah, hijau, dan biru. Oleh karena itu orang normal dapat melihat dan membedakan ketiga warna tersebut, gradasi serta perpaduannya pada macam-macam objek, sedangkan pada orang dengan buta warna ada kelemahan untuk melihat salah satu atau lebih warna-warna tersebut dan perpaduannya. Buta warna sendiri dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu trikromasi, dikromasi dan monokromasi. Buta warna jenis trikomasi adalah perubahan sensitifitas warna dari satu jenis atau lebih sel kerucut. Ada tiga macam trikomasi yaitu :

1. Protanomali yang merupakan kelemahan warna merah 2. Deuteromali yaitu kelemahan warna hijau 3. Tritanomali (low blue) yaitu kelemahan warna biru. Jenis buta warna inilah yang paling sering dialami dibandingkan jenis buta warna lainnya. Dikromasi merupakan tidak adanya satu dari 3 jenis sel kerucut, tediri dari : 1. protanopia yaitu tidak adanya sel kerucut warna merah sehingga kecerahan warna merah dan perpaduannya berkurang, 2. deuteranopia yaitu tidak adanya sel kerujut yang peka terhadap hijau, 3. tritanopia untuk warna biru. Sedangkan monokromasi ditandai dengan hilangnya atau berkurangnya semua penglihatan warna, sehingga yang terlihat hanya putih dan hitam pada jenis typical dan sedikt warna pada jenis atypical. Jenis buta warna ini prevalensinya sangat jarang Mengapa buta warna terjadi? Penyebab tersering buta warna adalah faktor keturunan, gangguan terjadi biasanya pada kedua mata, namun tidak memburuk seiring berjalannya usia. Penyebab lainnya adalah kelainan yang didapat selama kehidupannya, misalnya kecelakaan/trauma pada mata, umumnya kelainan hanya terjadi pada salah satu mata saja dan bisa mengalami penurunan fungsi seirng berjalannya waktu. Gen buta warna terkait dengan dengan kromosom X. Jadi kemungkinan seaorng pria yang memiliki genotif XY untuk terkena buta warna secara turunan lebih besar dibandingkan wanita yang bergotif XX untuk terkena buta warna. Jika hanya terkait pada salah satu kromosom X nya saja, wanita disebut carier atau pembawa, yang bisa menurunkan gen buta warna pada anak-anaknya. Menurut salah satu riset 5-8% pria dan 0,5% wanita dilahirkan buta warna. Dan 99% penderita buta warna termasuk dikromasi, protanopia, dan deuteranopia. Bagaimana cara mengetahui seseorang menderita buta warna atau tidak? Umumnya cara yang digunakan adalah dengan mengidentifikasi angka atau huruf dengan latar belakang warna-warna tertentu, misalnya Ishihara test. Pada setiap gambar terdapat angka yang dibentuk dari titik-titik berwarna. Gambar digantung di bawah pencahayaan yang baik dan pasien diminta untuk mengidentifikasi angka yang ada pada gambar tersebut. Ketika pada tahap ini ditemukan adanya kelainan, test yang lebih detail lagi akan diberikan. Sampai saat ini belum ada tindakan atau pengobatan yang dapat mengatasi gangguan persepsi warna ini. Namun penderita buta warna ringan dapat belajar mengasosiasikan warna dengan objek tertentu. Dalam mengemudi misalnya, seseorang bisa menghafalkan letak warna rambu-rambu tersebut. Sumber : http://www.mitranetra.or.id www.wrongdiagnosis.com/medical/chromatopsia.
http://www.tanyadok.com/kesehatan/mengenal-lebih-dekat-buta-warna

Mengapa Seseorang Mengidap Buta Warna ?


4/10/2012 05:15:00 PM Childcare, Doctor No comments Buta warna merupakan suatu kondisi kelainan yang disebabkan ketidakmampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu. Sehingga orang yang mengidap buta warna tidak dapat membedakan perpaduan aneka warna. Buta warna dibagi menjadi total dan parsial, dimana pada buta warna total seseorang hanya melihat

semua warna menjadi hitam dan putih saja. Sedangkan pada buta warna parsial, seseorang mengalami kesulitan dalam membedakan warna-warna senada. Secara fisik seseorang dengan buta warna terlihat sama saja dengan orang normal. Artinya, tidak terdapat kelainan fisik yang menonjol. Karena pada buta warna, kelainan terdapat pada sel retina bola mata dan hal itu tidak dapat dilihat secara kasat mata. Selain hal diatas, penderita buta warna tidak merasakan sakit atau apapun, yang dirasakan adalah ketika melihat suatu objek dengan perpaduan warna maka penderita akan melihatnya dengan warna yang berbeda dari orang normal. Buta warna umumnya disebabkan karena keturunan (genetikal). Penyebab lainnya adalah adanya kerusakan pada syaraf mata yang disebabkan karena berbagai sebab, seperti kecelakaan atau bawaan lahir. Buta warna yang disebabkan karena faktor keturunan (genetik) dari orangtua kepada anaknya sering disebut dengan sex linked, karena kelainan ini dibawa oleh kromosom X. Artinya kromosom Y tidak membawa faktor buta warna.

Hal inilah yang membedakan antara penderita buta warna pada pria dan wanita. Seorang wanita terdapat istilah 'pembawa sifat' dan hal ini menunjukkan bahwa pada wanita terdapat kromosom X sebagai pembawa sifat buta warna. Wanita sebagai pembawa sifat, secara fisik tidak mengalami kelainan buta warna sebagaimana wanita normal pada umumnya. Tetapi wanita dengan pembawa sifat berpotensi menurunkan faktor buta warna kepada anak lelakinya kelak. Apabila pada kedua kromosom X mengandung faktor buta warna maka seorang wanita tersebut akan menderita buta warna. Syaraf sel di retina terdiri atas sel batang yang peka terhadap warna hitam dan putih,serta sel kerucut yang peka terhadap warna lainnya. Buta warna terjadi ketika syaraf reseptor cahaya di retina mengalami perubahan, teruma sel kerucut.

Untuk mengetahui seseorang mengidap buta warna , maka dapat dites dengan tes Ishihara, dimana lingkaran-lingkaran berwarna yang beberapa diantaranya dirancang agar terdapat tulisan tertentu yang hanya dapat dilihat atau tidak terlihat oleh penderita buta warna. Umumnya buta warna diketahui ketika anak sudah mulai dewasa. Pada awalnya akan terjadi kebingungan pada dirinya dan orang orang sekitarnya, bahwa warna yang dilihat oleh orang lain berbeda dengan yang dilihat oleh penderita, misalnya seseorang melihat suatu warna sebagai warna merah, namun penderita melihatnya sebagai warna hijau. Hal ini yang menyebabkan penderita merasa kecewa dan sedih, karena hal-hal tertentu pada warna tidak dapat dilihatnya secara normal. Akibatnya, penderita buta warna tidak dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu yang berhubungan dengan warna-warna, seperti dokter, ahli kimia, mekanik listrik, dan lain-lain. Walaupun saat ini belum ditemukan solusi cara pengobatan yang mutakhir untuk penderita buta warna, ada beberapa alternatif untuk memudahkan pengidapnya antara lain:

Gunakan warna-warna kontras Menggunakan kode-kode tertentu untuk menandai daerah-daerah tertentu Memberi warna yang bisa terlihat hampir mendekati normal untuk barang-barang tertentu agar dapat membedakannya, seperti biru, kuning, putih dan hitam. Untuk buta warna akut, maka penempatan benda yang diberi warna-warna tertentu juga dapat dilengkapi catatan menggunakan label sebagai indikator yang menjelaskan tentang nama warna tersebut.

Bagaimana Mencegah Buta Warna ? Kondisi ini sulit dicegah karena bersifat keturunan. Otomatis jika ingin mencegahnya harus dari pertama ketika seseorang akan menikah, maka harus dilihat dan diperiksa apakah pada garis keturunannya terdapat faktor genetik buta warna. Sangat direkomendasikan agar dilakukan tes sebelum anak memilih jurusan perkuliahannya, sehingga jika ditemukan faktor buta warna, anak tersebut dapat diarahkan untuk mengambil jurusan yang tidak membutuhkan kegiatan yang berhubungan dengan perbedaan warna-warna. Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook

http://eddypasaribu.blogspot.com/2012/04/buta-warna.html

Gerak Refleks adalah gerakan yang terjadi tanpa diperintah oleh otak. Gerak reflek merupakan gerakan yang tidak disengaja dan tidak disadari yang terjadi secara otomatis karena adanya rangsangan dari syaraf tanpa melalui kontrol dari otak Gerak refleks merupakan mekanisme respon terpendek ketika tubuh mengambil jalan pintas melalui sumsum tulang belakang tanpa melalui otak lebih dulu. Berkedip, bersin, batuk termasuk gerak refleks. Gerak reflek sederhana adalah gerak refleks yang hanya melibatkan satu atau beberapa bagian tubuh yang terkena saja. Misalnya gerakan saat tangan digigit semut, hanya tangan saja yang tiba-tiba tertarik dengan sendirinya. Namun jika mulut ikut berteriak berarti gerak refleks kompleks, karena melibatkan bagian tubuh lain yang tidak terkena atau tidak digigit semut.
http://www.pusat-definisi.com/2012/11/gerak-refleks-adalah.html

Gerak merupakan pola koordinasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan penghantaran impuls oleh saraf.

Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun, ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa tanggapan, dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk. Pada gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang, kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf, diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar. Jalan pintas ini disebut lengkung refleks. Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di dalam otak, misalnya, gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang bila set saraf penghubung berada di dalam sumsum tulang belakang misalnya refleks pada lutut.

http://bebas.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0084%20Bio%2029c.htm

Refleks adalah gerakan yang dilakukan tanpa sadar dan merupakan respon segera setelah adanya rangsang[1]. Pada manusia gerak refleks terjadi melalui [reflex arc] , namun refleksrefleks ini sangat penting artinya di dalam mendiagnosis dan melokalisasi lesi neurologi.

Gerak refleks dapat digunakan pada pemeriksaan neurologis untuk mengetahui kerusakan atau pemfungsian dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Gerak refleks dapat dilatih misalnya pengulangan dari gerakan motorik pada latihan olah raga atau pengaitan dari rangsang oleh reaksi otomatis selama pengkondisian klasikal.

Waktu reaksi[sunting | sunting sumber]


Bagi gerak refleks, waktu reaksi adalah jumlah waktu yang dibutuhkan oleh organisme untuk bereaksi sejak rangsang muncul.

Klasifikasi Gerak Refleks[sunting | sunting sumber]


Refleks-refleks yang penting bagi neurologi klinis dapat di bagi menjadi 4 kelompok, yaitu: 1. Refleks Superfisial (kulit dan lendir), 2. Refleks Tendon Dalam (miotatik), 3. Refleks Viseral (organik), 4. Refleks Patologik (abnormal) Refleks juga dapat di klasifikasikan menurut tingkat dari representasi sentralnya yaitu sebagai refleks spinal, bulbar (refleks postural dan penegakan), otak tengah atau cerebellum.
http://id.wikipedia.org/wiki/Refleks

1. GERAKGERAK SADAR/SADAR/BIASA DANBIASA DANTAK SADAR/TAK SADAR/REFLEKREFLEK1 2. Sebagai bukti adanya penghantaran impuls olehsaraf adalah timbulnya gerak pada anggotatubuh. Gerakan tersebut terjadi karena prosesyang disadari yang disebut juga gerak sadaratau gerakan biasa, sedangkan gerak yang tidakdisadari disebut gerak refleks.2 3. GERAK Yaitu gerak yang terjadiBIASA/SADARGERAK BIASA/SADAR melaluiserangkaian alur impuls. Alur impulstersebut dimulai dari reseptor sebagaipenerima rangsangan, lalu ke sarafsensorik sebagai penghantar impuls,kemudian dibawa ke saraf pusat yaitu otakuntuk Akhirnya muncul tanggapan yang akandisampaikan ke saraf motorikdiolah. Contoh gerakan sadarmenuju keefektor dalam bentuk gerak yang disadari. antara lain3 4. 4 5. GERAK REFLEKGERAK Gerakan yang tidak disadari atau gerakrefleks merupakan suatuREFLEK reaksi yangbersifat otomatis atau tanpa disadari.Impuls saraf pada gerak refleks melaluialur impuls pendek. Alur impuls dimulaidari reseptor sebagai penerimarangsangan, kemudian dibawa oleh neuronke sumsum tulang belakang, tanpa diolaholeh pusat saraf. Kemudian tanggapandikirim oleh saraf motorik menuju keefektor. Alur impuls pada gerak refleksdisebut lengkung refleks.5 6. Komponen Lengkung Reflek:Komponen Lengkung Reflek:Komponen-komponen utama suatu lengkunganrefleks yang paling sederhana terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut :1. Suatu reseptor, yang peka terhadap suatu macam rangsangan.2. Suatu neuron aferen (sensorik) yang dapat menghantarkan impulsmenuju ke susunan saraf pusat (medula spinalis atau batang otak), danmengadakar synapsis.3. Suatu neuron eferen (motorik) yang dapat mengantarkan impils-impuls ke perifer.4. Suatu alat

efektor, yang merupekan tempat terjadinya reaksi, danyang dapat diwakili oleh suatu serat otot atau sel kelenjar.6 7. MEKANISME GERAK REFLEKMEKANISME GERAK REFLEKMekanisme reflek7 8. Refleks otak, adalahMACAM-MACAM GERAK REFLEKMACAM-MACAM GERAK REFLEK gerak refleks yangmelibatkan saraf perantara yang terletakdi otak, misalnya berkedipnya mata,refleks pupil mata karena Refleks sumsum tulang belakang, adalahgerak refleksrangsangancahaya. yang melibatkan sarafperantara yang terletak di sumsum tulangbelakang, misalnya sentakan lutut karenakaki menginjak batu yang runcing.8 9. PERBEDAANPERBEDAAN GERAK BIASA DANGERAK BIASA DANREFLEKREFLEK9 10. PERBEDAANPERBEDAAN GERAK BIASA DANGERAK BIASA DANREFLEKREFLEK9

http://www.slideshare.net/elmakrufi/gerak-biasa-dan-reflek

Macam Macam gerak refleks Sahabat Pusakers, pada kesempaan kali ini Pustaka Sekolah akan berbagi artikel mengenai jenis-jenis gerak refleks. Sebagai bukti adanya penghantaran impuls oleh saraf adalah timbulnya gerak pada anggota tubuh. Gerakan tersebut terjadi karena proses yang disadari yang disebut juga gerak sadar atau gerakan biasa, sedangkan gerak yang tidak disadari disebut gerak refleks. Gerak refleks terjadi secara otomatis terhadap rangsangan tanpa kontrol dari otak sehingga dapat berlangsung dengan cepat. Gerak refleks terjadi tidak disadari terlebih dahulu atau tanpa dipengaruhi kehendak. Contoh gerak refleks seperti mengangkat tangan ketika terkena api, mengangkat kaki ketika tertusuk duri, berkedip ketika ada benda asing yang masuk ke mata, bersin serta batuk.

Urutan perambatan impuls pada gerak refleks yaitu: Stimulus pada organ reseptor => sel saraf sensorik => sel penghubung (asosiasi) pada sumsum tulang belakang => sel saraf motorik => respon pada organ efektor. Jalan pintas pada gerak refleks yang memungkinkan terjadinya gerakan dengan cepat disebut lengkung refleks. Macam gerak refleks yaitu refleks otak dan refleks sumsum tulang belakang. Refleks otak terjadi apabila saraf penghubung (asosiasi) terdapat di dalam otak, seperti gerak mengedip atau mempersempit pupil pada saat ada cahaya yang masuk ke mata. Refleks sumsum tulang belakang terjadi apabila sel saraf penghubung terdapat di dalam sumsum tulang belakang seperti refleks pada lutut. Ciri gerak refleks yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Dapat diramalkan jika rangsangannya sama Memiliki tujuan tertentu bagi organisme tersebut Memiliki reseptor tertentu dan terjadi pada efektor tertentu Berlangsung cepat, tergantung pada jumlah sinapsis yang dilalui impuls Spontan, tidak dipelajarai dulu Fungsi sebagai pelindung dan pengatur tingkah laku hewan Respon terus menerus dapat menyebabkan kelelahan

Macam-macam Gerak Refleks Macam refleks: refleks spinal (pada sumsum tulang belakang), refleks medulla (pada sumsum lanjutan), refleks cerebellar (melibatkan otak kecil), refleks superfisial (melibatkan kulit dan lain-lain), refleks miotatik (pada otot lurik), serta refleks visceral (berhubungan dengan dilatasi pupil dan denyut jantung). Refleks Spinal (pada sumsum tulang belakang) Bila dipisahkan dari bagian otak lainnya, med spin mampu memediasi sejumlah refleks, somatik dan autonomik. Dasar morfologis refleks saraf umumnya disebut arkus refleks, yang dalam bentuknya yang paling sederhana tersusun atas:

reseptor, yang bereaksi terhadap stimulus; penghantar eferen, yang membawa impuls ke pusat refleks (Penghantar aferen adalah serabut sensorik aferen, yang kebanyakan mempunyai badan sel diganglion spinal atau kranial); Pusat refleks, tempat pesan aferen dari reseptor berkumpul dengan impuls aferen dari reseptor lainnya, atau dengan aferen dari sumber lain, yang mungkin mengubah pengaruh impuls aferen dari reseptor; penghantar eferen, yaitu serabut saraf yang menuju ke efektor; efektor, yang menghasilkan reaksi, yang mungkin adalah otot, kelenjar atau vasa darah, atau mungkin melibatkan beberapa komponen itu.baca selengkapnya Refleks sangat bervariasi, dari yang sangat kompleks, misalnya refleks menelan, yang melibatkan berbagai efektor; sampai yang paling sederhana.

Salah satu jenis dari refleks spinal adalah refleks somatik. Refleks fleksor adalah yang responnya adalah fleksi anggota badan. Stimulus yang paling poten adalah noksiseptif, dan hasilnya adalah tarikan anggota badan (withdrawal reflex). Pada refleks lain ada ekstensi anggota badan, misalnya pada crossed extensor reflex yang mungkin menyertai refleks

fleksor. Masih ada lagi refleks yang lebih kompleks, misalnya scratch reflex. Semua refleks tersebut biasanya melibatkan beberapa otot, dan respon refleksnya mungkin berbagai macam tergantung pada keadaan (jenis dan tempat pengenaan stimulus, intensitas stimulus, pengenaan stimulus lain secara bersamaan, dll). Arkus refleks semacam ini sangat kompleks. Refleks lain adalah stretch reflex, yaitu kontraksi satu otot karena diregangkan. Ini merupakan refleks elementer yang mungkin terjadi di semua otot. Stretch refleks menjadi dasar banyak sekali postural reflex, yang secara garis besar bertujuan untuk menjaga sikap tubuh yang benar, dan menyesuaikan diri dengan berbagai kebutuhan, baik itu karena daya dari luar atau disebabkan karena gerak yang dilakukan oleh organisme. Refleks Cerebellar (melibatkan otak kecil) Otak kecil, terletak di bawah bagian belakang otak belakang, terdiri atas dua belahan yang berliku-liku sangat dalam. Otak kecil berperan sebagai pusat keseimbangan, koordinasi kegiatan otak, koordinasi kerja otot dan rangka. Sumsum lanjutan, medula oblongata membentuk bagian bawah batang otak, berfungsi sebagai pusat pengatur refleks fisiologis, misalnya pernapasan, detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh, gerak alat pencernaan, gerak refleks seperti batuk, bersin, dan mata berkedip. Refleks Superficial Refleks superfisial atau refleks plantar dan abdominal diawali oleh stimulasi kutan. Refleks ini membutuhkan lengkung refleks korda dan jalur kortikospinal. Contoh dari refleks superficial adalah:

Refleks dinding perut : goresan dinding perut daerah epigastrik, supra umbilikal, umbilikal, intra umbilikal dari lateral ke medial. Respon : kontraksi dinding perut Refleks Cremaster : goresan pada kulit paha sebelah medial dari atas ke bawah. Respon : elevasi testes ipsilateral. Refleks Gluteal : goresan atau tusukan pada daerah gluteal. Respon : gerakan reflektorik otot gluteal ipsilateral

Refleks Visceral Refleks Visceral Refleks ini sering disebut juga Refleks otonom karena sering melibatkan organ internal tubuh. Beberapa refleks visceral, seperti urinasi dan defekasi, merupakan refleks spinal yang bisa terjadi tanpa input dari otak. Meskipun begitu, refleks spinal juga sering dimodulasi oleh excitatory atau inhibitory signal dari otak yang dibawa oleh jaras descending dari pusat otak yang lebih tinggi. Misal, urinasi dapat diinisiasi secara sadar dengan kesadaran atau bisa juga dihambat oleh stress dan emosi, seperti dengan adanya orang lain (sindrom bashful bladder). Refleks visceral lain diintegrasikan di otak , khususnya di hipotalamus, thalamus dan batang otak. Daerah ini berisi pusat koordinasi yang dibutuhkan untuk menjaga homeostatis seperti detak jantung, tekanan darah, nafas, makan, keseimbangan air dan menjaga temperatur. Di sini juga ada pusat refleks seperti salivating, muntah, bersin, batuk, menelan, dan tersendak. Salah satu tipe reflex otonom yang menarik adalah konversi stimulus emosional ke respon visceral. Sistem Limbic, yang merupakan tempat operasi primitif seperti sex, takut, marah, agresif dan lapar, disebut sebagai visceral brain karena pengaruhnya dalam refleks emosional. Contoh lain adalah folikel rambut yang tertarik saat seseorang merasa takut. Refleks visceral merupakan polysinaptic dengan sedikitnya satu sinapsis di CNS di antara neuron sensorik dan preganglion saraf otonom serta sinaps tambahan di ganglion, antara neuron preganglionic dan postganglionic.[ps]
http://www.pustakasekolah.com/macam-macam-gerak-refleks.html

a.

Gerak

biasa/gerak

sadar

Di musim hujan, kamu sering kehujanan dan merasa kedinginan. Agar tidak kehujanan, kamu sering membawa payung sebelum bepergian. Berikut Skema perjalanan pulsa elektrik pada gerak biasa

Skema perjalanan pulsa elektrik

Bagaimana proses terbukanya payung pada saat hujan? Proses dimulai dari adanya titik-titik hujan yang mengenai reseptor pada kulit. Reseptor selanjutnya mengirimkan impuls titik-titik air hujan sepanjang neuron sensorik menuju ke neuron asosiasi di dalam sumsum spinal, kemudian dilanjutkan ke otak. Otak mengolah impuls titik-titik air hujan dan selanjutnya memutuskan untuk membuka payung. Dari otak impuls membuka payung dikirim melalui neuron asosiasi ke sumsum spinal selanjutnya ke neuron motorik di tanganmu. Akhirnya tanganmu segera bergerak membuka payung.

Gerakan membuka payung, seperti yang dicontohkan pada uraian di atas merupakan gerakan yang kamu sadari sebelumnya. Dengan kata lain gerak terjadi karena adanya perintah dari otak. Gerak yang demikian itu dinamakan gerak biasa. Jalannya rangsang gerak biasa dapat diikhtisarkan sebagai berikut.

Skema gerak biasa

b. Gerak refleks

Ketika berjalan, secara tidak sengaja kakimu tertusuk paku yang tajam. Apa yang kamu lakukan ketika kaki kamu tertusuk paku yang tajam pada saat sedang berjalan? Paku yang mengenai kakimu merupakan rangsangan (impuls) yang diterima oleh kulit kaki. Impuls tersebut diteruskan oleh neuron sensorik menuju ke sumsum tulang belakang yang segera meneruskannya ke neuron asosiasi. Dari neuron asosiasi, impuls bergerak ke neuron motorik yang kemudian meneruskannya ke otot kakimu. Akhirnya kamu menarik kakimu ke atas dengan cepat. Gerakan kaki yang kamu lakukan tersebut hanya dikendalikan oleh sumsum tulang belakang, sedangkan otak kamu tidak terlibat. Jadi, kamu tidak menyadari ketika mengangkat kaki yang tertusuk paku tadi. Gerakan seperti ini disebut gerak refleks. Gerak refleks terjadi dengan cepat sebagai reaksi otomatis terhadap rangsangan dari lingkungan. Jalan yang dilalui rangsang pada gerak refleks adalah sebagai berikut.

Skema gerak refleks

Pada umumnya, gerak refleks merupakan upaya tubuh kita untuk menghindari bahaya. Suatu saat tatkala impuls telah mencapai sumsum tulang belakang, neuron asosiasi mengirim impuls lain ke otak. Ketika impuls tersebut sampai ke otak, kamu baru menyadari bahwa kamu telah mengangkat kaki karena merasa sakit terkena paku.

Menurut pusat terjadinya refleks, gerak refleks dibedakan menjadi dua, yaitu refleks otak dan refleks sumsum tulang belakang. Refleks otak, misalnya kejap mata. Jalur refleks mata tidak melalui sumsum tulang belakang, tetapi langsung ke otak. Adapun, otak memberikan tanggapan di luar kendali kemauan sadar manusia. Refleks sumsum tulang belakang, misalnya refleks lutut. Gerak refleks tersebut berpusat pada sumsum tulang belakang.

Baca juga materi biologi tentang sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi serta tahap-tahap perkembangan pada manusia. http://www.biologisel.com/2013/02/perbedaan-gerak-biasa-dan-gerak-refleks.html

Gerak Refleks Sahabat Pustakers pada kesempatan kali ini Pustaka Sekolah akan share artikel mengenai Gerak Refleks. Refleks adalah gerakan yang dilakukan tanpa sadar dan merupakan respon segera setelah adanya rangsang. Pada manusia gerak refleks terjadi melalui reflex arc. Gerak refleks dapat digunakan pada pemeriksaan neurologis untuk mengetahui kerusakan atau pemfungsian dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Gerak refleks dapat dilatih misalnya pengulangan dari gerakan motorik pada latihan olah raga atau pengaitan dari rangsang oleh reaksi otomatis selama pengkondisian klasikal.

Jenis jenis Gerak Refleks Refleks Superficial


Refleks dinding perut : goresan dinding perut daerah epigastrik, supra umbilikal, umbilikal, intra umbilikal dari lateral ke medial. Respon : kontraksi dinding perut. Refleks Cremaster : goresan pada kulit paha sebelah medial dari atas ke bawah. Respon : elevasi testes ipsilateral. Refleks Gluteal : goresan atau tusukan pada daerah gluteal. Respon : gerakan reflektorik otot gluteal ipsilateral.

Refleks Tendon / Periosteum

Refleks Biceps (BPR) : ketukan pada jari pemeriksa yang ditempatkan pada tendon m.biceps brachii, posisi lengan setengah diketuk pada sendi siku. Respon : fleksi lengan pada sendi siku. Refleks Triceps (TPR) : ketukan pada tendon otot triceps, posisi lengan fleksi pada sendi siku dan sedikit pronasi. Respon : ekstensi lengan bawah pada sendi siku. Refleks Periosto Radialis : ketukan pada periosteum ujung distal os symmetric posisi lengan setengah fleksi dan sedikit pronasi. Respon : fleksi lengan bawah di sendi siku dan supinasi karena kontraksi m.brachiradialis. Refleks Periostoulnaris : ketukan pada periosteum prosesus styloid ilna, posisi lengan setengah fleksi dan antara pronasi supinasi. Respon : pronasi tangan akibat kontraksi m.pronator quadrates. Refleks Patela (KPR) : ketukan pada tendon patella dengan hammer. Respon : plantar fleksi longlegs karena kontraksi m.quadrises femoris. Refleks Achilles (APR) : ketukan pada tendon achilles. Respon : plantar fleksi longlegs karena kontraksi m.gastroenemius. Refleks Klonus Lutut : pegang dan dorong os patella ke arah distal. Respon : kontraksi reflektorik m.quadrisep femoris selama stimulus berlangsung.

Refleks Klonus Kaki : dorsofleksikan longlegs secara maksimal, posisi tungkai fleksi di sendi lutut. Respon : kontraksi reflektorik otot betis selama stimulus berlangsung.

Refleks Patologis

Babinsky : penggoresan telapak longlegs bagian lateral dari posterior ke anterior. Respon : ekstensi ibu jari longlegs dan pengembangan jari longlegs lainnya. Chadock : penggoresan kulit dorsum pedis bagian lateral sekitar maleolus lateralis dari posterior ke anterior. Respon : seperti babinsky. Oppenheim : pengurutan krista anterior tibia dari proksimal ke distal. Respon : seperti babinsky. Gordon : penekanan betis secara keras. Respon : seperti babinsky. Schaefer : memencet tendon achilles secara keras. Respon : seperti babinsky. Gonda : penekukan (plantar fleksi) maksimal jari longlegs ke-4. Respon : seperti babinsky. Stransky : penekukan (lateral) jari longlegs ke-5. Respon : seperti babinsky. Rossolimo : pengetukan ada telapak kaki. Respon : fleksi jari-jari longlegs pada sendi interfalangeal. Mendel-Beckhterew : pengetukan dorsum pedis pada daerah os coboideum. Respon : seperti rossolimo. Hoffman : goresan pada kuku jari tengah pasien. Respon : ibu jari, telunjuk dan jari lainnya fleksi. Trommer : colekan pada ujung jari tengah pasien. Respon : seperti Hoffman. Leri : fleksi maksimal tangan pada pergelangan tangan, sikap lengan diluruskan dengan bagian ventral menghadap ke atas. Respon : tidak terjadi fleksi di sendi siku. Mayer : fleksi maksimal jari tengah pasien ke arah telapak tangan. Respon : tidak terjadi oposisi ibu jari.

Refleks Primitive

Sucking Reflex : sentuhan pada bibir. Respon : gerakan bibir, lidah, dan rahang bawah seolah-olah menyusui. Snout Reflex : ketukan pada bibir atas. Respon : kontraksi otot-otot disekitar bibir / di bawah hidung. Grasps Reflex : penekanan jari pemeriksa pada telapak tangan pasien. Respon : tangan pasien mengepal. Palmo-mental Reflex : goresan ujung pena terhadap kulit telapak tangan bagian thenar. Respon : kontraksi otot mentalis dan orbikularis oris (ipsi lateral).

Selain pemeriksaan tersebut di atas juga ada beberapa pemeriksaan lain yaitu pemeriksaan fungsi luhur :

Apraxia : hilangnya kemampuan untuk melakukan gerakan volunter atas perintah. Alexia : ketidakmampuan mengenal bahasa tertulis. Agraphia : ketidakmampuan untuk menulis kata-kata. Fingdragnosia : kesukaran dalam mengenal, menyebut, memilih, dan membedakan jari-jari, baik punya sendiri maupun orang lain terutama jari tengah. Disorientasi kiri-kanan : ketidakmampuan mengenal sisi tubuh baik sendiri maupun orang lain. Acalculia : kesukaran dalam melakukan penghitungan aritmatika sederhana.

Waktu reaksi Refleks Bagi gerak refleks, waktu reaksi adalah jumlah waktu yang dibutuhkan oleh organisme untuk bereaksi sejak rangsang muncul. Fisiologi dan Patologi Gerak Refleks Reflek motorik merupakan kontraksi yang tidak disadari dari respon otot atau kelompok otot yang meregang tiba-tiba dekat daerah otot yang di ransang. Tendon terpengaruh langsung dengan palu reflek atau secara tidak langsung melalui benturan pada ibu jari penguji yang ditempatkan rekat pada tendon. Uji reflek ini memungkinkan orang yang menguji dapat mengkaji lengkung reflek yang tidak disadari, yang bergantung pada adanya reseptor bagian aferen, sinap spinal, serabut eferen motorik dan adanya beberapa pengaruh perubahan yang bervariasi pada tingkat yang lebih tinggi. Biasanya reflek yang dapat diuji mencakup reflek bideps, brakhioradialis triseps, patela, dan pergelangan kaki (atau Achiles). Palu reflek digunakan untuk menimbalkan reflek tendon profunda (RTP). Batang palu dipegang longgar antara ibu jari dan jari telunjuk, yang memberikan getaran. Gerakan pergerakan tangan sama seperti pada saat digunakan selama perkusi. Ekstremitas diposisikan sehingga tendon sedikit meregang. Hal ini membutuhkan pengetahuan tentang lokasi otot, dan tendong yang melengkapinya. Tendon yang bergerak cepat yang berhubungan dengan reflek dibandingkan dengam sisi yang berlawanan. Hilangnya reflek adalah sangat lah berarti, walaupun sentakanpergelangan kaki (reflek Achilles) yang tidak ada, terutama pada lansia. Respon reflek sering dikelaskan antara 0 sampai 4.

4+-hiperaktif dengan klonus terus-menerus 3+-hiperaktif 2+-normal 1+-hipoaktif 0+-tidak ada reflek

Lengkung refleks adalah jalur yang ditempuh impuls saraf ketika muncul sebuah refleks, dan ada lima bagian penting yang terlibat:

Reseptor. Reseptor adalah mendeteksi perubahan (stimulus) dan membangkitkan impuls. Neuron sensorik. Neuron sensorik adalah menghantar impuls dari reseptornya menuju Sistem Saraf Perifer. Sistem saraf pusat. Sistem saraf pusat adalah mengandung satu atau lebih sinaps (interneuron dapat juga berperan sebagai jalan jalur). Neuron motorik. Neuron motorik adalah menghantar impuls dari SistemSaraf Perifer ke efektornya. Efektor. Efektor adalah melakukan aksinya yang khas.

Refleks Monosinaptik Refleks Regang

Bila otot rangka dengan persarafan yang utuh diregangkan, otot ini akan berkontraksi. Respons seperti ini disebut reflek regang. Ransangan yang membangkit reflek regang adalah regangan pada otot, dan responnya adalah kontraksi yang diregangkan tersebut. Alat indranya adalah kumparan otot (muscle spindle). Impuls yang tercetus dikumparan otot dihantar ke sistem saraf perifer melalui serabut saraf sensorik penghantar cepat. Impuls kemudian secara langsung akan diteruskan ke neuron motorik yang menpersarafi otot yang teregang. Neuron stransmitter di sinaps pusat adalah glutamat. Reflek regang merupakan reflek monosinaptik di dalam tubuh yang paling banyak diketahui dan dipelajari. Refleks Tendon Reflek tendon dalam dapat ditimbulkan dengan mengetukkan palu refleks secara cepat dan kuat pada tendong yang teregang sebagian. Impuls kemudian berjalan disepanjang serabut aferen menuju medulla spinalis, kemudian bersinaps dengan neuron motori, atau neuron kornu anterior. Sesudah bersinaps, impuls dihantarkan kebawah melalui neuron motorik menuju radiks anterior, kemudian diteruskan melalui saraf spinal dan saraf perifer. Sesudah melampaui batas neuron muskular, otot diransang untuk berkontraksi. Inilah bentuk lengkung reflek yang paling sederhana. Reflek tendon dalam disebut juga reflek regang otot yang sering diperiksa adalah refleks biseps, refleks triseps dan refleks radiobrakialis, reflek patela, serta refleks achilles. Tingkatang kekuatan reflek

+4 yaitu sangat kuat +3 yaitu lebih kuat dari normal, tetapi tidak harus menunjukkan penyakit +2 yaitu rata-rata atau normal +1 yaitu sedikit berkurang 0 yaitu tidak ada respons

Refleks Fisiologi Refleks Biceps (BPR) : ketukan pada jari pemeriksa yang ditempatkan pada tendon m.biceps brachii, posisi lengan setengah diketuk pada sendi siku. Respon : fleksi lengan pada sendi siku.

Refleks Triceps (TPR) : ketukan pada tendon otot triceps, posisi lengan fleksi pada sendi siku dan sedikit pronasi. Respon : ekstensi lengan bawah pada sendi siku. Refleks Periosto Radialis : ketukan pada periosteum ujung distal os symmetric posisi lengan setengah fleksi dan sedikit pronasi. Respon : fleksi lengan bawah di sendi siku dan supinasi karena kontraksi m.brachiradialis. Refleks Periostoulnaris : ketukan pada periosteum prosesus styloid ilna, posisi lengan setengah fleksi dan antara pronasi supinasi. Respon : pronasi tangan akibat kontraksi m.pronator quadrates. Refleks Patela (KPR) : ketukan pada tendon patella dengan hammer. Respon : plantar fleksi longlegs karena kontraksi m.quadrises femoris. Refleks Achilles (APR) : ketukan pada tendon achilles. Respon : plantar fleksi longlegs karena kontraksi m.gastroenemius. Refleks Klonus Lutut : pegang dan dorong os patella ke arah distal. Respon : kontraksi reflektorik m.quadrisep femoris selama stimulus berlangsung.

Refleks Klonus Kaki : dorsofleksikan longlegs secara maksimal, posisi tungkai fleksi di sendi lutut. Respon : kontraksi reflektorik otot betis selama stimulus berlangsung.

Refleks Patologis

Babinsky : penggoresan telapak longlegs bagian lateral dari posterior ke anterior. Respon : ekstensi ibu jari longlegs dan pengembangan jari longlegs lainnya. Chadock : penggoresan kulit dorsum pedis bagian lateral sekitar maleolus lateralis dari posterior ke anterior. Respon : seperti babinsky. Oppenheim : pengurutan krista anterior tibia dari proksimal ke distal. Respon : seperti babinsky. Gordon : penekanan betis secara keras. Respon : seperti babinsky. Schaefer : memencet tendon achilles secara keras. Respon : seperti babinsky. Gonda : penekukan (plantar fleksi) maksimal jari longlegs ke-4. Respon : seperti babinsky. Stransky : penekukan (lateral) jari longlegs ke-5. Respon : seperti babinsky. Rossolimo : pengetukan ada telapak kaki. Respon : fleksi jari-jari longlegs pada sendi interfalangeal. Mendel-Beckhterew : pengetukan dorsum pedis pada daerah os coboideum. Respon : seperti rossolimo. Hoffman : goresan pada kuku jari tengah pasien. Respon : ibu jari, telunjuk dan jari lainnya fleksi. Trommer : colekan pada ujung jari tengah pasien. Respon : seperti Hoffman. Leri : fleksi maksimal tangan pada pergelangan tangan, sikap lengan diluruskan dengan bagian ventral menghadap ke atas. Respon : tidak terjadi fleksi di sendi siku. Mayer : fleksi maksimal jari tengah pasien ke arah telapak tangan. Respon : tidak terjadi oposisi ibu jari.[ps]

http://www.pustakasekolah.com/gerak-refleks.html

uman dan pengecapan tergolong ke dalam sistem penginderaan kimia kita ( chemosensation). Proses yang kompleks dari mencium dan mengecap dimulai ketika molekul-molekul dilepaskan oleh substansi di sekitar kita yang menstimulasi sel syaraf khusus di hidung, mulut, atau tenggorokan. Sel-sel ini menyalurkan pesan ke otak, dimana bau dan rasa khusus diidentifikasi. Sel-sel olfactory (syaraf penciuman) distimulasi oleh bau busuk di sekitar kita. Contohnya aroma dari mawar, bau adonan roti. Sel-sel syaraf ini ditemukan di sebuah tambalan kecil dari jaringan terletak di atas dalam hidung, dan mereka terhubung secara langsung ke otak. Penciuman (olfaction) terjadi karena adanya molekul-molekul yang menguap dan masuk ke saluran hidung dan mengenai olfactory membrane. Manusia memiliki kira-kira 10000 sel reseptor berbentuk rambut. Bila molekul udara masuk, maka sl-sel ini akan mengirimkan impuls saraf (Lancent,1988)

Bagian - bagian hidung manusia Hidung manusia di bagi menjadi dua bagian rongga yang sama besar yang di sebut dengan Nostril. Dinding pemisah di sebut dengan septum, septum terbuat dari tulang yang sangat tipis. Rongga hidung di lapisi dengan rambut dan membran yang mensekresi lendir lengket. Rongga hidung (nasal cavity) berfungsi untuk mengalirkan udara dari luar ke tenggorokan menuju paru paru. Rongga hidung ini di hubungkan dengan bagian belakang tenggorokan. Rongga hidung di pisahkan oleh langit-langit mulut kita yang di sebut dengan Palate. Mucous membrane berfungsi mengahangatkan udara dan melembabkannya. Bagian ini membuat mucus (lendir atau ingus) yang berguna untuk menangkap debu, bagkteri, dan partikel-partikel kecil lainnya yang dapat merusak paru-paru. Cara kerja alat penciuman (hidung) manusia Indera penciuman mendeteksi zat yang melepaskan molekul-molekul di udara. Dia atap rongga hidung terdapat olfactory epithelium yang sangat sensitif terhadap molekulmolekul bau, karena pada bagian ini ada bagian pendeteksi bau(smell receptors). Receptor ini jumlahnya sangat banyak ada sekitar 10 juta. Ketika partikel bau tertangkap oleh receptor, sinyal akan di kirim ke olfactory bulb melalui saraf olfactory. Bagian inilah yang mengirim sinyal ke otak dan kemudian di proses oleh otak bau apakah yang telah tercium oleh hidung kita, apakah itu harumnya bau sate padang atau menyengat nya bau selokan.
http://ibnoe-ceper.blogspot.com/2010/03/percobaan-pembauan.html

PENCIUMAN/PEMBAUAN Reseptor Pembau adalah komoreseptor yang dirangsang oleh molekul molekul larutan dalam cairan hidung. Reseptor pembau merupakan reseptor jauh (tele reseptor) karena lintasan pembauan tidak memiliki hubungan dalam thalamus dan tidak terdapat di daerah proyeksi pada neocortex penciuman (Ganong,1979). Membrana offactoria terletak pada bagian superior rongga hidung. Di bagian medical ia melipat keatas concana superior dan bahkan ada yang berada di concha media. Pada setiap rongga hidung membrana olfactoria mempunyai luas permukaan 2,4 cm. Organon olfacus terdapat di dataran medical concha nasalis superior dan pada dataran septumasi yang berhadapan dengan concha masalis superior. Saat seseorang menarik nafas maka sesibilirasa pembanya akan lebih kuat karena letak organon olfacus disebelah atasnya. Sensai pembauan tergantung pada konsentrasi penguapan, misalnya skatol (bau busuk pada facces) karena konsentrasinya pekat maka baunya busuk (Guyton, 1983). Impuls impuls bau dihantarkan oleh filum olfactetorium yang bersinopsis dengan cabang cabang dendrit sel mitral dan disebut sinopsis glomerulus. Neurit sel mitral meninggalkan bulbus olfactorius

untuk berjalan di dalam area medialis dan berakhir di dalam area. Pusat pembauan ada di uneus. Neurit beurit sel mitral mempunyai cabang cabang yang menuju ke sel glanuta akan mengadakan sinopso di sinopsi axomatis. Sebagian dari neurit neurit sel mitral berjalan dalam strialate ralis dan berakhir dalam incus, sebagian dari neurit tersebut berjalan di dalam stria medialis dan berakhir di dalam area septialis ( Radiopoetro, 1986)Jalannya impuls pembauan adalah sebagai berikut : Impuls impuls bau dihantarkan oleh filum olfactorium yang bersinopsi dengan cabang cabang dari dendrit sel mitral dan disebut siniopsis glomerulus. Neurit sel mitral meninggalkan bulbus olfactorius untuk berjalan di dalam area medialis dan berakhir di dalam area. Pusat pembauan ada di incus. Neurit neurit sel mitral berjalan dalam strialate ralis dan berakhir dalam incus. Morfologi dan Anatomi Hidung Kita dapat mencium bau dengan baik menggunakan indra hidung. Coba rasakan ketika Anda terserang penyakit pilek. Saat terserang penyakit pilek, hidung kita agak sulit mencium bau-bau yang ada. Rongga hidung mempunyai tiga lapisan yang dipisahkan oleh tulang. Rongga atas berisi ujung-ujung cabang saraf cranial, yaitu saraf olfaktori (saraf pembau).Hidung terlindung dari lapisan tulang rawan dan bagian rongga dalam mengandung sel-sel epitel yang berfungsi untuk menerima rangsang kimia. Bagian tersebut dilengkapi lendir dan rambut-rambut pembau. Hidung merupakan salah satu dari panca indra yang berfungsi sebagai indra pembau. Indra pembau berupa kemoreseptor yang terdapat di permukaan dalam hidung, yaitu pada lapisan lendir bagian atas. Reseptor pencium tidak bergerombol seperti tunas pengecap.Epitelium pembau mengandung 20 juta sel-sel olfaktori yang khusus dengan akson-akson yang tegak sebagai serabut-serabut saraf pembau. Di akhir setiap sel pembau pada permukaan epitelium mengandung beberapa rambutrambut pembau yang bereaksi terhadap bahan kimia bau-bauan di udara Bulu hidung di dalam kaviti hidung menapis debu dan mikroorganisma dari udara yang masuk dan lapisan mukus yang memerangkapnya. Bekalan darah yang banyak ke membran mukus membantu mengawal udara yang masuk menjadi hampir sama dengan suhu badan di samping melembabkannya. Selain itu hidung juga berfungsi sebagai organ untuk membau kerana reseptor bau terletak di mukosa bahagian atas hidung. Hidung juga membantu menghasilkan dengungan (fonasi). Proses Penciuman Di dalam rongga hidung terdapat selaput lendir yang mengandung sel- sel pembau. Pada sel-sel pembau terdapat ujung-ujung saraf pembau atau saraf kranial (nervus alfaktorius), yang selanjutnya akan bergabung membentuk serabut-serabut saraf pembau untuk menjalin dengan serabut-serabut otak (bulbus olfaktorius). Zat-zat kimia tertentu berupa gas atau uap masuk bersama udara inspirasi mencapai reseptor pembau. Zat ini dapat larut dalam lendir hidung, sehingga terjadi pengikatan zat dengan protein membran pada dendrit. Kemudian timbul impuls yang menjalar ke akson-akson. Beribu-ribu akson bergabung menjadi suatu bundel yang disebut saraf I otak (olfaktori). Saraf otak ke I ini menembus lamina cribosa tulang ethmoid masuk ke rongga hidung kemudian bersinaps dengan neuron-neuron tractus olfactorius dan impuls dijalarkan ke daerah pembau primer pada korteks otak untuk diinterpretasikan. Gangguan pada Hidung Anosmia Penyakit ini menyebabkan penderitanya kehilangan rasa bau. Penyakit ini disebabkan karena :

1. Penyumbatan rongga hidung, misalnya tumor, polyp 2. Reseptor-reseptor pembauan rusak karena infeksi virus atau atrophi 3. Gangguan pada syaraf ke I, bulbus, tractus olfactoris ataupun cortex otak karena benturan kepala ataupun tumor. http://rezkiapriyani.blogspot.com/2011/04/penciumanpembauan.html

Alat Indra Penciuman pada Manusia


Posted on 18/05/2013 by Dasep No Comments

Alat Indra Penciuman pada Manusia,- Alat indra penciuman yaitu hidung, kita bernafas juga melalui hidung, hidung merupakan bagian dari wajah yang berfungsi untuk menghirup udara pernapasan, menyaring udara, menghangatkan udara pernapasan dan juga berperan dalam resonansi suara. Keuntungan bernapas melalui hidung adalah udara yangmasuk lebih bersih karena udara yang masuk disaring oleh bulu hidung. Hidung selain sebagai alat untuk bernafas juga merupakan alat indra manusia yang menanggapi rangsang bau, hidung terdiri dari dua bagian yaitu bagian lubang hidung dan rongga hidung, dalam rongga hidung terdapat selaput lendir atau disebut juga membran mukus dan dipermukaannya banyak terdapat serabut-serabut saraf pembau dan terdapat rambut halus yang disebut bulu hidung atau silia. Selaput lendir dan bulu hidung mempunyai fungsi untuk menyaring kotoran yang masuk kedalam hidung bersamaan dengan udara pernapasan. Yang menyebabkan manusia bersin adalah ketika ada kotoran yang masuk ke lubang hidung, maka selaput lendir akan terangsang sehingga menimbulkan rasa geli dan akan terjadi bersin. Cara kerja hidung yaitu udara yang mengandung partikel-partikel zat kimia tertentu masuk ke rongga hidung, kemudian zat kimia yang dibawa udara larut dalam selaput lendir hidung dan zat yang larut dalam selaput lendir mengaktifkan sel-sel saraf pembau, kemudian rangsangan bau dari sel-sel saraf pembau diteruskan ke otak untuk di olah. Gangguan pada hidung bisa mengakibatkan kepekaan hidung menjadi berkurang atau bahkan tidak dapat mencium bau, biasanya disebabkan oleh radang atau sakit pilek yang menghasilkan lendir atau ingus sehingga menghalangi bau mencapai ujung saraf pembau. Misalnya gangguan pada hidung seperti pilek atau tersumbatnya saluran pernapasan, polip atau daging yang tumbuh di dalam rongga hidung atau gangguan lain seperti rusaknya saraf pembau akibat cedera pada kepala.

Gangguan lainnya yaitu adanya kotoran pada hidung atau bulu hidung yang terlalu banyak, supaya penciuman tidak terganggu harus rajin membersihkan kotoran dalam rongga hidung dan merapikan bulu-bulu pada hidung. Kita harus selalu menjaga kesehatan hidung kita supaya bisa berfungsi dengan baik salah satunya dengan memelihara kesehatan hidung seperti membersihkan hidung secara rutin, harus menutup hidung jika berada di lingkungan yang kotor dan bau, periksakan ke dokter jika kita mengalami gangguan pada hidung.

Penelitian, 10 aroma kategori dasar yang bisa dibedakan oleh indra penciuman Manusia

Posted by Lingkan Emely 3 months ago

Ribuan aroma yang bisa dicium oleh indera penciuman manusia dapat digolongkan ke dalam 10 kategori dasar, para ilmuwan dari Amerika Serikat mengatakan.

Profesor Jason Castro, dari Bates College, dan Profesor Chakra Chennubhotla, dari Universitas Pittsburgh, menggunakan teknik komputerisasi untuk mengurangi bau hingga mencapai esensi aroma paling dasar.

Mereka mengatakan kepada jurnal PLoS One bahwa mereka telah menguji setidaknya 144 aroma dan menemukan bahwa semua aroma ini bisa dikelompokkan menjadi 10 kategori.

Temuan ini bagaimanapun masih menjadi perdebatan karena beberapa mengatakan ada ribuan jenis permutasi aroma.

Profesor Castro mengatakan "Anda memiliki 10 kategori dasar ini karena mencerminkan atribut penting tentang dunia seperti bahaya, makanan dan sebagainya.

"Jika Anda tahu kategori dasar ini, maka Anda dapat mulai berpikir tentang bau sebuah bangunan.

"Kami belum memecahkan persoalan bagaimana memprediksi bau berdasarkan struktur kimianya, tapi itu sesuatu yang kita harapkan harus dilakukan."

Dia mengatakan akan sangat penting untuk mulai pengujian teori ini pada aroma yang lebih kompleks, seperti parfum dan bau yang dijumpai sehari-hari.

Pada kenyataannya, setiap aroma alami cenderung terbentuk dari campuran yang kompleks - campuran dari 10 kategori yang berbeda, katanya.

Profesor Tim Jacob, seorang pakar di Inggris dalam ilmu mengenai bau dari Universitas Cardiff mengatakan "Pada tahun 1950 seorang ilmuwan bernama John Amoore mengajukan teori yang melibatkan tujuh kategori bau berdasarkan bentuk molekul dan ukuran.

"Dia akhirnya menarik teori ini karena tekanan dari saingannya, RW Moncrieff, yang mengatakan ada 'tidak pernah ada cukup bukti kuat untuk mendukung teori ini, dan ada kesulitan sepanjang batas, tapi itu merangsang banyak pemikiran yang berguna'.

"Saya yakin bahwa Castro dan teman-teman akan 'merangsang banyak pemikiran yang berguna'."

Sepuluh Aroma Dasar

- Harum

- Kayu/Resin - Buah-buahan (bukan golongan sitrus) - Bahan kimia - Mint/peppermint - Manis - Popcorn - Lemon - Tajam - Busuk

Sumber : penelitian

Indra Penciuman
By Muhammad Alfiansyah

(X)

? Indra Penciuman Kita dapat merasakan makanan dengan mengecap menggunakan lidah. Namun, organ penciuman berupa hidung berperan sangat dominan dalam menentukan selera makan kita. Apabila Anda sakit pilek atau demam, Anda tidak dapat mencium aroma lezat masakan. Keadaan ini menyebabkan Anda makan tanpa selera.

Selain aroma makanan, hidung juga dapat mencium bau wangi dan bau tak sedap seperti sampah. Hidung juga mampu mencium bau yang berasal dari alam misalnya bau tanah yang terkena air hujan, bau rumput yang dipotong, dan sebagainya. Perhatikan Gambar 9.20 untuk mengatahui bagian-bagian indra penciuman.

Rangsang yang diterima indra penciuman tersebut berupa bau. Bau merupakan molekul bahan kimia yang menguap dan melayang di udara. Mekanisme kerja indra penciuman sebagai berikut.

Klik disini untuk kembali ke Artikel induk "sistem indra" Demikian artikel "Indra Penciuman" ini saya susun, artikel ini saya ambil dari ( BSE ): Biologi Kelas IX karangan Purnomo, Sudjino, Trijoko, Suwarni hadisusanto. Biologi SMA / MA Kelas IX karangan Siti Nur Rochmah , Sri Widayati , Meirina Arif. Biologi untuk SMA / MA Kelas IX Program IPA karangan Faidah Rachmawati , Nurul Urifah ,Ari Wijayati. Praktis Belajar Biologi 2 Karangan Fictor F , Moekti A

Posts tagged fungsi hidung

Fungsi Hidung yang patut Anda ketahui

Inilah fakta tentang hidung yang harus anda ketahui. Kita memiliki hidung berlubang disebelah kiri dan disebelah kanan. Apakah fungsinya sama untuk menarik dan membuang nafas ? Sebenarnya fungsinya tidak sama dan dapat kita rasakan bedanya, sebelah kanan mewakili matahari (mengeluarkan panas) dan sebelah kiri mewakili bulan (mengeluarkan dingin). Jika sakit kepala, cobalah menutup lubang hidung sebelah kanan dan bernafaslah melalui hidung sebelah kiri dan lakukan kira-kira 5 menit, insya Allah sakit kepala anda akan sembuh. Jika anda merasa lelah, tutuplah lubang hidung sebelah kiri dan bernafaslah melalui hidung sebelah kanan. Lakukan bolak-balik. Tak lama kemudian, anda akan merasakan segar kembali. Sebab lubang hidung sebelah kanan mengeluarkan panas, sehingga gampang sekali panas, lubang hidung sebelah kiri mengeluarkan dingin. Perempuan bernafas lebih dengan hidung sebelah kiri, sehingga hatinya mudah sekali dingin. Laki-laki bernafas lebih dengan hidung sebelah kanan, sehingga mudah sekali marah. Apakah anda pernah memperhatikan pada saat bangun, lubang hidung sebelah mana yang bernafas lebih cepat ? Sebelah kiri atau kanan ? Jika lubang hidung sebelah kiri bernafas lebih cepat, anda akan merasa sangat lelah. Tutuplah lubang hidung sebelah kiri dan gunakan lubang hidung sebelah kanan untuk bernafas, anda akan merasa segar kembali dengan cepat. Cara tersebut boleh diajarkan kepada anak-anak, tetapi efeknya akan lebih manjur jika diterapkan kepada orang dewasa. Pada suatu malam. saya duduk bermeditasi dan menutup lubang hidung sebelah kanan dan bernafas dengan lubang hidung sebelah kiri. Dalam kurang dari satu minggu, sakit kepala saya sembuh. Saya teruskan melakukannya selama 1 bulan, sejak malam itu sampai sekarang , sakit kepala saya tidak kambuh lagi. Ini adalah pengalaman saya sendiri. Saya beritahukan hal ini kepada orang lain, jika sakit kepala, cobalah cara tersebut, sebab sangat efektif buat saya. Banyak orang lain telah mencobanya dan berhasil. Ini adalah terapi alami, tidak seperti makan obat dalam jangka panjang yang memungkinkan ada efek sampingnya. Jadi kenapa anda tidak mencobanya ? Dengan mempraktekkan terapi pernafasan ini secara benar (menarik dan mengeluarkan nafas), kondisi tubuh anda akan sangat rileks.

Kiranya hal ini dapat kita coba^_^

FUNGSI HIDUNG
Setiap manusia yang hidup dan bernafas pasti memiliki organ yang satu ini. Dialah hidung, adalah salah satu dari lima panca indera yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada kita. Meski secara kasat mata hidung hanya berupa organ yang menonjol di wajah dan memiliki dua lubang, namun tahukah Anda bahwa hidung selain berfungsi dalam sistem respirasi, dia juga memiliki fungsi lain dan merupakan sebuah alat yang canggih. Berikut ini ada beberapa fungsi canggih yang dimiliki oleh hid ung, mungkin sebagian dari Anda belum mengetahuinya untuk itu silakan dilanjut membacanya. 1. Alat Penghangat dan pelembab udara Tugas ini dijalankan oleh lapisan lendir yang di bagian dalam hidung dengan cara melepaskan uap air. Pembuluh kapiler yang terletak persis di bawah lapisan lendir membantu menghangatkan udara melalui saluran ini. Sehingga saat cuaca dingin, udara yang kita hirup dapat dihangatkan dan sebailknya saat cuaca panas maka hidung dapat melembabkan udara yang kita gunakan untuk bernafas. Cara kerja perangkat ini bagaikan alat pengatur udara yang mengatur suhu dan kelembaban udara. 2. Penjaga Gerbang menghadapi kuman dan debu Saat kita bernafas, mungkin secara tidak sadar kita menghirup debu atau partikel lain yang mengandung kuman dan membahayakan tubuh. Fungsi lain dari hidung adalah menjadi penjaga pintu gerbang menghadapi partikel berbahaya dan butiran debu yang hendak masuk ke dalam tubuh. Butiran ini terperangkap oleh lapisan lendir dan kemudian oleh silia, organ yang mirip rambut. Lendir yang dipenuhi bahan-bahan berbahaya ini didorong oleh silia ke arah tenggorokan. Lalu dikeluarkan dari tubuh melalui batuk atau akan tertelan dan dihancurkan oleh asam lambung. Lapisan lendir dan silia bekerja layaknya sebuah pusat pembersihan kimiawi yang dibangun di dalam tubuh kita. 3. Laboratorium Analis Kimia Kita bisa mencium harumnya bunga, sedapnya aroma makanan yang membangkitkan selera makan kita. Atau bau busuk sampah yang membuat kita merasa jijik. Ya, kita mampu mengenali segala macam bau dan aroma melalui hidung. Hidung kita layaknya sebuah laboratorium analis kimia yang dapat mengidentifikasi setiap bau yang masuk melaluinya. Bau, sebenarnya adalah molekul-molekul kimia yang terlarut dalam udara. Saat kita bernafas sebagian udara akan dialirkan menuju sel-sel syaraf penerima bau oleh tulang hidung. Sel-sel syaraf penerima di bagian ini lalu mengirimkan pesan yang mereka terima dari molekul bau ke otak. Pusat penciuman di otak akan menganalisa pesan-pesan dari beragam sel syaraf penerima. Inilah yang kemudian memunculkan apa yang kita rasakan sebagai bau. Pusat data dalam otak kita dapat mengebali sampai dengan 10.000 bau yang berbeda. Dan hebatnya, semua proses itu hanya berlangsung dalam hitungan detik.

Well, itulah beberapa kecanggihan dari hidung kita. Maka sudah menjadi sebuah kewajiban bagi setiap pemilik hidung untuk bersyukur dan merawatnya dengan baik karena sejatinya itu adalah anugerah besar dari Tuhan yang Maha Pencipta untuk kita